Anda di halaman 1dari 2

8 TAHAP PERKEMBANGAN ANAK MENURUT ERIC ERIKSON:

Apa beda antara orang dewasa dengan anak-anak dalam hal perkembangan jiwanya? Bedanya yang paling mendasar adalah ,untuk anak-anak

,perkembangan jiwanya ditentukan oleh pengaruh faktor eksternal diluar dirinya. Faktor eksternal disini adalah kedua orang tua, keluarga dan lingkunganEnam tahap perkembangan anak Seorang pakar psikologi, Eric erikson, menyimpulkan bahwa perkembangan anak itu mengalami enam tahap dan setiap tahapnya menawarkan potensi kemajuan dan potensi kemunduran.( Human Development;1978). Dengan mengetahui tahapan-tahapan ini, kita bisa melihat apa yang dibutuhkan anak kita dan bagaimana menanganinya. Tahap pertama, trust versus mistrust (percaya versus tidak percaya). Ini terjadi pada usia dari lahir sampai satu tahun. Anak yang mendapatkan kasih sayang dan perlindungan yang cukup dari orangtua atau orang dewasa disekitarnya. Akan mempersepsikan dunia ini sebagai tempat yang aman untuk hidup sehingga ia pede. Tahapan kedua, otonomi versus rasa malu dan rasa ragu. Ini terjadi pada usia 2 sampai 3 tahun. Pada usia ini, anak-anak sudah mulai mengenal dunia dengan cara merangkak, berjalan dan sering sekali harus menghadapi konflik dengan orang dewasa di sekitarnya. Sering munculnya berbagai kemauan anak.

Tahapan ketiga, inisiatif versus rasa bersalah, ini terjadi pada usia 4 sampai 5 tahun. Pada usia ini anak sudah mulai punya kemampuan motori dan mental yang bagus. Dia juga sudah mulai mengenal dunia luar. Orang tua yangmemberikan kesempatan kepada anak ntuk bereksplorasi melalui permainan, maka akan mengembangkan inisiatif dan kreativitas anak Tahapan keempat, industry versus inferiority. Ini terjadi pada usia 6 sampai 11 tahun .ketika anak mulai masuk SD, dia sudah bisa merasakan nilai sebuah prestasi. Orang tua yang memotivasi anak untuk berprestasi ini akan mengembangkan kapasitas industri. Tahapan keenam, pencarian indentitas versus kebingungan. Ini terjadi pada usia 12 sampai 18 tahun. Pada masa ini anak sudah memasuki masa remaja. Ia ingin bebas dari pengaruh orang dewasa di sekitarnya dengan cara cara yang bermacam-macam,misalnya keinginan dia untuk menunjukkan kebiasaan dengan menentang orang tua.