Anda di halaman 1dari 8

TUJUAN DAN METODE ALOKASI BIAYA DEPARTEMEN PEMBANTU

Tinjauan Menyeluruh Alokasi Biaya Pembahasan alokasi biaya penting karena alokasi biaya dapat mempengaruhi harga penawaran, tingkat laba tiap produk, dan perilaku manajer. Alokasi biaya dilakukan terhadap biaya bersama (common costs). Biaya bersama adalah biaya-biaya yang memberikan manfaat bersama, yang terjadi ketika sumber daya yang sama digunakan dalam keluaran dua atau lebih jasa atau produk. Dalam pembahasan topik ini akan berkonsentrasi pada biaya bersama di departemen dan di produk.

Tipe-tipe Departemen Dalam model fungsi di perusahaan, obyek biaya adalah departemen. Terdapat dua kategori departemen: departemen produksi dan departemen pendukung. Departemen produksi adalah departemen yang secara langsung bertenggung jawab pada pembuatan produk atau jasa yang dijual ke pelanggang. Departemen pendukung adalah departemen yang yang menyediakan pelayanan pendukung yang diperlukan oleh produksi. Departemen pendukung berhubungan secara tidak langsung dala m suatu produk atau jasa.

Pengalokasian Biaya dari Departemen ke Produk Setelah perusahaan dibagi ke dalam departemen dan semua biaya overhead ditelusuri ke tiap departemen, biaya departemen pendukung dibebankan ke departemen produksi, dan tarif overhead dibuat untuk menentukan biaya produksi. Tarif overhead departemen penting karena terdapat banyak produk yang dikerjakan di tiap departemen produksi. Jika hanya terdapat satu produk, dalam suatu departemen produksi, maka semua biaya jasa yang dialokasikan ke departemen tersebut adalah milik produk tersebut. Tarif overhead yang ditentukan lebih dahulu dihitung dengan memnjumlahkan estimasi total overhead suatu departemen dan membaginya dengan estimasi dasar pengalokasian yang sesuai. Overhead di departemen produksi terdiri dari dua bagian yaitu: overhead yang secara langsung ditelusuri ke departemen produksi, dan overhead yang dialokasikan ke departemen produksi dari departemen pendukung.

Langkah-langkah dalam pengalokasian biaya departemen Pendukung ke Departemen Produksi: 1. Membagi perusahaan ke dalam departemen-departemen.
Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

2. Mengklasikasikan tiap departemen sebagai departemen pendukung atau departemen produksi. 3. Menelusuri semua biaya overhead perusahaan di departemen pendukung atau departemen produksi. 4. Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi. 5. Menghitung tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu untuk departemen produksi. 6. Mengalokasikan biaya overhead ke tiap unit produk melalui tarif overhed yang ditentukan terlebih dahulu.

Tipe-tipe Dasar Alokasi Departemen produksi membutuhkan jasa departemen pendukung; oleh karena itu, biaya departemen pendukung ditimbulkan oleh aktivitas departemen produksi. Faktor-faktor penyebab adalah variabel atau aktivitas dalam departemen produksi. Dalam m emilih dasar pengalokasian, berbagai usaha harus dilakukan untuk mengidentifikasikan faktor penyebab yang sesuai (penggerak biaya), untuk menghasilkan biaya produk yang lebih akurat. Selanjutnya jika faktor penyebab diketahui, para manajer dapat mengontrol konsumsi jasa pendukung dengan lebih baik. Beberapa contoh penggerak biaya pada departemen pendukung: Departemen Pendukung Akuntansi Kafetaria Pemrosesan data Permesinan Pemeliharaan Penyimpanan bahan baku Penggerak Biaya Jumlah transaksi Jumlah karyawan Jumlah baris yang dimasukkan Jumlah jam pelayanan Jumlah perubahan pesanan Jumlah jam Jam mesin Jam pemeliharaan Jumlah perpindahan bahan baku Berat bahan baku yang dipindahkan Jumlah bagian yang berbeda jumlah karyawan Jumlah karyawan jumlah pemecatan atau pemberhentian Jumlah tenaga kerja baru Biaya tenaga kerja langsung Jam penggunaan listrik Jam mesin Jumlah pesanan Biaya pesanan Jumlah pesanan

Penggajian Personalia

Listrik Pembelian Pengiriman

Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

Tujuan Alokasi Tujuan utama dari alokasi menurut IMA (Institute of Management Accountants) yaitu: 1. Memperoleh harga yang wajar dan saling menguntungkan. 2. Menghitung tingkat laba lini produk. 3. Memeperkirakan pengaruh ekonomi dari perencanaan dan pengendalian. 4. Menilai persediaan. 5. Memotivasi para manajer.

Mengalokasikan Biaya Suatu Departemen ke Departemen Lain: Tarif Pembebanan Tunggal Contoh: KAP Hamilton and Barry mengembangkan departemen foto copy internal untuk melayani tiga departemen produksi (Audit, Pajak, dan Konsultasi Manajemen). Biaya dept. foto copy meliputi biaya tetap sebesar $ 26.190 per tahun (gaji dan sewa mesin) dan biaya variabel sebesar $ 0,023 per lembar foto copy (kertas dan tinta). Perkiraan penggunaan oleh ketiga departemen produksi sbb (dalam lembar) : Departemen Audit Departemen Pajak Departemen Konsultasi Manajemen Total 94.500 67.500 108.000 270.000

Pada tarif pembebanan tunggal, biaya tetap sebesar $ 26.190 akan dikombinasikan dengan perkiraan biaya variabel sebesar $ 6.210 (270.000 x $ 0,023). Biaya total sebesar $ 32.400 ($ 26.190 + 6.210) dibagi dengan perkiraan 270.000 lembar akan mendapatkan tarif sebesar $ 0,12 per lembar. Jumlah yang akan dibebankan ke departemen produksi semata- mata adalah fungsi dari jumlah lembar yang difoto copy. Misal penggunaan aktual dept. audit 92.000 lembar, dept pajak 65.000 lembar, dan dept konsultasi manaj 115.000 lembar. menjadi: Dept. Audit Pajak K. Manaj Total Jumlah lembar x Beban per lembar 92.000 $ 0,12 65.000 0,12 115.000 0,12 272.000 = Total Pembebanan $ 11.040 7.800 13.800 $ 32.640 Total beban dept. FC akan

Penggunaan tarif tunggal mengakibatkan biaya tetap diperlakukan sebagai biaya variabel. Dari perhitungan di atas timbul pertanyaan: Apakah dept. FC benar-benar memerlukan $

32.640 untuk memfotocopy 272.000 lembar ? Jawabnya tidak, dept FC hanya memerlukan $ 32.446 ($ 26.190 + (272.000 x $ 0,023)). Jumlah tambahan yang dibebankan akibat dari perlakuan terhadap biaya tetap yang seakan-akan menjadi biaya variabel.
Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

Jika penggunaan aktual fotocopy lebih kecil dari anggaran yang difotocopy, maka total beban dept FC akan lebih kecil dari yang sebenarnya. Tarif Pembebanan Ganda Dalam tarif pembebanan ganda dikembangkan dua tarif pembebanan yaitu: tarif untuk

biaya variabel dan tarif untuk biaya tetap. Dari contoh di atas tarif biaya variabel (untuk biaya tinta dan kertas) adalah sebesar $ 0,023 per lembar, sedangkan tarif untuk biaya tetap (biaya sewa peralatan dan upah) didasarkan pada rencana penggunaan tertinggi tiap departemen produksi. Tarif unt uk biaya tetap dihitung sbb: Jumlah lembar tertinggi 7.875 22.500 9.000 39.375 Proporsi penggunaan 0,20 0,57 0,23 Total Biaya Tetap $ 26.190 26.190 26.190 Jml yg dialokasikan ke tiap dept $ 5.238 14.928 6.024 $ 26.190

Audit Pajak K. Manaj Total

Misal penggunaan aktual dept. audit 92.000 lembar, dept pajak 65.000 lembar, dan dept konsultasi manaj 115.000 lembar. Total beban dept. FC akan menjadi seperti berikut ini: Dept. Audit Pajak K. Manaj Total Jml lembar x $ 0,023 $ 2.116 1.495 2.645 $ 6.256 + Alokasi Biaya Tetap $ 5.238 14.928 6.024 $ 26.190 = Total Pembebanan $ 7.354 16.423 8.669 $ 32.446

Dengan dua tarif pembebanan, yang masing- masing didasarkan pada faktor penyebab yang kuat, alokasi bia ya pada departemen yang menggunakan jelas didasarkan pada jumlah biaya sebenarnya yang ditimbulkan pada departemen pendukung

Penggunaan yang Dianggarkan versus Penggunaan Aktual Ketika mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi, seharusnya biaya aktual atau biaya dianggarkan ? Jawabnya adalah biaya yang dianggarkan. Dua alasan dasar pengalokasian biaya departemen pendukung adalah biaya yang dianggarkan. Pertama: untuk menghitung biaya produksi yang diproduksi. Biaya yang dianggarkan di departemen pendukung dialokasikan ke departemen produksi untuk menentukan tarif overhead. Ingat tarif overhead dihitung pada awal periode, ketika biaya aktual belum diketahui. Kedua: biaya departemen pendukung yang dialokasikan adalah untuk evaluasi kinerja manajer. Kinerja biasanya diukur dengan membandingkan biaya aktual dengan biaya yang dianggarkan. Biaya aktual departemen pendukung tidak seharusnya dialokasikan ke departemen produksi, karena di dalam biaya aktual terkandung efisiensi atau ketidakefisienan departemen pendukung. Para manajer departemen produksi tidak memiliki pengendalian atas tingkat efisiensi yang dicapai ole manajer departemen pendukung.
Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

Memilih Metode Alokasi Biaya Departemen Pendukung Contoh-contoh di atas menggunakan metode langsung dimana alokasi biaya departemen pendukung dialokasikan hanya ke departemen produksi. Metode ini cocok jika tidak ada kemungkinan interaksi antar departemen pendukung. Terdapat banyak perusahaan yang memiliki beberapa departemen pendukung yang saling berinteraksi. Jika mengabaikan interaksi- interaksi ini untuk mengalokasikan biaya jasa departemen pendukung secara langsung ke departemen produksi akan menghasilkan pembebanan yang tidak adil dan tidak akurat. Dalam menetapkan metode mana yang digunakan untuk mengalokasikan biaya departemen pendukung, perusahaan harus menentukan seberapa besar interaksi departemen pendukung. Selain itu harus dipertimbangkan cost and benefit-nya. Terdapat tiga metode alokasi biaya departemen pendukung: metode alokasi langsung, metode alokasi berurutan, dan metode alokasi timbal balik.

Metode Alokasi Langsung Adalah metode yang paling sederhana. Biaya jasa variabel dialokasikan secara langsung ke departemen produksi sesuai proporsi penggunaan jasa departemen tersebut. Biaya tetap juga dialokasikan secara langsung ke departemen produksi, akan tetapi sesuai proporsi kapasitas normal atau praktis departemen produksi. Contoh: Sebuah perusahaan mempunyai dua departemen pendukung (dept. sumber tenaga dan dept. pemeliharan) yang tidak saling berinteraksi dan dua departemen produksi (dept. pengasahan dan dept. perakitan). Berikut data yang menunjukkan aktivitas yang dianggarkan dan biaya yang dianggarkan untuk departemen-departemen tersebut.
Departemen Pendukung Sumber Tng Pemeliharaan Biaya langsung Aktivitas normal: Jam penggunaaan listrik Jam pemeliharaan Departemen Produksi Pengasahan Perakitan

$ 250.000 1.000

$ 160.000 200.000 -

$ 100.000 600.000 4.500

$ 60.000 200.000 4.500

Maka langkah pertama yaitu menghitung rasio alokasi sbb: Rasio alokasi biaya sumber tenaga untuk : Departemen Pengasahan: Departemen Perakitan: 600.000 = 0 ,75 (600.000 + 200.000 ) 200.000 = 0 ,25 (600.000 + 200.000 )

Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

Rasio alokasi biaya pemeliharaan untuk : Departemen Pengasahan: departemen Perakitan: 450.000 = 0 ,50 (450.000 + 450.000 ) 450.000 = 0 ,50 (450.000 + 450.000 )

Berdasarkan rasio tersebut, maka langkah kedua adalah mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi sbb:
Departemen Pendukung Sumber Tng Pemeliharaan Biaya langsung Dept. Sumber Tenaga Dept. Pemeliharaan Departemen Produksi Pengasahan Perakitan

250.000 (250.000) 0

160.000 (160.000) 0

100.000 187.500 80.000 367.500

60.000 62.500 80.000 202.500

Metode Alokasi Berurutan Metode alokasi berurutan mengakui adanya interaksi antar departemen pendukung, tetapi tidak sepenuhnya mengakui interaksi antar departemen. Alokasi biaya dilakukan dengan cara menurun, mengikuti prosedur ranking yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Ranking biasanya ditentukan dari departemen yang memberikan pelayanan terbanyak hingga yang paling sedikit. Biaya departemen pendukung yang memberikan layanan terbanyak dialokasikan pertama kali. Biaya tersebut dialokasikan ke ke semua departemen pendukung di bawahnya secara berurutan dan ke semua departemen produksi. Dan seterusnya. Dari contoh di atas departemen pendukung yang memberikan layanan lebih banyak adalah departemen sumber tenaga (biaya sebagai ukuran jasa), maka rasio alokasi- nya sbb: Rasio alokasi biaya sumber tenaga untuk : Dept. Pemeliharaan: Dept. Pengasahan: Dept. Perakitan: 200.000 = 0 ,20 (200.000 + 600.000 + 200.000 ) 600.000 = 0 ,60 (200.000 + 600.000 + 200.000 ) 200.000 = 0 ,20 (200.000 + 600.000 + 200.000 )

Rasio alokasi biaya pemeliharaan untuk : Departemen Pengasahan: departemen Perakitan: 450.000 = 0 ,50 (450.000 + 450.000 ) 450.000 = 0 ,50 (450.000 + 450.000 )

Berdasarkan rasio tersebut, maka langkah kedua adalah mengalokasikan biaya departemen pendukung sbb:

Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

Departemen Pendukung Sumber Tng Pemeliharaan Biaya langsung Dept. Sumber Tenaga Dept. Pemeliharaan

Departemen Produksi Pengasahan Perakitan

250.000 (250.000) 0

160.000 50.000 (210.000) 0

100.000 150.000 105.000 355.000

60.000 50.000 105.000 215.000

Metode Alokasi Timbal Balik Metode ini mengakui semua interaksi antar departemen pendukung. Dalam metode timbal balik pemakaian suatu departemen pendukung oleh departemen pendukung lain menentukan biaya total tiap departemen pendukung dimana biaya total mencernminkan interaksi antar departemen pendukung. Kemudian biaya total departemen pendukung yang baru tersebut dialokasikan ke departemen produksi. Dari contoh di atas jika semua interaksi antar departemen diperhitungkan akan menghasilkan rasio alokasi sbb:
Proporsi Keluaran yang Digunakan Oleh Departemen Sumber Tng Pemeliharaan Pengasahan Perakitan Rasio Alokasi: Sumber Tenaga Pemeliharaan

0,10

0,20 -

0,60 0,45

0,20 0,45

Dari rasio alokasi tersebut maka persamaan biaya untuk tiap departemen dapat dinyatakan sebagai berikut: P = $ 250.000 + 0,1 M M= $ 160.000 + 0,2 P Persamaan biaya Dept. Sumber Tenaga. Persamaan biaya Dept. Pemeliharaan.

(P=Total biaya departemen sumber tenaga & M= Total biaya departemen pemeliharaan) Dari kedua persamaan tersebut dapat diselesaikan dengan suatu sistem persamaan linear, sehingga dapat ditentukan nilai M = $ 214.286 dan nilai P = $ 271.429. Setelah biaya total tiap departemen pendukung diketahui, alokasi ke departemen produksi dapat dilakukan. Hasil dari alokasi berdasarkan rasio alokasi di atas sbb:
Departemen Pe ndukung Sumber Tng Pemeliharaan Biaya langsung Dept. Sumber Tenaga Dept. Pemeliharaan Departemen Produksi Pengasahan Perakitan

250.000 (271.429) 21.429 0

160.000 54.286 (214.286) $ 0

100.000 162.857 96.429 359.286

60.000 54.286 96.429 210.715

Tarif Biaya Overhead dan Perhitungan Biaya Produk Tarif biaya overhead dihitung dengan menambahkan biaya pendukung yang dialokasikan ke biaya overhead yang secara langsung dapat ditelusuri pada departemen produksi dan membaginya dengan beberapa ukuran aktifitas, seperti jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. Misal dari contoh alokasi berurutan total biaya overhead departemen pengasahan adalah $ 355.000, dan asumsikan bahwa jam mesin adalah dasar untuk pembebanan overhead
Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak

ke produk dengan aktivitas normal sebesar 71.000 jam mesin, maka tarif biaya overhead dept. pengasahan adalah sbb:
Tarif overhead pengasahan = $ 355.000 = $ 5 per jam me sin 71.000 jam

Dengan cara yang sama, total biaya overhead departemen perakitan sebesar $ 215.000, dan diasumsukan tingkat aktivitas normal sebesar 107.500 jam tenaga kerja, maka tari biaya overhead dept perakitan adalah sbb:
Tarif overhead peraki tan = $ 215.000 = $ 2 per jam me sin 107.500 jam

Jika satu produk memerlukan dua jam mesin pengasahan dan satu jam perakitan maka biaya overhead yang dibebankan adalah:
( 2 x$5 ) + ( 1 x$2 ) = $12

Jika biaya bahan $ 15 per unit dan biaya tenaga kerja $ 6 per unit maka biaya produk per unit adalah:

$15 + $6 + $12 = $33

Selamat belajar

Hand out Akuntansi Manajemen: Tujuan dan Metode Alokasi Biaya Departemen Pembantu Pengampu: Haris Wibisono, S.E., M.Si., Ak