Anda di halaman 1dari 8

BAKU MUTU AIR LIMBAH

Pembuangan air limbah baik yang bersumber dari kegiatan domestik (rumah tangga) maupun industri ke badan air dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila kualitas air limbah tidak memenuhi baku mutu limbah sehingga menyebabkan terjadinanya penurunan mutu atau kualitas pada badan air. Baku mutu air adalah batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponenen lain yang ada atau harus ada (baik unsur pencemar yang diizinkan ada) dalam air pada sumber air tertentu sesuai dengan peruntukannya. Persyaratan mutu air bagi badan air, seperti sungai, danau air tanah, yang disusun dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber air tersebut, kemampuan mengencerkan dan membersihkan diri terhadap beban pencemaran dan faktor ekonomis. Sedangkan baku mutu air limbah adalah batas kadar jumlah unsur pencemar yang diizinkan ada dalam limbah cair untuk di buang dari suatu jenis kegitan tertentu. Persayaratan mutu air limbah yang dapat dialirkan ke badan air, sawah, tanah dan tempat-tempat yang lain dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber air yang selanjutnya dan faktor ekonomi pengelolaan buangan. Setiap kegiatan tertentu memiliki batas batas yang berbeda untuk standar atau

parameter air limbah yang dapat dibuang ke badan air. Berikut lampiran parameter baku mutu air limbah pada beberapa kegiatan :

Tabel 1. Batasan Air Limbah (Kepmen LH No. KEP-51/MENLH/10/1995) Parameter air limbah tersebut dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu parameter organik, karakteristik fisik, dan kontaminan spesifik. Parameter orgnik merupakan ukuran jumlah zat organik yang terdapat dalam limbah. Parameter ini terdiri dari Total Organic Carbon (TOC), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical oxygen Demand (BOD), minyak dan lemak serta Total Petrolum Hydrocarbon (TPH). Karateristik fisik dalam air limbah terlihat dari

paramaeter Total Suspended Solid (TSS), pH, temperatur, warna, bau. Sedangkan kotaminan spesifik dalam air limbah dapat berupa senyawa organik atau anorganik. Tujuan utama pengoalahan air limbah adalah untuk mengurangi kandungan pencemar di dalam air terutama senyawa organik, padatan tersuspensi, mikroba patogen dan senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dilingkungannya. Pengiolahan air limbah dapat dibagi menjadi 5 tahap : 1. Pengolahan Awal (Pretratment): Tahap pengolahan yang melibatkan proses fisik yang bertujuan menghilangkan padatan tersuspesi dan minyak dalam aliran air limbah. 2. Pengolahan Tahapa Pertama (Primary Traetment) : Pada tahap ini masih memiliki tujuan yang sama dengan pengolahan awal. Letak perbedaannya hanya pada proses yang berlangung. 3. Pengoalaha Tahap Kedua (Secondary Treatment) : Pengoalahan tahap kedua

dirancang untuk menghilangkan zat-zat terlarut dalam air limbah yang tidak dapat dihilangkan dengan proses fisik biasa. 4. Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment) 5. Pengolahan Lumpur Perlu diingat bahwa limbah tetaplah limbah. Solusi terbaik dari pengolahn limbah adalah menghilangkan limbha itu sendiri. Produksi bersih yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi, dan menghilangkan terbentuknya limbah langsung pada sumbernya di seluruh bagian-bagian proses dapat dicapai dengan penerapan kebikjasanaan pencegahan, penguasaan teknologi bersih serta perubahan mendasar dan sikap perilaku manajemen. Peraturan yang mengatur air limbah adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun. Berikut adalah kutipan beberapa pasalnya : Pasal 1 14. Air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair

15. Baku mutu air limbah adalah ukuran batas atau kadar unsur pencemar dan atau jumlah unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air limbah yang akan di buang atau dilepas dalam sumber air dari suatu usaha atau kegiatan Pasal 21 (1) Baku mutu air limbah nasional ditetapkan deangan keputusan Menteri dengan memperhatikan saran masukan dari instasi terkait (2) Baku mutu air limbah daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Propinsi dengan ketentuan sama atau lebih ketat dari bku mutu air limbah nasional sebagaiman diamksud dalam ayat (1)

Gambar-Gambar Screening Unit

Gambar 1. Sentifugal Screening

Gambar 2. Inclined Screening

Gambar 3. Rotary Drum Screening

Gambar 4. Traveling Screening