Anda di halaman 1dari 12

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


IDENTITAS Nama Jenis kelamin Umur No. RM Agama Alamat Tanggal masuk Tanggal periksa : Tuan. S : Laki Laki : 66 tahun : 536211 : Islam : Benteng kulon RT 03 No. 50 ponimbang Cilacap : 24 Januari 2011 : 25 Januari 2011 Koasisten : Ade Mayashita

Dokter yang merawat : dr. Moh. Feri Yulianto, Sp.B

Tanggal 25 Januari 2011 (Autoanamnesis) Keluhan utama : Benjolan pada daerah buah zakar

5 hari SMRS Gejala mulai muncul

24 Januari 2011 HMRS

25 Januari 2011 Anamnesis

1. Riwayat penyakit sekarang : (Secara kronologis setiap masalah yang ditemukan diidentifikasi lengkap) Pasien datang ke Poli Bedah RS Jogja dengan keluhan terdapat benjolan pada daerah buah zakar sebelah kanan, terasa sedikit nyeri jika terbatuk, tetapi untuk kegiatan sehari hari pasien tidak merasakan nyeri, benjolan akan lebih terlihat jika pasien berdiri, mengejan , dan batuk,. benjolan tidak hilang dengan sendirinya, sebelumnya pasien pernah memiliki riwayat dua kali operasi Hernia Inguinalis Lateralis sinistra, pasien tidak ada keluhan batuk, pilek, demam, pusing, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan kesulitan buang air besar maupun air kecil. Pasien menyadari adnya benjolan sejak 5 hari yang lalu. Pasin tidak ada riwayat DM. Dan hipertensi. 2. Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit ini sebelumnya lalu Riwayat penyakit hipertensi Riwayat penyakit DM Riwayat penyakit asma Riwayat operasi : disangkal : disangkal : disangkal : operasi HIL Sinistra
RM.01.

: ada, 2 kali mengalami operasi HIL Sinistra 3 tahun yang

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


3. Riwayat penyakit keluarga yang diturunkan (sebutkan penyakitnya terutama yang ada hubungan dengan penyakit sekarang) Riwayat anggota keluarga yang menderita sakit serupa: tidak ada Riwayat penyakit hipertensi Riwayat penyakit jantung Riwayat penyakit ginjal 4. Anamnesis Sistem Sistem saraf pusat : penurunan kesadaran (-), kejang (-), pusing (-), demam (-) : disangkal : disangkal : disangkal

Sistem kardiovaskuler : nyeri dada (-), berdebar-debar (-), biru (-) Sistem respirasi Sistem pencernaan : sesak nafas (-), batuk (-), pilek (-), mengi (-) : mual (-), muntah (-), nyeri perut (-), nyeri pinggang (-), diare (-) BAB(+) baik Sistem urogenital : BAK sedikit, nokturia (-), miksi pancaran lemah (-), disuria (-)

Sistem musculoskeletal : gerakan bebas (+), nyeri otot (-), nyeri tulang (-). Sistem integumentum : Gatal (-), pucat (-), kuning(-), hitam (-) 5. Ringkasan Anamnesis Pasien mengeluh terdapat benjolan pada buah zakar Menyadari adanya benjolan sejak lima hari yang lalu BAB dan BAK lancar Nyeri pinggang tidak ada Sudah ada riwayat operasi 2 kali HIL sinistra

Assesment : Observasi benjolan pada regio Inguinal e.c Hernia Inguinalis Dextra Diagnosa banding : Hidrokel testis/funikulokel. Varikokel

RM.02.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


PEMERIKSAAN JASMANI A. Status Generalisata KU Kesadaran Kesan Gizi Tanda utama Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Berat badan Tinggi badan Kepala : Tampak baik dan terpasang infus ditangan kiri. : Kompos mentis : Baik Nama : Tn. S Umur : 66 Tahun Ruang Kelas : Bougenville : II

: 120/70 mmHg : 68 x/menit, isi dan tegangan : teraba kuat dan teratur : 20 x/menit : 36 C : 70 kg : 166 cm : - Bentuk - Rambut - Palpebra - Konjungtiva - Sklera - Arcus senilis - Pupil - Refleks cahaya - Katarak - Bentuk - Serumen - Discharge : normocephal : hitam dan uban distribusi merata : oedema - / : anemis - / : ikterus - / : +/ + : bulat, isokor :+/+ :-/: simetris :+/+ :-/-

Mata

Telinga

Hidung

- Bentuk : simetris - Deviasi septum : tidak ada - Discharge : tidak ada - Nafas cuping hidung : tidak ada - Bibir - Lidah - Tonsil - Mukosa faring : mukosa bibir basah. Sianosis (-) : coated tongue (-) : T1-T1 tenang : tidak hiperemis

Mulut

RM.03.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


Gigi : 87654321 87654321 12345678 12345678

Leher

- KGB : tidak ada pembesaran - Kelenjar thyroid : tidak ada pembesaran - JVP : tidak ada peningkatan - Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi - Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi - Inspeksi - Auskultasi - Perkusi - Palpasi - Superior - Inferior

Thoraks

: simetris dalam keadaan statis dan dinamis kanan dan kiri : fokal fremitus taktil kanan dan kiri : sonor diseluruh lapang paru : suara nafas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/: iktus kordis tidak terlihat : iktus kordis teraba tidak kuat angkat : redup, batas jantung normal, kardiomegali (-) : S1 > S2 regular, Murmur (-), Gallop (-) : datar, simetris : peristaltik usus (+) normal : timpani di seluruh lapang abdomen : supel, NT (-), massa (-), hepar dan limpa tidak teraba : Akral hangat (+), sianosis (-), edema (-), perfusi baik : Akral hangat (+), sianosis (-), edema (-), perfusi baik

Abdomen

Ekstremitas

Genitalia Anogenital

: :

Laki laki Luka (-), nyeri (-), hemorrhoid (-)

B. Status Lokalisata

Regio Genitalia Eksterna Inspeksi : Tampak massa, tampak pembesaran skrotum dextra, produksi (+), urine berwarna kuning jernih., tanda radang tidak tampak, Palpasi : Nyeri tekan (-), teraba massa. (+), massa tidak panas,

C. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah rutin (tanggal : 30 Oktober 2009) PARAMETER HASIL NILAI NORMAL Hematology Automatic Leukosit 5,9 4,6-10,6 Eritrosit 4,47 4,2-5,4

UNIT 10e3/ul 10e3/ul


RM.04.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


Hemoglobin 13,0 Hematokrit 40,0 MCV 89,5 MCH 29,1 MCHC 32,5 Trombosit 261 Differential Telling Mikroskopois Basofil 0 Eosinofil 2 Netrofil staf 0 Netrofil segment 70 Limfosit 25 Monosit 3 Penunjang Waktu perdarahan Waktu penjendalan GDS : 134 SGOT : 18 SGPT : 17 Ringkasan Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Status Generalisata Status Lokalisata Inspeksi : dbn (Dalam Batas Normal) : Genital :Scrotum dextra membesar dengan ukuran 10 x10 cm. : tanda radang tidak tampak. Palpasi : Terdapat masa dalam scrotum dextra dengan batas atas tidak jelas. Tidak 12,0-18,0 37-47 81-99 27-31 33-37 150-450 0 0-5 0-3 40-74 10-48 0-8 <6 <12 gr/dl % Fl Pg gr/dl 10e3/ul % % % % % %

terdapat nyeri tekan pada masa tersebut dan masa menghilang setelah pasien diposisikan trendelenburg, testis kanan dan kiri teraba Pemeriksaan dengan ziemans tes: Dengan meletakkan ketiga jari pemeriksa ( jari II,III,IV), jari ke II deletakkan pada anulus inguinalis eksternus, jari ke III diletakkan pada trigonum hasselbach, jari ke IV diletakkan pada anulus femoralis, Kemudian pasien diminta mengejan. Pemeriksaan regio inguinalis dextra menggunakan tangan kanan pemeriksa dan sebaliknya.

RM.05.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


Pada pemeriksaan Ziemans tes regio inguinal dextra teraba benjolan lunak di jari ke II. Dan pemeriksaan ziemans tes regio inguinalis sinistra tidak ditemukan kelainan.

Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan darah rutin dalam batas normal DIAGNOSA KERJA : Hernia Inguinalis Sinistra Diagnosis Banding : Hidrokel testis/funikulokel. Varikokel

IV. TERAPI Pre operasi Infus RL Diazepam 1amp (IV) Ketoprofen 3 X1 amp Posisi Trendelenburg.

Operasi Herniodektomi

Laporan Operasi: Pasien terlentang diatas meja operasi dengan keasaan SAB, dilakukan tindakkan anti septic dengan povidin iodin pada daerah oprasai dan sekitarnya. Tutup duk dteril kecuali pada daerah operasi. Incisi daerah inguinal dextra 10 cm lapis demi lapis. Terdapat adesi di beberapa tempat, adesi dibebaskan dengan cara tajam dan tumpul. Cari kantung hernia potong dan ikat seproximal mungkin, atasi perdarahan. Pasang surgipromes 3X6 cm. Operasi tutup .selesai. Post operasi
RM.06.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


Infus RL/D5 (4:1) 25 tetes permenit Kalnex 3 x 1 amp Kaltrofen 3 x 1 amp Cefotaxim 2 x 1 amp Bed rest

PROGNOSIS : Dubia ad bonam

Yogyakarta, Desember 2009 Diperiksa dan disahkan oleh,

dr. Tri Sudaryono, Sp.B

PEMBAHASAN HERNIA PENDAHULUAN Hernia adalah suatu keadaan keluarnya jaringan organ tubuh dari suatu ruangan melalui suatu celah atau lubang keluar di bawah kulit atau menuju ke rongga lain, dapat kongenital ataupun aquisita (didapat). Hernia inguinalis lateralis merupakan suatu hernia yang melalui annulus inguinalis yang terletak disebelah vasa epigastrika inferior, menyusuri kanalis inguinalis dan keluar dari rongga abdomen melalui kanalis inguinalis eksternus. Pada hernia, terdapat bagian bagian yang penting yaitu : 1. Kantung hernia : Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis. Tidak semua hernia memiliki kantong, misalnya : hernia incisional, hernia adipose dan hernia intertitialis.
RM.07.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


2. Isi hernia : Berupa organ atau jaringa yang keluar melalui kantong hernia. Pada hernia abdominalis berupa usus. 3. Pintu hernia : Merupakan bagian locus minoris resistence yang dilalui kantong hernia. 4. Leher hernia/cincin hernia : Bagian tersempit kantong hernia yang sesuai dengan kantong hernia. 5. Locus minoris resistence (LMR) : Merupakan defek/bagian yang lemah dari dinding rongga. Sebagian besar hernia timbul dalam regio ingualis sebanyak 75% dengan sekitar 50% dari ini merupakan hernia inguinalis indirek dan 25% sebagai inguinalis direk. Secara umum lebih sering ditemukan pada laki laki dari pada perempuan dan lebih sering pada sisi kanan dibanding kiri. ANATOMI KANALIS INGUINALIS Kanalis inguinalis merupakan suatu saluran intermuskuler yang berjalan miring melalui bagian inferior dinding anterior abdomen, sepanjang 4-5 cm pada orang dewasa yang dimulai dari annulus inguinalis internus sampai annulus inguinalis eksternus. Saluran ini terletak tepat di kranial separuh bagian medial ligamentum inguinal dan berjalan sejajar dengannya Kanalis inguinalis dibatasi di kraniolateral oleh annulus inguinalis internus yang merupakan bagian terbuka dari fasia tranversalis dan aponeurosis m. tranversus abdominis. Di medial bawah, di atas tuberkulum pubikum dibatasi oleh annulus inguinalis eksternus. Atapnya ialah aponeurosis m. obligus eksternus dan di dasarnya ligamentum inguinal. ETIOLOGI Terdapat bermacam macam faktor penyebab dari hernia, secara garis besar dibagi atas : 1. Kongenital. 1. Hernia kongenital sempurna : Bayi sudah menderita hernia sejak lahir karena adanya defek pada tempat-tempat tertentu. 2. Hernia kongenital tidak sempurna : Bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tetapi ia mempunyai defek pada tempat-tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa
RM.08.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


bulan (0-1 tahun) setelah lahir akan terjadi hernia melalui defek tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal (mengejan, batuk, menangis)6. 2. Aquisital (didapat) : Adalah hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh faktor lain yang dialami manusia selama hidupnya, antara lain : 1. Tekanan intraabdominal yang tinggi : Banyak dialami oleh pasien yang sering mengejan baik saat BAB maupun BAK. Misalnya pada pasien BPH, batu uretra, konstipasi, penderita batuk kronis, partus, asites, dll. 2. Konstitusi tubuh : Orang kurus cenderung terkena hernia karena jaringa ikatnya yang sedikit. Sedangkan pada orang gemuk juga dapat terkena hernia karena banyaknya jaringan lemak pada tubuhnya yang menambah beban kerja jaringan ikat penyokong pada LMR. 3. Banyaknya preperitoneal fat (lemak pada peritoneal) : Banyak terjadi pada orang gemuk. 4. Distensi dinding abdomen : Karena peningkatan tekanan intrabdominal. PATOFISIOLOGI 1.Peninggian tekanan intraabdomen akan mendorong lemak perperitoneal ke dalam kanalis femoralis. 2.Faktor penyebab terjadinya hernia yaitu kelahiran multipara, obesitas, dan degenerasi jaringan ikat karena usia lanjut. 3.Defek pada dinding abdomen dapat kongential atau didapat dan dibatasi oleh peritoneum. 4.Isi usus terjebak di dalam kantung menyebabkan inkreasi (ketidakmampuan untuk mengurangi isi) dan kemungkinan strangulasi (terhambatnya aliran darah ke daerah inkarerasi ). GAMBARAN KLINIS DAN DIAGNOSIS Pada umumnya penderita hernia mengeluh adanya benjolan di lipat paha yang dapat sampai ke skrotum pada pria atau ke labia pada wanita. Diagnosis hernia inguinalis dapat ditegakkan berdasarkan atas besar benjolan yang dapat direposisi, atau jika tidak dapat direposisi atas dasar tidak adanya
RM.09.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


pembatasan jelas di sebelah kranial dan adanya hubungan ke kranial melalui anulus eksternus. Pada hernia inguinalis diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Benjolan akan membesar jika penderita membungkuk, batuk, mengedan atau mengangkat beban berat. Keadaan umum penderita biasanya baik. Pada inspeksi, diperhatikan keadaan asimetri pada kedua sisi lipat paha, skrotum, atau labia dalam posisi berdiri dan berbaring. Bila benjolan tidak tampak, pasien disuruh mengedan dengan menutup mulut dalam keadaan berdiri, atau batuk. Bila hernia akan tampak benjolan. Palpasi Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funiculus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi gesekan dua permukaan sutera. Tanda ini disebut tanda sarung tangan sutera. Kantong hernia yang berisi, maka tergantung isinya. Mungkin teraba usus, omentum (seperti karet) atau ovarium. Dalam hal hernia dapat direposisi pada waktu jari masih berada dalam annulus eksternus, pasien diminta mengedan. kalau hernia menyentuh ujung jari, berarti hernia inguinalis lateralis, dan kalau samping jari yang menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis. Pada hernia dapat dilakukan beberapa tes yaitu : Tes invaginasi : dimana penderita disuruh tidur terlentang dan masukkan jari telunjuk dari arah skrotum masuk annulus inguinalis eksternus, lalu penderita disuruh untuk mengedan (+) bila dirasakan adanya penonjolan dan impuls diujung jari. Tes Ziemen : Posisi penderita tidur terlentang, kemudian gunakan 3 jari dan dimasukkan ke tiga tempat sekaligus yaitu : annulus inguinalis eksternus, fosa femoralis dan trigonum hasselbach. Penderita kemudian disuruh mengedan, rasakan di jari mana terdapat impuls. Tumb tes : Posisi penderita tidur terlentang kemudian jempol pemeriksa diletakkan di annulus inguinalis internus, penderita disuruh mengedan lihat apakah terjadi penonjolan atau tidak. DIAGNOSIS BANDING 1. Hidrokel testis/funikulokel. 2. Varikokel
RM.010.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


3. Limfadenopati inguinal 4. Abses inguinal

PENATALAKSAAN 1. Terapi konservatif : sambil menunggu untuk dilakukan terapi operatif. Terapi konservatif berupa alat penyangga dapat dipakai sebagai pengelolaan sementara, misalnya pemakaian korset pada hernia ventralis sedangkan pada hernia inguinalis pemakaiannya tidak dianjurkan karena selain tidak dapat menyembuhkan alat ini dapat melemahkan otot dinding perut. Reposisi : Tindakan memasukkan kembali isi hernia ke tempatnya semula secara hati-hati

dengan tindakan yang lembut tetapi pasti. Tindakan ini hanya dapat dilakukan pada hernia reponibilis dengan menggunkan kedua tangan. Tangan yang satu melebarkan leher hernia sedangkan tangan yang lain memasukkan isi hernia melalui leher hernia tadi. Tindakan ini terkadang dilakukan pada hernia irreponibilis apabila pasien takut dioperasi, yaitu dengan cara : bagian hernia dikompres dingin, penderita diberi penenang valium 10 mg agar tertidur, pasien diposisikan Trendelenberg. Jika reposisi tidak berhasil jangan dipaksa, segera lakukan operasi. Suntikan : Setelah reposisi berhasil suntikan zat yang bersifat sklerotik untuk memperkecil pintu

hernia. Sabuk Hernia : digunakan pada pasien yang menolak operasi dan pintu hernia relative kecil. 1. Terapi operatif : Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi dan hernioplasti. Herniotomi : Dilakukan pembebasan kantong hernia sampai kelehernya, kantong dibuka dan isi

hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit, ikat setinggi mungkin lalu dipotong.

RM.011.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PRESUS ILMU PENYAKIT BEDAH NO.RM : --


Hernioplasti : Dilakukan tindakan memperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.

RM.012.