Anda di halaman 1dari 29

Tanggal Percobaan 20 April 2012

PERCOBAAN I PULSE AMPLITUDE MODULATION (PAM) 1. Tujuan Percobaan Tujuan percobaan ini adalah : 1.1 Mengenal modulator dan demodulator PAM 1.2 Mengukur tiap tiap test point pada modulator dan demodulator PAM 1.3 Mempelajari bagaimana mengoperasikan modulator dan demodulator PAM 1.4 Mengamati bentuk keluaran gelombang pada tiap tiap test point dan menganalisanya.

2. Diagram Percobaan

Gambar 1

3. Alat alat dan Komponen yang Digunakan GOTT-ECS01-PAM Modulator Board GOTT-ECS01-PAM Demodulator Board Power Supply Oscilloscope Signal Connector Line Cable DC Power Line Cable Function Generator BNC to BNC Line Cable BNC to Alligator Line Cable Tee Connector BNC

4. Teori Singkat Pulsa amplitudo modulasi adalah skema, yang mengubah amplitudo dari pulsa persegi panjang secara teratur sesuai dengan nilai sesaat dari sinyal pesan terus menerus. Maka amplitudo dari pulsa termodulasi mewakili amplitudo intelijen.

Deretan dari pulsa yang sangat singkat dengan amplitudo konstan dan tingkat pengulangan cepat dipilih oleh amplitudo pulsa ini dibuat untuk bervariasi sesuai dengan yang dari hasil modulasi sinyal lambat adalah mengalikan deretan dengan sinyal modulasi gabungan pulsa tinggi sesuai dengan gelombang modulasi. Gelombang PAM mengandung frekuensi atas dan sisi bawah di samping pita sinyal modulasi dan denyut nadi.

Gelombang PAM termodulasi, sinyal dilewatkan melalui filter low pass memiliki cut off frekuensi sama dengan frekuensi tertinggi dalam sinyal modulasi. Pada output filter tersedia sinyal modulasi bersama dengan komponen DC pada PAM memiliki sinyal yang sama untuk rasio noise sebagai AM dan sehingga tidak digunakan di sirkuit praktis.

5. Prosedur Percobaan Langkah percobaan pertama : PAM Modulator 1. Berdasarkan pada gambar PAM Modulator atau GOTT-ECS01-PAM Modulator Board, rangkai semua komponen sesuai dengan gambar. 2. Pada terminal input frekuensi sinyal audio (Audio I/P), berikan masukan 1 KHz gelombang sinus dengan amplitudo sebesar 500 mV. 3. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal input audio PAM (Audio I/P), sinyal output TP1, sinyal output TP2 dan sinyal output PAM (PAM O/P). 4. Catat hasil pengukuran pada tabel 1.1.

Langkah percobaan kedua : PAM Demodulator 1. Berdasarkan pada gambar PAM Modulator atau GOTT-ECS02-PAM

Demodulator Board, rangkai semua komponen sesuai dengan gambar. 2. Hubungkan terminal output PAM Modulator (PAM O/P) ke terminal input sinyal PAM Demodulator (PAM I/P) dan TP2 PAM Modulator ke input carrier PAM Demodulator. 3. Atur posisi VR1 untuk meminimalkan distorsi sinyal output pada IC1. 4. Atur posisi VR2 dan VR3 sampai didapatkan bentuk keluaran sinyal demodulator yang sudah benar. 5. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal input PAM, sinyal carrier, TP1 sinyal output IC1, TP2 sinyal output IC2, TP3 sinyal output IC3, TP4 sinyal output IC3, TP5 sinyal output IC3, input sinyal TP6, dan sinyal demodulasi PAM (Audio O/P). 6. Lalu catat hasilnya pada tabel 1.2.

6. Hasil Percobaan Hasil percobaan PAM Modulator adalah sebagai berikut : Tabel 1.1. hasil pengukuran PAM Modulator Test Point Audio I/P Bentuk Gelombang Sinyal Output

TP1

TP2

PAM O/P

Hasil percobaan PAM Demodulator adalah sebagai berikut : Tabel 1.2. hasil pengukuran PAM Demodulator Test Point Carrier I/P Bentuk Gelombang Sinyal Output

TP1

TP2

Test Point TP3

Bentuk Gelombang Sinyal Output

TP4

TP5

Test Point TP6

Bentuk Gelombang Sinyal Output

Audio O/P

7. Analisa Data Pada modulasi amplitudo pulsa, sinyal pulsa digunakan untuk mencuplik sinyal analog. Hasilnya berupa deretan pulsa dengan lebar yang konstan. Pada teknik modulasi ini amplitudo sinyal pembawa (sinyal pulsa) diubah ubah sesuai dengan amplitudo sinyal informasi (sinyal analog). Analisa data untuk PAM Modulator : PAM Modulator terdiri dari 3 bagian utama, yaitu input sinyal audio berupa sinyal analog berfungsi sebagai sinyal informasi, pembangkit input carrier berupa sinyal pulsa berfungsi sebagai sinyal pembawa, dan terminal keluaran sinyal PAM.

Sinyal masukan informasi (input audio) berasal dari Generator Fungsi sedangkan pembangkit carrier berasal dari komponen LM555. Sebelum terminal

keluaran sinyal PAM terdapat transistor yang berfungsi sebagai penguat tegangan juga sebagai chopper (penggabung/switch).

Sinyal keluaran PAM dihasilkan oleh natural sampling, sinyal tercuplik mengikuti bentuk gelombang sinyal informasi (input audio) sepanjang waktu pada setiap pencuplikan. Flat top sampling menghasilkan pulsa dengan amplitudo yang tetap selama pencuplikan. Nilai amplitudo dari pulsa bergantung pada amplitudo sinyal informasi (input audio) pada waktu pencuplikan.

8. Kesimpulan Demodulasi PAM merupakan proses perekonstruksi kembali sinyal analog menggunakan low pass filter dari hasil modulasi PAM, sehingga didapatkan sinyal demodulasi PAM hamper sama dengan sinyal informasi. Sinyal demodulasi PAM dengan sinyal Informasi mempunyai perbedaan yaitu, pada amplitudo demodulasi PAM nilainya lebih kecil. Demodulasi PAM dengan menggunakan 2nd LPF menghasilkan sinyal Informasi yang terdapat distorsi , tetapi memiliki fasa yang sama dengan sinyal Informasi sedangkan Demodulasi PAM menggunakan 4th LPF, akan menghasilkan sinyal Informasi tanpa distorsi. Tetapi memiliki sudut fasa yang berbeda dengan sinyal informasinya.

Tanggal Percobaan 27 April 2012

PERCOBAAN II PULSE POSITION MODULATION (PPM)

1. Tujuan Mengetahui cara menghasilkan sinyal PPM lebar pulsa untuk sinyal modulasi yang di berikan 2. Alat dan bahan Power supply Osillloskope Signal generator Dc power line kabel GOTT-ECS03-1 OP-AMP PPM BOARD GOTT-ECS03-2 PPM MODULATOR BOARD GOTT-ECS04-3 PPM DEMODULATOR BOARD

3. Teori dasar Dalam jenis modulasi, penguat dan lebar pulsa dipertahankan konstan sedangkan positon dari setiap pulsa dengan mengacu pada posisi pulsa referensi akan berubah sesuai dengan nilai sampel sesaat dari sinyal modulasi.modulasi pulsa diamati dari modulasi lebar pulsa. pulsa setiap mutakhir telah diadakan di positon tetap sedangkan trailing edge bervariasi menuju atau menjauh tepi terkemuka sesuai dengan nilai sesaat dari sinyal sampel. Pulse Position Modulation merupakan bentuk modulasi pulsa yang mengubah-ubah posisi pulsa (dari posisi tak termodulasinya) sesuai dengan besarnya tegangan sinyal pemodulasi. Semakin besar tegangan sinyal pemodulasi (informasi) maka posisi pulsa PPM menjadi semakin jauh dari posisi pulsa tak-termodulasinya. Ilustrasi sinyal PPM dapat dilihat pada gambar berikut.

Pulse posisi modulasi (PPM) adalah modulasi pulsa teknik yang menggunakan pulsa yang tinggiseragam dan lebar tapi pengungsi di waktu dari beberapa posisi dasar sesuai dengan amplitudodari sinyal di instan sampling. Pulse posisi modulasi juga kadang-kadang dikenal sebagai pulsa-fase modulasi. Pulse posisi modulasi telah keuntungan lebih dari pulsa amplitudo modulation(PAM) dan durasi pulsa modulasi (PDM) dalam hal ini memiliki kekebalan tinggi kebisingankarena semua penerima perlu lakukan adalah mendeteksi adanya pulsa pada waktu yang tepat;durasi dan amplitudo dari pulsa tidak penting. Encoding sinyal analog di PPM cukup banyak mirip denganmetode pengkodeanPWM. Sebuah bentuk gelombang gergaji-gigi dibandingkan dengan sinyal analog. Setiap kalibentuk gelombang gigi gergaji memiliki amplitudo yang sama dengan sinyal analog, amplitudogigi gergaji menjadi 0 dan pulsa ditransmisikan. Berikut ini sebuah contoh:

Decoding dari sinyal biasanya dilakukan secara tidak langsung. Lebih mudah untuk mengubah PPM menjadi PWM dan kemudian melalui filter low-pass mengubahnya kembali keanalog, bukan mengubah sinyal PPM langsung ke analog

4. Prosedur Percobaan Percobaan 1 1. lihat gambar 2.3 atau Gott-ECS03-1 OP-AMP PPM 2. Pada masukan audion sinyal frekuensi 1 (Audio i/p-1), masukan 1kHz dan 5V amplitudo dalam gelombang sinusoidal dan frekuensi input sinyal audio 2 (Audio i/p-2), masukan 1kHz dan 5V amplitudo pada gelombang segitiga. 3. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal output dari event TP1 dan PPM modulator terminal output (PPM O / P) 4. Akhirnya mencatat hasil yang terukur dalam tabel 2.1 Percobaan 2 1. Lihat gambar atau Gott-ECSO3-2 Modulation PPM 2. Di terminal frekuensi sinyal input audio (audio I / P), masukan sinusoidal gelombang 1kHz di 500mV amplitudo 3. Dengan menggunakan osiloskop, amati sinyal output dari event TP1, sinyal output dari TP2, sinyal output dari TP3, sinyal output dari TP4, sinyal output dari TP5 dan terminal keluaran modulator PPM (PPM O / P) 4. Menyesuaikan VR1 untuk mendapatkan output sinyal modulasi PPM (PPM O / P) 5. Akhirnya mencatat hasil yang terukur dalam tabel 2,2 Percobaan 3 1. Llihat gambar 2,5 atau Gott-RCS04-1 demodulasi PPM 2. Menghubungkan TP3 O / P ke operator I / P dan modulasi PPM sinyal ouput terminal untuk PPM terminal input demodulator. 3. Menyesuaikan VR1 untuk meminimalkan distorsi sinyal ouput dari IC1. 4. Menyesuaikan VR2 dan VR3 untuil kita memperoleh sinyal didemodulasi benar. 5. Akhirnya merekam hasil yang terukur pada tabel 2,3 6. Dengan menggunakan osiloskop, pengamat sinyal input PPM, sinyal pembawa, sinyal output dari TP1, TP2 sinyal output, sinyal output TP3, sinyal output TP4, sinyal output TP5, sinyal output TP6 dan sinyal frekuensi terminal output audio (audio o / p). 7. Akhirnya mencatat hasil yang terukur dalam tabel 2,3

5. Hasil Percobaan Tabel 2.1 Hasil dari OP-AMP PPM Test point Audio I/P 1 Keluaran hasil gelombang Test point TP1 Keluaran hasil gelombang

Volt/div = 5 vpp T/div = 0.5 ms Audio I/P 2

Volt/div = 3.4*5 = 17 vpp T/div = 0.5 ms PPM O/P

Volt/div = 5 vpp T/div = 0.5 ms

Volt/div = 3*2 vpp T/div = 0.2 ms = 6

Tabel 2.2 Hasil dari PPM modulator Test point Audio I/P Tp4 Gelombang Test point gelombang

Volt/div = 0.5 vpp T/div = 1 ms

Volt/div = 4.4 vpp T/div 0.1 ms =

Tp1

Tp5

Volt/div = 2.5*2

Volt/div = 2.8*2 5.6 vpp T/div 0.1 ms PPM O/P = =

= 5 vpp T/div= 50 s

Tp2

Volt/div = 1.8 vpp T/div 50 s =

Volt/div = 3.4*2= 6.8 vpp T/div 0.1 ms =

Tp3

Volt/div = 2.4*2

= 4.8 vpp T/div 50s =

Tabel 2.3 Hasil dari PPM Demodulator Test point Gelombang Keterangan

TP1

Volt/div = 2.1*0.2 = 0.42 vpp T/div = 50 s

TP2

Volt/div = 2.4 vpp T/div = 0.1 ms

TP3

Volt/div = 2.8*0.5 = 1.4 vpp T/div = 50 s

TP4

Volt/div = 3.1*0.5 = 1.55 vpp T/div = 0.1 ms

TP5

Volt/div = 4.3*0.5 = 2.15 vpp T/div =50 s

TP6

Volt/div = 0.2 vpp T/div = 50 s

Volt/div = 2.4*0.001 = 2.4 *10-3 Audio O/P = 0.024 T/div = 0.1 ms

6. Analisa Data Dalam modulator VR 1 berfungsi untuk mensetting pulsa agar berbentuk kotak murni untuk memberi hasil yang sempurna saat keluaran modulator PPM. Untuk demodulator PPM sinyal carier di ambil dari TP3 modulator PPM dan sinyal informasi di ambil dari output modulator PPM. Di sini terdapat V2 dan V3 yang berfungsi untuk mengatur amplitudo dari demudolator. Sebelum ke output demudolator terdapat rangkaian LPF untuk memakai freq yang hanya di butuhkan saja. 7. Kesimpulan Dalam PPM, data yang ditransmisikan dengan pulsa pendek. Semua pulsa memilikikeduanya lebar yang sama dan amplitudo. namundurasi antara mereka berbeda. LM555 adalah perangkat yang sangat stabil untuk menghasilkan penundaan waktu yang akurat atau osilasi. Terminal tambahan disediakan untuk memicu atau ulang jika diinginkan. Dalam modus waktu tunda operasi, saat itu justru dikendalikan oleh satu resistor dan kapasitor eksternal. Hasil pulsa sebelum dan sesudah di demodulasi

Tanggal Percobaan 27 April 2012

PERCOBAAN III PULSE WIDTH MODULATION (PWM)

1. Tujuan Kurikulum 1. Untuk menerapkan modulasi lebar pulsa dengan menggunakan A741. 2. Untuk memahami karakteristik dan rangkaian dasar dari LM555. 3. Untuk menerapkan modulasi lebar pulsa dengan menggunakan LM555. 4. Untuk mengukur dan menganalisa rangkaian pulse width modulasi. 2. Teori Dasar Pulse Width Modulation (PWM) adalah metode modulasi antara digital dan analog, yang dapat digunakan untuk memproses pengiriman data digital dan analog. Amplitudo modulasi lebar pulsa adalah tetap, namun lebar pulsa akan divariasikan dan dikontrol oleh amplitudo sinyal input audio. Jika kita mengendalikan variasi waktu dari tingkat listrik, maka ini berarti bahwa kita dapat mengendalikan lebar pulsa. Ketika amplitudo dari sinyal audio semakin besar, maka lebar pulsa akan menjadi lebar, di sisi lain, ketika amplitudo audio semakin kecil, maka lebar pulsa akan menjadi sempit. Oleh karena itu,

PWM dapat applyed dalam cepat dan lambat dari tingkat protation dari mottor, semakin kuat dan lemah dari sumber cahaya dari bola lampu dan sebagainya. Para relatitionship antara audio dan sinyal modulasi lebar pulsa ditunjukkan pada Gambar 3-1. Umumnya, gelombang modulasi pulsa dapat diklasifikasikan sebagai pulsa modulasi amplitudo (PAM), posisi pulsa modulasi (PPM), lebar pulsa modulasi (PWM) dan sebagainya. Tabel 3-1 menunjukkan perbandingan antara setiap modulasi dan gambar 3-2 menunjukkan diagram keluaran caracteristics PAM, PPM, dan modulasi PWM.

Gambar 3-3 adalah sirkuit osilasi gelombang persegi, sinyal output lebar pulsa yang dikontrol oleh R2, C2, dan Vin (+) tegangan input terminal. Op-penguat A741 adalah komparator dalam rangkaian ini. Vin (+), input (pin 3) tegangan referensi ditentukan oleh VR1 resistor resistor R1 dan variabel. R2 dan C2 dibangun untuk menjadi jalur biaya / debit. Bila tidak ada pasokan sinyal ke terminal masukan sinyal audio, jika kita menyesuaikan VR1, maka Vin (+) Terminal input tegangan operasi akan berubah, yang berarti tegangan referensi dari komparator akan berubah, dengan demikian, sinyal output dari Tabel lebar 3-1 pulsa Perbandingan juga antara akan tiga berubah jenis juga. modulasi.

Jenis modulasi Fitur Pulse Amplitude Pulse Pulse Width Interval PAM Pulse amplitudo akan bervariasi dengan amplitudo dari sinyal input. Bervariasi Lebar tidak berubah Konstan Posisi Pulse PPM akan bervariasi dengan amplitudo dari sinyal input. Amplitudo Lebar Konstan Konstan Bervariasi PWM Pulse width akan divariasikan dengan ampiltude dari sinyal input. Amplitudo Konstan Bervariasi tidak berubah Gambar 3-2 Keluaran

karakteristik diagram PAM, PPM, dan modulasi PWM. Gambar 3-3 Diagram Sirkuit PWM dengan menggunakan A741 Gambar diagram 3-4 Bentuk gelombang dari pengisian dan pengosongan dari A741. Jika VR1 adalah tetap, itu berarti bahwa tegangan operasi Vin (+) terminal input adalah tetap. Jika input sinyal audio ke terminal masukan sinyal audio, maka tegangan sinyal audio akan menambah tegangan pengoperasian terminal (+) masukan Vin. Selain itu, dengan mengikuti jalur pengisian dan pengosongan dari rand C2, tegangan operasi Vin (-) akan berubah juga, seperti pada gambar 3-4. Namun, ketika kita mengubah titik bias yang oleh tunning resistor variabel VR1, kita dapat mengubah tingkat dan lebar output gelombang persegi Vin (+) dan Vin () pada waktu yang sama. Pada saat ini, tegangan referensi komparator akan divariasikan dan dikontrol oleh tegangan dari sinyal audio. Oleh karena itu, sinyal output dari lebar pulsa juga akan berubah sehubungan dengan tegangan sinyal input audio, maka lebar

pulsa

sinyal

modulasi

yang

dihasilkan.

Diagram rangkaian LM555 astablemultivibrator ditunjukkan pada Gambar 3-5. Pada gambar 3-4, sirkuit dapat dibagi menjadi 5 bagian penting, yaitu komparator rendah, komparator atas, flip-flop (FF), transistor debit dan output driver. Jika terminal tegangan dikendalikan (pin 5) tidak ada sinyal input, maka tegangan pembanding atas referensi adalah 2Vcc / 3 dan tegangan referensi komparator bawah adalah Vcc / 3. Jika kita menambahkan kontroler tegangan ke terminal tegangan kontrol (pin 5), tegangan referensi komparator dapat secara eksternal dikendalikan. Ketika termingdoes tegangan terkontrol tidak digunakan, maka kita dapat membuat terminal tegangan dikendalikan terhubung dengan 0,01 F kapasitor ke tanah untuk menghindari gangguan dari kebisingan. Gambar 3-5 Diagram Sirkuit dari LM555 astablemultivibrator Gambar 3-5 adalah diagram sirkuit dari astablemultivibrator dengan menggunakan LM555 IC. Sinyal output dari sirkuit ini adalah gelombang persegi. Frekuensi osilasi ditentukan oleh R1, R2, dan C1. Waktu charge (t1) dari kapasitor 0,693 x (R1 + R2) x C1, waktu debit (t2) dari kapasitor C1 adalah 0,693 x R2 x C1. Jadi periode T adalah waktu t1 biaya ditambah waktu t2 debit sama dengan 0.693x (R1 + 2xR2) x C1. Gambar 3-6 menunjukkan bentuk gelombang output dari LM555 astablemultivibrator di berbagai titik.

Gambar 3-7 adalah diagram sirkuit dari monostablemultivibrator dengan menggunakan LM555 IC. Ketika perubahan masukan pemicu dari tinggi (+12 V) ke rendah (0 V), terminal output akan menghasilkan denyut nadi. Ini T lebar pulsa ditentukan oleh R1 x C1 sebenarnya adalah sekitar 1,1 x R1 x C1. Jika R1 = 10 k dan C1 = 0,01 F, maka lebar pulsa adalah sekitar 110 mikrodetik. Jika frekuensi kurang dari 9,1 kHz di terminal memicu sinyal input (pin 2), (mengacu pada bentuk gelombang dari astablemultivibrator dalam gambar 3-6), maka output akan menjadi kerja 50% siklus sinyal pulsa. Para sugnal audio didata oleh terminal tegangan terkontrol. Oleh karena itu, ini akan menghasilkan sinyal PWM. Gambar 3-8 adalah diagram sirkuit PWM dengan menggunakan dua IC LM555, yang U, yang U1 adalah astablemultivibrator dan U2 adalah

monostablemultivibrator tersebut. Dengan menggabungkan dua bagian, kita akan memperoleh rangkaian PWM. Monostablemultivibrator (U2) perlu pulsa pemicu dari astablemultivibrator (U1) terminal keluaran (pin 3), sinyal audio didata pada tegangan terkontrol (pin 5) dari monostablemultivibrator (U2). Sinyal PWM outputed di terminal output (pin 3) dari monostablemultivibrator tersebut.

3. Prosedur Percobaan Percobaan 1 A741 1. lihat gambar 3-3 atau gambar DCT3-1 pada Gott DCT-6000-02 modul, mari J1 menjadi open cicuit, itu berarti R1 tidak digunakan 2. mengatur VR1 resistor variabel sehingga Vin (+) masukan tegangan terminal adalah 0 V. kemudian membiarkan J1 menjadi hubung singkat, itu berarti membiarkan R1 digunakan. 3. Pada terminal frekuensi sinyal input audio (Audio I / P) memasukkan 3 V amplitudo dan gelombang frekuensi 500Hz 4. dengan menggunakan osiloskop, amati pada bentuk gelombang sinyal sinyal audio. Terminal input dan terminal output (pin 6). Kemudian merekam hasil terukur dalam tabel 3-2 5. Mari J1 menjadi rangkaian terbuka, kemudian merekam sinyal input audio. Sesuaikan VR1 sehingga Vin (+) tegangan terminal input 6 V 6. Biarkan J1 menjadi hubung singkat, itu berarti membiarkan R1 digunakan. Kemudian masukan terminal sinyal audio ke sinyal audio asli. 7. Dengan menggunakan osiloskop, amati pada gelombang sinyal voeforms dari terminal input sinyal audio dan terminal output (pin 6). Kemudian merekam hasil terukur dalam tabel 3-2 8. J1 menjadi rangkaian terbuka, itu berarti R1 adalah tidak terpakai dan merekam sinyal input audio. Sesuaikan VR1 sehingga Vin (+) tegangan terminal input - 6V 9. Biarkan J1 menjadi hubung singkat, kemudian masukan sinyal audio asli ke terminal masukan sinyal audio 10. Dengan menggunakan osiloskop, amati pada bentuk gelombang sinyal dari terminal input sinyal audio dan terminal output (pin6). Kemudian merekam hasil yang diukur dalam tabel 3-2 11. Mari J1 menjadi rangkaian terbuka dan merekam sinyal input audio. Sesuaikan VR1 sehingga Vin (+) tegangan terminal input adalah 0 V, maka biarkan J1 menjadi opencircuit 12. Mengubah amplitudo sinyal audio sampai 5 V, yang lain tetap sama. Ulangi langkah 4 ke langkah 10 kemudian mencatat hasil yang terukur dalam tabel 3-3

Percobaan 2: LM555 pulsa modulasi lebar

1. 2.

Lihat gambar 3-8 angka DCT3-2 pada Gott DCT-6000-02 modul. Dengan menggunakan osiloskop, amati pada TP3 titik uji dan bentuk gelombang sinyal keluaran, pada saat yang sama menyesuaikan VR1 resistor variabel sampai ketika sinyal gelombang persegi TP3 uji titik di tingkat perbedaan tegangan, sinyal output memiliki lebar perbedaan pulsa. (I.e siklus-berbeda).

3.

Di terminal sinyal input video (audio I / P), masukan 2,5 V amplitudo dan frekuensi 1 KHz gelombang persegi. Theb mencatat hasil pengukuran dalam tabel 3-4.

4.

Dengan menggunakan osiloskop, amati pada output sinyal gelombang dari kapasitor, habis TP1 TP2 titik kritis, memicu sinyal TP3, titik kritis dari kapasitor habis TP4, dan PWM O / P.

5.

Dengan menggunakan osiloskop dan beralih ke DC chanel, amati pada output sinyal gelombang dan mencatat hasil pengukuran dalam tabel 3-5

6.

Mengubah sinyal input untuk gelombang segitiga yang lain tetap sama, ulangi langkah 5.

7.

Mengubah sinyal input untuk gelombang sinusoidal, yang lain tetap sama, ulangi langkah 5.

8.

Perubahan amplitudo sinyal input untuk 1,5 v, yang lain tetap sama, ulangi langkah 6 sampai langkah 7, kemudian mencatat hasil meansured dalam tabel 3-6.

9.

Ulangi langkah 3 sampai langkah 5, kemudian mencatat hasil yang terukur dalam tabel 3-7.

4. Hasil Percobaan

Table percobaan 1 A741 Input Output

0V

volt/div = 3*5=15 vpp T/div = 1ms

volt/div = 3.8*5 = 19vpp T/div = 0.2 ms

6V

volt/div = 15 vpp T/div = 1 ms

volt/div = 19vpp T/div = 0.2 ms

-6 V

volt/div = 15 vpp T/div = 1ms volt/div = 19 vpp T/div = 0.2 ms

Percobaan 2 A741 (vm = 5v, fm = 500 Hz)

Input

Output

0V

volt/div = 5*5 = 25 vpp T/div = 1 ms

volt/div = 3.8*5 = 19 vpp T/div = 0.2 ms

6V

volt/div = 25 vpp T/div = 1 ms

volt/div = 3.6*5 = 18 vpp T/div = 0.2 ms

-6V

volt/div = 25 vpp T/div = 1 ms

volt/div = 18 vpp T/div = 0.2 ms

Percobaan 2 LM555

Gelombang

TP1

volt/div = 3.6*2 = 7.2 vpp T/div = 50 s

TP2

volt/div = 1.4*2 = 2.8 vpp T/div = 50 s

TP3

volt/div = 1.4*5 = 7vpp T/div = 50 s

TP4

volt/div = 3*2 = 6 vpp T/div = 50 s

PWM O/P

volt/div = 2.5*5 = 12.5 vpp T/div = 20 s Percobaan 2 LM555 (vm = 1.5v, fm= 1 kHz) Gelombang

Square wave

volt/div = 2.8*0.5 = 1.4 vpp T/div = 0.5 s

Triangle wave

Volt/div = 1,4 vpp T/div = 0.5 s

Sinusoidal wave

Volt/div = 1.4 vpp T/div = 0.5 s PWM Demodulator (vm = 1,5 v fm = 700 Hz)

Carrier signal / input terminal Volt/div = 3.4*1 = 3.4 vpp T/div = 50 s

PWM O/P

volt/div = 3.8*2 = 7.6 vpp T/div = 50 s TP1

Volt/div = 1.5 vpp T/div = 50s

TP2

Volt/div = 3*0.2 = 0.6 vpp T/div = 50 s

TP3

Volt/div = 2.4*0.2 = 0.48 vpp T/div = 50 s

TP4

Volt/div = 3*0.2 = 0.6 vpp T/div = 50 s

TP5

Volt/div = 3.6 vpp T/div = 50 s

TP6

Volt/div = 2.8*0.5 = 1.4 vpp T/div = 0.5 ms

Audio O/P

Volt/div = 2*0.5 = 1 vpp T/div = 0.5 ms

5. Analisa Data Mekanisma untuk membangkitkan sinyal keluaran yang periodenya berulang antara high dan low dimana kita dapat mengontrol durasi sinyal high dan low sesuai dengan yang kita inginkan. Duty cycle merupakan prosentase periode sinyal high dan periode sinyal ,prosentase duty cycle akan bebanding lurus dengan tegangan rata rata yang dihasilkan. Pada modulator komparator rendah, komparator atas, flip-flop (FF), transistor debit dan output driver menjadi peran penting untuk membentuk modulasi lebar. flip-flop (FF) memilah R yang mencuplik secara tegak lurus saat amplitudo informasi tinggi dengan posisi sejajar dan S akan mencuplik sebaliknya. Dan Q akan membentuk lebar pulsa selisih antar R dan Q. Hasil dari Q akan di invering untuk memberi pulsa yang lebarnya telah di atur dan aplitudonya tetap. 6. Kesimpulan Di dalam percobaan PWM sinyal informasi dan sinyal carrier di bandingkan dengan komparator . keluaran sinyal amplitudo pada saat mencapai puncaknya maka akan menghasilkan lebar pulsa yang melebar, jika amplitude itu rendah maka lebar pulsa akan menyempit. Modulasi maupun Demodulasi menggunakan IC 555 sebagai clock. Ini membuat setiap perbuhan pulsa dapat di set agar sesuai keinginan.