Anda di halaman 1dari 9

BAB 10

Analisis Laporan Kinerja Keuangan


(Tugas Sistem Pengendalian Manajemen)

Kelompok 12:

1. 2. 3. 4.

Samadhi yudha pratama Yosheko Casimira Morgan Fransiska Fani Heliyanto Meylani rizki bangun

(11 09 22796) (11 09 22800) (11 09 22801) (11 09 22869)

Analisis Laporan Kinerja Keuangan


1. Menghitung Varians
Kinerja yang optimal adalah yang sesuai dengan anggaran. Hampir semua perusahaan membuat analisis bulanan atas perbedaan antara pendapatan dan beban aktual dengan yang dianggarkan untuk setiap unit bisnis dan untuk organisasi keseluruhan (beberapa perusahaan melakukannya per kuartal). Sistem yang efektif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen terendah. Varians bersifat hierarkis. Varians dimulai dengan kinerja unit bisnis keseluruhan, yang dibagi menjadi varians pendapatan dan varians beban. Varians pendapatan dibagi lebih lanjut menjadi varians volume dan varians harga untuk unit bisnis keseluruhan dan untuk setiap pusat tanggung jawab pemasaran dalam unit tersebut. Varians tersebut dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan area dan distrik penjualan. Varians beban dapat dibagi menjadi beban produksi dan beban lainnya. Beban produksi dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan pabrik dan departemen dalam suatu pabrik. Oleh karena itu, perusahaan bisa mengidentifikasikan setiap varians dengan manajer individual yang bertanggung jawab untuk itu. Karakteristik analisis yang digunakan dalam analisis varians meliputi ide-ide berikut ini : Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang memengaruhi laba. Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut. Fokus pada dampak laba dari varians dalam setiap faktor penyebab. Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor lainnya dianggap konstan. Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat akal sehat yang paling mendasar Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-faktor penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan.

==> Varians Pendapatan


Varians pendapatan menjelaskan mengenai bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini produk kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians yang positif adalah menguntungkan, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa laba aktual melebihi laba yang dianggarkan, dengan varians yang negatif adalah tidak menguntungkan.

==> Varians Harga Penjualan Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual dan harga standar dengan volume aktual. ==> Varians Bauran dan Volume Sering kali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan untuk gabungan dari varian bauran dan volume adalah : Varians Bauran dan Volume = (volume aktual-volume yang dianggarkan) *kontribusi per unit yang dianggarkan varian volume diakibatkan dari menjual lebih banyak unit daripada yang dianggarkan. Varians bauran diakibatkan dari menjual proporsi produk yang berbeda dari yang diasumsikan dalam anggaran. Karena setiap produk memperoleh kontribusi per unit yang berbeda, maka penjualan proporsi produk yang berbeda dari yang dianggarkan akan menghasilkan suatu varians. Jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang lebih kaya (contoh, proporsi produk yang lebih tinggi dengan margin kontribusi yang tinggi), laba actual akan lebih tinggi dari yang dianggarkan dan jika unit bisnis tersebut memiliki bauran yang lebih ramping maka laba akan menjadi lebih rendah. Karena varians volume dan bauran bersifat gabungan, maka teknik semacam itu dijelaskan di bawah ini : ==> Varians Bauran Varians bauran untuk masing-masing produk diperoleh dari persamaan berikut : Varians Bauran = {(Total volume penjualan aktual*Proporsi yang dianggarkan)-(volume penjualan actual)}*kontribusi per unit yang dianggarkan.

==> Varian Volume Varian volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari gabungan antara varians bauran dengan varians volume. Varians volume = {(total volume penjualan actual)*(persentase yang dianggarkan)}-{(penjualan yang dianggarkan)*(kontribusi per unit yang dianggarkan)}

==> Penetrasi Pasar dan Volume Industri Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam pangsa pasar dan jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume industri. Prinsipnya adalah bahwa manajer unit bisnis bertanggung jawab atas pangsa pasar, tetapi mereka tidak bertanggung jawab atas volume industri .Persamaan berikut ini

digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industri untuk varians bauran dan volume: a. selisih pangsa pasar = (penjualan sesungguhnya volume industry ) x penetrasi pasar dianggarkan x unit kontribusi dianggarkan b. selisih volume industry = (volume industry sesungguhnya volume industry dianggarkan) x penetrasi pasar x unit kontribusi dianggarkan Varians Pendapatan berdasarkan Produk Varians pangsa pasar dihitung untuk setiap produk secara terpisah, dan varians total adalah jumlah perhitungan secara aljabar. Varians volume industri dapat dihitung untuk setiap produk sebagai berikut : Varians volume industry = (Volume industri actual Volume industry yang dianggarkan)*Penetrasi pasar yang dianggarkan*Kontribusi per unit yang dianggarkan

==> Varians Beban - Biaya Tetap Merupakan varians antara biaya tetap aktual dengan yang di anggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi bak oleh volume penjualan maupun volume produksi. - Biaya Variabel Biaya variabel merupakan biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi variabel yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi aktual. Beban produksi yang dianggarkan disesuaikan ke jumlah yang seharusnya dikeluarkan pada tingkat produksi aktual dengan cara mengalikan setiap elemen dari biaya standar untuk setiap produk dengan volume produksi. Volume yang digunakan untuk menyesuaikan beban produksi variabel yang dianggarkan adalah volume produksi, bukan volume penjualan, yang digunakan dalam menentukan varians pendapatan. Apabila volume produksi berbeda dengan volume penjualan, maka perbedaan biaya akan terlihat dalam perubahan di persediaan.

2. Variasi dalam Praktik ==> Periode waktu dari perbandingan Beberapa perusahaan menggunakan kinerja untuk tahun tersebut sam[pai tangal tertentu sebagai dasar perbandingan. Untuk periode yang berakhir sampai tanggal 30 juni, akan digunakana jumlah yang dianggarkan dan jumlah yang actual untuk enam bulan yang berakhir tanggal 30 juni, daripada jumlah utnuk bulan juni saja. Perusahaa-perusahaan lain membandingkan anggaran utnuk satu tahun penuh dengan estimasi sekarang atas aktual utnuk tahun yang bersangkutan. Jumlah aktual untuk laporan yang disiapkan per tanggal 30 juni akan terdiri dari angka aktual untuk enam bulan pertama ditambah estimais terbaik saat ini atas pendapatan dan beban untuk enam bulan berikutnya. Perbandingan untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu tidak terlalu dipengaruhi oleh penyimpangan temporer yang mungkin terlihat aneh untuk bulan sekarang. Dan oleh karena itu, tidak perlu diperhatikan oleh manajemen. Di pihak lain, hal tersebut mungkin menyembunyikan timbulnya faktor penting yang tidak bersifat kontemporer. Perbedaan antara anggaran tahunan dengan perkiraan saat ini akan kinerja actual untuk satu tahun penuh menunjukan seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Bila kenirja untuk tahun tersebut samapi dengan tanggal tertentu lebih buruk dibandingkan dengan anggran utnuk tahun tahun tersebut dengan tanggal itu, adalah mungkin deficit yang akan terjadi dapat diatasi dibulan-bulan tersisa. Disisi lain, kekuatan-kekuatan yang membuat kinerja actual berada di bawah anggran untuk tahun tersebut sampai dengan tanggla tertent dapat diperkirakan akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya, sehingga membuat angka akhir berbeda secara signifikan dari jumlah yang dianggarkan. Manajemen senior membutuhkan estimasi laba yang realistis untuk setahun penuh, baik karena hal itu menandakan perlunya mengubah kebijakan dividen, mendapatkan utnuk kas, atau mengubah tingakt pengeluaran diskresioner, maupun karena estimasi saat ini akan kinerja tahun tersebut sering kali diberikan kepada analisis keuangan atau pihak lainnya. Mendapatkan estimasi yang relistis adalah tidak mudah. Manajer untit bisnis cederung optimis terhadap kemampuan mereka utnuk berkinerjadi bualn-bulan selanjutnya, karena bila pesimis, maka hal tersebut akan membuat kemampuan mereka untuk mengelola diragukan. Samapi tingkat tertentu, kecenderungan ini dapat diatasi dengan mengharuskan adanya pembuktian oelh manajer unit bisnis utnuk menunjukan bahwa tren saat ini adalah jumlah margin, dan biaya tidak akan berlanjut. Tetapi, estimasi untuk satu tahun penuh dengan ringan, sementara kinerja actual hanyalah merupakan masalah pencatatan. Suatu alternative utnuk mengurangi masalah ini adalah dengan melaporkan kinerja baik untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu maupun utnuk satu taun penuh.

==> Fokus pada Margin Kotor Di banyak perusahaan,perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya diperkirakan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor yang dianggarkan-yaitu penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Kebijakan semacan itu terutama penting dalam periode infasi. Suatu analisis varians dalam system semacam itu tidak akan memiliki varians harga jual. Melainkan, aka nada varian harga kotor. Margin kotor perunit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi. Analisis varians dilakukan dengan mensubstitusikan margin kotoruntuk harga jual dengan persamaan pendapatan. Margin kotor adalah selisih antara harga jual actual dengan biaya produksi standar. Biaya produksi standar saat ini harus mempertimbangkan perubaha dalam biaya produksi yang disebabkan oleh perubahan dalam tariff upah dan harga jual bahan baku. Bahan baku tersebut dan biaya actualnya, digunakan agar efesiensi produksi tidak mempengaruhi kinerja dari organisasi pemasaran. ==> Keterbatasan Standar Standar harus merupakan ukuran yang andal mengenai bagaimana kinerja yang seharusnya. Akan tetapi standar dapat menjadi estimasi yang kurang akurat dengan alasan: 1. Standar tidak ditetapkan dengan selayaknya 2. Walaupun standar ditetapkan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar menjadi usang. ==> Sistem Biaya Penuh Perusahaan yang menggunakan sistem biaya penuh, jika persediaan akhir lebih tinggi dari persediaan awal maka sebagian biaya overhead tetap periode tersebut tetap tinggal di persediaan, bukan seluruhnya ke HPP. Jika persediaan akhir lebih rendah dari persediaan awal, maka lebih banyak biaya overhead tetap yang dilepaskan ke HPP dibandingkan dengan jumlah aktual yang terjadi di periode tersebut. Jika tingkat persediaan berubah dan jika volume produksi aktual berbeda dengan volume penjualan yang dianggarkan, maka sebagian dari varians volume produksi dimasukkan dalam persediaan. Akan tetapi jumlah penuh dari varians volume produksi harus dihitung dan dilaporkan. Varians ini adalah selisih antara biaya produksi tetap yang dianggarkan pada volume aktual dan biaya produksi tetap standar pada volume tersebut. Hal yang penting adalah varians produksi seharusnya dikaitkan dengan volume produksi, bukan volume penjualan.

==> Jumlah Rincian Varians pendapatan dapat dianalisis pada beberapa tingkatan : pertama secara total ; kemudian berdasarkan volume, bauran , dan harga ; lalu menganalisis varians volume dan bauran berdasarkan volume industri dan pangsa pasar. Pada setiap tingkatan, varians tersebut dianalisis berdasarkan produk individual. Beberapa perusahaan tidak mengembangkan lapisan sebanyak itu, tetapi ada juga yang mengembangkan lebih banyak lagi selama rincian tambahan masih dianggap berharga. Rincian tambahan untuk biaya produksi dapat dikembangkan dengan menghitung varians untuk pusat tanggung jawab di tingkat yang lebih rendah dan dengan mengidentifikasikan varians dengan faktor input yang spesifik. Lapisan-lapisan ini berkaitan dengan hierarki datipusat tanggung jawab. Mengambil tindakan dari laporan varians tidaklah memungkinkan kecuali dapat dikaitkan dengan manajer yang bertanggung jawab untuknya. Dengan teknologi informasi modern, hampir semua tingkat rincian dapat disediakan dengan cepat dan biaya yang wajar. Berapa banyak yang diperlukan tergantung pada informasi yang diminta manajer. Dalam situasi ideal, ada data dasar untuk membuat semua jenis analisis, tetapi hanya sebagian kecil dari data ini yang dilaporkan secara rutin.

==> Biaya teknik dan Biaya Diskresioner Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi dari kinerja yang baik yaitu semakin rendah biayanya maka semakin baik kinerjanya. Hal ini bergantung pada kualifikasi bahwa kualitas dan pengantaran tepat waktu dinilai memuaskan. Sebaliknya kinerja dari pusatr beban kebijakan biasanya dinilai memuaskan apabila beban aktual hampir setara dengan jumlah yang dianggarkan. Hal ini disebabkan karena varians yang menguntungkan dapat mengindikasikan bahwa pusat tanggung jawab tersebut tidak melaksanakan dengan mencukupi fungsifungsi yang disetujui akan dilaksanakan olehnya. Karena beberapa elemen dalam pusat beban kebijakan secara fakta merupakan beban teknik, varians yang menguntungkan adalah benar-benar menguntungkan untuk elemen ini.

==> Standart Evaluasi Dalam system pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam evaluasi laporan atas aktivitas actual dan terdiri atas tiga jenis 1. Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan Sebelumnya Bila disiapkan dan dikoordinasi secara hati-hati, maka merupakan standar yang unggul. Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja actual diperbandingkan di banyak perusahaan. Seandainya angka-angka anggaran didapat secara acak, maka tentu saja angka-angka tersebut tidak akan menghasilkan dasar yang andal untuk perbandingan. 2. Standar Historis Ini merupakan catatan dari kinerja actual yang telah lewat. Hasil dari bulan berjalan dapat dibandingkan dengan hasil bulan berikutnya, atau dengan hasil dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Standar ini memiliki dua kelemahan yang serius yakni : Kondisi mungkin saja berubah antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi. Kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak dapat diterima. 3. Standar Eksternal Ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan- perusahaan lain dalam industry yang sama. Kinerja dari kantor cabang penjualan dapat dibandingkan dengan kinerja dari kantor cabang penjualan lainnya. Bila kondisi- kondisi dari kedua pusat tanggung jawab tersebut serupa, maka perbandingan semacam itu dapat menghasilkan dasar yang bisa diterima untuk mengevaluasi kinerja. Beberapa perusahaan mengidentifikasikan perusahaan yang diyakini merupakan perusahaan yang dikelola paling baik dalam industry tersebut dan menggunakan angka-angka dari perusahaan tersebutbaik melalui kerja sama dengan perusahaan tersebut atau dari materi yang diterbitkan-sebagai dasar perbandingan. Proses ini disebut dengan benchmarking.

3. Keterbatasan Analisis Varians Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang paling penting adalah walaupun analisis ini mengidentifikasikan dimana, varian terjadi tetapitidak mengatakan mengapa varians ini terjadi atau apa yang dilakukan mengenainya. Masalah kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalah signifikan. Teknik statistik dapat dugunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan antara kinerja aktual dan standar

untuk beberapa proses tertentu,teknik ini disebut sebagai pengendalian mutu secara statistik. Tetapi teknik tersebut hanya dapat diterapkan jika proses itu diulang dalam interval yang sering seperti operasi dari suatu alat mesin dalam proses produksi. Keterbatasan yang ketiga adalah ketika laporan kinerja menjadi lebih teragregrasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya. Ketika varians menjadi terintegrasi para manager menjadi semakin nergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediksi yang menyertainya. Laporan hanya menunjukan apa yang telah terjadi, laporan tidak menunjukan dampak masa depan dari tindakan yang telah diambil manajer. ==> Tindakan Manajemen Salah satu manfaat laporan formal adalah laporan tersebut memberikan tekanan yang diinginkan pada manajer ditingkat yang lebih rendah untuk mengambil tindakan perbaikan atas inisiatif mereka sendiri. Informasi dari sumber yang tidak resmi mungkin tidak lengkap atau disalahpahami, sementara angka dalam laporan formal memberikan informasi yang lebih akurat dan laporan tersebut dapat mengkonfirmasikan atau meragukan informasi yang diterima dari sumber-sumber tidak resmi. Selain itu laporan formal juga menjadi dasar untuk analisis karena informasi dari sumber tidak resmi bersifat umum dan tidak tepat. Biasanya ada diskusi antara manajer unit bisnis dengan atasannya, dimana manajer unit bisnis menjelaskan alasan-alasan dari varians yang signifikan, tindakan yang diambil untuk memperbaiki situasi yang tidak menguntungkan dan perkiraan waktu dari setiap tindakan perbaikan.