Anda di halaman 1dari 1

Salah satu limbah cair dari pengolahan rajungan yaitu air sisa rebusan rajungan.

Limbah ini mempunyai potensi untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuat flavor karena dalam limbah masih terdapat senyawa-senyawa kimia dari daging rajungan. Maltodekstrin dikenal memiliki banyak fungsi dalam pengolahan pangan diantaranya sebagai emulsifier dan pengental (Luthana, 2008). Keunggulan penggunaan maltodekstrin yaitu dapat larut dalam air dingin, memiliki kemampuan mengikat air, sifat browning yang rendah, dan rendah kalori. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan maltodekstrin dengan perlakuan yang berbeda terhadap mutu bubuk flavor rajungan, dan mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk bubuk flavor rajungan. Penelitian dilakukan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) dengan perlakuan penambahan maltodekstrin 10 %, 13 %, dan 16 %. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Peubah yang digunakan adalah kadar air, kadar abu, protein, karbohidrat, ALT dan organoleptik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Anova dan kruskal wallis. Selain itu, dilakukan pula uji preferensi konsumen terhadap perlakuan terpilih. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa air rebusan rajungan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan flavor dengan konsentrasi maltodekstrin terbaik 13 %, selain itu pula panelis (75,83 %) dapat menerima produk bubuk flavor rajungan.