Anda di halaman 1dari 69

TEKNOLOGI SEDIAAN BAHAN ALAM

SILABI MATA KULIAH :


1.

2.

3.

Cara pengumpulan, pengolahan, pengeringan, penyimpanan, dan evaluasi simplisia. Klasifikasi simplisia yang mengandung KH, glikosida, tanin, alkohol, lipid/ minyak lemak, lemak dan malam, minyak atsiri, resin. Glikosida yang penting, tanin yang penting,

Ilmu pengetahuan obat-obatan terbagi menjadi tiga disiplin ilmu, yaitu


Farmakologi,

yang menguraikan mengenai aksi dan efek obat dari bahan. meliputi semua informasi mengenai obat dari bahan alami tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Medisinal, pengetahuan mengenai obat-obatan sintetik.

Farmakognosi,

Kimia

Obat Bahan Alam/ Obat Alami Indonesia menurut BPOM 2005. Obat Tradisional Empirik (Jamu) adalah Bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian/ galenik atau campuran bahan tersebut yang digunakan secara turuntemurun untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

OBAT HERBAL TERSTANDAR Adalah Sediaan obat/ bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji pra klinik dan bahan bakunya telah distandardisasi. FITOFARMAKA Sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji pra klinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi

PEMBUATAN OBAT GUBAL (SIMPLISIA) UNTUK DIPERDAGANGKAN

1. 2. 3. 4. 5.

Proses penyiapan atau pembuatan simplisia yang diperdagangkan baik untuk keperluan industri dalam negeri maupun yang merupakan komoditi ekspor, ada lima tahap yaitu : Pengumpulan (collection) Pemanenan (harvesting) Pengeringan (drying) Pemilahan atau sortasi (garbling) Pengepakan, penyimpanan dan pengawetan

Pengumpulan (collection)
ASAL TANAMAN
DIBUDIDAYAKAN

TANAMAN LIAR

Simplisia yang diperoleh dari tumbuhan yang dibudidayakan memiliki keunggulan dalam hal

memperoleh produk yang pasti, artinya tidak akan keliru ambil.

Kesembronoan dalam pengumpulan bahan simplisia akan menghasilkan produk yang tidak lengkap atau tertukar atau tercampur dengan benda asing.

Pada dasarnya bahwa pengumpulan harus dilakukan pada saat tanaman mengandung senyawa aktif tinggi dan bila dikeringkan menjadi simplisia yang tinggi mutunya atau berkualitas maksimum.

Pengeringan (drying)
Cara pengeringan bahan tumbuhan dimaksudkan untuk :
1. Mengurangi kandungan air sampai kadar tertentu (di bawah 10%), sehingga tetap menjamin kualitasnya. Untuk mencegah tumbuhnya kapang, bakteri, kerja enzim dan perubahan kimia kandungan yang berkhasiat. Kandungan kimia dalam keadaan mantap (stabil).

2.

3.

Proses pengeringan harus diatur suhu dan aliran udara. Untuk produk tertentu, seperti vanilla dan daun teh (Thea Sinensis), sebelum dilakukan proses pengeringan, didahului dengan fermentasi atau pengeraman (sweating) untuk mengubah kandungan awal menjadi kandungan yang dikehendaki, sehingga timbul bau (aroma) dan rasa yang diinginkan. Pengeringan sesudah fermentasi disebut curing.

Pemilahan atau sortasi (garbling)

Garbling merupakan proses tahap akhir dalam penyiapan simplisia. Proses ini meliputi pembuangan bahan asing, seperti bagian tumbuhan yang tidak diinginkan, kotoran dan mungkin bahan pemalsu. Sebenarnya proses ini juga dilakukan pada waktu pengumpulan, tetapi pelaksanaan yang lebih teliti dilakukan pada waktu setelah bahan simplisia dikeringkan, sebelum dipak atau dibungkus

Pengepakan, penyimpanan dan pengawetan


Pengepakan simplisia sangat tergantung dari cara penyimpanannya. Dalam perdagangan, masalah pengangkutan (transportasi), penyimpanan, penggunaan industri saling mempengaruhi sehingga pengepakan diusahakan sedemikian rupa sehingga segi ekonomi dan pendayagunaan ruang harus diperhitungkan.

Misalnya :
Simplisia yang berupa daun atau herba dipak berupa bal 400 lb; daun stramonium dari Argentina sampai 700 lb. Untuk simplisia yang mudah berubah (bentuk atau kandungannya) seperti digitalis atau ergot dipak dalam air tahan air (moisture proof). Gom, resin atau ekstrak dikapalkan dalam bentuk drum, dus atau bentuk lain yang sesuai dan menjamin kemantapannya. Pengepakan untuk diekspor biasanya mempunyai baku tertentu, misalnya aloe dalam drum baja dengan kapasitas 5 galon, juga berlaku untuk balsam peru; minyak mawar dari Bulgaria dengan botol timbal. Di Indonesia empon-empon, kulit kayu, kayu, daun dan herba untuk keperluan dalam negeri dipak dalam karung goni atau karung plastik.

Penyimpanan dan pengawetan yang tepat

sangat penting untuk mempertahankan kualitas simplisia. Sebaiknya pengepakan dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai kemampuan menyerap lembab (air dari udara) kecil, simplisia dari daun, herba dan kulit kayu, apabila pengepakannya tidak baik, akan menyerap udara 10, 15 bahkan sampai 30% dari berat kering.

Lembab yang berlebihan tidak hanya meningkatkan berat bahan,

tetapi juga menurunkan kadar kandungan aktif, selain amat bagus untuk kerja enzim serta pertumbuhan kapang. misalnya akan berubah warna, sehingga penampilannya tidak menarik lagi, dan mungkin juga mengubah kandungan kimianya. kandungan kimia, utamanya pada simplisia yang mengandung enzim oksidase. beraliran udara (ventilasi) dengan udara kering dan yang tidak kalah pentingnya adalah tidak tiris (bocor).

Cahaya (matahari dan lampu TL) berpengaruh terhadap simplisia, Oksigen di udara akan meningkatkan proses oksidasi dari

Dengan demikian gudang penyimpanan harus sejuk, gelap dan

Perlindungan simplisia yang disimpan dari serangan tidak boleh diabaikan. Serangga yang sering menyerang simplisia termasuk dalam Lepidoptera, Coleoptera, dan Diptera. Untuk mencegah serangan ada beberapa metode yang digunakan. Metode yang sederhana adalah memanaskan simplisia pada suhu 65C. teknik fumigasi dengan metilbromida tidak begitu bagus hasilnya. Simplisia tidak boleh disimpan dalam kotak kayu atau kantong kertas. Bukan hanya terjadinya perubahan, melainkan untuk simplisia yang mengandung minyak atsiri akan berpengaruh terhadap aroma simplisia dekatnya; sehingga untuk simplisia yang mengandung minyak atsiri disimpan dalam kaleng tertutup. Disamping itu kotak kayu atau kantong kertas akan memudahkan serangan serangga atau tikus atau mencit. Untuk mencegah hal ini simplisia dapat diawetkan dengan menambah kloroform atau karbontetraklorida beberapa tetes dari waktu ke waktu. Simplisia yang harus selalu dalam keadaan kering (misalnya daun digitalis dan ergot (Secale cornutum) dapat diberi bahan pengering seperti batu kapur atau silika gel yang bersifat inert.

Suhu tinggi akan meningkatkan laju reaksi, termasuk perubahan kimia dalam simplisia, sehingga simplisia harus disimpan pada suhu serendah mungkin (menggunakan AC). Untuk sediaan biologik (vaksin, serum dan antitoksin) harus disimpan pada suhu 2-8C.

Bahan obat yang berasal dari hewan dihasilkan dari hewan yang dipelihara atau binatang liar. Binatang liar biasanya harus diburu seperti ikan paus, kijang muskus sehingga pengumpulannya sejajar dengan simplisia yang dikumpulkan dari tumbuhan liar. Madu biasanya dikumpulkan dari lebah yang dipelihara, mirip dengan simplisia yang dikumpuLkan dari tanaman yang dibudidaya. Bahan obat yang berupa kelenjar atau kelenjar buntu yang mengandung hormon diperoleh dari ternak, misalnya babi, domba dan sapi.

KIMIAWI OBAT GUBAL

Obat gubal yang digunakan dapat berbentuk apa adanya (crude drugs) atau dalam bentuk ekstrak, senyawa kimia yang terkandung yang digunakan sebagai bahan pengobatan. Jelaslah bahwa mempelajari Farmakognosi harus ditekankan pada senyawa kimia tersebut. Senyawa kimia tersebut dinamai konstituen atau kandungan kimia, akan tetapi karena banyak senyawa yang terkandung dalam obat gubal, maka komponen utama yang bertanggungjawab terhadap aktivitas fisiologi disebut sebagai komponen utama atau konstituen aktif.

Konstituen utama berbeda dengan konstituen inert, yang juga terjadi dalam tumbuhan atau hewan. Selulosa, lignin, suberin dan kutin biasanya yang dimasukkan dalam konstituen inert; dapat ditambahkan pati, albumin, zat warna yang tidak memiliki aksi fisiologi juga termasuk dalam konstituen inert. Pada obat gubal berasal dari hewan, kerati, khitin, serabut otot dan jaringan ikat juga termasuk inert. Adanya bahan inert tadi dapat mengganggu penyerapan senyawa aktif. Untuk menghindari pengaruh negatif dari bahan inert tersebut, perlu dilakukan pembuatan sediaan obat gubal menjadi ekstrak, tingtur, kristal dan hasil pemurnian untuk penggunaannya dalam pengobatan. Konstituen aktif tadi juga disebut senyawa sekunder dalam tumbuhan atau metabolit sekunder. Belum ada keterangan yang lengkap adanya senyawa tersebut dalam sejumlah besar tumbuhan, namun demikian adanya hubungan antara genus (marga) yang sekerabat dengan kandungan kimia, menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki peran penting yang nyata dalam metabolisme tumbuhan.

Konstituen aktif dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu aktif farmasetik dan aktif farmakologik.

Aktif farmasetik berarti senyawa tersebut dapat menyebabkan pengendapan atau perubahan kimia dalam sediaan obat. Misalnya, baik kulit kina maupun ekstraknya tidak dapat dicampurkan (inkomptabilitas) dalam sediaan yang mengandung besi, karena akan terjadi pengendapan dan perubahan warna biru kehitaman yang diakibatkan adanya asam kinkhotanat. Penggunaan kinin hidroklorida jelas akan mencegah terjadinya endapan tersebut. Sebaliknya adanya asam reotanat dalam Rhei Radix sebagai pengerut (adstringens) untuk mencegah rasa mulas yang diakibatkan oleh adanya senyawa antrakinon. Dalam contoh akhir ini asam reotanat salah satu senyawa yang termasuk aktif farmakologi.

Kandungan senyawa yang aktif farmakologi bertanggungjawab pada aksi terapeutik obat tersebut. Keberadaan senyawa tersebut dapat tunggal atau campuran. Senyawa tunggal sebagai contoh dapat berupa pati, gula, asam tumbuhan, enzim, glikosida, steroid, alkaloid, protein, hormon dan vitamin. Sedangkan untuk campuran, misalnya minyak lemak, lemak, minyak atsiri, resin, oleoresin, oleo gum-resin, dan balsam.

Konstituen dari obat gubal tumbuhan dipengaruhi oleh : (i) Faktor keturunan (hereditas, komposisi genetik), (ii) Ontogeni (tahapan perkembangan), dan (iii) Lingkungan. Pengaruh genetik mengimbas baik perubahan secara kualitatif maupun kuantitatif, tetapi yang dipengaruhi oleh lingkungan hanya utamanya pada segi kuantitatif.

Faktor keturunan
Untuk tumbuhan dari jenis (species) yang sama akan sangat mirip bentuk atau strukturnya satu dengan lainnya (fenotip), akan sangat mungkin memiliki susunan genetik berbeda (genotip). Akibatnya komposisi kandungan kimianya ada perbedaan yang nyata, utamanya bila ditinjau kandungan metabolit sekunder. Tumbuhan semacam itu disebut mempunyai perbedaan ras kimia. Contoh ras kimia, misalnya Eucalyptus spp. Memiliki perbedaan kandungan sineol dalam minyak atsirinya. Demikian pula kandungan-kandungan mentol dari minyak permen dari Mentha piperita.

Ontogeni
Memainkan peran yang penting dalam kandungan metabolit sekunder, pada umumnya tumbuhan akan meningkatkan kandungan metabolit sekunder, sejalan dengan umurnya. Tetapi ada juga perkecualiannya, misalnya kandungan kanabidiol pada ganja (Cannabis sativa) paling tinggi pada masa pertumbuhan kemudian mulai menurun. Bila terjadi penurunan, maka kadar tetrahidrokanabiol (thc) akan meningkat sampai tumbuhan dewasa. Tanaman yang tua, juga tanaman yang telah disimpan, menunjukkan kadar kanabinol tinggi. Dalam opium Papaver somniferum), kandungan morfina dalam buah tertinggi pada 2 atau 3 minggu setelah berbunga. Bila getah opium dipanen lebih awal, maka kandungan tebaina dan kodeina menonjol. Jika pemanenannya terlampau tua maka terjadi peruraian morfina.

Faktor lingkungan

Menghasilkan perbedaan kandungan metabolit sekundernya, termasuk jenis tanah, iklim, lingkungan flora dan metode pembudidayaan. Karena pengaruh dari faktor yang komplek, maka sulit untuk mengevaluasi masing-masing faktor secara terpisah. Sebagai contoh, misalnya kandungan alkaloid dari tumbuhan akan lebih tinggi pada kawasan yang memiliki kelembaban tinggi. Hal ini tidak berlaku untuk minyak atsiri, karena nitrogen berlebihan tidak berpengaruh terhadap metabolisme tumbuhan yang menghasilkan minyak atsiri yang memiliki habitat di kawasan lembab ke kawasan yang lebih kering. Kandungan flavonoid dari tumbuhan Sonchus arvensis yang tumbuh di Lembang lebih kecil daripada di Yogyakarta.

FARMAKOGNOSI DI MASA MENDATANG

Alam tumbuhan telah lama menyediakan kita sejumlah besar obat yang baik, misalnya : morfina, digitoksin, ergotamina dan vinkristina. Obat yang berasal dari alam dapat digunakan sebagai prototipe sintesis obat baru, misalnya : morfina asam lisergat kokaina fisostigmin salisin dst. -----------------------------------------------------------------------------------------------hidromorfon metisergid prokain neostigmin asam asetil salisilat

Disamping itu juga terjadi alur ke arah yang tidak begitu ilmiah karena adanya kecenderungan green wave atau revolusi hijau atau kembali ke alam., yang meliputi ketertarikan masyarakat terhadap obat alami (jamu/herb) yang berjalan tidak sejajar dengan obat modern. Toko makanan sehat (health food) di Amerika menjual lebih dari $190 juta dalam tahun 1985. Buku atau uraian yang memuat penggunaan herb tadi terjual seharga $33 juta.

METODE BARU YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN TO

Metode uji hayati baru, misalnya pada uji sitotoksik atau anti tumor dengan menggunakan : Larva udang (Artemia Salina); di sini akan diketahui LC50 (median lethal concetration). Metode ini cepat, terpercaya, murah dan mudah dilakukan. Cakram kentang (Potato-diac assay); termasuk pengamatan hambatan ekstrak tumbuhan pada pertumbuhan tumor yang diakibatkan oleh Agrobacterium tumefaciens pada cakram kentang. Metode analisis yang baru, misalnya dengan metode HPLC (High Pressure Liquid Chromatography) yang dirangkaikan dengan spektrofotometer massa akan dapat memisahkan kandungan kimia dan berat molekul masing-masing komponen. Teknik kultur yang baru, antara lain dengan digunakannya teknik kultur jaringan tanaman untuk produksi metabolit sekunder. Misalnya produksi sikonin (senyawa turunan naftokinon) yang dihasilkan dari kultur suspensi sel Lithospermum erythrorhizon di Jepang. Dengan amobilisasi sel juga dapat diproduksi kodeina dari kodeinon dalam bioreaktor selama 27 hari oleh sel Papaver bracteatum.

TIPE OBAT BARU DARI TUMBUHAN

Dalam abad ke-21 penyakit yang berjangkit atau banyak diderita manusia antara lain : Penyakit virus, seperti herpes kelamin (herpes genitalis, simplex dan zoster), AIDS dan kanker tertentu. Penyakit yang tidak jelas etiologi, termasuk artritis, kanker, distrofi otot dan parkinson. Penyakit karena diri sendiri (self-inflicted desease), seperti alkoholism, ketergantungan obat, kegemukan, merokok dan stres. Penyakit keturunan, berkisar dari cystic fibrosis, hemofilia dan penyakit sickle-cell.

Perlu ditambahkan bahwa diperlukan pengembangan obat untuk peluruh nyeri, narkotik yang tidak menyebabkan kecanduan. Disamping itu, juga obat untuk menurunkan kadar kolesterol, hipertensi, kerentanan terhadap penyakit infeksi atau bukan. Perlu terobosan-terobosan baru untuk menemukan obat penyakit tersebut. Kemungkinan obat tersebut dapat ditemukan diantara tumbuhan. Untuk penyakit yang disebut akhir diperlukan obat yang bersifat sebagai imunomodulator atau imunostimulan. Bidang ini sangat menarik dan membuka cakrawala baru dalam penelitian tumbuhan obat.

Obat dari tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan sekarang, misalnya flavanolignan dari Silybum marianum yang bersifat antihepatotoksik, kemudian kurkumin dari Curcuma longa dan Curcuma Xanthorrhiza sebagai antiflamasi. -Karoten untuk antioksidasi, dikombinasi dengan vitamin C. Buah Schisandra Chinensis mengandung senyawa yang membuat tubuh tahan terhadap berbagai stres. Prolipid yang mengandung ekstrak daun jati belanda, daun kemuning dan daun tempuyung untuk kegemukan dan menurunkan kolesterol.

Pokok Bahasan Matakuliah FarmakognosiFitokimia I


Pendahuluan Karbohidrat Glikosida Lipid

dan senyawa sekerabat

: minyak lemak, lemak dan malam Minyak atsiri Resin dan campuran resin : resin, oleoresin, oleo-gumresin dan balsam

PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN


SIMPLISIA

: Bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami perubahan apapun dan kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang dikeringkan.

SIMPLISIA NABATI : Adalah simplisia (seperti pada batasan diatas), yang dapat berupa diatas), tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman ataupun utuh, tanaman, gabungan antara ketiganya. ketiganya. EKSUDAT TANAMAN : Adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman,atau dengan cara tertentu sengaja dikeluarkan dari selnya, tanaman dapat berupa zatselnya, zatzat atau bahan-bahan nabati lainnya yang dengan cara tertentu bahandipisahkan/diisolasi dari tanamannya. tanamannya. SIMPLISIA HEWANI : Adalah simplisia (seperti pada batasan sebelumnya), yang dapat berupa sebelumnya), hewan utuh, atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum utuh, zatberupa bahan kimia murni. murni.

SIMPLISIA PELIKAN ATAU MINERAL : Adalah simplisia (seperti pada batasan sebelumnya), yang berupa sebelumnya), bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan

TATANAMA SIMPLISIA

Nama Tanaman Nama Bagian Tanaman Piperis albi Calami Chinae Fructus Rhizoma Cortex

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KUALITAS SIMPLISIA :

Bahan baku simplisia Proses pembuatan simplisia Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia

BAHAN BAKU SIMPLISIA


TUMBUHAN OBAT (SUMBER SIMPLISIA) TUMBUHAN LIAR TUMBUHAN BUDIDAYA

TUMBUHAN LIAR

UMUR TANAMAN ------------TIDAK DIKETAHUI BAGIAN YANG DIPANEN-----DAUN (Atas, Tengah, Bawah) SPECIES----------------------Usnea TEMPAT TUMBUH-------------CUACA, TANAH, DATARAN TANPA PENGOLAHAN BIBIT

PEMBUATAN SIMPLISIA

DASAR PEMBUATAN SIMPLISIA CARA PENGERINGAN a. Cepat-----------------------------------jamur, enzim b. Lambat---------------------------------kandungan kimia Proses Fermentasi a. Dikendalikan Proses Khusus a. Penyulingan b. Pembuatan pati, talk c. Pengentalan eksudat d. Pengeringan sari

PENGUMPULAN BAHAN VARIASI KADAR ZAT AKTIF SIMPLISIA


Bagian Umur

tanaman yang digunakan

tanaman Panen Tumbuh

Waktu

Tempat

PEMBUATAN SIMPLISIA

Tahap Pembuatan Simplisia


Pengumpulan Bahan Baku Sortasi Basah Pencucian Perajangan Pengeringan Sortasi Kering Pengepakan Penyimpanan

PENGUBAHAN BENTUK
PERAJANGAN PENGUPASAN PEMIPRILAN PEMECAHAN PERSERUTAN

GARIS BESAR PEDOMAN PANEN

BUAH

Saat menjelang masak, (merica, lada) atau setelah benar-benar masak,(adas) atau dengan melihat perubahan warna, tingkat kekerasan, kadar air, bentuk, dll.(asam, mentimun, jeruk, belimbing wuluh)

BUNGA

Saat menjelang penyerbukan, atau pada saat kuncup, atau saat bunga mekar.

DAUN / HERBA

Saat proses fotosintesis maksimal, yaitu saat mulai berbunga/buah menjadi masak.

PUCUK DAUN

Dipungut pucuk daun yang warnanya belum berubah seperti daun tua.

KULIT BATANG

Hanya dilakukan pada tanaman yang sudah cukup umur, saat panen paling baik adalah awal kemarau.

UMBI LAPIS

Akhir pertumbuhan

RIMPANG
Awal musim kemarau

AKAR/RADIX

Saat proses pertumbuhan berhenti

BIJI
Saat mulai mengeringnya buah, atau sebelum semuanya pecah

SORTASI BASAH

Tanah Kerikil Rumput Bahan tanaman lain Bahan yang rusak Bagian lain dari tanaman

PENCUCIAN

Air dari mata air------------------mikroba, pestisida Air dari sumur--------------------mikroba, limbah Air dari PAM---------------------kapur, klor

PENCUCIAN SAYURAN
Sekali----------------------Mikroba berkurang 25% Tigakali--------------------Mikroba berkurang 58%

BAKTERI PENCEMAR AIR


Pseudomonas Proteus Micrococcus Streptococcus Bacillus Enterobacter Escheriacia

PENGUPASAN KULIT LUAR DILAKUKAN TERHADAP :

Kulit batang, kayu, buah, biji, rimpang, bulbus.

FAKTOR-FAKTOR PENGERINGAN

Waktu Suhu Kelembaban Ketebalan Sirkulasi Udara Luas Permukaan

PENGERINGAN DENGAN DIJEMUR MATAHARI, KANTONG KEDAP UDARA----Untuk tanaman tingkat rendah

Lycopodium Jamur Lumut Agar

dan rerumputan laut Thallus

PENGERINGAN DENGAN CARA DIRAJANG/DIPOTONG PENDEK, KMD DIJEMUR MATAHARI/OVEN-----------Untuk akar

Atropa

belladonna Ipecacuanha Rauwolfia serpentina Gentiana lutea

PENGERINGAN DENGAN DIBELAH, BARU DIJEMUR, LANGSUNG DIJEMUR, ATAU DIPERAM DULU BARU DIJEMUR-----------------Untuk Buah

Ketumbar Citrus Tamarind

PENGERINGAN DENGAN DIANGINANGINKAN ATAU DIOVEN SUHU RENDAH----------Untuk Bunga

Eugenia caryophyllata

PENGERINGAN DENGAN LANGSUNG DIJEMUR/OVEN

Myristica fragans Capsicum annuum

PENGERINGAN DENGAN DIBELAH, DISERUT, DIPECAH, LANGSUNG DIJEMUR/OVEN----------------Untuk Cortex

Cinnamomum aromaticum Caesalpinia sappan

PENGERINGAN DENGAN DIRAJANG, KEMUDIAN DIJEMUR/OVEN--------Untuk empon-empon

Curcuma domestica Zingiber officinale Succus liquiritae

TIDAK PERLU DILAKUKAN PENGERINGAN


Ricinus communis Aloe vera Papaver somniferum

PENGERINGAN SIMPLISIA TERTENTU :


PELAN-------------------- Fermentasi CEPAT Langsung--------matahari, oven Tak langsung