Anda di halaman 1dari 3

Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Etanol Daun Penggaga (Centella Asiatica) terhadap Candida Albicans secara In Vitro T Akmal

Kausar 0907101050010

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang


Meskipun obat-obatan manusia mengalami kemajuan yang pesat, namun penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus dan parasit masih menjadi ancaman yang besar bagi kesehatan masyarakat. Di negara berkembang dampaknya sangat besar karena relatif tidak tersedianya obat-obatan dan munculnya resistensi obat luas. Salah satu jamur yang sering terjadi pada manusia adalah Candida Albicans. Candida albicans adalah jamur patogen pada manusia yang paling penting karena keseringan terisolasi dan jumlah kesakitan serta kematian yang ditimbulkannya. Meskipun biasanya ditemukan di saluran pencernaan manusia, Candida albicans bertanggung jawab untuk berbagai macam infeksi mukosa (sariawan) dan vagina. Candida albicans juga menginfeksi setiap organ dan jaringan dalam tubuh manusia. Sekitar 70% dari semua wanita akan mengalami setidaknya satu episode kandidiasis vagina selama hidup mereka , dan kandidiasis sistemik sekarang menjadi penyebab keempat di rumah sakit infeksi aliran darah di Amerika Serikat, dengan tingkat mortalitas mendekati 35% . Pasien AIDS, penerima transplantasi organ dan pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi sangat rentan terhadap infeksi Candida Albicans (Patricia L. Carlisle, dkk, 2008). Candida albicans adalah jamur patogen utama yang invasif pada manusia, secara asimtomatik candida albicans mendiami permukaan mukosa pada individu yang paling sehat dan penyakit penyebab kelemahan pada kekebalan tubuh atau gangguan flora inang mikroba. Ini adalah agen etiologi infeksi mukosa (sariawan) dan vagina serta dapat juga menyebar melalui aliran darah yang menyebabkan infeksi di beberapa bagian anatomi yang berbeda. Menurut Gudlaugsson dkk Kandidiasis diseminata Hematogenesis memiliki tingkat kematian 47%. Peningkatan prevalensi, serta meningkatnya resistensi terhadap terapi antijamur yang ada, memberikan dorongan kuat untuk dapat memahami mekanisme molekuler patogenesis dan akuisisi resistensi obat, dengan harapan mengidentifikasi sasaran terapi baru.

Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme ini, perlu untuk memperoleh gambaran lengkap dari Transkrip C. Albicans (VM Bruno, dkk, 2010). Pegagan (centella asiatica) merupakan tanaman penutup tanah, termasuk tumbuhan herba dengan batang horizontal, setiap ruas keluar akar dan menjalar di tanah. Daun berbentuk ginjal, bergerigi, dan pada pngkal berbentuk pelepah. Bentuk bunga panjang berkelopak 2-3, berhadapan dengan daun. Perbanyakan dengan tunas akar. Tumbuh liar ditanah yang agak lembab di daerah dengan ketinggian 12.500 m dpl. Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan. Pegagan memiliki kandungankimia glikosida asitikosida, velarin, alkolisulfat, dammar serta tannin (Ning Harmanto, 2007). Centella asiatica memiliki berbagai efek farmakologis, dapat digunakan untuk penyembuhan luka manusia, gangguan mental dan neurologis, aterosklerosis, fungisida, antibakteri, antioksidan dan anti kanker. Centella asiatica juga telah dilaporkan berguna dalam pengobatan radang, diare, asma, TBC dan berbagai penyakit kulit dan penyakit seperti kusta, lupus, psoriasis dan keloid (BK Dash, dkk, 2011). Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ekstrak etanol daun pegaga (centella asiatica) terhadap jamur candida albicans secara in vitro.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan Uraian latar belakang di atas yang menjadi rumusan masalah adalah apakah ekstrak etanol daun pegaga (centella asiatica) dapat menghabat pertumbuhan jamur candida albicans ?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Khusus


Untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pegaga (centella asiatica) dapat menghambat pertumbuhan jamur candida albicans

1.3.2 Tujuan Umum


Untuk mengetahui apa saja zat yang terkandung dalam daun pegaga Untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi yang harus diberikan untuk menghambat pertumbuhan candida albicans Untuk mengetahui zat apa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur candida albicans

1.4 Manfaat Penelitian


Semoga hasil dari penelitian ini bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan sebagai dasar pengobatan herba serta dapat dijadikan sebagai dasar penelitian selanjutnya untuk ekstrak daun pegagan.

1.5 Hipotesis
Ekstrak etanol daun pegagan berpengaruh terhadap pertumbuhan candida albicans.