Anda di halaman 1dari 6

Komponen Relay

A. Prinsip Kerja Relay Relay merupakan komponen listrik yang memiliki prinsip kerja magnet listrik. Relay terdiri atas bagian-bagian utama sebagai berikut : 1. Coil atau Kumparan 2. Contact atau Penghubung

Cara kerja relay adalah sebagai berikut : 1. Saat Coil mendapatkan energi listrik (energized) akan menimbulkan gaya elektromanetik 2. Gaya magnet yang ditimbulkan akan menarik plat/lengan kontak (armature) berpegas (bersifat berlawanan), sehingga menghubungkan 2 titik contact B. Spesifikasi Relay Spesifikasi relay biasanya dilihat dari beberapa hal berikut yaitu : 1. Tegangan dan arus pada Coil 2. Tegangan dan arus pada Contact

Dengan mengetahui informasi ini, maka akan dapat diketahui batasan-batasan didalam penggunaan relay tersebut untuk menghindari kecelakaan atau kerusakan. C. Simbol Relay Simbol relay memiliki ragam dan bentuk. Relay secara mendasar memiliki 2 jenis keadaan (status) contact yaitu : 1. Normally Open Yaitu kondisi awal contact yang terbuka / OPEN 2. Normally Close Yaitu kondisi awal contact yang tertutup / CLOSE

Konfigurasi relay digolongkan berdasarkan jumlah POLE (P) dan THROW (T), yakni sebagai berikut : 1. POLE merupakan jumlah contact yang dimiliki relay 2. THROW merupakan jumlah kondisi yang mungkin dimiliki oleh contact Berikut adalah jenis-jenis relay : 1. Relay SPST (Single Pole Single Throw)

2. Relay SPDT (Single Pole Double Throw)

3. Relay DPDT (Double Pole Double Throw)

4. Relay TDDT (Tripple Pole Double Throw)

Selain itupula relay juga diaplikasi untuk berbagai keperluan, sehingga dianggap relay tersebut memiliki fungsi khusus, seperti contoh berikut : 1. Timming Relay Relay yang bekerja untuk sebuah pewaktuan. Dimana coil Relay akan dianggap ON, jika memenuhi beberapa waktu tertentu (misal 5 detik) 2. Latching Relay Relay ini dipergunakan untuk menahan / Latch.

Aplikasi Relay
Tentunya anda sudah mengenal prinsip dan cara kerja Relay. Pada bagian ini akan dibahas bagaimana peran komponen ini didalam suatu rangkaian listrik. Pada kebanyakan peralatan listrik industri, peran relay sangatlah penting. Terutama saat dipergunakan untuk pengendali peralatan. Istilah kendali dimulai dari hal yang paling sederhana, yaitu dengan prinsip kerja yang sama dengan sebuah saklar. Relay memiliki keutamaan lain dari sebuah saklar yaitu dapat dioperasikan dengan listrik untuk sebuah pengoperasian saklar. Kelihatannya tampak mudahkan???? Contoh sederhana sebuah pengendalian misalkan rangkaian lampu emergency berikut ini :

Dengan memanfaatkan relay, dapat digunakan sebagai perangkat sensor untuk mendeteksi ada/tidak adanya aliran arus listrik. Sehingga saat listrik PLN padam, maka lampu penerangan bertenaga baterai akan menggantikan fungsi lampu penerangan dari sumber PLN. A. Relay Ladder Logic Merupakan diagram perkawatan (Wiring Diagram) yang dipergunakan untuk rangkaian kendali. Pada sebuah rangkaian kendali, terdiri atas 3 komponen utama yaitu : 1. Komponen Input Merupakan komponen pemberi Informasi 2. Komponen Logic Merupakan komponen pengambil keputusan 3. Komponen Output Merupakan komponen pembentuk respon dari komponen logic Berikut adalah contohnya : INPUT LOGIC OUTPUT - Push ON - Relay - Lampu - Limit switch - Contactor - Solenoide - Selector Switch - Elemen Pemanas - Pressure Switch - Motor - Proximity Sensor

Ladder logic atau ladder diagram (diagram tangga) digambarkan terdiri atas dua 2 sisi kanan-kiri kaki tangga sebagai sumber tenaga/power, sedangkan anak tangga digambarkan sebagai susunan perkawatan / wiring. Ladder diagram biasanya digunakan sebagai bentuk pemrograman perangkat kendali PLC (Programmable Logic Control). Berikut adalah contoh ladder logic :

A R B

Y
R Y

(a)Wiring Diagram (b) Ladder Diagram B. Implementasi Logika Relay Implementasi atau penerapan relay sebagai perangkat logik adalah sebagai berikut : 1. Operasi AND

B RA

RB

PWR A B

OUT

RA

RB

(a) Wiring diagram 2. Operasi OR

(b) Schematic Circuit (Skema rangkaian)


PWR OUT A

RA

RB

B
RA RB Y

(a) Wiring diagram

(b) Schematic Circuit (Skema rangkaian)

3. Operasi NOT

RA

PWR A
RA Y

OUT

(a) Wiring diagram

(b) Schematic Circuit (Skema rangkaian)