Anda di halaman 1dari 5

Praktikum Optoelektronika (3)

Pemanfaatan Serat Optik Sebagai Sensor Mikropergeseran


A. TUJUAN Menentukan hubungan antara tegangan keluaran detektor optik dan mikropergeseran obyek. B. BAHAN DAN ALAT 1. Laser 2. Catu Daya 5. Mikrovolt Meter 6. Perangkat Pergeseran Cermin

3. Serat Optik Step Indeks Multiragam 7. Atenuator 4. Detektor Optik

C. DASAR TEORI Serat optik merupakan media pemandu gelombang cahaya yang terbuat dari bahan transparan. Serat optik tersusun atas inti (core) dan selubung (clading). Prinsip pemanduan cahaya oleh serat optik adalah prinsip pemantulan dalam total, sehingga indeks bias inti nilanya lebih besar dari indeks bias selubung. Berdasarkan indeks bias inti, serat optik dikategorikan menjadi 2 yaitu serat optik step index dan serat optik granded index. Berdasarkan ragam gelombang cahaya yang dipandu, serat optik dibedakan menjadi 2 yaitu ragam tunggal dan multi ragam. Pada awalnya serat optik difungsikan sebagai penyalur data atau sebagai media komunikasi dengan salah satu keuntungannya adalah kapasitasnya yang tinggi. Dalam perkembangan selanjutnya, serat optik juga digunakan sebagai sensor pengukuran dengan keunggulan orde pengukurannya adalah orde panjang gelombang cahaya yang digunakan. Contoh pemanfaatan serat optik sebagai sensor, sdiantaranya pengukuran simpangan permukaan, pengukuran kecepatan aliran (Laser Doupler Velocimeter), pengukuran tekanan, pengukuran konsentrasi larutan, pengukuran pergeseran dan lain-lain. Pada pengukuran pergeseran atau tekanan, prinsip kerjanya adalah rugi daya cahaya yang keluar dari serat optik, dipantulkan oleh cermin dan ditangkap lagi oleh serat optik yang lain seperti gambar berikut:

Dari gambar berikut dapat dipahami jika cermin bergeser, intensitas cahaya yang masuk ke serat optik 2 juga berubah. Jika serat optik 2 dihubungkan dengan detektor optik, maka perubahan intensitas cahaya (keluaran detektor berupa tegangan) dapat dibaca.

D. PROSEDUR PERCOBAAN: 1. Mengukur pergeseran obyek dengan serat optik Modulator digunakan untuk memodulasi sunmber cahaya laser. Frekuensi modulasi ditetapkan melalui sinyal generator dan frekuensi keluaran ini langsung dihubungkan dengan penguat lock-in sebagai frekuensi acuan. Sehingga hanya intensitas cahaya yang dimodulasi saja yang diproses oleh penguat lock-in, sedangkan sumber cahaya lain seperti cahaya noise dari luar sumber cahaya laser pointer tidak akan diproses oleh penguat lockin. Sinar dari laser dilewatkan ke dalam serat optik pemancar dan dipantulkan oleh cermin datar yang bertindak sebagai obyek yang akan diukur pergeserannya. Pengaturan pergeseran obyek dilakukan dengan menggeser obyek (cermin datar) yang menggunakan micrometer posisi dan reducer dengan setiap step pergeseran 50m. Sinar yang

dipantulkan oleh obyek ditangkap oleh serat optik penerima dan selanjutnya sinar ini dideteksi oleh detector optik dan penguat lock-in, kemudian tegangan keluarannya dibaca pada voltmeter digital. Frekuensi acuan yang digunakan untuk memodulasi sumber cahaya laser pointer sebesar 1,5 kHz, sehingga hanya sumber cahaya yang mempunyai frekuensi 1,5 kHz saja yang dikuatkan oleh penguat lock-in.

2. Menentukan hubungan antara perubahan tegangan keluaran detector optic terhadap pergeseran obyek Dari prosedur (1) akan diperoleh data hubungan antara pergeseran dengan tegangan keluaran detector seperti label berikut : No 1 2 Pergeseran(m) 5 10 V keluaran (mV)

Dari dat dalam tebel di atas, ujilah linieritas antara pergeseran terhadap tegangan keluaran detector. Bila tegangan keluaran detector merupakan fungsi linier terhadap pergeseran obyek, maka system sensor pergeseran yang telah disusun dapat digunakan sebagai piranti ukur pergeseran suatu obyek dengan orde mikrometer.

LAMPIRAN 1. Gambar grafik.

9 8 7 6 v keluaran detektor 5 4 3 2 1 0 -1 -2 0

V keluaran detektor terhadap pergeseran obyek

y = -0.0005x + 5.3031 R = 0.6632

V keluaran detektor

5000

10000

15000

pergeseran ( m )

5 4.5 4 3.5 3

Grafik kenaikan sensitivitas detektor terhadap jarak pantul cahaya


y = 0.0067x + 1.2578 R = 0.9972

v keluaran 2.5 detektor 2


1.5 1 0.5 0 0 200 400 600

V keluaran detektor Linear (V keluaran detektor)

pergeseran ( m )

Grafik penurunan sensitivitas detektor terhadap jarak pantul cahaya


1.2 1 0.8 V keluaran 0.6 detektor 0.4 0.2 0 7200 y = -0.0002x + 2.6352 R = 0.9953 V keluaran detektor Linear (V keluaran detektor)

7400

7600

7800

8000

8200

pergeseran ( m )