Anda di halaman 1dari 4

Pendahuluan

Dalam meningkatkan produktifitas ternak ruminansia, diperlukan ketersediaan hijauan pakan, baik kualitas maupun kuantitas secara berkesinambungan. Masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan hijauan pakan adalah terbatasnya lahan. Peternak umumnya

memanfaatkan lahan produktif untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan yang dianggap mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan tanaman pakan. Di lain pihak, lahan marginal seperti: lahan di bawah naungan pohon kelapa, lahan pinggiran hutan, dan lahan di bawah naungan tanaman perkebunan belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena terbatasnya ketersediaan factor pertumbuhan tanaman seperti air, unsure hara, dan radiasi matahari pada lahan tersebut, sehingga peternak membiarkan lahannya ditumbuhi oleh tanaman liar atau rumput alam. Beberapa penelitian telah mencoba memanfaatkan lahan marginal secara maksimal dengan cara mengembangkan dan mengevaluasi berbagai jenis hijauan pakan yang tahan naungan. Salah satu jenis rumput hasil evaluasi tersebut adalah rumput Stenotaphrum secundatum Cv Vanuatu. Dari hasil referensi melaporkan bahwa naungan dapat menurunkan produksi hijauan, tetapi dapat meningkatkan kandungan nitrogen tanaman. Berdasarkan hal tersebut di atas, kami ingin mengamati kualitas hijauan rumput Stenotaphrum secundatum Cv Vanuatu pada berbagai taraf pemupukan nitrogen dalam kondisi ternaung dan tanpa naungan.

Materi dan Metode Bibit Rumput Percobaan dilakukan dalam rumah kaca dengan bibit Stenotaphrum secundatum Cv Vanuatu dalam bentuk serpihan rumpun dan telah dipotong dengan panjang yang sama yakni 10 cm dan sebagian daunnya juga dipotong untuk mengurangi transpirasi. Pupuk Pupuk yang digunakan adalah urea sebagai sumber N dengan berbagai taraf, yaitu : 0 kg ha-1 N, 200 kg ha-1 N, 400 kg ha-1 N, 600 kg ha-1 N.

Penaung Dalam percobaan ini, sebagai penaung digunakan plastik strimin (shade cloth) dengan tingkat naungan sebesar 20%, 40%, 60%.

Rancangan Percobaan Pada percobaan ini faktor yang ingin diuji dengan ketepatan yang tidak sama, karena dalam kasus ini yang diinginkan adalah ketepatan yang lebih tinggi dari respon naungan terhadap pemupukan nitrogen. Dengan demikian ketepatan pengujian untuk naungan lebih rendah daripada pemupukan dan interaksi naungan dan pemupukan. Dengan alasan tersebut, maka digunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot). Selanjutnya, hal yang perlu dilihat adalah materi percobaannya, faktor lingkungan, dan waktu pelaksanaannya. Karena pada percobaan ini materi percobaannya relatif homogen dan areal percobaannya memiliki lingkungan yang relatif homogen, serta waktu pelaksanaan percobaannya relatif singkat dan tidak mempengaruhi hasil percobaan, maka menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Percobaan dilakukan dengan replikasi/ulangan sebanyak empat kali ulangan (r = 4). Petak utama adalah naungan dengan empat taraf (a = 4), yaitu tanpa naungan dan dengan naungan 20%, 40%, 60%. Anak petak adalah pemupukan nitrogen dengan empat taraf dosis pemupukan (b = 4), yaitu : 0, 200, 400, 600 kg N/ha.

Pengacakan dan Tata Letak Dalam percobaan ini diperoleh r x a = 4 x 4 = 16 petak utama. Kelima belas petak utama tersebut langsung kita acak.

A2

A3

A1

A4

A1

A3

A2

A3

A1

A4

A2

A3

A1

A4

A2

A4

Kemudian tiap petak utama diacak untuk peletakan B1, B2, B3, B4.
B3 B1 B2 B4 B4 B2 B3 B1 B4 B2 B3 B1 B1 B3 B2 B4 B3 B4 B1 B2 B1 B3 B2 B4 B2 B4 B1 B3 B2 B1 B4 B3 B2 B1 B4 B3 B2 B4 B1 B3 B1 B3 B4 B2 B3 B4 B1 B2 B1 B3 B2 B4 B4 B2 B3 B1 B4 B2 B3 B1 B3 B1 B4 B2

Hasil dan Analisa Data


Naungan 0 42,9 41,6 28,9 30,8 144,2 53,3 69,6 45,4 35,1 203,4 62,3 58,5 44,6 50,3 215,7 75,4 65,6 54,0 52,7 247,7 811,0 Taraf Nitrogen 200 400 53,8 49,5 58,5 53,8 43,9 40,7 46,3 39,4 202,5 183,4 57,6 69,6 42,4 51,9 221,5 63,4 50,4 45,0 46,7 205,5 70,3 67,3 57,6 58,5 253,7 883,2 59,8 65,8 41,4 45,4 212,4 64,5 46,1 62,6 50,3 223,5 68,8 65,3 45,6 51,0 230,7 850,0 600 44,4 41,8 28,3 34,7 149,2 64,1 57,4 44,1 51,6 217,2 63,6 56,1 52,7 51,8 224,2 71,6 69,4 56,6 47,4 245,0 total 190,6 195,7 141,8 151,2 679,3 234,8 262,4 173,3 184 854,5 253,8 211,1 204,9 199,1 868,9 286,1 267,6 213,8 209,6 977,1

0%

total

20%

total

40%

total

60%

total Total perlakuan

835,6 3379,8

Hasil perhitungan yang diperoleh di atas kemudian dipindahkan ke dalam table sidik ragam seperti berikut:
Sumber Ragam Ulangan Faktor A (naungan) Galat A Faktor B (pemupukan) Interaksi AB Galat B Total DB 3 3 9 3 9 36 63 JK KT F Hitung 2842,87 947,62 2848,02 949,34 13,82 618,30 68,70 170,53 56,84 2,80 586,47 65,16 3,21 731,20 20,31 7797,39