Anda di halaman 1dari 9

TUGAS ANALISIS MULTIVARIAT ANALISIS KORELASI KANONIK

Oleh

Nama NIM

: Nur Fitriyah Arf : 0910953039

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI STATISTIKA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

BAB I TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dari analisis korelasi kanonikal ialah suatu teknik statistik yang digunakan untuk menentukan tingkatan asosiasi linear antara dua perangkat variabel, dimana masing-masing perangkat terdiri dari beberapa variabel. Sebenarnya analisis korelasi kanonikal merupakan perpanjangan dari analisis regresi linear berganda yang berfokus pada hubungan antara dua perangkat variabel yang berskala interval. Fungsi utama teknik ini ialah untuk melihat hubungan linieritas antara variabel-variabel kriteria (variabel-variabel tergantung) dengan beberapa variabel bebas yang berfungsi sebagai predictor. Sebagai contoh seorang peneliti ingin mengkaji korelasi antara seperangkat variabel dalam perilaku berbelanja sebagai kriteria dan beberapa variabel mengenai personalitas sebagai predictor. Tujuan penelitian ini ialah peneliti ingin mengetahui bagaimana beberapa karakteristik personalitas tersebut mempengaruhi perilaku berbelanja, misalnya pembuatan daftar belanja, jumlah toko yang dikunjungi, dan frekuensi belanja dalam satu minggu. Untuk menggunakan teknik analisis ini syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya ialah : 1. Variabel bebas terdiri dari lebih dari dua variabel yang berskala interval. 2. Variabel tergantung terdiri dari lebih dari dua variabel yang berskala interval. 3. Hubungan antar variabel bebas dan tergantung bersifat linier. Artinya semua variabel bebas mempengaruhi secara searah terhadap semua variabel tergantung, misalnya korelasi antara variabel-variabel bebas personalitas yang digunakan sebagai predictor dengan variabel-variabel tergantung yang digunakan sebagai kriteria bersifat searah. Jika nilai variabel variabel personalitas besar, maka nilai variabel-variabel perilaku berbelanja harus besar juga. Jika terjadi variabel variabel personalitas besar bernilai besar sedang nilai variabel-variabel perilaku berbelanja menjadi mengecil, maka hal ini berlawanan dengan asumsi linieritas. 4. Tidak boleh terjadi multikolinieritas pada masing-masing kelompok variabel bebas dan variabel tergantung yang akan dikorelasikan (Anonymous, 2009). Korelasi kanonik merupakan ukuran hubungan antara kelompok yang terbentuk oleh Y dengan fungsi diskriminan yang ada. Ketika R adalah nol, maka hal ini dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan di antara kelompok-kelompok yang ada dengan fungsi yang terbentuk. Sebaliknya apabila R-nya besar (mendekati 1), maka menunjukkan adanya korelasi yang tinggi antara fungsi diskriminan dengan kelompok yang ada. R ini digunakan untuk menjelaskan seberapa besar masingmasing fungsi berguna dalam menentukan perbedaan kelompok (Anonymous, 2009). Korelasi kanonik adalah metode yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan dari dua buah Group variabel. Korelasi kanonik termasuk ke dalam metode Statistika Multivariat, karena kita mengkorelasikan suatu grup variabel melawan grup variabel lainnya. Biasanya, di dalam masing-masing grup, terdapat lebih dari 1 variabel. Misal, grup A terdiri dari beberapa variabel dan grup B juga terdiri beberapa variabel (Nur, 2008). Sebagai contoh dalam permasalahan jumlah waktu rata-rata yang digunakan siswa dalam mengerjakan tugas sehari-hari sebagai himpunan variabel bebas dan nilai beberapa mata pelajaran sebagai himpunan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari enam kategori yaitu waktu untuk belajar, tidur, santai, organisasi, bekerja dan olahraga. Sedangkan variabel terikat ada tiga yaitu nilai matematika, nilai bahasa inggris dan nilai Fisika (Nur, 2008). Analisis korelasi kanonik digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara himpunan variabel bebas dengan himpunan variabel terikat. Sedangkan fungsi kanonik digunakan untuk eksplanasi keeratan hubungan antar kelompok variabel (Nur, 2008). KORELASI KANONIK

Teknik statistika yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan diantara dua gugus peubah. Dapat dipandang sebagai perluasan dari multiple regression, dimana dalam multiple regression dilibatkan satu peubah dependen bertipe metrik dan beberapa peubah independent bertipe metrik. Sementara itu dalam korelasi kanonik, terdapat lebih dari satu peubah dependent (dapat bertipe metrik maupun nonmetrik). Prinsip : membentuk suatu kombinasi linier dari setiap gugus peubah (dependen dan independent) sedemikian sehingga korelasi diantara kedua gugus peubah tersebut menjadi maksimum. Kombinasi linier yang terbentuk pada masing-masing gugus peubah tsb dinamakan peubah kanonik. Analisis korelasi kanonik tidak dilakukan antar pasangan peubah asal namun antar peubah kanonik di kedua gugus. Analisis korelasi kanonikal digunakan untuk indentifikasi dan kuantifikasi hubungan antara dua himpunan variabel. Analisis ini dapat digunakan baik untuk data kuantitatif atau metrik maupun data kualitatif atau non metrik. Sama seperti semua analisis statistika multivariat, analisis korelasi kanonikal didahului dengan pengujian data dan pengujian asumsi. Nilai korelasi kanonikal dan nilai Eigen yang menyatakan akomodasi hubungan dalam fungsi linier yang dihasilkan didapat dari operasi aritmatika matriks korelasi kedua himpunan variabel (variat kanonikal). Kekuatan korelasi antara variabel yang tergabung dalam variat kanonikal yang sama dinyatakan dalam varians bersama (shared variance), sedangkan hubungan antara variat kanonikal yang berbeda dinyatakan dalam indeks redundansi (redundancy index). Interpretasi koefisien variat kanonikal, mencakup tiga besaran, bobot kanonikal (canonical weights), muatan kanonikal (canonical loadings) dan muatansilang kanonikal (canonical coss-loadings). Analisis dilengkapi dengan uji sensitivitas variabel, variabel yang diduga tidak memberi pengaruh dihapus dan nilai besaran hasil analisis dibandingkan. Uji sensitivitas variabel bertujuan menguji kestabilan fungsi linier yang dihasilkan (Anonymous, 2009). Bentuk Umum Analisis Korelasi Kanonikal Analisis korelasi kanonikal adalah model statistika multivariat yang memungkinkan identifikasi dan kuantifikasi hubungan antara dua himpunan variabel. Karena titik perhatian analisis ini adalah korelasi (hubungan) maka kedua himpunan tidak perlu dibedakan menjadi kelompok variabel tidak bebas dan variabel bebas. Pemberian label Y dan X kepada kedua variat kanonikal hanya untuk membedakan kedua himpunan variabel. Fokus analisis korelasi kanonikal terletak pada korelasi antara kombinasi linier satu set variabel dengan kombinasi linier set variabel yang lain. Langkah pertama adalah mencari kombinasi linier yang memiliki korelasi terbesar. Selanjutnya, akan dicari pasangan kombinasi linier dengan nilai korelasi terbesar di antara semua pasangan lain yang tidak berkorelasi. Proses terjadi secara berulang, hingga korelasi maksimum teridentifikasi. Pasangan kombinasi linier disebut sebagai variat kanonikal sedangkan hubungan di antara pasangan tersebut disebut korelasi kanonikal. Jenis data dalam variat kanonikal yang digunakan dalam analisis korelasi kanonikal dapat bersifat metrik maupun nonmetrik. Bentuk umum fungsi kanonikal adalah sebagai berikut : Secara umum, jika terdapat sejumlah p variabel bebas X1, X2, . . . , Xp dan q variable tidak bebas Y1, Y2, . . . ,Yq maka banyak pasangan variat adalah minimum p dan q. Jadi hubungan linier mungkin yang terbentuk adalah :

dan

di mana r adalah nilai minimum p dan q. Hubungan ini dipilih sedemikian sehingga korelasi antara U1 dan V1 menjadi korelasi maksimum; korelasi U2 dan V2 juga maksimum di antara variabelvariabel yang tidak berhubungan dengan U1 dan V1; korelasi U1, V1, U2 , dan V2, dan seterusnya. Setiap pasang variabel kanonikal (U1, V1), (U2 ,V2), . . . , (Ur ,Vr) merepresentasikan dimensi bebas dalam hubungan antara dua himpunan variabel (X1, X2, . . . , Xp) dan (Y1, Y2, . . . , Yq). Pasangan pertama (U1, V1) mempunyai korelasi tertinggi karenanya merupakan korelasi penting; pasangan kedua (U2, V2) mempunyai korelasi tertinggi kedua karenanya menjadi korelasi terpenting kedua dan seterusnya (Siregar, 2008). Semua data untuk analisis Korelasi Kanonik bertipe 4issal, yakni data interval atau data rasio. Dengan demikian data bertipe nominal (seperti Jenis Kelamin) atau data bertipe Ordinal sebaiknya tidak diproses dengan korelasi kanonikal. Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi pada Korelasi Kanonikal yaitu : a. Adanya hubungan yang bersifat linier (linieritas) antar dua variabel. Seperti jika ada variabel Promosi dan variabel Penjualan, maka seharusnya korelasi antara kedua variabel bersifat linier, dalam arti misal- makin besar pengeluaran promosi, makin tinggi penjualan. Hubungan linier (garis lurus) semacam ini jika ditampilkan pada grafik akan berupa garis ke kanan atas. Namun tidak bisa ditemukan setelah beberapa lama, justru makin besar promosi makin rendah penjualan. Hal ini akan melawan asumsi linieritas, karena setelah menaik ke kanan atas, kemudian garis menurun ke kanan bawah. Karena itu, linieritas akan valid jika data dianalisis pada interval (range) waktu tertentu. b. Perlunya normalitas 4issal4a4ate untuk menguji signifikansi setiap fungsi kanonik. Namun karena pengujian normalitas secara mulivariat tidak atau sulit dilakukan, maka bisa dilakukan uji normalitas untuk setiap variabel, dengan asumsi jika secara individu sebuah variabel memenuhi 4issal4a normalitas, maka secara keseluruhan juga akan memenuhi asumsi normalitas. c. Tidak ada Multikolinieritas antar anggota kelompok variabel, baik variabel dependen maupun variabel independen. Sebagai contoh, jika variabel dependen terdiri dari Penjualan dan Biaya Produksi, maka seharusnya tidak ada korelasi yang kuat dan nyata antara variabel Penjualan dengan variabel Biaya Produksi. Jika ada korelasi, hal itu dinamakan terjadi multikolinieritas. Jika angka korelasi tersebut besar, maka bisa diupayakan penghilangan salah satu variabel, 4issal variabel Penjualan dibuang atau variabel Biaya Produksi yang dihilangkan (Siregar, 2008).

BAB II METODE 2.1 Sumber Data Skripsi oleh Yeni Fahriani (Program Sarjana Pertanian Strata 1 Jurusan Tanah, Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 2007) Kasus : Pengaruh Pemberian Vermikompos Sampah Daun terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Alfisol Jatikerto Banyaknya objek penelitian adalah 21 objek dimana pengamatan antara lain berat isi tanah (gr/cm3), berat jenis tanah (gr/cm3), tinggi tanaman (cm), dan jumlah daun (helai). Maka untuk mengetahui korelasi antara berat isi tanah (X1), berat jenis tanah (X2), tinggi tanaman (Y1), dan jumlah daun (Y2) akan digunakan metode Analisis Korelasi Kanonik. Berikut data mentahnya : No. X1 X2 Y1 Y2 1 1.23 2.33 24.73 3.00 2 1.21 2.32 31.13 4.00 3 1.22 2.32 30.00 4.00 4 1.22 2.32 30.03 4.00 5 1.20 2.32 30.17 4.33 6 1.22 2.32 31.27 4.00 7 1.22 2.32 31.63 4.33 8 1.24 2.34 46.83 6.00 9 1.19 2.31 60.00 8.33 10 1.20 2.31 59.83 8.33 11 1.20 2.31 60.73 8.33 12 1.18 2.31 60.67 8.67 13 1.19 2.31 60.83 8.33 14 1.20 2.31 61.23 8.67 15 1.24 2.34 79.83 8.33 16 1.17 2.31 92.97 10.33 17 1.18 2.31 92.30 10.33 18 1.18 2.31 93.63 10.33 19 1.16 2.31 93.47 10.33 20 1.17 2.31 92.97 10.33 21 1.18 2.31 94.53 10.67 2.2 Metode Analisis Buka Software SPSS 16 > masukkan data X1,X2,Y1, dan Y2 pada data view > pilih File > New > Syntax > ketik makro berikut : MANOVA Y1 Y2 WITH X1 X2 /PRINT = ERROR(SSCP COV COR)SIGNIF (HYPOTH EIGEN DIMENR) /DISKRIM = RAW STAN ESTIM COR ALPHA(1.0). Kemudian Run, maka akan keluar hasil Outputnya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Output

3.2 Interpretasi Hasil analisis dengan menggunakan Software SPSS 16 : Interpretasi Hasil Uji Parsial (Dimension Reduction Analysis) : Variabel kanonik pasangan pertama dan pasangan kedua secara individu adalah signifikan dan bisa diproses lebih lanjut, dapat dilihat pada sig. of F yaitu untuk variabel kanonik pasangan pertama dan kedua diperoleh nilai p sebesar 0.000 dan 0.003. Interpretasi Hasil Uji Serentak (Multivariate Tests of Significance) : Sig. of F sebesar 0.00 , dengan demikian jika digabung secara bersama variabel kanonik pertama dan variabel kanonik kedua dinyatakan signifikan sehingga dapat dilakukan uji selanjutnya. Interpretasi Hasil Analisis Korelasi Kanonik sebagai berikut : Terbentuk dua pasang variabel kanonik yaitu : Variabel kanonik pasangan pertama : 1 = 0.03643 Y1 + 0.01869 Y2 1 = -68.53618 X1 + 83.70920 X2 Dengan korelasi kanonik 1 = 0.78978 Variabel kanonik pasangan kedua : 2 = -0.14634 Y1 + 1.44905 Y2 2 = 48.12424 X1 -185.25728 X2 Dengan korelasi kanonik 2 = 0.63119 Interpretasi Hasil Uji korelasi (Correlation between dependent and covarian canonical variable) : Terdapat korelasi yang kuat antara variabel kanonik pasangan pertama untuk variabel dependen ( 1) dengan jumlah daun (= 0.99992) dan antara variabel kanonik pasangan pertama untuk variabel independen ( 1) dengan berat isi tanah (= -0.91129). Dengan demikian faktor jumlah daun dan berat isi tanah tampak mendominasi dalam variabel kanonik pasangan pertama dan ini juga ditunjukkan oleh bobot (koefisien kanonik yang distandarisasikan) dalam persamaan. Sedangkan dalam variabel kanonik pasangan kedua, faktor tinggi tanaman dan berat jenis tanah yang lebih mendominasi. Interpretasi Hasil bentuk koefisien kanonik yang distandarisasikan (Standardized canonical coefficients for Dependent variabels) : Dalam bentuk koefisien kanonik yang distandarisasikan, variabel kanonik adalah : Variabel kanonik pasangan pertama : 1 = 0.95082 Y1 + 0.05076 Y2 1 = - 1.60732 X1 + 0.80871 X2 Variabel kanonik pasangan kedua : 2 = - 3.81987 Y1 + 3.93611 Y2 2 = 1.12861 X1 - 1.78976 X2

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari analisis korelasi kanonik diperoleh dua pasang variabel kanonik yaitu : Variabel kanonik pasangan pertama : 1 = 0.03643 Y1 + 0.01869 Y2 1 = -68.53618 X1 + 83.70920 X2 Variabel kanonik pasangan kedua : 2 = -0.14634 Y1 + 1.44905 Y2 2 = 48.12424 X1 -185.25728 X2 Melalui uji signifikansi variabel kanonik (secara individu dan serentak) didapat nilai p yang kurang dari 0.05 maka pengujian adalah signifikan dan bisa diproses lebih lanjut. Pada korelasi, terdapat korelasi yang kuat antara variabel kanonik pasangan pertama untuk variabel dependen ( 1) dengan jumlah daun (= 0.99992) dan antara variabel kanonik pasangan pertama untuk variabel independen ( 1) dengan berat isi tanah (= -0.91129). Dengan demikian faktor jumlah daun dan berat isi tanah tampak mendominasi dalam variabel kanonik pasangan pertama dan ini juga ditunjukkan oleh bobot (koefisien kanonik yang distandarisasikan) dalam persamaan. Sedangkan dalam variabel kanonik pasangan kedua, faktor tinggi tanaman dan berat jenis tanah yang lebih mendominasi. Dalam bentuk koefisien kanonik yang distandarisasikan, variabel kanonik adalah : Variabel kanonik pasangan pertama : 1 = 0.95082 Y1 + 0.05076 Y2 1 = - 1.60732 X1 + 0.80871 X2 Variabel kanonik pasangan kedua : 2 = - 3.81987 Y1 + 3.93611 Y2 2 = 1.12861 X1 - 1.78976 X2 4.2 Saran Jika menganalisis dengan menggunakan software SPSS, pastikan langkah-langkah yang dilakukan tepat agar diperoleh hasil analisis yang tepat pula.

DAFTAR PUSTAKA Anonimous. 2009. http://www.alumniti.com/2009/10/korelasi-kanonik-konsep-dasar-korelasi.html. Diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 17.01. Anonimous. 2009. http://cdhoerys.blogspot.com/2009/05/analisis-korelasi-kanonik.html. Diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 17.04. Fahriani, Y.. 2007. Pengaruh Pemberian Vermikompos Sampah Daun terhadap Beberapa Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Alfisol Jatikerto. Malang : Universitas Brawijaya. Nur, F.. 2008. Penelitian Korelasional. http://meetabied.wordpress.com/2010/03/20/penelitiankorelasional/. Diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 17.06. Siregar, S. L.. Komputasi dengan menggunakan SPSS dan Interpretasi Hasil Analisis. http://ssiregar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3024/canonical.pdf. Diakses pada tanggal 2 April 2012 pukul 17.08.