Anda di halaman 1dari 3

Studi Kelayakan Pertambangan Batubara PT Kintan Putri Mandiri

EXECUTIVE RESUME

PT Kintan Putri Mandiri (selanjutnya disingkat menjadi PT KPM) adalah pemegang izin usaha pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Kartanegara berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor: 540/374/IUP-Er/MB-PBAT/II/2010 tertanggal 22 Pebruari 2010 dengan luas konsesi 1.574 ha. Secara administratif, wilayah usaha pertambangan PT KPM termasuk di Kecamatan Marang Kayu yang meliputi Desa Sebuntal dan Bunga putih, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan atas izin tersebut, maka PT KPM telah melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif. Kegiatan Eksplorasi yang telah dilakukan, dilanjutkan dengan pembuatan laporan eksplorasi yang telah selesai disusun, dari hasil kegiatan ini mempunyai prospek yang baik untuk ditingkatkan ke IUP Operasi Produksi Batubara. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan permintaan batubara baik di dalam negeri maupun luar negeri, maka PT KPM berkeinginan segera mengusahakan penambangan batubara di wilayah konsesi IUP Eksplorasi ini. Dengan adanya penambahan kedalaman potensi cadangan ini dan perubahan tingkat produksi, maka harus dilakukan revisi laporan studi kelayakan tersebut untuk memenuhi persyaratan kajian kelayakan teknis dan ekonomis pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Kartanegara, yang selanjutnya akan dilakukan kajian lingkungan dalam laporan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan Peta Struktur Ruang dan Pola Pemanfaatan Ruang Kalimantan Timur 2004 2019 pada tahun 2003 dan hasil telaahan klarifikasi status lahan IUP Eksplorasi PT KPM dari Badan Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah IV (surat terlampir) bahwa lokasi IUP Eksplorasi PT KPM berada pada Kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 1.514,76 ha dan Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas 51,02 ha. Seluruh lokasi rencana kegiatan penambangan berada pada APL. Berdasarkan pada hasil penyelidikan eksplorasi yang telah dilakukan di wilayah konsesi berupa: pemetaan singkapan batubara, pembuatan sumur uji, pemboran serta hasil korelasi dan modeling data geologi, diperoleh data bahwa pada daerah eksplorasi dijumpai 2 (dua) seam batubara yang prospek untuk ditambang. Seam-seam prospek tersebut adalah seam: A dan B dengan ketebalan rata-rata masing-masing seam A : 2,90 m dan seam B : 3,33 m. Sedangkan ketebalan overburden dan interburden yang ada dari semua seam

Executive resume v

Studi Kelayakan Pertambangan Batubara PT Kintan Putri Mandiri

dengan ketebalan antara 8 43,39 m dengan ketebalan rata-rata antara 20,66 22,72 m. Berdasarkan hasil perhitungan sumberdaya batubara yang diambil dari kedua data tersebut dengan menggunakan metoda SNI, yaitu : terukur (500 m), tertunjuk (1000 m) dan tereka (1500 m), maka didapatkan hasil sebagai berikut (Tabel 4.4, 4.5 dan 4.6): untuk Sumber daya batubara terukur ( measured) sejumlah 4.442.672 MT, tertunjuk (indicated) sejumlah 12.674.220 MT dan Tereka (inferred) sejumlah 20.728.178 MT. Sedangkan untuk jumlah cadangan mineable diperoleh untuk seam A sebesar 1.883.996 MT dan seam B sebesar 1.790.990 MT, sehingga jumlah total cadangan mineable 3.674.986 MT dengan Stripping Ratio rata-rata 6,22 : 1, selengkapnya seperti pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1 Cadangan batubara mineable dan SR

Seam A B Jumlah total

Cadangan mineable (MT)


1.883.996 1.790.990 3.674.986

Overburden/Interburde n (BCM insitu)


11.971.701,98 10.886.709,02 22.858.411,00

Strippin g Ratio (SR) 6,51 : 1 5,94 : 1 6,22 : 1

Dari keseluruhan seam yang ada dengan melakukan penambangan dengan Sistem penambangan yang digunakan adalah sistem tambang terbuka (surface mining) dengan pembuangan lapisan penutup menerapkan metodebackfilling yang dilanjutkan tahap reklamasi dan revegetasi. Berdasarkan target produksi penambangan batubara setiap tahunnya seperti pada Tabel 2, dengan target produksi puncak sebesar 480.000 ton/tahun pada tahun kedua sampai dengan ketujuh, maka umur produksi tambang akan berjalan selama 8 tahun.
Tabel 2 Rencana Produksi Batubara Di Tambang PT KPM
Tahun Tambang 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Pit_Blok Penambangan SouthEast_1 SouthEast_2 SouthEast_3 SouthEast_4 SouthEast_5 SouthEast_6 SouthEast_7 SouthEast_8
Jumlah total

Luas Bukaan (ha) 5.47 5.84 6.46 7.89 7.11 7.60 7.80 4.51
52.68

Produksi Batubara (MT) 367,200 489,600 489,600 489,600 489,600 489,600 489,600 370,186
3,674,986

Batuan Penutup (BCM) 2,262,104 3,021,952 3,019,472 3,013,752 3,016,872 3,014,912 3,014,112 2,284,519
22,647,695

Topsoil (BCM) 21,880 23,360 25,840 31,560 28,440 30,400 31,200 18,036
210,716

SR 6.22 6.22 6.22 6.22 6.22 6.22 6.22 6.22


6.22

Executive resume vi

Studi Kelayakan Pertambangan Batubara PT Kintan Putri Mandiri

Sebagian besar batubara PT KPM yang dihasilkan mempunyai peringkat / rank berdasarkan klasifikasi ASTM untuk kandungan calorific value termasuk dalam peringkat sub bituminous coal, dengan spesifikasi kualitas batubara pada kandungan abu dan sulfur yang rendah, spesifikasi batubara yang akan diproduksi adalah seperti Tabel 3.
Tabel 3 Spesifikasi Batubara PT KPM
Parameter kualitas batubara Total Moisture Inherent Moisture Ash Content Volatile Matter Fixed Carbon Total Sulphur Calorific Value % (ar) % (adb) % (adb) % (daf) % (adb) % (adb) kcal/kg Rata-rata 35,04 18,96 8,30 40,57 33,76 0,90 5.270

Sesuai dengan spesifikasi batubara yang ditambang, batubara PT KPM direncanakan untuk dipasarkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) dan penggunaan sejenis seperti untuk pembakaran bahan industri semen maupun untuk bahan bakar industri kertas dan tekstil. Ukuran batubara yang diproses menjadi ukuran pasar yang umumnya adalah -50 mm dan dikapalkan ke konsumen (user) di Pulau Kalimantan dan Jawa atau diekspor ke luar negeri antara ke Negara Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia. Dari hasil perhitungan analisis disimpulkan bahwa pengembangan tambang batubara PT KPM di Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai tingkat kelayakan yang cukup dengan nilai IRR sebesar 33,15%, NPV sebesar Rp.34.802.141.381,- dan masa pengembalian modal (payback period) diperoleh pada tahun ke 3,30 serta BEP pada 1.947.984,55 MT dipandang masih memberikan daya tarik investasi.

Executive resume vii