Anda di halaman 1dari 81

Laporan Tahunan Annual Report

2009

ING PAND EX

TARS UR S O

Daftar Isi
Table of Contents
Profil Perseroan Company Profile

1 2 4 7 8 18 22 24 31

Ringkasan Data Keuangan Summary of Financial Data

Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners

Struktur Organisasi Organizational Structure

Laporan Direksi Report of the Board of Directors

Laporan Tata Kelola Perusahaan Report on Corporate Governance

Laporan Komite Audit Report of the Audit Committee

Informasi Khusus kepada Pemegang Saham Specific Information to Shareholders

Laporan Keuangan Financial Statements

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

NV Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen awalnya didirikan di Medan pada tahun 1929 dengan sebuah pabrik bir di Surabaya.
Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen was initially established in Medan in 1929, with a brewery in Surabaya.

NV Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen awalnya didirikan di Medan pada tahun 1929 dengan sebuah pabrik bir di Surabaya. Domisili Perseroan dipindahkan ke Surabaya pada tahun 1936 dan pada tahun yang sama Heineken NV menjadi pemegang saham utama. Pada tahun 1951 Perseroan mengubah namanya menjadi Heinekens NederlandschIndische Bierbrouwerijen Maatschappij NV Pada tahun 1972 sebuah pabrik bir baru didirikan di Tangerang. Setelah mengubah namanya beberapa kali, Perseroan menjadi perusahaan publik pada tahun 1981 dan memakai nama baru, PT Multi Bintang Indonesia, serta mengalihkan domisilinya dari Surabaya ke Jakarta. Sahamsahamnya kini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Kini, PT Multi Bintang Indonesia Tbk telah menjadi produsen bir terkemuka di Indonesia. Perseroan memproduksi dan memasarkan serangkaian produkproduk ternama seperti Bir Bintang, Bintang Zero, Heineken, Guinness Foreign Extra Stout dan Green Sands. Perseroan mengoperasikan pabrik-pabrik di Sampang Agung (Mojokerto) dan Tangerang, sedangkan anak perusahaannya, PT MuIti Bintang Indonesia Niaga, memiliki kantor-kantor penjualan dan pemasaran di semua kota besar, dari Medan di Sumatra Utara hingga Jayapura di Papua. Visi Menjadi perusahaan bir yang menciptakan nilai tambah di Indonesia. Misi Menciptakan portofolio merek yang kuat dan membangun keunggulan dalam kualitas, layanan dan kesinambungan.

Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen was initially established in Medan in 1929, with a brewery in Surabaya. The Companys seat was moved to Surabaya in 1936 and in that same year Heineken NV became a major shareholder. In 1951, the Companys name was changed to Heinekens Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen Maatschappij NV In 1972 a new brewery was constructed in Tangerang. After changing its name several times, the Company went public in 1981 and adopted a new name, PT Multi Bintang Indonesia, and moved its seat from Surabaya to Jakarta. Its shares are now traded on the Indonesian Stock Exchange. Today, PT Multi Bintang Indonesia Tbk is the leading beer manufacturer in Indonesia. It produces and markets a range of trademark products, including Bir Bintang, Bintang Zero, Heineken, Guinness Foreign Extra Stout and Green Sands. The Company operates breweries in Sampang Agung (Mojokerto) and Tangerang, while subsidiary PT MuIti Bintang Indonesia Niaga has sales and marketing offices in all the major cities, from Medan in North Sumatra to Jayapura in Papua. Vision To be the preferred value creating beer company in Indonesia. Mission To create a strong portfolio of brands and build excellence in quality, service and sustainability.

Profil Perseroan
Company Profile
PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

Dalam jutaan Rupiah in Rupiah million Penjualan bersih Net Sales Laba kotor Gross profit Laba usaha Operating profit Laba bersih Net income Pendapatan per saham Earnings per share Modal kerja bersih Net working capital Total aset Total assets Total kewajiban Total liabilities Ekuitas Shareholders equity Rasio laba bersih terhadap total aset % Net profit to total assets ratio % Rasio laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham % Net profit to shareholder equity ratio % Rasio saat ini % Current ratio % Rasio total kewajiban terhadap ekuitas pemegang saham % Total liabilities to shareholders equity ratio % Rasio total kewajiban terhadap total aset % Total liabilities to total assets ratio %

2009 1,616,264 849,346 513,384 340,458 16,158 (290,712) 993,465 888,254 105,211 34 324 66 844 89

2008
1,325,661 639,105 286,286 222,307 10,551 (36,331) 941,389 597,211 344,178 24 65 94 174 63

2007
978,600 442,572 133,153 84,385 4,005 (158,127) 621,835 424,111 197,724 14 43 59 214 68

2006
891,001 424,317 131,108 73,581 3,492 (177,287) 610,437 411,976 198,461 12 37 53 208 67

2005
852,613 374,673 126,816 87,014 4,130 (100,463) 575,385 347,473 227,912 15 38 68 152 60

Ringkasan Data Keuangan


Summary of Financial Data
PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

Laba Usaha Operating Profit


Dalam jutaan Rupiah / in million rupiah

Pendapatan Bersih Net Income


Dalam jutaan Rupiah / in million rupiah

Total Aset Total Assets


Dalam jutaan Rupiah / in million rupiah

513,384
Penjualan bersih Net Sales
09 08 07 06 05

79.3%

340,458

53.1%

993,465

5.5%

1,616,264 1,325,661 978,600

891,001

852,613

Pendapatan Bersih Net Income


09 08 07 06 05
84,385 222,307 340,458

73,581

87,014

Total Aset Total Assets


09 08 07 06 05
621,835 993,465 941,389

610,437

575,385

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

Kepada para pemegang saham Dewan Komisaris bertemu dengan Direksi secara teratur sepanjang tahun untuk meninjau kinerja usaha dan selalu mendapat laporan perkembangan terakhir mengenai dampak kejadian-kejadian eksternal dan kondisi pasar selama tahun berjalan. Dewan Komisaris menyadari segala upaya yang dilakukan dan hasil yang dicapai oleh Direksi untuk kembali mengembangkan laba Perseroan secara substansial pada tahun 2009. Dewan Komisaris ingin mengungkapkan penghargaannya kepada Direksi dan karyawan Perseroan yang telah menunjukkan dedikasi serta komitmen mereka dalam lingkungan yang penuh tantangan. Tidak diragukan lagi bahwa merekalah yang paling berjasa dalam meraih hasil usaha yang meyakinkan pada tahun 2009. Dalam rapat-rapatnya, Dewan Komisaris secara teratur menerima umpan balik dan perkembangan terbaru dari Ketua Komite Audit, tentang hal-hal yang menyangkut tata kelola perusahaan yang baik, laporan keuangan dan kepatuhan, serta temuan-temuan dalam pelaksanaan audit internal. Dewan menghargai upayaupaya yang dilakukan oleh Komite Audit untuk memastikan bahwa ketentuan-ketentuan yang menyangkut pelaporan eksternal maupun pengendalian internal Perseroan telah dipatuhi. Dewan Komisaris bekerja sama dengan Direksi untuk mengembangkan, menjaga dan memberlakukan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Informasi lebih lanjut tentang tata kelola perusahaan terdapat di Laporan Tata Kelola Perusahaan dalam laporan tahunan ini. Direksi PT Multi Bintang Indonesia Tbk mengajukan laporan keuangan yang diaudit dan laporan-laporan terkait untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2009 kepada Dewan Komisaris. Setelah ditinjau dengan seksama dan diperoleh umpan balik dari Komite Audit, laporan-laporan kemudian ditinjau lebih lanjut dan dibahas oleh Dewan Komisaris. Dalam rapatnya pada tanggal 13 April 2010, Dewan Komisaris menyatakan menerima Laporan Keuangan beserta laporanlaporan terkait seperti yang disampaikan.

To the shareholders The Board of Commissioners met regularly during the year to review the performance of the business with its Board of Directors and is kept updated on the impact of external events and market conditions as the year progressed. The Board of Commissioners recognizes the efforts made and the results achieved by the Board of Directors to again grow the profit of the Company substantially in the year 2009. The Board of Commissioners would like to express its appreciation for the Board of Directors and the Companys employees, who have shown dedication and commitment in a challenging environment. It is without doubt that they were most responsible for delivering the solid achievements in 2009. The Board of Commissioners has received regular feedback and updates in its meetings from the Chairman of the Audit Committee, on such matters as good corporate governance, financial reporting and compliance, and the findings of internal audits performed. The Board is appreciative of the continued efforts made by the Audit Committee to ensure compliance with external reporting requirements as well as the internal controls of the Company. The Board of Commissioners works together with the Board of Directors to develop, maintain and enforce good corporate governance principles. More information on corporate governance is provided in the Report on Corporate Governance section of this annual report. The Board of Directors of PT Multi Bintang Indonesia Tbk submitted the audited financial statements and the related reports for the fiscal year ended December 31, 2009 to the Board of Commissioners. After thorough review and feedback from the Audit Committee, the reports were further reviewed and discussed by the Board of Commissioners. In its meeting on 13 April 2010, the Board of Commissioners stated its acceptance of the Financial Statements and related reports as presented.

Laporan Dewan Komisaris


Report of the Board of Commissioners
PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

Arah jarum jam Clockwise: Cosmas Batubara (Presiden Komisaris President Commissioner), Martiono Hadianto (Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit Independent Commissioner and Chairman of the Audit Committee), Sijbe Hiemstra (Komisaris Commissioner), Koh Poh Tiong (Komisaris yang baru diangkat 10 Februari 2010 Newly appointed as Commissioners as of 10 February 2010), Bobby H. Noya (Komisaris Commissioner), Roland Pirmez* (Komisaris yang baru diangkat 10 Februari 2010 Newly appointed as Commissioners as of 10 February 2010), Subarto Zaini (Komisaris Independen Independent Commissioner)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

Seperti yang diusulkan oleh Direksi, Dewan Komisaris juga merekomendasikan agar total dividen untuk 2009 ditetapkan sebesar Rp 340.280,50 juta. Berdasarkan nilai nominal per saham Rp 1.000, dividen ini akan setara dengan Rp 16.150 per saham. Setelah pembayaran dividen interim sebesar Rp 12.500 per saham, berarti dividen final yang diusulkan adalah sebesar Rp 3.650 per saham. Dewan Komisaris menyambut kehadiran pemegang saham pengendali yang baru, Asia Pacific Breweries Limited (APB), dan mengharapkan terciptanya kerja sama yang saling menguntungkan untuk jangka panjang bersama grup pabrik bir yang kuat dan terkemuka di kawasan Asia Pasifik ini. Situasi ekonomi untuk tahun mendatang kembali tidak menentu, tetapi Dewan Komisaris tetap merasa yakin bahwa Perseroan memiliki sumber daya manusia, komitmen, produk dan dukungan pemegang saham sehingga mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan menghadang di tahun 2010. Untuk dan atas nama Dewan Komisaris, Jakarta, 13 April 2010

As proposed by the Board of Directors, the Board of Commissioners also recommended that the total dividend for 2009 be set at Rp 340,280.5 million. Based on par value per share of Rp 1,000, this dividend would be equivalent to Rp16,150 per share. After the interim dividend of Rp 12,500 per share, the proposed final dividend would be Rp 3,650 per share. The Board of Commissioners welcomes the new controlling shareholder of the Company, Asia Pacific Breweries Limited (APB), and looks forward to a long term mutually beneficial cooperation with this strong leading brewery group in the Asia Pacific region. The world economic situation for the year ahead is still uncertain, but the Board of Commissioners remains confident that the Company has the people, the commitment, the brands and the shareholder support to take on all the challenges that will be faced in 2010. For and on behalf of the Board of Commissioners, Jakarta, 13 April 2010

Dr. Cosmas Batubara Presiden Komisaris

Dr. Cosmas Batubara President Commissioner

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

Struktur Organisasi
Organizational Structure

AGM

Board of Directors

Board of Commissioners

Internal Audit

Audit Committee

Finance Division

Supply Chain Division

Human Resources Division

Tangerang Brewery

Sampang Agung Brewery

Karyawan Per 31 Desember 2009, karyawan PT Multi Bintang Indonesia Tbk dan anak perusahaan Perseroan seluruhnya berjumlah 524 orang. Penjelasan singkat tentang pengembangan kemampuan karyawan dapat dilihat pada Laporan Direksi.

Employees As per 31 December 2009, the total number of employees of PT Multi Bintang Indonesia Tbk and its subsidiary was 524 people. A brief explanation on the employees competency development can be found on the Report of the Board of Directors.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

UMUM Pada tahun 2009 Perseroan melanjutkan strateginya dengan fokus pada pertumbuhan produk utama serta penciptaan nilai, dan upaya ini membawa hasil sangat baik. Didukung oleh ekonomi Indonesia yang tangguh, pendapatan dan laba kotor mencapai pertumbuhan dua digit. Laba bersih sekali lagi meningkat dengan sangat baik, dan arus kas berada dalam kondisi sehat. Biaya produk meningkat tajam di tahun 2009 karena kenaikan harga bahan baku seperti malt dan hops, yang diperparah oleh nilai tukar Rupiah yang melemah pada paruh pertama tahun ini. Biaya-biaya yang meningkat dikompensasikan oleh kenaikan harga jual bersih produk kami, maupun keberhasilan dalam efisiensi biaya yang terarah. pENjUalaN daN pEMaSaraN Pada tahun 2009 volume penjualan naik 2% dibandingkan tahun 2008. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh meningkatnya penjualan produk-produk non alkohol seperti Bintang Zero dan Green Sands, sedangkan total penjualan bir tahun 2009 sama dengan volume penjualan tahun 2008. Volume penjualan Heineken dan Guinness yang lebih besar dikompensasikan dengan sedikit penurunan dalam penjualan Bintang di pasar domestik dan volume penjualan ekspor. Strategi Bir Bintang untuk mempunyai distribusi yang luas dan ketersediaan yang optimal di seluruh Indonesia terus menghasilkan pertumbuhan volume yang mantap. Terlepas dari harga-harga netto yang lebih tinggi di tahun 2009, produk ini menunjukkan kinerja yang lebih baik di Jawa dan Bali, serta mempertahankan posisi kuatnya di sebagian besar pulau-pulau lain di seluruh Nusantara. Merek Heineken menunjukkan pertumbuhan yang meyakinkan dibanding tahun 2008 dan merek ini tetap merupakan pemimpin pasar yang tak diragukan lagi untuk segmen bir Premium Lager. Heineken memprioritaskan peningkatan Produk dan Penyajian Berkualitas melalui program latihan Penyajian Sempurna yang diselenggarakan secara

GENEral In the year 2009 the Company continued its strategy with a focus on top line growth and value creation, and the results of these efforts were very good. Supported by a resilient Indonesian economy, double digit Revenue and Gross Profit growth were realized. The growth in Net Income was once again very strong, and the Cash Flow very solid. The input costs of our products increased significantly in 2009, due to higher prices for raw materials like malt and hops, which was aggravated by the weak Rupiah in the first half of the year. These higher costs were compensated by higher net selling prices for our products, as well as focused cost efficiency improvements. SalES aNd MarKETING In 2009 the total sales volume increased by 2% compared to 2008. This growth was entirely attributable to the strong growth of the non alcoholic brands Bintang Zero and Green Sands, while the total beer sales volume in 2009 was equal to the sales volume of 2008. Higher Heineken and Guinness volumes were offset by slightly lower domestic Bintang and Export sales volumes. The strategy of Bir Bintang to have a broad distribution and optimal availability throughout the country continued to deliver solid results. Despite significant higher net prices in 2009, the brand showed a stronger performance in Java and Bali, while maintaining its strong position in most parts of the outer islands of the archipelago. The Heineken brand showed solid improvements compared to 2008 and the brand remained the clear market-leader in the Premium Lager beer segment. Heineken puts its priority on Product and Quality Serving enhancement through continuous Perfect Serving training programs. The innovation value of the brand was

Laporan Direksi

Report of the Board of Directors

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

Dari kiri From Left: Maria Soepin (Direktur Pemasaran PT Multi Bintang Indonesia Niaga Marketing Director of PT Multi Bintang Indonesia Niaga), Bambang Britono (Direktur Sumber Daya Manusia Human Resources Director), Elien Clara Smits (Direktur Supply Chain Supply Chain Director), Jasper Hamaker (Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Finance Director and Corporate Secretary), Rudy Hidayat (Manajer Penjualan Nasional PT Multi Bintang Indonesia Niaga National Sales Manager of PT Multi Bintang Indonesia Niaga), Rick Linck (Presiden Direktur President Director)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

10

berkesinambungan. Nilai inovasi merek ini terus menerus diterapkan dan dikomunikasikan dengan memperbanyak penempatan mesin Heineken Extra Cold Draught dan lemari pendingin Heineken Sub Zero di pelanggan-pelanggan utama dengan tujuan mengoptimalkan penyajian bir kepada para konsumen. Kompetisi The Heineken Thirst International DJ dan kegiatan-kegiatan dalam mensponsori Champions League telah menjadi aktivasi rutin di Indonesia dan telah menarik minat pengunjung dan perhatian media yang semakin besar. Untuk produk non alkohol, penjualan Bintang Zero berkembang luar biasa di tahun 2009, sedangkan Green Sands juga menunjukkan pertumbuhan pesat baik dalam volume maupun dalam tingkat keuntungan. Dengan kegiatan pemasaran yang terarah dan dukungan pemasaran yang berkomitmen, produk-produk ini dapat menembus pasar dengan lebih baik dengan basis pelanggan yang semakin luas. Green Sands dan Bintang Zero kini telah menjadi bagian yang semakin penting dari portofolio merek Perseroan dan dengan demikian membuka peluang lagi bagi pertumbuhan penjualan dan pendapatan. Dipicu oleh pertumbuhan volume penjualan dan peningkatan harga jual, secara keseluruhan penjualan bersih naik 22% dibandingkan tahun 2008. Berkat fokus pada peningkatan nilai dan pembinaan merek yang efektif, potongan harga ditekan pada tingkat rendah sedangkan dukungan penjualan dan pemasaran dirasionalisasikan dan diarahkan kembali ke merek-merek dan area-area dengan hasil tertinggi. Sistem insentif berdasarkan kinerja bagi para distributor yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir disempurnakan dan dioptimalkan lebih lanjut. Sepanjang tahun 2009, sistem ini telah mendukung upaya

continuously implemented and communicated by expanding the placement of Heineken Extra cold Draught machines and Heineken Sub Zero coolers in key outlets in order to optimize the beer serving to the consumers. The Heineken Thirst DJ competition and the elaborate activities around the Champions League sponsorship have become embedded events in Indonesia and are drawing increased audiences and media attention. In the non-alcoholic brands portfolio, Bintang Zero grew spectacularly in 2009, while Green Sands also showed strong growth both in volume and profitability. With focused Marketing activities and committed sales support, the penetration of these brands improved and the consumer base was expanded. Green Sands and Bintang Zero are now becoming an increasingly important part of our Companys brand portfolio and as such provide additional opportunities for future volume and revenue growth. Fueled by the sales volume growth and higher net prices, overall Net Sales grew 22% in comparison with 2008. Due to the focus on value creation and effective brand building, discounts were consistently kept at a lower level while selling and marketing support was rationalized and redirected to those brands and areas where the value gain is the highest. The performance based incentive system for our distributors, that was implemented in the last two years, was further fine-tuned and optimized. During 2009, this system supported the increased focus on improving service, efficiency and accuracy, while providing the best quality products to our consumers in the best possible way. SUpply ChaIN During the year there were high fluctuations in volume demand. The improvements that had been made in 2009 in the planning process helped the Supply Chain to cope better with these fluctuations in demand, allowing for a reliable supply without unnecessary extra costs. Considering the difficult external circumstances, both breweries operated very well in 2009. The demand was met and delivered smoothly throughout the year. Further progress was made on the Total Production Management program (TPM), which has led to visible efficiency improvements and cost savings in the production process. TPM is a methodology of continuous improvement that tracks all possible losses and then eliminates them, which allows things to be done right and efficiently first time right. The program is supported and audited by a specialist team from the Heineken group. The TPM framework has been established well in both

Bintang Imlek Gondola Display di salah satu Supermarket di Jakarta. Bintang Chinese New Year Gondola Display in one of the Supermarket in Jakarta.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

11

yang lebih terfokus untuk memperbaiki layanan, efisiensi dan ketepatan, serta memberikan produk-produk kualitas terbaik kepada konsumen dengan cara yang sebaik mungkin. SUpply ChaIN Sepanjang tahun volume permintaan berfluktuasi tajam. Proses perencanaan yang disempurnakan dalam tahun 2009 membantu Supply Chain lebih siap menangani fluktuasi permintaan ini, sehingga memungkinkan tersedianya pasokan tanpa biaya tambahan yang tidak perlu. Di tengah situasi eksternal yang sulit, kedua pabrik beroperasi dengan sangat baik pada tahun 2009. Permintaan terpenuhi dan pengiriman lancar sepanjang tahun. Program Total Production Management (TPM) terus mengalami kemajuan, serta meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya dalam proses produksi. TPM adalah metodologi untuk perbaikan secara berkesinambungan dengan melacak semua kerugian yang mungkin terjadi dan lalu menghilangkannya, yang memungkinkan segala sesuatu dikerjakan dengan benar dan efisien langsung sejak awal. Program ini didukung dan diaudit oleh suatu tim ahli dari grup Heineken. Kerangka TPM telah dibangun dengan baik di kedua pabrik. Sambil mengkonsolidasikan metodologi dasar TPM ini, fokusnya kini bergeser untuk melibatkan semua tingkatan di pabrik, agar tercapai hasil yang konkrit dan berkesinambungan. Ketersediaan botol membaik sebagai hasil dari berbagai tindakan dalam penanganan Returnable Packaging Materials (RPM). Uang pertanggungan botol yang meningkat dan insentif berbasis kinerja yang terarah bagi pengembalian botol oleh pelanggan telah berdampak positif pada situasi ini. Di Tangerang kebanyakan mesin dan instalasi telah mencapai akhir dari usia teknis dan ekonomisnya, dan sebuah rencana telah dibuat untuk mengganti peralatan tua secara bertahap dalam tahun-tahun mendatang. Beberapa bagian dari proyek penggantian ini telah dimulai tahun 2009 dan akan terus berlanjut di tahun yang akan datang. Sebuah tim multi-disiplin terus bekerja mengoptimalkan biaya distribusi. Tim ini antara lain terfokus untuk meningkatkan pengiriman langsung guna menghindari penanganan ganda dan transport antar-pabrik. SUMBEr daya MaNUSIa Jumlah karyawan dikurangi dari 555 tahun 2008 menjadi 524 pada 2008. Pengurangan khususnya terjadi di pabrik dalam rangka perbaikan efisiensi.

Aktivasi Recharge di toko dan gondola display di hypermarket di beberapa kota besar. Recharge Store Activation and gondola display in leading hypermarket in key cities.

breweries. While consolidating these basic TPM methodologies, the focus has now shifted towards engaging all levels of the breweries, to ensure concrete and sustainable results. Bottle availability has improved significantly following various actions taken on Returnable Packaging Materials (RPM) management. Higher deposit prices for bottles and focused performance based incentives for bottle returns by customers have had a very positive impact on the situation. In Tangerang much of the machinery and installations have reached the end of their technical and economical life and a plan has been made to replace the old equipment gradually in the coming years. Several parts of this replacement investment project started in 2009 and would continue to be executed in the coming year. A multi-disciplined team has continued to work on the optimization of distribution costs. The team has among other things focused on increasing direct deliveries to avoid double handling and interbrewery transport. hUMaN rESoUrCES The number of people employed reduced from 555 in 2008 to 524 in 2009. The reduction mainly took place in the breweries, and was due to efficiency improvements. A new performance-based remuneration system was introduced in 2008 for our higher staff employees. This system was expanded to all staff employees of the Company in 2009. The system is more focused on individual results and development which

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

12

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

13

provides relatively more variable pay that is linked to individual performance. The first years experiences of both management and staff have been very positive, and this new system is believed to be one of the key success factors of our Companys growth in the past two years. Commissioners, Directors and key relevant senior staff members have attended training sessions in relation to the tasks and responsibilities related to their functions. A companywide leadership training program was initiated in 2009. The Board of Directors and the key senior manager layers below that have already followed the program, while all other relevant staff levels will be engaged in the program in the coming year. Harmonious industrial relations were maintained through periodic meetings, conducted both at brewery and corporate levels during the year. In addition, we have conducted workers education programs and discussion sessions for a good mutual understanding of industrial relations in a dynamic environment. FINaNCIal rEVIEw Net Turnover and Costs Net sales reached a total of Rp 1,616 billion in 2009, representing a 22% growth compared to 2008. The growth can be attributed to a higher sales volume, better net prices, a reduction of discounts to customers and an improved sales mix development. Cost of goods sold increased by 12% from Rp 687 billion to Rp 767 billion. The increase was only partly related to the higher sales volume, and was caused by higher input prices. The unit costs for raw and packaging materials were substantially higher in 2009 compared to 2008 due to a high increase in the world prices of malt and also the relatively weak Rupiah in the first half of the year, leading to higher costs for all imported materials. Due to the above developments, Gross Profit grew by 33% from Rp 639 billion in 2008 to Rp 849 billion in 2009. The gross profit margin improved from 48.2% in 2008 to 52.5% in 2009. Operating expenses decreased by 4.8% from Rp 353 billion in 2008 to Rp 336 billion in 2009. This was due to lower General and Administrative expenses and reduced Marketing and Selling expenses. The Marketing and Selling activities were particularly

Giant Can Trophy Display pada acara UEFA Champions League Final Public Screening. Giant Can Trophy Display at UEFA Champions League Final Public Screening event.

Suatu sistem remunerasi berbasis kinerja yang baru diperkenalkan pada 2008 untuk karyawan staf yang lebih tinggi. Pada tahun 2009 sistem ini dikembangkan untuk mencakup semua karyawan staf Perseroan. Sistem ini lebih difokuskan pada hasil pencapaian dan perkembangan individual dan memberikan gaji yang relatif lebih bervariasi yang dikaitkan dengan kinerja individual. Pengalaman manajemen dan staf pada tahun pertama sangat positif, dan sistem baru ini diyakini sebagai salah satu kunci keberhasilan Perseroan dalam pertumbuhannya selama dua tahun terakhir. Beberapa Komisaris, Direktur dan anggota staf kunci senior yang berkepentingan menghadiri pelatihan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab fungsi mereka masing-masing. Program latihan kepemimpinan di seluruh Perseroan dimulai pada tahun 2009. Direksi dan manajer senior kunci di bawahnya juga telah mengikuti program ini, sedangkan tingkat-tingkat staf terkait lainnya akan dilibatkan dalam program ini tahun depan. Hubungan industrial yang harmonis selalu dijaga melalui rapat-rapat berkala, yang diselenggarakan di tingkat pabrik dan perusahaan sepanjang tahun. Di samping itu, kami telah melaksanakan program-program pendidikan pekerja dan pertemuan diskusi guna terbinanya saling pengertian yang baik dalam hubungan industrial dalam lingkungan yang dinamis. UlaSaN KEUaNGaN Perputaran Bersih dan Biaya Penjualan bersih mencapai Rp 1.616 milyar pada 2009, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 22% dibandingkan tahun 2008. Pertumbuhan ini dapat dikaitkan dengan volume penjualan yang lebih besar, harga-harga netto yang lebih baik, penurunan diskon kepada konsumen dan pertumbuhan kombinasi penjualan yang lebih baik.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

14

Beban pokok penjualan mengalami kenaikan 12% dari Rp 687 milyar menjadi Rp 767 milyar. Kenaikan ini hanya sebagian terkait dengan volume penjualan yang lebih besar, dan lebih disebabkan oleh hargaharga perolehan yang lebih tinggi. Biaya bahan baku dan kemasan jauh lebih tinggi pada tahun 2009 dibandingkan tahun 2008 yang disebabkan oleh meningkatnya harga malt di pasar dunia dan juga nilai tukar Rupiah yang relatif lemah pada paruh pertama tahun ini, sehingga biaya semua bahan impor menjadi lebih besar. Sehubungan dengan perkembangan-perkembangan tersebut, laba kotor naik 33% dari Rp 639 milyar pada 2008 menjadi Rp 849 milyar tahun 2009. Marjin laba kotor membaik dari 48,2% tahun 2008 menjadi 52,5% di tahun 2009. Beban usaha turun 4,8% dari Rp 353 milyar tahun 2008 menjadi Rp 336 milyar tahun 2009. Hal ini disebabkan oleh menurunnya biaya umum dan administratif dan mengecilnya biaya pemasaran dan penjualan. Kegiatan pemasaran dan penjualan khususnya menurun pada paruh pertama tahun ketika dampak krisis ekonomi dunia yang melanda perekonomian Indonesia masih tidak menentu. Terlepas dari volume penjualan yang lebih besar dan harga penjualan produk yang jauh lebih tinggi, biaya pemasaran dan penjualan sepanjang tahun 2009 menurun 2% dari Rp 281 milyar tahun 2008 menjadi Rp 277 milyar pada tahun 2009. Laba Usaha dan Laba Bersih Laba usaha naik 79% dari Rp 286 milyar menjadi Rp 513 milyar. Jika dinyatakan dengan persentasi dari perputaran bersih, marjin laba usaha meningkat dari 21,6% menjadi 31,8%. Biaya-biaya lain berjumlah Rp -41 milyar tahun 2009 dibanding dengan Rp 28 milyar (penghasilan) pada 2008. Hal ini terutama disebabkan oleh kerugian besar pada kontrak forward (berjangka) mata uang asing. Menguatnya Rupiah secara signifikan pada paruh kedua tahun 2009 mengakibatkan kerugian besar pada kontrak forward yang dibuat Perseroan pada paruh pertama tahun bersangkutan. Akibat dari ini semua, laba sebelum pajak meningkat 50,5% dari Rp 314 milyar pada 2008 menjadi Rp 472 milyar tahun 2009. Dengan adanya laba sebelum pajak yang lebih besar, biaya pajak penghasilan meningkat dari Rp 92 milyar tahun 2008 menjadi Rp 132 milyar pada tahun 2009. Laba bersih meningkat 53% dari Rp 222 milyar tahun 2008 menjadi Rp 340 milyar tahun 2009. Akibatnya, laba bersih per saham naik dari Rp 10.551 menjadi Rp 16.158. Hasil pencapaian akhir Perseroan perkiraan dan sasaran awal. untuk tahun 2009 melampaui

reduced in the first half of the year, when the impact of the world economic crisis on the Indonesian economy was still uncertain. Despite a higher sales volume and significantly higher sales prices of our products, Marketing and Selling expenses for the full year 2009 decreased by 2% from Rp 281 billion in 2008 to Rp 277 billion in 2009. Operating Profit and Net Profit Operating profit increased with 79% from Rp 286 billion to Rp 513 billion. Expressed as a percentage of Net turnover, the operating profit margin increased from 21.6% to 31.8%. Other expenses amounted to Rp -41 billion in 2009 compared to Rp 28 billion (income) in 2008. This is mostly due to the high losses on foreign exchange currency forward contracts. As the Rupiah strengthened significantly in the second half of the year, this led to substantial losses on the forward contracts that the Company entered into in the first half of the year. As a result of all of the above, Profit before tax increased by 50.5% from Rp 314 billion in 2008 to Rp 472 billion in 2009. Due to the higher Profit before tax, Income tax expense increased from Rp 92 billion in 2008 to Rp 132 billion in 2009. Net profit increased by 53% from Rp 222 billion in 2008 to Rp 340 billion in 2009. Consequently, the net profit per share increased from Rp 10,551 to Rp 16,158. The eventual achievements of the Company in 2009 exceeded the initial expectations and budgets. From the reporting date up to the writing of this report, no significant events took place that would materially affect the results of the company.

Bintang Zero Spot di Bandung. Bintang Zero Spot in Bandung.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

15

Billboard Bir Bintang di Kuta dan di Airport Ngurah Rai, Bali. Bir Bintang billboard at Kuta and Ngurah Rai Airport, Bali.

Balance Sheet Developments Total assets increased from Rp 941 billion in 2008 to Rp 993 billion in 2009. The increase was due to a Rp 37 billion increase in Total current assets, related to the increased Cash position from Rp 277 billion at the end of 2008 to Rp 337 billion at the end of 2009. Excluding Cash, the current assets decreased from Rp 248 billion to Rp 224 billion. This decrease is mainly the result of a decrease of derivative contract receivables of Rp 15 billion, and a reduction of trade receivables of Rp 12 billion. Total non-current assets increased from Rp 417 billion in 2008 to Rp 432 billion in 2009. This is mostly due to the capital expenditures for the replacement of the machinery and equipment in Tangerang Brewery. Total current liabilities increased from Rp 561 billion in 2008 to Rp 852 billion in 2009. The increase was caused by the high dividend payable amount, related to the interim dividend of Rp 263 billion that was declared in December 2009 and would be paid in January 2010. Total shareholders equity decreased from Rp 344 billion at the end of 2008 to Rp 105 billion at the end of 2009, which was the consequence of the dividend and interim dividend declarations. The Working capital (current assets minus current liabilities) of the Company remained negative and increased from Rp. -36 billion in 2008 to Rp -291 billion in 2009. The current ratio decreased from 94% in 2008 to 66% in 2009. Cash Flow The total Cash position increased from Rp 277 billion in 2008 to Rp 337 billion in 2009. Net cash provided by operating activities increased from Rp 415 billion in 2008 to Rp 527 billion in 2009. The increase mainly came from the higher amount of Cash received from customers, due to higher sales proceeds. Cash flow from investing activities increased from Rp 107 billion in 2008 to Rp 124 billion in 2009, and reflected the start of the replacement investments in Tangerang brewery. Cash flow from financing activities increased from Rp 76 billion in 2008 to Rp 343 billion in 2009, which was connected to the final dividend payment over 2008. Appropriation of Profits As long as the longer term cash flow forecast is healthy, the Company aims to provide a high dividend to its shareholders. Given the results in 2009 and the current cash and retained earning

Dari tanggal pelaporan hingga penulisan laporan ini, tidak terjadi hal-hal penting yang akan berdampak besar pada hasil kinerja Perseroan. Perkembangan Neraca Total aktiva membaik dari Rp 941 milyar tahun 2008 menjadi Rp 993 milyar tahun 2009. Kenaikan ini dikarenakan oleh kenaikan sebesar Rp 37 milyar dalam total aktiva lancar, sehubungan dengan posisi kas yang membaik dari Rp 277 milyar di akhir 2008 menjadi Rp 337 milyar pada akhir tahun 2009. Di luar kas, aktiva lancar menurun dari Rp 248 milyar menjadi Rp 224 milyar. Penurunan ini terutama sebagai akibat dari mengecilnya piutang kontrak derivative sebesar Rp 15 milyar, dan berkurangnya piutang dagang senilai Rp 12 milyar. Total aktiva tidak lancar naik dari Rp 417 milyar tahun 2008 menjadi Rp 432 milyar pada 2009. Hal ini terutama akibat pengeluaran untuk barang modal guna mengganti mesin dan peralatan di pabrik Tangerang. Total kewajiban lancar naik dari Rp 561 milyar tahun 2008 menjadi Rp 852 milyar tahun 2009. Kenaikan ini adalah akibat kewajiban pembayaran dividend dalam jumlah besar sehubungan dengan dividen interim sebesar Rp 263 milyar yang diumumkan bulan Desember 2009 dan akan dibayarkan bulan Januari 2010. Total ekuitas menurun dari Rp 344 milyar pada akhir 2008 menjadi Rp 105 milyar pada akhir 2009, yang merupakan konsekuensi pembayaran dividen and dividen interim. Modal kerja (aktiva lancar minus kewajiban lancar) Perseroan tetap dalam posisi negatif dan meningkat dari Rp -36 milyar tahun 2008 menjadi Rp -291 milyar tahun 2009. Rasio lancar menurun dari 94% pada 2008 menjadi 66% pada 2009. Arus Kas Total kas naik dari Rp 277 milyar pada 2008 menjadi Rp 337 milyar pada 2009. Kas bersih hasil kegiatan operasional meningkat dari Rp 415 milyar tahun 2008 menjadi Rp 527 milyar tahun 2009. Kenaikan

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

16

ini terutama berasal dari jumlah kas yang lebih besar yang diterima dari konsumen, karena hasil penjualan yang lebih besar. Arus kas dari kegiatan investasi meningkat dari Rp 107 milyar tahun 2008 menjadi Rp 124 milyar pada 2009, dan mencerminkan diawalinya investasi untuk penggantian mesin dan peralatan di pabrik Tangerang. Arus kas dari kegiatan pembiayaan meningkat dari Rp 76 milyar pada 2008 menjadi Rp 343 milyar tahun 2009, yang terkait dengan pembayaran dividen final untuk tahun 2008. Penggunaan Laba Selama perkiraan arus kas jangka panjang dinilai sehat, Perseroan berniat membayarkan dividen dalam jumlah besar kepada pemegang sahamnya. Mengingat hasil kinerja tahun 2009 dan posisi kas sekarang serta jumlah laba ditahan Perseroan pada akhir tahun 2009, diusulkan untuk membayar dividen sebesar 100%. Seperti diutarakan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi Diaudit Perseroan, laba bersih untuk 2009 adalah sebesar Rp 340.458 juta. Dari laba bersih ini, diusulkan agar sejumlah Rp 340.280,5 juta dipergunakan untuk membayar dividen. Jumlah yang diusulkan ini setara dengan dividen sebesar Rp 16.150 per saham dengan nilai nominal Rp 1.000. Karena dividen interim sebesar Rp 12.500 per saham telah dibayarkan untuk tahun 2009, dividen final yang diusulkan untuk tahun 2009 adalah Rp 3.650 per saham. TiNjAUAN Dengan perekonomian dunia yang masih terus tidak menentu, tahun mendatang cenderung akan penuh dengan banyak hambatan dan tantangan maupun peluang-peluang yang menarik. Melalui kegiatan pemasaran dan penjualan yang terfokus, kami akan mempertahankan posisi kuat produk-produk Perseroan dan menjaga agar pangsa pasar tetap stabil, sambil mengutamakan nilai ketimbang sekedar kuantitas. Perseroan akan terus fokus pada mutu produk dan layanan serta efisiensi operasinya. Perbaikan efisiensi akan dilancarkan terus melalui program Total Production Management yang intensif pada Supply Chain. Kami merasa yakin bahwa para karyawan akan mengatasi segala tantangan pada tahun 2010 dengan tekad, kreativitas dan semangat kerja sama yang serupa dengan yang telah mereka tunjukkan pada tahun 2009. Kami berharap dapat mengembangkan Bintang kami bersama-sama! Direksi menyambut kehadiran Asia Pacific Breweries Limited (APB), sebagai pemegang saham pengendali yang baru. APB adalah grup produsen bir terkemuka di kawasan Asia Pasifik, dan kami yakin pengalaman serta keahlian mereka di kawasan ini akan memberi dukungan yang lebih besar bagi perkembangan dan pertumbuhan Perseroan dalam tahun-tahun mendatang.
Selamat Jalan Bp. Pramudita Munandar,Direktur Penjualan PT Multi Bintang Indonesia Niaga. Terima kasih atas kontribusi yang berharga bagi Perseroan sehingga tercapai tingkat penjualan yang luar biasa pada tahun-tahun yang telah lalu. A Bid Farewell to Mr. Pramudita Munandar,Sales Director of PT Multi Bintang Indonesia Niaga. Thank you for the valuable contribution to our Company, which has led to excellent sales achievement in the past years.

position of the Company at the end of 2009, it is proposed to pay out 100% dividend. As stated in the Companys Consolidated Audited Financial Statement, the net profit for 2009 was Rp 340,458 million. From this net profit, it is proposed that an amount of Rp 340,280.5 million be appropriated for payment of total dividend. This proposal equals a dividend of Rp 16,150 per share at par value of Rp 1,000. As an amount of Rp 12,500 per share was already declared as interim dividend over 2009, the proposed final dividend for 2009 would be Rp 3,650 per share. OUTLOOK With the world economy continuing to face uncertainty, the year ahead is bound to unveil its share of hurdles and challenges as well as exciting opportunities. Through focused marketing and selling activities we aim to maintain the strong positions of our brands and keep our overall market share stable, while maintaining our focus on value rather than only volume. The Company will also continue to focus on the quality of its products and services, and the efficiency of its operations. Further efficiency improvements will be pursued through the intensive Total Production Management program in our Supply Chain. We are confident that our strong family of employees will meet the challenges of 2010 with the same determination, ingenuity and teamwork which they demonstrated in 2009. We look forward to Expanding our Stars all together!

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

17

Oleh karena lingkungan yang berubah-ubah, sebuah perkiraan konkrit untuk pencapaian tahun 2010 tidaklah tepat pada saat ini. Direksi menyambut kehadiran Mrs. Maria Soepin yang diangkat sebagai Direktur Pemasaran PT Multi Bintang Indonesia Niaga pada bulan Desember 2009. Dengan pengalamannya yang luas dalam bidang pemasaran diberbagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods serta dibeberapa negara, Mrs. Soepin akan semakin memperkuat tim manajemen kami. Setelah lebih dari lima tahun memimpin Divisi Penjualan, Bapak Pramudita Munandar telah memutuskan untuk mundur dari Perseroan dan mencari kesempatan baru ditempat lain. Direksi berterima kasih kepada Bapak Munandar atas segala karya dan keberhasilannya sebagai Direkur Penjualan PT Multi Bintang Indonesia Niaga, dan atas kontribusinya yang berharga bagi pencapaian Perseroan pada tahun-tahun yang telah lalu. Bapak Rudy Hidayat telah diangkat menjadi Manajer Penjualan Nasional dan akan mengambil alih tanggung jawab Bapak Munandar. Setelah mengawali karirnya sebagai Management Trainee, Bapak Hidayat telah berpengalaman dalam berbagai disiplin ilmu di lingkungan Multi Bintang, dan akan menjadi anggota tambahan yang kuat bagi tim manajemen kami. Atas nama Tim Manajemen, saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih tulus kami kepada para karyawan untuk upaya yang tak kenal lelah selama tahun 2009, kepada konsumen karena terus menikmati produk-produk kami, kepada para pemasok dan pelanggan bagi kerja sama yang menyenangkan dan profesional, kepada pemegang saham pengendali lama yang telah setia mendukung kami selama bertahun-tahun, dan kepada pemegang saham pengendali baru atas kepercayaannya kepada Perseroan serta masa depannya. Untuk dan atas nama Direksi, Jakarta, 12 April 2010

The Board of Directors welcomes Asia Pacific Breweries Limited (APB), as the new controlling shareholder of the Company. APB is a leading brewery group in the Asia Pacific region, and we are confident that this regional experience and expertise will provide further support for the development and growth of our Company in the coming years. Due to the volatile environment, a concrete forecast for the results of 2010 is not appropriate at this point in time. The Board would like to welcome Mrs. Maria Soepin, who was appointed Marketing Director of PT Multi Bintang Indonesia Niaga in December 2009. With her broad Marketing experience in different fast moving consumer goods companies and in various countries, Mrs. Soepin will be a valuable addition to our leadership team. After a period of more than 5 years at the helm of the Sales Division, Mr. Pramudita Munandar has decided to leave the Company and pursue fresh opportunities elsewhere. The Board of Directors would like to thank Mr. Munandar for all his work and achievements as Sales Director of PT Multi Bintang Indonesia Niaga, and for his valuable contributions to the achievements of the Company in the past years. Mr. Rudy Hidayat has been appointed National Sales Manager and will take over the responsibilities of Mr. Munandar. Having started as Management Trainee, Mr. Hidayat has experience in various disciplines within Multi Bintang, and will be a solid addition to our leadership team. On behalf of the Management Team, we would like to express our sincere thanks to our employees for their tireless efforts in 2009, to our consumers for the continued enjoyment of our products, to our suppliers and customers for their pleasant and professional cooperation, to our old controlling shareholder for their many years of loyalty and support, and to our new controlling shareholder for their confidence in our Company and its future. For and on behalf of the Board of Directors, Jakarta, 12 April 2010

Rick Linck Presiden Direktur

Rick Linck President Director

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

18

Laporan Tata Kelola Perusahaan


Report on Corporate Governance
Kebijakan Perseroan untuk meningkatkan kinerja dan memaksimalkan nilai korporasi melibatkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan mematuhi standar dan peraturan terkait. Dewan Komisaris dan Direksi berkomitmen untuk memastikan bahwa prinsip tata kelola perusahaan dengan standar tertinggi diterapkan di segala bidang dalam Perseroan. Proses tata kelola perusahaan bertujuan memastikan bahwa Perseroan memenuhi aspirasi pihak-pihak yang berkepentingan dan harapan masyarakat serta melaksanakan tugasnya dengan cara yang diharapkan dari seorang warga negara korporat yang baik. Tata kelola perusahaan di PT Multi Bintang Indonesia Tbk diterapkan di tingkat Direksi, Dewan Komisaris, Komite Audit, Audit Internal dan Kode Etik Bisnis. dewan Komisaris Dewan Komisaris memberi pengarahan kepada Direksi, dan mengawasi kebijakan Direksi serta jalannya Perseroan secara umum maupun operasional. Dalam melaksanakan tugasnya, anggota Dewan Komisaris bertindak sepenuhnya untuk kepentingan Perseroan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk jangka waktu tiga tahun. Setelah masa jabatannya berakhir anggota Komisaris dapat diangkat kembali. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 14 Mei 2008 Dewan Komisaris yang menjabat saat itu ditunjuk kembali untuk masa jabatan tiga tahun berikutnya. Total remunerasi Dewan Komisaris tahun 2009 berjumlah Rp 800 juta. Komite audit Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris, dan Ketuanya adalah seorang Komisaris Independen. Tugas utamanya adalah membantu Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka dalam pengelolaan risiko bisinis, pengendalian internal serta Kode Etik. Fokus utama Komite Audit adalah memastikan bahwa risiko bisnis Perseroan dan pengendalian internal adalah tepat dan dikelola dengan efektif. Hal ini akan memampukan mereka untuk menyajikan bukti kepada Dewan Komisaris bahwa risiko bisnis dan masalah pengendalian telah ditemukan, dan telah diambil tindakan yang cocok serta tepat waktu. The Companys policy to improve performance and maximize corporate value embraces good corporate governance principles in compliance with standards and regulations. The Board of Commissioners and Board of Directors are committed to ensuring the highest standards of Corporate Governance throughout the Company. The governance process is aimed at ensuring that the Company meets stakeholders aspirations and social expectations and fulfills its duties in a manner that is expected from a good corporate citizen. The practice of Corporate Governance in PT Multi Bintang Indonesia Tbk is at the levels of Board of Directors, Board of Commissioners, Audit Committee, Internal Audit and Code of Business Conduct. Board of Commissioners The Board of Commissioners supervises and advises on the policy of the Board of Directors and general course of the Companys affairs and business operations. In performing their duties, members of Board of Commissioners act in the best interest of the Company and its stakeholders. The members of the Board of Commissioners are appointed by a General Meeting of Shareholders for a term of three years. Upon expiration of this term members may be re-appointed. In the Annual General Meeting of Shareholders on May 14, 2008 the existing Board of Commissioners was reappointed for another three years. The total remuneration of the Board of Commissioners in 2009 was Rp 800 million. audit Committee The Audit Committee is established by the Board of Commissioners and its Chairman is an Independent Commissioner. Its primary purpose is to assist the Board of Commissioners and the Board of Directors in carrying out their responsibilities with regard to the management of business risks, internal controls and the Code of Conduct. The Audit Committees primary focus is to ensure that the Companys business risks and internal controls are appropriate and effectively managed. This will enable them to provide evidence to the Board of Commissioners that business risks and control issues are identified, and appropriate and timely action is taken.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

19

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan Komite Audit disajikan dalam Laporan Komite Audit. direksi Perseroan memiliki Direksi yang susunannya seimbang, terdiri dari para Direktur yang handal dan berpengalaman. Setiap dua minggu Direksi bertemu dalam rapat untuk mengulas masalah-masalah kinerja dan sumber daya Perseroan. departemen audit Internal PT Multi Bintang Indonesia Tbk memiliki sebuah Departemen Audit Internal yang tertata baik. Sasaran utamanya adalah meninjau kegiatan operasional dan risiko bisnis, dan memberi pengarahan dalam memperbaiki pengendalian internal serta efisiensi operasional. Secara administratif Departemen Audit Internal bertanggung jawab kepada manajemen eksekutif dan secara fungsional kepada Direksi, Komite Audit dan Audit Internal grup Heineken. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka, anggota Departemen Audit Internal berwenang mempunyai akses penuh, bebas dan tak terbatas terhadap semua fungsi, catatan, harta kekayaan dan personalia Perseroan . Daftar berikut menyajikan kehadiran dalam rapat-rapat anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit sepanjang tahun 2009:

Further information on the activities of the Audit Committee is provided in the Report from the Audit Committee. Board of directors The Composition of the Board of Directors of the Company is balanced, consisting of qualified and experienced Directors. The Board meets on bi-weekly basis to review performance and resource issues. Internal audit department PT Multi Bintang Indonesia Tbk has a well-established Internal Audit Department. Its primary objective is to review operations and business risks, and to advise on improvements for internal controls and efficiency of operations. The Internal Audit Department reports administratively to executive management and functionally to the Board of Directors, Audit Committee and Internal Audit of the Heineken group. In carrying out their duties and responsibilities, members of the Internal Audit Department are authorized to have full, free, and unrestricted access to all Company functions, records, property and personnel. The table below provides the attendance of the meetings of the Board of Commissioners, Board of Directors and Audit Committee during the year 2009:

Rapat Komisaris BOC BOC Meeting Frekuensi Kehadiran Frequency Attendance

Rapat Direksi BOD BOD Meeting Frekuensi Kehadiran Frequency Attendance

Rapat Komite Audit AC AC Meeting Frekuensi Kehadiran Frequency Attendance

Cosmas Batubara Subarto Zaini Bobby H. Noya Sijbe Hiemstra Martiono Hadianto Sri Urip F. Antonius Alijoyo Frederik W.K. Linck Jasper C .Hamaker Elien Clara Smits Bambang Britono

3 3 3 3 3

3 3 3 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 1 -

3 3 3 3

3 3 3 3

35 35 35 35

32 29 32 29

4 4 4 4

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

20

Manajemen risiko Direksi, Komite Audit dan Departemen Audit Internal secara teratur membahas berbagai risiko bisnis yang dihadapi Perseroan, dan bagaimana risik-risiko ini dapat diperkecil atau dibatasi. Untuk memperkecil risiko fluktuasi nilai tukar, Perseroan berpegang teguh pada kebijakan untuk melindungi sebagian kewajibannya dalam mata uang asing. Untuk membatasi risiko kelangkaan dan sangat tidak menentunya harga bahan baku, Perseroan menyatukan kebutuhan pembelian Perseroan dengan perusahaan-perusahaan lain di kawasan Asia untuk memperoleh bahan baku melalui kontrak-kontrak pembelian berjangka. Kode Etik Bisnis Perseroan menganut kebijakan agar semua karyawan dan direktur berperilaku sesuai dengan standard etik tinggi dan dengan demikian menjaga kepentingan Perseroan, karyawannya dan masyarakat yang lebih luas dimana Perseroan menjadi bagiannya. Kode Etik mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan korupsi, konflik kepentingan, hadiah, dan mencegah penipuan, melindungi informasi rahasia, memelihara catatancatatan akurat, dan melaporkan perilaku yang tidak patut, tidak etis dan melanggar hukum. Pada tahun 2008 Kode Etik diperbarui untuk menyelaraskan semua peraturan dan prosedur dengan Kode Etik Bisnis grup Heineken, dan juga pengangkatan anggota Direksi yang bertindak sebagai Komite Kode Etik atau Trusted Representative (Perwakilan Terpercaya). Pada tahun 2009 berbagai kursus penyegaran dilangsungkan agar isi Kode Etik Bisnis benar-benar dipahami. Tanggung jawab Sosial Perusahaan Ciri utama tanggung jawab sosial perusahaan adalah kesediaan Perseroan untuk memikul tanggung jawab dan bersedia menanggung dampak dari kegiatan-kegiatan dan keputusankeputusannya terhadap masyarakat dan lingkungan. Ini melibatkan perilaku yang transparan dan etis. Untuk menjadi bagian yang bernilai serta berkelanjutan dari masyarakat, Perseroan berkomitmen untuk tidak hanya melihat keberhasilan finansial, tetapi juga melakukan segala yang perlu untuk membina dan menjaga hubungan yang positif dan bermakna dengan komunitas setempat dan masyarakat pada umumnya. Karena itu, Perseroan memusatkan perhatiannya pada penghormatan dan penghargaan individu, masyarakat dan lingkungan dimana kami menjalankan kegiatan bisnis utama kami.

risk Management The Board of Directors, the Audit Committee and the Internal Audit department regularly discuss the various business risks that the Company faces, and how these risks can be mitigated or limited. To mitigate the risk of exchange rate fluctuations, the Company adheres to a strict policy to partially hedge its obligations in foreign currency. To limit the risk of scarcity and high uncertainty of prices of raw material costs, the Company pools its purchasing needs with other companies in the Asian region to procure raw materials via forward buying contracts. Code of Business Conduct It is Company policy that all employees and directors conduct themselves in accordance with high ethical standards and thus serve the best interests of the Company, its employees and the broader society of which it is a part. The Code of Conduct covers the issues related to corruptions, conflict of interest, gifts, and preventing fraud, protecting confidential information, keeping accurate records and reporting inappropriate, unethical, or illegal behavior. In 2008 a new Code of Conduct was updated to align all rules and procedures with the Code of Business Conduct of the Heineken group and also the appointment of Directors that acted as Code of Conduct Committee or Trusted Representative. In 2009 various refresher sessions have taken place to ensure full awareness of the contents of the Code of Business Conduct. Corporate Social responsibility The essential characteristic of Corporate Social Responsibility is the willingness of the Company to take responsibility and be accountable for the impact its activities and decisions have on society and the environment. This implies both transparent and ethical behavior. In order to form a sustainable and valuable part of society, the Company is committed to not only looking at financial successes, but also making all necessary efforts to have and maintain a positive and meaningful relationship with the local communities and society in general. Therefore, the Company is dedicated to focus on respecting individuals, society and the environment in which we conduct our core business activities.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

21

Perseroan memiliki program aktif untuk terus menerus melaksanakan praktek-praktek terbaik dalam industrinya untuk mengurangi pemakaian energi dan air sebanyak mungkin. Dalam kedua pabrik, instalasi pengolahan air limbah telah dipasang untuk menghindari pencemaran lingkungan sekitar. Kami percaya bahwa fokus kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan Perseroan terletak pada dampak paling bermanfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi karyawan, maupun meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bermukim dan bekerja di wilayah sekeliling pabrik Perseroan di Tangerang dan Sampang Agung. Kami juga mengambil prakarsa sosial lain termasuk memberi sumbangan untuk merenovasi dua buah sekolah di Padang, Sumatera Barat yang dilanda gempa bumi. Kedua sekolah tersebut kini sudah mencapai kemajuan dalam proyek renovasinya. Perseroan juga terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran semua karyawan dan para duta merek (brand ambassadors) melalui program kampanye Cool@Work. Prakarsa kampanye ini telah dilangsungkan di sepuluh kota besar di Indonesia dan bertujuan menciptakan kesadaran pada semua karyawan maupun brand ambassadors kami agar senantiasa bertanggung jawab dalam kebiasaan minum mereka di dalam maupun di luar tempat kerja. Program-program lain dalam pengembangan komunitas dilangsungkan terus di pabrik Tangerang dan Sampang Agung, seperti misalnya pemberian beasiswa kepada siswa, pemberian komputer termasuk monitor layar datar kepada sekolah dasar di desa Porisgaga di Tangerang, sumbangan amal bagi orang miskin dan yatim piatu, program donor darah, imunisasi polio, dan dukungan kepada kegiatan pemuda dalam bidang seni dan olahraga.

The Company has an active program to continuously use best practices in the industry to reduce energy and water consumption as much as possible. In both breweries waste water treatment plants have been installed to avoid pollution of the surrounding environment. We believe that the focus of our Corporate Social Responsibility activities is where the impact on our stakeholders is most beneficial. The activities are aimed at delivering a more secure environment to our employees, as well as improving the lives of the people living and working in the areas surrounding our breweries in Tangerang and Sampang Agung. We also have taken social initiatives including donations for renovating two public schools in Padang, West Sumatra after devastation by the earthquake. The two schools are currently in progress of finalizing the renovation project. The Company also continues to share the knowledge and awareness to all employees and brand ambassadors through the Cool@ Work campaign program. This campaign initiative has been running in ten big cities in Indonesia and is aimed at creating awareness to all employees as well as our brand ambassadors to always be responsible in their drinking behavior in and outside the workplace. Other community development programs continue in our breweries in Tangerang and Sampang Agung, such as scholarships for students, contributions of unit computers including flat monitors to primary schools in Porisgaga village in Tangerang, charity donations for poor people and orphans, blood donation programs, polio immunization, and the support of youth activities for art and sport.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

22

Laporan Komite Audit


Komite Audit (Komite) dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris Perseroan. Komite ini, yang beranggotakan Martiono Hadianto, Ketua, Sri Urip dan F. Antonius Alijoyo, terdiri dari pihak-pihak independen dan Ketuanya adalah seorang Komisaris Independen. Tugas Komite adalah membantu Dewan Komisaris dalam tugas pengawasannya sehubungan dengan, antara lain, 1. prinsip dan prosedur akunting dan pelaporan keuangan untuk Perseroan, 2. keampuhan sistem pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perseroan dan 3. mutu dan integritas laporan keuangan Perseroan. Dalam melaksanakan fungsinya Komite bekerja sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Sepanjang tahun 2009, Komite menyelenggarakan rapat-rapat teratur dengan Presiden Direktur, Direktur Keuangan, Tim Audit Internal dan Auditor External. Komite mengulas hal-hal berikut dalam rapat-rapat ini: a. Rencana audit dari auditor external dan internal, hasil dari pemeriksaan mereka dan evaluasi atas sistem pengendalian internal serta tindakan perbaikan yang sudah diambil; b. Laporan keuangan dan laporan auditor Perseroan sebelum diajukan kepada Dewan Komisaris atau Bapepam, jika perlu; c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Kode Etik Bisnis Perseroan; d. Kemandirian (independensi) dan obyektifitas auditor external; e. Masalah-masalah bisnis terkait sejauh yang menyangkut manajemen risiko bisnis dan pengendalian internal.

Report of the Audit Committee

The Audit Committee (the Committee) is established by and responsible to the Board of Commissioners of the Company. The Committee, whose members are Martiono Hadianto, Chairman, Sri Urip and F. Antonius Alijoyo, consists of independent parties with the Chairman of the Committee being an Independent Commissioner. The task of the Committee is to assist the Board of Commissioners in its oversight responsibilities relating to, among other duties, 1. accounting and financial reporting principles and procedures for the company, 2. the adequacy of the companys systems of internal control over financial reporting and 3. the quality and integrity of the Companys financial statements. In carrying out its function the Committee operates in accordance with the regulations established by the Capital Market and Financial Institution Supervisory Body (BAPEPAM-LK). During 2009, the Committee conducted regular meetings with the Companys President Director, Finance Director, Internal Audit Team and the External Auditor. The Committee reviewed the following items during these meetings: a. The audit plans of the external and internal auditors, the results of their examinations and evaluations of the systems of internal controls and remedial actions taken; b. The financial statements and auditors report of the Company before their submission to the Board of Commissioners or Bapepam when relevant; c. Compliance with the relevant laws and regulations and with the Companys Code of Business Conduct; d. The independence and objectivity of the external auditors; e. Relevant business issues in so far as they relate to the management of business risk and internal controls.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

23

Sepanjang tahun ini Komite mengadakan satu rapat dengan auditor internal dan external tanpa kehadiran manajemen eksekutif. Komite melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka selama tahun 2009 sesuai dengan petunjuk yang dimuat dalam Ketentuan Komite Audit yang ditetapkan oleh Dewan Komisaris Perseroan. Untuk dan atas nama Komite Audit, Jakarta, 18 Maret 2010

The Committee had one meeting with internal and external auditors without the presence of executive management during the year. The Committee met its duties and responsibilities during 2009 in accordance with the guidelines stipulated in the Charter of the Audit Committee established by the Board of Commissioners of the Company. For and on behalf of the Audit Committee, Jakarta, 18 March 2010

Martiono Hadianto Ketua Komite Audit

Martiono Hadianto Chairman of the Audit Committee

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

24

Informasi Khusus kepada Pemegang Saham


Specific Information to Shareholders
1. hasil pencapaian

1. results
(juta Rp Rp million) 2009 1,616,264 472,491 131,914 119 340,458 (juta Rp Rp million) 2008 1,325,661 313,976 91,594 75 222,307

Penjualan bersih Net sales for the year Laba sebelum pajak Profit before tax Beban pajak penghasilan Income tax expense Hak kepemilikan pemegang saham minoritas dalam laba bersih anak Perusahaan Minority interest in subsidiarys net profit Laba bersih Net profit Penggunaan: Appropriation: Dividen tunai untuk hasil 2008: Cash dividends for 2008 result: Dividen final Rp 15.000 per saham Final dividend of Rp 15,000 per share Dividen tunai untuk hasil 2009: Cash dividends for 2009 result: Dividen interim Rp 12.500 per saham Interim dividends of Rp 12,500 per share Rencana dividen final Rp 3.650 per saham Proposed final dividend of Rp 3,650 per share Laba ditahan Retained earnings for the year Direksi mengusulkan dividen final sebesar Rp 3.650 per saham, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2010. 2. pemegang Saham Kepemilikan modal ditempatkan PT Multi Bintang Indonesia Tbk pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: Pemegang Saham Shareholders Heineken International B.V. Public Hollandsch Administratiekantoor B.V. Jumlah Saham Number of shares 16,000,428 3,504,012 1,565,560 21,070,000 Tidak ada komisaris atau direktur yang memiliki saham di Perseroan dan anak perusahaannya.

316,050

263,375 76.906 340.281

316,050

The Board of Directors proposes a final dividend of Rp3,650 per share, subject to approval at the Annual General Meeting of Shareholders to be convened on 25 May 2010.

2. Shareholders
The ownership of the issued share capital of PT Multi Bintang Indonesia Tbk as per 31 December 2009 was as follows: dalam % in % 75.94% 16.63% 7.43% 100.00% Nilai Nominal (dalam juta Rp) Par value (in Rp million) 16,000 3,504 1,566 21,070

None of the commissioners and directors holds shares in the Company and its subsidiary.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

25

3. Komisaris dan direktur Per 31 Desember 2009 komposisi Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut: dEwaN KoMISarIS Cosmas Batubara: presiden Komisaris Diangkat tanggal 30 Juni 1998 Bapak Batubara menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Tunas Ridean Tbk, Presiden Komisaris PT Dharmala Intiland Tbk, Komisaris PT Ciputra Development Tbk dan Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk. Subarto Zaini: Komisaris Independen Diangkat tanggal 30 Juni 1998 Bapak Zaini menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Pusat Kepemimpinan Perseroan dan Penasihat Senior Kepemimpinan dan anggota Komite Audit PT Bentoel International Investama Tbk. Bobby henry Noya: Komisaris Diangkat tanggal 3 Juni 2005 Sebelum diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris bulan Juni 2005, Bapak Noya telah bekerja untuk PT Multi Bintang Indonesia Tbk sejak 1988 dan menjadi anggota Direksi PT Multi Bintang Indonesia Tbk dari 1998 hingga 2005. Sijbe hiemstra: Komisaris Diangkat tanggal 3 Juni 2005 Mr. Hiemstra bergabung dengan Heineken Group tahun 1978 dan telah memegang posisi manajemen senior di Eropa, Afrika serta Asia Pasifik. Mr. Hiemstra saat ini menjabat sebagai Presiden Heineken Asia Pacific, dan menjadi anggota Komite Eksekutif Global Heineken. Saat ini ia juga memangku berbagai posisi direktur pada perusahaan-perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Martiono hadianto: Komisaris Independen dan Ketua Komite audit Diangkat tanggal 15 Mei 2007 sebagai Komisaris Independen Diangkat tanggal 15 Mei 2008 sebagai Ketua Komite Audit Bapak Martiono saat ini menjadi Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara. Dahulu ia memegang jabatan direktur dan komisaris dalam beberapa perusahaan dan dengan kantor pemerintah, termasuk Presiden Direktur PT Pertamina serta Direktur dan Komisaris PT Garuda Indonesia.

3. Commissioners and directors As of 31 December 2009 the composition of the Board of Commissioners and the Board of Directors are as follows: Board oF CoMMISSIoNErS Cosmas Batubara: president Commissioner Appointed on 30 June 1998 Mr. Batubara holds the following positions: President Commissioner of PT Tunas Ridean Tbk, President Commissioner of PT Dharmala Intiland Tbk, Commissioner of PT Ciputra Development Tbk. and Commissioner of PT Metropolitan Kentjana Tbk. Subarto Zaini: Independent Commissioner Appointed on 30 June 1998 Mr. Zaini holds the following positions : Chairman of The Supervisory Board of Center for Corporate Leadership and Senior Advisor of Leadership Inc. and a member of the Audit Committee of PT Bentoel International Investama Tbk. Bobby henry Noya: Commissioner Appointed on 3 June 2005 Before he was appointed as a member of the Board of Commissioner in June 2005, Mr. Noya had worked for PT Multi Bintang Indonesia Tbk since 1988 and was a member of the Board of Directors of PT Multi Bintang Indonesia Tbk from 1998 until 2005. Sijbe hiemstra: Commissioner Appointed on 3 June 2005 Mr. Hiemstra joined the Heineken Group in 1978 and had held senior management positions in Europe, Africa and Asia Pacific. Mr. Hiemstra currently holds the position of President Heineken Asia Pacific, and is a member of the Heineken global Executive Committee. He also currently holds various directorships with companies across the Asia Pacific region. Martiono hadianto: Independent Commissioner and Chairman of the audit Committee Appointed on 15 May 2007 as Independent Commissioner Appointed on 15 May 2008 as Chairman of the Audit Committee Mr. Martiono is the current President Director of PT Newmont Nusa Tenggara. In the past he held various director and commissioner positions in companies and with the government, including President Director of PT Pertamina and Director and Commissioner at PT Garuda Indonesia.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

26

dIrEKSI rick linck: presiden direktur Diangkat sebagai Presiden Direktur tanggal 18 Oktober 2006 Setelah bekerja di Nederland dalam berbagai posisi pemasaran dan penjualan dalam industri barang konsumen, Mr. Linck bergabung dengan Heineken pada tahun 1995. Sebelum bergabung dengan PT Multi Bintang Indonesia Tbk, ia memegang beragam posisi manajemen umum di Cambodia (Myanmar), Papua New Guinea dan China. jasper hamaker: direktur Keuangan dan Sekretaris perseroan Diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan pada 1 Februari 2006 Diangkat sebagai Direktur pada 15 Mei 2006 Mr. Hamaker bergabung dengan grup Heineken pada 1996. Sebelum bergabung dengan PT Multi Bintang Indonesia Tbk, ia bekerja dalam berbagai posisi keuangan di Heineken Nederland, kantor pusat Heineken di Amsterdam dan pabrik-pabrik bir di Nigeria. Bambang Britono: direktur Sumber daya Manusia Diangkat sebagai Direktur pada 16 Desember 1998 Bapak Britono masuk ke Perseroan pada 1990. Setelah bekerja di berbagai posisi pemasaran dan penjualan, ia diangkat menjadi Direktur SDM tahun 1998. Elien Clara Smits: direktur Supply Chain Diangkat sebagai Direktur pada 5 Agustus 2008 Mrs. Smits bergabung dengan Heineken tahun 1997. Sebelum bergabung dengan PT Multi Bintang Indonesia Tbk, ia memegang berbagai posisi manajemen supply chain dan teknis pada usaha minuman ringan Heineken di Nederland Vrumona, Heineken Nederland dan Heineken Eropa Timur Tengah. 4. auditor Auditor KPMG Siddharta & Widjaja telah menyatakan kesediaan mereka untuk terus menjadi Auditor Perseroan.

Board oF dIrECTorS rick linck: president director Appointed as President Director on 18 October 2006 After having worked in the Netherlands in various marketing and sales positions in the consumer goods industry, Mr. Linck joined Heineken in 1995. Before joining PT Multi Bintang Indonesia Tbk, he held various general management positions in Cambodia, Papua New Guinea and China. jasper hamaker: Finance director and Corporate Secretary Appointed as Corporate Secretary on 1 February 2006 Appointed as Director on 15 May 2006 Mr. Hamaker joined the Heineken group in 1996. Before joining PT Multi Bintang Indonesia Tbk, he worked in various finance positions in Heineken Netherlands, Heinekens head office in Amsterdam and in Nigerian Breweries. Bambang Britono: human resources director Appointed as Director on 16 December 1998 Mr. Britono joined the Company in 1990. After working in various marketing and sales positions, he was appointed HR director in 1998. Elien Clara Smits: Supply Chain director Appointed as Director on 5 August 2008 Mrs. Smits joined Heineken in 1997. Before joining PT Multi Bintang Indonesia Tbk, she held various technical and supply chain management positions in Heinekens soft drinks business in the Netherlands Vrumona, Heineken Netherlands and Heineken Central Eastern Europe. 4. auditors The Auditors KPMG Siddharta & Widjaja have indicated their willingness to continue as Auditors for the Company.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

27

5. Saham Beredar

5. Shares in circulation
2009

Jumlah saham yang diperdagangkan (ribu) Shares traded (thousands) Harga saham tertinggi (Rp) Highest price per share (Rp) Harga saham terendah (Rp) Lowest price per share (Rp)

Q1 15.5 66,000 50,000

Q2 69.5 110,000 69,000

Q3 56.5 126,000 110,000

Q4 86.5 199,000 126,500

2008 Jumlah saham yang diperdagangkan (ribu) Shares traded (thousands) Harga saham tertinggi (Rp) Highest price per share (Rp) Harga saham terendah (Rp) Lowest price per share (Rp) Q1 2.0 50,000 50,000 Q2 25.5 67,000 40,000 Q3 16.5 67,000 54,500 Q4 128.5 65,000 49,000

6. Kronologi Pencatatan Saham


Tipe Pencatatan Type of listing Tanggal Pencatatan Date of Listing

6. Chronology of Shares Listing


Penambahan/Perubahan Jumlah Saham Changes/Additional in Number of Shares 3,520,012 17,549,988 Total Saham Total Shares

Penawaran Umum Public Offering Company Listing Company Listing

15 December 1981 12 January 2001

3,520,012 21,070,000

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

28

pengesahan laporan Tahunan 2009 Laporan Tahunan 2009 ini dan laporan keuangan serta informasi terkait yang menyertainya merupakan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang disetujui pada 13 April 2010 yang dibuktikan dengan tanda tangan di bawah ini.

ratification of the 2009 annual report This 2009 Annual Report and the accompanying financial statements and related information are the responsibility of the Board of Directors and the Board of Commissioners of PT Multi Bintang Indonesia Tbk which has been approved on 13 April 2010 evidenced by the signatures below.

Cosmas Batubara
Presiden Komisaris President Commissioner

Subarto Zaini
Komisaris Independen Independent Commissioner

Martiono Hadianto
Komisaris Independen Independent Commissioner

Sijbe Hiemstra
Komisaris Commissioner

Bobby Henry Noya


Komisaris Commissioner

Rick Linck
Presiden Direktur President Director

Elien Clara Smits


Direktur Director

Bambang Britono
Direktur Director

Jasper Hamaker
Direktur Director

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

29

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

30
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

31
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

Laporan Keuangan
Financial Statements

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

32
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

33
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

34
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATANKONSOLIDASI KEUANGAN KONSOLIDASI NERACA ATAS LAPORAN (Lanjutan) 31 DESEMBER 2009 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 TAHUN BERAKHIR DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) YEARS ENDED31 DECEMBER 2009 AND 2008 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified) (In millions of rupiah, unless otherwise

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

NERACA KONSOLIDASI/CONSOLIDATED BALANCE SHEETS 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

AKTIVA
AKTIVA LANCAR KAS DAN SETARA KAS PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA PIUTANG LAIN-LAIN PERSEDIAAN Setelah dikurangi penyisihan persediaan slow-moving sebesar Rp 5.218 juta pada tahun 2009 dan Rp 3.541 juta pada tahun 2008 BIAYA DIBAYAR DIMUKA INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF AKTIVA LANCAR LAIN-LAIN JUMLAH AKTIVA LANCAR AKTIVA TIDAK LANCAR AKTIVA PAJAK TANGGUHAN, bersih AKTIVA TETAP Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 421.963 juta dan penyisihan penurunan nilai aktiva sebesar Rp 2.495 juta pada tahun 2009 (2008: Rp 406.809 juta dan Rp 5.587 juta) AKTIVA TAK BERWUJUD Setelah dikurangi amortisasi sebesar Rp 12.788 juta pada tahun 2009 dan Rp 8.244 pada tahun 2008 AKTIVA LAIN-LAIN JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR

Catatan/ Notes

2009

2008

ASSETS
CURRENT ASSETS

2a,3 4

337.162 91.685 2.663

276.849 103.515 3.790

CASH AND CASH EQUIVALENTS TRADE RECEIVABLES FROM THIRD PARTIES OTHER RECEIVABLES INVENTORIES Net of allowance for slow-moving inventories of Rp 5,218 million in 2009 and Rp 3,541 million in 2008 PREPAID EXPENSES DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS OTHER CURRENT ASSETS TOTAL CURRENT ASSETS NON-CURRENT ASSETS

2c,5

110.497 14.200 5.275 561.482

103.212 13.058 14.873 9.516 524.813

2d,6

2i,9f

5.661

3.128

DEFERRED TAX ASSETS, net FIXED ASSETS

2e,7

420.864

Net of accumulated depreciation of Rp 421,963 million and impairment allowance of Rp 2,495 million in 2009 (2008: Rp 406,809 million and Rp 403.172 5,587 million) INTANGIBLE ASSETS Net of amortization of Rp 12,788 million in 2009 and Rp 8,244 million in 2008 OTHER ASSETS TOTAL NON-CURRENT ASSETS

2f

843 4.615 431.983

5.387 4.889 416.576

JUMLAH AKTIVA

993.465

941.389

TOTAL ASSETS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See Notes to the financial statements, which form an integral part of these financial statements.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

35
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATANKONSOLIDASI (Lanjutan) NERACA ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) 31 DESEMBER 2009 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 TAHUN BERAKHIR DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) (Continued) YEARS ENDED31 DECEMBER 2009 AND 2008 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified) (In millions of rupiah, unless otherwise

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan)/CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (Continued) 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali untuk nominal saham)/(In millions of rupiah, except for par value of shares)

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


KEWAJIBAN LANCAR HUTANG USAHA HUTANG PAJAK HUTANG LAIN-LAIN: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa HUTANG DIVIDEN: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR JAMINAN EMBALASI INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN TIDAK LANCAR KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN, bersih PENYISIHAN UNTUK IMBALAN KERJA KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAINLAIN JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR HAK MINORITAS EKUITAS MODAL SAHAM, nilai nominal Rp1.000 per saham: Modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh 21.070.000 saham TAMBAHAN MODAL DISETOR SALDO LABA: Sudah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Catatan/ Notes

2009

2008

LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY


CURRENT LIABILITIES

8 9a 10 20

49.884 191.544 90.310 15.814 45.146

49.590 171.258 66.356 15.614 2.199 136 93.250 162.741 561.144

TRADE PAYABLES TAXES PAYABLE OTHER PAYABLES: Third parties Related parties DIVIDENDS PAYABLE: Third parties Related parties ACCRUED EXPENSES DEPOSITS ON CONTAINERS DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS TOTAL CURRENT LIABILITIES NON-CURRENT LIABILITIES

20 11 2h 2d,6

193.574 94.386 146.593 24.943 852.194

2i,9f 2g,12

29.533 6.395 35.928

25.619 4.719 5.641 35.979 88

DEFERRED TAX LIABILITIES, net EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATIONS OTHER NON-CURRENT LIABILITIES TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES MINORITY INTEREST SHAREHOLDERS EQUITY SHARE CAPITAL, par value of Rp 1,000 per share: Authorized, issued and fully paid-up 21,070,000 shares ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL RETAINED EARNINGS: Appropriated Unappropriated TOTAL SHAREHOLDERS EQUITY TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY

2b

132

13 14 15

21.070 1.802 6 82.333 105.211

21.070 1.802 5 321.301 344.178

993.465

941.389

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See Notes to the financial statements, which form an integral part of these financial statements.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

36
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATEDSTATEMENTS OF INCOME CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified) (In millions of rupiah, unless otherwise

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI/CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

Catatan/ Notes PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA: Beban pemasaran dan penjualan Beban umum dan administrasi JUMLAH BEBAN USAHA LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN, bersih: (Rugi) laba penjualan aktiva tetap Pendapatan bunga Laba (rugi) kurs, bersih 2j,16 2c,17

2009 1.616.264) (766.918) 849.346)

2008 1.325.661) (686.556) 639.105) NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES: Marketing and selling expenses General and administrative expenses TOTAL OPERATING EXPENSES OPERATING PROFIT OTHER (EXPENSES) INCOME, net: (Loss) gain on sales of fixed assets Interest income Foreign currency exchange gain (loss), net Forward foreign currency exchange (loss) gain, net Miscellaneous TOTAL OTHER (EXPENSES) INCOME, net PROFIT BEFORE TAX INCOME TAX (EXPENSE) BENEFIT: Current Deferred PROFIT BEFORE MINORITY INTEREST MINORITY INTEREST IN SUBSIDIARYS NET PROFIT NET PROFIT Earnings per share (in Rupiah): Operating profit Net profit Weighted average of total outstanding/issued shares (in full amount)

18 (276.801) (59.161) (335.962) 513.384) (281.163) (71.656) (352.819) 286.286)

2e,7

(549) 14.165) 1.717) (53.363) (2.863) (40.893) 472.491)

5.565) 7.280) (5.078) 22.344) (2.421) 27.690) 313.976)

2k

(Rugi) laba kurs valuta berjangka, bersih 2d Lainnya JUMLAH (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN, bersih LABA SEBELUM PAJAK (BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN: Pajak kini Pajak tangguhan

2i,9b (130.533) (1.381) (131.914) (96.769) 5.175) (91.594)

LABA SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH Laba per saham (dalam Rupiah): Laba usaha Laba bersih Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar/ditempatkan (dalam angka penuh) 2m

340.577) (119) 340.458)

222.382) (75) 222.307)

24.366) 16.158)

13.587) 10.551)

21.070.000

21.070.000

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See Notes to the financial statements, which form an integral part of these financial statements.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

37
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TOCONSOLIDATED STATEMENTS OFSTATEMENTS THE CONSOLIDATED FINANCIAL CHANGES IN (Continued) SHAREHOLDERS EQUITY YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

Modal Saham/ Share capital

Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital

Saldo laba/ Retained earnings Belum Sudah ditentukan ditentukan


penggunaannya/

Appropriated

penggunaannya/

Unappropriated

Jumlah ekuitas/ Total shareholders equity Balance as of 31 December 2007 Appropriation of retained earnings for statutory reserves (Note 15) Net profit for 2008 Cash dividends (Note 19) Balance as of 31 December 2008 Appropriation of retained earnings for statutory reserves (Note 15) Net profit for 2009 Cash dividends (Note 19) Balance as of 31 December 2009

Saldo per 31 Desember 2007 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang-undang (Catatan 15) Laba bersih tahun 2008 Dividen kas (Catatan 19) Saldo per 31 Desember 2008 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang-undang (Catatan 15) Laba bersih tahun 2009 Dividen kas (Catatan 19) Saldo per 31 Desember 2009

21.070

1.802

174.847)

197.723)

1 -

(1) 222.307)

-) 222.307)

(75.852)

(75.852)

21.070

1.802

321.301)

344.178)

1 -

(1) 340.458)

-) 340.458)

21.070

1.802

(579.425) 82.333)

(579.425) 105.211)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See Notes to the financial statements, which form an integral part of these financial statements.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

38
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL CASH FLOWS CONSOLIDATED STATEMENTS OF STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified) (In millions of rupiah, unless otherwise

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2009

2008 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES: Cash received from customers Cash paid to suppliers and employees Interest received Corporate income tax paid Tax restitution received Other cash (paid) received Net cash provided by operating activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES: Acquisitions of fixed assets Acquisitions of intangible assets Proceeds from sales of fixed assets Net cash used in investing activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES: Payments of cash dividends Net cash used in financing activities INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTS, BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS, END OF YEAR

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI: Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas ke pemasok dan karyawan Penerimaan bunga Pembayaran pajak penghasilan badan Penerimaan restitusi pajak (Pembayaran) penerimaan kas lain-lain Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi

1.628.094) (945.749) 13.617) (154.704) -) (14.278) 526.980)

1.332.636) (892.478) 7.280) (54.344) 11.432) 10.687) 415.213)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI: Perolehan aktiva tetap Perolehan aktiva tak berwujud Hasil penjualan aktiva tetap Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi

(128.171) -) 4.544) (123.627)

(112.680) (119) 5.810) (106.989)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN: Pembayaran dividen kas Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan

(343.040) (343.040)

(75.582) (75.582)

KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN

60.313) 276.849) 337.162)

232.642) 44.207) 276.849)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

See Notes to the financial statements, which form an integral part of these financial statements.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

39
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

1. UMUM
a. Induk Perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk
(Perseroan) a.

1.GENERAL

Parent Company PT Multi Bintang Indonesia Tbk (the Company)

Perseroan didirikan pada tanggal 3 Juni 1929 berdasarkan akta notaris No. 8 dari Tjeerd Dijkstra, notaris di Medan, dengan nama N.V. Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat berlokasi di Talavera Office Park Lantai 20, Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 22-26, Jakarta 12430, dan pabrik berlokasi di Jl. Daan Mogot KM. 19, Tangerang 15122 dan Jl. Raya Mojosari Pacet KM. 50, Sampang Agung, Jawa Timur. Perseroan adalah bagian dari Kelompok Heineken, dimana pemegang saham utama adalah Heineken N.V. Transaksi dan saldo signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa disajikan dalam Catatan20 atas laporan keuangan konsolidasi. Pada tanggal 15Desember 1981, 16,71% dari modal dasar Perseroan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Dengan surat dari PTBursa Efek Jakarta No.S-3728/BEJ.EEM/12-2000 tanggal 18Desember 2000 dan PT Bursa Efek Surabaya No. JKT019/MKT-LIST/BES/I/2001 tanggal 29 Januari 2001, saham Perseroan yang ditempatkan sejumlah 21.070.000 dicatatkan di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 12 Januari 2001 dan di Bursa Efek Surabaya sejak tanggal 5Pebruari 2001. Pada tanggal 30Nopember 2007, Bursa Efek Surabaya di-merger ke Bursa Efek Jakarta, dan keduanya membentuk Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, sejak 3Desember 2007, saham-saham Perseroan diperdagangkan di BEI. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan beberapa kali. Perubahan terakhir dilakukan dengan akta notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 5, tanggal 5 Agustus 2008. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU61423.AB.01.02.Tahun 2008 pada tanggal 11 September 2008.

The Company was established on 3 June 1929, based on notarial deed No. 8 of Tjeerd Dijkstra, notary public in Medan, under the name N.V. Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. The Company is domiciled in Indonesia with its head office located at Talavera Office Park 20th Floor, Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 22-26, Jakarta 12430, and breweries located at Jl. Daan Mogot KM. 19, Tangerang 15122 and Jl.Raya Mojosari Pacet KM. 50, Sampang Agung, East Java. The Company is part of the Heineken Group, where the ultimate shareholder is Heineken N.V. Significant transactions and balances with related parties are disclosed in Note 20 to the consolidated financial statements.

On 15 December 1981, 16.71% of the Companys authorized share capital was listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges. By letters from PT Bursa Efek Jakarta No. S-3728/BEJ.EEM/12-2000 dated 18 December 2000 and PT Bursa Efek Surabaya No. JKT019/MKT-LIST/BES/I/2001 dated 29 January 2001, the Companys issued shares totalling 21,070,000 were listed on the Jakarta Stock Exchange from 12 January 2001 and on the Surabaya Stock Exchange from 5February 2001. On 30November 2007, the Surabaya Stock Exchange was merged into the Jakarta Stock Exchange to become the Indonesia Stock Exchange (IDX). Accordingly, from 3December 2007, the Companys shares were traded on the IDX.

The Companys Articles of Association have been amended several times. The most recent amendment was affected by deed of notary public H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 5, dated 5 August 2008. The deed was ratified by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia under No. AHU61423.AB.01.02.Tahun 2008 on 11 September 2008.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

40
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

1. UMUM (Lanjutan)
Sesuai dengan Anggaran Dasar, Perseroan beroperasi dalam industri bir dan minuman lainnya. Untuk mencapai tujuan usahanya, Perseroan dapat melakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut: Produksi bir dan minuman lainnya dan produkproduk lain yang relevan Pemasaran produk-produk tersebut di atas, pada pasar lokal dan internasional Impor atas bahan-bahan promosi yang relevan dengan produk-produk di atas. Perseroan memulai operasi komersial pada tahun 1929. Per 31 Desember 2009 dan 2008, Perseroan mempekerjakan masing-masing sejumlah 414 dan 440 karyawan. Per 31 Desember 2009 dan 2008, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Direktur : : : : :

1.GENERAL (Continued)
In accordance with the Articles of Association, the Company operates in the beer and other beverages industry. To achieve its business objectives, the Company can conduct the following activities: The production of beer and other beverages and other relevant products The marketing of its products, as mentioned above, in local and international markets The importation of promotional materials relevant to the above products. The Company commenced commercial operations in 1929. As of 31 December 2009 and 2008, the Company had 414 and 440 employees, respectively. As of 31 December 2009 and 2008, the composition of the Companys Board of Commissioners and Board of Directors are as follows: : : : : : President Commissioner Independent Commissioners Commissioners President Director Directors

Tn./Mr. Cosmas Batubara Tn./Mr. Subarto Zaini Tn./Mr. Martiono Hadianto Tn./Mr. Bobby Henry Noya Tn./Mr. Sijbe Hiemstra Tn./Mr. Frederik Willem Kurt Linck Tn./Mr. Bambang Britono Tn./Mr. Jasper Christiaan Hamaker Ny./Mrs. Elien Clara Smits

Laporan keuangan telah disetujui untuk diterbitkan oleh manajemen pada tanggal 3Maret 2010. b. Anak perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Niaga PT Multi Bintang Indonesia Niaga didirikan dengan akta notaris Singgih Susilo, SH No. 69, tanggal 17 Desember 2004. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. C-31593 HT.01.01.TH.2004 tanggal 29 Desember 2004, didaftarkan dengan No. TDP 09.05.1.51.50089 pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat No. 09.05.000055 tanggal 10 Januari 2005, dan diumumkan dalam Tambahan No. 1059 pada Berita Negara No. 9 tanggal 1 Pebruari 2005.
b.

The financial statements were approved for issue by the management on 3March 2010.
Subsidiary PT Multi Bintang Indonesia Niaga

PT Multi Bintang Indonesia Niaga was established by deed of Singgih Susilo, SH No. 69, dated 17 December 2004. This deed was ratified by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia under No. C-31593 HT.01.01.TH.2004 on 29 December 2004, registered under No. TDP 09.05.1.51.50089 at Central Jakarta Company Registration Office No. 09.05.000055 on 10 January 2005, and published in Supplement No. 1059 to State Gazette No. 9 on 1 February 2005.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

41
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

1. UMUM (Lanjutan)
Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, anak perusahaan beroperasi sebagai distributor utama minuman. Anak perusahaan memulai operasi komersial pada tanggal 1 Januari 2005. Per 31 Desember 2009 dan 2008, anak perusahaan mempunyai masing-masing 110 dan 115 karyawan. Jumlah aktiva anak perusahaan per 31 Desember 2009 dan 2008 adalah masing-masing Rp 521.562 juta dan Rp 415.853 juta. Anak perusahaan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dengan kantor pusat yang berlokasi di Talavera Office Park Lantai 20, Jl. Jend. TB Simatupang Kav. 22 26, Jakarta 12430. Persentase pemilikan Perseroan pada PT Multi Bintang Indonesia Niaga adalah 99,9%.

1.GENERAL (Continued)
In accordance with the Articles of Association, the subsidiary operates as a beverage main distributor. The subsidiary commenced commercial operations on 1January 2005. As of 31 December 2009 and 2008, the subsidiary had 110 and 115 employees, respectively. Total assets of the subsidiary as of 31 December 2009 and 2008 were Rp 521,562 million and Rp 415,853 million, respectively. The subsidiary is an Indonesian domiciled company with its head office located at Talavera Office Park 20th Floor, Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 22 26, Jakarta 12430. The Companys ownership interest in PT Multi Bintang Indonesia Niaga is 99.9%.

2.

YANG PENTING

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


The accounting and reporting policies adopted by the Company and subsidiary conform to accounting principles generally accepted in Indonesia. The significant accounting policies, consistently applied in the preparation of the consolidated financial statements for the years ended 31December 2009 and 2008, were as follows:
a.

Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dianut Perseroan dan anak perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan akuntansi yang penting, yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:
a.

Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan yang disajikan dalam jutaan rupiah, disusun atas dasar akrual dengan konsep nilai historis (historical cost), kecuali untuk instrumen keuangan derivatif (Catatan 2d) yang dinyatakan pada nilai wajar. Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Perseroan dan anak perusahaan memperhitungkan instrumen-instrumen yang sifatnya sangat likuid, yang jatuh temponya tidak lebih dari tiga bulan sejak tanggal penempatannya sebagai setara kas. Laporan arus kas disusun dengan metode langsung (direct method).

Basis for preparation of financial statements The financial statements, presented in millions of rupiah, are prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except for derivative financial instruments (Note 2d) which are stated at fair value. The statements of cash flows present the change in cash and cash equivalents from operating, investing and financing activities. The Company and its subsidiary consider all highly liquid instruments with original maturities of not more than three months to be cash equivalents. The statements of cash flows are prepared using the direct method.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

10

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

42
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

b.

Prinsip konsolidasi Laporan keuangan merupakan konsolidasi dari laporan keuangan induk perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Tbk dan laporan keuangan anak perusahaan PT Multi Bintang Indonesia Niaga, dengan persentase kepemilikan 99,9%. Transaksi dan saldo antar perusahaan yang signifikan telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasi. Dengan demikian, laporan keuangan konsolidasi hanya menyajikan transaksi dan saldo dengan pihakpihak lain. Hak minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut.

b.

Basis of consolidation The financial statements represent the consolidation of the financial statements of the parent company, PTMulti Bintang Indonesia Tbk, and the financial statements of its subsidiary, PT Multi Bintang Indonesia Niaga, for which the parent companys ownership interest is 99.9%. All significant intercompany transactions and balances have been eliminated in the consolidated financial statements. Accordingly, the consolidated financial statements include only transactions and balances with other parties. The minority interest in net profit and shareholders equity of the subsidiary is stated at the minority shareholders portion on the related subsidiarys net profit and shareholders equity.

c.

Penilaian persediaan Persediaan dinilai menurut harga yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi (the lower of cost or net realizable value). Harga perolehan dihitung dengan metode rata-rata dan meliputi semua biaya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut sampai siap di lokasi dan pada kondisi yang sekarang. Nilai persediaan barang jadi dan barang dalam pengolahan meliputi biaya overhead pabrik tetap dan variabel selain biaya material dan upah langsung. Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. Penyisihan atas persediaan slow-moving ditetapkan berdasarkan penelaahan manajemen atas status persediaan pada akhir tahun.

c.

Inventory valuation Inventories are valued at the lower of cost or net realizable value. Cost is based on the average method and includes expenditures incurred in acquiring the inventories and bringing them to their present location and condition. Finished goods and work in progress include an appropriate proportion of fixed and variable factory overhead in addition to materials and direct labor.

Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to complete the sale. The allowance for slow-moving inventories is provided based on managements review of the inventorys status at year end.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

11

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

43
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)


d.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)


Derivative financial instruments Derivative financial instruments are measured at fair value and recognized as either assets or liabilities on the balance sheet. Changes in the fair value of derivative instruments should be recognized in earnings or other comprehensive income depending on the designated purpose of the derivatives and whether it qualifies for hedge accounting. The accounting for gains and losses associated with changes in the fair value of the derivatives and the effect on the financial statements will depend on its hedge designation and whether the hedge is highly effective in achieving offsetting changes in the fair value or cash flows of the asset, liability or forecasted transaction hedged.

Instrumen keuangan derivatif Instrumen keuangan derivatif diukur sebesar nilai wajar dan diakui sebagai aktiva atau kewajiban di neraca. Perubahan atas nilai wajar instrumen derivatif diakui sebagai penghasilan atau penghasilan komprehensif lainnya tergantung pada tujuan dari instrumen derivatif tersebut dan apakah memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. Akuntansi untuk laba dan rugi sehubungan dengan perubahan atas nilai wajar dari instrumen derivatif dan dampaknya terhadap laporan keuangan akan tergantung dari penunjukan lindung nilainya dan apakah lindung nilai sangat efektif dalam usaha mengimbangi perubahan dalam nilai wajar atau arus kas aktiva, kewajiban, maupun transaksi yang diperkirakan akan terjadi yang dilindungi.

d.

e.

Aktiva tetap Tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi. Aktiva tetap selain tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat aktiva yang bersangkutan sebagai berikut:

e.

Fixed assets Land is stated at cost and is not amortized. Fixed assets other than land are stated at cost less accumulated depreciation. Depreciation is calculated using the straight-line method based on the estimated useful lives of the respective assets as follows:

Tahun/Years
Bangunan dan perumahan Mesin dan peralatan Alat-alat pengangkutan Inventaris Krat Botol Keg dan tabung CO2 Aktiva dalam penyelesaian merupakan akumulasi dari biaya-biaya bahan, peralatan serta biaya lainnya yang berkaitan langsung dengan penyelesaian aktiva tetap. Akumulasi biaya tersebut akan direklasifikasi ke dalam akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat pekerjaan selesai dan aktiva tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya. 10 - 40 5 - 30 5 5 - 15 8 - 12 4 5 - 15 Buildings and houses Machinery and installations Transportation equipment Furniture and fixtures Crates Bottles Kegs and CO2 cylinders Construction in progress represents the accumulated cost of materials, equipment and other costs relating directly to the construction of fixed assets. Accumulated costs are reclassified to the related fixed asset captions when construction is completed and the asset is ready for its intended use.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

12

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

44
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI


Beban pemeliharaan normal dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan, sedangkan penambahan, pemugaran, perluasan, dan lain-lain yang menambah masa manfaat atau kapasitas aktiva dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan, sedangkan laba (rugi) yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan. Perseroan dan anak perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva pada akhir tahun. Perseroan dan anak perusahaan menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) atas nilai aktivanya apabila terdapat situasi atau keadaan yang memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva dan mengakuinya sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasi.

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)


Normal maintenance expenses are charged to the consolidated statement of income for the year, while betterments, renovations, expansion, etc. that increase the useful life or capacity of the assets are capitalized. Fixed assets which are no longer utilized or sold are removed from the related group of fixed assets, and the gains (losses) are recorded in the current year consolidated statement of income. The Company and subsidiary conduct a review to determine whether there is any indication of asset value impairment at the end of the year. If any such indications exist, then the Company and subsidiary estimate the recoverable amount of their assets and recognize the impairment in asset values as an expense in the consolidated statement of income. Intangible assets Costs attributable to the acquisition and customization of computer software are capitalized. Accumulated costs are amortized over the softwares three year expected useful life using the straight-line method.
g.

f.

Aktiva tidak berwujud Biaya-biaya yang terkait dengan perolehan dan pengembangan perangkat lunak komputer dikapitalisasi. Biaya-biaya tersebut akan diamortisasi sepanjang tiga tahun masa manfaat perangkat lunak tersebut menggunakan metode garis lurus.

f.

g.

Imbalan kerja Imbalan Pasca Kerja Kewajiban Perseroan dan anak perusahaan atas imbalan pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi jumlah kewajiban imbalan pasca-kerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan aktiva program pasca-kerja. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Perhitungan aktuaria yang terakhir dilakukan untuk angka per 31 Desember 2009. Ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi konsolidasi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Porsi imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasi. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuaria bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi sepuluh persen atas nilai yang lebih besar antara nilai kini kewajiban imbalan pasti (sebelum dikurangi aktiva program) dan nilai wajar dari aktiva program pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Jika tidak, keuntungan atau kerugian aktuaria tidak diakui.

Employee benefits Post-employment benefits The Company and subsidiarys obligation for postemployment benefits is calculated at the present value of estimated future benefits that the employees have earned in return for their service in the current and prior periods, deducted by any plan assets. The valuation is performed by an independent actuary, using the projected unit credit method. The most recent actuarial valuation was carried out as of 31 December 2009. When the benefits of a plan change, the portion of the increased or decreased benefits relating to past service by employees is charged or credited to the consolidated statement of income on a straight-line basis over the average service period until the benefits become vested. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognized immediately in the consolidated statement of income. Actuarial gains and losses are recognized as income or expense when the cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period exceeded the ten percent of the greater of the present value of the defined benefit obligation (before being deducted by plan assets) and the fair value of the plan assets at the date. These gains or losses are recognized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the employees. Otherwise, the acturial gains or losses are not recognized.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

13

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

45
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)


Other long-term employee benefits The Company and subsidiary provide gold awards and additional awards for its employees who meet certain length of service requirements. The benefits are given on certain occasions each year. The Company and subsidiary also provide awards to its employees who reach retirement age. The Company and subsidiarys obligation with respect to long service awards and retirement awards is calculated by an independent actuary using the projected unit credit method.
h.

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Perseroan dan anak perusahaan memberikan penghargaan emas dan penghargaan tambahan untuk karyawan yang mencapai kriteria tertentu dalam masa kerja. Imbalan diberikan pada acara tertentu setiap tahun. Perseroan dan anak perusahaan juga memberikan penghargaan untuk karyawannya yang mencapai usia pensiun. Kewajiban Perseroan dan anak perusahaan berkaitan dengan Penghargaan Jasa Jangka Panjang dan Penghargaan Pensiun dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.
h.

Jaminan embalasi Jaminan embalasi atas botol, krat, keg, dan tabung CO2 di pasar dinilai berdasarkan harga jaminan yang berlaku.

Deposits on containers The liability for deposits on bottles, crates, kegs, and CO2 cylinders in the market is valued at current deposit prices.

i.

Pajak penghasilan Perseroan dan anak perusahaan menerapkan metode aktiva dan kewajiban dalam menghitung pajak penghasilan. Berdasarkan metode ini, aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui sebesar taksiran konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari selisih nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat dalam laporan keuangan dengan nilai yang digunakan sebagai basis perhitungan pajak. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak masa depan, seperti rugi fiskal, sepanjang terdapat kemungkinan yang cukup besar bahwa manfaat tersebut dapat direalisasi. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif pajak yang diperkirakan berlaku atas laba kena pajak di tahun-tahun pada saat perbedaan sementara tersebut diperkirakan akan direalisasi atau diselesaikan.

i.

Income taxes The Company and subsidiary apply the asset and liability method of accounting for income taxes. Under this method, deferred tax assets and liabilities are recognized for the estimated future tax consequences attributable to differences between the financial statement carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. This method also requires the recognition of future tax benefits such as tax loss carry forwards, to the extent that realization of such benefits is probable. Deferred tax assets and liabilities are measured using enacted tax rates expected to apply to taxable income in the years in which those temporary differences are expected to be recovered or settled.

j.

Pengakuan pendapatan Pendapatan diakui pada saat pengiriman barang sesuai dengan persyaratan penjualan.

j.

Revenue recognition Revenue is recognized based on the shipment of goods in accordance with the terms of sale.

k.

Penjabaran valuta asing Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan dalam rupiah dengan kurs tanggal transaksi.

k.

Foreign currency translation Transactions denominated in foreign currencies are translated into rupiah at the rates prevailing at transaction date.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

14

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

46
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)


As of 31 December 2009 and 2008, all monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies have been translated into rupiah at Bank Indonesia middle rates as follows:
2008 Dalam rupiah/ In Rupiah 10.950 15.432 15.803 7.556 10.349 7.607 1 (one) United States Dollar 1 (one) Euro 1 (one) Great Britain Poundsterling 1 (one) Australian Dollar 1 (one) Swiss Franc 1 (one) Singapore Dollar

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, aktiva dan kewajiban moneter dalam valuta asing telah dijabarkan dalam rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia sebagai berikut:
2009 Dalam rupiah/ In Rupiah 1 (satu) Dolar Amerika Serikat 1 (satu) Euro 1 (satu) Poundsterling Inggris 1 (satu) Dolar Australia 1 (satu) Franc Swiss 1 (satu) Dolar Singapura 9.400 13.510 15.114 8.432 9.087 6.699

Laba atau rugi kurs yang timbul dari transaksitransaksi dalam valuta asing diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan.
l.

Exchange gains or losses arising from foreign currency transactions are recognized in the consolidated statement of income for the year.
l.

Standar-standar baru Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mengeluarkan standar-standar baru yang akan berlaku efektif setelah tanggal laporan keuangan ini. Standar-standar tersebut belum diadopsi lebih awal oleh Perseroan dan anak perusahaan. Efektif mulai 1Januari 2010: PSAK 26 Biaya pinjaman (revisi 2008). PSAK 50 Instrument keuangan: penyajian dan pengungkapan (revisi 2006). PSAK 55 Instrument keuangan: pengakuan dan pengukuran (revisi 2006).

New standards The Indonesian Institute of Accountants issued the following standards with an effective date after the date of these financial statements. They have not been adopted early by the Company and subsidiary. Effectice from 1 January 2010: PSAK 26 Borrowing costs (revision 2008). PSAK 50 Financial instruments: disclosure and presentation (revision 2006). PSAK 55 Financial instruments: recognition and measurement (revision 2006).

Efektif mulai 1Januari 2011:


Effectice from 1 January 2011:


PSAK 1 Penyajian laporan keuangan (revisi 2009). PSAK 2 Laporan arus kas (revisi 2009). PSAK 4 Laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri (revisi 2009).

PSAK 1 Presentation of financial statements (revision 2009). PSAK 2 Statements of cash flows (revision 2009). PSAK 4 Consolidated and separate financial statements (revision 2009).

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

15

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

47
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2.

YANG PENTING (Lanjutan)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

2.SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)

PSAK 5 Segmen operasi (revisi 2009). PSAK 12 Bagian partisipasi dalam ventura bersama (revisi 2009). PSAK 15 Investasi pada entitas asosiasi (revisi 2009). PSAK 25 Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan (revisi 2009). PSAK 48 Penurunan nilai aset (revisi 2009). PSAK 57 Provisi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi (revisi 2009). PSAK 58 Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan (revisi 2009).

PSAK 5 Operating segments (revision 2009). PSAK 12 Interests in joint ventures (revision 2009). PSAK 15 Investments in associates (revision 2009). PSAK 25 Accounting policies, changes in accounting in estimates, and errors (revision 2009). PSAK 48 Impairment of assets (revision 2009). PSAK 57 Provisions, contingent liabilities, and contingent assets (revision 2009). PSAK 58 Non-current assets held for sale and discontinued operations (revision 2009).

Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari adopsi standar-standar baru tersebut pada laporan keuangannya.
m. Laba per saham m.

Management is currently evaluating the impact of adopting these new accounting standards on its financial statements. Earnings per share Earnings per share are computed by dividing operating profit/net profit by the weighted average number of shares outstanding/issued during the year.
n.

Laba per saham dihitung dengan membagi laba usaha/laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar/ditempatkan selama tahun berjalan.
n.

Estimasi manajemen Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mensyaratkan manajemen untuk membuat estimasiestimasi dan asumsi-asumsi yang mempengaruhi angka-angka aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan serta angka-angka pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda dari estimasi-estimasi ini.

Use of estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from those estimates.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

16

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

48
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

3.

KAS DAN SETARA KAS


2009 Kas Bank: Citibank N.A PT Bank CIMB Niaga Tbk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Royal Bank of Scotland (2008: ABN Amro Bank N.V) PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Lippo Tbk Deposito berjangka: Citibank N.A PTBank Rabobank International Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited 2.036 50.921 4.158 21 20 3 3 55.126 140.000
90.000

3. CASH AND CASH EQUIVALENTS


2008 1.797 42.147 2.364 20 3 3 515 45.052 110.000
-

Cash on hand Cash in banks: Citibank N.A PT Bank CIMB Niaga Tbk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Royal Bank of Scotland (2008: ABN Amro Bank N.V) PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Lippo Tbk Time deposits: Citibank N.A PTBank Rabobank International Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited

50.000 280.000

120.000 230.000

337.162 2009 Tingkat bunga per tahun: Deposito rupiah 5,5% - 11,00%

276.849 2008 4,51% - 11,00% Annual interest rates: Rupiah deposits

4. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA


2009 Saldo piutang usaha dari pihak ketiga berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut: Lancar Jatuh tempo lewat: 1 - 30 hari 31 - 60 hari > 60 hari

4. TRADE RECEIVABLES FROM THIRD PARTIES


2008 The aging of the trade receivables from third parties is as follows: 81.674 10.010 1 91.685 93.582 9.823 3 107 103.515 Current Overdue: 1 - 30 days 31 - 60 days > 60 days

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

17

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

49
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

5. PERSEDIAAN
2009 Barang jadi Barang dalam pengolahan Bahan baku Kemasan Suku cadang Persediaan lain-lain Dikurangi penyisihan persediaan slowmoving Barang dalam perjalanan 38.517) 14.351) 23.216) 8.106) 16.987) 1.742) 102.919) (5.218) 97.701) 12.796) 110.497) 2008 31.041) 9.321) 28.594) 8.264) 18.640) 823) 96.683) (3.541) 93.142) 10.070) 103.212)

5. INVENTORIES

Finished goods Goods in process Raw materials Packaging materials Spare parts Other inventories Less allowance for slow-moving inventories Materials in transit

Mutasi dalam penyisihan persediaan slow-moving adalah sebagai berikut: Saldo awal Penambahan Penghapusan Saldo akhir (3.541) (3.731) 2.054) (5.218) (4.818) (3.547) 4.824) (3.541)

Movements in the allowance for slowmoving inventories are as follows: Beginning balance Additions Write offs Ending balance

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan persedian slow-moving sudah mencukupi. Pada 31 Desember 2009, persediaan diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar EUR9.693.126 (ekuivalen dengan Rp 130.954 juta). Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini dapat menutupi kemungkinan resiko kerugian yang antara lain dapat timbul akibat kebakaran, huru-hara, dan banjir.

Management believes that the provision for slowmoving inventories is adequate. At 31 December 2009, the inventories were insured for EUR9,693,126 (equivalent to Rp130,954 million). Management believes that the sum insured is sufficient to cover the risk of potential loss due to, among other risks, fire, riots, and flooding.

6. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF


Merupakan nilai wajar dari kontrak valuta berjangka dengan berbagai bank sebagai berikut: 2009 Aktiva instrument keuangan derivatif Kewajiban instrument keuangan derivatif 24.943

6. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS


Represents the fair value of forward exchange contracts with various banks as follows: 2008 14.873 Derivative financial instrument assets Derivative financial instrument liabilities

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

18

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

50
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

6.

INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (Lanjutan)


Perseroan mengadakan kontrak valuta berjangka untuk mengatasi resiko perubahan-perubahan nilai tukar valuta asing yang timbul dari aktivitas operasional. Instrumen keuangan derivatif dari Perseroan tidak memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai karena persyaratan untuk penerapan akuntansi lindung nilai tidak terpenuhi. Perubahan atas nilai wajar dari instrumen keuangan derivatif diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang berjalan. Kontrak valuta berjangka yang ada per 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: a. Membeli dari Citibank, N.A., Jakarta: USD 4.550.000 untuk Rp 47.059 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 28 Januari hingga 9 Desember 2010. EUR 8.300.000 untuk Rp 126.464 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 4 Januari hingga 2 Desember 2010.

6. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS (Continued)


The Company enters into forward exchange contracts to manage its net exposure to changes in foreign currency exchange rates arising from operating activities. The Companys derivative financial instruments did not qualify for hedge accounting because the requirements for the application of hedge accounting were not met. The change in fair value of these derivative instruments was recognized in the consolidated statement of income for the respective year. The outstanding forward foreign exchange contracts as of 31 December 2009 were as follows: a. To buy from Citibank, N.A., Jakarta: USD 4,550,000 for Rp 47,059 million, contract settlement dates range from 28 January to 9 December 2010. EUR 8,300,000 for Rp 126,464 million, contract settlement dates range from 4 January to 2 December 2010.

b. Membeli dari HSBC, Jakarta: USD 6.500.000 untuk Rp 74.284 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 12 Januari hingga 12 Oktober 2010. EUR 580.000 untuk Rp 8.827 juta, tanggal penyelesaian kontrak pada 6 Oktober 2010.

b. To buy from HSBC, Jakarta: USD 6,500,000 for Rp 74,284 million, contract settlement dates range from 12 January to 12 October 2010. EUR 580,000 for Rp 8,827 million, contract settlement date on 6 October 2010 .

Kontrak valuta berjangka yang ada per 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut: a. Membeli dari Citibank, N.A., Jakarta: USD 8.850.000 untuk Rp 96.400 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 19 Januari hingga 7 Nopember 2009. EUR 2.800.000 untuk Rp 48.907 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 23 Juli hingga 2 Nopember 2009.

The outstanding forward foreign exchange contracts as of 31 December 2008 were as follows: a. To buy from Citibank, N.A., Jakarta: USD 8,850,000 for Rp 96,400 million, contract settlement dates range from 19 January to 7 November 2009. EUR 2,800,000 for Rp48,907 million, contract settlement dates range from 23 July to 2 November 2009.

b. Membeli dari HSBC, Jakarta: USD 1.600.000 untuk Rp 15.422 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 6 Januari hingga 4 Maret 2009. EUR 5.100.000 untuk Rp 72.034 juta, tanggal penyelesaian kontrak berkisar antara 6 Januari hingga 2 Juli 2009.

b. To buy from HSBC, Jakarta: USD 1,600,000 for Rp 15,422 million, contract settlement dates range from 6 January to 4 March 2009. EUR 5,100,000 for Rp 72,034 million, contract settlement dates range from 6 January to 2 July 2009.

c. Membeli dari ABN Amro Bank N.V., Jakarta: USD 850.000 untuk Rp 8.015 juta, tanggal penyelesaian kontrak pada 28 Januari 2009.

c. To buy from ABN Amro Bank N.V., Jakarta: USD 850,000 for Rp 8,015 million, contract settlement date on 28 January 2009.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

19

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

51
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

7.

AKTIVA TETAP
2009 Saldo awal/ Beginning balance Harga perolehan: Tanah Bangunan dan perumahan Mesin dan peralatan Alat-alat pengangkutan Inventaris Krat Botol Keg dan tabung CO2 Mesin dan peralatan dalam penyelesaian Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Reklasifikasi/ Reclassifications Saldo akhir/ Ending balance

7. FIXED ASSETS

9.209 56.541 273.143 5.530 61.527 117.665 258.355 27.095 6.503 815.568

1.075 17.067 2.463 837 65.450 715 34.150 121.757

(4.621) (5.247) (275) (7.927) (73.933) (92.003)

9.029 61 1.570 (10.660) -

9.209 57.616 294.618 283 63.776 110.575 251.442 27.810 29.993 845.322

Cost: Land Buildings and houses Machinery and installations Transportation equipment Furniture and fixtures Crates Bottles Kegs and CO2 cylinders Machineries and installations under construction Accumulated depreciation: Buildings and houses Machinery and installations Transportation equipment Furniture and fixtures Crates Bottles Kegs and CO2 cylinders Asset impairment: Machinery and installations Crates Bottles

Akumulasi depresiasi: Bangunan dan perumahan Mesin dan peralatan Alat-alat pengangkutan Inventaris Krat Botol Keg dan tabung CO2 Penurunan nilai aktiva: Mesin dan peralatan Krat Botol

(18.776) (136.275) (3.480) (39.971) (74.531) (124.152) (9.624) (406.809)

(1.731) (15.096) (585) (5.039) (8.786) (69.176) (1.651) (102.064)

2.994 3.789 821 5.373 73.933 86.910

(20.507) (148.377) (276) (44.189) (77.944) (119.395) (11.275) (421.963)

(4.204) (1.383) (5.587) 403.172

(1.366) (1.366)

3.266 1.192 4.458

(1.366) (938) (191) (2.495) 420.864

Nilai buku

Net book value

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

20

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

52
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

7.

AKTIVA TETAP (Lanjutan)


2008 Saldo awal/ Beginning balance Harga perolehan: Tanah Bangunan dan perumahan Mesin dan peralatan Alat-alat pengangkutan Inventaris Krat Botol Keg dan tabung CO2 Mesin dan peralatan dalam penyelesaian Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions

7. FIXED ASSETS (Continued)

Saldo akhir/ Ending balance Cost: Land Buildings and houses Machinery and installations Transportation equipment Furniture and fixtures Crates Bottles Kegs and CO2 cylinders Machineries and installations under construction Accumulated depreciation: Buildings and houses Machinery and installations Transportation equipment Furniture and fixtures Crates Bottles Kegs and CO2 cylinders Asset impairment: Crates Bottles

9.209 56.420 267.736 4.940 49.907 119.241 171.031 21.339 699.823

121 5.407 590 12.188 1.564 87.324 5.756 6.503 119.453

(568) (3.140) (3.708)

9.209 56.541 273.143 5.530 61.527 117.665 258.355 27.095 6.503 815.568

Akumulasi depresiasi: Bangunan dan perumahan Mesin dan peralatan Alat-alat pengangkutan Inventaris Krat Botol Keg dan tabung CO2

(17.096) (122.070) (2.787) (36.700) (66.115) (78.067) (8.320) (331.155)

(1.680) (14.205) (693) (3.836) (11.314) (46.085) (1.304) (79.117)

565 2.898 3.463

(18.776) (136.275) (3.480) (39.971) (74.531) (124.152) (9.624) (406.809)

Penurunan nilai aktiva: Krat Botol

(2.086) (3.771) (5.857) 362.811

(2.118) (2.118)

2.388 2.388

(4.204) (1.383) (5.587) 403.172

Nilai buku

Net book value

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

21

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

53
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

7.

AKTIVA TETAP (Lanjutan)


Penyusutan dibebankan pada: 2009 Biaya produksi Beban pemasaran dan penjualan Beban umum dan administrasi 97.150 3.097 1.817 102.064 2008 75.395 1.923 1.799 79.117

7. FIXED ASSETS (Continued)


Depreciation was charged to:

Production costs Marketing and selling expenses General and administrative expenses

Mesin dan peralatan dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2009 diharapkan untuk selesai di tahun 2010. Pada tahun 2009 dan 2008, Perseroan dan anak perusahaan menjual aktiva tetap tertentu sebagai berikut: 2009 Hasil penjualan Nilai buku aktiva tetap yang dijual (Rugi) laba penjualan aktiva tetap 4.544 (5.093) (549)

Machineries and installations under construction as of 31 December 2009 are expected to be completed in 2010. In 2009 and 2008, the Company and subsidiary sold certain fixed assets as follows: 2008 5.810 (245) 5.565 Proceeds Net book value of fixed assets sold (Loss) gain on sales of fixed assets

Pada 31 Desember 2009, aktiva tetap (selain tanah) dengan nilai buku sebesar Rp 411.655juta diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar EUR 158.020.000 (ekuivalen dengan Rp 2.134.850 juta). Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertangguhan asuransi ini dapat menutupi kemungkinan kerugian yang antara lain dapat timbul akibat kebakaran, huru-hara, dan banjir. Rincian dari tanah adalah sebagai berikut: Satu sertifikat HGB terletak di Desa Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat, berlaku sampai dengan 10 April 2033. 49 sertifikat HGB terletak di Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berlaku sampai dengan tahun 2024 - 2027.

At 31 December 2009, fixed assets (excluding land) with a total net book value of Rp 411,655 million were insured for EUR 158,020,000 (equivalent to Rp 2,134,850 million). Management believes this sum insured is sufficient to cover potential loss due to, among other risks, fire, riots, and flooding. Details of land are as follows: One HGB title certificate located at Desa Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kabupaten Tangerang, West Java, valid until 10 April 2033. 49 HGB title certificates located at Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, East Java, valid through 2024 - 2027.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

22

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

54
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

7.

AKTIVA TETAP (Lanjutan)

7. FIXED ASSETS (Continued)

Sertifikat tanah tersebut di atas adalah atas nama Perseroan. Berdasarkan hukum yang berlaku saat ini, Perseroan dapat mengajukan perpanjangan atas sertifikat HGB tersebut.

These land title certificates are in the name of the Company. Under current law, the Company can apply for an extension of the term of HGB title certificates. As at 31 December 2009 and 2008, the Company had provided an impairment allowance amounting to Rp 2,495 million and Rp 5,587 million, respectively, for certain fixed assets whose carrying value exceeded their expected recoverable amounts. Changes in the allowance for asset impairments are charged or credited to general and administrative expenses or cost of good sold in accordance with the recording of depreciation expense of the related assets.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, Perseroan telah membentuk penyisihan penurunan nilai aktiva tetap sebesar Rp 2.495 juta dan Rp 5.587 juta, untuk aktiva tetap tertentu yang nilai tercatatnya melebihi perkiraan nilai yang dapat diperoleh kembali. Perubahan penyisihan penurunan nilai aktiva dibebankan atau dikreditkan pada beban umum dan administrasi atau beban pokok penjualan sesuai dengan pencatatan beban depresiasi dari aset yang bersangkutan.

8.

HUTANG USAHA
Hutang usaha merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku, kemasan dan barang dagangan.

8. TRADE PAYABLES
Trade payables represent liabilities incurred for the purchases of raw materials, packing materials and merchandise goods. 2008 Third parties (including foreign currencies portion equivalent to 2009: USD 3,031,526 and 2008: USD 3,328,655) Related parties (including foreign currencies portion equivalent to 2009: EUR 394,834 and 2008: EUR 117,224)

2009 Pihak ketiga (termasuk yang dalam valuta asing ekuivalen dengan 2009: USD 3.031.526 dan 2008: USD 3.328.655) Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (termasuk yang dalam valuta asing ekuivalen dengan 2009: EUR 394.834 dan 2008: EUR 117.224)

44.360

46.791

5.524 49.884

2.799 49.590

Saldo hutang usaha berdasarkan umurnya adalah sebagai berikut: 1 - 30 hari 31 - 60 hari > 60 hari

48.830 783 271 49.884

44.968 3.992 630 49.590

The aging of the trade payables is as follows: 1 - 30 days 31 - 60 days > 60 days

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

23

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

55
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9.

PERPAJAKAN
a. Hutang pajak 2009 Pajak penghasilan pasal 21 Pajak penghasilan pasal 23/26 Pajak penghasilan pasal 25 Pajak penghasilan pasal 29 Pajak pertambahan nilai Pajak penjualan barang mewah 1.077 30.657 7.964 23.345 23.240 105.261 191.544 2008 1.562 1.533 3.098 50.249 16.566 98.250 171.258

9. TAXATION
a. Taxes payable

Income tax article 21 Income tax article 23/26 Income tax article 25 Income tax article 29 Value added tax Luxury sales tax

b. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan adalah sebagai berikut: 2009 Kini: Perseroan Anak perusahaan Tangguhan: Perseroan Anak perusahaan 86.731 43.802 130.533 3.914 (2.533) 1.381 131.914 c. Rekonsiliasi antara laba akuntansi konsolidasi sebelum pajak dikalikan tarif pajak maksimum yang berlaku dengan beban pajak adalah sebagai berikut:

b. The components of income tax expense (benefit) are as follows: 2008 64.946 31.823 96.769 (4.111) (1.064) (5.175) 91.594 c. The reconciliation between the consolidated accounting profit before tax multiplied by the maximum marginal tax rate and income tax expense is as follows: 2008 Consolidated accounting profit before tax Enacted tax rate Carry forward Current: Parent Subsidiary Deferred: Parent Subsidiary

2009 Laba akuntansi konsolidasi sebelum pajak Tarif pajak yang berlaku Dipindahkan

472.491 28% 132.297

313.976 30% 94.193

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

24

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

56
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)
2009 Pindahan Perbedaan permanen, dengan tarif pajak 28% untuk tahun 2009 (2008: 30%): Perseroan Anak perusahaan 132.297 2008 94.193

9. TAXATION (Continued)

Carried forward Permanent differences, at 28% tax rate for the year 2009 (2008: 30%): Parent Subsidiary

3.109 (4.014) (905) 522 131.914

3.470 (1.335) 2.135 (35) (5.511) 812 91.594

Pengaruh tarif pajak progresif Perubahan tarif pajak Lainnya

Effect of graduated tax rates Effect of changes in statutory tax rate Other

d. Pajak penghasilan badan dihitung untuk setiap perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (laporan keuangan konsolidasi tidak dapat digunakan dalam perhitungan pajak penghasilan badan). Rekonsiliasi antara laba akuntansi konsolidasi sebelum pajak dengan laba kena pajak Perseroan adalah sebagai berikut: 2009 Laba akuntansi konsolidasi sebelum Pajak Eliminasi Sebelum eliminasi Laba sebelum pajak anak perusahaan Laba akuntansi induk perusahaan sebelum pajak Bagian laba anak perusahaan Perbedaan permanen: Penyusutan aktiva tetap Tunjangan karyawan Perjamuan, sumbangan, dan lainnya Pendapatan bunga Beban pajak dan denda Jumlah perbedaan permanen 472.491 119.138 591.629 (160.526) 431.103 (119.138)

d. Corporate income tax is computed for each company as a separate legal entity (consolidated financial statements are not applicable for computing corporate income tax). The reconciliation between consolidated accounting profit before tax and the Companys taxable profit is as follows: 2008 313.976 75.157 389.133 (105.992) 283.141 (75.157) Consolidated accounting profit before tax Eliminations Before eliminations Subsidiarys net profit before tax Parent accounting profit before tax Share in profit of subsidiary Permanent differences: Depreciation of fixed assets Employee benefits Entertainment, donations, and others Interest income Tax expense and penalties Total permanent differences

(183) 10.619 706 (1.516) 1.477 11.103

269 8.702 681 (296) 2.211 11.567

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

25

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

57
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)
2009 Laba untuk menghitung pajak Perbedaan temporer: Penyusutan aktiva tetap Laba penjualan aktiva tetap Biaya imbalan kerja dan bonus yang masih harus dibayar Penyisihan persediaan slowmoving Penyisihan untuk penurunan nilai aktiva tetap Royalti dan lisensi Biaya yang masih harus dibayar lainnya Jumlah perbedaan temporer Laba kena pajak 323.068 2008 219.551

9. TAXATION (Continued)

Profit subject to income tax Temporary differences: Depreciation of fixed assets Gain on sales of fixed assets Accrued employee benefits expenses and bonus Provision for slow-moving inventory Provision for impairment of fixed assets Royalty and licence fee Other accrued expenses Total temporary differences Taxable profit

(15.860) 3.896 (5.524) 1.678 (3.092) 1.316 4.273 (13.313) 309.755

(12.047) -) 11.345 (1.277) (270) (768) (3.017) 216.534)

Laba kena pajak masing-masing perusahaan adalah sebagai berikut: 2009

The taxable profit of each Company is as follows:

2008 Parent Subsidiary

Induk perusahaan Anak perusahaan

309.755 156.436 466.191

216.534 106.136 322.670

Laba kena pajak telah sesuai dengan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun yang bersangkutan.

The amounts of taxable profit correspond, in all material respects, with the amounts reported in the related annual corporate tax returns.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

26

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

58
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9. PERPAJAKAN (Lanjutan)
e. Perhitungan beban pajak kini dan hutang pajak adalah sebagai berikut: 2009 Induk perusahaan: Laba kena pajak Beban pajak kini Pajak dibayar dimuka: Pajak Penghasilan pasal 22 Pajak Penghasilan pasal 23 Pajak Penghasilan pasal 25 Fiskal luar negeri Hutang pajak penghasilan pasal 29 Anak perusahaan: Laba kena pajak Beban pajak kini Pajak dibayar dimuka: Pajak Penghasilan pasal 23 Pajak Penghasilan pasal 25 Fiskal luar negeri Hutang pajak penghasilan pasal 29 309.755 (86.731) 7.139 1.320 65.861 (12.411)

9. TAXATION (Continued)
e. The calculation of current tax expense and payable is as follows: 2008 216.534) (64.940) 7.123 1.728) 5.795) 65) (50.229) Parent: Taxable profit Current tax expense Prepaid taxes: Income tax article 22 Income tax article 23 Income tax article 25 Exit tax Income tax article 29 payable Subsidiary: Taxable profit Current tax expense Prepaid taxes: Income tax article 23 Income tax article 25 Exit tax Income tax article 29 payable

156.436 (43.802) 1.395 31.473 (10.934) f.

106.136) (31.823) 1.695) 30.105) 3) (20)

f. Perbedaan temporer yang membentuk bagian signifikan dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan per 31 Desember 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut: 2009 Induk perusahaan: Aktiva pajak tangguhan: Imbalan dan kompensasi kerja Penyisihan persediaan slowmoving Penyisihan untuk penurunan nilai aktiva tetap Lain-lain Kewajiban pajak tangguhan: Aktiva tetap Kewajiban pajak tangguhan, bersih

The items that give rise to significant portions of the deferred tax assets and liabilities as of 31 December 2009 and 2008 are as follows: 2008 Parent: Deferred tax assets: Employee benefits and compensation Allowance for slow-moving inventories Provision for impairment of fixed assets Others Deferred tax liability: Fixed assets Deferred tax liability, net

5.065) 1.305) 624)

6.992) 885) 1.397)

1.735)
8.729) (38.262) (29.533)

378)
9.652) (35.271) (25.619)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

27

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

59
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9.

PERPAJAKAN (Lanjutan)
2009 Anak Perusahaan: Aktiva pajak tangguhan: Biaya promosi yang masih harus dibayar Imbalan dan kompensasi kerja Aktiva tetap 2008

9.TAXATION (Continued)

2.702) 2.815) 144) 5.661)

Subsidiary: Deferred tax assets: Accrued promotion 714) expense 2.384) Employee benefits and compensation 30) Fixed assets 3.128) Realization of the Companys deferred tax assets is dependent upon the availability of future taxable income. Management believes that these deferred tax assets are realizable in the foreseeable future. g. On 27 March 2008, the Company received a tax assessment letter No. 00022/406/06/092/08 confirming an overpayment of 2006 corporate income tax amounting to Rp 11,642 million out of Rp 13,853 million that was claimed by the Company in the 2006 annual tax return. The refund of the overpayment was received by the Company on 17 April 2008. The remaining unclaimed overpayment of Rp 2,211 million was charged to other expense in the 2008 statement of income. Under the taxation laws of Indonesia, the Company and subsidiary submit tax returns on the basis of self-assessment. The tax authorities may assess or amend taxes within the statute of limitations, under prevailing regulations.

Realisasi dari aktiva pajak tangguhan Perseroan tergantung pada laba fiskal yang dapat dihasilkan pada periode mendatang. Manajemen berpendapat bahwa aktiva pajak tangguhan ini dapat dipulihkan pada periode mendatang. g. Pada tanggal 27 Maret 2008, Perseroan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar No. 00022/406/06/092/08 untuk tahun fiscal 2006 sebesar Rp 11.642 juta dari Rp 13.853 juta yang diklaim oleh Perseroan dalam SPT PPh Badan tahun 2006. Pengembalian kelebihan pajak tersebut telah diterima oleh Perseroan pada tanggal 17 April 2008. Kelebihan klaim sebesar Rp 2.211 juta dilaporkan sebagai bagian dari beban lainnya pada laporan laba rugi tahun 2008.

h. Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Perseroan dan anak perusahaan melaporkan/ menyetorkan pajakpajaknya berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut sebelum masa kadaluarsa pemeriksaan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku.

h.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

28

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

60
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

9.

PERPAJAKAN (Lanjutan)
i. Pada bulan September 2008, Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36/2008 telah disahkan dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Dalam Undang-Undang ini, tarif pajak penghasilan perusahaan menjadi 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Sebagai akibat dari penurunan tarif pajak di masa mendatang tersebut, Perseroan dan anak perusahaan mengakui kerugian berupa penghasilan kena pajak yang lebih tinggi di masa mendatang sebesar Rp 522 juta di tahun 2009 dan keuntungan sebesar Rp 5.511 juta di tahun 2008. i.

9.TAXATION (Continued)
In September 2008, Income Tax Law No. 36/2008 was approved and is effective from 1 January 2009. Under this law, the corporate income tax rate is 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2010, and onwards. As a result of the reduction of future income tax rates, the Company and subsidiary recognized a loss from lower future net taxable amounts in 2009 of Rp 522 million, and a gain of Rp 5,511 million in 2008.

10. HUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA


2009 Uang muka dari pelanggan Iklan dan promosi Royalti Perolehan aktiva tetap dan spare part Transportasi Lainnya 41.472 12.310 11.155 6.302 2.803 16.268 90.310

10. OTHER PAYABLES THIRD PARTIES


2008 1.398 13.409 11.714 14.060 6.598 19.177 66.356 Advance from customer Advertising and promotion Royalties Acquisition of fixed assets and spare parts Transportation Others

11. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR


2009 Iklan dan promosi Gaji dan kompensasi karyawan lainnya Transportasi Royalti Bea cukai Lainnya 32.914 26.536 19.777 2.168 12.991 94.386 2008 26.575 24.943 23.226 907 3.649 13.950 93.250

11. ACCRUED EXPENSES

Advertising and promotion Salaries and other employee compensation Transportation Royalties Excise duties Others

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

29

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

61
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

12. IMBALAN KERJA


a. Program pensiun imbalan pasti Perseroan dan anak perusahaan telah membentuk program pensiun imbalan pasti (Program) yang pesertanya meliputi seluruh karyawan tetap Perseroan dan anak perusahaan. Program tersebut memberikan imbalan pensiun yang akan dibayarkan pada saat karyawan pensiun, yang jumlahnya terutama tergantung pada masa kerja dan kompensasi pada saat karyawan tersebut pensiun dari Perseroan dan anak perusahaan. Perseroan dan anak perusahaan memberikan kontribusi pada Dana Pensiun Multi Bintang (Dana Pensiun telah disetujui oleh Menteri Keuangan). Perseroan dan anak perusahaan mendanai program ini melalui kontribusi yang jumlahnya cukup untuk memenuhi persyaratan minimum dalam peraturan dana pensiun.

12. EMPLOYEE BENEFITS


a. Defined benefit pension plan The Company and its subsidiary have established a defined benefit pension plan (the Plan) that covers all permanent employees of the Company and its subsidiary. The Plan provides for benefits to be paid to eligible employees at retirement based primarily upon years of service with the Company and its subsidiary and remuneration on retirement.

The Company and subsidiary make contributions to the Multi Bintang Pension Fund (the Pension Fund has been approved by the Minister of Finance). The Company and subsidiary have funded this plan through contributions which are sufficient to meet the minimum requirements set forth in applicable pension fund laws. b. Excess of obligation under Labor Law over defined benefit pension plan

b. Selisih antara kewajiban menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan program pensiun manfaat pasti Berdasarkan peraturan ketenagakerjaan Indonesia (Undang-Undang No. 13/2003), Perseroan dan anak perusahaan diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawan yang mencapai usia pensiun.

Under Indonesian labor regulations (Law No. 13/2003), the Company and its subsidiary are required to provide a minimum pension benefit, if not already covered by the sponsored pension plan, to their employees upon retirement.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

30

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

62
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

12. IMBALAN KERJA (Lanjutan)


c. Jumlah yang diakui di neraca konsolidasi adalah sebagai berikut:
Selisih antara kewajiban menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan program pensiun imbalan pasti/ Excess of obligation under Labor Law over defined benefit pension plan 2009 2008

12. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)


c. The amounts recognized in the consolidated balance sheets are as follows:

Program pensiun imbalan pasti/ Defined benefit pension plan 2009 2008

Imbalan kerja jangka panjang lainnya/ Other long-term employee benefits 2009 2008

Penyisihan untuk imbalan kerja/ Employee benefits obligations 2009 2008 Present value of defined benefit obligation Fair value of plan assets Unfunded status Unrecognized net actuarial loss Unrecognized past service cost Defined benefit pension liability Benefit obligations at beginning of year Benefits expense Benefits paid Benefit obligations at end of year

Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti Nilai wajar aktiva program Status tidak didanai Nilai bersih kerugian aktuaria yang belum diakui Biaya jasa lalu yang belum diakui Kewajiban pensiun imbalan pasti Kewajiban pensiun pada awal tahun Biaya imbalan Imbalan yang dibayar Kewajiban pensiun pada akhir tahun

76.174 (73.132) 3.042 (6.193) (3.151)

78.444 (72.568) 5.876 (9.744) (3.868)

6.915 6.915 2.205 (91) 9.029

6.865 6.865 1.254 (108) 8.011

499 499 18 517

556 556 20 576

83.588 (73.132) 10.456 (3.970) (91) 6.395

85.865 (72.568) 13.297 (8.470) (108) 4.719

(3.869) 8.124 (7.406) (3.151)

(2.512) 6.108 (7.464) (3.868)

8.012 1.456 (439) 9.029

6.729 1.525 (243) 8.011

575 155 (213) 517

383 264 (71) 576

4.718 9.735 (8.058) 6.395

4.600 7.897 (7.778) 4.719

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

31

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

63
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

12. IMBALAN KERJA (Lanjutan)


d. Jumlah yang diakui di laporan laba rugi konsolidasi adalah sebagai berikut:
Selisih antara kewajiban menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan dengan program pensiun imbalan pasti/ Obligation under Labor Law over defined Benefit pension plan 2009 2008 729 764 657 506 -

12. EMPLOYEE BENEFITS (Continued)


d. The amounts recognized in the statements of income are as follows: consolidated

Program pension imbalan pasti/ Defined benefit pension plan 2009 2008 Biaya jasa kini Biaya bunga Hasil yang diharapkan dari aktiva program Kerugian (keuntungan) bersih aktuaria yang diakui Amortisasi dari biaya jasa lalu yang belum diakui Biaya jasa lalu yang telah menjadi hak Biaya imbalan bersih 4.705 9.071 (5.874) 4.470 6.718 (5.080)

Imbalan kerja jangka panjang lainnya/ Other long-term employee benefits 2009 2008 144 54 159 29 -

Biaya imbalan/ Benefits expenses 2009 2008 5.578 9.889 (5.874) 5.286 7.253 (5.080) Current service cost Interest cost Expected return on plan assets Recognized net actuarial loss (gain) Amortization of unrecognized past service cost Past service cost vested Net benefit expenses

222

(54)

(94)

(43)

76

125

(18)

8.124

6.108

17 1.456

17 439 1.525

155

264

17 9.735

17 439 7.897

e. Asumsi aktuaria Asumsi dasar per 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Tabel Mortalita Tingkat diskonto Tingkat hasil yang diharapkan dari aktiva program Kenaikan gaji Usia pensiun

e. Actuarial assumptions The principal actuarial assumptions 31 December 2009 and 2008 are as follows: 2008 CSO 1980 12% per tahun/p.a. 8% per tahun/p.a. 10% per tahun/p.a. 57 Mortality table Discount rate Rate of expected return on plan assets Pensionable salary increases Pension age as of

: : : : :

CSO 1980 10% per tahun/p.a. 9% per tahun/p.a. 8% per tahun/p.a. 57

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

32

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

64
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

13. MODAL SAHAM


Per tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, modal dasar Perseroan terdiri atas 21.070.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (Rupiah) per saham dan seluruh saham telah ditempatkan dan disetor penuh oleh pemegang saham berikut: Pemegang saham/ Number of shares 16.000.428 3.504.012 1.565.560 21.070.000

13. SHARE CAPITAL


As of 31December 2009 and 2008, the Companys authorized share capital consists of 21,070,000 shares at a par value of Rp1,000 (Rupiah) per share which have been issued to and fully paid-up by the following shareholders: Jumlah nominal/ Par value 16.000 3.504 1.566 21.070

Pemegang saham Heineken International B.V. Masyarakat lainnya Hollandsch Administratiekantoor B.V.

Persentase/ Percentage 75,94 16,63 7,43 100,00

Shareholders Heineken International B.V. Public shareholders Hollandsch Administratiekantoor B.V.

Pada tanggal 10 Februari 2010, terdapat perubahan dalam komposisi pemegang saham sebagai akibat penjualan saham kepemilikan dari Heineken International B.V. kepada Asia Pacific Breweries Limited. Komposisi kepemilikan saham yang berlaku efektif dari tanggal 10 Pebruari 2010 adalah sebagai berikut: Pemegang saham/ Number of shares 13.716.570 3.504.012 2.283.858 1.565.560 21.070.000

On 10 February 2010, there were changes in the composition of shareholders as a result of a sale of shares by Heineken International B.V. to Asia Pacific Breweries Limited. Effective from 10 February 2010, the composition of the shareholders is as follows: Jumlah nominal/ Par value 13.716 3.504 2.284 1.566 21.070

Pemegang saham Asia Pacific Breweries Limited Masyarakat lainnya Heineken International B.V. Hollandsch Administratiekantoor B.V.

Persentase/ Percentage 65,10 16,63 10,84 7,43 100,00

Shareholders Asia Pacific Breweries Limited Public shareholders Heineken International B.V. Hollandsch Administratiekantoor B.V.

14. TAMBAHAN MODAL DISETOR


Tambahan modal disetor merupakan selisih antara harga jual dengan nilai nominal saham Perseroan yang dijual kepada masyarakat Indonesia pada tahun 1981.

14. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL


This account represents the amount received by the Company in excess of the rupiah par value of the shares sold to the Indonesian public in 1981.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

33

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

65
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

15. SALDO LABA YANG DICADANGKAN


Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40/2007, Perseroan diwajibkan mengalokasikan sejumlah tertentu dari laba bersih setiap tahunnya ke dana cadangan hingga cadangan tersebut mencapai 20% dari modal ditempatkan. Jumlah minimum yang wajib dicadangkan belum ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Cadangan ini harus digunakan untuk menutup kerugian pada masa yang akan datang yang tidak dapat ditutup dengan saldo laba. Pada Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham Perseroan tanggal 14 Mei 2008 (risalah dituangkan dalam akta notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 9, tanggal 14 Mei 2008), para pemegang saham menyetujui untuk mengalokasikan sejumlah Rp 1 juta dari laba bersih Perseroan tahun 2007 sebagai cadangan. Pada Rapat Umum Tahunan Para Pemegang Saham Perseroan tanggal 5 Mei 2009 (risalah dituangkan dalam akta notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 2, tanggal 5 Mei 2009), para pemegang saham menyetujui untuk mengalokasikan sejumlah Rp 1 juta dari laba bersih Perseroan untuk tahun 2008 sebagai cadangan.

15. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS


Under the Indonesian Company Law No. 40 of 2007, the Company is obliged to annually allocate a certain amount from net income to a statutory reserve fund, until the statutory reserve fund reaches 20% of subscribed capital. The minimum requested amount, to be annually allocated to the statutory reserve fund, has not yet been determined by the Indonesian Government. The statutory reserve fund shall be used to offset future losses not otherwise absorbed by retained earnings. At the Annual General Shareholders Meeting of the Company on 14 May 2008 (notarized by deed of H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 9, dated 14 May 2008), the shareholders agreed to allocate Rp 1 million of the Companys 2007 net income as statutory reserve. At the Annual General Shareholders Meeting of the Company on 5 May 2009 (notarized by deed of H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 2, dated 5 May 2009), the shareholders agreed to allocate Rp1 million of the Companys 2008 net income as statutory reserve.

16. PENJUALAN BERSIH


2009 Merupakan penjualan bersih ke pihak ketiga: Lokal Ekspor 2008

16. NET SALES

1.606.191 10.073 1.616.264

1.308.610 17.051 1.325.661

Represent net sales to third parties for: Local Export

Rincian pelanggan utama dengan nilai penjualan bersih melebihi 10% dari nilai penjualan bersih konsolidasi adalah sebagai berikut: 2009 PT Gitaswara Indonesia PT Bintang Bali Indah PT Bintang Sido Raya 337.919 321.688 190.976

Major customers for which the net sales value exceeded 10% of the consolidated net sales are as follows: 2008 319.607 218.770 152.455 PT Gitaswara Indonesia PT Bintang Bali Indah PT Bintang Sido Raya

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

34

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

66
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

17. BEBAN POKOK PENJUALAN

17. COST OF GOODS SOLD

2009 Bahan baku dan kemasan yang dipakai Biaya upah langsung Biaya pabrikasi Jumlah biaya produksi Kenaikan barang dalam pengolahan Biaya produksi Kenaikan barang jadi

2008 Raw materials and packaging materials used Direct labor cost Manufacturing overhead Total production costs Increase in goods in process Cost of production Increase in finished goods

391.417) 75.984) 311.981) 779.382) (5.030) 774.352) (7.434) 766.918)

325.850 74.213 298.864 698.927 (2.170) 696.757 (10.201) 686.556

18. BEBAN USAHA

18. OPERATING EXPENSES

2009 Beban pemasaran dan penjualan: Promosi Distribusi Gaji dan kompensasi karyawan lainnya Penyusutan Lain-lain

2008 Marketing and selling expenses: Promotion Distribution Salaries and other employee compensation Depreciation Others

113.386) 111.701) 37.425) 3.097) 11.192) 276.801)

121.162 112.037 32.601 1.923 13.440 281.163

Beban umum dan administrasi: Gaji dan kompensasi karyawan lainnya Penyusutan dan amortisasi Perjalanan, komunikasi, jasa professional, dan lain-lain

31.707) 6.499) 20.955) 59.161) 335.962)

40.993 6.313 24.350 71.656 352.819

General and administrative expenses: Salaries and other employee compensation Depreciation and amortization Travelling, communications, professional fees, and others Total operating expenses

Jumlah beban usaha

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

35

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

67
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

19. DIVIDEN KAS


2009 2008

19. CASH DIVIDENDS

Dividen kas untuk hasil operasi tahun 2007: Dividen kas final sebesar Rp 3.600 (rupiah) per saham, diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 14 Mei 2008 (diaktakan dalam akta notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 9, tanggal 14Mei 2008) Dividen kas untuk hasil operasi tahun 2008: Dividen kas final sebesar Rp 15.000 (rupiah) per saham, diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris Perseroan tanggal 5 Mei 2009 (diaktakan dalam akta notaris H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 2, tanggal 5 Mei 2009) Dividen kas untuk hasil operasi tahun 2009: Dividen kas interim sebesar Rp 12.500 (rupiah) per saham, sesuai dengan Circular Resolutions dari Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tanggal 1 Desember 2009.

Cash dividends for 2007 result: Final cash dividends of Rp 3,600 (rupiah) per share, as per Annual General Meeting of Shareholders of the Company on 14 May 2008 (notarized by deed of H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 9, dated 14 May 2008) Cash dividends for 2008 result: Final cash dividends of Rp 15,000 (rupiah) per share, as per Meeting of the Board of Commissioners of the Company on 5 May 2009 (notarized by deed of H. Syarif Siangan Tanudjaja, SH No. 2, dated 5 May 2009) Cash dividends for 2009 result: Interim cash dividends of Rp 12,500 (rupiah) per share, as per Circular Resolutions of Boards of Directors and Commissioners of the Company on 1 December 2009.

75.852

316.050

263.375 579.425

75.852

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

36

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

68
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Saldo signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Kelompok Heineken) per tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

20. RELATED PARTY BALANCES AND TRANSACTIONS


Significant outstanding balances with related parties (Heineken Group) as of 31 December 2009 and 2008 are as follows:

2009 Dalam jutaan rupiah/ In millions of rupiah Hutang lain-lain: Jasa teknik - Heineken Supply Chain B.V., Belanda Biaya-biaya tenaga kerja asing - Heineken Brouwerijen B.V., Belanda Lainnya

2008 Dalam jutaan rupiah/In millions of rupiah

% Other payables: Technical fees - Heineken Supply Chain B.V., The Netherlands Charges related to employee costs - Heineken Brouwerijen B.V., The Netherlands Others Dividend payables: Heineken International B.V. Distilled Trading International B.V. Beleggingsmaatschappij Limba Amstel Internationaal B.V.

12.623

11,89

11.808

14,41

1.260 1.931 15.814

1,19 1,82 14,90

2.081 1.725 15.614

2,53 2,10 19,04

Hutang dividen: Heineken International B.V. Distilled Trading International B.V. Beleggingsmaatschappij Limba Amstel Internationaal B.V.

180.005 9.512 3.853 204 193.574

75,40 3,98 1,61 0,09 81,08

136 136

5,82 5,82

Transaksi-transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tahun 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: 2009 Dalam jutaan rupiah/In millions of rupiah Pembelian persediaan: Mouterij Albert N.V., Belanda Heineken Supply Chain B.V., Belanda

Significant related party transactions during 2009 and 2008 are as follows: 2008 Dalam jutaan rupiah/In millions of rupiah

% Purchases of inventories: Mouterij Albert N.V., The Netherlands Heineken Supply Chain B.V., The Netherlands

11.644 11.644

2,96 2,96

6.419 543 6.962

1,77 0,15 1,92

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

37

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

69
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (Lanjutan)

20. RELATED PARTY BALANCES AND TRANSACTIONS (Continued)

2009 Dalam jutaan rupiah/In millions of rupiah Jasa Teknik: Heineken Supply Chain B.V., Belanda (Catatan 22a)

2008 Dalam jutaan rupiah/In millions of rupiah

% Technical services: Heineken Supply Chain B.V., The Netherlands (Note 22a)

56.911 56.911

7,42 7,42

53.204 53.204

7,75 7,75

Royalti: Heineken Brouwerijen B.V., Belanda (Catatan 22e) 5.768 0,75 3.773 0,55

Royalty: Heineken Brouwerijen B.V., The Netherlands (Note 22e)

Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut dilakukan secara wajar (arms length).

All transactions with these related parties are conducted on an arms length basis.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

38

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

70
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

21. AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM VALUTA ASING


Aktiva dan kewajiban moneter dalam valuta asing per tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

21. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES IN FOREIGN CURRENCIES


Monetary assets and liabilities denominated in various foreign currencies as of 31 December 2009 are as follows: Dalam jutaan rupiah/ In millions of rupiah 4.771) 2.139) 140) 84) 86) 8) 7.228) Assets: Cash and cash equivalents

Valuta asing/ Foreign currency Aktiva: Kas dan setara kas USD EUR CHF SGD GBP AUD 507.505 158.322 15.441 12.560 5.682 944

Kewajiban: Hutang usaha - pihak ketiga

USD EUR GBP EUR

2.040.557 480.640 186.677 394.834

(19.181) (6.493) (2.821) (5.334)

Liabilities: Trade payables - third parties

Hutang usaha - pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang Lain-lain pihak ketiga

Trade payables - related parties

USD EUR SGD GBP EUR

434.065 266.245 8.229 1.970 1.147.208

(4.080) (3.597) (55) (30) (15.498)

Other payables - third parties

Hutang lain-lain pihak yang mempunyai hubungan istimewa Biaya yang masih harus dibayar

Other payables - related parties

EUR USD CHF

547.726 122.520 43.904

(7.400) (1.152) (399) (66.040)

Accrued expenses

Kewajiban moneter bersih dalam valuta asing Pada saat diperlukan, Perseroan mengadakan kontrak valuta berjangka untuk mengatasi resiko perubahan nilai tukar valuta asing yang timbul dari aktivitas operasional.

(58.812)

Net monetary liabilities in foreign currencies

When necessary, the Company enters into forward exchange contracts to manage its net exposure to changes in foreign currency exchange rates arising from operating activities.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

39

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

71
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

22. PERJANJIAN-PERJANJIAN
a. Perseroan mengadakan perjanjian bantuan teknik (Perjanjian) dengan Heineken Supply Chain B.V., Belanda (HSC), pihak yang mempunyai hubungan istimewa, di mana HSC setuju untuk memberikan bantuan teknik, pembelian dan jasa lainnya, sebagaimana dan pada saat diminta oleh Perseroan, selama jangka waktu 10 tahun efektif sejak 1 Januari 1981. Berdasarkan Perjanjian ini, HSC juga akan menjamin Perseroan untuk pemakaian yang berkelanjutan atas label dan merek dagang Bir Bintang. Perjanjian ini secara otomatis diperpanjang untuk setiap 10 tahun berikutnya (perpanjangan terakhir di tahun 2001) selama tidak ada pernyataan secara tertulis dari salah satu pihak yang memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri Perjanjian tersebut. Sebagai imbalan atas bantuan teknik dan hak penggunaan merek dagang, Perseroan setuju membayar kepada HSC sebesar EUR 3,6302 untuk setiap hektoliter bir yang diproduksi.

22. AGREEMENTS a.
The Company entered into a technical assistance agreement (the Agreement) with Heineken Supply Chain B.V., The Netherlands (HSC), a related party, whereby the latter will render technical, buying and other services, as and when requested by the Company, for a period of 10 years effective from 1January 1981. Under the Agreement, HSC shall also provide to the Company the continued use of the Bir Bintang label and trademark. The Agreement was automatically renewed for another 10years (most recently in 2001) as neither of the parties gave notice in writing of any intention to terminate the Agreement. In consideration for the technical services and the right to use trademarks, the Company has agreed to pay HSC a fee of EUR 3.6302 per hectoliter of lager beer produced.

b.

Pada tahun 2003, Perseroan mengadakan perjanjian lisensi merek dagang (Perjanjian) dengan Diageo Ireland, Republik Irlandia, dan Diageo Great Britain Limited (DGBL), Inggris. Berdasarkan Perjanjian ini, Perseroan menikmati hak eksklusif untuk memproduksi dan menjual Guinness Foreign Extra Stout (FES) di Indonesia dan dapat meminta bantuan teknik dari DGBL sehubungan dengan produksi FES. Perjanjian ini berlaku untuk masa 10 tahun sampai dengan 31 Desember 2013 dan selanjutnya, kecuali dan sampai salah satu pihak memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri Perjanjian ini. Atas hak eksklusif tersebut, Perseroan membayar kepada DGBL sejumlah royalti sebesar 8,5% dari nilai penjualan bersih FES termasuk pajak penjualan barang mewah dan bea cukai.

b.

In 2003, the Company entered into a trademark license agreement (the Agreement) with Diageo Ireland, Republic of Ireland, and Diageo Great Britain Limited (DGBL), United Kingdom. Under the Agreement, the Company enjoys the exclusive right to produce and sell Guinness Foreign Extra Stout (FES) in Indonesia and may request technical assistance from DGBL in connection with the production of FES. The agreement covers a period of 10 years until 31December 2013 and thereafter, unless and until terminated by either party. For these rights, the Company pays DGBL a royalty fee equal to 8.5% of FES net sales price including luxury sales tax and excise duty.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

40

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

72
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

22. PERJANJIAN-PERJANJIAN (Lanjutan)


c. Pada tahun 1982, Perseroan mengadakan perjanjian royalti (Perjanjian) dengan Green Sands S.A., Swiss (GSS). Berdasarkan Perjanjian ini, Perseroan diperbolehkan menggunakan merek dagang Green Sands, membeli konsentrat dan memproduksi Green Sands selama jangka waktu 10 tahun efektif sejak 30 Juni 1982. Perjanjian ini secara otomatis diperpanjang untuk setiap 5 tahun berikutnya, kecuali dan sampai salah satu pihak memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri perjanjian ini secara tertulis sekurang-kurangnya 12 bulan sebelum tanggal pengakhiran. Tidak ada satu pihak yang mengeluarkan pemberitahuan tersebut saat ini. Perseroan setuju untuk membayar royalti kepada GSS sebesar CHF 1,79 untuk setiap hektoliter penjualan Green Sands.

22. AGREEMENTS (Continued) c.


In 1982, the Company entered into a royalty agreement (the Agreement) with Green Sands S.A., Switzerland (GSS). Under the Agreement, the Company is granted the permission to use the Green Sands trademark, to purchase their concentrate and manufacture Green Sands for a period of 10 years effective from 30 June 1982. The Agreement is automatically renewable for another 5 years, unless and until either party gives to the other 12-month prior notice in writing of its intention to terminate the Agreement. Neither party has issued such notice to date. The Company has agreed to pay GSS a royalty of CHF 1.79 per hectoliter of Green Sands sales as consideration for such rights.

d.

Efektif sejak 1Januari 2004, Perseroan memperbaharui perjanjian distribusi (Perjanjian) dengan PTGitaswara Indonesia, dimana PT Gitaswara Indonesia menikmati hak tunggal untuk mendistribusikan dan menjual bir hitam Guinness (Guinness Stout) yang diproduksi oleh Perseroan di seluruh Indonesia. Perjanjian ini berlaku untuk masa 10 tahun sampai dengan 31 Desember 2013 dan selanjutnya, kecuali dan sampai salah satu pihak memberitahukan keinginannya untuk mengakhiri Perjanjian ini.

d.

Effective from 1January 2004, the Company renewed its distribution agreement (the Agreement) with PT Gitaswara Indonesia, whereby PT Gitaswara Indonesia enjoys the sole right to distribute and sell Guinness Stout brewed by the Company in and throughout Indonesia. The Agreement covers a period of 10 years until 31 December 2013 and thereafter, unless and until terminated by either party.

e.

Pada tanggal 17 Januari 2005, Perseroan mengadakan perjanjian lisensi merek dagang (Perjanjian) dengan Heineken Brouwerijen B.V., Belanda, pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Berdasarkan Perjanjian ini. Perseroan menikmati hak eksklusif untuk menggunakan merek dagang Heineken selama jangka waktu 10 tahun, yang mana Perseroan membayar sejumlah royalti sebesar 7,2% dari nilai penjualan bersih Heineken.

e.

On 17 January 2005, the Company entered into a trademark license agreement (the Agreement) with Heineken Brouwerijen B.V., the Netherlands, a related party. Under the Agreement, the Company has the exclusive right to use Heineken trademarks for a period of 10 years, for which the Company pays a royalty fee equal to 7.2% of Heineken sales proceeds.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

41

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

73
PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk AND SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)/ NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus)/(In millions of rupiah, unless otherwise specified)

23. KOMITMEN

23. COMMITMENTS
As of 31 December 2009, the Company and subsidiary have unused credit facilities as follows: The Company: Citibank, N.A., revolving uncommitted short-term loan for the amount of Rp 100 billion which will expire in June 2010 and an overdraft line checking account for the amount of Rp 14.7 billion which expires in April 2010. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (Bank), revolving uncommitted short-term loan for the amount of Rp 50 billion. This facility will be automatically extended unless the Bank or the Company states otherwise.

Per 31 Desember 2009, Perseroan dan anak perusahaan memiliki fasilitas-fasilitas kredit yang belum digunakan sebagai berikut: Perseroan: Citibank, N.A., revolving uncommitted short-term loan sejumlah Rp 100 milyar yang akan berakhir pada bulan Juni 2010 dan overdraft line checking account sejumlah Rp 14,7 milyar yang akan berakhir di bulan April 2010. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (Bank), revolving uncommitted short-term loan sejumlah Rp 50 milyar. Fasilitas ini akan diperpanjang secara otomatis kecuali Bank atau Perseroan menyatakan lain.

Anak perusahaan: Citibank, N.A., overdraft line checking account berjumlah Rp 10 milyar yang akan berakhir pada bulan Januari 2011.

Subsidiary: Citibank, N.A., overdraft line checking account for the amount of Rp 10 billion which expires in January 2011.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

42

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

74
LAMPIRAN 1.1 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA) NERACA 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) SCHEDULE 1.1 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE) BALANCE SHEETS LAMPIRAN/SCHEDULE 31 DECEMBER 2009 AND 2008 1.1 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE)
31 DESEMBER 2009 DAN 2008/31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus/In millions of rupiah, unless otherwise specified)

NERACA/BALANCE SHEETS

AKTIVA
AKTIVA LANCAR

2009

2008

ASSETS
CURRENT ASSETS

KAS DAN SETARA KAS PIUTANG USAHA PIUTANG LAIN-LAIN: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PERSEDIAAN Setelah dikurangi penyisihan persediaan slowmoving sebesar Rp 5.218 juta pada tahun 2009 dan Rp 3.541 juta pada tahun 2008 BIAYA DIBAYAR DIMUKA INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF AKTIVA LANCAR LAIN-LAIN JUMLAH AKTIVA LANCAR
AKTIVA TIDAK LANCAR

135.842) 180.979) ) ) 1.342) 28.687)

11.703 157.816 2.102 12.515

110.497) 13.659) -) 5.275) 476.281)

103.254 12.645 14.873 8.305 323.213

CASH AND CASH EQUIVALENTS TRADE RECEIVABLES OTHER RECEIVABLES: Third parties Related party INVENTORIES Net of allowance for slow-moving inventories of Rp 5,218 million in 2009 and Rp 3,541 million in 2008 PREPAID EXPENSES DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS OTHER CURRENT ASSETS TOTAL CURRENT ASSETS
NON-CURRENT ASSETS

INVESTASI DI ANAK PERUSAHAAN AKTIVA TETAP Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 409.118 juta dan penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 2.495 juta pada tahun 2009 (2008: Rp 394.196 juta dan Rp 5.587 juta) AKTIVA TAK BERWUJUD Setelah dikurangi amortisasi sebesar Rp 12.788 juta pada tahun 2009 dan Rp 8.244 juta pada tahun 2008 AKTIVA LAIN-LAIN JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR JUMLAH AKTIVA

132.912)

88.929

408.991)

390.899

INVESTMENT IN SUBSIDIARY FIXED ASSETS Net of accumulated depreciation of Rp 409,118 million and impairment allowance of Rp 2,495 million in 2009 (2008: Rp 394,196 million and Rp 5,587 juta) INTANGIBLE ASSETS Net of amortization of Rp 12,788 million in 2009 and Rp 8,244 million in 2008 OTHER ASSETS TOTAL NON-CURRENT ASSETS TOTAL ASSETS

843) 4.169) 546.915) 1.023.196)

5.387 4.298 489.513 812.726

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

43

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

75
LAMPIRAN 1.2 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA) NERACA (Lanjutan) 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) SCHEDULE 1.2 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE) BALANCE SHEETS (Continued) YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 LAMPIRAN/SCHEDULE (In millions of rupiah, unless otherwise specified)1.2

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE)
31 DESEMBER 2009 DAN 2008/31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali untuk nominal saham /In millions of rupiah, except for par value of shares)

NERACA (Lanjutan)/BALANCE SHEETS (Continued)

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

2009

2008

LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY


CURRENT LIABILITIES

KEWAJIBAN LANCAR

HUTANG USAHA: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa HUTANG PAJAK HUTANG LAIN-LAIN: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa HUTANG DIVIDEN: Pihak ketiga Pihak yang mempunyai hubungan istimewa PINJAMAN DARI PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR JAMINAN EMBALASI INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

44.360) 5.525) 176.549) 68.274) 23.740) 27.534) 210.982) 170.000) 33.038) 99.336) 24.943) 884.281)

46.791) 2.799) 165.680) 42.466) 15.655) 2.199) -) -) 42.940) 116.193) -) 434.723)

TRADE PAYABLES: Third parties Related parties TAXES PAYABLE OTHER PAYABLES: Third parties Related parties DIVIDENDS PAYABLE: Third parties Related parties LOAN FROM RELATED PARTY ACCRUED EXPENSES DEPOSITS ON CONTAINERS DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS TOTAL CURRENT LIABILITIES
NON-CURRENT LIABILITIES

KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN, bersih PENYISIHAN UNTUK IMBALAN KERJA KEWAJIBAN TIDAK LANCAR LAINNYA JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
EKUITAS

29.533) 3.559) -) 33.092)

25.619) 2.131) 5.463) 33.213)

DEFERRED TAX LIABILITIES, net EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATIONS OTHER NON-CURRENT LIABILITIES TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
SHAREHOLDERS EQUITY

MODAL SAHAM, nilai nominal Rp1.000 per saham: Modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh 21.070.000 saham TAMBAHAN MODAL DISETOR SELISIH NILAI TRANSAKSI RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI SALDO LABA: Sudah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya JUMLAH EKUITAS

21.070) 1.802)

21.070) 1.802)

613) 6) 82.332) 105.823) 1.023.196)

613) 5) 321.300) 344.790) 812.726)

SHARE CAPITAL, par value of Rp 1,000 per share: Authorized, issued and fully paid-up 21,070,000 shares ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL DIFFERENCE IN VALUE RESULTING FROM RESTRUCTURING TRANSACTIONS BETWEEN COMPANIES UNDER COMMON CONTROL RETAINED EARNINGS: Appropriated Unappropriated TOTAL SHAREHOLDERS EQUITY TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

44

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

76
LAMPIRAN 2 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA) LAPORAN LABA RUGI TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) SCHEDULE 2 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE) STATEMENTS OF INCOME LAMPIRAN/SCHEDULE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE)
LAPORAN LABA RUGI/STATEMENTS OF INCOME

TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus/In millions of rupiah, unless otherwise specified)

2009 PENJUALAN BERSIH BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA: Beban pemasaran dan penjualan Beban umum dan administrasi JUMLAH BEBAN USAHA LABA USAHA (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN, bersih: (Rugi) laba penjualan aktiva tetap Pendapatan bunga Laba (rugi) kurs, bersih (Rugi) laba kurs valuta berjangka, bersih Beban bunga Lainnya JUMLAH (BEBAN) PENGHASILAN LAIN-LAIN, bersih BAGIAN LABA ANAK PERUSAHAAN LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK PENGHASILAN LABA BERSIH Laba per saham (dalam Rupiah): Laba usaha Laba bersih Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar/ditempatkan (dalam angka penuh) 1.146.530) (717.126) 429.404)

2008 917.734) (650.802) 266.932) NET SALES COST OF GOODS SOLD GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES: Marketing and selling expenses General and administrative expenses TOTAL OPERATING EXPENSES OPERATING PROFIT OTHER (EXPENSES) INCOME, net: (Loss) gain on sales of fixed assets Interest income Foreign currency exchange gain (loss), net Forward foreign currency exchange (loss) gain, net Interest expense Miscellaneous TOTAL OTHER (EXPENSE) INCOME, net SHARE IN PROFIT OF SUBSIDIARY PROFIT BEFORE TAX INCOME TAX EXPENSE NET PROFIT Earnings per share (in Rupiah): Operating profit Net profit Weighted average of total outstanding/issued shares (in full amount)

(1.228) (54.888) (56.116) 373.288)

(1.763) (67.572) (69.335) 197.597)

(788) 1.516) 2.091) (53.363) (9.303) (1.476) (61.323) 119.138) 431.103) (90.645) 340.458)

5.566) 296) (4.948) 22.344) (10.660) (2.211) 10.387) 75.157) 283.141) (60.835) 222.306)

17.717) 16.158)

9.378) 10.551)

21.070.000)

21.070.000)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

45

PT Multi Bintang Indonesia Tbk Laporan Tahunan 2009

77
LAMPIRAN 3 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA) LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus) SCHEDULE 3 PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE) STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY YEARS ENDED 31LAMPIRAN/SCHEDULE DECEMBER 2009 AND 2008 (In millions of rupiah, unless otherwise specified)

PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (INDUK PERUSAHAAN SAJA)/ PT MULTI BINTANG INDONESIA Tbk (PARENT COMPANY ALONE)
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 DAN 2008/YEARS ENDED 31 DECEMBER 2009 AND 2008 (Dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan khusus/In millions of rupiah, unless otherwise specified)

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS/ STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY

Tambahan

modal
Modal saham/ Share capital disetor/ Additional paid-in capital

Selisih nilai transaksi rektrukturisasi entitas sepengendali/ Difference in value resulting from restructuring Saldo laba/Retained earnings transactions between Belum Sudah ditentukan companies ditentukan under common penggunaannya/ penggunaannya/ Appropriated control Unappropriated

Jumlah ekuitas/ Total shareholders equity

Saldo per 31 Desember 2007 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang-undang Laba bersih tahun 2008 Dividen kas Saldo per 31 Desember 2008 Pencadangan saldo laba untuk cadangan menurut undang-undang Laba bersih tahun 2009 Dividen kas Saldo per 31 Desember 2009

21.070

1.802

613

174.847)

198.336)

Balance as of 31 December 2007 Appropriation of retained earnings for statutory reserves Net profit for 2008 Cash dividends Balance as of 31 December 2008 Appropriation of retained earnings for statutory reserves Net profit for 2009 Cash dividends Balance as of 31 December 2009

1 -

(1) 222.306) (75.852)

-) 222.306) (75.852)

21.070

1.802

613

321.300)

344.790)

1 -

(1) 340.458) (579.425)

-) 340.458) (579.425)

21.070

1.802

613

82.332)

105.823)

PT Multi Bintang Indonesia Tbk

46

PT Multi Bintang Indonesia Tbk 2009 Annual Report

Halaman ini sengaja dikosongkan This page intentionally left blank

Head Office Talavera Office Park 20th Floor Jl. Let.Jend. TB Simatupang Kav 22-26 Jakarta 12430, Indonesia PO BOX 3264 JKT, Jakarta 10032 Tel: (62-21) 7592 4611 Fax: (62-21) 7592 4617 Breweries Jl. Daan Mogot Km. 19, PO Box 3264 Jakarta 10032 Tel: (62-21) 619 0108, 545 0750 Fax: (62-21) 619 0190 Jl. Raya Mojosari - Pacet Km. 50, Sampang Agung Kc. Kutorejo, Kab. Mojokerto, Jawa Timur Tel: (62-321) 592 505 Fax: (62-321) 592 508

www.multibintang.co.id

Beri Nilai