Anda di halaman 1dari 10

Soal: 1. Jelaskan konsep dan kegunaan Spread Spectrum 2. Apa yang dimaksud dengan DHSS,FHSS bagaimana proses kerjanya.

3. Jelaskan konsep TDM : PRMA,DAMA,MACA

Jawab :

Konsep dari Sistem Spread Spectrum

Gambar 1, Diagram Sistem Spread Spectrum Gambar diatas menyajikan gambaran tentang karakteristik kunci beberapa sistem spektum penyebaran. Input dimasukkan ke dalam suatau channel enkoder yang menghasilkan sebuah sinyal analog dengan bandwidth sempit relatif di seputar beberapa frekuensi pusat. Sinyal ini kemudian dimodulasikan menggunakan deretan digit-digit tidak beraturan yang disebut pseudorandom sequence. Efek dari modulasi ini adalah untuk meningkatkan secara signifikan bandwith (yang menyebarkan spektrum) sinyal yang ditransmisikan. Pada ujung penerima, deretan digit yang sama di gunakan untuk mendemodulasikan sinyal spektrum penyebaran. Terakhir sinyal dimasukkan ke dalam sebuah channel dekoder untuk melindungi data.

Lebih dari satu dekade terakhir, dunia telekomunikasi telah mengenal sebuah teknik baru, disebut Spread Spectrum. Teknik ini menciptakan suatu jaringan komunikasi yang aman, dimana saat ini sedang dikembangkan untuk tujuan komersial dan industri. Pada 10 tahun mendatang, diperkirakan sulit bagi manusia untuk tidak ikut terlibat di dalam komunikasi Spread Spectrum. Aplikasi untuk komersial diantaranya wireless LAN, integrated bar code scanner/ palmtop computer/radio modem devices yang digunakan untuk warehousing, digital dispatch, cellular telephone

communications, information society networks untuk passing fax, data computer, email, atau data multimedia. Spread Spectrum ialah teknik telekomunikasi, dimana signal ditransmisikan pada bandwidth dapat dianggap melebihi frekuensi dari informasi sebenarnya. Spread Spectrum menggunakan wide band dan noise like (pseudo-noise) signals. Karena signal Spread Spectrum bersifat noise like, mereka sulit terdetaksi. Spread Spectrum juga sulit diintercept atau didemodulate sehingga menjadi lebih aman. Transmisi Spread Spectrum sulit dijam dibandingkan dengan narrow band signals. Karena itu, teknik telekomunikasi ini digunakan oleh militer. Signal Spread Spectrum menggunakan fast codes yang menjalankan information bandwidth atau data rate beberapa kali. Kode spesial ini disebut pseudo random atau pseudo noise codes, karena kode ini muncul berupa random noise, tapi hal ini tidak ada hubungannya dengan random. Transmitter Spread Spectrum menggunakan tingkat kekuatan transmisi yang hampir sama dengan transmitter Narrow band, tapi karena signal Spread Spectrum terlalu lebar, mereka hanya bisa ditransmisikan pada spectral power density yang lebih rendah jika dibandingkan dengan transmitter narrow band. Berhubung signal Spread Spectrum ditransmisikan dengan kekuatan rendah, tapi bandwidth besar, signal Spread Spectrum dan narrow band bisa berada pada band yang sama dengan gangguan yang kecil, bahkan tidak ada.

Untuk menentukan signal Spread Spectrum, ada 2 kriteria penting yang harus dipenuhi:

Bandwidth dari signal yang ditransmisikan harus lebih besar daripada information bandwidth.

Beberapa

fungsi

selain

mentransmisikan

information

ialah

mendeterminasikan the resultant dari transmitted bandwidth.

1.2 Keuntungan dari Spread Spectrum Keuntungan dari Spread Spectrum ialah:

Sulit dideteksi. Signal Spread Spectrum lebih lebar daripada transmisi narrow band pada umumnya. Berhubung communication band telah tersebar, signal itu dapat ditransmisikan pada lower power tanpa gangguan dari background noise. Hal ini disebabkan, karena waktu proses despreading berjalan, noise pada satu frekuensi ditolak, untuk meninggalkan signal yang diinginkan. Berhubung signal itu dipancarkan pada kekuatan yang rendah, signal akan tampak bercampur dengan noise, jadi akan sulit untuk dideteksi.

Lebih sulit dijam daripada narrow bands. Dasar dari spreading technique ialah kode yang digunakan untuk menyebarkan signal. Tanpa mengetahui kodenya, maka tidak mungkin untuk mendecipher menguraikan transmisi. Juga, karena kodenya sangat panjang, maka tidak mungkin untuk memecahkan kode yang digunakan, maka interception merupakan hal yang sulit untuk dilakukan.

Multiple users dapat menggunakan band yang sama. Kegunaan dari binary sequences yang berbeda ialah membiarkan beberapa Spread Spectrum systems untuk mengoperasikan secara independen masing-masing signal dalam band yang sama. Bentuk pembagian ini disebut Code Division Multiple Access (CDMA).

Digunakan untuk ranging dan radar. Spread Spectrum dapat digunakan untuk membangun ranging and radar systems yang lebih tepat. Spread carrier, bermodulasi dengan pseudo noise sequence, membuat penerima untuk mengukur dengan tepat tim dari signal yang dikirim. Spread Spectrum dapat digunakan untuk mengetim jarak suatu objek, contohnya ialah radar. Kedua aplikasi sudah secara umum digunakan pada aerspace field selam bertahun-tahun.

Frequency-hopping spread spectrum (FHSS)


Frequency-hopping spread spectrum (FHSS) merupakan salah satu tipe spread-spectrum dalam mentransmisikan signal dengan secara cepat memindah carrier diantara banyak frekuensi channels, menggunakan sequence yang dikenali oleh baik transmitter maupun receiver. Konsep dari frequency hopping ditemukan pada 1942 selama Perang Dunia II oleh aktris Hedy Lamarr dan komposer George Antheil, yanag menerima nomer paten 2,292,387 untuk "Secret Communications System". Versi awal dari frequency hopping menggunakan piano-roll untuk mengganti diantara 88 frekuensi, dan ditujukan untuk untuk membuat radio-guided torpedo sulit dilacak maupun dijam oleh musuh. Frequency hopping sering digunakan untuk meminimalkan effectiveness dari "electronic warfare". pada system frequency Hopping, sebuah transmitter "hops" diantara frekuensi yang ada menurut algorithm tertentu, yang didapat secara random maupun telah ditentukan. Transmitter bekerja pada sinkronisasi dengan receiver, dimana memiliki center frequency yang sama dengan transmitter. Sekelompok data ditransmisikan pada narrow band. kemudian, transmitter mengetune ke frekuensi lain dan mentransmisikannya lagi. Receiver mampu untuk menghop frekuensi dari bandwidth beberapa kali dalam sedetik. Frequency hopping membutuhkan bandwidth yang lebih lebar daripada yang dibutuhkan untuk mentransmit informasi yang sama menggunakan one carrier frequency. Federal Communications Commission (Fcc) pada mulanya mengatur frequency hopping spread spectrum systems bekerja pada frekuensi 2.4 GHz. Peraturan itu kemudian diubah agar dapat menggunakan bandwidth yang lebih lebar, hal ini memungkinkan perangkat Internet beroperasi pada kecepatan tinggi dan membantu perkembangan wireless LAN dan wireless cable modems.

Cara Kerja (FHSS) Frequency Hopping Spread Spectrum


Sebuah pseudo noise sequence pnt dibuat pada modulator, yang digunakan sebagai konjungsi dengan sebuah modulasi FSK M-ary untuk menggeser frekuensi pembawa dari PSK secara psudorandom pada hopping rate Rh. Sinyal yang ditransmisikan melingkupi beberapa frekuensi dalam satu waktu, masing-masing untuk satu periode Th (=1/Rh), disebut sebagai dwell time. FHSS membagi bandwith yang ada ke dalam N kanal dan hop diantara kanal-kanal tersebut menurut PN sequence. Transmitter dan receiver mengikuti pola frekuensi hop yang sama.

Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)


Direct sequence spread spectrum merupakan jenis spread spectrum yang paling luas dikenal dan paling banyak digunakan, karena sistem ini dikenal paling mudah implementasinya dan memiliki data rate yang tinggi. Sebagian besar peralatan atau piranti LAN nirkabel yang ada di pasaran sekarang ini menggunakan teknologi DSSS. DSSS merupakan suatu metode untuk mengirimkan data dimana sistem pengirim dan penerima keduanya berada pada set frekuensi yang lebarnya adalah 22 MHz. Saluran yang lebar ini memungkinkan piranti untuk memancarkan lebih banyak informasi pada data rate yang lebih tinggi dibanding FHSS system yang ada sekarang.

Cara Kerja (DSSS) Direct Sequence Spread Spectrum


DSSS menggabungkan sinyal data pada stasiun pengirim dengan suatu data rate bit sequence yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai chipping code atau processing gain. Processing gain yang tinggi meningkatkan tahanan sinyal terhadap interferensi. Linear processing gain minimum yang diijinkan oleh FCC adalah 10, dan sebagian besar produk yang ada di pasaran bekerja di bawah 20. Kelompok kerja 802.11 IEEE telah menetapkan persyaratan processing gain minimum sebesar 11. Proses direct sequence dimulai dengan suatu carrier yang dimodulasi dengan suatu code sequence. Jumlah chips dalam code tersebut akan menentukan seberapa besar penyebaran (spreading) terjadi, dan jumlah chip per bit dan laju code (dalam chip per detik) akan menentukan data rate.

Berbeda dengan frequency hopping system yangmenggunakan hop sequences untuk mendefinisikan saluran, directsequence system menggunakan suatu definisi saluran yang lebih konvensional. Tiap saluran merupakan suatu band frequensi yang bersebelahan yang lebarnya 22 MHz, dan frekuensi pembawa 1 MHz digunakan dengan FHSS. Saluran 1, misalnya, bekerja dari frekuensi 2,401 GHz sampai 2,432 GHz (2,412 GHz 11 MHz); saluran 2 bekerja dari 2,406 sampai 2,429 GHz (2.417 11 MHz), dan seterusnya. Gambar 4 mengilustrasikan penjelasan ini.

Alokasi saluran DSSS dan hubungan spektralnya.

TDM (Time Division Multiplexing)

TDM membagi bandwidth dari satu link ke saluran terpisah atau slot waktu. TDM mentransmisikan dua atau lebih saluran atas link yang sama dengan mengalokasikan interval waktu yang berbeda (slot waktu) untuk transmisi setiap saluran. Akibatnya, saluran bergiliran menggunakan link. TDM adalah konsep lapisan fisik. Memiliki tanpa memperhatikan sifat dari informasi yang sedang multiplexed ke saluran output.TDM dapat dijelaskan dengan analogi untuk lalu lintas jalan raya. Untuk mengangkut lalu lintas dari empat jalan ke kota lain, anda dapat mengirim semua lalu lintas pada satu jalur jika jalan makan sama-sama dilayani dan lalu lintas yang akan disinkronkan. Jadi, jika masing-masing empat jalan menempatkan mobil ke jalan raya utama setiap empat detik, jalan raya mendapatkan mobil di tingkat satu setiap detik. Selama kecepatan semua mobil yang akan disinkronkan, ada tabrakan tidak. Di tempat tujuan, sebaliknya terjadi dan mobil-mobil diambil dari jalan raya dan diumpankan ke jalan lokal oleh mekanisme sinkron sama.

DAMA (Demand Assigned Multiple Access)


Demand Assigned Multiple Access adalah jaringan transmisi VSAT single hop yang memungkinkan koneksi langsung antara banyak pengguna (remote terminal) yang saling berbagi pakai alokasi slot transponder satelit. DAMA mendukung topologi full mesh, point to point atau point to multipoint. Setiap client dapat terkoneksi langsung ke client lainnya dalam jaringan yang sama. Menghasilkan solusi ekonomis untuk sharing bandwidth secara fleksibel untuk aplikasi voice, fax, video dan data. DAMA mengoptimalisasi penggunaan kapasitas bandwith satelit dengan melakukan alokasi kapasitas kepada setiap remote terminal berdasarkan permintaan. Sehingga sistem ini dapat memberikan kepastian alokasi bandwith yang lebih efisien dibandingkan metode SCPC, karena alokasi tersebut tidak berlangsung secara kontinue, melainkan berdasarkan satu kebutuhan pada satu saat. Sistem ini juga lebih

efisien dibandingkan metode TDM/TDMA yang membagi alokasi bandwith berdasarkan time slot. Cara Kerja Pada sistem DAMA, jaringan mengalokasikan bandwidth untuk komunikasi kepada setiap pelanggan berdasarkan sejumlah kanal frekuensi (pool of frequency channels ) yang di alokasikan berdasarkan permintaan. Pengguna pada remote terminal meminta layanan (misalnya : angkat telepon untuk memanggil), permintaan dilayani Network Control System (NCS) melalui kanal signal DAMA yang tersedia. Fungsi NCS adalah sebagai switchboard di langit. NCS menentukan apakah panggilan tersebut valid dan kemudian menyediakan channel (termasuk bandwidth) antara remote terminal asal dan tujuannya. Sirkuit hanya aktif selama dibutuhkan, kemudian dilepas untuk memberi alokasi bandwidth client lain. Saat panggilan selesai, NCS mendapat pemberitahuan dari remote terminal dan bandwith yang tadi terpakai dikembalikan ke frequency pool. Dengan DAMA transponder dapat digunakan hingga ratusan pengguna. Setiap remote terminal dapat dikonfigurasi sebagai Network Control System dengan menambahkan hardware dan Network Management System (NMS) software. Hardware, bersama dengan NMS software, melayani satu focal point untuk level kontrol sustem jaringan komunikasi satelit tersebut. NCS dapat ditempatkan dimana saja dalam footprint (coverage area) satelit.

Packet Reservation Multiple Access (PRMA)


PRMA menggunakan discrete packet time seperti reservation Aloha dan menggabungkan dengan struktur frame TDMA yang membolehkan setiap slot membawa voice atau paket, dengan voice memiliki prioritas. Terminal suara menduduki kanal dan segera mentransmisikan paketnya.

Multiple Access collision avoidance (MACA)


MACA ( Multiple Access with Collision Avoidance ) menggunakan paket pensinyalan pendek untuk menghindari tabrakan. RTS (request to send): pengirim meminta jalan dengan mengirim RTS pendek sebelum data dikirim. CTS (clear to send): penerima memberi jalan setelah penerima siap menerima. Paket pensinyalan mengandung: Alamat pengirim Alamat penerima Ukuran paket

Contoh MACA MACA dapat mengatasi permasalahan terminal tersembunyi. A dan C ingin mengirim ke B A mengirim RTS terlebih dahuulu C mulai mengirim jika B telah mengirim CTS

MACA menangani masalah terminal tak-tersembunyi. B ingin mengirim ke A, C ke terminal lain C tidak perlu menunggu media kosong karena CTS dari A tidak terdeteksi.