Anda di halaman 1dari 5

II.

5 PERDARAHAN ANTERPARTUM Batasan Perdarahan dari jalan lahir pada wanita hamil dengan usia kehamilan 20 minggu atau lebih,bisa berupa solusio plasenta atau plasenta previa. II.5.1 Solusio plasenta Batasan Terlepasnya plasenta sebagian atau seluruhnya,pada plasenta yang implantasinya normal sebelum sebelum jalan lahir Faktor predisposisi: Hipertensi Gemelli anak kedua Polihidramnion Defisiensi nutrisi Trauma abdomen Versi luar

Derajat solusio plasenta : 1. Ringan : - perdarahan yang keluar kurang dari 100-200 cc -uterus tidak tegang -belum ada tanda renjatan -janin hidup -kadar fibrinogen plasma lebih dari 250 mg% 2. Sedang :-perdarahan lebih dari 200 mg% -uterus tegang -terdapat tanda renjatan -gawat janin atau janin mati -kadar fibrinogen plasma 120-150 mg % 3. Berat : -uterus tegang dan kontraksi tetanik\ -terdapat renjatan -janin biasanya sudah mati Pemeriksaan klinis 1. Perdarahan dari jalan lahir dengan atau tanpa disertai rasa nyeri (tergantung derajat solusio plasenta ) 2. Perabaan uterus pada umumnya tidak tegang,palpasi bagian-bagian janin biasanya sulit. 3. Janin dapat dalam keadaan baik,gawat janin atau mati (tergantung derajat solusio plasenta) 4. Pada pemeriksaan dalam bila ada pembukaan teraba ketuban yang tegang dan menonjol Pemeriksaan USG

Pada pemeriksaan USG didapatkan implantasi plasenta normal dengan gambaran hematom retroplasenter Pemeriksaan laboratorium : 1. Bed side clotting test (clot retraction test),untuk menilai fungsi pembekuan darah/penilaian tidak langsung kadar fibrinogen Cara: Ambil darah vena 2 ml dan masukkan ke dalam tabung kemudian diobservasi Genggam bagian tabung yang berisi darah Setelah 4 menit,miringkan tabung untuk melihat lapisan koagulasi di permukaan Lakukan hal yang sama setiap menit Interpretasi : - Bila bagian permukaan tidak membeku dalam waktu 7 menit maka diperkirakan titer fibrinogen di bawah nilai normal (kritis) - Bila terjadi pembekuan tipis yang mudah robek saat tabung dimiringkan,keadaan ini juga menunjukkan kadar fibrinogen di bawah ambang normal 2. Pemeriksaan darah untuk fibrinogen,trombosit,waktu perdarahan,waktu pembekuan Pengelolaan Derajat ringan Solusio derajat ringan sangat jarang ditemukan di RS. Pada umumnya didiagnosis secara kebetulan pada pemeriksaan USG oleh kerana tidak memberikan gejala klinis yang khas Derajat sedang/berat 1. Perbaikan keadaan umum a. Resusitasi cairan/transfusi darah - Berikan darah lengkap segar - Jika tidak tersedia pilih salah satu dari plasma beku segar,PRC,kriopresipitat,konsentrasi trombosit - b. Atasi kemungkinan gangguan perdarahan 2. Melahirkan janin : b. Janin hidup ( biasanya gawat janin) : dilakukan seksio sesarea,kecuali bila pembukaan sudah lengkap. Pada keadaan ini dilakukan amniotomi,drip oksitosin ,dan bayi dilahirkan dengan ekstraksi forseps c. Janin mati : dilakukan persalinan pervaginam dengan cara melakukan amniotomi,drip oksitosin 1 labu saja. Bila bayi belum lahir dalam waktu 6 jam,dilakukan tindakan seksio sesarea.

Perdarahan anterpartum

Faktor predisposisi Pemeriksaan klinis

Pemeriksaan USG Pemeriksaan Lab

Solusio plasenta

Evaluasi keadaan janin

Janin hidup (gawat janin)

Janin mati

Pembukaan Belum lengkap

Pembukaan lengkap

amniotomi (drip oksitosin)

6 jam Seksio Sesarea

Lahir

II.5.2 Plasenta previa Batasan : Plasenta yang letaknya tidak normal sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum Faktor predisposisi : Grande multipara Riwayat kuretase berulang Pemeriksaan klinis: 1. Perdarahan dari jalan lahir berulang tanpa disertai rasa nyeri 2. Dapat disertai atau tanpa adanya kontraksi 3. Pada pemeriksaan luar biasanya bagian terendah janin belum masuk pintu atas panggul atau ada kelainan letak 4. Pemeriksaan spekulum darah berasal dari ostium uteri eksternum Pemeriksaan penunjang : 1. Pemeriksaan laboratorium : golongan darah,kadar hemoglobin,hematokrit,waktu perdarahan dan waktu pembekuan 2. Pemeriksaan USG untuk mengetahui jenis plasenta previa dan taksiran berat badan janin Pengelolaan: Syarat : Keadaan umum ibu dan anak baik Perdarahan sedikit Usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau taksiran berat badan janin kurang dari 2500 gr Tidak ada his persalinan

Penatalaksanaan : Aktif : Persalinan pervaginam Dilakukan pada plasenta letak rendah,plasenta marginalis atau plasenta previa lateralis di anterior (dengan anak letak kepala ). Diagnosis ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan USG,perabaan fornises atau pemeriksaan dalam di kamar operasi tergantung indikasi Dilakukan oksitosin drip disertai pemecahan ketuban Pasang infus,tirah baring Bila ada kontraksi prematur bisa diberi tokolitik (lihat pengelolaan prematuritas) Pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan KTG setiap minggu

Persalinan perabdominam : Dilakukan pada keadaan : Plasenta previa dengan perdarahan banyak Plasenta previa totalis Plasenta previa lateralis di posterior Plasenta letak rendah dengan anak letak sungsang.

Perdarahan antepartum

Faktor predisposisi Pemeriksaan klinis

Pemeriksaan USG Pemeriksaan lab

Plasenta previa

Hamil 37 minggu TBBA 2500 GRAM Inpartu Keadaan ibu & janin buruk

(+) Aktif

(-) Ekspektif

Berhasil

Aterm Amniotomi Tetes oksitosin Gagal