Anda di halaman 1dari 8

I.

1.1 Latar Belakang

Pendahuluan

Pada setiap siklus yang terjadi pada tubuh mencit, terjadi perubahanperubahan perilaku yang dipengaruhi oleh hormon yang berpengaruh di dalam tubuhnya. Berikut adalah penggambaran diri mencit pada setiap tahap yang terjadi: Pada fase estrus yang dalam bahasa latin disebut oestrus yang berarti kegilaan atau gairah (Campbell et al, 2004), hipotalamus terstimulasi untuk melepaskan gonadotropin-releasing hormone (GRH). Estrogen menyebabkan pola perilaku kawin pada mencit, gonadotropin menstimulasi pertumbuhan folikel yang dipengaruhi follicle stimulating hormone (FSH) sehingga terjadi ovulasi (Gilbert, 2006). Kandungan FSH ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan luteinizing hormone (LH) maka jika terjadi coitus dapat dipastikan mencit akan mengalami kehamilan. Pada saat estrus biasanya mencit terlihat tidak tenang dan lebih aktif, dengan kata lain mencit berada dalam keadaan mencari perhatian kepada mencit jantan. Fase estrus merupakan periode ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan, mencit jantan akan mendekati mencit betina dan akan terjadi kopulasi. Tahap estrus pada mencit terjadi dua tahap yaitu tahap estrus awal dan estrus akhir. Pada tahap metestrus birahi pada mencit mulai berhenti, aktivitasnya mulai tenang, dan mencit betina sudah tidak reseptif pada jantan. Ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran yang paling kecil karena uterus menciut. Pada ovarium korpus luteum dibentuk secara aktif, terdapat sel-sel leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan dan memakan sel telur tersebut. Fase ini terjadi selama 6 jam. Pada tahap ini hormon yang terkandung paling banyak adalah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum (Imron dan Tamyis, 2008). Tahap selanjutnya adalah tahap diestrus, tahap ini terjadi selama 2-2,5 hari. Pada tahap ini terbentuk folikel-folikel primer yang belum tumbuh dan beberapa yang mengalami pertumbuhan awal. Hormon yang terkandung dalam ovarium adalah estrogen meski kandungannya sangat sedikit. Fase ini disebut pula

fase istirahat karena mencit betina sama sekali tidak tertarik pada mencit jantan. Pada apusan vagina akan terlihat banyak sel epitel berinti dan sel leukosit. Pada uterus terdapat banyak mukus, kelenjar menciut dan tidak aktif, ukuran uterus kecil, dan terdapat banyak lender (Imron dan Tamyis, 2008). Pada fase proestrus ovarium terjadi pertumbuhan folikel dengan cepat menjadi folikel pertumbuhan tua atau disebut juga dengan folikel de Graaf. Pada tahap ini hormon estrogen sudah mulai banyak dan hormon FSH dan LH siap terbentuk. Pada apusan vaginanya akan terlihat sel-sel epitel yang sudah tidak berinti (sel cornified) dan tidak ada lagi leukosit. Sel cornified ini terbentuk akibat adanya pembelahan sel epitel berinti secara mitosis dengan sangat cepat sehingga inti pada sel yang baru belum terbentuk sempuna bahkan belum terbentuk inti dan sel-sel baru ini berada di atas sel epitel yang membelah, sel-sel baru ini disebut juga sel cornified (sel yang menanduk). Sel-sel cornified ini berperan penting pada saat kopulasi karena sel-sel ini membuat vagina pada mencit betina tahan terhadap gesekan penis pada saat kopulasi. Perilaku mencit betina pada tahap ini sudah mulai gelisah namun keinginan untuk kopulasi belum terlalu besar. Fase ini terjadi selama 12 jam. Setelah fase ini berakhir fase selanjutnya adalah fase estrus dan begitu selanjutnya fase akan berulang (Imron dan Tamyis, 2008). 1.2 Tujuan 1. Untuk menentukan siklus estrus pada mencit dengan membuat hapusan vagina.

II.

Materi dan Metode

Pada praktikum penentuan siklus estrus dilakukan dengan membuat apusan vagina dimana dengan cara lavasi (lavage), diambil larutan NaCl 0,9 % dengan menggunakan pipet tetes yang telah dibersihkan dengan alkohol 70%, kemudian ujung pipet dimasukan ke dalam lubang vagina mencit kira-kira sedalam cm. Semprotkan larutan NaCl kedalam vagina mencit kemudian tarik kembali, cara ini dilakukan beberapa kali sampai larutan berwarna keruh. Selanjutnya larutan diletakan pada objek glass dan ditetesi pewarna giemsa, kemudian didiamkan selama 3 5 menit selanjutnya bilas dengan aquabides. Dan terakhir tutup dengan cover glass. Apusan vagina kemudian diamati di bawah mikroskop.

III.
3.1 Hasil Penentuan siklus estrus

Hasil dan Pembahasan

Gambar 1. Apusan vagina mencit pada fase estrus Keterangan : 1. Sel epitel menanduk ( Cornified)

Gambar 2. Apusan vagina mencit pada fase metestrus Keterangan : 1. Leukosit

3.2

Pembahasan Pada praktikum penentuan siklus estrus dengan menggunakan apusan

vagina ini, ditemukan pada mencit pertama ada pada fase estrus, ini ditujukkan pada apusan vagina terlihat banyak sel epitel menanduk (cornified), tanpa inti dan terwarna pucat/transparan (Gambar 1). Tahap estrus pada mencit terjadi 2 tahap yaitu tahap estrus awal dimana folikel sudah matang, sel-sel epitel tidak berinti dan ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran uterus maksimal, tahap ini berlangsung selama 12 jam. Pada tahap estrus akhir dimana terjadi ovulasi yang berlangsung selama 18 jam. Jika pada tahap estrus tidak terjadi kopulasi maka tahap tersebut akan berpindah pada tahap metesterus (Imron dan Tamyis, 2008). Pada mencit kedua ada pada fase metestrus, ini ditunjukan dengan adanya leukosit (Gambar 2). Pada tahap metestrus birahi pada mencit mulai berhenti, aktivitasnya mulai tenang, dan mencit betina sudah tidak reseptif pada jantan. Ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran yang paling kecil karena uterus menciut. Pada ovarium korpus luteum dibentuk secara aktif, terdapat sel-sel leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan dan memakan sel telur tersebut. Fase ini terjadi selama 6 jam. Pada tahap ini hormon yang terkandung paling banyak adalah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum (Imron dan Tamyis, 2008).

IV.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pada praktikum penentuan siklus estrus ditemukan mencit pada fase estrus dan metestrus. 2. Pada fase estrus terjadi 2 tahap yaitu fase estrus awal dimana folikel sudah matang, sel-sel epitel tidak berinti dan ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran uterus maksimal, tahap ini berlangsung selama 12 jam dan pada tahap estrus akhir dimana terjadi ovulasi yang berlangsung selama 18 jam. 3. Pada fase metestrus birahi pada mencit mulai berhenti, aktivitasnya mulai tenang, dan mencit betina sudah tidak reseptif pada jantan. Pada ovarium korpus luteum dibentuk secara aktif, terdapat sel-sel leukosit yang berfungsi untuk menghancurkan dan memakan sel telur tersebut. Fase ini terjadi selama 6 jam. Pada tahap ini hormon yang terkandung paling banyak adalah hormon progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum

Daftar Pustaka
Campbell, N.A., Reece and Mitchell. 2004. Biologi. Edisi 5. Jilid 3. San Fransisco: Benjamin Cummings Gilbert, Scott F. 2006. Developmental Biology 8th ed. USA: Sinauer Associates Inc. Imron, A., T. Ali. 2008. Estrus Available at : http://cyber-biology.blogspot.com/2008/06/..../html Opened : 21 April 2012

LAPORAN PRAKTIKUM TERATOLOGI SIKLUS ESTRUS PADA MENCIT (Mus musculus L)

OLEH : Nama NIM : Ayu Kasmita Dewi : 0908305002

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2012