Anda di halaman 1dari 3

Penyakit Hodgkin Definisi dan Epidemiologi Penyakit Hodgkin adalah keganasan sistem limforetikular yang merupakan 6% dari kanker

pada anak (Kliegman dkk., 2007). Di Amerika Serikat, penyakit Hodgkin 5% terjadi pada individu 14 tahun dan 15% pada individu 1519 tahun. Penyakit ini jarang terjadi pada anak <10 tahun (Kliegman dkk., 2007). Angka kejadian mempunyai kurva bimodal yang khas baik pada anak laki-laki maupun pada anak perempuan dengan puncak pada usia 15-30 tahun dan 45-55 tahun. Sedangkan pada Negara berkembang seperti Indonesia, puncak kejadian adalah pada usia sebelum remaja (Permono dkk., 2010). Kekerapan antara laki-laki dan perempuan yaitu 1,3-1,4:1 (Sudoyo dkk., 2010). Faktor Risiko 1. Infeksi virus onkogenik, seperti virus Epstein Barr, sitomegalovirus, HIV, dan Herpes-6 (Kliegman dkk., 2007). 2. Defisiensi imun, misalnya pada pasien transplantasi organ dengan pemberian imunosupresif atau pada pasien cangkok sumsum tulang, infeksi HIV, dan ataxia telangiektasis (Kliegman dkk, 2007). 3. Memiliki saudara (adik atau kakak) dengan penyakit Hodgkin (Sudoyo dkk., 2010). 4. Paparan terhadap agen mutagen (Kliegman dkk., 2007). Patologi dan Klasifikasi Penyakit Hodgkin merupakan salah satu jenis limfoma maligna. Sel ganas pada penyakit Hodgkin berasal dari sel reticulum. Limfosit yang merupakan bagian integral proliferasi sel pada penyakit ini diduga merupakan manifestasi reaksi kekebalan seluler terhadap sel ganas tersebut (Permono dkk., 2010). Ketepatan diagnosis hanya mungkin dialkukan dengan pemeriksaan patologi yang benar, bahan pemeriksaan yang berasal dari biopsi jarum dan irisan beku segar pada jaringan kurang dapat menggambarkan struktur dan stroma sel secara baik. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan jaringan

limfonodi secara mikroskopis dan ditemukan adanya sel Reed-Stenberg yang spesifik, sel limfoid yang besar dengan banyak nucleus yang mengelilingi nuclei sehingga memberikan gambaran seperti halo (Permono dkk., 2010). Klasifikasi yang umum digunakan yaitu (Permono dkk., 2010): 1. Limfositik predominan (LP) 2. Sel campuran (MC) 3. Deplesi limfositik (LD) 4. Nodul sklerosis (NS) Gambaran Klinis 1. Pembesaran kelenjar limfe daerah servikal dan supraklavikular yang hilang timbul dan tidak nyeri. Pembesaran juga ditemukan di inguinal, aksiler, dan supradiafragma (Permono dkk., 2010). 2. Pada 80% pasien anak penyakit Hodgkin dengan pembesaran kelenjar leher, 60%-nya mengalami pembesaran massa di mediastinal yang akan menimbulkan gejala kompresi pada trakea dan bronkus (Permono dkk., 2010). 3. Demam, tipe Pel-Ebstein (Permono dkk., 2010). 4. Keringatan malam hari (Permono dkk., 2010). 5. Berat badan sulit naik, bahkan berkurang (Permono dkk., 2010). 6. Hepatosplenomegali (Sudoyo dkk., 2010). 7. Gejala neurologi (Sudoyo dkk., 2010). 8. Edema ekstremitas (Sudoyo dkk., 2010). 9. Sindrom vena cava (Sudoyo dkk., 2010). 10. Kompresi medulla spinalis (Sudoyo dkk., 2010). Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan darah: anemi, eosinofilia, peningkatan endap darah, pada flow cytometry dapat terdeteksi limfosit abnormal atau limfositosis dalam sirkulasi (Sudoyo dkk., 2010).

2. Pemeriksaan faal hati: peningkatan alkali fosfatase dan ikterus kolestatik, obstruksi biliaris ekstrahepatik (Sudoyo dkk., 2010). 3. Pemeriksaan faal ginjal: peningkatan ureum dan kreatinin, sindroma nefrotik, hiperurikemia, dan hiperkalsemia (Sudoyo dkk., 2010). 4. Biopsy kelenjar limfe (Permono dkk., 2010). 5. Biopsi sumsum tulang. Dilakukan pada stadium lanjut untuk keperluan staging (Sudoyo dkk., 2010). 6. Radiologis: foto polos maupun skaning, limfogram (Sudoyo dkk., 2010).

DAFTAR PUSTAKA Permono, H. Bambang, (NAMA PENULISNYA LENGKAPI YAA) 2010. Buku Ajar Hematologi dan Onkologi Anak. Jakarta: IDAI. Sudoyo, Aru W.; Bambang, Setiyohadi; Idrus, Alwi; Marcellus, Simadribata K.; Siti, Setiati. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi V Jilid II. Jakarta: Interna Publishing. Kliegman, Robert M.; Richard E. Behrman; Hal B. Jenson; Bonita F. Stanton. 2007. Neelson Textbook of Pediatric, 18th Edition. Philadelphia: Saunders Elsevier.