Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dewasa ini, profesi seorang guru sangat terjepit dan banyak berita-berita yang melecehkan

posisi guru dan guru nyaris tidak mampu membela diri. Berbeda keadaannya dengan dulu dimana guru sangat dihormati layaknya seorang priyayi. Namun, kini telah berubah drastis, prosesi guru adalah profesi yang kering dalam arti kerja keras seorang guru membangun sumber daya manusia hanya sekedar untuk memertahankan kepunahan asa daur mereka saja. Bahkan harkat dan derajat mereka di mata masyarakat merosot. Kemerosotan ini terkesan hanya karena mereka berpenghasilan jauh di bawah rata-rata dari kalangan profesional lainnya. Selain hal tersebut, kelemahana lain adalah kerendahan tingkat profesionalisme mereka. Penguasaan mereka terhadap materi dan metode pengajaran masih berada di bawah standar. Guru tidak bisa mengidentifikasi siswa berbakat. Beberapa hal tersebut yang membuat merosotnya wibawa seorang guru di mata masyarakat. RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini masalah yang diangkat ialah seputar guru yaitu bagaimana hakekat seorang guru profesional. TUJUAN Makalah ini disusun dengan tujuan agar kita sebagai calon guru mengetahui dan memahami tugas seorang guru, bagaimana menjadi seorang guru profesional serta mengetahui kompetensi guru. ISI Guru Pada Saat ini sering menjadi sorotan dari berbagai media massa, berkaitan dengan rendahnya mutu pendidikan, dan keberhasilan suatu sekolah. Ada sebagian masyarakat kita beranggapan keberhasilan suatu pendidikan sangat di tentukan oleh mutu guru itu sendiri. Sementara kita ketahui bersama keberhasilan atau kegagalan pendidikan banyak di pengaruhi oleh beberapa faktor. Kurangnya

kesejahteraan guru juga sangat mempengaruhi keberhasilan suatu pendidikan. Guru diartikan sebagai orang yang pekerjaan mengajar. Yang dimaksud mengajar dalam hal ini adalah: Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik) Menanamkan nilai dan keyakina kepada orang lain (afektif). Idealnya seorang guru adalah orang yang memiliki bakat dan minat untuk menjadi guru terlabih dahulu menempuh pendidikan formal keguruan selama kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan institusi kependidikan yang akan menjadi tempat kerjanya. Selain itu ragam mata kuliah yang akan dipelajari juga harus lebih spesifik dan berorientasi pada kompetensi dan profesionalisme keguruan yang memadai. Kepribadian adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang guru sebagai pengembang sumber daya manusia. Kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian yang akan menentukan ia menjadi pendidik atau pembina yang baik bagi anak ataukah menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didik terutama yang masih kecil dan mereka yang mengalami kegoncangan jiwa. Secara konstisional, guru hendaknya berkepribadian pancasila dan UUD 45 yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, disamping itu seorang guru harus punya keahlian yang di perlukan sebagai tenaga pengajar. Guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan dengan kemampuan tinggi sebagai sumber kehidupan. Untuk itu, seorang guru profesional harus: Mempunyai komitmen kepada siswa dan proses belajarnya. Menguasai secara mendalam bahan atau mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarkannya kepada para siswa. Seorang guru harus mempersiapkan diri sedini mungkin, jangan sampai seorang guru kerepotan ketika berhadapan dengan siswa. Penguasaan materi sangat penting, jangan sampai pengetahuan seorang guru jauh lebih rendah dibandingkan siswa, dan seorang guru harus terampil tatkala proses kegiatan belajar berjalan. Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik

evaluasi. Mampu berfikir sistematis tentang apa yang akan dilakukannya dan belajar dari pengalaman. Idealisme dan pengabdian yang tinggi. Hakekat seorang guru adalah pengabdian seorang guru harus tinggi serta harus mampu menjujung tinggi nilai-nilai pendidikan dengan tujuan mendidik, membina, dan mengayomi anak didiknya. Memiliki keteladanan untuk diikuti dan dijadikan teladan. Keteladanan seorang guru merupakan perwujudan dari realisme kegiatan belajar mengajar serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat berpengaruh terhadap sikap siswa. Sebaliknya seorang guru yang berpenampilan premanisme akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa. Seyogianya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya (PGRI). Kompetensi merupakan salah satu faktor yang mendukung bagi seorang guru untuk menjadi seorang guru profesional. Kompetensi adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban secara bertanggung jawab dan layak. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana dengan baik. Jadi, kompetensi seorang guru adalah kemampuan guru dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pengajar yang dilakukan secara bertanggung jawab dan layak.

PENUTUP Berdasarkan pemaparan dalam bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa seorang guru profesional harus menguasai kompetensi seorang guru dan memahami pentingnya identifikasi siswa (kemampuan siswa, potensi siswa dan gaya belajar siswa) serta seorang guru profesional harus memiliki segudang metode pengajaran. Oleh karena itulah, kita sebagai seorang calon guru harus memahami tugastugas yang telah diembankan kepada kita dan mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab sebagai pekerjaan yang sangat mulia karena kita adalah guru profesional yaitu guru yang siap untuk menghadapi kemajuan zaman.

DAFTAR PUSTAKA Catty. 2007. Guru dan Proses Mengajar-Belajar (PBM).

(http://katmiati.blogspot.com ) Nurzaman, Aceng, S.Ag. 2005. Tingkatkan Mutu Siswa Lewat Profesional Guru. (www. Pikiran-rakyat.com) Poedjinoegroho, Baskoro. 2006. Guru Profesional, Adakah?. (www.kompas.com)

Tugas kelompok Mata Kuliah Perencanaan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

HAKEKAT GURU PROFESIONAL

OLEH: AGUNG NASRULLOH (045074018) M A IKHWAN R (052074022)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS BAHASA DAN SENI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA 2007