Anda di halaman 1dari 9

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan dengan judul Pembuatan K2S2O8 secara elektrolisis yang bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan K2S2O8. Pada proses elektrolisis, katoda lebih banyak membentuk H2 dan OH- yang disebabkan dari penguraian H2O, sedangkan pada anoda terjadi pembentukkan O2 dan H+ dari penguraian H2O. Agar reaksi kebalikannya yaitu H2SO4- teroksidasi menjadi S2O82- dapat berlangsung maka harus digunakan elektroda pt, kuat arus yang tinggi temperature rendah dan HSO4harus mempunyai konsentrasi tinggi (jenuh).

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Potensial reduksi ion peroksodisulfat, S2O32- / HSO4- adalah +2,05 V sedangkan potensial reduksi air O2 / H2O ialah +1,23 V. hal ini berarti HSO4- tidak dapat dioksidasi menjadi S2O82- tetapi sebalikn a mengalami reduksi dengan
sel

= 0,82V yang berarti berlangsung cepat berdasarkan konsep over potensial. Agar reaksi kebalikannya yaitu HSO4- teroksidasi menjadi S2O82- dapat berlangsung maka harus digunakan elektroda pt, kuat harus yang tinggi temperatur rendah dan HSO4- harus mempunyai konsentrasi tinggi (jenuh).
A

dan

disebut sebagai potensial standar untuk separuh sel yang sulit

sekali untuk menentukan suatu potensial mutlak dari satu elektroda tunggal. Suatu elektroda kedua diperlukan untuk pengukuran penetapan posisi nol pada skala potensial untuk digunakan elektroda hidrogen normal.

1.2 Tujuan Percobaan Tujuan dilakukan percobaan adalah mengetahui cara pembuatan K2S2O8.

BAB II DASAR TEORI

Ada beberapa hal yang membuat reaksi elektrolisis menjadi sulit, pertama diharapkan bahwa untuk mengatasi potensi reaski reduksi negatif yang

menyebabakan reaksi reduksi dengan jumlah yang besar yang sama tetapi berlawanan. Seringkali potensial yang diberikan memuali reaksi jauh lebih besar dari pada yang diramalkan teoritis yang perbedaan ini diperlukan untuk memulai reaksi elektrolisis yang potensial teoritis dikenal dengan nama over potensial

(Saptorahardjo, 1990). Elektroda gas merupakan suatu lempeng kawat platina penghantar listrik yang dialiri gas hidrogen pada permukaan. Sedangkan elektroda kolomel dan elektroda gelas yang merupakan kombinasi elektroda-elektroda aktif dari unsur-unsur yang sesuai. Sistem elektroda tersebut dapat dikenal sebagai pengaruh dari separuh sel (Siedoro, 1981).
A

dan

disebut sebagai potensial standar untuk separuh sel yang sulit

sekali untuk menentukan suatu potensial mutlak dari satu elektroda tunggal. Suatu elektroda kedua diperlukan untuk pengukuran penetapan posisi nol pada skala potensial untuk digunakan elektroda hidrogen normal (Damin, 2006).

BAB III METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan adalah magnetic stirrer, termometer buret, neraca, kawat pt, desikator. Bahan yang digunakan adalah K2SO4, asam sulfat, dietil eter, etanol, Na2S2O3, CaCl anhidrat, NH4Cl. 3.2 Konstanta Fisik Tabel 3.2.1 Konstanta Fisik Bahan Bahan K2SO4 H2SO4 C2H5OH CaCl2 BM (g/mol) 174,26 98,08 46 108,88 TD (oC) 1689 104,9 78,4 1935 TL(oC) 1069 330 -114,2 772 Tinjauan Keamanan Oksidan Korosif Mudah Menguap Iritan

3.3 Prosedur Kerja 1. Pembuatan K2S2O8. Dibuat KHSO4 dengan melarutkan K2SO4 dalam asam sulfat 38%. Didalam 140 ml asam sulfat 38% ditambahkan 22 gram K2SO4 pada waktu larutan asam sulfat masih terasa panas. Diaduk dengan magnetic stirrer idinginkan larutan dengan merendam adah dalam penangas es pada suhu disaring larutan isiapkan ka at pt po er suppl dan termometer

Dipasang power supply pada 6 V. dirangkai alat seperti pada gambar.

Dihubungkan elektroda pt pada kutub posistif fan pt ang lain pada kutub negatif icelupkan kedua elektroda serta didinginkan larutan hasil saringan ikontrol temperatur agar diba ah dengan dalam penangas es

penambahan es. Dihidupkan power suppy dan dilakukan elektrolisis selama 90 menit. Dimatikan power suplly, dipisahkan endapan dengan cara penyaringan. Dicuci endapan dengan 20 ml dietil eter dalam desikator. Digunakan CaCl2 anhidrat dan divakumkan desikator. Ditimbang endapan / kristal dan ditentukan kadarnya dengan titrasi iodometri.

2. Uji kemurnian K2S2O8. Dimasukkan 3-4 gram KI dan 3-4 gram NH4 l dalam gelas erlenme er larutan sehingga ml ditambahkan ml aquades dikocok ipanaskan dimasukkan gr K2S2O8 yang diperoleh.

Ditutup gelas erlenmeyer, dibiarkan reaksi berlangsung 15 menit sambil digoyang. Dibuka tutup gelas erlenmeyer, dibilas didinding tutup gelas erlenmeyer dengan aquades. Dititrasi larutan ini denagn 0,1 M Na2S2O3 hingga larutan berubah menjadi kuning pucat. Ditambahkan 5 ml larutan amilum dan dilanjutkan titrasi dengan 0,1 M Na2S2O3 hingga warna larutan menjadi bening. Dihitung % kemurnian K2S2O8.

BAB IV DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut: 1. Pembuatan K2S2O8 K2SO4 38% + K2SO4 4,9 gram Bening Larutan bening endapan putih

4.2 Pembahasan Elektrolisis adalah peristiwa peruraian suatu elektrolit arus listrik. Dalam sel elektrolisis terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Sel elktrolisis terdiri dari dua buah elektroda dan larutan elektrolit. Batang elektroda biasanya terbuat dari karbon atau platina. Pada anaoda terjadi reaksi oksidasi sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi. Beberapa garam nitrat dan sulfat. Asam nitrat dan asam sulfat serta beberapa basa kuat dalam proses elektrolisa disebut dengan elektrolisis air. Dalam larutan, air dapat mengalami oksidasi di anoda (+) dan reaksi reduksi dikatoda (-). Anoda : H2O 2H + + O2 + 2eKatoda : H2O H2 + OHPada percobaan elektrolisis umunya larutan pada anoda dan katoda dipisahkan melalui struktur gelas berbentuk U. Dengan struktur seperti ini, maka pengamatan hasil elektrolisis dapat diperoleh dengan baik karena kedua gas hasil tidak saling campur. Ada beberapa hal yang membuat reaksi elektrolisi menjadi sulit, pertama

diharapkan bahwa untuk mengatasi potensial reaksi reduksi negatif (yang menyebabkan reaksi pada sel spontan) diperlukan potensial reaksi reduksi dengan jumlah besar yang sama tetapi berlawanan. Seringkali potensial yang diberikan memulai reaksi jauh lebih besar pada yang diramalkan teoritis yang perbedaan ini diperlukan. Ini merupakan hal yang kedua yang membuat reaksi ini sulit, yang ketiga adalah sulit untuk menduga reaksi yang terjadi pada elektroda selama proses elektrolisis berlangsung. Salah satu contoh, dalam larutan ion Na dan OH setra N dan OH dari air. Hasil dari elektrolisis ini adalah dihasilkan gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2) didalam air.

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : Volume gas yang terbentuk berbanding lurus dengan konsentrasi, dimana semakin besar konsentrasi suatu larutan, semakin besar pula gas yang terbentuk. Hasil dari elektrolisis bergabung pada jenis elektrolisis serta elektroda yang digunakan. Pada sel elektrolisis arus listrik berasal dari luar yang dialirkan dalam larutan sel. NaOH berfungsi sebagai larutan elektrilit, yaitu suatu larutan yang dapat manghantarkan arus listrik karena terionisasi sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

Damin, 2006, PENGANTAR KIMIA : BUKU PANDUAN KULIAH MAHASISWA KEDOKTERAN, Kedokteran EGC, Jakarta. Saptorahardjo, 1990, KONSEP KIMIA DASAR KIMIA ANALITIK, terjemahan dari BASIC CONCEPT OF ANALYTICAL CHEMISTRY, oleh Khopkar, Erlangga, Jakarta. Soedoro,1981, ANALISA KIMIA KUANTITATIF, terjemahan dari

QUANTITATIVE ANALYSIS, oleh Underwood, Erlangga, Jakarta.