USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

Bagian

A

DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN

A.1. 1.

Data Organisasi Perusahaan Umum CV. TRI MATRA DISAIN terbentuk dengan dilandasi sikap kerjasama dan keinginan mengembangkan diri bersama serta tanggungjawab profesi, dimana didalamnya tergabung beberapa sumber daya manusia dengan berbekal ilmu pengetahuan dan profesionalisme yang tinggi. CV. TRI mu MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada Tanggal 27 Januari 1992 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, Mekanikal dan Elektrik Elektrikal. Disisi lain, CV. TRI MATRA DISAIN didirikan dengan tujuan untuk memberikan jangkauan pelayanan yang lebih luas di bidang jasa konsultansi serta mengantisipasi perkembangan pembangunan yang ada. Perkembangan dunia usaha jasa konsultasi yang sejalan deng dengan laju pembangunan bangsa dituntut adanya sumber daya manusia yang handal dengan profesionalisme tinggi dalam usaha peningkatan kualitas pembangunan. Meningkatnya profesionalisme telah mampu mengikuti perkembangan pembangunan, hal ini menyebabkan semakin meningkatnya mutu layanan yang diberikan dibidang jasa konsultasi. Dalam meningkatkan mutu pelayanan CV. TRI MATRA DISAIN didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidangnya masing masing. Serta dalam hal penanganan berbagai masing-masing. masalah pekerjaan, CV. TRI MATRA DISAIN ada dalam posisi untuk

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

1

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR mendapatkan solusi teknik terbaik dan pendekatan ekonomis untuk masingmasing penyelesaian permasalahan. CV. TRI MATRA DISAIN adalah badan usaha Jasa Konsultansi yang didirikan pada tanggal 20 April 1984 di Denpasar - Bali dengan lingkup layanan Bidang Sipil, Arsitektur, Tata Lingkungan, dan Mekanikal dan Elektrikal. Konsultan ini didirikan dengan tujuan untuk berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan nasional khususnya dalam memberikan pelayanan di bidang jasa konsultansi. 2. Data Administrasi Data – data administrasi yang akan kami presentasikan adalah bertujuan untuk memudah bagi pengguna jasa yang akan mempercayakan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan. Data Administrasi CV. TRI MATRA DISAIN adalah sebagai berikut : Nama Perusahaan Bentuk Badan Usaha Alamat Kantor Pusat Akte Pendirian Perusahaan : CV. TRI MATRA DISAIN : Perseroan Komanditer : Jalan Tunggul Ametung I/9 Denpasar Bali : No. 63 Tanggal 27 Januari 1992 Notaris Amir Sjarifudin, SH. Akte Perubahan : Nomor 39 Mei 2007 Notaris Ida Ayu Dwi Lestari, SH. NPWP Perusahaan Ijin Usaha Keanggotaan Profesi : No. 01.543.621.5-901.000 : IUJK No. 2203.1.91.92.01153 : INKINDO No. 5049/P/0057.BL (Anggota Penuh) Sertifikat Badan Usaha : No. A008-2-BL71-000007

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

2

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Organisasi Perusahaan Untuk operasional perusahaan CV. TRI MATRA DISAIN dilakukan oleh beberapa pengurus perusahaan yang memiliki pengalaman manajemen dan pengalaman teknis yang di koordinir oleh seorang Direktur.

4.

Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan CV. Tri Matra Disain seperti tergambar pada diagram berikut.

DIREKTUR

DIVISI
PERENCANAAN TEKNIK

DIVISI DIVISI
PENGAWASAN ADMINISTRASI TEKNIK

PROYEK

CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

3

Perencanaan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi Perencanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D. rencana biaya konstruksi dan penyusunan O & P. bendung. Dalam bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air CV.I Manduang di Kabupaten Klungkung. perencanaan detail embung dan bangunan penunjang. perencanaan detail bangunan dan jaringan irigasi dan penyusunan biaya konstruksi CV. Sarana dan Prasarana Penyediaan Air Baku. UKL & UPL dan Perencanaan Kota dan Wilayah. investigasi geoteknik. Pengalaman dalam Jasa Inspeksi Teknis/Supervisi Bidang Sipil Keairan Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan. dengan lingkup pekerjaan yaitu survei topografi. Sistem Irigasi. Dalam perkembangan dunia usaha khususnya dalam bidang jasa konsultansi bersama ini pula kami prsentasikan jenis pekerjaan sejenis yang pernah ditangani sesuai dengan Bidang dan Sub Bidang Layanan yang dimiliki meliputi Bidang Sipil Sub Bidang Prasarana Keairan seperti Perencanaan dan Pengawasan Embung. CV. 1. perencanaan pola tanam.2. jaringan irigasi. Pengalaman Perusahaan. Adapun lingkup kegiatan yang dilakukan meliputi survei inventarisasi kondisi eksisting jaringan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR A. sistem penyediaan air baku. TRI MATRA DISAIN telah melaksanakan kegiatan perencanaan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten karangasem yaitu Perencanaan Embung Lean di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. Untuk perencanaan Embung untuk rencana penyediaan air baku. pengamanan pantai dan pengendalian banjir dan bangunan air lainnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 4 . survei sosial ekonomi pertanian. survei kelembagaan. TRI MATRA DISAIN telah berpengalaman dalam perencanaan embung. untuk bidang Teknik Lingkungan seperti penyusunan AMDAL.

TRI MATRA DISAIN juga telah berpengalaman dalam desain teknis dan jasa`survei sebagai berikut : 1. Ka • Desain Pengamanan Pantai di Nusa Penida • Survei Geolistrik untuk Pengembangan Air Tanah di Kabupaten Buleleng. Dalam Bidang Sipil CV. Geoteknik Geohidrologi diantaranya : CV. • Master Plan Utilitas Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Jasa Survei dan Topografi.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Pengalaman pengamanan pernah Kelayakan Karangasem dibidang daerah perencanaan pantai yaitu yang Studi Pantai Pemerintah dilaksanakan Rehabilitasi dari Pengaman Pariwisata di Kabupaten Kabupaten Karangasem. Bulel • Master Plan Pengembangan Pelabuhan Benoa. 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 5 . Desain Teknis Sarana Transportasi diantaranya : • Detail Desain Ruas dan Jalan Kawasan Pedesaan di Kabupaten Karangasem. 2. Desain Teknis Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air diantaranya : • Desain Sistem Penyediaan Air Bersih Telagawaja Di Kabupaten Karangasem. Kabupaten Buleleng Provinsi Bali.

• Survei Geolistrik Untuk Pengembangan Air Tanah di Kawasan Wisata Batuampar Kabupaten Buleleng. • Review Desain Arsitektur dan Supervisi Konstruksi Cafe dan Restoran The Wave Inna Kuta Beach Hotel Kuta – Bali.Bali di Instansi • CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 6 . • Survei Geoteknik untuk Perencanaan Pondasi Gedung dan Bangunan Lainnya.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Survei Topografi Site untuk Pembangunan Sangrilla Hotel di Jimbaran – Bali. • Kumara Sakti Hotel di Ubud – Gianyar. Hotel. 2. • Desain Gedung Kantor PT. • Desain Interior Villa Canggu – Bali. Swadarma Indotama Finance Denpasar . diantaranya : Desain Villa The Bale di Jimbaran – Bali. dan Gedung Kantor Pemerintah. Bidang Arsitektur Untuk Desain Teknik dan Supervisi Konstruksi Bidang Arsitektur. Interior dan Ekterior CV. TRI MATRA DISAIN didukung oleh Arsitektur Tradisional Bali dan Arsitektur Modern dan telah menghasilkan beberapa desain Villa. baik Arsitektur Gedung. Landscape.

CV. Dan pengalaman lainnya di bidang pengembangan dan pengelolaan sumber daya air yang telah banyak dilakukan dalam eksistinsinya di bidang jasa konsultan ditunjukkan pada bagian B mengenai uraian Pengalaman Perusahaan pada Data Teknis ini. Bidang Tata Lingkungan. TRI MATRA DISAIN telah memiliki pengalaman dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Studi Penataan Kawasan. Beberapa pekerjaan yang telah dilaksanakan yaitu penysunan UKL & UPL Pembangunan Trash Rack di Tukad Mati dan UKL UPL Normalisasi Alur Tukad Teba. Kajian Lingkungan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Bersama ini kami lampirkan daftar pengalaman perusahaan untuk pekerjaan sejenis selama periode 10 ( Sepuluh ) tahun terakhir Khusus pengalaman dalam Bidang Tata Lingkungan CV. Disamping itu CV. Dalam bidang Perencanaan Kota dan Wilayah CV. TRI MATRA DISAIN telah menyelesaikan beberapa paket pekerjaan. TRI MATRA DISAIN dalam pelayanannya di bidang Tata Lingkungan telah berhasil menyelesaikan beberapa perencanaan seperti penyusunan UKL & UPL. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 7 .

00 - 2 .Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 11 Agustus 2011 S/D 8 Nop 2011 5. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 8 .000. Karangasem 20 Juni 2011 S/D 1 Nop 2011 16. Bebandem Kab.PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali Kampanye Publik .00 446.00 - 4 .363.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 3 .00 96.Bidang Tata Lingkungan Kodya Denpasar 19 Agust 2011 S/D 16 Des 2011 15.) 8 MITRA KERJA 9 1 .Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Perencanaan Teknik Sistem Penyediaan Air Minum Telaga Waja Di Kec.00 - 6 .408.Pemerinah Provinsi Bali Bidang Tata Ruang Dan Cipta Karya .000. Karangasem . Bangli 1 Juli 2011 S/D 28 Oktober 2011 9.00 - 5 .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .357.000.000.000.00 335.PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan.Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 31 Mei 2011 S/D 27 Okt 2011 19.Bidang Tata Lingkungan Kab.745.745. Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali .Bidang Tata Lingkungan Kab. 1 PENGGUNA JASA / SUMBER DANA 2 NAMA PAKET PEKERJAAN 3 LINGKUP LAYANAN 4 LOKASI 5 PERIODE 6 ORANG BULAN (MM) 7 NILAI KONTRAK (Rp.50 213. Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali Pekerjaan Rencana Tindak Penataan Permukiman Tradisional/ Bersejarah Kabupaten Buleleng .PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan.00 - 7 Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kabupaten Gianyar .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 479. Gianyar 31 Mei 2011 S/D 26 Nop 2011 30. Gianyar 2 Agust 2011 S/D 29 Des 2011 12.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Penyusunan RTR Kawasan DAS Tukad Petanu .Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - CV.50 112.000.00 96.000.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum Perencanaan Pengamanan Mata Air Jehem Mata Air Tirta Bulan Dan Mata Air Tirta Rare di Kabupaten Bangli .PPK Pembinaan Pelaksanaan Penataan Ruang Daerah II Fasilitasi Prakarsa Masyarakat Dan Peningkatan RTH Perkotaan .165.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR BIDANG TATA LINGKUNGAN NO.546.

706.989.000. Jembrana 12 Mei 2011 S/D 8 Oktober 2011 20.00 668.PPK Pembinaan Penataan Bangunan Dan Lingkungan.975.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - CV.000.000. .277.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air . Gianyar dan Kab.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Bidang Tata Lingkungan Kab.000.2010 .00 - 14 .00 - 16 Perencanaan Teknis Manajemen Persampahan Kabupaten Karangasem . Karangasem 23 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 14.00 - 12 .Bidang Tata Lingkungan Kab.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Penyusunan Data Base PLP 2004 .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya . Karangasem 20 April 2011 S/D 25 Juli 2011 16.00 - 11 Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP .Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 167. Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Bali.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Pekerjaan Rencana Tindak Penataan RTH Kabupaten Buleleng . Pengembangan Permukiman. . Tabanan 12 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 12.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Sumber Daya Air .Bidang Tata Lingkungan Kab.000. Klungkung 25 Mei 2011 S/D 20 Nop 2011 9.665.222. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 9 .Bidang Tata Lingkungan Kab.00 236.Bidang Tata Lingkungan Kab. Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .00 372.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .000.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 - 10 Monitoring dan Evaluasi Garis Pantai dan Kinerja Bangunan Pengamanan Pantai di Kab.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 8 .665.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Penyusunan Rencana Tindak Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Kabupaten Tabanan.000. Buleleng 31 Mei 2011 S/D 27 Sept 2011 10.350.000.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Bidang Tata Lingkungan Provinsi Bali 24 Mei 2011 S/D 20 Nop 2011 22.00 - 13 .00 236.00 167.Bidang Tata Lingkungan Kab.PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air .00 - 9 Monitoring dan Evaluasi Tahunan Embung Seraya Timur dan Muntig di Kabupaten Karangasem . Klungkung .PPK Pembinaan Teknis.975.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .Pejabat Pembuat Komitmen Perencanaan dan Program.50 184.000.00 184. Karangasem 25 Mei 2011 S/D 21 Okt 2011 10. Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan Bali .00 - 15 Studi Pengembangan Pemanfaatan Mata Air Pulesai di Kabupaten Jembrana .50 236.PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS . Buleleng 12 Mei 2011 S/D 18 Nop 2011 11.

360.Kepala Bappeda Kota Denpasar.PPK Kegiatan Pemutakhiran/ Updating Data Sarana dan Prasarana Pendidikan .00 20 Penyesuaian Kajian Teknis dan Draft Raperda RDTR Kecamatan Denpasar Timur .863.00 24 Konsultasi Publik Pengelolaan Sampah .00 23 Pemeriksaan Kualitas Lingkungan . Bali26 April 2010 s/d 24 Juli 2010 9.999. Buleleng 5 Oktober 2010 s/d 3 Desember 2010 4.000.Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar 14 April 2011 S/D 19 Juni 2011 6.Kegiatan Pengendalian Sampah .00 - 19 . 2010 7.Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar 23 Agustus 2010 s/d 20 Nop.435.00 244.Pemerinah Kabupaten Buleleng Kantor Lingkungan Hidup .600. Bali Badan Lingkungan Hidup .Bidang Tata Lingkungan Kab.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba .00 86.000.000.00 22 Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum IKK Abang Kabupaten Karangasem .000. Karangasem 7 April 2011 S/D 15 Agustus 2011 8.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 74. selaku PA/Pengguna Barang Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng .Bidang Tata Lingkungan Kab.000.PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan di Sengkidu .000.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Tata Lingkungan Kab. Badung 8 Juni 2010 s/d 4 Nopember 2010 14.50 171.Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya .00 48.967. Bali Dinas Pekerjaan Umum .410.50 39.900.PPK Penataan Lingkungan Permukiman (PLP) Sakter Penataan Bangunan dan Lingkungan Bali Pemutakhiran/ Updating Data Sarana dan Prasarana Pendidikan .00 97.00 CV.00 - 18 .00 21 .Pemerintah Kota Denpasar Badan Perencanaan Pembanguan Daerah . Gianyar 19 April 2010 s/d 16 Agust 2010 13.Bidang Tata Lingkungan Tersebar di Prov.Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya .000. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 10 . Badung selaku Pejabat Pengguna Anggaran Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan dengan Pek.Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab.Pemerintah Prov. Karangasem 16 Juni 2010 s/d 14 Oktober 2010 12.Bidang Tata Lingkungan Kabupaten Badung 19 Juli 2010 s/d 16 Sept 2010 3. Prov.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 17 .Pemerintah Kabupaten Badung Badan Lingkungan Hidup .000.Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.Bidang Tata Lingkungan Kab.00 25 Rencana Tindak Penanganan Lingkungan Terbuka Hijau Kabupaten Gianyar .000.00 166.00 71.PPK / PA Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng . Bali .483.Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya . Pemeriksaan Kualitas Lingkungan .Pemerintah Prov.

000.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .90 291.000. Prov. Badung 7 Juli 2009 s/d 6 Oktober 2009 14.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem 11 Nop 2009 s/d 31 Desember 2009 11. Karangasem 9 Juli 2009 s/d 6 Oktober 2009 93.000.PPK Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Badung . Karangasem 1 Juni 2009 s/d 29 Okt 2009 17.Pemerintah Kab. Buleleng Kantor Lingkungan Hidup . Bali .00 27 Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Besakih .Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .459.00 28 Perencanaan Air Minum Desa Duda.000.Kepala Bidang Pertambangan .Pemerintah Prov.50 74.497.505.927.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Pemerintah Kab.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 26 . Tabanan Kantor Lingkungan Hidup . Bali .Pemerintah Prov.000.Pemerintah Prov.893.Bidang Inspeksi Teknis Bidang Inspeksi Teknis Kawasan Kuta Kab. Bali Dinas Pekerjaan Umum .Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.PPK/Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng . Karangasem .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Duda Timur dan Kec. Prov.00 34 Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja Di Kabupaten Karangasem .Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 283.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 33 DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta .234.00 34.500.50 284.00 97. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 11 .903.Kepala Bidang Tata Ruang dan Cipta Karya selaku Kuasa PA / Pengguna Barang DPU.30 341.00 32 Penyusunan Statistik Pertambangan Batuan di Kab.00 29 Perencanaan Air Minum IKK Manggis di Kab.40 87.000. Karangasem . Karangasem . Bali Dinas Pekerjaan Umum .000.PPK Perencanaan dan Program Pemantauan Kawasan Suci Kabupaten Badung . Karangasem 11 Nop 2009 s/d 31 Desember 2009 15.00 31 Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng . Bali .000.PPK Pengembangan Infrastruktur Metropolitan .00 CV.Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan . Buleleng 3 September 2009 s/d 1 Desember 2009 7. Sidemen Kab. Bali Dinas Pekerjaan Umum .000.Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya .Pemerintah Prov. Bali Dinas Pekerjaan Umum .Bidang Tata Lingkungan Kab.000. Tabanan 19 Oktober 2009 s/d 17 Desember 2009 9.Bidang Tata Lingkungan Kabupaten Badung 14 April 2010 s/d 12 Juli 2010 7. Prov. Karangasem 08 September 2010 s/d 06 Desember 2010 10.00 30 Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah .

395.00 39 .00 34. Karangasem 2 April 2009 s/d 3 Juni 2009 13. Klungkung 11 Nopember 2008 s/d 10 Des 2008 10. Klungkung 28 April 2009 s/d 27 Mei 2009 4. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum .00 43 . Manggis dan Abang .336.00 120.Bidang Inspeksi Teknis Kab.000.00 38 Pembuatan Ded Sistem Distribusi Air Bersih Telaga Waja Penyusunan Database Kegiatan Keciptakaryaan . Bali Dinas Pekerjaan Umum . Prov.Bidang Inspeksi Teknis Kab.000. Karangasem / Pengguna Anggaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung Penyusunan Desain Kawasan Sepanjang Tukad Badung Kota Denpasar .Kepala Dinas Pekerjaan Umum Selaku Pejabat Pembuat Komitmen .Bidang Inspeksi Teknis di Kawasan Bali Utara 10 Nopember 2008 s/d 24 Des 2008 4.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kabupaten Badung 20 Februari 2009 s/d 21 Mei 2009 5.000.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 35 .00 42 DED Teknik Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai Lembongan .Bidang Inspeksi Teknis Kab.000.660.00 41 DED Perencanaan Jaringan Air Bersih / Air Minum di Kecamatan Selat dan Sidemen .00 40 Perencanaan Teknis Kegiatan Perbaikan Irigasi Subak di Kec.000.716.00 37 Perencanaan Penyediaan Air Baku Sanggalangit di Kab. Bali Dinas Pekerjaan Umum . Karangasem 11 Pebruari 2009 s/d 11 April 2009 3. Buleleng . 2009 13.Pemerintah Kabupaten Badung Dinas Cipta Karya .Pemerintah Prov.00 44.000.Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .UPT Balai Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Bali Utara Survey Kondisi Sungai-sungai Potensial di Kawasan Bali Utara . Buleleng 24 April 2009 s/d 22 Juli 2009 6.00 CV.00 30.000.PPK Pembinaan Teknis Bangunan Gedung (PTBG) Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Bali . Bali .00 29.806.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab.Bidang Tata Lingkungan Kota Denpasar dan Bidang Inspeksi Teknis 11 Mei 2009 s/d 7 Sept.Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung . Karangasem Dinas Pekerjaan Umum .Pemerintah Kab.000.50 88.Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung .420.000.Dep.Pemerintah Prov.Direktorat PBL .Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab.Pemerintah Kab.524.00 36 Review Desain Teknis Rehabilitasi Tanggul Pengaman Pantai Jungut Batu .00 211.20 225.Kepala Bidang Sumber Daya Air selaku Kuasa PA /Kuasa Pengguna Barang DPU.914.50 39.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Karangasem 12 Pebruari 2009 s/d 12 Maret 2009 5. Karangasem / Pengguna Anggaran .350. Pekerjaan Umum .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 12 .

000.000.420.000. Tabanan.50 93. Bangli . Kab.060.00 46.50 19.Satker Pengembangan penyehatan Lingk Permukiman Bali . Buleleng 24 Juni 2008 s/d 22 Okt. Buleleng 23 Juni 2008 s/d 21 Okt.900. Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .00 48 Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng Outline Plan Drainase Kawasan Kuta .Bidang Inspeksi Teknis Kab.PPK Perencanaan dan Program .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 44 .Bidang Inspeksi Teknis Kawasan Kuta dan Bidang Inspeksi Teknis Kab. Badung 21 Juli 2008 s/d 22 Sept 2008 6.00 53 . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 13 . Bali Dinas Pekerjaan Umum .000. Kab.865.90 95. Buleleng Kantor Lingkungan Hidup .PPK Perencanaan dan Program . Bali Badan Perenc.16 di Kab.582.718. Provinsi Bali .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Kab.15 & 03.000.000.Pemerintah Provinsi Bali Dinas Pekerjaan Umum .Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang DPU.283.50 174.Pemerintah Prov.806.00 173.000.00 46 Penyusunan Buku Konsep Taman Bali/ Bali Menuju pulau Taman . Bali Badan Lingkungan Hidup .00 52 Iventarisasi Kerusakan dan Bangunan Pengaman Pantai Serta Teknis Pengamanan Abrasi Pantai di Prov.Departemen Pekerjaan Umum .000.00 51 Studi Evaluasi Sistem Penyedian Air Baku Mata Air Pejarakan di Kab.Kepala Bidang Pertambangan . 2008 5.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 50 Studi Identifikasi dan Detail Desain Pompa Hidrant di Kabupaten Buleleng .797.Bidang Tata Lingkungan Denpasar. Bali Dinas Pekerjaan Umum . Bangli 28 Agustus 2008 s/d 25 Nop. 2008 13.000. Bali DED Pilot Project Composting Bangli .Dep.01.Pemerintah Kab.Dep.Bidang Inspeksi Teknis 28 Agustus 2008 s/d 11 Nop.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Pemerintah Prov.00 172.00 54 Monitoring Perkembangan DAS SUB SWS 03. 2008 12.Bidang Inspeksi Teknis Kawasan SARBAGITA 9 September 2008 s/d 7 Desember 2008 3.00 47 Pembuatan DED Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kab.000.00 238. Kab.050. Buleleng 4 Agustus 2008 s/d 2 Oktober 2008 125.227.Pemerintah Prov. Badung 23 Mei 2008 s/d 19 Sept 2008 7.01.Pemerintah Prov.00 86.00 CV. Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .00 45 .(BLH) . 2008 14.50 93.Bidang Inspeksi Teknis dan Bidang Inspeksi Teknis 28 Agustus 2008 s/d 6 Okt 2009 3. Bali (tersebar) 16 Juni 2008 s/d 12 Nop 2008 20. Tabanan. Buleleng . Karangasem 14 Mei 2008 s/d 24 Agustus 2008 8.Bidang Inspeksi Teknis dan Inspeksi Teknis Prov.000.00 49 . Pemb.Bidang Inspeksi Teknis Kab.Departemen Pekerjaan Umum .Dirjen Cipta Karya Satker Pengembangan Persampahandan Sanitasi Sarbagita . Badung . Bali Pemantuan pemanfaatan ruang kawasan strategis Kota Denpasar. Karangasem .Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .PPK Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi SARBAGITA Penyusunan Neraca DSDP .

Pemerintah Prov.000.Dep.00 59 Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan .00 47.00 64 . Cai .Bidang Inspeksi Teknis Kab. Bangli 30 April 2008 s/d 27 Agst 2008 91.000. Buleleng 18 Juni 2005 s/d 20 Oktober 2005 6. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas 14 .00 56 .Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 61 .411.500.00 93. 2008 9.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 58 Penyusunan DED Infrastruktur Pulau Kecil dan Kawasan Perdesaan Tertinggal di Nusa Penida Kabupaten Klungkung .000.190. Karangasem 7 Nopember 2007 s/d 14 Des.355. .00 57 .Bidang Inspeksi Teknis 9 Kab. Karangasem .762. 2007 6. Klungkung 14 April 2008 s/d 12 Juli 2008 5. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum Kab.Bidang Inspeksi Teknis Kab Gianyar 9 Mei 2008 s/d 6 Agustus 2008 9.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Badung .00 47.Bidang Inspeksi Teknis Kab./Kota Prov.00 65 Studi Identifikasi Pra Desain Embung Daerah Kritis Air Kabupaten Buleleng .00 48. Rehabilitasi Pantai Penunjang Pariwisata Perencanaan 1 Unit Embung Dusun Lean Desa Bunutan Kecamatan Abang Perencanaan Teknis Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi DI. Badung 28 April 2008 s/d 28 Agust 2008 8.Pemerintah Prov.000.Bidang Inspeksi Teknis Kota Denpasar 7 April 2008 s/d 6 Mei 2008 7.596.Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Bali/PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan. Karangasem Dinas Pekerjaan Umum Kab. Badung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah .Kepala Satuan Kerja Sementara Proyek Penyediaan Air Baku Bali Pemuktahiran Sistem Informasi Tata Ruang di Kab. Karangasem 3 April 2008 s/d 25 Nop.50 59.321.50 75. Gianyar .I.00 62 . Bali (Bapedalda) Prov.Bidang Inspeksi Teknis 7 Nopember 2007 s/d 17 Des.000.50 59.Pemerintah Kab.Dep.00 CV.000.Bidang Inspeksi Teknis Kab.00 46.714.Kepala Dinas Pekerjaan Umum / Pengguna Anggaran . Perbaikan Lingkungan Permukiman di Kabupaten Karangasem FS. Bali Kab.000. Bali .000.250. Karangasem 7 Nopember 2007 s/d 16 Des 2007 8.50 89.Bidang Inspeksi Teknis Kab.000.457. Bali Dinas Pekerjaan Umum Membuat Petunjuk O&P Untuk D. Bali (Bapedalda) Prov.Pemerintah Kabupaten Klungkung Dinas Pekerjaan Umum .Pemerintah Prov. Pekerjaan Umum Dirjen Sumber Daya Air .Dirjen Cipta Karya Satker PengebanganPersampahan dan Sanitasi Sarbagita .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 55 . Karangasem 27 Juli 2006 s/d 12 Oktober 2006 4.582.Bidang Inspeksi Teknis Kab. Bali Kajian Penuruan Muka Air Danau Batur .000.50 84. 2007 4.00 63 .465.00 60 Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah FS. Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya . Cengcengan Kab.

maka kami lampirkan uraian pengalaman kerja dari CV. Tri Matra Disain untuk pekerjaan sejenis selama periode 10 ( Sepuluh ) tahun terakhir. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .3. 15 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR A. Uraian Pengalaman Perusahaan Berdasarkan daftar pengalaman kerja pada Bab sebelumnya.

00 2. NAMA PEKERJAAN 3.222. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP : Evaluasi Pemanfaatan Pembangunan Prasarana PLP : Kab.00 4.Teknik Lingkungan .Teknik Sipil .00 4.Teknik Elektro . 3. - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. Ahli Air Limbah-2. 2.Orang Bulan : 9 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. 1. dst.00 JUMLAH 22.Teknik Sipil Jumlah Orang Bulan 6.00 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 4.000 : KU.00 16 CV.Teknik Lingkungan . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Team Leader Ahli Penglolaan Sampah Ahli Struktur Bangunan Ahli Teknik Drainase Ahli Air Limbah-1.Hukum . Ahli Mekanikal Elektrikal Ahli Kelembagaan Ahli Estimasi Biaya Posisi Keahlian .18 tanggal 24 Mei 2011 : 24 Mei 2011 s/d 20 Nop 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .08/PIPLPM-TMD/11.Teknik Lingkungan .00 2. Klungkung : Rp668. Tri Matra Disain 1.00 4. Gianyar dan Kab.00 4. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Teknik Sipil .Teknik Lingkungan . PENGGUNA JASA 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .08.

Teknik Komputer JUMLAH Keahlian Jumlah Orang Bulan 6.08/PIPLPM-TMD.Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. NAMA PEKERJAAN 3.00 2.Ekonomi Pembangnan . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : Penyusunan Data Base PLP 2004 .10 tanggal 12 Mei 2011 : 12 Mei 2011 s/d 18 Nopember 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .00 1.08.Teknik Kimia .Teknik Sipil . dst.11.00 11.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. 3. Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 17 CV. 2. 1.2010 : Kab.00 1. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.975. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Teknik Lingkungan Ahli Drainase Perkotaan Ahli Ekonomi Perkotaan/Wilayah Ahli Komputer Posisi .2010 : Penyusunan Data Base PLP 2004 . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Teknik Lingkungan .00 1.000 : KU. PENGGUNA JASA 2. Tri Matra Disain 1. Buleleng : Rp167.

Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan .Ekonomi JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4.000 : KU. NAMA PEKERJAAN 3.00 14.Hukum .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. dst.00 18 CV.Teknik Sipil .Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. PENGGUNA JASA 2. 1. Tri Matra Disain 1. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Bali : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS : Konsultan Advisory Perencanaan Teknis dan RIS : Kab. Karangasem : Rp372.00 3.08/PKPAM-TMD/120 tanggal 23 Mei 2011 : 23 Mei 2011 s/d 18 Nopember 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . 2.00 3. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Air Minum Ahli Kelembagaan Ahli Keuangan Posisi Keahlian .03.350. 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.00 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan .360. Denpasar : Rp74.00 2.08. Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. PENGGUNA JASA 2. NAMA PEKERJAAN 3. 1. 2. Tri Matra Disain 1.Teknik Kesehatan Masyarakat JUMLAH Jumlah Orang Bulan 2.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.Ekonomi Pembangunan . dst. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. 3. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Metropolitan Satker Pengembangan PLP Bali : UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba : UKL / UPL Normalisasi Alur Tukad Teba : Kab.08/PIPLPM-TMD/11. 1 2 3 Team Leader Ahli Sosial Ekonomi dan Budaya Ahli Kesehatan Masyarakat Posisi Keahlian .000 : KU.00 19 CV.02 tanggal 14 April 2011 : 14 April 2011 s/d 19 Juni 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .00 6.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 2.

Tri Matra Disain 1. 1.05 tanggal 7 April 2011 : 7 April 2011 s/d 15 Agustus 2011 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Karangasem : Rp171.Kesehatan Masyarakat . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : PPK Pengembangan Infrastruktur PLP Satker Pengembangan PLP Bali : Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan : Perencanaan Teknis 3R Skala Kawasan : Kab. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .50 20 CV.08.50 2. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. - Nama Perusahaan - TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.08/PIPLP-TMD/11. 1 2 3 Team Leader Ahli Sosiologi/Kelembagaan Masyarakat Ahli Teknik Lingkungan Posisi Keahlian . 2. 3.00 2.000 : KU.Teknik Sipil / Pengairan/Penyehatan . dst.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.00 8. PENGGUNA JASA 2.435.Teknik Lingkungan JUMLAH Jumlah Orang Bulan 4. NAMA PEKERJAAN 3.

Ahli Biologi/Kimia .600.00 1. dst. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerinah Kabupaten Buleleng Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten Buleleng : Rp39. NAMA PEKERJAAN 3. Tri Matra Disain 1. 1 2 3 Team Leader Ahli Kimia Ahli Lingkungan Posisi Keahlian .Teknik Lingkungan Jumlah Jumlah Orang Bulan 2. PENGGUNA JASA 2.Teknik Biologi / Kimia .50 21 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 2.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 5 Oktober 2010 S/D 3 Desember 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. 1.000 : 600/1645/KLH : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .50 4.00 1. 3.

KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kabupaten Badung Badan Lingkungan Hidup : Pemeriksaan Kualitas Lingkungan : Pemeriksaan Kualitas Lingkungan : Kabupaten Badung : Rp97.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 8 Juni 2010 S/D 4 Nopember 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. dst.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. 3.Ahli Kimia Jumlah Jumlah Orang Bulan 5.00 4. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.900. NAMA PEKERJAAN 3.00 22 CV. PENGGUNA JASA 2. 1 2 3 4 Ketua Tim Ahli Lingkungan Ahli Biologi Ahli Kimia Posisi Keahlian . 2.50 14.Ahli Biologi . Tri Matra Disain 1.00 2.Teknik Lingkungan .000 : 027/546/LH/2010 dan 096/TMD/KONT/VI/2010.Teknik Lingkungan . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . tanggal 8 Juni 2010 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1.50 2.

Was/2010 dan 26/KONT-CV.00 3.50 2.Ahli Hukum . Bali Badan Lingkungan Hidup : Konsultasi Publik RAPERDA Pengelolaan Sampah : : Tersebar di Provinsi Bali : Rp71.00 9. 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Hukum Lingkungan) Ahli Ilmu Lingkungan Ahli Kelembagaan Keahlian .Ahli Hukum / Teknik Lingkungan .Ahli Hukum Jumlah 1 2 ASISTEN AHLI Ass.00 2. 3. tanggal 26 April 2010 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . TMD/IV/2010.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Ahli Lingkungan Ass. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 26 April 2010 S/D 24 Juli 2010 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Tri Matra Disain 1.967. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 2.00 3.000 : 027/1010/Bid. PENGGUNA JASA 2.50 23 CV. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Prov. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 1. NAMA PEKERJAAN 3. Ahli Kelembagaan Jumlah Orang Bulan 3. dst.

PENGGUNA JASA 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.50 9. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 2 3 4 5 6 Ketua Tim Ahli Lingkungan Ahli Hidrologi Ahli Biologi Ahli Sosial budaya Kedokteran Posisi Keahlian Teknik Lingkungan Teknik Lingkungan Teknik Sipil / Pengairan Teknik Lingkungan Ahli Sosial & Budaya Kedokteran Jumlah Jumlah Orang Bulan 2.00 1.1/723/KLH dan 09/TMD-KONT/X/2009. dst.500 : 660. tanggal 19 Oktober 2009 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .50 1.51 1.Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 19 Oktober 2009 S/D 17 Desember 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. Tri Matra Disain 1. 3.497. 1.51 24 CV. NAMA PEKERJAAN 3. Tabanan Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah : Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten Tabanan : Rp74. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. 2.50 1.50 1. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kab.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.Ahli Biologi/Kimia .Teknik Biologi / Kimia . NAMA PEKERJAAN 3.2 7. Buleleng Kantor Lingkungan Hidup : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Buleleng : Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah : Kabupaten B uleleng : Rp87. TMD/IX/2009.0 1. 1.4 25 CV.505. dst. 1 2 3 4 Team Leader Ahli Kimia Ahli Sosial Budaya Ahli Lingkungan Posisi Keahlian . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Kab.000 : 600/1149/KLH/2009 dan 03/CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Ahli Sosial / Antropologi . 2.Teknik Lingkungan Jumlah Jumlah Orang Bulan 3. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.2 1. 3. PENGGUNA JASA 2. tanggal 3 September 2009 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .0 2. Tri Matra Disain 1. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 3 September 2009 S/D 1 Desember 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.

00 14.PPK Pengembangan Infrastruktur Metropolitan DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta DED Sistem Drainase Kawasan Wisata Kuta : Kawasan Kuta .Teknik Geodesi . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .00 2.Teknik Sipil Jumlah ASSISTEN AHLI 1 2 3 4 Ass. NAMA PEKERJAAN 3. 1 2 3 4 5 6 Posisi Team Leader/Ahli Lingkungan Ahli Teknik Drainase Ahli Geodesi / Pemetaan Ahli Struktur Bangunan Ahli Mekanika Tanah / Geologi Teknik Ahli Estimasi Biaya Keahlian .09 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . 1. Ahli Muda Gambar Ass.Teknik Sipil / Pengairan . 3.00 1. 2. PENGGUNA JASA 2.I Muda Lab. Ahl. Ahli Muda Pengukuran / Geodesi Ass.Teknik Sipil .00 1.Teknik Sipil . Aulity Test Ass.00 2.00 3.00 2.Teknik Sipil / Pengairan .459. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. dst.08.00 26 CV.08/PPLP.Badung : Rp283. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . M-TMD/08.00 1. Ahli Muda Bor Master Jumlah Orang Bulan 3.00 4x2 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.000 : Ku. Tri Matra Disain 1.00 2.Orang Bulan : 6 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 7 Juli 2009 S/D 6 Oktober 2009 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.

NAMA PEKERJAAN 3.0 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . PENGGUNA JASA 2. dst.02.03/BWS-BP/PPR/09.000 : HK.5 3. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen SDA Balai Wilayah Sungai Bali-Penida .Orang Bulan : 5 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.Teknik Lingkungan . 2.0 4.PPK Perencanaan dan Program Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja Di Kabupaten Karangasem : Penyusunan DPPLH Pembangunan Sistem Air Baku Telagawaja : Kabupaten Karangasem : Rp284. tanggal 1 Juni 2009. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1.5 27 CV.0 17.0 3.234. Tri Matra Disain 1.Ahli Sosiologi / Ekonomi Pertanian . 3. 1 2 3 4 5 Team Leader Ahli Sumber Dya Air Ahli Lingkungan Ahli Sosial Ekonomi dan Budaya Ahli Kimia Posisi Keahlian .Teknik Sipil/Pengairan/Lingkungan .Ahli Biologi/Kimia Jumlah Jumlah Orang Bulan 5. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. : 1 Juni 2009 S/D 29 Okt 2009 : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.Teknik Sipil/Pengairan .

Satker Pengembangan Penyehatan Lingk Permukiman Bali : DED Pilot Project Composting Bangli : DED Pilot Project Composting Bangli : Kabupaten Bangli : Rp95.30 1.Teknik Lingkungan .Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 28 Agustus 2008 S/D 6 Okt 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. PENGGUNA JASA 2.000 : KU.09 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.08.30 3.Ahli Hukum / Teknik Lingkungan . KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Departemen Pekerjaan Umum.90 28 CV.30 1.M-TMD/10.865. Tri Matra Disain 1. dst. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. NAMA PEKERJAAN 3. 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Ahli Hukum Jumlah Jumlah Orang Bulan 1. 2. 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Hukum Lingkungan) Ahli Ilmu Lingkungan Ahli Kelembagaan Keahlian .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. 1.08/PPLP.

PENGGUNA JASA 2.00 3. Tri Matra Disain 1.00 3.PPK Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi SARBAGITA : Penyusunan Neraca DSDP : Penyusunan Neraca DSDP : Kawasan SARBAGITA : Rp46. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya .Ekonomi Akuntansi Jumlah 1 ASSITEN AHLI Ass.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.420.00 29 CV. 3. tanggal 9 September 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .08.000 : KU.Ekonomi Akuntansi Jumlah Orang Bulan 3.Orang Bulan : 2 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 9 September 2008 S/D 7 Desember 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No. dst.09/PIPSS-TMD/27. 2. NAMA PEKERJAAN 3.08. Ahli Akuntansi . 1. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. 1 Posisi Team Leader / Ahli Akuntansi Keahlian . LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.

Tri Matra Disain 1.08.09/PIPSS-TMD/02/2008.Teknik M&E .00 1. Ahli Teknik Mikrobiologi .00 30 CV.00 1.Teknik Kesehatan . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV.75 0.355.000 : Ku.00 0. Ahli Teknik Kimia Ass. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No. Tanggal 7 April 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . 1. 2.Teknik Kesehatan 1. 3. NAMA PEKERJAAN 3. Ahli Teknik Mekanika dan Elektrikal Ass. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : DPU-Dirjen Cipta Karya .Satker PengebanganPersampahan dan Sanitasi Sarbagita : Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan : Penyusunan UKL dan UPL Trashrack Tukad Loloan : SARBAGITA : Rp47. 1 2 3 4 Posisi Team Leader/Ahli Lingkungan Ahli Teknik Sipil Struktur / Hidrologi Ahli Sosial Ahli Sungai . PENGGUNA JASA 2.00 1.Teknik Sipil/Pengairan Jumlah ASSITEN AHLI 1 2 3 Ass.Teknik Sipil .75 Keahlian Jumlah Orang Bulan 1. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. dst.Teknik Sipil/Pengairan .Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 7 April 2008 S/D 6 Mei 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.00 4.Teknik Kelembagaan .

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 1 2 3 Posisi Team Leader (Ahli Lingkungan) Ass. Bali : Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah : Penyusunan Kajian Peraturan Gubenur Tentang Lokasi Pembuangan Limbah : Provinsi Bali : Rp48. Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.Teknik Lingkungan . NAMA PEKERJAAN 3.0 3.Ahli Ekonomi Jumlah Jumlah Orang Bulan 3. 3 April 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : . 1. 3. dst.0 3. 2008 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.0 9. Tri Matra Disain 1.190. Ahli Sosial Ekonomi Keahlian .00 31 CV.Orang Bulan : 3 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 3 April 2008 S/D 25 Nop. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : Pemerintah Prov. 2.(Bapedalda) Prov.Ahli Hukum . PENGGUNA JASA 2. Ahli Hukum Ass. Bali .000 : 027/179/Bid III/Bapedalda.

2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . tanggal 21 Juli 2008 : : : : : Tenaga Ahli Asing : Tenaga Ahli Indonesia : .08/PIPSS-TMD.5 1.Teknik Sipil / Pengairan .00 : KU.0 1.Teknik Lingkungan . 1 2 3 4 Posisi Ketua Team / Team Leader Ahli Drainase Perkotaan Ahli Sungai Ahli Estimasi Biaya Keahlian .5 6.Teknik Sipil / Pengairan . dst.Orang Bulan : 4 Orang Bulan Jumlah Tenaga Ahli 21 Juli 2008 s/d 18 September 2008 (60 hari kalender) 10 PERUSAHAAN MITRA KERJA Tenaga Ahli Asing Orang Bulan Tenaga Ahli Indonesia Orang Bulan No.0 1.08.797. Satker Pengembangan Infrastruktur Persampahan dan Sanitasi Sarbagita Outline Plan Drainase Kuta Outline Plan Drainase Kuta : Kawasan Kuta : Rp93. PENGGUNA JASA 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS 10 (SEPULUH) TAHUN TERAKHIR CV. LINGKUP PRODUK UTAMA 4 LOKASI PROYEK 5 NILAI KONTRAK 6 NO.5 1. NAMA PEKERJAAN 3. Tri Matra Disain 1.Teknik Sipil Jumlah 1 2 ASSISTEN AHLI Ass. 3.22.000. Ahli Drainase Perkotaan Ass.Teknik Sipil / Pengairan . Nama Perusahaan TENAGA AHLI TETAP YANG TERLIBAT : No.50 1. KONTRAK 7 WAKTU PELAKSANAAN 8 NAMA PEMIMPIN KEMITRAAN (JIKA ADA ) ALAMAT NEGARA ASAL 9 JUMLAH TENAGA AHLI : : : Departemen Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya.0 32 CV. 1.08. Ahli Sungai .Teknik Sipil / Pengairan Jumlah Orang Bulan 2.

Tanggapan dan Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja Umum Konsultan telah mempelajari dengan seksama kerangka acuan kerja (KAK) yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang dikeluarkan oleh BAPPEDA Kota Denpasar maka Kami sebagai penyedia jasa telah memahami dan benar benar mengerti.1. Oleh karena itu.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Bagian B PENDEKATAN DAN METODELOGI B. 2. 1. pihak Konsultan akan mengikuti semua ketentuan yang Konsultan tercantum dalam KAK dan syarat – syarat tersebut mulai dari tahapan mengikuti seleksi umum ini sampai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan apabila pihak kami mendapat kepercayaan untuk memenangkan seleksi ini. Tanggapan Terhadap KAK Tanggapan Umum Secara garis besar Kerangka Acuan Kerja (KAK) untu pekerjaan untuk Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang ada sudah memenuhi alur kerja yang sistematis dan pada hakikatnya merupakan patokan dasar dalam pelaksanaan pekerjaan yang di dalamnya telah dijelaskan secara dalamnya rinci. benar-benar 2. Untuk tuk mendapatkan hasil yang optimal diperlukan kejelasan / kesepahaman dari setiap aspek yang tertuang dalam KAK tersebut diantara 33 CV.

Hal yang perlu dipertanyakan hanya bersifat teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan. TANGGAPAN KHUSUS 1. sehingga diharapkan tidak ada lagi pertanyaan – pertanyaan yang menyebabkan hambatan pada pelaksanaan pekerjaan. dan setelah dipelajari dan diamati dengan sebaik . Tanggapan Terhadap Latar Belakang Setelah konsultan mempelajari dengan seksama bagian pendahuluan dan latar belakang yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar pada prinsipnya kerangka acuan untuk pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan sudah jelas dan dapat memberikan gambaran mengenai bentuk pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Dan konsultan cukup memahami apa yang disajikan dalam KAK. Disamping itu dengan maksud untuk dapat memberikan masukan atau pertimbangan bagi pihak panitia / direksi sehingga akan lebih menyempurnakan Kerangka Acuan Kerja yang ada. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Lingkup kegiatan seperti yang termuat di dalam kerangka acuan kerja yang harus dilaksanakan oleh konsultan mencakup beberapa bagian pekerjaan yang sudah dirinci tahapan pelaksanaannya.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR kedua belah pihak dalam hal ini pihak BAPPEDA Kota Denpasar dan Konsultan.baiknya maka konsultan berpendapat bahwa lingkup pekerjaan sudah sangat jelas dan mudah dipahami oleh Konsultan. maupun penjelasan-penjelasan yang disampaikan dalam rapat penjelasan yang telah dilakukan. dan sasaran dari pekerjaan yang diharapkan bisa tercapai dengan tepat waktu. Dengan demikian keseluruhan lingkup pekerjaan yang masuk didalamnya bisa terlaksana sepenuhnya dengan baik. Tanggapan Terhadap Kegiatan Yang Dilaksanakan dan Cara Pelaksanaan Kegiatan Konsultan menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan tercapai jika memahami dengan seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam Kerangka Acuan Kerja. diperlukan beberapa tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja. 2. 34 CV.

Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan Dengan memperhatikan penjelasan mengenai maksud. tujuan dan sasaran pekerjaan di atas masih perlu diperjelas dengan kondisi eksisting persampahan Kota Denpasar. Hal ini untuk memperjelas sasaran yang ingin dicapai untuk Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar secara detail. tujuan dan sasaran dari pekerjaan sudah cukup jelas dan konsultan berkeyakinan dapat menyelesaikannya dengan sebaik . Jadi semua tenaga ahli yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja ini telah sesuai dengan lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan seperti yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja. Terlepas dari hal ini konsultan berpendapat bahwa maksud.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. 6. Tanggapan Terhadap Keluaran Secara jelas keluaran yang harus diperoleh adalah tersedianya dokumen Masterplan Persampahan Kota Denpasar yang harus diserahkan dalam akhir masa pelaksanaan pekerjaan dan sudah dapat mengadopsi semua kebutuhan dalam penyusunan laporan. 35 CV. Tanggapan Terhadap Tempat Pelaksanaan Kegiatan Konsultan menyadari pelaksanaan kegiatan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini akan dapat berjalan dengan baik pada tempat atau Kota Denpasar yang memenuhi persyaratan kriteria yang bisa difasilitasi. 5. 4. Dengan adanya sumber daya yang memadai maka kegiatan akan dapat berjalan dengan baik.baiknya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . sebab semua perencanaan dan kegiatan yang akan dilakukan selalu berdasarkan atas ketersediaan sumber daya yang terdapat dilokasi pekerjaan. Tanggapan Terhadap Personil Personil yang disyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja untuk pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar dirasa sudah mencukupi dari segi kuantitas maupun kualitas apabila sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

baiknya. maka dalam penyusunan Bagan Alir dan Jadwal Pelaksanaan. Jadwal Personil dan Jadwal Penggunaan Alat harus sangat hati-hati dan harus konsekuen dengan Jadwal masing-masing. Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan yang harus dilakukan oleh konsultan. agar tidak terdapat kegiatan yang mundur. mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar dengan sebaik .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 7. Apabila ada kegiatan yang mundur maka semua kegiatan yang telah disusun tidak akan berjalan sesuai dengan kehendak. Konsultan sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan tersebut dengan bantuan dari Direksi Pekerjaan dan Instansi terkait lainnya. 36 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Tanggapan Terhadap Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Konsultan berpendapat bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang disediakan selama 6 (enam) bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

Uraian Pendekatan.2. 1. dan upaya pemenuhan target MDGs mengakibatkan kebutuhan akan pelayanan persampahan tetap harus diperhatikan Peningkatan pelayanan persampahan seringkali dilakukan tanpa suatu kebijakan dan perencanaan sebagai acuan yang jelas sehingga menyulitkan para pelaksana di lapangan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B.2. baik terhadap tanah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . sebab apabila tidak dilakukan penan. Sampah dan pengelolaannya kini menjadi masalah yang kian mendesak di kotakota di Indonesia. Di pihak lain. adanya tuntutan akan permukiman yang bersih dan sehat. Masalah yang sering muncul dalam penanganan sampah kota adalah masalah 37 CV. Pertambahan penduduk yang semakin meningkat membawa konsekuensi logis meningkatnya jumlah sampah serta menurunnya kemampuan pengelolaan sampah.ganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan atau tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan. Sampah menjadi masalah serius sehingga diperlukan penanganan secara seksama secara terintegrasi dengan inovasi-inovasi baru yang lebih memadai dalam perangkat sistem dan mekanisme operasional. Umum Uraian Pendahuluan Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi. Metodelogi dan Program Kerja 1. baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yang cukup besar. Oieh karena itu penanganan sampah di perkotaan relatif lebih dibanding sampah di desa-desa. air dan udara. pengendalian pengelolaan persampahan dapat berlangsung dengan baik. pengelolaan evaluasi persampahan dan sehingga kegiatan perencanaan. Penanganan dan pengendalian akan menjadi semakin kompieks dan rumit dengan semakin kompleksnya jenis maupun kompisisi dari sampah sejalan dengan majunya kebudayaan. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian terhadap sampah. bahkan dapat mempunyai nilai yang negative karena dalam penanganannya.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

biaya operasional yang tinggi dan semakin sulitnya ruang yang pantas untuk pembuangan. Sebagai akibat biaya operasional yang tinggi, kebanyakan kota – kota di Indonesia hanya mampu mengumpulkan dan membuang sekitar 60% dari seluruh produksi sampahnya. Dari 60% ini, sebagian besar ditangani dan dibuang dengan cara yang tidak saniter, boros dan mencemari. Untuk mendapatkan tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi dalam penanganan sampah di kota, maka dalam pengelolaannya harus cukup layak Untuk meningkatkan kondisi pengelolaan persampahan secara keseluruhan diperlukan suatu perencanaan yang memadai dalam bentuk masterplan persampahan. Masterplan persampahan ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku pembangunan bidang persampahan dalam meningkatkan manajemen pengelolaan sampah. 1.3. Maksud dan Tujuan a. Maksud Kegiatan Maksud dilaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai panduan bagi Pemerintah Kota Denpasar dalam melakukan perencanaan, penataan, pengendalian dan pengawasan di bidang persampahan. b. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah : 1. Menyediakan perencanaan pengelolaan persampahan secara lebih memadai yang meliputi aspek teknis kelembagaan, pembiayaan, peraturan dan aspek peran serta masyarakat. 2. Menciptakan berkelanjutan. 3. Menyusun payung hukum pengelolaan persampahan. 1.4. Sasaran Sasaran dari pekerjaan ini adalah : 1. Terwujudnya sistem pengelolaan persampahan yang terpadu dan berkelanjutan. 2. Terwujudnya pelayanan maksimal dalam penanganan persampahan. 3. Terbentuknya payung hukum pengelolaan persampahan. system pengelolaan sampah terpadau dan

38
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

1.5.

Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan pekerjaan ini mencakup seluruh wilayah administrasi Kota Denpasar seluas 12.778 Ha.

1.6.

Lingkup Pekerjaan Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, ruang lingkup pekerjaan yang harus dilakukan metiputi: 1. Persiapan - Melakukan studi literatur atau review studi yang relevan di Kota Denpasar - Membuat program kerja kegiatan secara keseluruhan - Menetapkan metode survey - Menyusun kuesioner untuk menjaring data - Menyusun jadual kerja dan kegiatan persiapan lain yang dibutuhkan 2. Pengumpulan Data Data Primer Melakukan survey lapangan tentang kondisi eksisting pengelolaan sampah berkaitan dengan daerah pelayanan, timbulan sampah, komposisi dan karakteristik sampah, kondisi pewadahan, pengumpulan, pemindahan. Pengangkutan dan pembuangan akhir, upaya 3 R baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dan kemauan/kemampuan membayar retribusi serta pengumpulan data lain yang relevan. Data Sekunder Melakukan survey ke instansi terkait mengenai kondisi kelembagaan yang menanganani masalah persampahan (institusi, struktur organisasi, SDM dan tata laksana kerja organisasi), kondisi pembiayaan (investasi; operasi pemeliharaan dan retribusi) selama sedikitnya 3 (tiga) tahun terakhir, dukungan peraturan yang dimiliki oleh Kota Denpasar berkaitan dengan pengelolaan persampahan dan program penyuluhan yang ada, kondisi kota Denpasar (fisik kota, sosial ekonomi, pendapatan masyarakat, fasilitas kota, daerah kumuh), rencana pengembangan kota (tata

39
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

guna

lahan)

baik

untuk

kotaDenpasar

maupun

kota-kota

sekitarnya serta pengumpulan data lain yang relevan. 3. Kompilasi dan Pengolahan Data Mengelompokkan data kuantitatif dan kualitatif yang relevan dengan perencanaan persampahan sebagai bahan analisis 4. Pengkajian : Penyiapan standar Nasional yang dapat dipergunakan sebagai tujuan penyusunan Masterplan Persampahan Pengkajian kebersihan Pengkajian tertiadap sistem pengelolaan yang dilakukan saat ini 5. Analisis Melakukan analisis data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pola pelayanan persampahan. Metode analisis dapat dilakukan secara deskriptif, SWOT maupun metode lain 6. Penyusunan Perencanaan sampai tahun 2022 Perencanaan teknis dan manajemen persampahan meliputi: Proyeksi perkembangan penduduk Proyeksi volume sampah Pengembangan aspek institusi Pengembangan aspek teknis (kebutuhan prasarana dan sarana persampahan, pewadahan, pegumpulan, pemindahan, pengolahan / 3 R, pengangkutan dan pembuangan akhir). Selain itu juga diperlukan rencana kebutuhan dukungan Prasarana dan Sarana dalam rangka mendukung pengoperasian IPST Sarbagita yang merupakan TPA regional yang digunakan bersama oleh kota Denpasar, Gianyar, Tabanan dan Kab Badung, dan dilengkapi dengan peta dan gambar dengan skala sesuai ketentuan Pengembangan aspek pembiayaan (kebutuhan biaya investasi selama kurun waktu aspek perencanaan, pengaturan biaya operasi dan perda pemeliharaan per tahun serta perhitungan tarif retribusi) Pengembangan (penyempumaan termasuk untuk kerjasama regional dan usulan penerapannya) tata ruang kota yang mempengaruhi sistem

40
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

99 Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Denpasar Utara 22.06 2 3 Denpasar 49.42 24.08⁰ 44’ 49” Lintang Selatan.42 4 Denpasar Utara Sumber : Kota Denpasar dalam Angka. Topografi Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00 75 meter dari permukaan laut. Luas ⁰ ⁰ wilayah Kota Denpasar sebesar 12. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . dan Denpasar Utara 11 Desa / Kelurahan.7. Apresiasi dan Inovasi 1. pilot project penanganan sampah berbasis masyarakat. Luas Wilayah Kota Denpasar per Kecamatan . 2010 No 1 Luas Wilayah (Km2) 49. Menurut letak geografis Kota Denpasar berada antara 08⁰ 35’ 31”. Kecamatan Luas Wilayah (Km2) 31.18 persen dari luar wilayah Propinsi Bali.31 1.1. Denpasar Timur 11 Desa / Kelurahan. Kecamatan Denpasar Selatan terdiri dari 10 Desa. Penyusunan Laporan Kegiatan 1. Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 41 CV.1.778 Ha atau 2. 00-75 Dengan rincian pada Kecamatan Denpasar Selatan terletak pada ketinggian 00 ngan 00-12 meter dari permukaan laut.115⁰ 16’ 27” Bujur Timur. Batas wilayah administratif Kota Denpasar adalah sebagai berikut : • • • • Sebelah Utara belah Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebalah Timur : Berbatasan Kabupaten Badung : Berbatasan Kabupaten Gianyar : Berbatasan Kabupaten Klungkung : Berbatasan dengan Selat Lombok Tabel B. Denpasar Barat 11 Desa / Kelurahan. pola pendidikan dan lain-lain) 7.99 1 Selatan 22.31 2 Denpasar Timur 24. 115⁰ 10’ 23” . 43 Desa / Kelurahan. Apresiasi Lokasi Pekerjaan Denpasar secara administratif wilayah memiliki 4 kecama kecamatan.7. Kecamatan Denpasar Timur terletak pada ketinggian 00 0075 meter dari permukaan laut.06 3 Denpasar Barat 31.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR - Pengembangan aspek peran serta masyarakat (usulan program penyuluhan.

Bulan Curah Hujan Normal Perbedaan 360 70. kemudian Kecamatan Denpasar Timur (5. Curah Hujan yang cukup tinggi terjadi pada bulan Januari dan Februari. Kependudukan 3.5 94. Curah Hujan Selama tahun 2009 curah Hujan yang terjadi berdasarkan pemantauan Balai Metereologi dan Geofisika Balai Besar Wilayah III Denpasar berada pada keadaan rata-rata. Penduduk Berdasarkan hasil proyeksi sensus penduduk 2000.3 297 50.7 2 Februari 261.1 16 6.909 jiwa. Angka Perbandingan Keadaan Curah Hujan Dengan Angka Normal Setiap Bulan di Kota Denpasar (mm) 2009 Realisasi 430.8 42 100 197.4 86.9 3.914 jiwa/Km2).2 Persentase 19. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sex 42 CV.26%).32 % dibanding tahun 2008 yaitu sebesar 628. Dari 4 kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk terbanyak adalah kecamatan Denpasar Barat (7.447 jiwa/Km2).7 15. Tabel B. dan Kecamatan Denpasar Selatan (3.74%) dan penduduk perempuan 320.3 5 Mei 2.1.7 224 35.6 26.7 22 19.3 7 Juli 0 8 Agustus 83.5 300 93.2 3.5 31.3 10 Oktober 259.7 252 9.8 16.5 3 Maret 20.3 4 April 63.778 jiwa/Km2).9 6 Juni 9. 2.762 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 329.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 00-75 meter dari permukaan laut dan Kecamatan Denpasar Barat terletak pada ketinggian 00-75 meter dari permukaan laut. pencerminan penduduk kota Denpasar pada tahun 2009 berjumlah 649.8 12 Desember Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.5 1 Januari 393. Jumlah penduduk tahun 2009 ini naik 3.7 86.3 100 94.044 jiwa (49. 2010 No.7 9 9 28 -55.727 jiwa/Km2).2. kecamatan Denpasar Utara (4.5 152 131.3 9 September 5.3 11 Nopember 246.718 jiwa (50.7 87 23.

guru dan murid Taman Kanak-kanak. Sektro perdagangan.78 2008 127.29%).USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR ratio tertinggi dimiliki oleh Kecamatan Denpasar Barat sebesar 104. Tabel B. Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di Kota Denpasar pada Tabel di bawah.92% tenaga kerja.28%) dan Industri (11. Sekolah Dasar.78 2007 127.78 2006 127.99 22. sektor yang menyerap tenaga kerja cukup tinggi adalah sekotr jasa-jasa (27.3.78 2005 127. hotel dan restoran masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di Denpasar dan mencapai 41.78 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.66 persen. 2010 3.06 31. dan Denpasar Selatan 102. 3.57%).42 Penduduk Laki Perempuan 4 5 94155 92175 62136 60637 95709 91983 77718 75249 329718 319037 308664 295183 292087 320044 309872 299931 288417 282868 Jumlah/Total 6 186330 122773 187692 152967 649762 628909 608595 583600 574955 No 1 2 1 Denpasar Selatan 2 Denpasar Timur 3 Denpasar Barat 4 Denpasar Utara Jumlah Total 2009 127. Jumlah ini kian menurun dibanding tahun 2008 (2. Jumlah Penduduk Kota Denpasar Kecamatan Luas Wilayah (Km2) 3 49. Denpasar Utara memiliki sex ratio sebesar 103. Pendidikan Pembangunan bidang pendidikan menjadi prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 43 CV. Distribusi tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2008 yang hanya sebesar 39.16 %. Di Denpasar pertanian hanya mampu meyerap tenaga kerja sebesar 1.31 24. Ketenagakerjaan Struktur tenaga kerja di Kota Denpasar pada tahun 2009 masih sama dengan tahun 2008 dimana tenaga kerja masih terkonsentrasi pada tiga sektor.2.3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pada bidang pendidikan dapat kita lihat jumlah sekolah. Selain PHR.

4.4. Pada tahun 2009 terjadi peningkatan sarana kesehatan 44 CV. Mesjid dan Langgar 39 buah. Jumlah Penduduk Pemeluk Agama di Kota Denpasar Kecamatan No 1 1 2 3 4 2 Denpasar Selatan Denpasar Timur Denpasar Barat Denpasar Utara Jumlah Total Hindu 3 118173 90812 112249 113145 Islam 4 37387 29232 55093 35093 Katolik 5 3940 5100 3026 2009 14075 14050 14453 13895 13940 Protestan 6 6987 3168 5761 3948 19864 30017 19864 19048 26677 Budha 7 2951 1734 3257 2161 10103 12649 9465 9076 12182 Jumlah 8 169438 130046 179386 156356 635226 628791 608282 583335 504624 2009 434379 156805 2008 428676 143399 2007 422972 141528 2006 405600 135716 2005 319979 131846 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.5 .676 orang.649 orang . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .050 orang serta pemeluk agama Budha 12. Mesjid. Tabel B. Katholik 14. Gereja dan Wihara merupakan hal penting dalam pembangunan keagamaan/ spritual masyarakat.017. Kota Denpasar dengan pemeluk Agama Hindu 428. serta 8 bangunan wihara. dan klinik merupakan upaya pelayanan kesehatan bagi bagi masyarakat. Agama Ketersediaan tempat peribadatan / bangunan suci seperti Pura.399 orang. Kesehatan Penyediaan fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum (RSU) baik pemerintah maupun swasta. Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kota Denpasar Banyaknya Sekolah/Universitas Guru/Dosen Murid/Mahasiswa Taman Kanak-kanak 208 251 4143 Sekolah Dasr/MI 218 3922 84890 SLTP/MTs 58 2347 23248 SMU/K 59 2989 33985 Perguruan Tinggi 22 3242 25122 Sumber : Kota Denpasar dalam Angka.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B. 2010 Jenis Sekolah 3. Islam 143. Protestan 30. Ketersediaan prasaranaa peribadatan terdiri dari Pura Kahyangan Tiga 105 buah serta 3 buah Pura Sad Kahyangan. puskesmas. 2010 4.

Tabel B. Diagnosa Penyakit 1 Infeksi akut lain pada saluran pernafasan atas 2 Penyakit lain pada pernafasaan atas 3 Penyakit pulpa dan jaringan periapikal 4 Penyakit kulit alergi 5 Penyakit kulit infeksi 6 penyakit tekanan darah tinggi 7 Penyakit sistem otot dan jaringan ikat 8 Penyakit rongga mulut 9 Penyakit tonsilitis 10 Diare (termasuk tersangka kolera) Sumber : Denpasar Dalam Angka. Rekapitulasi data volume timbulan sampah pemukiman dapat dilihat pada tabel dibawah ini. dan Timbulan Sampah Sumber sampah kota Denpasar terdiri atas sampah pemukiman dan sampah non permukiman. Sepuluh Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Denpasar No.7. Dari jumah tersebut 61.33 85 137 45. toko.Persentase Sampah Non Perumahan 1. sekolah.67 39. Toko 2. Rekapitulasi Volume Sampah di Kota Denpasar Volime (m3/hari) 4021.95 112.34 45 CV.05 24.97 53. 2010 Banyaknya Kasus 75854 36900 29696 19501 16980 15886 12031 11185 8846 8815 5. pelayanan kesehatan juga dilaksanakan di puskesmas utama dan puskesmas pembantu.Volume Sampah . Selain RSU. Menurut data hasil studi penanganan limbah padat (persampahan) Kota Denpasar tahun 2010 timbulan sampah dibedakan menjadi timbulan sampah organik dan anorganik.47% penyelenggaranya dari pihak swasta. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas No uraian Sampah perumahan . dan fasilitas umum lainya. Kantor Volem Timbulan Sampah (m3/hari) Organik Anorganik A B . Sumber. Gambaran Pengelolaan Persampahan Kota Denpasar a. Komposisi.1 46. pasar. Volume.6. Yang tergolong sampah non pemukiman adalah sampah – sampah yang bersumber dari kantor.07 1863.66 2157. Tabel B.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR dari 106 pada tahun 2008 menjadi 109.

Hal ini kemungkinan terjadi akibat adanya penggunaan sampah plastik dan kertas yang semakin banyak di kalangan masyarakat.07 69. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jalan/Taman 5.07 17. Penyapuan diutamakan pada ruas jalan protokol dengan pertimbangan pada ruas yang dimaksud merupakan jalan utama dan padat 46 CV. Jalan/Taman 5. Dilihat dari sampah organik dan anorganiknya terjadi pergesaran.Volume Sampah .33 28 24 23 15 17 25 22 Non Organik kertas lainya 15 5. Sekolah 4.5 2172. Penyapuan di Kota denpasar dilakukan dengan sistem swakelola.2 44. Sistem Pewadahan total 53. Toko 2.67 47 82 58 28 42 52 51.8 47.Persentase Total Volume Sampah Persentase Total Hasil penelitian. Fasilitas Umum Total Sampah Non Perumahan b.27 51. B.73 48.5 Pewadahan sampah adalah aktifitas menampung sampah sementara yang dilakukan oleh penghasil sampah (sumber sampah)/petugas penyapu sampah dengan menggunakan tempat sampah yang besarnya disesuaikan dengan tingkat volume sampah yang dihasilkan.84 372.36 81.16 309.3 45.5 2530.64 58.67 3 7 4 3 4 8 4.07 m3 per harinya.33 16 51 31 10 21 19 24.24 52.Makan 6.83 47. 2010 165 63 140 92 682 4703.41 95. Tabel. Hotel/Restoran/R. Kantor 3.33 53 18 42 72 58 48 48.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3.83 Sampah perumahan Sampah Non Perumahan 1.5 Plastik 33.59 Dari uraian diatas dapat dilihat volume sampah kota denpasar mencapai angka 4703.Makan 6.8. Komposisi Sampah Kota Denpasar % terhadap Volume No A B uraian Organik 46. Hotel/Restoran/R. dimana pada masa sekarang ini jumlah sampah organik semaikn sedikit dan terjadi peningkatan pada sampah anorganik. Fasilitas Umum . Sekolah 4. wilayah kerja dibagi menjadi 10 sektor yang meliputi seluruh kota denpasar.

00 shift I : 05.00 shift II : 12. Kegiataan operasional kebersihan DKP Kota Denpasar dibagi menjadi beberapa shift. Untuk depo yang dikelola masyarakat sebaiknya dibuat sedemikian rupa untuk keperlian 3R yang berguna untuk mendukung UU no 18 tahun 2008 (masyarakat wajib mengelola sampah dengan 3 R) Adapun masalah / kendala di depo selama ini adalah perilaku tidak disiplin masyarakat terhadap jadwal pembuangan menggunakan mobil (roda 4 atau 47 CV.00 Shift II : 10. Kondisi BIN/bak sampah yang ada lapangan sebagian besar (70%) rusak.00 Shift III : 13. Tahap pengumpulan tentunya sangat terkait dengan kondisi BIN/kontainer/depo/TPS yang tersebar di seluruh Kawasan Kota Denpasar.00 shift II : 12. menjaga. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pengumpulan sampah Pengumpulan sampah adalah aktivitas penanganan yang tidak hanya mengumpulkan sampah dari wadah individu atau dari wadah komunal (bersama) melainkan mengangkutnya ke tempat terminal tertentu. yaitu sebagai berikut : Tabel B.00-15. Cok Agung Tresna dan sidakarya diratakan (tidak ada bangunan) karena diganti dengan kontainer Dikaji secara sistem operasional maupun fisik kontruksi depo/kontainer sangat diperlukan karena lokasinya dekat dengan masyarakat (sumber sampah) baik untuk lokasi pemilihan (3R) dan pengolahan sampah. dan mengawasi pembuangan sampah dilokasi kontainer dan transferdepo Menaikan dan mengangkut sampah rumah tangga di sepanjang jalan yang dilayani Pengangkuta Sampah ke TPA Shift I : 06.00-11.00-17.30 Shift IV : 15.00 Pengumpulan sampah Tugas Menyapu bdan jalan dan telanjakan rumah tangga yang dilayani Mengatur. Kegiatan Operasional Kebersihan Kegiatan Penyapuan Jadwal Shift I : 06.00-17. Kodisi depo di Denpasar relative baik kecuali depo di Jl.00-12.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR aktivitas terutama Kegiatan Jasa perniagaan.00-11.9. baik dengan pengangkutan langsung maupun tidak langsung.30-10.30selesai c.

000 Rp Rp 25.592.894. B.000 1m 3 40 Ltr 1m 3 Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak Sebagian besar Rusak 70%) rusak 48 CV.300.010. Jumlah Sarana prasarana pewadahan Kota Denpasar yang dikelola DKP Denpasar adalah sebagai berikut : Tabel. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .000 69.850.659.000 Rp 1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR roda 4) ke Depo/TPS yang menyebabkan penumpukan sampah di Depo/TPS sehingga menimbulkan bau tidak sedap di sekitarnya.250 Rp 651. Jumlah Sarana Prasarana Pengumpulan dan Pewadahan sampah Kota Denpasar NO Alat Pewadahan VOL (unit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bin/Tong Sampah 70 ltr Bin/Tong Sampah 1 m3 Bin/Tong Sampah 1 m3 beroda Bin/Tong Sampah 40 ltr Bin/Tong Sampah pemilah Transfer depo /TPS Container Gerobak Sampah Motor Sampah 1885 270 40 50 20 17 52 635 2 6 2 Rp 771.902.050 Rp 139.700. Solusi dari permasalahan itu adalah ditetapkannya aturan mengenal waktu pembuangan sampah di depo/tps disertakan dengan sangsi tegas jika kedapatan ada warga yang melanggar ketentuaan tersebut.250 Baik dan berfungsi 70 Ltr 1m 3 KAPASITAS NILAI KONDISI ALAT Rp 1.10.756.

Jl. Jl. Jl. Sumatera. Gunung Agung. Jl. Jl.2. Jl. Nangka.1. Imam Bonjol. Pengangkutan sampah tentunya berhubungan dengan waktu pengangkutan serta kepadatan lalu lintas yang dilalui oleh truck pengangkut tersebut setelah dilakukan pengamatan langsung dilapangan maka diperoleh jalur-jalur yang mengalami rute angkut yang paling padat adalah JL. Jl. Pengangkutan Sampah Pemindahan sampah adalah kegiatan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkutan untuk dibawa ketempat pembuangan akhir.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Hayam Wuruk dan Jl. Arjuna. Sarana Pengumpulan Sampah Kota Denpasar d. 49 CV. Sarana dan Prasarana Pewadahan Sampah Kota Denpasar Gambar B. Ratna. Yudistira. Jl. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Diponegoro.Setia Budi.

Hino.2005 Baik Baik Baik 2 3 4 5 Arm Roll Truck Truck Biasa Kijang Station Kijang Pick UP 12 7 4 8 Gambar B. Desa Pemogan dengan kegiatan pada TPST yaitu pemilahan barang lapak dan pengolahan sampah menjadi kompos. Jumlah Sarana Prasaran Pengangkutan Sampah Kota Denpasar NO 1 ALAT PENGANGKUTAN Dump Truck Unit 60 Merek Toyota Daihatsu.2005 1985 . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .3.2003 1981 . dimana kegiatan pengolahan sampah 3R bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik dan non organik yang masuk ke TPA Sarbagita. dan Mitsubsihi Isuzu dan Toyota Toyota Toyota Tahun Produksi 1998 . Dengan falitas yang ada yaitu 1 unit mesin pencacah 50 CV. Pengolahan sampah 3R di Banjar Gelogor Carik.11.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Jenis pengangkutan sampah di Kota Denpasar yaitu Dump truck. Pengolahan Sampah 3R Pengolahan sampah dengan metode 3R juga telah dilaksanakan oleh DKP Kota Denpasar.1998 1992 . sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sehingga umur layanan TPA dapat berfungsi lebih lama. Isuzu. Arm Roll Truk. Truk biasa. Pengolahan sampah 3R di Kota Denpasar di beberapa lokasi yaitu sebagai berikut : 1. Sarana Pengangkutan Sampah Kota Denpasar e. Jumlah Sarana pengangkutan di Kota Denpasar adalah sebagai berikut : Tabel B.2010 KONDISI PRASARANA Baik Baik 1997 . Kijang station dan Kijang Pick UP.

3. 1 unit ayakan. Sampah organik 7. Kecamatan Denpasar Selatan. Gambar B.74 m2 yang terdiri : Ruang komposting/pengolahan (hanggar) Ruang kantor (include = kamar mandi dan teras) • • Lantai 1 Lantai 2 = 52 m2 = 53 m2 = 9 m2 = 9 m2 51 CV. Kecamatan Denpasar Selatan dengan kegiatan pada TPST yaitu pemilahan barang lapak dan pengolahan sampah menjadi kompos. Pengolajan sampah 3R di Kelurahan Renon luas tanah yang disediakan sekitar 1710 m2. sampah organik kompos 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas = 1045 m2 Gudang Kompos Gudang Granular . fasiltas pengolahan sampah 3R di Kelurahan Sanur Kaja. dibuat satu unit bangunan TPST dengan luas sekitar 1952. Pengolahan sampah 3R di Kelurahan Sanur Kaja. 3 unit permentasi dari bambu dan 1 unit truk kap 4 m3.4 m3/hr dan residu ke TPA 1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR organik. Dengan falitas yang ada yaitu 1 unit mesin pencacah organik. 2. Sampah yang diolah setiap harinya rata – rata 12 m3 yang terdiri dari sampah lapak 0.6 m3/hr.4.2 m3/hr. 1 unit mesin pencacah non organik.8 m3/hr. 1 unit mesin pencacah non organik. 1 unit Kontainer dan 6 unit gerobak sampah serta bangunan pelengkap untuk proses pemilahan sampah dan pengomposan.

Noei dan 28 Ha digunakan sebagai TPA. TPA Sarbagita merupakan TPA Regional yang melayani Kota Denpasar. Tabanan) telah mengakibatkan terjadinya peningkatan timbulan sampah yang semakin cepat. Kabupaten Gianyar. bahkan kecenderungannya semakin sulit dikendalikan. Badung. Lokasi TPA Sargabita ada di TPA Suwung. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi dengan segala dinamikanya di Provinsi Bali. tetapi hasilnya belum memuaskan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR = 13. Berbagai macam cara telah diterapkan untuk mengatasinya. Permasalahan tersebut ditambah lagi dengan semakin sulitnya mencari lokasi untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Kabupaten Badung. Kondisi tersebut secara otomatis telah membawa akumulasi permasalahan yang semakin kompleks.5 m2 Ruang Penjaga + teras + kamar mandi Dan sarana 3 R yang dapat diadakan: Gerobak Sampah Mesin pencacah Mesin Pengayak Mesin Granular Pompa air Timbangan : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit : 1 Unit f. 52 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Gianyar dan Tabanan) membuat kesepakatan untuk menerapkan sistem pengelolaan persampahan secara regional dan terpusat dengan aplikasi teknologi pengolahan sampah terpadu yang disebut dengan IPST (Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu). 10 Ha digunakan untuk IPST yang dikelola PT. khususnya di wilayah SARBAGITA (Denpasar. Badung. Dari 38 Ha kawasan TPA. Pemerintah Daerah di wilayah SARBAGITA (Denpasar. sehingga semakin kompleknya permasalahan sampah yang harus dihadapi. dan Kabupaten Tabanan. Gianyar.

Kota Denpasar. perkantoran. restoran. sapuan jalan dan pariwisata yang sebagian besar merupakan sampah organik. sampah yang dihasilkan pada umumnya masih dikelola secara on-site (setempat) yaitu dengan cara dibakar. Kecamatan Denpasar Selatan. Letak TPA Sarbagita dalam peta foto udara dapat ditunjukkan pada gambar sebagai berikut : Gambar 3. ditimbun dan dibuang ke sungai-sungai. Sedangkan di Kabupaten Tabanan pengelolaan sampah dilakukan oleh DKP (Dinas Kebersihan dan pertamanan) dan swakelola masyarakat. fasilitas umum. hotel. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Desa Suwung. Di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pengelolaan sampah dilakukan oleh DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) dan swakelola masyarakat. Di Kabupaten Gianyar pengelolaan sampah dilakukan oleh KLH (Kantor Lingkungan Hidup) dan swakelola masyarakat. Lokasi TPA Sarbagita dalam Peta Foto Udara Sampah di wilayah SARBAGITA berasal dari sampah domestik dan sampah nondomestik yang meliputi sampah pemukiman. pertokoan. 53 CV. Sedangkan wilayah lain yang belum mendapat penanganan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Lokasi TPA SARBAGITA TPA Sarbagita dengan luasan kurang lebih 38 Ha terletak di kampung Suwung Kangin .5.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . bekerjasama dengan pihak ketiga yang bertujuan mengelola sampah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan yaitu energi listrik. Hal ini berarti dengan menggunakan teknik pemisahan yang sesuai. sehingga diperlukan peningkatan kualitas. Sistem Open Dumping di TPA 54 CV.6. Tujuan strategis dari fasilitas yang ditawarkan adalah pemanfaatan potensi sampah sebagai sumber daya yang sudah tercemar (contaminated resource).USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kondisi Sarana dan Prasarana SARBAGITA merupakan pusat pengolahan sampah terpadu dengan konsep berbasis 3R (Reduce. Gambaran TPA Sarbagita dengan sistem open dumping dan kegiatan pemulung di TPA Sarbagita dapat ditunjukkan pada dokumentasi berikut : Gambar B. Gianyar dan Tabanan). Saat ini TPA Sarbagita beroperasi sebagian masih menggunakan sistem open dumping sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan pencemaran pada lingkungan terdekat. Badung. berbagai jenis sampah dapat dipakai pada berbagai jenis peralatan konversi energi sehingga dapat memaksimalkan efisiensi konversi sampah menjadi energi yang bernilai ekonomis. Reuse. Sistem pengolahan sampah di IPST adalah menggunakan Sistem GALFAD (Gassification. Pusat pengelolaan sampah terpadu dilakukan di TPA Sampah Suwung. Anaerob Diggestion). Untuk jangka panjang pengelolaan sampah di kota Denpasar akan dilakukan secara terpadu dengan bekerjasama dengan 3 kabupaten lain dengan nama SARBAGITA (Denpasar. Meskipun di dalam lokasi juga terdapat kegiatan pengembangan kualitas TPA yang telah dikelola oleh PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI) namun pada areal lahan lainnya kurang lebih 28 Ha masih memerlukan peningkatan kualitas. Land Fill. Recycling) di TPA.

dan Tabanan mempunyai potensi dan permasalahan yang dapat dijadikan dasar dalam pembenahan kualitas sebagai sebuah TPA Regional. Gianyar. Kegiatan Pemulung Sampah di TPA TPA Sarbagita merupakan salah TPA Regional yang melayani wilayah-wilayah Denpasar.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B.Lokasi lahan TPA yang jauh dari permukiman dan merupakan TPA terluas di Provinsi Bali . Potensi . Kondisi TPA saat ini sudah dalam keadaan over load dan sistem pengoperasiannya masih mempergunakan open dumping. Kondisi Peningkatan Kualitas dan Operasional TPA Sarbagita Proyeksi timbulan sampah saat ini pada TPA Sarbagita mencapai ± 3000 m3/hari. terlihat secara visual bahwa rawa disekitar TPA airnya tercemari leachate sehingga berbau dan berwarna hitam pekat.Status lahan merupakan milik Kanwil Kehutanan dengan adanya kerjasama untuk peminjaman lahan yang akan di pakai untuk pengelolaan sampah terpadu yang memungkinkan pengembangan TPA untuk kawasan SARBAGITA. Badung. Sampah dari kabupaten Tabanan sebanyak ± 50 m3/hari dimanfaatkan leh PT Noei dan sisanya masuk ke TPA.7. disamping itu banyak pohon bakau yang terganggu pertumbuhannya bahkan sampai mati karena pencemaran leachate dan juga tertutupnya akar 55 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sebelum ada penanganan dari Satker Pengembangan PLP Bali kondisi pencemaran sudah sangat mengkhawatirkan.

Di IPL leachate mengalami tahapan2 seperti yang diharapkan sehingga nantinya sebagai hasil akhir untuk dilepas ke rawa sudah tidak membahayakan bagi lingkungan. Perkerjaan Capping dilakukan untuk menutup area yang sudah tidak dipakai lagi untuk menimbun sampah sehingga tidak menghasilkan leachate lagi. Sehingga perlu diupayakan revitalisasi lanjutan yang. Pada tahun 2010 Satker Pengembangan PLP Bali merivitalisasi tahap II TPA sarbagita dengan skup pekerjaan antara lain melanjutkan lapisan protekse sepanjang 600 m. Pekerjaan Caping dan cover soil serta pekerjaan landscape. Sehingga dengan volume sampah tiap hari yang demikian besar akan menimbulkan masalah besar nantinya mengingat saat inipun keadaanya sudah over load. Pekerjaan sumur pantau. Tahun 2009 Satker Pengembangan PLP Bali juga melaksanakan fisik revitalisasi TPA Sarbagita tahap I dengan substansi pekerjaan utama adalah melokalisir dan mengarahkan leachate agar tidak lagi mencemari rawa dengan habitatnya dan membatasi TPA agar tidak makin meluas dengan mengorbankan lahan kehutanan. mampu untuk mengantisipasi masalah saat ini. 1 (satu) buah IPL. Dengan sarana yang sudah terbangun melalui revitalisasi tahap I dan II sudah sangat mendukung untuk pengoperasian TPA Sarbagita menjadi sanitary 56 CV. Lapisan proteksi berguna untuk memproteksi leachate agar tidak masuk ke rawa dan selanjutnya dengan pipa penangkap air tanah leachate yang terlokalisir lapiosan preksi diarahkan ke IPL. pipa penangkap air tanah.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR nafas oleh sampah yang meluber. pekerjaan jalan operasional yang sekaligus sebagai pembatas rawa dan TPA. IPL. pemasangan lapisan Proteksi disepanjang garis perbatasan rawa dengan TPA yang ± terpasang sepanjang 800 m. Tahun 2009 Satker Pengembangan PLP Bali menyusun DED untuk merivitalisasi TPA Sarbagita karena untuk mencari lokasi lain di daerah Sarbagita sudah tidak memungkinkan mengingat sangat mahalnya lahan di Kota Denpasar dan sekitarnya. pekerjaan tanggul yang bertujuan mencegah sampah tidak lagi sampai meluber ke rawa dan pekerjaan landscape. Pipa penangkap air tanah. Pekerjaan yang dilaksanakan tahun 2009 berupa. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Permasalahan Permasalahan yang ada saat ini adalah sistem pengoperasian yang masih open dumping dan belum beroperasinya IPST secara maksimal.

. .340. . Salah satunya adalah penyediaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kota Denpasar.061 m³/hari (95.59 % dari kapasitas total). dan sisanya sebesar 3104.200 m³/hari dimanfaatkan IPST .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR landfill yang akan sangat banyak mengirit lahan. . .Proses komposting pada TPA belum berfungsi. Saat ini yang sangat diperlukan pembangunan Cell sampah yang dapat menampung sampah harian yang akan datang.4 m³/hari. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Lokasi TPA merupakan daerah kawasan rawa dan dekat hutan bakau sehingga rawan akan pencemaran laut.Pencemaran air laut dari TPA berupa leachete dari timbulan sampah sudah sampai ke laut. dimana untuk kawasan IPST 10 Ha. Tetapi hingga saat ini diketahui kapasitas TPA eksisting sebesar 6.Belum beroperasi secara maksimalnya IPST sehingga timbulan sampah masuk langsung ke TPA.4 m³/hari dimana timbulan sebesar 3. yang mana TPA eksisting sangat tidak memenuhi syarat dari segi 57 CV. Sedangkan dari hasil proyeksi timbulan sampah untuk Kawasan SARBAGITA sampai dengan Tahun 2030 didapat timbulan sampah total yang masuk 6. dapat dilihat secara visual pada permukaan air laut di kawasan TPA berwarna hitam. . Sehingga TPA Sarbagita perlu dilakukan direvitalisasikan sehingga keberadaan sampah yang tidak terkelola saat ini akan dicarikan jalan keluar penanganannya.4 m³/hari harus masuk TPA.Pencemaran tanah dapat dilihat secara visual terdapat banyaknya genangan lindi dan kondisi TPA yang masih mempergunakan sistim open-dumping dimana sampah hanya dihamparkan saja sehingga juga menyebabkan terjadinya pencemaran udara.Luas lahan keseluruhan kawasan TPA yang tersedia 38 Ha.Sedang permasalahan yang juga terkait dengan TPA adalah sarana dan prasarana persampahan yang ada saat ini dirasakan masih jauh dari ideal dan begitu pula dengan sistem pengelolaan persampahan yang diterapkan masingmasing daerah/kota saat ini masih menemui banyak kendala. sedangkan 28 Ha untuk TPA. Identifikasi permasalahan dengan beroperasinya TPA Regional Sarbagita adalah sebagai berikut : . jadi ada timbulan sampah yang tidak dapat ditampung sebesar 279.

Variasi ini terutama disebabkan oleh perbedaan antara lain: Jumlah penduduk dan tingkat pertumbuhannya. sehingga diperlukan perbaikan desain dan rehabilitasi peningkatan kualitas lingkungan apabila TPA eksisting ini tetap akan dipertahankan. dan antara satu negara dengan negara lainnya. dan juga sampah mineral (Tchobanoglous.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR estetika. Tingkat hidup: makin tingkat hidup masyarakat. Musim: dinegara barat. maupun teknis operasionalnya.2008). makin besar timbulan sampahnya.2008). Sampah meliputi material yang heterogen yang merupakan hasil buangan dari komunitas masyarakat yang merupakan akumulasi dan pencampuran dari kegiatan pertanian. 1993) Sampah adalah limbah yang bersifat padat terdiri atas zat organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan (SNI 19-2454-2002 ). Menurut Damanhuri dan Padmi (2004) rata-rata timbulan sampah biasanya akan bervariasi dari hari ke hari. Inovasi 1. teknis desain. 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . industri. antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pengertian Sampah Beberapa pengertian sampah antara lain sebagai berikut : Sampah adalah bahan buangan padat atau semi padat yang dihasilkan dari aktivitas manusia atau hewan yang dibuang karena tidak diinginkan atau tidak digunakan kembali.7. Theisen and Vigil. sehingga tidak layak untuk dilanjutkan. konsentrasi.2. Sampah spesifik adalah sampah yang karena sifat. dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus (UU No 18. timbulan sampah akan mencapai angka minimum pada musim panas. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU No 18. 58 CV.

Sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat mencemari air melalui selokan. 59 CV. a. diare dan disentri. Sampah kimia yang dihasilkan oleh kegiatan industri kimia tertentu. Sampah terutama yang mudah membusuk (garbage) merupakan sumber makanan lalat dan tikus. sampah dari laboratorium kimia bersifat toksik. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Secara ekologis sampah organik yang masuk ke dalam badan air dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengakibatkan eutrofikasi dan bila terjadi pencemaran oleh limbah toksik dapat mengganggu kehidupan air. dari penderita dan sebagainya yang sifatnya infektus. kolera. yang menyebabkan pendangkalan. disamping juga dimungkinkan melalui air yang terkontaminasi sampah infektus. Kontak antara manusia dengan sampah dapat langsung maupun melalui vektor. Pengaruh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. debu hasil pembakaran alat pemanas akan bertambah pada musimdingin. Cara penanganan makanannya. Sampah sebagai sumber inveksi. Sampah mencemari tanah dan air. Sampah juga ada yang bersifat toksik. b. diantaranya: a. c. Iklim: dinegara barat. 2. 2004 sampah dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan. vomitus. Lalat merupakan salah satu vektor penyakit terutama penyakit saluran pencernaan seperti typhus perut. Sampah seringkali tercampur dengan kotoran manusia. Sampah toksik. sampah pestisida. saluran pematus maupun badan-badan air. Sampah toksik ini dapat langsung mengenai manusia atau melalui rantai makanan. Sampah yang tidak dapat terurai seperti plastik dan karet dan sejenisnya secara mekanik mengganggu saluran air maupun badan air. Sampah sebagai sarang vektor dan binatang pengerat. Menurut Sarudji.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Cara hidup dan mobilitas penduduk.

Sampah pelayanan masyarakat. plastik. merupakan sampah yang berasal dari rumah tangga. melainkan menjurus kepada kepribadian masyarakat. adalah sampah yang dihasilkan dari aktivitas industri. Sampah konstruksi pembangunan. 60 CV. Sampah industri. kayu. Sampah jalanan. baik bentuk atau wujud maupun baunya sudah menimbulkan kesan tidak etis. dan sebagainya. dan trotoar rusak. Sampah komersial.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR b. perbaikan jalan. barang bekas rumah tangga. adalah sampah yang berada di jalan-jalan umum. Sampah. tekstil. Theisen and Vigil. Terdapatnya ongokan sampah yang terkesan tidak dikelola dengan baik akan memberikan nilai negatif bukan hanya ditilik dari segi estetika. peruntuhan bangunan. Klasifikasi tersebut dibagi menjadi : Sampah residential. adalah sampah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. restoran dan pasar (tempat perdagangan). Sampah mengganggu estetika. merupakan sampah dari air minum. Sampah pertanian. masyarakat bahkan bangsa. kardus. kaca. sampah kebun. Jenis sampah yang dihasilkan adalah sisa makanan. Banyak orang berpendapat bahwa kebersihan menunjukkan kepribadian seseorang. 1993 sumber-sumber sampah dibedakan berdasarkan jenis kegiatan yang menghasilkan sampah. merupakan sampah yang berasal dari perkantoran. 3. Penggolongan jenis sampah Menurut Damanhuri sampah dapat dikelompokan menjadi: Berdasarkan sumbernya: Pemukiman: biasanya berupa rumah atau apartemen. 4. kulit. limbah berbahaya dan beracun. adalah sampah yang dihasilkan dari pembangunan gedung baru. kertas. air limbah maupun proses industri. Sumber – Sumber Sampah Menurut Tchobanoglous. logam. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

Konstruksi dan pembongkaran bangunan: meliputi pembuatan konstruksi baru. bangkai. sayuran. sisa makanan. pasar. dan lain-lain. karet. debu dan sebagainya. pantai. plastik. kotoran binatang. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain kayu. baik organik maupun non organik. Institusi yaitu sekolah. dan lain-lain. Komponen yang sulit terbakar (non combustible): logam. drum. Pengolah limbah domestik seperti instalasi pengolahan air minum. Tabung bertekanan/gas. taman. perbaikan jalan. kaca. dan sebagainya. Komponen yang mudah terbakar (combustible): kayu. beton. kertas. bahan asumsi. kulit. dan lain-lain. dan lain-lain. dan sebagainya. Berdasarkan cara penanganan dan pengolahannya: Komponen mudah membusuk (putrescible): sampah rumah tangga. buah-buahan. dan lain-lain. Serbuk dan abu: organik (pestisida dan sebagainya). Pertanian: Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain sisa makanan busuk sisa pertanian. Lumpur. kayu. kardus. dan lain-lain. baja. dan sebagainya. instalasi pengolahan air buangan dan insinerator. perkantoran. logam. sampah taman. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain kertas. dan lain-lain. debu. logam metalik. tempat rekreasi. limbah berbahaya dan beracun. buangan non industri. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain rubbish. dan lain-lain. rumah makan. plastik.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Daerah komersil: meliputi pertokoan. ranting. kain. Wadah bekas: botol. rumah sakit. hotel dan lain-lain. Fasilitas umum: seperti penyapuan jalan. 61 CV. pusat pemerintahan. Jenis sampah yang ditimbulkan sama dengan jenis sampah pada daerah komersil. daun. Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain: lumpur hasil pengolahan. Puing bangunan. penjara. Kawasan industri: Jenis sampah yang ditimbulkan antara lain sisa proses produksi. dan sebagainya. non metalik. mineral.

sampah sisa sayur. dan kulit buah-buahan. sisa makanan. plastik.25 1. Sampah sisa abu pembakaran penghangat rumah (ashes).350 0. dan sebagainya.100 62 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 5.hari) 0. seperti kertas. Besaran timbulan sampah berdasarkan komponen-kompone sumber sampah dapat dilihat pada tabel 2. Sampah bangkai binatang (dead animal): bangkai tikus. Tabel B.hari) 1 2 3 Rumah permanen Rumah semi permanen Kantor Per orang/hari Per orang/hari Per pegawai/hari 2. kertas. anjing. Sampah radioaktif. dan binatang ternak. Pembagian yang lain dari sampah berupa: Sampah organik mudah membusuk (garbage) : sampah sisa dapur. dan yang tidak mudah terbakar (non combustible) seperti logam.00 Berat (Kg/orang.50 2.3.75 – 2. kaleng. Sampah organik tak membusuk (rubbish): mudah terbakar (combustible). Sampah buangan sisa konstruksi (demolition waste). daun.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kendaraan tak terpaakai.00 – 2.400 0.300 – 0.350 – 0.25 – 2. gelas. Timbulan Sampah Timbulan sampah dalam SNI 19-3964-1995 adalah banyaknya sampah yang diambil dari lokasi terpilih. Sampah sapuan jalan (steet sweeping): sisa-sisa pembungkus dan sisa makanan. Besaran Timbulan Sampah Berdasarkan Komponen Sumber Sampah NO Komponen Sumber Sampah Satuan Volume (l/orang. dan sebagainya. ikan.025 – 0. untuk diukur volumenya dan ditimbang beratnya dan diukur komposisinya. karton.12.

makanan.10 – 0.025 0. sedangkan kota kecil adalah kota yang jumlah penduduknya kurang dari 100.70 ( Sumber : SNI 19-3983-1995). (SNI 19-3983-1995). logam besi-non besi. karet-kulit.005 – 0.10 0. Komposisi Sampah. plastik. keramik). misalnya dinyatakan sebagai % berat atau % volume dari kertas.70 – 0.60 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Dalam Damanhuri dan Padmi (2004) menggambarkan tipikal komposisi sampah pemukiman atau sampah domestik dikota negara maju. logam.50 – 2. 63 CV.10 – 0. kain-tekstil.010 – 0.05 – 0.20 – 0.000 jiwa. yaitu dapat dilihat pada Tabel B. Besaran timbulan sampah berdasarkan klasifikasi kota No 1 2 Klasifikasi Kota Kota Sedang Kota Kecil Volume (l/orang/. Komponen komposisi sampah dalam SNI 19-3964-1995 adalah komponen fisik sampah seperti sisa-sisa makanan. kulit.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 4 5 6 7 8 9 10 Toko/ruko Sekolah Jalan arteri sekunder Jalan kolektor sekunder Jalan local Pasar Rumah non permanen (Sumber : SNI 19-3983-1995). 6.0.350 0.00 0.625 – 0.150 .250 – 0.15 0.300 0. batu.75 – 2.75 – 3.050 0. karet.75 Berat (kg/orang.25 2.13. dan lain-lain. kaca dan lain-lain (misalnya tanah. Pengelompokan sampah yang sering dilakukan adalah berdasarkan komposisinya.010 – 0. kain.020 – 0. kaca.80 0. pasir.13. kertas-karton. kayu.300 Tabel B.hari) 2.10 – 0.50 – 3. plastik.100 – 0. kayu.15 0.000 jiwa.100 0.hari) 0.00 0. Per pegawai/hari Per murid/hari Per meter/hari Per meter /hari Per meter /hari Per meter 2/hari Per orang/hari 2. Kota sedang adalah kota yang jumlah penduduknya lebih dari 100.15 0.020 0.

Pendapatan per kapita : masyarakat dari tingkat ekonomi lemah akan menghasilkan total sampah yang lebih sedikit dan homogen. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas % Berat 32. Musim : jenis sampah akan ditentukan oleh musim buah-buahan yang berlangsung.74 0. Kemasan Produk : kemasan produk bahan kebutuhan sehari-hari juga akan mempengaruhi. Frekuensi pengumpulan : semakin sering sampah dikumpulkan maka semakin tinggi tumpukan sampah terbentuk.84 6. kelembaban sampah juga akan cukup tinggi. dan produk karet Kain dan produk tekstil Gelas Logam Bahan batu. kulit.06 5. Tingkat sosial ekonomi : daerah ekonomi tinggi umumnya menghasilkan sampah yang terdiri atas bahan kaleng. Komposisi sampah dipengaruhi oleh beberapa faktor: Cuaca : di daerah yang kandungan airnya tinggi.38 % Volume 62.06 10. pasir Sampah organik (Sumber : Damanhuri dan Padmi. 2004). dan yang akan terus bertambah adalah kertas dan sampah kering lainnya yang sulit terdegradasi.07 8.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.58 . 64 CV. Tetapi sampah basah akan berkurang karena membusuk.13. Negara maju seperti Amerika tambah banyak yang menggunakan kertas sebagai pengemas.98 0. Komposisi sampah domestik Kategori Sampah Kertas dan bahan-bahan kertas Kayu/produk dari kayu Platik.12 0.61 0.1 5.15 9. sedangkan negara berkembang seperti Indonesia banyak menggunakan plastik sebagai pengemas.31 9.36 16.26 26.38 6. dan sebagainya. kertas.

keramik Logam Plastik Kulit. Karakteristik sampah menurut (Tchobanoqlous. Karakteristik fisik Karakteristik fisik sampah meliputi hal-hal di bawah ini: a. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . harus disebutkan dimana dan dalam kondisi bagaimana sampah diambil sebagai sampling untuk menghitung berat 65 CV. Tabel B.14 Tipikal Komposisi Sampah Pemukiman (% berat basah) Komposisi Pemukiman Low Incom Kertas Kaca. karet Kayu Tekstil Sisa makanan Lain-lain 1-10 1-10 1-5 1-5 1-5 1-5 1-5 40-85 1-40 Pemukiman Midle Incom 15-40 1-10 1-5 2-6 2-10 20-65 1-30 Pemukiman High Incom 15-40 4-10 3-13 2-10 2-10 20-50 1-20 (Sumber : Damanhuri dan Padmi. 2004). Dalam pengukuran berat spesifik sampah.4. Theisen dan Vigil.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Dengan mengetahui komposisi sampah dapat ditentukan cara pengolahan yang tepat dan yang paling efisien sehingga dapat diterapkan proses pengolahannya. dalam Hardianto. Karakteristik Sampah. 1993. 2008) yaitu: 1. Tipikal komposisi sampah didasarkan atas tingkat pendapatan digambarkan pada Tabel 2. 7. Berat spesifik sampah Dinyatakan sebagai berat per unit (kg/m3).

53 .15.86 100.5. lokasi.160.00 160.43 .86 237.32 195.86 .05 59.26 130.19 320.320.00 50. Hal ini sangat penting untuk mengetahui volume sampah yang diolah.79 89.240. 1993 yang dapat dilihat pada tabel 2.29 130.53 41. Berat spesifik sampah dipengaruhi oleh letak geografis.38 480.33 .57 50.10 41.53 .00 320. Berat spesifik komposisi sampah. Tabel B.225. Adapun berat spesifik sampah menurut Tchobanaglous.86 .19 100.53 .53 160.480.38 .71 (Sumber: Tchobanaglous.130.480. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .57 1 Sisa makanan 2 Kertas 3 Karton 4 Plastik 5 Kain 6 Karet 7 Kulit 8 Sampah taman 9 Kayu 10 Gelas 11 Kaleng 12 Aluminium 13 Logam lain 14 Debu/kerikil (lain-lain) 130.45 130. 66 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR spesifik sampah.53 .26 65.43 65.53 .26 .80.19 65.100. Theisen dan Vigil. 1993 dalam Hardianto. 2008). Theisen dan Vigil.72 89.999.53 .201.38 160.19 .57 41.53 41.53 -130. musim. No Komponen Sampah Berat Spesifik (Kg/m3) Rentang Tipikal 290.1151.72 100.261. dan lama waktu penyimpanan.

a. Kepadatan sampah Kepadatan sampah sangat penting untuk mengetahui pergerakan dari cairan dan gas dalam landfill. Sampah dari daerah pemukiman dan komersial yang tanpa pemadatan Field Capacity sebesar 50% . e. Field Capacity sangat penting untuk mengetahui komponen lindi dalan landfill. Field Capacity bervariasi tergantung dari perbedaan tekanan dan dekomposisi sampah. Ukuran partikel Sangat penting untuk pengolahan akhir sampah. d. Rumus kelembaban dari berat basah adalah: w−d  M =  x100  w  Dimana M = Kelembaban (%) W = Berat sampah basah (kg) D = Berat sampah setelah dikeringkan pada suhu 0C (kg). Biasanya dilakukan tes untuk komponen yang 67 CV. Karakteristik Kimia. dan dapat keluar dari sampah akibat daya grafitasi. terutama pada tahap mekanis untuk mengetahui ukuran penyaringan dan pemisahan mekanik. Kelembaban Kelembaban sampah dapat dinyatakan dengan dua cara. yaitu dengan metode berat basah dan berat kering. Bertujuan mengetahui bahan-bahan yang mudah terbakar dan tak mudah terbakar. Field Capacity Adalah jumlah air yang dapat tertahan dalam sampah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Analisis proksimasi. 2.60%.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR b. c.

kandungan bau. b. asam amino dan berbagai macam asam organik. S. Protein. yang berbentuk padatan dengan peleburan atau penggumpalan. 68 CV. c. yang terdiri dari rantai asam amino. Kandungan energi. dan abu. e. dapat ditentukan dengan Bomb Calorimeter. Analisis ultimasi ini bertujuan menentukan karakteristik kimia bahan organik sampah secara biologis. yaitu hasil penguraian gula. Titik abu sampah. Lignoselulosa. seperti kertas karton dan fiberboard. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Temperatur berkisar antara 1100 oC sampai 1200 oC. kombinasi dari lignin dan selulosa. Adalah temperatur dimana dihasilakan abu dari pembakaran sampah. Kandungan terlarut seperti: gula. f. Adalah penentuan persentase komponen yang ada dalam sampah seperti persentase C.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR mudah terbakar supaya mengetahui kandungan volatil. Hemiselulosa. Karakteristik Biologi. Analisis ultimasi. c. material polimer yang terdiri dari cincin aromatik dengan gugus methoksil. d. Lemak. N. kandungan karbon tetap dan kandungan air. H. supaya dapat berlangsung baik. 3. Lignin. b. Selilosa. minyak dan lilin. yaitu hasil penguraian glukosa. Misalkan pada komposting perlu diketahui rasio C/N sampah. a. Biasanya terdapat pada kertas. g. d. Kandungan energi dari komponen organik sampah.

1. pengolahan dan pembuangan akhir ke Lahan TPA. Pemindahan sampah adalah tahap memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam alat pengangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.9.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 8. 69 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 4. Pengumpulan sampah adalah proses penanganan sampah dengan cara pengumpulan dari masing-masing sumber sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan sementara atau langsung ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemindahan. Pewadahan sampah adalah cara penampungan sampah sementara di sumbernya. pengomposan. penghancuran. 5. 2. 3. dan pendaur ulangan. pengangkutan. antara lain dengan cara pembakaran dalam incinerator. pengeringan. pengumpulan. yaitu pewadahan. 2004 Sistem pengelolaan sampah meliputi beberapa tahapan. Sistem Pengelolaan Sampah Menurut Damanhuri. Pengangkutan sampah adalah membawa sampah dari lokasi pemindahan atau langsung dari sumber sampah menuju tempat pembuangan akhir. pemadatan. Pengolahan sampah adalah upaya mengurangi volume atau merubah bentuk sampah menjadi lebih bermanfaat. Skema Teknik Operasional Pengelolaan Persampahan dapat dilihat pada gambar B.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

Timbulan sampah

Pewadahan/pemilahan

Pengumpulan

Pemindahan dan pengangkutan Pembuangan akhir sampah

pengolahan

Gambar B.9.Skema Teknis Operasional Pengelolaan Persampahan (SNI 19-2454-2002).

Berdasarkan SNI 19-2454-2002 tentang Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan, faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah perkotaan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kepadatan dan penyebaran penduduk Karakteristik fisik lingkungan dan social ekonomi Timbulan dan karakteristik sampah Budaya sikap dan perilaku masyarakat Jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah Rencana tata ruang dan pengembangan kota Sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan.

9.

Pewadahan Sampah. Menurut Damanhuri pewadahan sampah adalah cara penampungan sampah sementara di sumbernya baik individual maupun komunal. Wadah sampah individual umumnya ditempatkan di muka rumah atau bangunan lainnya. Sedangkan wadah sampah komunal ditempatkan di tempat terbuka yang 70
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

mudah

diakses.

Sampah

diwadahi

sehingga

memudahkan

dalam

pengangkutannya. Idealnya jenis wadah disesuaikan dengan jenis sampah yang akan dikelola agar memudahkan dalam penanganan berikutnya, khususnya dalam upaya daur ulang. Disamping itu dengan adanya wadah sampah yang baik maka: • bau akibat pembusukan sampah yang juga menarik datangnya lalat • dapat diatasi.

Air hujan yang berpotensi menambah kadar air sampah, dapat dikendalikan

Pencampuran sampah yang tidak sejenis dapat dihindari.

9.1. Pola Pewadahan Menurut Damanhuri Pola pewadahan sampah dapat dibagi dalam individual dan komunal. Pola pewadahan individual: diperuntukan bagi daerah pemukiman berpenghasilan tinggi dan daerah komersil. Pola pewadahan komunal: diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/kumuh, taman kota, jalan dan pasar. Sedangkan berdasarkan SNI 19-2454-2002: Pola pewadahan individual: aktifitas penanganan penampungan sampah sementara dalam suatu wadah khusus untuk dan dari individu. Pola pewadahan komunal: aktifitas penanganan penampungan sampah sementara dalam suatu wadah bersama baik dari berbagai sumber maupun sumber umum. 9.2. Kriteria Lokasi dan penempatan wadah Berdasarkan (SNI 19-2454-2002) lokasi penempatan wadah adalah: 1. Wadah individual ditempatkan : a. Di halaman muka b. Di halaman belakang untuk sumber sampah hotel, restoran 2. Wadah komunal ditempatkan : 71
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR

a. Sedekat mungkin dengan sumber sampah b. Tidak mengganggu pemakai jalan atau sarana umum lainnya c. Di luar jalur lalu lintas pada suatu lokasi yang mudah untuk pengoperasiannya. d. Di ujung gang kecil. e. Di sekitar taman dan pusat keramaian ( untuk wadah pejalan kaki). f. 9.3. Jarak antar wadah sampah untuk pejalan kaki minimal 100 m.

Persyaratan bahan wadah Berdasarkan SNI 19-2454-2002 persyaratan bahan wadah, sebagai berikut: a. Tidak mudah rusak dan kedap air b. Ekonomis, mudah diperoleh/dibuat oleh masyarakat c. Mudah dikosongkan.

Tabel B.15. Contoh wadah dan Penggunaannya No 1 2 3 4 5 Wadah Kantong Plastik Tong Tong Tong Tong Kapasitas 10-40 L 40 L 120 L 140 L 30-40 L Pelayanan 1 KK 1 KK 2-3 KK 4-6 KK Pejalan Kaki, Taman 6 7 Kontainer Kontainer 1000 L 500 L 80 KK 40 KK 2-3 tahun 2-3 tahun Komunal Komunal Umur Wadah 2-3 hari 2-3 tahun 2-3 tahun 2-3 tahun 2-3 tahun Keterangan Individual Individual Toko Toko

(Sumber : SNI 19-2454-2002).

72
CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas

ringan. Berdasarkan SNI 19-2454-2002. seperti sisa daun.4.bahan komia untuk peerawatan kolam. Bahan u.kayu. yaitu: 1.fiberglass.kontainer.bin(tong).ringan.plastik.16. seperti gelas. rotan 73 CV. mudah dipindahkan dan kosongan Kedap air.silinder. plastik. Sifat Kedap air.plastik.bamb 3. insektisida bahan kimia untuk keperluan fotogafi. Karakteristik wadah Sampah Pola No Pewadahan Individual Komunal Karakteristik 1. mudah dipindahkan dan kosongan Logam. sayuran. Bentuk/jenis Kotak. dengan wadah warna gelap 2. pestisida. kulit buah lunak.fiberglass. melakukan pewarnaan wadah sampah sesuai dengan jenis sampah yang telah terpilah. 3.rotan.se mua bertutup dan kantong Kotak. pupuk kimia. Pewarnaan wadah. Sampah bahan berbahaya bereacun rumah tangga (jenis sampah B3 seperti : produk/obat kadaluarsa.silinder.container. dan lain-lain. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Logam. dengan wadah warna terang. Sampah organik. sisa Tabel B. minyak rambut.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 9.bin (tong) semua bertutup 2. logam dan lainnya.bambu. makanan. bola lampu.kayu . Sampah anorganik.

74 CV.5. 2) Wadah sampah komunal oleh instansi pengelola. 5) Sistem Pelayanan (individual atau komunal).6. penentuan ukuran volume ditentukan berdasarkan : 1) Jumlah penghuni tiap rumah. Pengadaan Wadah Sampah Menurut SNI 19-2454-2002.Instansi pengelolan 1000 ltr 5. Volume Pemukiman dan toko kecil = 10-40 ltr Instansi pengelola Pribadi. 2) Timbulan sampah. Penentuan Ukuran Wadah Menurut SNI 19-2454-2002. Pengadaan (Sumber : SNI 19-2454-2002). pengadaan wadah sampah untuk: 1) Wadah untuk sampah individual oleh pribadi atau instansi atau pengelola. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 3) Frekuensi pengambilan sampah.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kertas Pemukiman dan pasar = 1004. 9. 4) Cara pemindahan sampah. 9.

.Bin plastik. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .Kontainer volume 1 m3 beroda Perkantoran/Hotel .Gerobak sampah.Bin plastik/tong volume 50-60 L .Bin plastik/tong volume 50-60 L.Kantong plastik.Bin plastik. volume 120-140 L.Bin/tong sampah. Di Indonesia untuk recovery factor sampah kering dapat diperoleh dengan mengetahui selisih berat antara sampah 75 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.17. ukuran bervariasi.Bak sampah . volumr bervariasi Pertokoan . Recovery Factor dan Residu.0 m3 . dengan roda. Recovery factor adalah prosentase sampah yang masih dapat dimanfaatkan dibagi jumlah sampah total. .Kantong plastik/kertas. Daerah perumahan khususnya permukiman yang pernah dibina oleh Dinas Kebersihan. volume 120-140 L dengan roda. yang dipasang Tempat umum. .2004). jalan dan taman secara permanen . dengan tujuan guna mereduksi sampah sebelum dibuang. volume 50-60 L .Kontainer besar volume 6-10 m3 .Kontainer dari Amroll kapasitas 6-10 m3 Pasar . 10.Bin plastik/tong. volume 40-60 L. volume 1. Jenis pewadahan dan sumber sampahnya Sumber Sampah Jenis Pewadahan . dengan tutup. biasanya dari pasangan bata. (Damanhuri dan Padmi. . volume sesuai yang tersedia di pasaran.Bak sampah permanen.

18. Sedangkan residu adalah jumlah sampah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi yang akan dibuang. Theisen dan Vigil. Recovery Factor. Persen Recovery Factor No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komponen Sisa Makanan Plastik Logam Kertas Gelas Kain Kayu Karet Lain-lain (%) Recovery Factor 80 50 90 50 65 0 0 0 0 (Sumber: Tchobanoglous. Residu bisa berasal dari sampah basah dan sampah kering.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR yang telah dipilah pemulung dengan sampah yang belum dipilah oleh pemulung. 1993 dapat dilihat pada tabel B. Tabel B. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jika di Indonesia residu sampah kering dapat diartikan jumlah sisa sampah yang tidak dapat diambil pemulung guna 76 CV.18. % = c−d x100 c c: berat sampah yang belum dipilah oleh pemulung (kg) d: berat sampah setelah dipilah oleh pemulung (kg) Adapun Persen recovery factor menurut Tchobanoglous. 1993 dalam Harsi 2006). Theisen dan Vigil.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR pemanfaatan kembali. Perumahan. yang terdiri dari: . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas contoh dari lokasi untuk rumah tangga. Mencatat jumlah unit masing-masing penghasil sampah. sedangkan residu sampah basah adalah sisa sampah yang tidak dapat dikompos. Mengumpulkan kantong plastik yang sudah terisi sampah. dan kantor berdasarkan SNI . Tentukan jumlah tenaga pelaksana. Lakukan pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah sebagai berikut: Membagikan kantong plastik dengan volume yang sudah diberi tanda kepada sumber sampah sehari sebelum dikumpulkan.Permanen (PP): pendapatan tinggi. Mengangkut seluruh kantong plastic ke tempat pengukuran Menimbang kotak pengukur 125 L (digunakan untuk mengukur volume sampah) Menuang secara bergiliran contoh dari setiap lokasi pengambilan tersebut ke dalam kotak pengukur 125 L Menghentakan kotak contoh sebanyak tiga kali dengan mengangkat kotak setinggi 20 cm. Siapkan peralatan.Semi permanen (PS): pendapatan sedang. . Pengambilan Sampel Cara pelaksanaan pengambilan dan pengukuran pengambilan 19-39641995 adalah sebagai berikut: • • • • Tentukan lokasi pengambilan contoh. Lokasi pengambilan sampling dibagi menjadi 2 kelompok utama yaitu: A. lalu dijatuhkan ke tanah Mengukur dan mencatat volume sampah (Vs) Menimbang dan mencatat berat sampah (Bs) Memilih contoh berdasarkan komponen komposisi sampah Menimbang dan mencatat berat komposisi sampah Menghitung komponen komposisi sampah Tentukan lokasi pengambilan contoh (samplimg Lokasi). 11. . sekolah. 77 CV.

B. kantor. Kategori perumahan ditentukan berdasarkan: Keadaan fisik rumah. yang dilengkapi dengan skala tinggi. fasilitas umum lainnya. Alat pengukur volume timbulan dan komposisi sampah berupa bak berukuran 1m x 0. 5. sekolah. hotel. 2. Alat pengukur volume contoh timbulan dan komposisi berupa kotak berukuran 20 cm x 20 cm x 100 cm. meliputi: 2. yang terdiri dari: Toko. jalan. 3. Kriteria untuk fasilitas umum berdasarkan fungsinya. yaitu: 1. Kriteria untuk hotel berdasarkan jumlah fasilitas yang ada. restoran/rumah makan. berdasarkan fungsi jalan. 10 % dari jalan yang disapu Untuk kota yang tidak melakukan penyapuan jalan minimal 500 meter panjang jalan utama di pusat kota. 1. pasar. Pendapatan rata-rata kepala keluarga. Alat pengambil contoh timbulan dan komposisi berupa kantong plastik dengan volume 40 L. pebrik/industri.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR . Kriteria untuk rumah makan dan restoran berdasarkan jenis kegiatan. 4. 3.5 x 1m untuk sampah yang berskala besar yang dilengkapi dengan skala tinggi. Kriteria untuk pasar berdasarkan fungsi pasar. • Kriteria non perumahan. Perlengkapan berupa alat pemindah (seperti sekop) dan sarung tangan.Non permanen (PN): pendapatan rendah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 4. 78 CV. Kriteria untuk jalan. Menyiapkan peralatan. • Kriteria perumahan. Fasilitas rumah tangga yang ada. Non perumahan.

1KK = 0. Metode pengukuran dan perhitungan. 79 CV. Pengambilan contoh dapat dilakukan dengan frekwensi sebagai berikut: Pengambilan contoh dilakukan dalam 8 hari berturut-turut pada lokasi yang sama. Pasar: luas pasar atau jumlah pedagang.5).USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 5. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas pengambilan contoh diatas dilakukan paling lama 5 tahun . Theisen. Hotel: jumlah tempat tidur. Frekwensi sekali. Toko: jumlah petugas atau luas areal. Fasilitas umum lainnya: luas areal. Restoran: jumlah kursi atau luas areal. Dengan mempertimbangkan faktor analisis komposisi sampah dengan berat minimal yaitu 1 kwintal = 100 kg/hari (Tchobanoqlous. Timbangan (0-5) kg dan (0-100) kg Penentuan jumlah sampel Perhitungan jumlah sampel jiwa Jumlah sampel jiwa dihitung menggunakan persamaan berikut: S = Cd PS S n PS Cd = jumlah sampel (jiwa) = 5 (jiwa) = populasi (jiwa) = koefisien perumahan (Cd kota sedang dan kecil. Vigil. Sekolah: jumlah murid dan guru. Frekwensi. 1993). Jumlah unit masing-masing lokasi pengambilan contoh timbulan sampah: Perumahan: jumlah jiwa dalam keluarga. Kantor: jumlah pegawai. Jalan: panjang jalan dalam meter.

2. pengumpulan data. Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan. yakni kelayakan Unit Pengolahan Sampah dan Kajian Ekonomi. . analisa teknis operasional. analisa sosial-budaya. Satuan yang digunakan dalam pengukuran komposisi sampah adalah dalam % berat. Pendekatan Pola Pikir Pemecahan Masalah 2. Sumber Pendanaan kegiatan pembangunan Unit Pengolahan Sampah.Volume : liter/unit/hari. Pendekatan Studi Dalam pelaksanaan pekerjaan PENYUSUNAN MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR. analisa ekonomi. kemampuan pendanaan Pemerintah Kota Denpasar dan perencanaan tenis dan manajemen persampahan sampai tahun 2022. Uraian Pendekatan 2.Berat : kilogram/unit/hari. Pendekatan Kelembagaan 5. review studi terdahulu. serta jajak pendapat atau political will dari masyarakat Kota Denpasar dalam pembangunan dan pelaksanaan operasional Unit Pengolahan Sampah dan pengelolaan sampah di Kota Denpasar.1. 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Satuan yang digunakan dalam pengukuran timbulan sampah adalah: . Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pendekatan terhadap pola pikir pekerjaan adalah keterkaitan kegiatan proyek dengan permasalahan yang ada serta sasaran yang ingin dicapai. Pendekatan kelembagaan berhubungan dengan koordinasi 80 CV. analisa geografis. Pendekatan kebijakan diperlukan terutama yang berkaitan dengan kebijakan persampahan dan persampahan. 2. terdapat 2 (dua) bagian besar produk pekerjaan. Pendekatan Teknis 6. pengkajian standar atau aturan yang berlaku. Pendekatan Penanganan Pekerjaan 3. Tahapan penyusunan rencana induk persampahan ini dimulai dari pengumpulan data dan informasi. Konsep Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan Ada beberapa pendekatan metodologi yang akan dikembangkan konsultan untuk melaksanakan pekerjaan ini yaitu : 1. Pendekatan Kebijakan 4.

2. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kinerja pelayanan sektor persampahan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan pekerjaan ini. Rapat Penjelasan Teknis serta kemampuan dan pengalaman konsultan dalam mengerjakan proyek sejenis. Pola Pikir Pelaksanaan Pekerjaan 81 CV. Pada prinsipnya penyusunan metodologi ini mengacu kepada Kerangka Acuan Kerja. Gambar 2. Untuk lebih jelasnya pendekatan pola pikir pemecahan masalah dapat dilihat pada Gambar B. Pendekatan Pola Pikir Pemecahan Masalah Pendekatan pola pikir pemecahan masalah yang diuraikan tidak dapat dipisahkan dari permasalahan rendahnya tingkat pelayanan prasarana dan sarana dasar lingkungan di wilayah studi. Permasalahan tersebut diantaranya diakibatkan ada pertumbuhan pendudukan yang cukup pesat di wilayah studi (Kota Denpasar) serta masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan persampahan.11. Pendekatan teknis adalah kajian terhadap kriteria atau metode perhitungan yang akan digunakan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . dibawah ini.3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR antar instansi yang dibutuhkan. khususnya yang berkaitan dengan pelayanan sektor persampahan. Sedangkan pendekatan pelaksanaan pekerjaan merupakan metode pelaksanaan pekerjaan mulai tahap persiapan sampai penyelesaian akhir.11.

Demokratisasi dan Keterbukaan Terjadi perubahan yang menginginkan diberlakukannya prinsip demokrasi dan keterbukaan pada pemerintahan di Indonesia.4.1. yaitu : 2. 2. Konsekuensinya adalah tuntutan pemenuhan kepentingan masyarakat semakin kuat dan proses pemenuhan tersebut diminta dilaksanakan secara transparan. legalitas kepemilikan. Pengelolaan secara individu (dalam arti menimbun dan membakar) semakin tidak layak untuk lingkungan perkotaan. 3. 2.4. Peningkatan kemampuan lembaga/institusi pengelola persampahan berjalan dengan lambat sehingga tidak mampu mengantisipasi persolan yang timbul di masyarakat. lingkungan.4. Persoalan Pengelolaan Persampahan 1. Ketersediaan lahan untuk TPA sampah yang memenuhi persyaratan (teknis. Pendekatan Pelaksanaan Pekerjaan Persoalan utama pada pengelolaan sampah terjadi karena beberapa hal. sosial budaya. Pertumbuhan jumlah sampah tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan yang berasal dari masyarakat penghasil sampah untuk mendanai/membiayai pengelolaan sampah perkotaan. Selain itu. Otonomi Daerah Pelaksanaan otonomi daerah memberikan tanggung jawab yang semakin besar kepada Pemerintah salah Daerah satu untuk memenuhi adalah kebutuhan pengelolaan 82 CV. Paradigma Baru Pemerintah Indonesia 1. dan aspek keuangan) semakin terbatas. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas masyarakat.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2. yang diantaranya .2. Pengaruh lainnya adalah masyarakat semakin memahami haknya. 4. Terjadi pertumbuhan penduduk yang tinggi di daerah perkotaan yang membutuhkan penanganan sampah secara kolektif. salah satu adalah hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang layak untuk ditempati. 2. dan menuntut Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut. anggaran pengelolaan persampahan yang berasal dari Pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi standard pelayanan yang diperlukan.

National Action Plan Persampahan 4. (seperti : RUTRK.4. 2.1994) tentang Tata Cara Pemilihan Lokasi TPA Sampah dan cara “Weighted Ranking Technique”.4. Pendekatan terhadap Peraturan PerUndang-Undangan/Kebijakan yang berlaku baik ditingkat Pusat maupun di tingkat Daerah. Pemberdayaan Masyarakat Salah satu hasil dari reformasi adalah gerakan pemberdayaan masyarakat. 2. Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Pendekatan yang akan digunakan konsultan dalam melaksanakan pekerjaan penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar akan mengacu pada sistem REDUCE (mengurangi).USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR persampahan. RTRW dan lain sebagainya yang relevan). PARTICIPATION (melibatkan masyarakat) sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang Undang No. 3. 83 CV. Ketentuan Teknis (SNI untuk perencanaan sampah perkotaan dan SNI UNJ 03-3241. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pemerintah Daerah juga mendapat tambahan pendapatan dari pembagian pendapatan yang selama ini dikuasai oleh Pemerintah Pusat. Millenium Development Goal (2015). 3. RECYCLE (mendaur ulang). meliputi : 1. Selain pendelegasian (penyerahan) tanggung jawab tersebut. 2.18 Tahun 2008 tentang Persampahan.4. REUSE (menggunakan kembali).3. Pendekatan Kebijakan Secara lebih spesifik pendekatan yang akan dilakukan dalam Kajian Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar ini. Pemberdayaan masyarakat akan menyebabkan masyarakat semakin menyadari hak dan tanggung jawabnya. Akibatnya masyarakat mungkin saja akan menuntut Institusi/ Lembaga pengelola persampahan jika merasa dirugikan/ pelayanan kurang memuaskan (akibat diberlakukannya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen). Pembagian pendapatan tersebut secara bersamaan juga akan diikuti dengan peningkatan beban pembiaayaan pengelolaan sarana yang selama ini dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

Tim Teknis.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2. Waktu pelaksanaan pekerjaan ini cukup singkat yaitu 4 (empat) bulan. Diperkirakan instansi terkait di daerah memiliki rencana dan program pengelolaan persampahan. baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan nantinya.4. Koordinasi dan komunikasi dalam frekuensi yang tinggi akan sangat membantu kelancaran dan keberhasilan perencanaan ini dan setiap permasalahan yang timbul akan dapat segera diselesaikan. Pendekatan Kelembagaan Dalam melaksanakan pekerjaan ini Konsultan secara aktif akan melakukan koordinasi dan membangun kerjasama yang erat dengan Tim Teknis Pemberi Tugas dan instansi lain yang berkaitan dengan proyek ini. Survey lapangan dalam rangka mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah serta mengidentifikasi daerah genangan akan lebih baik bila dilakukan bersama-sama dengan pihak daerah untuk menghindari kesalahan. Dengan seringnya berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Pusat maupun daerah. dan aparat di daerah. dengan demikian kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sosialisasi program dan meningkatkan kerjasama yang komprehensif dalam pengelolaan persampahan di wilayah studi. Secara garis besar hal-hal yang perlu dikoordinasikan antara lain : 84 CV. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Dalam kaitannya dengan pendekatan kelembagaan ini. Kegiatan penyusunan rencana induk persampahan sangat terkait dengan dengan instansi lain. dengan demikian dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang cukup baik dari para pihak yang terkait dengan pekerjaan ini khususnya yang dapat membantu menyediakan data-data yang dibutuhkan. dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguatan program-program atau saling melengkapi dengan program-program lokal yang ada.5. 2. konsultan akan melakukankerjasama dan koordinasi dengan Pemberi Tugas/Pemimpin Proyek. agar kebutuhan dan aspirasi daerah dapat diakomodasikan. Pelaksanaan pendekatan kelembagaan dalam kegiatan ini sangat diperlukan mengingat pertimbangan sebagai berikut : 1. 3. diharapkan akan memperlancar dan mempercepat dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin akan terjadi.

dsb. Menyamakan interpretasi tugas. 2. perdagangan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 1. buruh dan tata guna lahan dalam berbagai kategori. 2. peternakan. 85 CV. Mendiskusikan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan khususnya pekerjaan survey lapangan. kondisi sungai di saat musim kemarau dan musim hujan. b. d. kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Data demografi ini akan diambil dari data statistik Kota Denpasar edisi terakhir. terdiri dari beberapa sektor antara lain pertanian. 3. temperatur dan kelembaban pada musim hujan dan kemarau dan struktur lapisan tanah akan dipelajari dan dipahami. c. 2. Distribusi kegiatan lokasi proyek. 1. laju pertumbuhan penduduk per tahun dan kepadatan penduduk. meliputi jumlah penduduk. Pendekatan Teknis Pendekatan terhadap daerah studi dalam hal ini Kota Denpasr sangat penting. tinggi muka air tanah termasuk pasang surut air. pengelolaan hidrologi. Merencanakan sistem komunikasi yang efektif dan terorganisir antara Konsultan dan Pemberi Tugas/Tim Teknis serta semua instansi terkait. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sosial Ekonomi a. Perkiraan laju pertumbuhan dan arah penyebaran penduduk dari tahun ke tahun didasarkan pada data aktual dan rencana kota menurut RUTRK/Renstra. Fisik Kota Kemiringan tanah. Demografi. untuk mengetahui kondisi dan karakteristik kota.5. 4. Prosedur dan perizinan yang diperlukan dari Pemberi Tugas. Kepemerintahan antara lain : struktur organisasi pemerintah kota. persampahan klimatologi dan harus geologi. pembagian dan batas wilayah kerja administrasi kota serta luas masing-masing wilayah. Dalam merencanakan mempertimbangkan system topografi. pegawai.

Demikian juga halnya dengan rencana pengembangan fasilitas kota termasuk sarana dan prasarana pengelolaan pesampahan. h. hotel/losmen. Pendapatan masyarakat per rumah tangga diperlukan untuk menentukan tariff retribusi sampah yang akan diusulkan. seperti : pertokoan. air minum.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR e. f. datadata ini diperlukan untuk menentukan jumlah/kapasitas dan jenis sampah dan juga diperlukan untuk menentukan skala pengelolaan individual dan komunal. Kesehatan Masyarakat Tingkat kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah saat ini dan perkiraan di tahun mendatang. Prasarana dan Sarana Umum yang dimiliki oleh Kota Denpasar antara lain jaringan listrik. pendidikan. Untuk mendapatkan lingkungan yang bersih. berbagai sektor ekonomi yang meliputi kegiatan usaha dengan berbagai kegiatan pelayanan dan lingkungan hidup serta permasalahannya merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyusunan studi ini. Sistem Pengelolaan Eksisting Pengelolaan persampahan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa 86 CV. telepon dan alat transportasi. Selain itu juga perlu ditunjang oleh kemampuan masyarakat dalam menciptakan dan menjaga kebersihan. tempat ibadah/sosial. potensi yang dikembangkan di waktu mendatang. 3. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . perniagaan. Rencana Pengembangan Kota Rencana Strategis. 5. Rencana Induk Kota dan Rencana Umum Tata Ruang Kota yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar akan menjadi acuan bagi penyusunan perencanaan teknis dan manajemen persampahan ini dapat terintegrasi dengan rencana pengembangen sarana dan prasarana lainnya. perkantoran. perumahan dan sebagainya. tergantung oleh tersedianya fasilitas sanitasi yang baik dan memadai. Arah dan sasaran pembangunan kota. 4. rumah sakit/kesehatan. g. Fasilitas yang dimiliki Kota Denpasar.

1. Pembiayaan dan Retribusi d. Teknik Operasional c. Operasi bersifat integral dan terpadu karena setiap proses tidak dapat berdiri sendiri. Bentuk interaksi ini mempunyai ketentuan dan peraturan. Ketentuan dan Peraturan 3. Kegiatan pembuangan akhir A. pengelolaan persampahan meliputi kegiatan pewadahan sampai dengan pembuangan akhir. Kegiatan Operasional Pengelolaan persampahan kota . melainkan saling pengaruh mempengaruhi secara berantai. Kegiatan pemindahan sampah 4. Tujuan utama dari pewadahan adalah untuk menghindari terjadinya 87 CV. Adapun urutan kegiatan sistem operasional pengelolaan persampahan secara umum adalah sebagai berikut: 1. Komponen yang mempunyai bentuk tersebut di atas disebut subsistem. Kegiatan pewadahan sampah 2.1. diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pengelolaan Persampahan 3. Organisasi dan Manajemen b.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR komponen yang saling berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang mempunyai satu tujuan.1. Subsistem tersebut adalah: a. dipindahkan.kota di Indonesia mempunyai pola yang hampir sama. Kegiatan pengangkutan sampah 5. Metodologi Penyusunan Masterplan Persampahan 3. Kegiatan pengumpulan sampah 3. Pewadahan Persampahan Pewadahan sampah adalah suatu cara penampungan sampah sebelum di kumpulkan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kegiatan pengelolaan sampah 6.Ditinjau dari segi teknik operasionalnya.

sesuai dengan sistem/ pola pengumpulan yang diterapkan. Tujuan dari pewadahan akan tercapai apabila orang mau membuang sampah kedalamnya.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR sampah yang berserakan sehingga mengganggu lingkungan dari segi kesehatan. warna. dan pewadahan tersebut mampu mengisolasi sampah terhadap segala sesuatu di sekitarnya.12. volume dan konstruksinya. ekonomis. estetis dan higienis. bahan pewadahan sampah harus memenuhi syarat sebagai berikut: 88 CV. bahan. Skema Kegiatan Operasional Persampahan Pewadahan dapat dikelompokkan sebagai pewadahan individual serta pewadahan komunal (yang merupakan bagian dari proses pengumpulan). Untuk itu hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain pewadahan adalah sifat. Cara-cara ataupun sistem pewadahan sampah dikelola dengan baik oleh setiap pemilik persil pada daerah-daerah pelayanan merupakan faktor penunjang keberhasilan operasi pengumpulan sampah. Secara umum. Pewadahan individual dimaksudkan untuk menampung sampah dari masing-masing sumber sampah. kebersihan dan estetika. dimana setiap rumah tangga harus tetap mempunyai pewadahan individual. Gambar 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . yang harus memenuhi persyaratan praktis.

Sampah toko/restoran wadahnya berupa : 1) Tong/bin dari plastik/ fiberglas 2) Tong/bin dari kayu 3) Container besi 4) Kantong plastik c. individual atau komunal Berdasarkan tempat sumber timbulannya. Sampah rumah tangga wadahnya dapat berupa: 1) Tong/bin dari plastik/ fiberglas 2) Tong/bin dari kayu 3) Container besi 4) Kantong plastik 5) Kantong kertas b. Mudah untuk diperbaiki c.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR a. Ekonomis. bahan dan jenis wadah sampah padat diuraikan sebagai berikut: a. Tingkat hidup masyarakat c. Ringan dan mudah diangkat sehingga tidak melelahkan petugas dalam proses pengumpulan e. Oleh karena itu perlu ditetapkan suatu standarisasi ukuran dan bentuk serta perlengkapannya. Sampah kantor/ bangunan gedung wadahnya berupa : 1) Bak tembok 2) Container besi 3) Kantong plastik besar Cara pengambilan wadah sampah dapat dilakukan dengan cara manual atau secara mekanik. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Penggunaan warna yang menarik dan menyolok Adapun kriteria penentuan ukuran (volume) pewadahan sampah biasanya ditentukan berdasarkan: a. Frekuensi pengambilan/ Pengumpulan sampah d. mudah diperoleh/ dibuat oleh masyarakat d. Ukuran wadah menggunakan tenaga orang (manual) misalnya harus dirancang sedemikian rupa 89 CV. Awet dan tahan air (kedap air) b. Sistem pelayanan. Jumlah penghuni dalam suatu rumah b.

ukuran dan berat penuhnya disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan angkutannya (load-haul atau compactor truck). B. dan sebagainya. Termasuk dalam pekerjaan pengumpulan adalah penyapuan jalan dan pembersihan selokan. Sistem atau cara pengumpulan sampah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: a. Lokasi penempatan wadah pada umumnya belum seragam. sehubungan dengan pencegahan banjir. di tepi trotoar jalan. Sedangkan wadah yang menggunakan tenaga mekanik. Karakteristik lingkungan fisik dan sosial ekonominya d. Peraturan-peraturan/ aspek legal pada daerah setempat b. Untuk wadah sampah yang pengambilannya menggunakan tenaga orang. Periodesasi biasanya ditentukan berdasarkan waktu pembusukkan sampah.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR sehingga mudah diangkat dan beratnya diperhitungkan mampu bagi seseorang untuk mengangkatnya. Kedaan khusus setempat 90 CV. namun biasanya operasinya lebih mahal. Pengumpulan umumnya dilaksanakan oleh petugas kebersihan Kota atau swadaya masyarakat (pemilik sampah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . di belakang rumah. Kebiasaan masyarakat (budaya) c. lokasi ada yang ditempatkan di depan rumah. Pengikut sertaan masyarakat dalam pengelolaan sampah banyak ditentukan oleh tingkat kemampuan pihak kota dalam memikul beban masalah persampahan kotanya. Demikian pula cara penempatannya ada yang ditempatkan di udara terbuka dan ada yang diberi alat pelindung/ atap. Pengumpulan Sampah Yang dimaksud dengan sistem pengumpulan sampah yaitu cara atau proses pengambilan sampah mulai dari tempat pewadahan/ penampungan sampah dari sumber timbulan sampah sampai tempat pengumpulan sementara/ stasiun pemindahan atau sekaligus diangkut ke tempat pembuangan akhir. Pengambilan sampah dilakukan setiap waktu sesuai dengan periodesasi tertentu. Makin sering semakin baik. Pengawasan akan mutu pekerjaan ini cukup penting terutama pembersihan selokan pada musim penghujan. yang berarti pengumpulan sampah dilakukan maksimal setiap 3 hari sekali. yaitu kurang lebih berumur 2 – 3 hari. badan swasta atau RT/RW).

Pemindahan sampah ke dalam truk pengangkut dapat dilakukan secara manual. masalah yang perlu diperhatikan adalah pengaruhnya daerah sekitar dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan. mekanis atau campuran. D. sedangkan pengangkatan container ke atas truck dilakukan secara mekanis (load-haul dan compactor truck). Lokasi pembuangan akhirnya i. Kepadatan dan penyebaran penduduk f. proses pengendalian (desentralisasi). Pengangkutan Sampah Yang dimaksud dengan pengangkutan sampah dalam hal ini adalah kegiatan pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan ditempat 91 CV. Disamping itu juga proses ini akan sangat membantu efisiensi proses pengumpulan. maka lokasi pemindahan umumnya terletak tidak jauh dari sumber sampah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pengisian container dilakukan secara manual oleh petugas pengumpul. Mengingat tingkat kemampuan daya tempuh gerobak yang relatif pendek. Biaya yang tersedia C. penyimpanan alat. Lokasi pemindahan letaknya sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi truk pengangkut untuk memasuki dan keluar dari pemindahan. Lokasi pemindahan dapat bersifat terpusat (pola transfer depo) atau tersebar.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR e. Proses ini diperlukan karena kondisi daerah pelayanan tidak memungkinkan untuk diterapkan pengumpulan dengan kendaraan truk secara langsung. pengangkutan. Pekerjaan utama pada proses ini yaitu memindahkan sampah hasil pengumpulan ke dalam truk pengangkut. perawatan ringan. Fungsi lokasi pemindahan terpusat: proses pemindahan. tergantung dari tipe kendaraan pengangkutnya. pengelolaan dan pembuangan h. Rencana penggunaan lahannya g. Sedangkan fungsi lokasi pemindahan tersebar: proses pemindahan dan penyimpanan alat. Pemindahan Sampah Proses pemindahan terdapat pada pengelolaan sampah dengan pengumpulan secara tidak langsung. Sarana pengumpulan.

Pola Teknis Operasional A.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR penampungan sementara (transfer station) atau langsung dari tempat sumber sampah ketempat pembuangan akhir (TPA). 3. b. taman kota. jalan. terutama saat melewati jalan ramai. Sarana yang digunakan adalah kendaraan truck dengan berbagai tipe/ jenis. Arah pengangkutan biasanya relatif jauh keluar kota. pasar. Petugas akan langsung mendatangi tiap rumah untuk mengumpulkan sampahnya.Jalan yang tidak sesuai dari segi lebarnya biasanya ditambah dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi truk. Pewadahan Individual Bentuk pewadahan yang dipakai banyak tergantung selera dan kemampuan pengadaannya dari pemiliknya. Pekerjaan pengangkutan pada pokoknya membawa sampah makin menjauhi daerah sumber. sehingga merupakan kegiatan yang membutuhkan dana/ investasi yang paling besar dibandingkan dengan kegiatan pengumpulan dan pembuangan akhir.2. Keberhasilan kegiatan penanganan sampah adalah tergantung pada baiknya kegiatan/ sistim pengangkutan sampah yang diterapkan. Bentuknya banyak ditentukan oleh pihak instansi pengelola karena sifat penggunaannya adalah umum. Komunal 1) Diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/kumuh.1. alasan utama digunakannya pola ini adalah kesulitan petugas dalam mencapai 92 CV. Dasar alasan adalah kemungkinan adanya rencana pengembangan kota masalah pengangkutan biasanya timbul seiring dengan keharusan truk melewati jalan-jalan dalam kota. Pewadahan Pola Pewadahan terdiri dari : a. cukup berpengaruh terhadap kenyamanan disekitarnya. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kenyataan memperlihatkan bahwa tidak semua jalan sesuai untuk dilewati truk tanpa menimbulkan gangguan pada kelancaran lalu lintas. Ciri utama dalam penanganan selanjutnya adalah digunakan sistem pengumpulan dari rumah ke rumah. mulai dari pengadaan sampai penggunaannya dilakukan secara pribadi. Kesan kotor biasanya terjadi karena tetesan air dan hamburan material sampah selama perjalanan.

pewadahan diklasifikasikan termasuk dalam proses pengumpulan. Individual langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah masing-masing sumber sampah dan diangkut langsung ke TPA. tidak dapat dilalui kendaraan pengumpul. tetapi membutuhkan kemampuan pengendalian personil dan alat yang lebih 93 CV. Pola ini dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan alat angkut (truk). B. pada suatu lokasi yang strategis terhadap penggunaannya. 3) Pada beberapa literatur. tanpa melalui proses pemindahan. Individual tidak langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah masing-masing sumber sampah dan diangkut ke TPA dengan sarana pengangkut melalui proses pemindahan. Persyaratan: Kondisi topografi bergelombang (rata-rata > 8%) sehingga alat pengumpul non mesin sulit beroperasi Kondisi jalan cukup lebar dan operasi tidak mengganggu pemakai jalan lainnya. karena memang sarana pewadahan sangat berkaitan erat dengan proses pengumpulan.5 m3/hari) 2. dan sebagainya). Penduduk akan membawa sampahnya untuk dibuang ke tempat sampah komunal dan pengumpulan pun dilakukan oleh petugas dari tempat ini. sibuk sepanjang hari. Pengumpulan Pola pengumpulan sampah pada umumnya dapat dibagi atas : 1. setiap rumah tangga tetap harus memiliki pewadahan individual. 2) Pada pola pewadahan komunal. baik desain. juga termasuk kesulitan utama adalah kondisi jalan (sangat sempit. yang pada periode tertentu dibuang sendiri oleh pemilik rumah ke wadah komunal.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR tempat sampah di setiap titik sumber. Kondisi dan jumlah alat memungkinkan Jumlah timbulan sampah besar (>0. Agar memudahkan dalam penanganan selanjutnya maka tempat sampah komunal umumnya ditempatkan di tepi jalan besar. kapasitas alatnya maupun pola yang diterapkan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

Komunal langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah dari masing-masing titik pewadahan komunal. lalu diangkut ke TPA menggunakan alat angkut truk. becak). lokasi merupakan timbulan sampah-sampah sulit dijangkau oleh pelayanan alat pengumpul non mesin (gerobak). maka dibutuhkan kondisi topografi relatif datar (rata-rata < 8%) Lebar jalan yang memungkinkan dilalui alat pengumpul tanpa mengganggu pemakai jalan lainnya. Dan alat pengumpul masih mampu menjangkau sumber secara langsung. langsung diangkut ke TPA tanpa melalui proses pemindahan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR kompleks. Pola ini membutuhkan prasyarat : Peran serta aktif masyarakat tinggi Wadah komunal dan alat pengumpul dirancang sesuai dengan kondisi. Pola ini mempunyai prasyarat: Peran serta aktif masyarakat tinggi Wadah komunal dirancang sesuai dengan kondisi. 4. Pola ini merupakan alternatif bila alat angkut terbatas. Komunal tidak langsung Yaitu proses penanganan persampahan dengan cara mengumpulkan sampah dari titik pewadahan komunal. dibawa ke lokasi pemindahan (menggunakan gerobak). alat pengumpul sulit menjangkau sumbersumber sampah. maka dibutuhkan kondisi topografi yang relatif datar (rata-rata < 8%) 94 CV. Organisasi harus siap dengan sistem pengendalian 3. ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan di lokasi yang mudah dijangkau oleh alat pengangkut (truk). Pola ini baik untuk daerah dengan partisipasi aktif masyarakat yang rendah. Pola ini membutuhkan persyaratan sebagi berikut: Memungkinkan pengadaan lokasi pemindahan Bila menggunakan alat pengumpul non mesin (gerobak. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . kemampuan pengendalian personil dan peralatan relatif rendah. ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dilokasi yang mudah dijangkau alat pengumpul Memungkinkan pengadaan lokasi pemindahan Bila menggunakan alat pengumpul non mesin (gerobak).

haul) Berupa container yang umumnya bervolume 8 . gerobak langsung menumpahkan muatannya ke dalam container ini. tanpa perawatan alat dan sebagainya. yaitu terpusat dan tersebar. maka harus tersedia tempat khusus penimbunan sampah sementara. lokasi pemindahan dapat berfungsi pula sebagai penyimpan sarana kebersihan. seperti gerobak dan peralatan lainnya. Metoda ini membutuhkan biaya modal yang cukup besar karena dibutuhkan truk dengan tipe khusus (load-haul truck). yaitu pengumpulan oleh alat bukan jenis truk. Setelah penuh maka container ini akan dibawa ke lokasi pembuangan akhir. 95 CV. Pelataran berdinding (transfer depo) Ukuran panjang dan lebar dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan keluar masuk dan pemuatan truk. 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Lebar jalan yang memungkinkan dilalui alat pengumpul tanpa menganggu pemakai jalan lainnya Organisasi harus siap dengan sistem pengendalian C. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Sampah dari alat pengumpul (gerobak/ sejenisnya) harus dipindahkan ke truk pengangkut untuk dibawa ke lokasi pembuangan akhir. Lokasi pemindahan dapat berbentuk: 1. Dinding dibuat cukup tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai isolator terhadap daerah sekitarnya. Container muat (load.10m3. Berdasarkan kondisi dan fungsinya pemindahan terbagi menjadi 2 bagian. tetapi akibatnya kurang dapat dikendalikan. Pola pemindahan terpusat dimaksudkan sebagai sentralisasi proses pemindahan dan merupakan pos pengendali operasional. Memudahkan keluar masuk dan pemuatan truk isolasi bertujuan menghilangkan kesan kotor dari kerja pemindahan. apabila sulit mendapatkan lahan kosong untuk lokasi pemindahan. Selain itu. maka lokasi pemindahan dapat tersebar. Bila pemuatan tidak langsung dilakukan dari gerobak. Pemindahan Kegiatan pemindahan terdapat pada pola pengumpulan tak langsung.

Peta derah pelayanan menunjukkan batas daerah yang akan dilayani saat ini dan kemungkinan pengembangannya yang memuat data-data antara lain: 1) Luas wilayah kota 2) Luas daerah yang dilayani 3) Jumlah penduduk yang dilayani 4) Jumlah sampah yang harus dilayani setiap hari d. Peta timbulan sampah menunjukan lokasi pengumpul/ timbunan sampah yang harus dilayani oleh para petugas kebersihan. berupa penetapan titik pengambilan. Penentuan titik pengambilan b. c. Hal yang penting dalam proses pengangkutan adalah penentuan route pengangkutan. Juga route angkutannya dapat direncanakan. Untuk menentukan route pengangkutan sampah tersebut dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : a. jadwal operasi dan pola pengangkutan. antara lain: 1) Lokasi stasion pemindahan/ TPS 2) Lokasi container besar 3) Lokasi daerah pertokoan 4) Lokasi bangunan besar/ khususnya yang diperkirakan timbulan sampah lebih 1m3 misalnya rumah sakit.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR D. Pengangkutan Fase pengangkutan merupakan tahapan membawa sampah dari lokasi pemindahan atau langsung dari sumber sampah menuju ke TPA. 96 CV. pusat perbelanjaan kantor-kantor besar dan lain-lain. Pada titik pengumpul tersebut jumlah volume sampah yang harus diangkut setiap hari dari setiap daerah pelayanan dapat diketahui. e. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . hotel. Untuk menentukan titik pengambilan perlu adanya peta daerah pelayanan dan peta timbunan sampah.

Pola Teknis Operasional 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Selain itu dengan frekuensi pelayanan yang teratur akan memudahkan bagi para petugas untuk melaksanakan tugasnya. sehingga biaya operasi dapat diperkirakan. Pengaturan jam operasional tersebut harus disesuaikan dengan: 1) Jumlah timbulan sampah yang harus diangkat setiap hari 97 CV. Jadwal Operasi Jadwal kegiatan pelayanan harus ditetapkan sedemikian rupa agar operasi pengangkutan sampah dapat berjalan secara teratur.12.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Hal ini disamping untuk memberikan gambaran kualitas pelayanan juga untuk menetapkan jumlah kebutuhan tenaga dan peralatan.

kendaraan tersebut kembali ke transfer depo untuk pengambilan pada rit berikutnya. Demikian seterusnya sampai pada shift terakhir. Pengaturan kerja tersebut termasuk juga: 1) Pengaturan penugasan 2) Pengaturan kewajiban bagi para petugas untuk membersihkan kendaraan 3) Kewajiban bagi para petugas untuk melaporkan hasil operasinya. sehingga mudah dilakukan pengontrolan terhadap kebersihan kota. operasi pengumpulan dan pengangkutan sampah dapat berjalan tertib dan teratur. Untuk pengumpulan sampah dengan sistem container pola pengangkutan adalah sebagai berikut: 1) Sistim container yang diangkut Kendaraan keluar dari pool langsung menuju lokasi container pertama untuk mengambil/ mengangkut sampah langsung ke TPA. Pola Pengangkutan Pola pengangkutan sampah yang dialkukan dengan sistem stasiun pemindahan (transfer depo). sehingga volume sampah yang terangkut setiap pengangkutan dapat diketahui. proses pengangkutan dilakukan dengan cara sebagai berikut: Kendaraan angkutan keluar dari pool langsung menuju lokasi pemindahan transfer depo untuk mengangkut sampah langsung ke TPA Dari TPA. Demikian seterusnya sampai pada shift terakhir. Dari TPA kendaraan tersebut dengan container kosong kembali menuju lokasi container kedua dan kemudian menurunkan container kosong tersebut sekaligus mengambil container yang telah penuh untuk dibawa ke TPA. Dari TPA kendaraan tersebut dengan container kosong kembali ke lokasi pertama tadi untuk menurunkan container tersebut. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . 2. dan kemudian menuju ke lokasi ke dua untuk mengambil container yang berisi untuk diangkut ke TPA dan selanjutnya mengembalikan container kosong tersebut ketempat semula. 98 CV. 2) Sistim container yang diganti Kendaraan keluar dari pool dengan membawa container kosong menuju ke lokasi container pertama untuk mengambil/ mengganti container yang berisi sampah dan langsung membawanya ke TPA.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 2) Jumlah kendaraan dan tenaga serta kapasitas kendaraan 3) Sifat daerah pelayanan 4) Waktu yang diperlukan tiap rit kendaraan Dengan pengaturan jam kerja ini.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3) Sistim container tetap Penyerapan sistim ini biasanya untuk kontainer kecil serta alat angkut berupa truck compactor. Sistem Container Tetap 99 CV.15. Gambar B. Sistem Container Yang Diangkut Gambar B. kendaraan langsung menuju ke lokasi pembuangan akhir. Kendaraan keluar dari pool langsung menuju ke lokasi container pertama dan mengambil sampahnya untuk dituangkan ke dalam truck compactor dan diletakkan kembali container yang kosong itu ketempat semula. kemudian kendaraan langsung ke lokasi container kedua mengambil sampahnya dan meninggalkan container dalam keadaan kosong dan seterusnya jika kapasitas truk sudah penuh.13.14. Sistem Container Yang Diganti Gambar B. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .

dapat diangkat : Pasangan bata. Kantung. Adapun jenis-jenis peralatan pewadahan yang umum terdapat di kota-kota di Indonesia adalah: 1) Kantong plastik. instansi pengelola . tanah diperlakukan kasar mudah dibersihkan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. swadaya masyarakat.. 30 – 50 liter 2) Bin plastik/ keranjang tertutup. jalan. Silinder. Container : Bersatu dengan tanah. toko kecil 100-500 liter Untuk kantor. hotel. 40 – 60 liter 4) Bin plastik (tertutup dengan roda). 120 liter 5) Bin plastik permanen. logam. Bentuknya banyak ditentukan oleh pihak instansi pengelola karena sifat penggunaannya adalah umum. toko besar.1. badan swasta (sekaligus sebagai usaha promosi Hasil produksi. panas matahari.3. Container : Bersatu dengan tanah. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas : 10 – 50 liter untuk pemukiman. Ukuran Pengadaan 2. Ukuran Pengadaan : 10 – 100 liter untuk pinggir jalan taman. Karakteristiknya adalah: Bentuk Sifat Bahan : Kotak. 40 – 50 liter 3) Tong kayu. volume 1. rumah makan : Pribadi. 100 liter 7) Bak sampah permanen. ukuran variasi 8) Kontainer. Individual Bentuk Bentuk Sifat Bahan pewadahan yang dipakai banyak tergantung selera dan kemampuan pengadaannya dari pemiliknya secara umum adalah: : Kotak. Kantung. Komunal Diperuntukan bagi daerah pemukiman sedang/ kumuh. alternatif bahan harus bersifat kedepan terhadap air. dapat diangkat : Pasangan bata. 70 liter 6) Bin plat besi tertutup.0 m3 100 CV. instansi pengelola). Peralatan Pewadahan 1. taman kota. alternatif bahan harus Bersifat kedepan terhadap air. plastik. logam. Peralatan Operasional Persampahan A. Silinder. pasar. 100-500 liter Untuk pemukiman dan pasar : Pemilik. plastik. panas matahari. tanah diperlakukan kasar mudah dibersihkan.

Multi Loader Truck f. Pemilihan Sistem dan Peralatan Operasional Persampahan 101 CV. Transfer Trailer Penggunaan jenis-jenis truk ini tergantung dari sistim pewadahan. transfer station atupun truk pemadat (compactor truck). 4. 3. dimana sampahnya kemudian dikumpulkan pada tempat pengumpulan sementara (transfer depo) dan container.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. Peralatan Pengumpulan dan Pemindahan Peralatan pengumpulan dan pemindahan sampah dapat bermacammacam tergantung sistem pewadahan dan pengumpulan yang diterapkan. Daerah perumahan/ pemukiman teratur: Gerobak dorong. pengumpulan dan pemindahannya. 2. Peralatan Pengangkutan Peralatan pengangkutan sampah antara lain: a. Adapun peralatan yang telah disesuaikan berdasarkan daerah timbulan sampahnya dan telah lazim digunakan dalam sistem pengumpulan sampah yaitu: 1. Dump Truck (Tipper Truck) c. Compactor Truck d. Pada daerah pelayanan tertentu peralatan pengumpulan dapat sekaligus sebagai peralatan pengangkutan (truk). Arm Roll Truck e. 3. Truck biasa b. gerobak dan transfer komunal. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Perumahan yang belum teratur (slump area) Container komunal. Daerah Pasar/ Komersial Untuk daerah pasar/ komersial dapat digunakan langsung truk sampah atau container.2. Daerah Pertokoan Untuk daerah pertokoan dapat digunakan beberapa cara: 1) Digunakan gerobak dorong dan transfer station atau container 2) Digunakan container komunal 3) Digunakan langsung truck sampah C.

Pewadahan Penentuan segi baik dan buruknya suatu bentuk pewadahan dinilai dari hubungannya sebagai pendukung pekerjaan penanganan berikutnya.3. Kegiatan operasional di pembuangan akhir pada dasarnya merupakan: 1.2. untuk mencapai target tersebut. Umum Tujuan pembuangan akhir sampah adalah untuk memusnahkan sampah domestik atau yang diklasifikasikan sejenis ke suatu tempat pembuangan akhir dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak – atau seminimal mungkin menimbulkan gangguan terhadap lingkungan antara (intermediate treatment) maupun tanpa diolah terlebih dahulu. air dan udara.1.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 3. Kegiatan yang merubah bentuk lahan 2.1. Pembuangan Akhir Yang dimaksud dengan pembuangan akhir adalah cara yang digunakan untuk memusnahkan sampah padat dari hasil kegiatan pengumpulan dan pengangkutan mapun sampah padat hasil buangan kegiatan pengelolaan sampah itu sendiri. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Pemilihan jenis peralatan pada masing-masing komponen operasional sangat tergantung dari sistem atau pola operasional yang digunakan. sosial dan ekonomi daerah setempat.3. yaitu pengumpulan. 3. Pembuangan Akhir Sampah dan Pengolahan 3. Para petugas dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan target yang telah ditentukan. Sehubungan dengan hal ini maka cara pewadahan harus dapat memberikan kemudian dalam pekerjaan pengumpulan.3. Efektifitas kerja harus tinggi dan dilakukan melalui efisiensi waktu. pekerjaan ini umumnya dilakukan oleh petugas kota atau swadaya masyarakat. 102 CV.2. Umum Pemilihan sistem dan pemilihan peralatan operasional persampahan saling berkaitan erat. 3. 3.2. Kegiatan yang dapat menimbulkan kerusakan dan kemerosotan sumber daya lahan. Demikian pula pemilihan sistem operasional sangat tergantung pada kondisi fisik.2.

2) Landfill. yaitu: 1) Open Dumping Dilakukan dengan cara sampah dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA) dan dibiarkan terbuka sampai pada suatu saat TPA penuh dan pembuangan sampah dipindahkan ke lokasi lain atau TPA yang baru. lalat. Cepat terjadi proses timbulnya leachate. sehingga menimbulkan pencemaran air tanah 2.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Ada 2 cara pembuangan akhir. nyamuk dan serangga lain). Keuntungan: 1) Dampak negatif terhadap estetika lingkungan sekitarnya dapat dikurangi 2) Kecil pengaruhnya terhadap estetika lingkungan awal 103 CV. diratakan dan dipadatkan kemudian pada kurun waktu memperkecil pengaruh yang merugikan terhadap lingkungan. Biaya investasi TPA relatif murah Kerugian: 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Operasi sangat mudah b. debu dan bau b. biasanya dilakukan kegiatan perataan sampah dengan menggunakan dozer atau perataan dapat juga dilakukan dengan tenaga manusia. Timbul pencemaran udara oleh gas. Bila lokasi pembuangan akhir telah mencapai akhir usia pakai. Mengurangi estetika lingkungan. Biaya operasi dan perawatan murah c. a) Sistim Controlled Landfill Dilakukan dengan cara sampah ditimbun. Diperlukan persediaan tanah yang cukup sebagai lapisan tanah penutup. Untuk efisiensi pemakaian lahan. yang dapat dibedakan lagi atas: Merupakan perbaikan dari pada cara open dumping yaitu dengan menambahkan lapisan tanah penutup di atas sampah. Sangat mendorong tumbuhnya sarang-sarang vektor penyakit (tikus. seluruh timbunan sampah harus ditutup dengan lapisan tanah. Keuntungan: a. 3.

kemudian ditutup dengan tanah sebagai lapisan penutup. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Kerugian: 1. Operasi relatif lebih sulit dibanding open dumping 2. Biaya investasi relatif lebih besar dari pada open dumping 3. Keuntungannya landfill. Sistim Sanitary Landfill Adalah sistem pembuangan akhir sampah yang dilakukan dengan cara sampah ditimbun dan dipadatkan. Hal ini dilakukan terus menerus secara berlapis-lapis sesuai rencana yang telah ditetapkan. Pekerjaan pelapisan sampah dengan tanah penutup dilakukan setiap hari pada akhir jam operasi. Diperlukan persediaan tanah yang cukup untuk menutup timbunan sampah. Biaya operasi dan perawatan relatif lebih tinggi dari pada open dumping b. adalah pengaruh timbunan sampah terhadap lingkungan sekitarnya relatif lebih kecil dibanding sistem controlled 104 CV.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .13. Diagram ALir Sistem Manjemen Persampahan 105 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B.

SDM dan tata laksana kerja organisasi). Persiapan . upaya 3 R baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dan kemauan/kemampuan membayar retribusi serta pengumpulan data lain yang relevan.Menyusun kuesioner untuk menjaring data . Pengangkutan dan pembuangan akhir. konsep penanganan masalah. maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan.Membuat program kerja kegiatan secara keseluruhan . kondisi pembiayaan (investasi. sehingga dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan harus berpatokkan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan tersebut. Bagan Alir ini berisikan tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan. operasi pemeliharaan dan retribusi) 106 CV. Program Kerja Program kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari konsultan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah diberikan. Data Sekunder Melakukan survey ke instansi terkait mengenai kondisi kelembagaan yang menanganani masalah persampahan (institusi. pemindahan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan. schedule pelaksanaan pekerjaan serta schedule personil.Melakukan studi literatur atau review studi yang relevan di Kota Denpasar . timbulan sampah. struktur organisasi. komposisi dan karakteristik sampah.Menetapkan metode survey .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 4. pengerahan sarana maupun personil pendukung. Pengumpulan Data Data Primer Melakukan survey lapangan tentang kondisi eksisting pengelolaan sampah berkaitan dengan daerah pelayanan. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . tanggung jawab dan personil yang terlibat. pengumpulan. kondisi pewadahan. Secara garis besar rencana kerja pelaksanaan pekerjaan diuraikan sebagai berikut : 1.Menyusun jadual kerja dan kegiatan persiapan lain yang dibutuhkan 2. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan – urutan pekerjaan.

Analisis Melakukan analisis data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pola pelayanan persampahan. kondisi kota Denpasar (fisik kota. Tabanan dan Kab Badung. pemindahan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR selama sedikitnya 3 (tiga) tahun terakhir. Kompilasi dan Pengolahan Data Mengelompokkan data kuantitatif dan kualitatif yang relevan dengan perencanaan persampahan sebagai bahan analisis 4. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . pewadahan. dukungan peraturan yang dimiliki oleh Kota Denpasar berkaitan dengan pengelolaan persampahan dan program penyuluhan yang ada. pendapatan masyarakat. pegumpulan. fasilitas kota. Gianyar. sosial ekonomi. dan dilengkapi dengan peta dan gambar dengan skala sesuai ketentuan tata ruang kota yang mempengaruhi sistem 107 CV. rencana pengembangan kota (tata guna lahan) baik untuk kotaDenpasar maupun kota-kota sekitarnya serta pengumpulan data lain yang relevan. daerah kumuh). SWOT maupun metode lain 6. Penyusunan Perencanaan sampai tahun 2022 Perencanaan teknis dan manajemen persampahan meliputi: Proyeksi perkembangan penduduk Proyeksi volume sampah Pengembangan aspek institusi Pengembangan aspek teknis (kebutuhan prasarana dan sarana persampahan. pengangkutan dan pembuangan akhir). pengolahan / 3 R. 3. Pengkajian : Penyiapan standar Nasional yang dapat dipergunakan sebagai tujuan penyusunan Masterplan Persampahan Pengkajian kebersihan Pengkajian tertiadap sistem pengelolaan yang dilakukan saat ini 5. Selain itu juga diperlukan rencana kebutuhan dukungan Prasarana dan Sarana dalam rangka mendukung pengoperasian IPST Sarbagita yang merupakan TPA regional yang digunakan bersama oleh kota Denpasar. Metode analisis dapat dilakukan secara deskriptif.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 15 (lima belas) buku laporan beserta peta dan gambar ukuran A3 sebanyak 15 (lima belas) eksemplar dan cakram padat (compact disc) sebanyak 8 keping. Laoran Antara (Interim Report) Laporan Antara memuat data kondisi kota dan pengelolaan persampahan yang ada saat ini serta analisis data dan arahan pengembangan Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan. 2. pola pendidikan dan lain-lain) A. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . pilot project penanganan sampah berbasis masyarakat. 3. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan memuat: metode dan rencana kerja konsultan dalam penyelesaian pekerjaan diserahkan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR - Pengembangan aspek pembiayaan (kebutuhan biaya investasi selama kurun waktu aspek perencanaan. pengaturan biaya operasi dan perda pemeliharaan per tahun serta perhitungan tarif retribusi) - Pengembangan (penyempumaan termasuk untuk kerjasama regional dan usulan penerapannya) Pengembangan aspek peran serta masyarakat (usulan program penyuluhan. 108 CV. Penyusunan Laporan 1. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat: seluruh hasil kegiatan dan rencana pengelolaan sampah (masterplan) yang dibuat.Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 30 (tiga puluh hari) hari kalender sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh ) buku laporan.

2. 3. 4. 2. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Selesai 109 . 3. Bagan Alir Pekerjaan Mulai Persiapan 1. 3. Pengelompokan Data Kuantitaif dan Kualitatif Penyiapan Standar Nasional Pengkajian Tata Ruang Kota Pengkajian Terhadap Sistem Pengelolaan Sampah Eksisting Konsep Rencana Sistem OK Analisa Laporan Antara Penyusunan Rencana Proyeksi Penduduk dan Volume Sampah Pengembangan Aspek Institusi/Kelembagaan Pengembangan Aspek Teknis Pengembangan Aspek Pengaturan Pengembangan Aspek Pembiayaan Pengembangan Aspek Peran Serta Masyarakat Laporan Akhir CV.14.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Gambar B. Daerah Pelayanan Timbulan Sampah Komposisi & Karakteristik Sampah Kondisi Pewadahan. 4. 2. Pemindahan & Pengangkutan Sampah 5. Pengumpulan. Mobilisasi Personil Penyusunan Program Kerja Penyusunan Metode Survey Penyusunan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Laporan Pendahuluan Pengumpulan Data Primer Pengumpulan Data Primer Survey Lapangan Kondisi Eksisting Pengelolaan Sampah Peta Dasar dan Data BPS Data Kondisi Kelembagaan Kondisi Pembiayaan 1. 4. Upaya 3R Data Kondisi Kota Denpasar Peraturan dan Program Pengolahan Persampahan Rencana Pengembangan Kota Data Cukup Pengolahan Data dan Pengkajian 1.

USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 5. Ass. maka tim Konsultan telah menyiapkan organisasi pelaksanaan pekerjaan seperti yang tertera pada Gambar Bagan Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan. Organisasi pelaksanaan pekerjaan menggambarkan hubungan antar personil Konsultan dan hubungan kerja antara Konsultan dengan Pemberi pekerjaan sesuai hirarki tugas. Sipil) Tenaga Ahli Lingkungan (S1. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan B. Lingkungan) Tenaga Ahli Ekonomi Perkotaan (S1. T. Ass. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Ahli Sipil 3. disamping penyediaan sarana peralatan kerja dengan kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Tri Matra Disain Team Leader (S1 Planologi) Tenaga Ahli Sipil (S1.16. Ekonomi) Asisten Tenaga Ahli 1. BAPPEDA KOTA DENPASAR CV.3. sangat diperlukan struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan yang mantap. Surveyor / juru Ukur Tenaga Pendukung Administrasi dan Keuangan Gambar B. disertai pula dengan penempatan personil tenaga ahli yang berkualitas sesuai dengan spesialisasi masing-masing. T. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada akhir pekerjaan studi ini. Organisasi dan Personil Berdasarkan pada pengalaman Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan studi selama ini. Ahli Lingkungan 2. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 110 CV. tanggung jawab dan wewenangnya masing-masing.

yang efisien dan terkendali oleh sebuah jalur aktifitas yang mantap. Hal ini dimaksudkan agar produk/ hasil rencana nantinya tidak bertentangan dengan ketentuan yang terdapat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah ditetapkan oleh BAPPEDA Kota Denpasar serta dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Penyelesaian keseluruhan pekerjaan diselesaikan dalam waktu 6 Bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender sesuai dengan berita acara rapat penjelasan umum terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . konsultan akan memperhatikan ruang lingkup kegiatan serta jangka waktu pelaksanaan.month personel dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mampu ditransfer pada sebuah rencana kerja yang matang. 3.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Dalam proses pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar. Konsultan telah mencermati secara sungguh-sungguh ragam kegiatan dan waktu pelaksanaannya. Pekerjaan dimulai setelah proses administrasi kontrak kerja antara konsultan dengan pihak pemberi tugas diselesaikan. Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar secara garis besar dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu Pekerjaan Lapangan dan Pekerjaan Kantor. sehingga perhitungan man . jadwal pelaksanaan pekerjaan disusun berdasarkan pertimbangan sebagai berikut : 1. Secara teknis administrasi. maka untuk lebih jelasnya secara umum jadwal terinci dari Penyusunan Dokumen Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini dapat dilihat dalam Tabel yang terdapat pada halaman berikut. Waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja adalah 6 Bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kalender. Rencana kerja yang diusulkan oleh Konsultan sesuai dengan KAK berkaitan dengan tugas-tugas konsultan. 2. Semua kerangka berpikir dalam program kerja ini dituangkan dalam bentuk Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dan Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. Sesuai dengan Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan yang tercantum dalam KAK . 111 CV.

Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 112 CV.1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.2.

Komputer dan Alat Tulis Kantor Lainya 4.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Selain jadwal pelaksanaan kegiatan diatas. Fasilitas Dan Sarana Yang Digunakan Konsultan akan menyediakan fasilitas dan peralatan yang diperlukan untuk menunjang pekerjaan ini. Peralatan Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kegiatan. yang meliputi antara lain : 1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Kebutuhan lainnya guna memperlancar dan menyukseskan pelaksanaan pekerjaan ini 6. Ruang Kerja/Kantor Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor yang permanen Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi dengan pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi dalam penyelesaian pekerjaan. Kantor/studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan 2. Apabila ada yang peralatan yang harus dibeli dalam kegiatan ini. Uraian mengenai fasilitas dan sarana yang digunakan oleh Konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan ini disajikan pada sebagai berikut. Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah menghubungi konsultan. Dalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini. Biaya Komunikasi 3. yang pada dasarnya telah disesuaikan dengan persyaratan yang tertuang dalam kerangka acuan kerja. maka pada akhir penugasan barang atau peralatan yang dibeli tersebut harus diserahkan kepada pengguna jasa. diperlukan jug sarana dan prasarana pendukung dimana sarana pendukung ini dapat digunakan untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan. Konsultan menggunakan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan sebagai pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. tergantung dari volume dan kapasitas 113 CV. Kendaraan Operasional 5.

Jadwal Peralatan Jadwal peralatan untuk pekerjaan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas .USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR alat. dan jadwal peralatan ini berkaitan dengan schedule pelaksanaan dan personil untuk pelaksanaan seluruh kegiatan. Jadwal peralatan dan volume serta waktu pemakaian tersaji pada Tabel Jadwal Penggunaan Peralatan (Terlampir). Adapun volume dan kapasitas alat dari masing-masing pekerjaan tersaji pada Tabel Daftar Peralatan (Terlampir). Jadwal Penggunaan Alat 114 CV. Tabel F.2.

layak secara lingkungan. instansi teknis terkait dan Tenaga Ahli lainnya. pengalaman dibidang penanganan pekerjaan sejenis dalam pengembangan persampahan. Kualifikasi dan jumlah Tenaga Ahli yang disediakan oleh penyedia jasa untuk menangani pekerjaan ini sesuai dengan KAK dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut : 115 CV. efesiensi pendanaan. Tanggapan terhadap tugas dan tanggung jawab tenaga ahli. Dimana masingmasing Tenaga Ahli memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi dan permasalahan daerah lokasi studi. maupun kualifikasi pendidikan. sehingga mampu menghasilkan beberapa inovasi desain tidak hanya secara teknis. serta pengalaman personil. menurut Konsultan telah sesuai dengan lingkup kegiatan yang dituntut dalam studi ini. dan mampu memberikan manfaat lebih secara ekonomi kepada masyarakat. dalam hal ini perlu adanya penekanan terhadap desain yang akan dilakukan. Uraian mengenai Tenaga Ahli seperti yang disyaratkan dalam KAK. Komposisi Tim dan Penugasan H. Tenaga Ahli yang akan ditugaskan tersebut dikoornidir oleh seorang Team Leader yang memiliki kemampuan dalam koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengguna jasa.1. Umum Konsultan dalam peleksanaan pekerjaan ini akan menyediakan dan menugaskan beberapa Tenaga Ahli sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).4. Masingmasing Tenaga Ahli tersebut memilki tugas dan tanggung-jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya. baik mengenai jenis keahlian.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. Dalam hal ini konsultan akan mengusulkan Tenaga Ahli dengan pendidikan (S1) sesuai bidang keahliannya dan memiliki sertifikat keahliaan (SKA) yang dikeluarkan Asosiasi Keahlian atau Badan/Lembaga yang berwenang serta memiliki pengalaman sesuai bidang keahlian untuk menangani pekerjaan sejenis. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Adapun Tenaga Ahli yang diusulkan dalam pelaksanaan studi ini telah memilki kualifikasi pendidikan. keinginan masyarakat pengguna.

menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. Satu (1) orang Ahli Ekonomi Perkotaan dengan latar belakang pendidikan sarjana (S1) Ekonomi. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Satu (1) orang Surveyor/Juru Ukur dengan latar belakang pendidikan D3 Teknik. Asisten Tenaga Ahli d. antara lain tenaga administrasi dan keuangan. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. Ahli Sipil dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Sipil. f. e. 3. Satu (1) orang Ahli Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Lingkungan. 4. Tenaga Ahli / Profesional Staff a. Satu (1) orang Ass. b. 116 CV. Ahli Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Lingkungan. dibutuhkan tenaga pendukung. 2. menjalankan tugas selama 5 (lima) bulan. Ketua Tim (Team Leader) Satu (1) orang Ketua Tim (Team Leader) yang merangkap sebagai Ahli Teknik Lingkungan dengan latar belakang pendidikan minimal Sarjana (S1) Teknik Planologi. dan berpengalaman dalam penyusunan Masterplan Persampahan. c.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR 1. menjalankan tugas selama 5 (lima) bulan. Tenaga Pendukung / Supporting Staff Disamping kebutuhan akan tenaga ahli seperti diuraikan tersebut di atas. menjalankan tugas selama 3 (tiga) bulan. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan. Satu (1) orang Ass. Satu (1) orang Ahli Sipil dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana (S1) Teknik Sipil. menjalankan tugas selama 6 (enam) bulan.

1. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Komposisi Tim Pekerjaan Penyusunan Masterplan Persampahan 117 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel B.4.

Tim didukung sepenuhnya oleh semua fungsional dari CV. mobilisasi tenaga profesional oleh pihak konsultan dengan berbagai disiplin ilmu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan ini nantinya. Hubungan kerjasama antar personil. Berikut ini. penugasan Personil Tim Konsultan disusun berdasarkan jenis dan macam pekerjaan yang tersurat didalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). 118 CV. Untuk diperlukan pengaturan pelaksanaan penugasan personil dan sampai sejauh mana keterlibatan masingmasing personil terhadap kegiatan pekerjaan ini. serta menyetujui hasil pekerjaan yang dihasilkan konsultan.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR B. kebutuhan mobilisasi tenaga penunjang akan selalu memperimbangkan kebutuhan tenaga profesional. untuk lebih jelasnya dipaparkan dalam Tabel Jadwal Penugasan Personil tim konsultan dalam pelaksanaan pekerjaan dan nama personil tenaga profesional yang terlibat secara langsung dalam kegiatan ini.5. Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Komposisi Tim dan Penugasan Berdasarkan pengalaman konsultan dalam melaksanakan pekerjaanpekerjaan sejenis. Dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Penyusunan Masterplan Persampahan Kota Denpasar ini. BAPPEDA Kota Denapasar adalah pihak yang mengharapkan hasil pekerjaan ini secara optimal. Untuk itu. serta koordinasi pelaksanaan pekerjaan berperan penting dalam menghasilkan itu. Oleh karena itu. agar dapat dicapai suatu pola tata koordinasi pelaksanaan pekerjaan secara baik. tim konsultan juga akan memobilisasi tenaga pendukung. Selain itu. yang akan mendukung tenaga profesional dalam melaksanakan tugasnya. kualitas pula kerja yang dapat jadwal dipertanggungjawabkan. diperlukan pengaturan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Pemberi kerja senantiasa akan memberikan instruksi/perintah kerja. Tri Matra Disain.

Tri Matra Disain Konsultan Perencana dan Pengawas . Jadwal Penugasan Tenaga Ahli 119 CV.USTEK MASTERPLAN PERSAMPAHAN KOTA DENPASAR Tabel H.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful