Anda di halaman 1dari 8

A. Serebrum Nama bagian Otak Lobus Frontal 1. Lobus terbesar, terletak pada fossa anterior 2. Gerakan volunter 3.

Presental gyrus merupakan area motor kontralateral dari wajah, lengan, tungkai, batang. 4. Pusat bicara utama hanya terdapat pada hemisfer kiri otak. 5. Suplementari motor area untuk gerakan kontralateral kepala dan lirikan mata. 6. Area prefrontal merupakan area untuk Gangguan fungsi motorik Gangguan afek dan proses berpikir Gangguan Penilaian Gangguan kebersihan diri penampilan 1. Defisit Perawatan Anatomi Fisiologi Gangguan Masalah Keperawatan

Diri: makan, mandi, berpakaian, toileting

dan 2. Inkontinensia urine 3. Inkontinensia alvi 4. Komunikasi, Hambatan Verbal

kepribadian dan inisiatif. 7. Lobulus parasental merupakan pusat kontrol inhibisi untuk miksi dan defekasi. Lobus Parietal 1. Terletak di puncak kepala di bawah tulang parietal Afasia, agrafia, akalkulia, agnosia Gangguan sensori (bilateral) 1. Persepsi/Sensori (auditory,

2. Gyrus

postcentral

merupakan

kortek

Disorientasi Apraksia Distorsi konsep ruang

Kinestetis, Taktil, ), gangguan 2. Komunikasi, Hambatan Verbal 3. Defisit Perawatan

sensoris yang menerima jaras afferent dari posisi, raba dan gerakan pasif. 3. Gyrus angularis dan supramarginal:

hemisfer dominan merupakan bagian area bawah Wernics, dimana masukan auditori dan visual diintegrasikan. untuk Lobus non "body

Diri: makan, mandi, berpakaian, toileting 4. Cedera, resiko 5. Mobilitas Fisik, Hambatan

dominan

penting

konsep

image", dan sadar akan lingkungan luar. 4. Kemampuan menghasilkan untuk visual kontruksi atau bentuk,

keterampilan

proprioseptik. Lobus dominan berperan pada kemampuan menghitung atau kalkulasi. Lobus temporal 1. kortek auditori terletak pada permukaan gyrus temporal superior ( = gyrus Heschl). Hemisfer dominan penting untuk pendengaran bahasa, sedang hemisfer non - dominan untuk mendengar nada, ritme dan musik. 2. gyrus temporalis media & inferior berperan dalam fungsi belajar & memori. Gangguan sensasi auditory dan persepsi Gangguan selective attention input auditory dan visual menyebabkan ketidakmampuan seseorang dalam mengenali dan me-recall wajah maupun gambar-gambar. Kelainan persepsi visual menyebabkan 1. Persepsi/sensori (pendengaran, Penciuman, penglihatan), gangguan 2. Defisit Perawatan Diri: makan,

3. lobus limbic : terletak pada bagian inferior medial lobus temporal, termasuk hipokampus & gyrus parahipokampus. Sensasi olfaktoris melalui jaras ini, juga
-

ketidakmampuan untuk fokus Kerusakan pengorganisasian dan pengkategorisasian materi verbal Gangguan pemahaman bahasa Kerusakan memori jangka panjang Perubahan afektif
-

mandi, berpakaian, toileting 3. Komunikasi, Hambatan Verbal 4. Cedera, Resiko

emosi / sifat efektif. Serabut olfaktori berakhir di uncus. 4. jaras visual melalui bagian dalarn lobus temporal sekitar cornu posterior ventrikel lateral. Lobus Oksipital 1. Terletak pada lobus posterior hemisfer serebri 2. Pusat pengelihatan : dan area asosiasi dan -

kepribadian

dan

perilaku 5. Memori, Kerusakan

Gangguan Penciuman

Buta kortikal : Karena lesi kortikal yang luas, reflek pupil normal &persepsi cahaya (- ).

1. Defisit Perawatan Diri: makan, mandi, berpakaian, toileting

pengelihatan

menginterpretasi

Kelainan interpretasi visual. Pasien tidak 2. Persepsi/Sensori sadar buta dan menyangkal. Balint sindrom : tidak bisa melirikkan mata volunteer disertai visual agnosia, karena lesi parieto-occipital bilateral. (Penglihatan) Gangguan 3. Mobilitas Fisik, Hambatan

memproses rangsang penglihatan dari nervus optikus dan mengasosiasikan rangsang ini dengan informasi saraf lain dan memori 3. Merupakan lobus terkecil -

Halusinasi visual

B. Diensefalon Thalamus dan Hipotalamus 1. Thalamus Thalamus adalah massa substansi grisea yang besar dan berbentuk oval yang membentuk bagian utama diencephalon. Thalamus merupakan daerah yang penting dan berperan sebagai pusat seluruh system sensorik utama, kecuali jaras olfactorius. Stasiun pemancar untuk semua masukan sinaps Kesadaran kasar terhadap sensasi Beberapa tingkat kesadaran Berperan dalam kontrol motorik 1. Menyebabkan gejala TIK akibat oklusi 1. Kelebihan dari foramen Monroe 2. Gangguan fungsi hipotalamus menyebabkan gejala: gangguan perkembangan seksual pada anakanak, amenorrhoe, dwarfism, gangguan cairan dan elektrolit Cairan 2. Kekurangan Cairan 3. Nyeri 4. Mobilitas Hambatan 5. Hipotermia 6. Hipertermia Fisik, volume Volume

2. Hipotalamus adalah bagian diencephalon yang terbentang dari daerah chiasma opticum ke tepi kaudal corpus mammillare. Struktur ini terletak di bawah sulcus hypothalamicus pada dinding lateral ventriculus tertius. Jadi hipotalamus secara anatomi merupakan area kecil otak yang terletak sangat dekat dengan system limbic, thalamus, traktus traktus asendens dan

desendens serta hipofisis. 3. Hipotalamus mengendalikan dan mengintegrasikan fungsi sistem saraf otonom dan system endokrin serta berperan penting dalam mempertahankan homeostatis tubuh. Hipotalamus terlibat dalam pengaturan suhu tubuh, cairan tubuh, rasa lapar dan haus, perilaku seksual, serta emosi.

B. Batang Otak Mesensefalon 1. Penghubung pons dan medula serebelum dengan hemisfer serebrum 2. Mesensefalon, atap dari mesensefalon terdiri dari empat bagian yang menonjol ke atas. Dua di sebelah atas disebut korpus kuadrigeminus superior dan dua di sebelah bawah disebut korpus kuadrigeminus inferior. Serat saraf okulomotorius berjalan ke ventral dibagian medial. Serat nervus troklearis berjalan kea rah dorsal menyilang garis tengah ke sisi lain. 3. Membantu pergerakan mata dan mengangkat kelopak 4. Memutar mata dan pusat pergerakan mata Pons 1. Terletak di depan dan serebellum medulla. antara

mesensefalon

Merupakan

jembatan antara 2 bagian serebelum, juga antara medulla dan serebelum 2. Terletak di depan serebelum diantara otak

tengah dan medula oblongata. 3. Penghubung antara kedua bagian serebelum dan juga antara medulla oblongata dengan serebelum atau otak besar 4. Pusat saraf nervus trigeminus Medula Oblongata 1. Medula oblongata merupakan bagian dari batang otak yang paling bawah yang menghubungkan pons varoli dengan medulla spinalis. Bagian bawah medulla oblongata merupakan

persambungan medulla spinalis ke atas, bagian atas medulla oblongata yang meleebar disebut sentralis di daerah tengah bagian ventral medulla oblongata. 2. Mengontrol kerja jantung 3. Mengecilkan pembuluh darah (vasokontriktor) 4. Pusat pernafasan 5. Mengontrol kegiatan refleksi C. Serebelum Serebelum 1. Arkhioserebelum (vestibuloserebelum), serabut Secara aferen berasal dari telinga dalam keseluruhan adalah gangguan pada

yang serebelum

gangguan

diteruskan oleh nervus VIII (auditorius) untuk keseimbangan. keseimbangan dan ransangan pendengaran ke otak 2. Paleaserebelum (spinoserebelum. Sebagai pusat penerima impuls dari reseptor sensasi umum medulla spinalis dan nervus vagus 1. Ataksia 2. Dismetria 3. Disdiadokokinisia 4. Fenomena Rebound 5. Disatria

(N.trigeminus) kelopak mata, rahang atas, dan bawah serta otot pengunyah 3. Neoserebelum (pontoserebelum). Korteks

serebelum menerima informasi tentang gerakan yang sedang dan yang akan dikerjakan dan mengatur gerakan sisi badan