Anda di halaman 1dari 49

MODUL

KECAKAPAN ANTAR PERSONAL

Oleh :

Nama : Hadi Zakaria, S.Kom.,M.M.

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS PAMULANG
Jl. Surya Kencana no. 1 Pamulang Barat 1547

TANGERANG SELATAN

BAB I
PENDAHULUAN A. Pentingnya Belajar Kecakapan Antar Personal Pentingnya belajar kecakapan antar personal yaitu untuk memahami diri kita dan lawan bicara kita dalam berkomunikasi dan merupakan sarana terbina hubungan antar manusia, dapat melihat perubahan perilaku yang terjadi pada individu, sebagai kunci keberhasilan seseorang, sebagai tolak ukur kepuasan seseorang, mengaktualisasikan potensi personal sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi. B. Definisi Kecakapan Antar Personal Kecakapan antar personal adalah kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang meliputi:
Kemampuan berkomunikasi Kemampuan menjalin hubungan antar manusia (Human Relation) Kemampuan memahami dan meningkatkan kepribadian diri dan orang lain Kemampuan berpresentasi Kemampuan berdiskusi Kemampuan bernegosiasi Kemampuan mempengaruhi orang lain Kemampuan memotivasi diri dan orang lain

BAB II ATTITUDE ( SIKAP ) A. Definisi Attitude (sikap) memiliki beberapa definisi yaitu: 1. Berorientasi kepada respon Sikap adalah suatu bentuk dari perasaan, yaitu perasaan mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung (Unfavourable) pada suatu objek. 2. Berorientasi kepada kesiapan respon : sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan caracara tertentu, apabila dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon. : suatu pola perilaku, tendenasi atau kesiapan antisipatif untuk menyesuaikan diri dari situasi sosial yang telah terkondisikan. 3. Berorientasi kepada skema triadik : sikap merupakan konstelasi komponen-komponen kognitif, afektif, dan konatif yang saling berinteraksi dalam memahami, merasakan, dan berperilaku terhadap suatu objek di lingkungan sekitarnya Secara sederhana sikap (attitude) didefinisikan : Ekspresi sederhana dari bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap beberapa hal. Sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. (Petty, cocopio, 1986 dalam Azwar S., 2000 : 6). Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Soekidjo Notoatmojo, 1997 : 130). Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi (Heri Purwanto, 1998 :62).

B. Klasifikasi Sikap terdiri atas 2 (dua) bagian, yaitu: 1. Sikap Individu Kesukaan atau ketidaksukaan pribadi terhadap suatu objek tertentu yang bersikap pribadi. Misalnya: suka terhadap binatang dll. 2. Sikap Sosial Cara-cara suatu kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap objek social tertentu yang terbentuk karena adanya proses sosialisasi. Misalnya: sikap saat pertanyaan bendera kebangsaan dll. C. Contoh Kasus Tersebutlah sebuah kisah tentang seorang Ibu dan anaknya yang baru berusia 7 tahun yang memiliki kegemaran menyantap ikan bandeng goreng. Seperti anda tahu, ikan bandeng adalah ikan lezat yang memiliki banyak sekali tulang2 halus, dan hal ini sangat berbahaya bagi anak kecil. Terjadi dialog Ibu dan anaknya : Ibu : Nak, makan nasinya. Ini Ibu udah memisahkan daging dan tulangnya (si anak lalu makan dengan lahapnya) Suatu hari si Ibu kembali memberikan anaknya nasi dengan ikan bandengnya, tapi si Ibu tidak memisahkan daging dan tulang ikannya, ia langsung memberikan kepada sang anak, dengan tujuan sang anak mau belajar. Setelah sekian lamanya sang anak berusaha memisahkan tulang2 dari daging ikan, ia akhirnya putus asa juga. Anak : Tidak bisa bu,aku nggak bisa makan,kebanyakan tulangnya. Ibu Ibu : Nak, kamu coba lihat, banyak mana daging atau tulangnya ? : Nah, kamu tahu mengapa kamu tidak bisa ? Itu karena kamu terlalu berfokus pada tulangnya dan tidak berfokus pada dagingnya..... Anak : Tentu banyak dagingnya Bu.. Anak : Ya Bu.

BAB III COMMUNICATION (KOMUNIKASI) A. Definisi Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut dengan komunikasi dengan bahasa nonverbal. Manusia berkomunikasi untuk membbagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan, atau komunikasi tak bertujuan. Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen tersebut adalah:
Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan

kepada pihak lain


Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak

kepada pihak lain.


Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan.

dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari

pihak lain
Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan

yang disampaikannya.
Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi

itu akan dijalankan ("Protokol").

Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:


1) Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang

lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak
2) Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran

baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya B. Klasifikasi Komunikasi Komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu sebagai berikut 1. Menurut lawan Komunikasi 2. Menurut Jumlah yang Berkomunikasi Dibagi menjadi 2 macam a. Komunikasi perseorangan Komunikasi yang dilakukan oleh seorang komunikator dengan seorang komunikan. b. Komunikasi dalam kelompok 3. Menurut Cara Penyampaiannya Terbagi menjadi 2 (dua) yaitu: a. Komunikasi langsung b. Komunikasi tidak langsung 4. Menurut Maksud Komunikasi Komunikasi menurut maksud merupakan komunikasi yang dilakukan dengan maksud-maksud tertentu 5. Menurut Kelangsungannya

6. Menurut Perilaku Komunikasi dilihat dari sudut prilaku dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu: a. Komunikasi formal Komunikasi yang terjadi dalam lingkungan organisasi yang secara resmi telah diatur dalam stuktur organisasi. b. Komunikasi Informal Komunikasi informal komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisai tetapi tidak direncanakan dan tidak ditentukan dalam suatu organisasi. c. Komunikasi Non Formal komunikasi yang terjadi dalam pergaulan masyarakat sehari-hari di luar kantor. 7. Menurut Ruang Lingkup Menurut ruang lingkupnya, komunikasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu: a. Komunikasi internal b. Komunikasi eksternal 8. Menurut Arah Informasi 9. Menurut Jaringan Kerjanya C. Studi Kasus proses komunikasi akan berjalan efektif, lancar, dan menguntungkan apabila di dalamnya termuat lima hukum komunikasi efektif (The 5 Inevitable Laws of Effective Communication). Kelima hal tersebut terangkum dalam kata REACH. R adalah Respect, yaitu rasa hormat dan saling menghargai. E adalah Empathy, yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada kondisi yang dihadapi oleh orang lain, termasuk tenggang rasa, pengertian, dan dapat merasakan. A adalah Audible, yaitu dapat dimengerti dengan baik oleh lawan bicara. C adalah Clearity, yaitu pesan yang disampaikan jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi. H adalah Humble, yaitu rendah hati, mau melayani, rela memaafkan, lemah lembut, tidak menyalahkan, tidak memojokkan atau menyerang.

Ada satu contoh kasus komunikasi yang memberi kita petunjuk tentang bagaimana menerapkan kelima hukum tersebut dalam praktik. Kasusnya sendiri terjadi sekitar lima belas abad yang lalu, akan tetapi masih sangat relevan bagi orang-orang yang hidup saat ini. Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis dikisahkan, suatu hari datanglah seorang pemuda yang hendak masuk Islam kepada Nabi Muhammad saw. Namun, dibalik keinginannya tersebut, ia mengajukan satu syarat yang sangat "tidak rasional, yaitu meminta izin agar Nabi Muhammad tidak melarangnya untuk berzina. Mendengar permintaan tersebut, Nabi malah tersenyum dan tidak marah. Beliau pun menggajak si pemuda berdialog. Wahai anak muda, mendekatlah! Pemuda itu kemudian mendekat. Lalu, Nabi berkata lagi, Duduklah! Pemuda itu pun duduk. Wahai pemuda, kata Nabi saw, sukakah kamu jika itu terjadi pada ibumu? (Nabi bertanya bagaimana jika ibumu dizinai orang?) Tidak. Demi Allah, aku tidak rela! Demikian pula seluruh manusia tidak suka zina terjadi pada ibu-ibu mereka, tegas Nabi. Nabi pun bertanya lagi, Sukakah kamu jika itu terjadi pada anak-perempuanmu? Pemuda itu lagi-lagi menjawab tidak. Kemudian, Nabi bertanya bagaimana kalau hal itu terjadi kepada saudara perempuan dan bibinya. Jawaban pemuda itu pun tetap sama, Tidak rela. Nabi Muhammad kemudian meletakkan tangannya di atas bahu pemuda itu sambil berdoa, Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunilah dosanya dan peliharalah dia dari zina. Apa yang terjadi kemudian? Sejak peristiwa itu terjadi perubahan drastis pada diri si pemuda. Sekarang, tidak ada perbuatan yang paling dibenci oleh pemuda itu selain melakukan zina. Dalam dialog tersebut tergambar kepiawaian komunikasi efektif Nabi Muhammad dan kehebatannya dalam mengemas pesan yang ingin disampaikan dan mempengaruhi lawan bicaranya.

Langkah pertama, Nabi memperlakukan si pemuda dengan hormat. Nabi tetap menghargai si pemuda (respect) walau permintaannya sangat tidak etis. Langkah kedua, Nabi saw berusaha untuk merasakan apa yang ada dalam hati si pemuda (empathy) sehingga bersikap frontal, menyerang, dan menyalahkan. Seandainya beliau langsung mengatakan tidak boleh, haram, terkutuk, dasar tidak punya pikiran, lancang, dan sejenisnya, boleh jadi si pemuda akan mundur teratur dan mengurungkan niatnya untuk masuk Islam. Langkah ketiga, Nabi menyampaikan pesan yang sangat begitu mudah dimengerti dan sesuai dengan pemahaman si pemuda jelas (audible) dan penuh keterbukaan (clearity). Langkah keempat, beliau menjalin komunikasi dengan landasan akhlak mulia (humble); rendah hati, lemah lembut, rela memaafkan, mau mendengarkan, dan penuh pengendalian diri. Nabi tidak langsung memberikan dalil tentang haramnya zina dan akibat-akibat buruk yang ditimbulkannya. Beliau cukup menyentuh hati dan pikiran si pemuda hingga keinginannya berubah seratus persen menjadi penolakan. Selain itu, Nabi Muhammad pun memiliki senjata pamungkas dalam memengaruhi dan menaklukkan lawan bicara, yaitu kepercayaan sebagai buah dari integritas diri yang telah teruji. Pemuda itu berani meminta izin untuk berzina, karena ia percaya bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang jujur dan bisa memberikan solusi. Sebab, jalinan komunikasi yang efektif tidak mungkin terjadi apabila orang yang berkomunikasi tidak saling percaya.

10

BAB IV CHARACTER A. Definisi Character (karakter) secara etimologi sifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku, budi pekerti, tabiat, perangai. Sedangkan menurut terminology, karakter adalah sifat kejiawaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi cirri khas seseorang atau sekelompok orang. Karakter adalah kekuatan untuk bertahan dimasa sulit. Tentu saja yang dimaksud adalah karakter yang baik, solid dan sudah teruji. Karakter yang baik diketahui melalui respon yang benar ketika kita mengalami tekanan, tantangan dan kesulitan. B. Klasifikasi Karakter pada manusia terbagi menjadi 4 (empat) tipe: 1. Guardian Manusia tipe guardian adalah seorang teman yang baik. Ia juga jenis orang yang selalu mencari dan memberikan rasa aman 2. Artisan Seorang artisan mampu berkomunikasi dengan baik, mereka anggun dalam bersikap dan berani mencoba. Mereka juga cenderung sensasional dan spontan. 3. Idealis Orang idealis mempunyai insting untuk mempersatukan orang-orang disekitarnya. 4. Rasional Orang rasional adalah orang yang selalu membutuhkan ilmu pengetahuan. Mereka lebih senang membicakan masa sekarang daripada masa depan atau masa lalu. Mereka juga tipe orang yang berkemauan kuat. BAB V Sehingga mereka seringkali menjadi pemimpin di lingkungannya. Ia juga jenis yang sangat menjunjung tinggi etika dan moral.

11

EMPATHY A. Definisi Empati berasal dari bahasa Yunani yang berarti ketertarikan fisik. Sehingga dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan merasakan perasaan orang lain. Menurut KBBI, empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Sedangkan Eileen R. dan Sylvina S (Kompas, 18 Nop.2006) menjelaskan bahwa empati adalah kegiatan berpikir individu mengenai rasa yang dia hasilkan ketika berhubungan dengan orang lain. Menurut Bullmer, empati adalah suatu proses ketika seseorang merasakan perasaan orang lain dan menangkap arti perasaan itu, kemudian mengkomunikasikannya dengan kepekaan sedemikian rupa hingga menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh mengerti perasaan orang lain itu. Bullmer menganggap empati lebih merupakan pemahaman terhadap orang lain ketimbang suatu diagnosis dan evaluasi terhadap orang lain. Empati menekankan kebersamaan dengan orang lain lebih daripada sekadar hubungan yang menempatkan orang lain sebagai obyek manipulatif. Taylor menyatakan bahwa empati merupakan faktor esensial untuk membangun hubungan yang saling memercayai. Ia memandang empati sebagai usaha menyelam ke dalam perasaan orang lain untuk merasakan dan menangkap makna perasaan itu. Empati memberikan sumbangan guna terciptanya hubungan yang saling memercayai karena empati mengkomunikasikan sikap penerimaan dan pengertian terhadap perasaan orang lain secara tepat. Sedangkan Alfred Adler menyebut empati sebagai penerimaan terhadap perasaan orang lain dan meletakkan diri kita pada tempat orang itu. Empathy berarti to feel in, berdiri sebentar pada sepatu orang lain untuk merasakan betapa dalamnya perasaan orang itu. B. Klasifikasi

12

Empati sering disebut-sebut sebagai resonansi dari perasaan. Secara fisika berarti ikut bergetarnya suatu benda karena persamaan frekuensi. Dengan empati, seseorang akan membuat frekuensi perasaan dalam dirinya sama dengan frekuensi perasaaan yang dirasakan orang lain. Sehingga ia turut bergetar, turut memahami, sekaligus merasakan apa yang dirasakan orang lain. Karena pikiran, kepercayaan, dan keinginan seseorang berhubungan dengan perasaannya, seseorang yang berempati akan mampu mengetahui pikiran dan mood orang lain. Empati ini sangat kita butuhkan. Empati ini akan membuat kita terbiasa melihat sesuatu dari sisi yang lain. Empati akan membuat kita bisa cepat memisahkan orang dan masalahnya; empati akan mendorong kita untuk lebih melihat bagaimana menyelesaikan masalah ketimbang bagaimana menyerang orang. C. Contoh Kasus Seorang pemimpin sangat dituntut profesionalitasnya dalam menjalankan tugasnya, sebagai contoh pemimpin kharismatik India Mahatma Gandhi yang menjadi inspirasi gerakan kemerdekaan di Asia pada era 40-50 an, misalnya, yang memilih berpakaian hanya selembar kain gandum karena seperti itulah rakyat kebanyakan. Atau juga tengok Bapak Koperasi kita Bung Hatta yang menjadi sangat dikenang selain karena intelektualitasnya juga karena kesederhanaan dan kejujurannya. Semua bentuk empati dan simpatinya itulah yang membuat mereka menjadi jauh lebih paham seperti apa rakyat yang dipimpinnya ketimbang mereka-mereka yang memilih gaya borjuis saat menjadi elit politik. Saat ini bangsa kita sedang membutuhkan orang-orang yang memiliki sense of empati yang tinggi, yang memiliki kepekaan empati. Empati itu tidak hanya dibutuhkan ketika bangsa kita sedang terpuruk dengan berbagai bencana yang melanda. Sebagai contohnya, ketika bangsa kita sedang tertimpa musibah tsunami aceh. Rakyat Indonesia berbondong-bondong menyumbangkan apa yang dimiliki, baik sumbangan berbentuk materi, tenaga, maupun dengan doa. Rakyat Indonesia saat itu memang tampak benar-benar bersatu, bersatu ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara di Aceh, kehilangan sanak keluarga yang tercinta,

13

kehilangan harta bernda, kehilangan bagian-bagian tubuh, merasakan kehilangan hal-hal berharga yang dimiliki, dan semua itu telah membuat kita bersatu. Pertanyaannya apakah kita harus ditegur dulu dengan musibah semacam itu disertai ribuaan nyawa yang hilang terlebih dahulu untuk mengaktifkan sensor empati kita? Jika kita ingin mengikuti jejak tokoh terdahulu yang menunjukka empatinya atas penderitaan rakyat yang dipimpinnya, rasanya Indonesia akan segera bangkit dari keterpurukan ini. Ya keterpurukan yang bukan disebabkan oleh mati surinya industri atau perekonomian. Tapi lebih kepada matinya hati karena enggan berbagi dan merasakan pahit getirnya kehidupan saudaranya yang lain. Kini, empati menjadi suatu yang harus hidup dalam sanubari karena dengan berempati, menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang masih hidup, manusia yang berperasaan, dan akhirnya menuntun kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama.

14

BAB VI POSITIVE THINKING A. Definisi Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan. B. Klasifikasi Para ahli saat ini mengatakan bahwa keajaiban berpikir positif ialah saat Anda mengatakan bisa, maka Anda akan bisa. Abdurrahman bin Auf mengatakan bahwa beliau mampu untuk selalu menghasilkan uang, bahkan dengan peribahasanya: mengangkat batu pun bisa menghasilan emas dan perak. Secara tidak langsung, Abdurrahman bin Auf mengatakan bahwa beliau bisa mendapatkan uang dari setiap perniagaanya. Inilah titik awal kita memahami pengertian berpikir positif. Berpikir Positif diawali dengan sebuah keyakinan pada diri sendiri. Keyakinan bahwa dirinya mampu. Keyakinan yang mengatakan bahwa diri beliau bisa. Jika Anda melihat diri Anda bisa, maka Anda akan bisa. Jika Anda melihat diri Anda akan menghasilkan, maka Anda akan menghasilkan. Jika Anda tidak bisa melakukan hal seperti ini, maka Anda masih dikuasai oleh pikiran negatif. Tidak ada orang yang memiliki pikiran positif 100% kecuali para nabi Allah. Sejauh mana diri Anda berpikir positif bisa dilihat pada diri Anda saat ini. Bagaimana dengan keuangan Anda? Itulah tingkat pikiran Anda tentang uang. Bagaimana kesehatan Anda? Itulah level pikiran Anda tentang kesehatan Anda. Bagaimana dengan hubungan Anda? Itulah kualitas pikiran Anda tentang hubungan.

15

Bagaimana dengan orang kaya yang jahat? Dia memiliki pikiran positif terhadap uang. Betul, tetapi hanya kepada uang, tetapi dia memiliki pikiran negatif terhadap hal lain sehingga membuat dia jahat. Begitu juga, adalah sangat mungkin orang yang berpikir positif tidak kaya, bukan berarti tidak bisa, tetapi itu adalah pilihan hidup. Hal yang ideal ialah bagaimana kita memiliki pikiran positif untuk semua hal dalam hidup kita, sehingga kita hidup dalam sebuah keseimbangan. Saya menawarkan sebuah konsep berpikir yang lebih tinggi dibanding dengan berpikir positif, yaitu berpikir indah atau apa yang saya sebut dengan Beautiful Mind. Sebagai lawan dari pikiran positif tentu saja apa yang disebut pikiran negatif. Kehadiran pikiran negatif bisa mentralisir pikiran positif Anda. Pikiran positif akan memancarkan energi positif, sementara pikiran negatif akan memancarkan energi negatif. Tergantung energi mana yang lebih besar. Jika energi positif lebih besar, maka hidup Anda akan lebih positif. Tugas Anda ada dua, yang pertama memperbesar energi positif dan yang kedua memperkecil energi negatif. Setelah itu,rasakanlah indahnya hidup jika kita memiliki pikiran indah. C. Contoh Kasus Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya. Pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif dan rasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan diwawancara. Ia yakin ia akan ditolak. Pada hari wawancara ia bangun terlambat, rasa takutnya menjadi kenyataan. Ia mendapati kemeja yang akan ia kenakan kotor, dan kemejanya yang lain harus disetrika. Dan karena ia sudah terlambat, ia memutuskan untuk mengenakan kemeja yang kusut.

16

Selama wawancara, ia merasa tegang, menunjukkan sikap negatif, khawatir mengenai kemejanya, dan merasa lapar karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua hal ini menyebabkan pikirannya teralihkan dan sulit baginya untuk fokus pada wawancara. Sikapnya secara keseluruhan menimbulkan kesa yang buruk, dan sebagai akibatnya rasa takutnya menjadi kenyataan dan tidak memperoleh pekerjaan tersebut. Budi juga mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama, namun ia menyikapinya secara berbeda. Ia merasa yakin bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum wawancara, ia sering memvisualisasikan dirinya memperoleh pekerjaan tersebut. Malam hari sebelum wawancara, ia menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan dan tidur lebih awal dari biasanya. Pada hari wawancara, ia bangun lebih awal dari baiasanya, sehingga ia memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu tiba di tempat wawancara sebelum jadwal. Ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Tentunya ia juga memenuhi persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Beno. Apa yang bisa kita pelajari dari dua cerita tersebut? Apakah ada sihir yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya merupakan hal yang alami. Jika kita memiliki sikap yang positif, sikap-sikap tersebut akan menghasilkan perasaanperasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran kita apa yang kita inginkan. Hal ini akan memberikan pencerahan, lebih banyak kekuatan, dan kebahagiaan. Diri anda juga akan memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan anda. Kita berjalan tegak dan suara kita lebih berwibawa.Bahasa tubuh kita menunjukkan perasaan kita.

17

BAB VII NEGATIVENESS THINKING A. Definisi Negative thinking adalah pola atau cara berpikir yang lebih condong pada sisisisi negatif dibanding sisi positifnya. Pola pikir ini bisa tampak dari keyakinan atau pandangan yang terucap, cara seseorang bersikap, dan perilaku sehari-hari. Karena sisi negatif lebih dominan, tidak heran jika cara berpikir seperti ini dipenuhi sikap apriori, prasangka, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan kesangsian, yang seringkali tanpa dasar atau tanpa nalar sama sekali. Pola pikir negatif juga tampak dari cara seseorang memandang atau merespon persoalan yang seringkali mengabaikan rasionalitas, logika, fakta, atau informasi yang relevan. Meskipun begitu, rasionalitas juga bisa terjerumus dalam kerangka pikiran yang bersifat negatif. Artinya, seseorang secara sadar dapat memanfaatkan rasionalitas, logika, dan kecakapan berpikirnya untuk memandang suatu persoalan secara negatif. B. Klasifikasi Penyebab dari pola pikir semacam ini adalah konstruksi persepsi yang didasarkan pada sistem keyakinan, cara pandang (paradigma), atau cara kita memahami suatu persolan. Karena pola pikir ini bersifat paradigmatis, maka setiap data, fakta, atau informasi akan kita persepsi sesuai dengan paradigma yang dianut. Jika paradigmanya bersifat konflik, maka yang muncul adalah persepsi-persepsi konfliktual, baik ofensif maupun defensif. Sementara jika paradigmanya harmoni, maka persepsi-persepsi yang dominan pun sifatnya lebih harmonis, menyatukan, mensintesis, dan antikonflik. Dalam diri semua orang, terkadung sesuatu yang oleh para ahli psikologi disebut self defense mechanism, yaitu suatu kecenderungan untuk mempertahankan diri dari apa yang kita persepsikan sebagai sesuatu yang menyerang atau berpotensi menghalangi tercapainya keinginan kita. Salah satu pilihan mempertahankan diri itu adalah dengan bersikap ofensif atau menyerang balik si pengancam. Dampak buruk

18

dari mudahnya kita berpikir negatif adalah sulitnya kita menerima pendapat orang lain, sulit menerima hal baru, sulit bersosialisasi, dan sering muncul sebagai pribadi yang kurang menarik untuk diajak kerjasama. Internal Pola berpikir negatif tidak semata-mata tertuju pada dunia luar saja. Negatifisme juga bekerja secara internal atau menyerang diri kita sendiri. Ini bisa tampak dari keyakinan, persepsi diri, atau cara pandang kita terhadap diri sendiri sehingga memunculkan citra diri negatif. Contoh; memandang diri sendiri sebagai tidak berbakat, memiliki banyak kelemahan, terbelakang secara mental, atau bernasib kurang beruntung. Citra diri negatif bukanlah sebentuk persepsi diri yang terbentuk dalam sekejap. Persepsi ini muncul dan tertanam sedikit demi sedikit, terakumulasi berdasarkan jenis-jenis peristiwa atau pengalaman hidup yang kita alami. Misalnya, dalam sebuah kesempatan kita mengalami perlakuan yang kurang sopan dari seseorang. Pada kesempatan lain, kembali kita diperlakukan secara buruk oleh pihak lain. Lalu dalam jangka waktu yang agak lama berselang, ternyata kita kembali mendapat perlakuan tidak seperti yang kita harapkan. Maka, kemudian muncul pertanyaan dalam diri kita, Apakah saya memang pantas mendapat perlakuan seperti ini? Lalu, sedikit demi sedikit muncul persepsi bahwa hidup kita memang kurang beruntung. Persepsi sekilas itu bisa menjadi permanen jika frekuensi terjadinya peristiwa-peristiwa yang mendasarinya itu sering berulang. Citra diri negatif ini kemudian akan membuat kita menjadi pribadi yang sangat tidak efektif dan sulit berkembang ke arah yang lebih baik. Ambil contoh persepsi diri kita tidak memiliki bakat. Persepsi ini bisa berbuntut pada kecenderungan kita untuk tidak mau menggali bakat-bakat terpendam kita. Bahkan kita cenderung mengingkari keberadaan bakat-bakat terpendam tadi, dan akhirnya membuat kita malas mengasah bakat atau enggan meningkatkan ketrampilan kita. Dari anggapan yang keliru inilah proses pengembangan diri kita terhambat. Kita bisa jauh lebih sulit berkembang jika persepsi ini mengkristal. C. Contoh Kasus

19

Kisah asmara sepasang muda-mudi berikut ini menjelaskan bagaimana pikiran yang negative menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja. Tragedi itu bermula ketika pemuda tersebut harus pergi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Ia merasa tidak lagi pantas memiliki gadis pujaan hati karena cacat kaki. Terpaksa ia meminta bantuan temannya agar memberitahu kekasihnya itu bahwa ia sudah gugur di medan peperangan. Pasca kejadian itu, ia justru melalui hari-hari dengan keputusasaan, karena ia masih sangat mencintai wanita itu. Hingga suatu ketika ia mendengar bahwa mantan kekasihnya akan segera menikah. Pemuda tersebut merasa senang bercampur sedih. Di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah dapat menemukan pengganti, tetapi ia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tersebut ingin melihat mantan kekasihnya tersenyum bahagia. Ia sengaja datang pada acara pernikahan dan terus memperhatikan wanita itu secara diam-diam. Tetapi ia sangat terperanjat ketika melihat calon suami kekasihnya itu. Sebab pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda tersebut sangat menyesal mengapa dulu ia berpikir negatif dan terburuburu memutuskan untuk mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa ia tidak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif hanya meninggalkan penyesalan. Kisah tersebut sebenarnya menegaskan bahwa kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memikirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Semoga kita mempunyai satu kesamaan pendapat bahwa berpikir positif itu jauh lebih menguntungkan. Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup Anda. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula.

20

BAB VIII BODY LANGUAGE A. Definisi Bahasa tubuh adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. Biasanya, isyarat nonverbal ini lebih jujur daripada kata-kata yang keluar dari mulut manusia. Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri. B. Klasifikasi Lima fungsi pesan nonverbal menurut Mark L. Knapp
1.

Repetesi Mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan secara verbal. Subtitusi Menggantikan lambing verbal Kontradiksi Menolak sebuah pesan verbal dengan memberikan makna lain menggunakan pesan nonverbal

2.

3.

4.

Pelengkap Melengkapi dan memperkaya pesan nonverbal Aksentuasi Menegaskan pesan nonverbal.

5.

Bahasa tubuh dipercayai sangat penting dalam melancarkan atau menghambat efektifitas komunikasi.

21

C. Contoh Kasus Kita akan membahas bagaimana tubuh seseorang mengatakan bahwa ia sedang berbohong. hal ini sangat bermanfaat agar kita tidak mudah dibohongi lagi atau bisa juga agar tidak ketahuan jika kita sedang berbohongan Kita dapat mengetahui seseorang berbohong atau tidak dari dua hal yaitu katakata dan juga gerak-gerik orang tersebut. Dari Kata-kata : 1. Pembohong cenderung menggunakan kata-kata dari pertanyaan kita. 2. Pembohong terkadang menghindari berbohong dengan tidak membuat pernyataan langsung. 3. Pembohong biasanya memberi jawaban yang berbelit-belit dan tidak penting. karena mereka merasa tidak nyaman jika suasana diam, atau berhenti ketika sedang ngobrol. 4. nada bicara orang berbohong itu monoton, jarang menggunakan intonasi untuk menegaskan suatu kata atau kalimat. 5. kalimat orang yang berbohong sering acak2an dan tidak konsisten. 6. sering menjawab terlambat atau delay. dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memulai menjawab dibandingkan dengan pembicaraan biasa (karena saat ini ia juga sedang berpikir tentang kebohongannya). 7. menunduk jawabannya. 8. lihat matanya, seorang pembohong sesekali melihat mata kita kemudian dia mengalihkan pandangannya. seorang yang berbohong cenderung menghindari kontak mata. Tanda-tanda lain yang menunjukkan seseorang sedang berbohong : 1. perhatikan tenggorokkannya, seseorang akan berusaha mengurangi ketenganganya ketika berbohong dengan membasahi tenggorokannya dengan menelan air liurnya. setelah menjelaskan sesuatu, hal ini menunjukkan dia menyembunyikan sesuatu. dia sedang berbohong atau ragu-ragu dengan

22

2. perhatikan tangannya, gerakkan tangan orang yang berbohong kadang tidak jelas. kadang ia menyentuh hidung, dahi, atau belakang telinga. 3. ketika kita percaya pada seseorang yang berbohong, maka kondisinya akan berubah drastis, dia sudah mulai tenang karena kita percaya kebohongannya. 4. jika kita yakin bahwa seseorang tersebut berbohong, coba kita diam sejenak. coba amati betapa tidak nyamannya keadaan seseorang yang sedang berbohong. 5. seseorang kadang menggunakan lelucon atau kata-kata kasar untuk menyimpang dari pembicaraan. 6. ketika tertawa, tertawa yang tulus tidak hanya dibibir, tetapi mata juga menunjukkan apakah dia tertawa dengan tulus atau tidak. dibawa kelopak mata akan terbentuk kantung jika seseorang sedang tertawa dengan tulus. Bisa juga seseorang tersebut tidak berbohong tetapi sedang menyembunyikan sesuatu dari kita : 1. 2. 3. 4. 5. menutup mulutnya ketika berbicara menggosok sisi hidung bersandar agak jauh dari kita sedikit mengangkat bahu nada suara meninggi

23

BAB IX MANAJEMEN KONFLIK A. Definisi Menurut Nardjana (1994) Konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu. Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja (Wijono,1993, p.4)
B. Klasifikasi

Pada dasarnya klasifikasi manajemen konflik yang telah dikemukakan berdekatan maknanya satu sama lain, hanya saja masing-masing ahli mempunyai perspektif pendekatan dan istilah yang berbeda. Manajemen konflik yang ada dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu:
1. Positive problem solving terdiri dari kompromi dan negosiasi. Kompromi

adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat mengurangi tuntutannya agar tercaSpiritual suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
2. Conflict engagement (menyerang dan lepas control). Manajemen konflik ini

lebih bersifat mengontrol dan tidak menyerang lawan dalam proses penyelesaian konflik tetapi lebih-lebih dengan cara yang bersifat perdamaian tanpa menyerang lawan yang berkonflik.
3. Withdrawal (menarik diri). Pada manajemen konflik ini penyelesaian

konflik, pihak yang berkonflik tidak menarik diri dari konflik yang dialami dan tidak menggunakan mekanisme pertahan diri, tetapi lebih berusaha

24

menampilkan diri untuk terus mempertahankan diri guna meyelesaikan konflik yang terjadi.
4. Compliance (menyerah). Manajemen konflik ini penyelesaian konflik lebih

bersifat tidak menyerah dan berusaha terus dalam penyelesai konflik yang terjadi. C. Contoh Kasus Ketua serikat pekerja cenderung untuk memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan manajer. Di satu sisi ketua serikat pekerja mengutamakan kesejahteraan tenaga kerja, sedangkan di sisi yang lain manajer memandang maksimalisasi profit sebagai prioritas utama. Nilai juga bisa menjadi alasan kenapa orang tertarik untuk bergabung dalam suatu struktur organisasi tertentu. Orang-orang yang bekerja dalam susunan organisasi yang birokratif memiliki sikap yang berbeda dengan orang yang bekerja dalam struktur organisasi yang dinamis. Dalam organisasi birokrat, orang-orang cenderung memiliki toleransi yang rendah terhadap keterbukaan interpretasi, individualisme, dan nilai-nilai professional. Mereka cenderung tidak suka berhadapan dengan informasi yang kompleks serta menilai otoritas hierarki dan kekuasaan berdasarkan posisi dalam organisasi.

25

BAB X MANAJEMEN RESIKO DEFINISI risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam

A.

Manajemen

mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risikorisiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumeninstrumen keuangan. Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

26

B. Klasifikasi Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi:
a. b. c. d.

Resiko Operasional Resiko Hazard Resiko Financial Resiko strategic Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management). Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi. Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk: 1. risiko spekulatif Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian 2. risiko murni. Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin

27

menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ). Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung. C. Contoh Kasus 1. Perusahaan memutuskan untuk tidak menambah utang baru untuk membangun kembali gedung yang terbakar berserta asetnya, namun menerbitkan saham baru. Penerbitan saham baru ini tidaklah murah karena perusahaan harus mengeluarkan underwriting fees. Skenario lain yang mungkin muncul adalah pada saat yang sama, perusahaan sebenarnya memiliki sebuah proyek investasi yang sangat prospektif dan membutuhkan dana misalnya 2 triliun rupiah, yang kebetulan persis sebesar kerugian akibat kebakaran tersebut. Seandainya perusahaan tidak memiliki uang di atas jumlah itu, dana sebesar 2 triliun itu harus digunakan untuk membangun kembali pabrik dan asetnya, akibatnya proyek investasi baru itu harus didanai dari sumber lain seperti utang baru atau penerbitan saham baru. 2. Di Indonesia belum ada Ahli hukum kontrak bidang konstruksi, dilain pihak pembayaran Ahli hukum kontrak konstruksi dari luar negeri sangat mahal, sementara yang dilakukan pemerintah adalah dengan menunjuk Tim Pengganti ahli hukum kontrak konstruksi yang anggotanya terdiri dari pejabat-pejabat yang dipandang menguasai hukum kontrak konstruksi. Sertifikat tanda mengikuti Diklat Nasional Perikatan Hukum Kontrak & Manajemen Proyek ini minimal dapat dijadikan salah satu syarat untuk diangkat sebagai anggota Tim Pengganti Ahli Hukum Konstruksi di Instansinya masing masing. 3. Manajemen risiko yang efektif juga mengurangi kemungkinan financial distress, yaitu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang serius untuk memenuhi kewajibannya, baik bunga maupun pokok pinjaman. Misalkan

28

perusahaan sepatu di atas tidak melakukan asuransi terhadap potensi kebakaran pabrik, perusahaan harus membangun kembali pabrik beserta aset di dalamnya dengan dana yang diusahakannya sendiri. Apabila kas perusahaan ternyata tidak cukup untuk itu, perusahaan terpaksa harus meminjam dari lembaga keuangan seperti bank. Pinjaman yang bertambah meningkatkan potensi financial distress perusahaan. Oleh karena itu, manajemen risiko yang efektif dapat mengurangi kemungkinan ini.

29

BAB XI NEGOSIASI A. DEFINISI Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. B. KLASIFIKASI Negosiasi berdasarkan klasifikasinya: 1. Negosiasi yang menyangkut perpanjangan persetujuan (extension agreement). Ex: persetujuan hal pesawat untuk mendarat, persetujuan tentang tarif, mandat pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, sewa pangkalan militer asing dll 2. Negosiasi persetujuan tentang normalisasi (normalisation agreement) untuk mengakhiri konflik melalui gencatan senjata, perjanjian perdamaian, pemulihan hub diplomatik dll 3. Negosiasi untuk normalisasi yang melibatkan derajat substansi dari pembagian kembali (redistribution). Perubahan dalam negosiasi dalam status quo atau pengaturan yang ada diusahakan dalam kaitannya dengan perbatasan wilayah, hak suara dalam organisasi intl, kontribusi anggaran dll 4. Negosiasi untuk pencapaian tujuan dengan pertimbangan perubahan baru. Para pihak menciptakan kewajiban yang berbeda. Dapat juga penyerahan tingkat kekuatan hukum dan politik kepada lembaga dengan pengaturan baru. Ex : lembaga International Seabed Authority, Persetujuan 1984

30

tentang masa depan Hong Kong sebagai special Administration Region di RRC 5. Negosiasi untuk memberikan akibat sampingan (side effect). 6. Negosiasi untuk menyetujui perumusan komunike bersama (joint communique) khususnya menyangkut naskah, cara penafsiran dan substansinya, tempat pembicaraan, agenda pertemuan, protokoler, persiapan rancangan pasal dalam suatu kelompok kerja dari suatu konferensi multilateral. C. Contoh Kasus Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemenelemen kerjasama dan kompetisi. Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. Contoh kasus Ratu mengenai negosiasi, seperti Christopher ekspedisinya Columbus meyakinkan Elizabeth untuk membiayai

saat Inggrisdalam perang besar yang memakan banyak biaya atau sengketa Pulau Sipadan-Ligitan - pulau yang berada di perbatasa Indonesia dengan Malaysia antara Indonesia dengan Malaysia.

31

BAB XII SOFT SKILL A. DEFINISI Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang "EQ" (Intelligence Quotient Emosional) , cluster sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan hubungan dengan orang lain. Perangkat Lunak melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari IQ seseorang), yang merupakan persyaratan pekerjaan dari pekerjaan dan kegiatan lainnya. Soft skill adalah atribut pribadi yang meningkatkan interaksi individu, kinerja pekerjaan dan prospek karir. Tidak seperti hard skill, yang tentang keahlian seseorang dan kemampuan untuk melakukan jenis tertentu dari tugas atau kegiatan, soft skill adalah interpersonal dan luas berlaku. B. KLASIFIKASI Bahwa ada 2 kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengembangkan kepribadian yaitu :
1. Kecerdasan Interpersonal (interpersonal Intelligence) adalah kemampuan

untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, dan temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara dan gerak tubuh orang lain (isyarat), dan kemampuan untuk menjali relasi dan komunikasi dengan berbagai orang lain.
2. Kecerdasan Intrapersonal (intrapersonal intelligence) adalah kemampuan

memahami diri dan bertindak adaptif berdasarkan pengetahuan tentang diri. Kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran diri tinggi, inisiatif dan berani.

32

C. CONTOH KASUS Kemampuan beradaptasi, komunikasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, conflict resolution , dan lain sebagainya.Hard skill dapat dinilai dari technical test atau practical test . Namun bagaimana cara untuk menilai soft skill yang dimiliki oleh seseorang? Recruitment consultancy firm menggunakan teknik wawancara yang mendalam dan menyeluruh dengan pendekatan behavioral skill yang baik. interview. Dengan behavioral interview, diharapkan kandidat-kandidat tidak hanya memiliki hard skill namun juga didukung oleh soft

33

BAB XIII VISUAL, AUDITORI, DAN KINESTETIK A. Definisi Visual, auditori, dan kinestetik adalah suatu gaya belajar seseorang. Visual (belajar dengan cara melihat). Auditori (belajar dengan cara mendengar). Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh) B. Klasifikasi 1. Visual (belajar dengan cara melihat) Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyekobyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi. Ciri-ciri gaya belajar visual : Bicara agak cepat Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi Tidak mudah terganggu oleh keributan Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar Lebih suka membaca dari pada dibacakan Pembaca cepat dan tekun

34

Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato Lebih suka musik dari pada seni Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual : 1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta. 2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting. 3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi. 4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video). 5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar. 2. Auditori (belajar dengan cara mendengar) Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset. Ciri-ciri gaya belajar auditori : Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri Penampilan rapi Mudah terganggu oleh keributan

35

Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat Senang membaca dengan keras dan mendengarkan Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca Biasanya ia pembicara yang fasih Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual Berbicara dalam irama yang terpola Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori : 1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga. 2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras. 3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak. 4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal. 5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur. 3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh) Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. Ciri-ciri gaya belajar kinestetik : Berbicara perlahan Penampilan rapi Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan Belajar melalui memanipulasi dan praktek

36

Menghafal dengan cara berjalan dan melihat Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca Menyukai permainan yang menyibukkan Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan katakata yang mengandung aksi Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik: 1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam. 2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru). 3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar. 4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan. 5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik. Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. C. Contoh Kasus Konon di dunia binatang telah berlangsung musyawarah diantara binatang besar dibawah pimpinan raja rimba Singa. Mereka membicarakan rencana untuk mendirikan sekolah bagi para binatang kecil yang di dalamnya akan diajarkan mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. Namun dalam musyawarah mereka tidak sepakat tentang subjek mana yang paling penting. Mereka akhirnya memutuskan agar semua murid mengikuti seluruh

37

mata pelajaran yang diajarkan. Jadi, setiap murid harus belajar memanjat, terbang, berlari, menggali dan berenang. Pada saat sekolah dibuka, para binatang kecil dari seluruh pelosok hutan sangat antusias untuk bersekolah. Seluruh murid bergairah menikmati segala kebaruan dan keceriaan. Sampai tibalah suatu hari yang mengubah keadaan sekolah itu. Satu murid yang bernama kelinci sangat piawai berlari, namun ketika mengikuti kelas berenang dia hampir tenggelam. Dia berusaha untuk belajar berenang, namun selalu gagal, sehingga mengguncang batinnya. Karena sibuk belajar berenang, si Kelincipun tak pernah dapat lagi berlari secepat sebelumnya. Pada saat yang sama, murid lain yang bernama Elang mengalami kesulitan dalam pelajaran menggali. Elang yang terkenal pandai terbang, selalu gagal dalam pelajaran menggali, sehingga dia harus mengikuti les pelajaran menggali. Les itu menyita waktu sehingga ia melupakan cara terbang yang sebelumnya sangat ia kuasai. Setiap hari kesulitan-kesulitan muncul dan melanda para binatang siswa sekolah. Setiap siswa sibuk memperbaiki pelajaran yang tidak ia kuasai sehingga mereka tidak punya kesempatan lagi untuk beprestasi dalam bidang keahlian mereka masing-masing. Hal ini terjadi karena sekolah tidak menghargai sifat alami mereka. Dongeng di atas dikutip dari pengantar buku Sekolah Para Juara karya Thomas Amstrong (2000). Thomas Amstrong adalah pakar dan praktisi Kecerdasan Majemuk (Multiple Intellegencesi) yang ditemukan oleh Howard Gardner. Amstrong mengilustrasikan kemajemukan potensi setiap orang seperti kecerdasan alami yang dimiliki para binatang.

38

BAB XIV HUMAN RELATIONS A. DEFINISI Pengertian human relations Tidak mudah untuk mencari sebuah perkataan dalam bahasa Indonesia yang benarbenar tepat sebagai terjemahan dari istilah human relations. Ada yang mengartikannya menjadi hubungan manusia atau hubungan antar manusia Secara harafiah terjemahan tersebut mungkin tidak salah. Tetapi, tidak keduaduanya mengandung makna yang sebenarnya dari human relations. Karena pada kedua terjemahan tersebut tidak terkandung makna yang hakiki dari human relations, yaitu human yang bermakna proses kerohanian yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain dari aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Karena itu, terjemahan yang paling mendekati makna danmaksud human relations adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani. B. KLASIFIKASI Perkembangan Human relations Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan perntingnya dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang menyangkut faktor manusia dalam manajemen. Benturan-benturan psikologis dan konflik-konflik antara kepentingan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan tetapi juga antara karyawan dengan karyawan, yang benar-benar menganggu jalannya roda organisasi dalam mencapai tujuan. Human relations juga dirasakan pentingnya oleh para manajer untuk menghilangkan luka-luka akibat salah komunikasi (miscommunication) dan salah interppretasi (mis-interpretation) yang terjadi antara manajer beserta karyawannya dengan publik di luar organisasi. Kunci Aktivitas Human relations

39

Kunci aktivitas human relations adalah motivasi, memotivasikan para karyawan untuk bekerja giat berdasarkan kebutuhuan mereka secara memuaskan, yakni kebutuhan akan upah yang cukup bagi keperluan hidup keluarganya sehari-hari, kebahagiaan keluarganya, kemajuan dirinya sendiri, danlain sebagainya. Seseorang memasuki suatu organisasi, karena ia berpikir organisasi akan dapat membantu dia mencapai tujuannya. Demikian pula para karyawan. Mereka mempunyai organisasi. Mereka anggota organisasi kekaryaan di mana mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemimpin organisasi tersebut dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas para karyawan dan mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk bekerja bersama-sama. Ini semua tertuju kepada sasaran yang direncanakan. Dan di sini komunikasi memegang peranan penting. Human relations seperti ditegaskan di muka adalah komunikasi persuasif. Dengan melaksanakan human relations itu pemimpin organisasi atau pemimpin kelompok melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggitakan mereka bekerja bersama-sama, seghingga hasilnya memuasakan di samping mereka bekerja dengan hati puas. Motif dan Motivasi Prestasi kerja seorang karyawan kadang-kadang tidak sama dengan kecakapan yang dimilikinya. Memang faktor penyebabnya tidak sama antara karyawan yang satu dengan yang lainnya, Faktor penyebab ini tergantung dari orangnya sendiri atau lingkungan kerjanya. Tidak sesuainya prestasi kerja dengan kecakapannya itu bagi seseorang karyawan mungkin karena tidak mempunyai kemauan bisa juga karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga disebabkan oleh kurangnya energi dan lain sebagainya. Dalam psikologi keadaan seperti itu dikatakan sebagai berikut; bukan kecakapan (ability) yang kurang, melainkan motivasi yang kurang atau bahkan tidak ada. Motif yang tidak kuat, sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan kecakapannya. Motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai tujuan. Dapat juga dikatakan bahwa motif adalah daya gerak yang mendorong sesorang untuk berbuar sesuatu.

40

Sedang motivasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi motivasi berarti membangkitkan motif, daya gerak, atau menggerakkan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam rangka mencapai suatu kepuasaan atau suatu tujuan. C. CONTOH KASUS Setelah seseorang melakukan upaya mengenali kekuatan dan kelemahan diri, orang lain akan menyadari siapa saya? Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup. Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri.

41

BAB XV ENTERPRENEUR DAN ENTERPRENEURSHIP A. Definisi Istilah entrepreneur dipopulerkan oleh seorang ahli ekonomi Austria yang bernama Joseph Schumpeter (1883-1950). Menurut Schumpeter keseluruhan proses perbuahan ekonomi akhirnya tergantung pada pribadi perilakunya yaitu entrepreneur (wiraswastawan). Para entrepreneur melihat perubahan sebagai norma dan sesuatu yang sehat. Biasanya mereka tidak menciptakan perubahan sendiri, karena mereka sendiri biasanya bukan penemu (Suyanto, 2004: 3-4). Entrepreneur selalu mencari perubahan, menanggapinya dan memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Setiap perubahan ditanggapinya secara kreatif dan inovatif. Salah satu trait dari entrepreneur yang sukses adalah hard work and hopefully smart. Ray Kroc (founder McDonalds) mengatakan bahwa Luck is a dividend of sweat. The more you sweat, the luckier you get. Sedangkan smart berarti cerdas atau pintar atau bijak. Kong Hu Cu mengatakan Jika Anda tidak pandai, maka Anda harus cerdas. Definisi yang lebih luas smart entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan bisnis baru serta kreatif dan inovatif dengan mengambil resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan ancaman serta menggabungkan dengan sumberdaya yang dimilikinya. Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah tindakan menjadi seorang pengusaha, yang dapat didefinisikan sebagai "orang yang melakukan inovasi, keuangan dan ketajaman bisnis dalam upaya untuk mengubah inovasi menjadi barang ekonomi". Hal ini dapat mengakibatkan baru organisasi atau mungkin menjadi bagian dari revitalisasi matang organisasi dalam menanggapi kesempatan dirasakan. Bentuk yang paling jelas dari kewirausahaan adalah bahwa dari awal baru usaha (disebut sebagai Perusahaan Startup ), namun, dalam beberapa tahun terakhir, istilah ini telah diperpanjang untuk mencakup bentuk-bentuk sosial dan politik dari aktivitas kewirausahaan. Ketika kewirausahaan menggambarkan kegiatan dalam suatu perusahaan atau organisasi besar ini disebut sebagai intra-

42

kewirausahaan dan mungkin termasuk bertualang perusahaan, ketika besar entitas spin-off organisasi. B. Klasifikasi Landau (1982) telah mengusulkan hubungan dari risiko yang dibawa (risk bearing) dengan karakteristik inovasi akan membuat sebuah dasar klasifikasi entrepreneur. Gambler merupakan entrepreneur juga, tetapi selalu mempunyai karakteristik inovasi yang rendah dan risiko besar. Dreamer (pemimpi) adalah entrepreneur yang mempunyai inovasi yang tinggi, tetapi hanya mau menerima risiko yang rendah. Consolidator adalah entrepreneur yang hanya bisa menerima risiko rendah dan karakteristik inovasi yang rendah pula. Entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai karakteristik inovasi yang tinggi dan risiko yang dihadapi atau dibawanya juga cukup tinggi. Kuratko dan Hodgetss (2001) menyebutkan ada 10 karakteristik dari entrepreneur yaitu: 1. Entrepreneur adalah pelaku bukan pemikir 2. Entrepreneur dilahirkan, bukan dibuat atau diciptakan 3. Entrepreeur selalu menjadi penemu/pencipta sesuatu 4.Entrepreneur adalah akademisi dan tidak bisa menyesuaikan dalam masyarakat 5. Entrepreneur harus memenuhi the profile 6. Kebutuhan entrepreneur adalah uang 7. Kebutuhan entrepreneur adalah keberuntungan 8. Ketidaktahuan merupakan kebahagian bagi entrepreneur 9. Entrepreneur menginginkan keberhasilan, tetapi pengalaman menyatakan tingkat kegagalan cukup tinggi 10. Entrepreneur adalah sangat pengambil risiko (gamblers)

43

Karakteristik ini sangat memberikan pandangan kepada semua pihak bahwa entrepreneur selalu membawa risiko dan inovasi. Pada sisi lain Kao (1991) menyebutkan ada 11 karakteristik entrepreneur yaitu: 1. Total komitmen, penentu, dan melindungi 2. Dorongan untuk mendapatkan dan bertumbuh 3. Orientasi kepada kesempatan dan tujuan 4. Mempunyai inisiatif dan tanggung jawab personal 5. Pemecah persoalan secara terus menerus 6. Memiliki realisme dan dapat bercengkerama (humor) 7. Selalu mencari dan menggunakan umpan balik (feedback) 8. Selalu fokus pada internal 9. Menghitung dan mencari risiko 10. Kebutuhan yang kecil untuk status dan kekuasaan 11. Memiliki integritas dan reliabilitas Sukardi (1991) menyebutkan ada 9 karakteristik tingkah laku wirausahawan yaitu: 1. Sifat instrumental 2. Sifat prestatif 3. Sifat keluwesan bergaul 4. Sifat kerja keras 5. Sifat keyakinan diri 6. Sifat pengambil risiko 7. Sifat swakendali 8. Sifat inovatif 9. Sifat kemandirian Menurut Boyd dan Gumpert (1983) bahwa para entrepreneur banyak menemui tekanan setiap inovasi yang dikerjakannya. Sumber tekanan tersebut dapat diidentifikasi dari empat penyebab yaitu: kesepian, terbenam dalam bisnis yang dikerjakan, persoalan-persoalan pegawai, dan kebutuhan akan keberhasilan. Ada

44

lima persoalan penting yang harus dikerjakan agar tekanan tersebut dapat diatasi yaitu:
1.

Membuat networking: kesepian yang dihadapi dilakukan dengan membuat

hubungan baik dengan berbagai pihak sehingga bisa bercerita soal situasi yang dihadapi. 2. Keluar dari persoalan secara total: pada saat tidak bekerja seperti hari libur atau akhir pekan entrepreneur harus melepaskan semua pekerjaan dan tidak menerima laporan sehingga tubuh dapat kesegaran. 3. Berkomunikasi dengan pekerja: entrepreneur harus mau membuka pintu dan berdiskusi dengan karyawan. Hubungan yang baik dengan karyawan akan membantu entrepreneur menghadapi persoalan yang dihadapi.
4.

Menemukan kepuasan di luar perusahaan: entrepreneur dapat melakukan

kegiatan di luar perusahaan untuk mendapatkan kepuasan sehingga bisnis yang dikerjakan tidak menjadi persoalan.
5.

Pendelegasian: entrepreneur harus bisa mendelegasikan pekerjaan kepada

karyawan dan pekerjaan tidak dipegang sendiri seluruhnya. C. Contoh Kasus Menjelang tahun baru 2008, otak saya melar cukup dahsyat. Banyak ide-ide pengembangan usaha dan Young Entrepreneur Academy yang terpaksa belum bisa terealisasi karena terlalu banyak liburan. Mungkin itulah salah satu musuh pengusaha, yes, liburan. Jangan salah artikan bahwa saya gila kerja, namun sebaliknya, saya ini suka bermain-main dengan hobi saya, yaitu menjadi pengusaha dan mengajar. Saat bingung mau ngapain saat liburan, ehh di koran nongol iklan jalan-jalan akhir tahun ke Kuala Lumpur (KL), Genting Highland dan Malaka. Daripada bengong di rumah, saya ajak aja istri untuk bulan madu (entah keberapa). Yuk!, dia menyaut. Perjalanan itu sungguh membuat saya takjub, bagaimana pariwisata menjadi pemasok devisa yang besar bagi negara kecil tersebut. Jangan bandingkan dengan Indonesia tentang kekayaan wisatanya. Negeri kita., jaauuuh lebih kaya dan cantik dari mereka. Hanya saja, kita tertidur, sedangkan mereka sudah terbang.

45

Yang mereka sebut-sebut sebagai Caves, tak lebih cantik dibanding Ngarai Sianok di Bukit Tinggi. Pemandangan sekitar Genting Highland, tak lebih apik dibanding Puncak Bogor. Tapi mengapa setiap sudut dari Genting bisa menghasilkan uang. Mungkin anda akan menjawab karena adanya casino disana. Menurut saya bukan. Buktinya, mayoritas dari pelancong, justru tidak pernah menginjakkan kaki ke ruang casino, termasuk saya. Namun wisata belanja dan permainannya yang mirip miniatur Dufan Ancol, cukup membuat kaki kita pegel menapakinya.

46

BAB XVI KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Belajar Kecakapan Antar Personal (KAP), sangat penting karena untuk memahami diri kita dan lawan bicara kita dalam berkomunikasi dan untuk memotivasi diri lebih dalam. Saran Pemberian materi Kecakapan Antar Personal sebaiknya diberikan dari mulai SLTP karena baik untuk memotivasi dalam belajar dan bersosialisasi.

47

BAB XVII DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. http://www.gudangmateri.com/2010/06/komunikasi-dan-hubungan-antarmanusia.html http://catatanjefri.blogspot.com/2010/07/kecakapan-antar-personal.html http://nurul_q.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9095/bab1-sikap-1.pdf http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/sikap.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi http://www.scribd.com/doc/23203503/61/Klasifikasi-Komunikasi http://www.anneahira.com http://www.kompas.com http://edukasi.kompasiana.com/2009/10/24/empati-sebuah-resonansi-dariperasaan/ 10. http://www.motivasi-islami.com/pengertian-berpikir-positif/ 11. http://www.akuinginsukses.com/ 12. http://www.info-sehat.com/ 13. http://www.webdesignsolo.com/ 14. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/04/manajemen-konflik-definisi-cirisumber.html 15. http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko 16. http://amrigunasti.wordpress.com/2011/01/11/lingkup-manajemen-proyek/ 17. http://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi 18. http://tonnyeffendi.wordpress.com/2008/04/25/negosiasi/ 19. http://abdoez.multiply.com/journal/item/132/Negosiasi 20. http://en.wikipedia.org/wiki/Soft_skills 21. http://psb-psma.org/content/blog/gaya-belajar-anda-visual-auditori-ataukinestetik/ 22. http://gurutisna.wordpress.com/2009/05/14/kecerdasan-berbeda-gaya-belajarberbeda-mengapa-mereka-disamakan/ 23. http://agneskurniawan.wordpress.com/2007/10/30/entrepreneur/

48

24. http://en.wikipedia.org/wiki/Entrepreneurship 25. http://dhikamaple.blogspot.com/2010/03/human-relation.html

49