Anda di halaman 1dari 2

Anemia dan Remaja

Remaja sangat beresiko menderita anemia khususnya kurang zat besi. Menurut National Anemia Action Council, AS, sekitar 12 persen perempuan yang berusia 12 49 tahun kekurangan zat besi, dan 20 persen wanita hamil di AS mengalami anemia. Di Indonesia sendiri diperkirakan sekitar 25 persen remaja Indonesia mengalami anemia. Meski tidak menular namun anemia sangat berbahaya karena bisa memengaruhi derajat kesehatan calon bayinya kelak. Resiko terkena anemia pada remaja putri lebih tinggi dibandingkan pada remaja putra. Alasan pertama karena remaja putri setiap bulannya mengalami haid. Alasan kedua karena remaja putri seringkali menjaga penampilan, ingin tetap terlihat kurus dan langsing bak gitar spanyol alhasil berdiet dan mengurangi porsi makan sering menjadi pilihan. Padahal diet yang tidak seimbang ditambah kurangnya pengetahuan tentang cara berdiet yang benar sehingga pemenuhan akan zat gizi yang penting seperti zat besi tidak terpenuhi.

Lalu apa sih anemia itu ??

Secara ilmu kedokteran, anemia diartikan sebagai penurunan kadar hemoglobin serta hitung eritrosit dan hematokrit di bawah normal. Dengan berkurangnya hemoglobin tadi, tentu kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuhpun berkurang. Akibatnya, tubuh kita kurang mendapat pasokan oksigen, yang menyebabkan tubuh lemas dan cepat lelah. Sebagian besar anemia di indonesia sendiri disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Tanda-tanda anemia pada umumnya si penderita terlihat Lemah, Lesu, Letih, Lelah, Lunglai (5L); sering memheluh pusing dan mata berkunang-kunang; gejala lebih lanjut adalah kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi lebih pucat. Pada remaja anemia dapat menurunkan kemampuan dan

konsentrasi belajar, mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal, menurunkan kemampuan fisik seperti mudah terinfeksi dan mengakibatkan wajah pucat. Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan meningkatkan asupan makanan bergizi, menambah pemasukan zat besi dalam tubuh dengan meminum tablet tambah darah atau tablet Fe. Sedangkan perawatan anemia sendiri bergantung pada jenis anemia yang di hadapi.

Jika anemia di sebabkan oleh masalah obat-obatan seperti talasemia, leukiemia, di perlukan perawatn khusus

Jika anemia di sebabkan oleh kekurangan zat besi, maka konsumsi makanan seimbang yang mengandunng zat besi yang tinggi dan juga pil tambahan zat besi. Sebaiknya minum pil tambahan zat besi bersama dengan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi

Penyebab utama anemia seperti radang usus harus mendapat perawatan intensis dokter