Anda di halaman 1dari 22

6/6/2012

PPI HIROSHIMA Scientific Meeting Pembangunan Berkelanjutan: KONSEP DAN APLIKASI DALAM PERENCANAAN KOTA DAN REAL ESTATE
PPI HIROSHIMA Scientific Meeting
Pembangunan Berkelanjutan:
KONSEP DAN APLIKASI DALAM
PERENCANAAN KOTA DAN REAL ESTATE
Prof. Dr. HADI SUSILO ARIFIN
Visiting Professor – IDEC Hiroshima University
Saijo, 06 Juni 2012
THE NEED FOR EFFECTIVE POLICY INTERVENTION • “Two things are unlimited: the number of generations
THE NEED FOR EFFECTIVE POLICY
INTERVENTION
• “Two things are unlimited: the number of generations we
should feel responsible for and our inventiveness. The first
provides us with a challenge: to feed and provide for not only
the present but all future generations from the earth’s finite
flow of natural resources. The second, our inventiveness, may
create ideas and policies that will contribute to meeting that
challenge” -
• Jan Tinbergen, Nobel laureate in Economics.
- • Jan Tinbergen, Nobel laureate in Economics. Laju perusakan hutan di Indonesia 3,8 juta ha/tahun
Laju perusakan hutan di Indonesia 3,8 juta ha/tahun (1 ha/8”)
Laju perusakan hutan di Indonesia
3,8 juta ha/tahun (1 ha/8”)
Doc. Citra The Common Tragedy Doc. Citra Doc. Citra Doc. Citra
Doc. Citra
The Common Tragedy
Doc. Citra
Doc. Citra
Doc. Citra
DAYA DUKUNG • Pada tingkat populasi manusia, daya dukung suatu wilayah adalah jumlah orang yang
DAYA DUKUNG
• Pada tingkat populasi manusia, daya dukung suatu
wilayah adalah jumlah orang yang dapat didukung
oleh wilayah tersebut berdasarkan sumberdaya
yang dimilikinya dan bagaimana sumberdaya yang
ada tersebut digunakan secara berkelanjutan.
G. Tyler Miller, Jr. 1993. Environmental Science:
Sustaining the Earth. 4th Ed.

6/6/2012

LATAR BELAKANG & PERILAKU lemahnya penanganan sampah, ancaman bahaya banjir, kesemrawutan transportasi KEKUMUHAN
LATAR BELAKANG &
PERILAKU
lemahnya penanganan sampah,
ancaman bahaya banjir,
kesemrawutan transportasi
KEKUMUHAN DESA~KOTA
banjir, kesemrawutan transportasi KEKUMUHAN DESA~KOTA Jakarta 2-3 February 2007 (Sumber: Kompas 2007)
Jakarta 2-3 February 2007 (Sumber: Kompas 2007)
Jakarta
2-3 February 2007
(Sumber: Kompas
2007)
DESA~KOTA Jakarta 2-3 February 2007 (Sumber: Kompas 2007) Permasalahan Pengelolaan Sampah di Kota-kota Besar Indonesia
Permasalahan Pengelolaan Sampah di Kota-kota Besar Indonesia
Permasalahan Pengelolaan Sampah di Kota-kota Besar Indonesia
Permasalahan kemacetan lalu lintas dan polusi udara (Sumber: Kompas 2007)
Permasalahan kemacetan
lalu lintas dan polusi udara
(Sumber: Kompas 2007)

6/6/2012

PEMBELAJARAN DARI NEGARA MAJU YANG PERLU DITIRU
PEMBELAJARAN DARI
NEGARA MAJU YANG
PERLU DITIRU
6/6/2012 PEMBELAJARAN DARI NEGARA MAJU YANG PERLU DITIRU ~GREEN /Hijau ~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan ~ ECOLOGICALLY/
6/6/2012 PEMBELAJARAN DARI NEGARA MAJU YANG PERLU DITIRU ~GREEN /Hijau ~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan ~ ECOLOGICALLY/
6/6/2012 PEMBELAJARAN DARI NEGARA MAJU YANG PERLU DITIRU ~GREEN /Hijau ~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan ~ ECOLOGICALLY/
6/6/2012 PEMBELAJARAN DARI NEGARA MAJU YANG PERLU DITIRU ~GREEN /Hijau ~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan ~ ECOLOGICALLY/
~GREEN /Hijau ~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan ~ ECOLOGICALLY/ Berwawasan Lingkungan
~GREEN /Hijau
~SUSTAINABILITY/ Keberlanjutan
~ ECOLOGICALLY/ Berwawasan
Lingkungan

6/6/2012

PERENCANAAN BAGI ERBERLANJUTAN Keseimbangan & Keadilan SOSIAL Integritas dan Kualitas EKOLOGIS Kekuatan &
PERENCANAAN BAGI ERBERLANJUTAN
Keseimbangan & Keadilan SOSIAL
Integritas dan Kualitas EKOLOGIS
Kekuatan & Keragaman EKONOMI
CIRI KEBERLANJUTAN:
menjamin kelangsungan
serta kelestariannya untuk
kepentingan generasi
sekarang dan y.a.d.
Hemat LAHAN
Hemat MATERIAL
Hemat ENERGI
UNEP ~ISO14001 TINGKAT KOTA • Promotion of Eco-office (7): penghematan energi; penghematan air; pengurangan limbah
UNEP ~ISO14001 TINGKAT KOTA
• Promotion of Eco-office (7): penghematan energi; penghematan air;
pengurangan limbah padat; pendaur-ulangan bahan; Green
procurement; konservasi air-udara bersih; pengendalian bahan kimia
• Promotion of Eco-Project (6): penggunaan-penggunaan bahan ramah
lingkungan; peralatan yang ramah lingkungan; hasil daur ulang;
rekayasa hijau pada pekerjaan ke-PU-an; pengembangan teknologi
hijau; promosi penghijauan.
• Green City Planning (5): menyusun panduan hijau bagi ke PU-an; bagi
perumahan; meningkatkan penggunaan transportasi umum;
membangun kapasitas; mengajukan sitem manajemen lingkungan
bagi kota keseluruhan.
KOTA HIJAU • Kota sehat secara ekologis (the Green City Vision, 2008) • Mengembangkan teknologi
KOTA HIJAU
• Kota sehat secara ekologis (the Green City Vision, 2008)
• Mengembangkan teknologi energi terbaharukan bagi
green building dan green businesses
• Restorasi lingkungan urban, pertamanan/pertanian
organik,
• Kegiatan dengan berjalan kaki, bersepeda, moda
tranportasi umum (massal, murah, cepat)
• Gerakan-gerakan yang berwawasan lingkungan  “car-
free” di pusat-pusat kota, mematikan mesin saat
berhenti di lampu merah.
KONSEP HIJAU ~ KEBERLANJUTAN • KONSEP HIJAU  memberi perhatian penuh pada penghematan-penghematan lahan, bahan,
KONSEP HIJAU ~ KEBERLANJUTAN
• KONSEP HIJAU  memberi perhatian
penuh pada penghematan-penghematan
lahan, bahan, dan energi (saving land, saving
material, and saving energy).
• KONSEP KEBERLANJUTAN 
keberlanjutan ekologis (lingkungan bio-
fisik), keberlanjutan ekonomis, dan
keberlanjutan kultural (sosial budaya)
TINDAKAN MENUJU KEBERLANJUTAN • Komponen desain ekologis: Manajemen sumberdaya air; Lanskap kota; Manajemen limbah;
TINDAKAN MENUJU KEBERLANJUTAN
• Komponen desain ekologis: Manajemen sumberdaya air; Lanskap
kota; Manajemen limbah; Transportasi; Teknologi yang
berkelanjutan
• Komponen ekonomi: strategi kekuatan ekonomi dari pembangunan
yang berkelanjutan –perubahan TTGL rural-suburban-urban;
kebijakan permukiman-pekerjaan, infrastruktur-biaya
pemeliharaannya; hilangnya RTH-RTB ; polusi; kemacetan lalu lintas
• Komponen sosial-budaya: meningkatkan partisipasi masyarakat;
pengembangan berbasis pengetahuan lokal dan kearifan lokal;
menilai tingkat keberlanjutan masyarakat.
PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN • Security/safety: masyarakat dapat menjalankan kegiatannya tanpa takut terhadap
PEMBANGUNAN KOTA YANG
BERKELANJUTAN
• Security/safety: masyarakat dapat menjalankan kegiatannya
tanpa takut terhadap gangguan baik gangguan manusia/alami.
• Comfortability: kesempatan setiap elemen masyarakat
mengartikulasikan nilai sosial budaya dalam keadaan damai
• Productivity: infrstruktur yang efektif – efisien, memfasilitasi
proses ekonomi produksi & distribusi dalam meningkatkan nilai
tambah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
• Sustainability: kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi
saat ini tetapi untuk generasi yang akan datang.

6/6/2012

IMPLEMENTASI DI INDONESIA • Organic developed cities – kota lama yang telah ada, terus berkembang
IMPLEMENTASI DI INDONESIA
• Organic developed cities – kota lama yang
telah ada, terus berkembang sejalan dengan
urbanisasi
• Kota-kota baru (town level) yang terencana
dan dibangun oleh pengembang
(Des.2011), contoh: 17 (Jakarta), 31 (Bogor), 19
(Depok), 45 (Tangerang) dan 144 (Bekasi).
Goodwill dan political will dari Pemerintah KONSEP HIJAU Semangat masyarakatnya dalam mengusulkan, melaksanakan,
Goodwill dan political will
dari Pemerintah
KONSEP HIJAU
Semangat masyarakatnya dalam
mengusulkan, melaksanakan, memantau, dan
mengevaluasi
DESIGNING REGENERATIVE SYSTEM Entropy INPUT Sumberdaya Regenerative OUTPUT Environment
DESIGNING REGENERATIVE SYSTEM
Entropy
INPUT
Sumberdaya
Regenerative
OUTPUT
Environment
MENUJU ECO/GREEN CITY • Dapat dikembangkan oleh MASYARAKAT  program dan gerakan yang membumi. •
MENUJU ECO/GREEN CITY
• Dapat dikembangkan oleh MASYARAKAT  program
dan gerakan yang membumi.
• Dapat didukung oleh Perusahaan melalui CSR 
memberi perhatian terhadap pengembangan
ekologi, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
• Dapat diarahkan oleh PEMERINTAH 
standar, peraturan dan eko-politik, penegakan
hukum, incentive vs disincentive.
PERLINDUNGAN RTH & RTB • RTH: taman kota, lapangan OR, pemakaman, jalur hijau jalan-rel kereta
PERLINDUNGAN RTH & RTB
• RTH: taman kota, lapangan OR, pemakaman, jalur hijau jalan-rel
kereta api-sungai/kanal, lahan pertanian sawah- kebun buah-kebun
campuran-pekarangan didesain untuk pertanian perkotaan ~
konservasi ex-situ bagi agro-biodiversity jenis lokal (indigeneous sp).
• RTB: sungai/kanal, kolam, situ, telaga dan danau perlu dilindungi atau
bahkan bagi yang rusak harus direhabilitasi, dibuat embung-embung
kota ~ reservoir.
JASA LANSKAP: penyerapan karbon, pendinginan
udara, manajemen sumber daya air, konservasi
keanekaragaman hayati, serta keindahan lanskap
PENELITIAN MULTI-YEARS YANG DILAKUKAN
PENELITIAN MULTI-YEARS
YANG DILAKUKAN

6/6/2012

RESEARCH ROADMAP (Arifin, 2002) International: University, Journal, Internasional Funding Agency, Investor, Developer
RESEARCH ROADMAP (Arifin, 2002)
International: University, Journal, Internasional Funding Agency, Investor, Developer
National: University, Rural-Urban Community, Government, Company, NGO
Maps
Local AF Model
Sustainability Model
Articles
Graduates
LU Model
Ecological Rural-Urban Design
GIS Remote Sensing
Landscape Evaluation
Landscape
Bio-Physic Survey
Reconstruction &
Ecological Landscape
Management
Fishery Production
Planning
Animal Husbandry Prod
Food Security
Integrated Farming System
Plants Production
Desimination
Sosec-culture
Survey
Species Diversity Analysis
Health and Nutrition Science
Human
Ecology
Agricultural Sciences
Management of Biologica; Resources
Management of Landscape Structure, Function & Dynamic
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Year
R and D
Technology
Product
Market
Landscape profile of the study area in Cianjur Watershed in West Java (Arifin 2002)
Landscape profile of the study area in Cianjur Watershed in West
Java (Arifin 2002)
Empat Dasar dalam Konsep Ekologi Lanskap Ekologi Lanskap Struktur Fungsi Perubahan Source: Arifin & Nakagoshi
Empat Dasar dalam Konsep
Ekologi Lanskap
Ekologi
Lanskap
Struktur
Fungsi
Perubahan
Source: Arifin & Nakagoshi 2010
B U D A Y A
METHODS & APPROACHES Research RS/GIS Survey Exp.Plot Approach Rural & LUC System V V Land
METHODS & APPROACHES
Research
RS/GIS
Survey
Exp.Plot
Approach
Rural & LUC System
V
V
Land Eval.
Eco-village /city
V
CSA-GEN
Assessment
Pekarangan Dynamic
V
Sp
Richness
Agroforestry System
V
V
V
AEZ-Local
species
C Stock
V
V
V
Allometric
Supported by related secondary data from many sources
Proposal: Perma-culture Zoning Pattern for Eco-village Nurlaelih, Arifin & Arifin 2007 V IV III II
Proposal:
Perma-culture
Zoning Pattern for
Eco-village
Nurlaelih, Arifin & Arifin 2007
V
IV
III
II
I
0
HUBUNGAN MANUSIA & ALAM Proses Sumberdaya Polusi Alami Foto: HS Arifin Foto: HS Arifin Teknologi
HUBUNGAN MANUSIA & ALAM
Proses
Sumberdaya
Polusi
Alami
Foto: HS Arifin
Foto: HS Arifin
Teknologi
Polusi
Sumberdaya
MANUSIA: Lingkungan
ALAM:Tumbuhan/Satwa
Terbangun Lanskap
Perkotaan
LiarRTH/RTBAlami
Sumber: HS Arifin, Urban Biodiversity, 2010

6/6/2012

SEGITIGA KEKUATAN PELAKU MASYARAKAT ECO/GREEN CITY CORPORATE/FIRMS/ DUKUNGAN PERUSAHAAN PEMERINTAH “Eco/Green
SEGITIGA KEKUATAN PELAKU
MASYARAKAT
ECO/GREEN CITY
CORPORATE/FIRMS/
DUKUNGAN
PERUSAHAAN
PEMERINTAH
“Eco/Green City” diharapkan sebagai gerakan masyarakat yang
membumi, dengan kekuatan pemberdayaan masyarakat yang
didukung oleh para pihak, yaitu perusahaan pengembang dan
pemerintah.
RTH Jakarta COURTESY SLIDE OF PROF NOBUKAZU NAKAGOSHI
RTH Jakarta
COURTESY SLIDE OF PROF NOBUKAZU NAKAGOSHI

FREKUENSI TERBANYAK SPECIES TANAMAN JALAN DI JAKARTA DAN ASALNYA (Arifin 2011)

No

Species

Origin

Remark

1

Swietenea macrophylla

Latin America

Exotic

2

Pterocarpus indicus Willd.

Indonesia

Native

3

Mimusops elengi L.

Indonesia

Native

4

Polyalthya fragrans

India

Exotic

5

Cerbera manghas L.

Indonesia

Native

6

Ficus benjamina

Indonesia

Native

7

Diallium indum

Indonesia

Native

8

Ryostonia regia

Amerika Latin

Exotic

9

Polyaltya longifolia

India

Exotic

10

Bauhinia purpurea

Asia Continental

Exotic

11

Canarium indicum L.

Indonesia, New Guinea

Native

12

Tamarindus indica L.

Tropical Africa, West Asia

Exotic

13

Khaya senegalensis

Africa

Exotic

14

Ficus lyrata Wareb.

Africa

Exotic

15

Artocarpus integer (Thunb.)Merr.).

Thailand, Malay, Indonesia

Native

16

Samanea saman (Jacq.) Merr.

Tropical America

Exotic

17

Cocos nucifera L.

Pantropical

Native

18

Areca catechu L.

India Indonesia

Native

19

Mangifera indica L.

India Burma

Exotic

KERAGAMAN TTGL DI TAPAK STUDI DAS CILIWUNG BIOREGIONAL JAKARTA-BOGOR-PUNCAK N
KERAGAMAN TTGL DI TAPAK STUDI DAS CILIWUNG
BIOREGIONAL JAKARTA-BOGOR-PUNCAK
N
Taman-taman di Jakarta Perbaikan Fungsi Ekosistem COURTESY SLIDE OF PROF NOBUKAZU NAKAGOSHI
Taman-taman di Jakarta
Perbaikan Fungsi Ekosistem
COURTESY SLIDE OF PROF NOBUKAZU NAKAGOSHI
MEWUJUDKAN JEJARING HIJAU ANTAR KOTA SATTELITE Kota Hijau Satelit Kota Hijau - Satelit Kota Hijau
MEWUJUDKAN JEJARING
HIJAU ANTAR KOTA SATTELITE
Kota Hijau Satelit
Kota Hijau - Satelit
Kota Hijau -
Satelit
Eco-village
KOTA
Kota Hijau - Satelit
UTAMA
Eco-village
Kota Hijau - Satelit
Eco-village
Agregat kota
hijau melalui
“green network”
antara eco-
village-kota
hijau satelit-
kota utama yang
terhubung oleh
koridor hijau.
Eco-village
Kabupaten/Kota

6/6/2012

Jejaring Hijau di Bogor dan Sekitarnya Cibinong Urban LIPI Ecopark Forest Sentul City & Pancar
Jejaring Hijau
di Bogor dan
Sekitarnya
Cibinong Urban
LIPI Ecopark
Forest
Sentul City & Pancar Mount
Gede Mount
Puncak
BBG
FORDA Litbang Hutan
Safari Park
Pangrango Mount
IPB Forest
Cilember Forest
Salak Endah
Salak Mount
Halimun Mount
Keragaman tataguna lahan ~ bio-diversity
Keragaman tataguna lahan ~ bio-diversity
Reinventing Sentul City, 4 pillars, new development concept The development of a city needs to
Reinventing Sentul City, 4
pillars, new development concept
The development of a city needs to focus on the
harmony of nature, to have a conception of nature so
it can minimize the negative side effect caused by the
actual building of its developments.
With its potential by being on the touristic belt
Jakarta-Puncak. Sentul City, supported by its
nature profile and a prime accessibility, will be an
international level tourism destination.
Sentul City strives to be a complete education place.
Not only for formal education, but also for non-formal
education where the public can benefit from. Offering
education facilities ranging from Play group to College
is one of the main purposes.
Cultural and art aspects is also one of the focal
point in a development of a city. The completion of
Sentul International Convention Center and Taman
Budaya Edutainment Center is an important
milestone in the development of Sentul City.
Courtesy of
Utama
BOGOR & KRB Oriolus chinensis Pyvnnotus aurigaster Ptilinopus melanospila Copsychus saularis Orthotomus sepium
BOGOR & KRB
Oriolus chinensis
Pyvnnotus aurigaster
Ptilinopus melanospila
Copsychus saularis
Orthotomus sepium
IPB – Sentul City Cooperation To strengthen the Eco City and Education City pillars, on
IPB – Sentul City Cooperation
To strengthen the Eco City and Education City pillars, on July
21 st , 2009, Sentul City have signed an MOU with IPB to cooperate
in 4 (four) fields, i.e.:
1. Development of Eco City Concept
2. Developing Green Implementation in Buildings
3. Developing Environment Management Method.
4. Developing IPB Education Facility in Sentul City
Courtesy of
Utama
URBAN DIVERSITY IN SENTUL CITY Courtesy of Utama
URBAN DIVERSITY IN SENTUL CITY
Courtesy of
Utama

6/6/2012

PRESERVATIONS, LIFE STYLE Courtesy of Utama
PRESERVATIONS, LIFE STYLE
Courtesy of
Utama
Plants placement & species ~ BIODIVERSITY Courtesy of Utama
Plants placement & species ~ BIODIVERSITY
Courtesy of
Utama
PEMBERDAYAAN PENGETAHUAN LOKAL DAN KEARIFAN LOKAL • Aspek kultural ~ budaya masyarakat memiliki suatu etika
PEMBERDAYAAN PENGETAHUAN
LOKAL DAN KEARIFAN LOKAL
• Aspek kultural ~ budaya masyarakat memiliki suatu
etika yang berbasis pada pengetahuan lokal yang
telah menjadi kearifan-kearifan lokal.
• Terkait dengan tata-ruang dan peruntukan lahan: di
Bali, di Baduy Dalam, di Purworejo, di Lombok
Timur, dan wilayah lain.
The Largest Street Garden Map Courtesy of Utama
The Largest Street Garden Map
Courtesy of
Utama
Housing Development with Green Spirit Courtesy of Utama
Housing Development with Green Spirit
Courtesy of
Utama
HSArifin 2012 Tri Angga Concept in Bali Island, Region, Banjar, Pekarangan (Source: Arifin, Arifin-Nurhayati, Suryadarma
HSArifin 2012
Tri Angga Concept in Bali Island, Region, Banjar, Pekarangan
(Source: Arifin, Arifin-Nurhayati, Suryadarma 2003)

6/6/2012

KEARIFAN LOKAL
KEARIFAN LOKAL
PARTISIPASI MASYARAKAT • Gerakan konservasi biodiversity dan green city memerlukan partisipasi masyarakat •
PARTISIPASI MASYARAKAT
• Gerakan konservasi biodiversity dan green city
memerlukan partisipasi masyarakat
• International Association for Public Participation
(IAPP), pendekatan terhadap masyarakat melalui aktifitas :
inform, consult, involve, collaborate and empower.
• Pembangunan masyarakat yang berkelanjutan harus:
economically productive, environmentally sound, socially
just, culturally vibrant, politically participatory.
just, culturally vibrant, politically participatory. PENILAIAN KEBERLANJUTAN MASYARAKAT No Ekologi
PENILAIAN KEBERLANJUTAN MASYARAKAT No Ekologi Sosial-Ekonomi Spritual Keterbukaan, kepercayaan, Keberlanjutan
PENILAIAN KEBERLANJUTAN
MASYARAKAT
No
Ekologi
Sosial-Ekonomi
Spritual
Keterbukaan, kepercayaan,
Keberlanjutan budaya
1. Sense/perasaan terhadap
keselamatan
tempat
Seni dan kesenangan
2. Ketersediaan, produksi dan
distribusi makanan
Komunikasi - aliran gagasan
dan informasi
Keberlanjutan spiritual
3. Infrastruktur, bangunan dan
transportasi
Jaringan pencapaian dan
jasa
Keberlanjutan sosial
Keterikatan masyarakat
4. Pola konsumsi dan
pengelolaan limbah padat
Pendidikan
Gaya pegas masyarakat
5. Air - sumber, mutu dan pola
penggunaan
Pelayanan kesehatan
Holographic baru,
6. Limbah cair dan pengelolaan
polusi air
pandangan dunia
7. Sumber dan penggunaan
energi
Keberlanjutan ekonomi -
ekonomi lokal yang sehat
Perdamaian dan k
kesadaran global
KEUNIKAN FINALIS KOTA HIJAU 2009
KEUNIKAN FINALIS KOTA HIJAU 2009

Categori Bersih Lingkungan gerakan program terpadu “bersih- hijau-indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).

“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).
“bersih - hijau- indah”; praktek partisipasi warga, ”gotong royong” pada Level RT , produk ekonomis (38.1%).

6/6/2012

Community Parks
Community Parks
6/6/2012 Community Parks IMPLEMENTASI HEMAT ENERGI DENGAN TANAMAN • Interior Landscaping & Terrarium • Vertical
IMPLEMENTASI HEMAT ENERGI DENGAN TANAMAN • Interior Landscaping & Terrarium • Vertical Gardens • Hanging
IMPLEMENTASI HEMAT ENERGI DENGAN
TANAMAN
• Interior Landscaping & Terrarium
• Vertical Gardens
• Hanging Gardens
• Roof Gardens
• Penyerapan CO2  Menghasilkan O2
• Penurunan T udara
Community Cleanest
Community Cleanest
PEMUDA PRO - HIJAU
PEMUDA PRO - HIJAU
Citra kota yg dikembangkan dengan konsep Eco/Green City
Citra kota yg dikembangkan dengan konsep Eco/Green City

6/6/2012

INTERIOR LANDSCAPING • Tanaman tahan teduh – hias daun • Tanaman suka cahaya ditempatkan dengan
INTERIOR LANDSCAPING
• Tanaman tahan teduh – hias daun
• Tanaman suka cahaya ditempatkan dengan
sumber cahaya (jendela)
• Pola tanaman tunggal vs massal
• Dekorasi taman instan.
• Dukungan desain arsitektur bangunan 
bukaan/ventilasi, jendela besar, elemen kaca
Bamboo House, Dago Bandung – Dr Budi Faizal – Architect – ITB
Bamboo House, Dago Bandung – Dr Budi Faizal – Architect – ITB
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB Greening House, Laladon Bogor – Prof
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
TANAMAN PADA VERTICAL & HANGING GARDENS • Tanaman tahan cahaya penuh • Tanaman tahan teduh
TANAMAN PADA VERTICAL & HANGING
GARDENS
• Tanaman tahan cahaya penuh
• Tanaman tahan teduh untuk di dalam ruang
• Tanaman merambat
• Tanaman hias, tanaman obat, tanaman
sayur, tanaman buah

6/6/2012

6/6/2012 http://images.pingmag.jp www.lostateminor.com www.functionaldesign.de www.floragrubb.com
6/6/2012 http://images.pingmag.jp www.lostateminor.com www.functionaldesign.de www.floragrubb.com
http://images.pingmag.jp www.lostateminor.com www.functionaldesign.de www.floragrubb.com img4.southemaccents.com
http://images.pingmag.jp
www.lostateminor.com
www.functionaldesign.de
www.floragrubb.com
img4.southemaccents.com
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening House, Laladon Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB TABULAMPOT • Menanam tanaman buah-buahan (bisa
TABULAMPOT • Menanam tanaman buah-buahan (bisa tanaman lainnya: bunga) di dalam pot. • Media tanam
TABULAMPOT
• Menanam tanaman buah-buahan (bisa tanaman
lainnya: bunga) di dalam pot.
• Media tanam harus mampu menopang tanaman,
dapat menyediakan hara, air dan aerasi yang baik.
• Pot yang kurang baik, aerasi kurang dilaporkan
kurang menguntungkan untuk perkembangan
akar.

6/6/2012

CONTOH TABULAMPOT
CONTOH TABULAMPOT
Greening Office, Dramaga Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening Office, Dramaga Bogor – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening Office, Dramaga campus – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening Office, Dramaga campus – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
http://cetak.kompas.com/read/2009/03/08/08074850/suatu.pagi.di.rumah.hadi
http://cetak.kompas.com/read/2009/03/08/08074850/suatu.pagi.di.rumah.hadi
Greening Office, Dramaga campus – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
Greening Office, Dramaga campus – Prof Dr Hadi Susilo Arifin – Landscape Architect – IPB
GREEN ROOF GARDENS • Taman atap khusus bagi kota yang memiliki belantara bangunan padat dan
GREEN ROOF GARDENS
• Taman atap khusus bagi kota yang memiliki
belantara bangunan padat dan tinggi
• Tanaman toleransi pada cahaya penuh
• Teknologi media tanam: ringan dan poros
• Fungsi menyerap CO2  dapat menurunkan
Temperatur udara kota

6/6/2012

ROOF GARDENS LANDSCAPING
ROOF GARDENS LANDSCAPING
6/6/2012 ROOF GARDENS LANDSCAPING Pola geometrik (a,b) pada Roof Garden Grand Tropic Suite’s Hotel dan p

Pola geometrik (a,b) pada Roof Garden Grand Tropic Suite’s Hotel dan pola geometrik (c) dan organik (d) pada Roof Garden Kondominium Taman Anggrek (Sutanto & Arifin, 2007)

(c)
(c)
(d)
(d)
(a)
(a)
(b)
(b)
& Arifin, 2007) (c) (d) (a) (b) Struktur Lapisan Roof Garden pada Grand Tropic Suite’s
Struktur Lapisan Roof Garden pada Grand Tropic Suite’s Hotel (Sutanto & Arifin, 2007)
Struktur Lapisan Roof Garden pada Grand Tropic Suite’s Hotel
(Sutanto & Arifin, 2007)
Tanaman berdaun lebar yang harus dihindari dalam pemilihan jenis tanaman pada roof garden (Sutanto &
Tanaman berdaun lebar yang harus dihindari dalam pemilihan jenis
tanaman pada roof garden (Sutanto & Arifin 2007)

6/6/2012

(a)
(a)
(b)
(b)
(c)
(c)
(d)
(d)

Fungsi Pengarah, Pembatas (a), Pembingkai (b), Tanaman s Keindahan (c), dan Melembutkan Struktur (d) di Lantai 10 pada Roof Garden Kondominium Taman Anggrek (Sutanto & Arifin 2007)

GERAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH INDONESIA Catatan dari: Seminar Green City – IPB/PU di IICC 12
GERAKAN DAN PROGRAM
PEMERINTAH INDONESIA
Catatan dari:
Seminar Green City – IPB/PU di IICC
12 Desember 2011
(Ketua SC: Hadi Susilo ARIFIN)
Perda Prov Perda Kab/Kota Pergub Perbup/wali PENATAAN RUANG Secara pengaturan, kebijakan penataan ruang untuk
Perda Prov
Perda Kab/Kota
Pergub
Perbup/wali
PENATAAN RUANG
Secara pengaturan, kebijakan penataan ruang untuk keberlanjutan (Khususnya Kota Hijau)
diwujudkan dalam berbagai peraturan perundangan bidang penataan ruang, baik yang
diamanatkan dalam peraturan lain maupun peraturan pelaksanaannya (Rukmana 2011.
Peraturan Perundang-undangan lain yang terkait
dengan UUPR (UUPA, UU Pertambangan, UU LH)
(a)
(a)
(c)
(c)
(b)
(b)
(d)
(d)

Tanaman sebagai Fungsi Pembatas (a), Keindahan (b), Pembingkai (d), dan Melembutkan Struktur (d) di Lantai 23 Grand Tropic Suite’s Hotel (Sutanto & Arifin 2007)

(b), Pembingkai (d), dan Melembutkan Struktur (d) di Lantai 23 Grand Tropic Suite’s Hotel (Sutanto &
UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah
UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG Penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah
UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007
TENTANG PENATAAN RUANG
Penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang
aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan
Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan:
• terwujudnya keharmonisan dan keterpaduan:
- lingkungan alam dan lingkungan buatan;
- penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan
• terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif
terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang

Penataan Ruang menjamin pembangunan berkelanjutan

BHP_DJPR

RUANG TERBUKA RUANG TERBUKA NON HIJAU RUANG TERBUKA NON HIJAU PRIVAT RUANG TERBUKA NON HIJAU
RUANG TERBUKA
RUANG TERBUKA NON HIJAU
RUANG TERBUKA
NON HIJAU PRIVAT
RUANG TERBUKA
NON HIJAU PUBLIK
RUANG TERBUKA HIJAU
(MIN 30% LUAS KOTA)
RTH PUBLIK
(20% LUAS KOTA)
RTH PRIVAT
TIPOLOGI RTH
Fisik
Fungsi
Struktur
Kepemilikan
Ekologis
Pola
RTH
RTH Publik
R
Sosial/
Ekologis
Alami
T
Budaya
H
Arsitektural
RTH Non-
Pola
RTH Privat
alami
Planologis
Ekonomi
BHK-DJPR/Presentasi/DR

6/6/2012

Sumber: J. Lubis (2011) P2KH merupakan salah satu upaya Pemerintah bersama- sama Pemerintah Provinsi, dan
Sumber: J. Lubis (2011)
P2KH
merupakan salah satu upaya Pemerintah bersama-
sama Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah
Kota/Kabupaten guna memenuhi ketetapan
UUPR, terutama terkait RTH Publik, dan sebagai
respon terhadap perubahan iklim
60 Peserta P2KH 2011 (J. Lubis, 2011)
60 Peserta P2KH 2011 (J. Lubis, 2011)
Milestone P2KH 2012 (Sumber: J. Lubis 2011 Kota/Kab Telah menyusun RAKH dan menandatangani Piagam Komitmen
Milestone P2KH 2012 (Sumber: J. Lubis 2011
Kota/Kab
Telah menyusun RAKH dan menandatangani Piagam
Komitmen Kota Hijau
• Sosialisasi/Kampanye Publik Program Pengembangan Kota Hijau
• Penyiapan Peta Hijau Kota (Green Map)
Kota/Kab
• Penyusunan Masterplan RTH Perkotaan
Perencanaan Teknis dan Supervisi Peningkatan Kualitas RTH Perkotaan
Peserta
Peningkatan Kuantitas RTH Perkotaan
P2KH 2011
Kota/Kab
Belum menyusun RAKH
Penyusunan Rencana Aksi Kota Hijau, Sosialisasi P2KH dan Penyiapan Peta Hijau
• Penyusunan Masterplan RTH Perkotaan
Sosialisasi P2KH di 32 Provinsi
Persiapan
Pembinaan Pelaksanaan P2KH
Launching
• Penyusunan buku panduan, leafleat, poster, dll
P2KH 2012
Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi Kota Hijau
• Penjaringan prakarsa pemerintah Kab/Kota (150 Kab/Kota)
Sumber: J.Lubis (2011) PENGATURAN Prakarsa P2KH  Sebuah tahapan yang tidak berhenti pada tataran perencanaan,
Sumber: J.Lubis (2011)
PENGATURAN
Prakarsa P2KH
 Sebuah tahapan yang
tidak berhenti pada
tataran
perencanaan, namun
telah bergulir pada
tataran implementasi
rencana.
Perencanaan
Pemanfaatan
Tata Ruang
Ruang
 Sebuah insentif program
guna mendorong
peran pemerintah
daerah dalam
Pengendalian
mewujudkan aksi dan
Pemanfaatan
langkah nyatanya
menuju kota hijau yang
layak huni dan
berkelanjutan.
Ruang
PEMBINAAN
PENGAWASAN
% Luas RTH Eksisting Peserta P2KH Pagar Alam 45.46 Pekalongan 65.28 Purbalingga 51 Baubau 35.19
% Luas RTH Eksisting Peserta P2KH
Pagar Alam
45.46
Pekalongan
65.28
Purbalingga
51
Baubau
35.19
Jepara
39.72
Bogor
25.07
Lombok Tengah
36.79
Batam
23.75
Kuningan
36.12
Surakarta
18.61
Banyumas
33
K
Parepare
17.75
Jombang
31.49
Kulonprogo
Yogyakarta
28.52
17.17
A
Brebes
27.45
Malang
17
Sukoharjo
22
Semarang
16.64
Tasikmalaya
20.44
K
B
Medan
15.89
Sumbawa
19.76
Kendari
15.5
Bekasi
18.54
O
U
Probolinggo
13.21
Rata-Rata
16.32
Pemalang
15.01
Rata-Rata
13.13
T
P
Probolinggo
13.21
Mataram
12.48
Pati
12.17
Banda Aceh
11.02
A
Ciamis
9.31
A
Blitar
10.78
Malang
8.66
Bandar Lampung
9.61
Bondowoso
8.60
T
Rembang
7.78
Sawahlunto
9.11
Badung
0.67
Gorontalo
8.25
E
Sampang
0.34
Bukittinggi
7.72
Bandung
-
Palu
4.64
N
Pohuwato
-
Salatiga
4.57
Pacitan
-
Ngawi
Makassar
1.73
-
Nganjuk
-
Ambon
0.19
Luwu Timur
-
Tanjung Pinang
0
Kendal
-
Metro
0
Blora
-
Pariaman
0
Kudus
-
Sumber: J. Lubis (2011)
BUKU-BUKU KARYA Hadi Susilo ARIFIN
BUKU-BUKU KARYA
Hadi Susilo ARIFIN

6/6/2012

Published Book: 22 Mei 2007
Published Book: 22 Mei 2007
Published Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007
Published Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007
Published Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007
Published Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007

Published Book: 6 November 2006

Published Book: 30 April 2007

Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007 Published Book:
Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007 Published Book:
Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007 Published Book:
Book: 6 November 2006 Published Book: 30 April 2007 Published Book: 22 Mei 2007 Published Book:

Published Book: 22 Mei 2007

Published Book: 07 Nov 2008

Published Books in 2009, 2010, 2011
Published Books in 2009, 2010, 2011
Published Books in 2009, 2010, 2011
Published Books in 2009, 2010, 2011

Published Books in 2009, 2010, 2011

Published Books in 2009, 2010, 2011
1991 1994-2004 1995-now 2003 2003 2004-now 2004 2005 5/18
1991
1994-2004
1995-now
2003
2003
2004-now
2004
2005
5/18
Formath Kyoto, 2005 Gajahmada Press, 2002 Buku Maha Karya, 2007 LIPI, 2004 IPB & Tokyo
Formath Kyoto, 2005
Gajahmada Press, 2002
Buku Maha Karya, 2007
LIPI, 2004
IPB & Tokyo Univ., 2008
Springer Verlag, 2007
Pengantar Ilmu Pertanian
106
PUBLISHED BOOK CHAPTER BY IPB PRESS - 2007 PUBLISHED BOOK CHAPTER BY PENEBAR SWADAYA &
PUBLISHED BOOK CHAPTER BY IPB PRESS - 2007 PUBLISHED BOOK CHAPTER BY PENEBAR SWADAYA &
PUBLISHED BOOK CHAPTER BY IPB PRESS - 2007 PUBLISHED BOOK CHAPTER BY PENEBAR SWADAYA &

PUBLISHED BOOK CHAPTER BY IPB PRESS - 2007

PUBLISHED BOOK CHAPTER BY PENEBAR SWADAYA & IPB PRESS - 2010

PUBLISHED BOOK CHAPTER BY IPB PRESS - 2011

6/6/2012

Published Book in 2010
Published Book in 2010
Nurtured Landscapes: Landscape Ecology Ecology is generally defined as the study of the interactions among
Nurtured Landscapes:
Landscape Ecology
Ecology is generally defined as the study of the interactions among oganisms and their
environment, and a landscape is a kilometers-wide mosaic over which particular local
ecosystems and land-uses recur. These concepts have proven to be both simple and
operationally useful. Thus landscape ecology is simply the ecology of landscapes, and
regional ecology the ecology of regions. (pp 12-13)
Nurtured Landscapes: Energy
Nurtured Landscapes:
Energy
Terimakasih http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id FB/Skype/YM: dedhsa@yahoo.com E-mail: hsarifin@ipb.ac.id Mobile:
Terimakasih
http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id
FB/Skype/YM: dedhsa@yahoo.com
E-mail: hsarifin@ipb.ac.id
Mobile: 080-4735-4859 (Japan)
+62-81111-7720 (Indonesia)
Nurtured Landscapes: Thermal Comfort
Nurtured Landscapes:
Thermal Comfort
Nurtured Landscapes: Wind Control
Nurtured Landscapes:
Wind Control

6/6/2012

Nurtured Landscapes: Wastewater Recycling
Nurtured Landscapes:
Wastewater Recycling
Covelly Eco Home, Sydney Australia by Kennedy Associates
Covelly Eco Home, Sydney Australia
by Kennedy Associates
Urban Agriculture Center for Urban Agriculture, Seattle
Urban Agriculture
Center for Urban Agriculture, Seattle
Covelly Eco Home Sydney Australia by Kennedy Associates
Covelly Eco Home
Sydney Australia
by Kennedy Associates
Nurtured Landscapes: Urban Agriculture
Nurtured Landscapes:
Urban Agriculture
Urban Agriculture An arcology - a self sustainable building, capable of providing food, water, and
Urban Agriculture
An arcology - a self sustainable building, capable of providing
food, water, and energy to the inhabitants of the complex.
http://www.inhabitat.com/2007/04/05/skyscraper-farming-farming-reaches-to-the-sky/

6/6/2012

Urban Agriculture Dirancang implementasi di gedung baru Perpustakaan IPB http://nysunworks.org/index.php
Urban Agriculture
Dirancang
implementasi di
gedung baru
Perpustakaan IPB
http://nysunworks.org/index.php
Nurtured Landscapes: Phytoremediation
Nurtured Landscapes:
Phytoremediation
Nurtured Landscapes: Phytoremediation Nurtured Landscapes: Hydrology (Herbert Dreisetl, Dieter
Nurtured Landscapes: Hydrology (Herbert Dreisetl, Dieter Grau, Karl H.C. Ludwig( Editors).Waterscapes : planning,
Nurtured Landscapes:
Hydrology
(Herbert Dreisetl, Dieter Grau, Karl H.C. Ludwig( Editors).Waterscapes :
planning, building and designing with water. Basel, Switzerland :
Birkhauser, 2001.)

LIUXIANCUN ECOCITY

LIUXIANCUN ECOCITY
: planning, building and designing with water. Basel, Switzerland : Birkhauser, 2001.) LIUXIANCUN ECOCITY 21

6/6/2012

6/6/2012 22
6/6/2012 22
6/6/2012 22
6/6/2012 22
6/6/2012 22
6/6/2012 22