Anda di halaman 1dari 11

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEORI DASAR ELEKTRONIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS MELALUI SUMBER DARI INTERNET

(Suatu Penelitian Tindakan Kelas Di SMK N 39 Jakarta Pusat Kelas X AV 2) Yannes Wando Alumni Angkatan 2010 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika

Bambang DharmaPutra Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika

Pitoyo Yuliatmojo Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika

Chandra Andriawan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer. No.Reg. 5235116402
This research aims to determine whether the method of the task via the source of the Internet can enhance the results of learning the basic theory of electronics students. This researchwas conducted at SMK 39 Jakarta Centers the freshman, video and audio techniques, 2009/2010 academic year in the first semester. Used this kind of research is action research class. Sample as many as 35 students. Results the average pre test on the first cycle shows the value of 5.05 while for the results of post test value of 7.68.Then for the average pre test on the second cycle shows the value of 5.25 and post test score on this cycle of 8.45. The average value for the pre test and post test on the third cycle of 5.77 and 8.51. The resultsof the analysis stated that this action research conducted in three cycles using assignment methods through a source from the internet in class student learning out comes in the class significantly.

Kata Kunci : Hakikat Pendidikan, Teori Dasar Elektronika, Metode Pemberian Tugas Melalui Internet

Hakikat Pendidikan Pendidikan merupakan hal penting bagi setiap manusia. Dengan pendidikan kita dapat mempelajari dan memahami ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Begitu penting pendidikan sehingga orang dapat merancang masa depan dan mencapai apa yang diinginkannya. Dengan pendidikan

yang dimiliki seseorang berkemampuan untuk menunjukkan sikap positif dalam menjalani kehidupannya. Pendidikan sangat berperan dalam

mencetak tenaga-tenga kerja produktif dan berkemampuan dalam menjawab

kebutuhan kerja. Hal inilah yang kemudian menjadi pemikiran setiap orang sebagi pelajar (siswa). Demi cita-cita ingin 1

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

memasuki dunia kerja, mereka berlombalomba untuk mencari lembaga pendidikan itu yang sesuai dengan minatnya dan tentunya berkaitan dengan persiapannya dalam menjawab kebutuhan akan dunia kerja. Salah satu lembaga pendidikan yang mampu dalam mempersiapkan calon-calon tenaga kerja yang banyak dibutuhkan dunia kerja adalah lembaga pendidikan formal seperti sekolah menengah kejuruan. SMKN 39 Jakarta Pusat yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Indonesia adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang banyak mencetak tenaga kerja dan telah menerapkan serta melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

adalah metode dan sumber belajar yang dapat merangsang keaktifan siswa dalam belajar, menurut Sudirman N (1997:4). Metode yang diterapkan guru harus

berkembang salah satunya adalah metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas adalah cara penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas lebih merangsang siswa untuk belajar lebih banyak, baik pada waktu di kelas maupun di luar kelas. Dalam memberikan tugas permasalah yang perlu dibahas dapat dipahami siswa agar

pemberian tugas tidak dirasakan siswa sebagai tekanan atau beban berat, guru hendaknya memberikan bimbingan dan dorongan kepada siswa yang mengalami kesulitan atau salah arah dalam

Secara khusus pemerintah telah merancang struktur kurikulum tersebut menjadi tiga komponen yang bersifat: Normatif,

mengerjakan tugas. Metode pemberian tugas bertujuan untuk memperoleh dan memperluas pengetahuan, meningkatkan hasil belajar, memupuk inisiatif dan juga

Adaptif, dan Produktif. Realita yang ada ditingkat sekolah

melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Banyak sumber yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, salah satu

menengah kejuruan memperlihatkan dalam proses pembelajaran yang kurang optimal baik di dalam memanfaatkan maupun memberdayakan karena dalam sumber proses pembelajaran, pembelajaran

sumber belajar melalui internet. Melalui internet sumber pembelajaran menjadi lebih terbuka, setiap orang bisa mengakses berbagai situs kajian ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengembang. Selama ini internet digunakan oleh siswa hanya untukn bersenang-senang seperti chatting,

cenderung masih berpusat pada guru (teacher centered) dan berpusat pada buku teks (textbook centered). Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa

Pevote, Vol.5, No.8, April 2010 : 1-11

games, dan membuka situs komersil lainnya. Siswa tidak menyadari bahwa melalui internet ini bisa didapatkan berhubungan

pertimbangan dan sebagai salah satu alternatif dalam proses pembelajaran di kelas guna meningkatkan hasil belajar siswanya, mengingat internet bukan hal yang baru lagi dalam kehidupan siswa sekolah. 2. Mahasiswa lain yang ingin meneliti suatu penelitian tindakan kelas

informasi-informasi

yang

dengan materi pembelajaran di kelas. Hal ini dikarenakan guru tidak menugaskan siswa untuk mencari sumber informasi melalui internet.

diharapkan penelitian ini dapat menjadi Teori Dasar Elektronika Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar teori dasar elektronika siswa dengan metode pemberian tugas melalu sumber belajar dari internet. Adapun tindakan yang peneliti lakukan adalah membentuk kelompok belajar sehingga terdapat tujuh kelompok. Masing-masing kelompok bahan masukkan dan refrensi untuk penelitian sejenis. Individu mempunyai potensi untuk belajar sehingga ia dapat berkembang

memperkaya didi dalam hal pengetahuan, budaya dan bidang lainnya. Dengan belajar dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru Dalam sebagai proses

pengalaman

individu.

belajar seseorang melakukan aktivitas yang merupakan aktivitas mental,

ditugaskan mencari situs teori dasar elektronika di Internet yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan dibahas. Setelah informasi tersebut diperoleh, kelompok

perubahan pada umumnya konsisten. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh W.S Winkel Pengajaran dalam bukunya bahwa Psikologi belajar

masing-masing

(1991)

mempresentasikan hasil tugasnya di depan kelas. Maksudnya agar siswa turut aktif dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan diadaka suatu penelitian tindakan kelas. Dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Para guru audio video diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan

merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang

menghasilkan

perubahan-perubahan

konsisten dan menetap dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap, menurut W.S Winkel (1991:8). Pendapat hampir sama dikemukakan oleh

Witherington bahwa belajar merupakan

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

perubahan

dalam

kepribadian, sebagai

yang

3. Matematik Rumusnya

Teknik

Dasar

dan

dimanifestasikan respons yang

pola-pola berbentuk kebiasaan,

baru

yang

4. Rangkaian Elektronika Dasar 5. Elektronika Optik Kompetensi dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Membaca dan

keterampilan,

sikap,

pengetahuan dan kecakapan, menurut N.S Sukmadinata (2007:8). Sedangkan

menurut Gagne, belajar merupakan proses yang memungkinkan tingkah lakunya manusia secara

Mengidentifikasi Komponen Elektronika. Sementara diharapkan: 1. Siswa mampu membaca dan kompetensi dasar yang

memodifikasi

permanen, menurut Hariyono (1995:8). Hasil dari proses belajar adalah terjadinya tingkah laku kearah yang lebih baik. Perubahan tersebut sifatnya menetap untuk jangka waktu yang panjang. Hasil belajar mencakup berbagai aspek yaitu berupa kecakapan, sikap, kebiasaan ataupun

mengidentifikasi komponen resistor. 2. Siswa mampu membaca dan

mengidentifikasi komponen kapasitor. 3. Siswa mampu membaca dan

mengidentifikasi komponen inductor. Adapun KKM yang ditetapkan pada kompetensi menidentifikasi sebesar 78,09. dasar membaca dan

pengertian, seperti yang dinyatakan oleh Nasution (1994) dalam bukunya bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja mengenai pengetahuan tetapi juga untuk membentuk kecakapan,

komponen

elektronika

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah meningkatkan hasil belajar teori dasar eleltronikan siswa di SMKN 39 Jakarta Pusat dengan metode pemberian tugas melalui sumber dari internet.

penghargaan dalam diri pribadi yang belajar, menurut S Nasution (1994:10). Hasil dari proses pembelajaran dari teori dasar elektronika adalah apabila hasil belajar siswa telah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan sekolah. Dalam standar

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini bertempat di SMKN 39 Jl. Cempaka Putih Tengah VI No.2 Jakarta Pusat 10510 dengan mengambil waktu penelitian selama kurang lebih tiga bulan pada bulan Juni Agustus 2009 semester ganjil tahun ajaran 2009/2010.

kompetensi teori dasar elektronika terdapat lima kompetensi dasar, yaitu : 1. Teori Listrik 2. Membaca dan Mengidentifikasikan

Komponen Elektronika

Pevote, Vol.5, No.8, April 2010 : 1-11

Subjek Penelitian
Perencanaan

Dalam penelitian ini diambil subjek siswa kelas X AV 2 (Audio Video) sebanyak 35 orang (32 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan) di SMKN 39 Jl. Cempaka
Pengamatan Refleksi SIKLUS 1 Tindakan

Putih Tengah VI No. 2 Jakarta Pusat 10510.


Perencanaan

Siklus Penelitian Penelitian ini menggunakan metode


Refleksi SIKLUS II Tindakan

Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu


Pengamatan

pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Menurut Lewin, konsep pokok penelitian tindakan kelas terdiri dari empat komponen yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3)

?
Tindakan (Acting) Tindakan merupakan implementasi atau penerapan isi perencanaan. Dalam hal pelaksanaan harus ingat dan berusaha menaati apa yang sudah dirumuskan dalam perencanaan, tetapi harus pula berperilaku wajar dan tidak dibuat-buat.

pengamatan, (4) refleksi, menurut Kusuma dan Dwitagama (1995:53).

Perencanaan (Planning) Dalam tahap menyusun perencanaan ini peneliti menentukan titik atau focus peristiwa yang perlu mendapatkan Pengamatan (Observising) Kegiatan pengamatan dilakukan oleh

pengamatan itu sendiri, ketika pengamat sedang melakukan tindakan tentu tidak sempat menganalisis peristiwanya yang sedang berlangsung. Oleh karena itu kepada pelaksana yang berstatus sebagai pengamat agar melakukan pengamatan balik atau mencatat sedikit demi sedikit terhadap apa yang terjadi ketika tindakan

perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrument pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung. Perancanaan yang matang perlu dilakukan setelah kita mengetahui masalah dalam pembelajaran.

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

berlangsung agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya. Dalam penelitian ini peneliti dibantu dengan guru mata diklat teori dasar elektronika sebagai pengamat.

Perencanaan Perencanaan pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 03 Agustus 2009 dan 05 Agustus 2009 telah didiskusikan terlebih dahulu guru pamong sebagai kolaborator dan berpegang kepada program kerja guru

Refleksi (Reflecting) Yang dimaksud dengan istilah refleksi ialah perbuatan merenung atau

pamong, dan akan dilakukan di kelas X Audio Video 2 (untuk selanjutnya disingkat AV). Adapun sub pokok bahasan yang diberikan pada siklus ini adalah pengertian resistor dan fungsinya, jenis-jenis resistor dan rangkaian resistor dengan kompetensi dasar agar siswa dapat membaca dan mengidentifikasi resistor berdasarkan kode warna, siswa dapat memahami jenis-jenis resistor yang ada, dan siswa dapat menganalisa rangkaian resistor. Peneliti terlebih dahulu mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun bersama kolaborator.

memikirkan sesuatu atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh peneliti yang terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan, menurut Kusuma dan Dwitagama

(1995:55). Refleksi dilakukan dengan kolaboratif, yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil observasi. Jika peneliti tindakan kelas dilakukan melalui beberapa siklus, maka dalam refleksi terakhir, peneliti

menyampaikan rencana yang disarankan.

Tindakan Kegiatan pembelajaran pada siklus ini

Hasil Pengamatan Dari hasil pengamatan sebelumnya, hal ini sesuai dengan kegiatan penelitian yang akan dilakukan, yakni penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan metode

dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2009 dimulai pada pukul 13.15 s/d 14.45 WIB dan tanggal 5 Agustus 2009 dimulai pada pukul 11.15 s/d 13.15 WIB (istirahat 40 menit) dengan tahap pelaksanaan sebagai berikut: 1. Pada tanggal 3 Agustus 2009, peneliti mempersiapkan media Laptop dan LCD yang akan digunakan dalam pembelajaran.

pembelajaran pemberian tugas dengan sumber informasi dari internet. Kegiatan penelitain dilakukan melalui siklus Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Refleksi.

Pevote, Vol.5, No.8, April 2010 : 1-11

2. Peneliti terlebih dahulu mengadakan pre test untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai materi yang akan diberikan. 3. Peneliti kepada memberikan kelompok kesempatan untuk belajar

materi yang telah disampaikan oleh kedua kelompok. 6. Peneliti memberikan penutup berupa motivasi tambahan kepada kelompok lain yang akan mempresentasikan

pertama hasil

tugas kelompoknya agar lebih baik. Setelah itu istirahat. 7. Setelah istirahat selesai, peneliti

mempresentasikan

kelompoknya selama kurang lebih 25 menit, adapun materi yang

terlebih dahulu memberikan lembar job sheet kepada siswa mengenai praktikum yang akan dilaksanakan, yakni tentang membaca kode warna pada resistor dan mengukurnya dengan multimeter (Ohmmeter). 8. Peneliti memberikan instruksi kepada seluruh siswa bahwa praktik hari ini hanya seputar pembacaan kode warna

disampaikan adalah tentang pengertian resistor, fungsi resistor dan pembacaan kode warna pada resistor dengan menggunakan bantuan media laptop dan LCD sehingga seluruh siswa focus kepada materi serta metode

pembelajaran yang digunakan yaitu metode diskusi. 4. Peneliti kepada memberikan kelompok kesempatan kedua hasil untuk tugasnya

resistor

dan

mengukurnya (Ohmmeter).

dengan Untuk

multimeter

mempresetasikan

mengetahui kebenaran nilai resistansi sebuah resistor antara pembacaan kode warna dengan hasil pengukuran

dengan waktu kurang lebih 25 menti, adapun materi yang disampaikan

adalah tentang jenis-jenis resistor tetap dan resistor yang nilai tahanannya berubah-ubah (variable resistor)

dengan menggunakan alat ukur, yaitu multimeter (Ohmmeter). 9. Peneliti memperhatikan seluruh siswa ketika praktik dan ternyata ada

dengan menggunakan bantuan media laptop dan LCD sehingga seluruh siswa focus kepada materi serta

beberapa siswa yang tidak mengerti bagaimana menentukan gelang

metode pembelajaran yang digunakan metode diskusi. 5. Setelah semua kelompok selesai

pertama pada sebuah resistor, urutan kode warna resistor dan mengisi table sesuai dengan job sheet yang telah peneliti berikan. Selama kegiatan

mempresentasikan hasil tugasnya maka peneliti menjelaskan kembali seluruh

praktik berlangsung seluruh siswa aktif baik ketika membaca warna resistor,

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

10. Mengukur

resistor

maupun

ketika

terhadap siswa yang mengobrol di belakang. 4. Kurangnya persiapan yang dilakukan

mengisi lembar jawaban pada job sheet. 11. Peneliti mengawasi praktik siswa serta ketika member

oleh kelompok sehingga presentasikan tidak berlangsung secara maksimal. 5. Kurangnya kerjasama diantara

melakukan

pengarahan jika ada siswa yang tidak mengerti. 12. Setelah selesai praktikum, peneliti menyimpulkan praktikum. 13. Kemudian peneliti memberikan tujuan diadakan

kelompok saat diskusi berlangsung. 6. Penyampaian materi kelompok terlalu cepat. 7. Ada beberapa siswa yang belum mengerti tentang materi yang

motivasi kepada kelompok lainnya untuk lebih baik mempresentasikan materi yang akan disampaikan, yaitu pengertian kapasitor, jenis-jenis

kelompok berikan. 8. Penggunaan media LCD dalam

pembelajaran perlu dimaksimalkan. 9. Untuk keaktifan siswa bertanya hanya ada 6 orang siswa. 10. Penyampaian materi oleh peneliti

kapasitor dan rangkaian kapasitor.

Observasi Hasil observasi ditulis berdasarkan hasil pengamatan kolaborator dengan peneliti. Adapun kesimpulan awal yang diamati dan didiskusikan peneliti dengan kolaborator selama kegiatan pembelajaran berlangsung sebagai berikut : 1. Keingintahuan siswa tentang materi yang akan dibahas sudah terlihat dari sejak dilakukan pre test. 2. Ada 6 siswa yang tidak mengikuti pembelajaran pada hari pertama (3 Agustus 2009) dan ada 4 siswa yang tidak mengikuti pembelajaran pada hari kedua (5 Agustus 2009). 3. Masih kurangnya siswa untuk bertanya dan kurangnya perhatian peneliti

secara keseluruhan pada siklus yang berlangsung cepat.

Refleksi Berdasarkan kesulitan siklus seperti

perencanaan, tindakan dan observasi maka kegiatan pembelajaran pada siklus dapat dikatakan berhasil namun kurang

maksimal. Siswa juga terlihat belum siap ketika sebelum memulai pembelajaran diadakan pre test karena banyak yang belum mengerti materi pengertian resistor dan fungsinya, jenis-jenis resistor dan rangkaian resistor yang akan didiskusikan terlihat dari hasil pre test siswa yang kurang memuaskan, yakni 5,05 namun pada saat post test mereka sudah dapat

Pevote, Vol.5, No.8, April 2010 : 1-11

mengerjakan dengan benar yakni dengan nilai rata-rata 7,68 tetapi masih di bawah nilai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 7,809 dan nilai kesepakatan antara peneliti dengan kolaborator yaitu 8,00. Dilihat dari Lembar Pengamatan Guru Kolaborator (LPGK), LPGK yang diamati oleh pengamat sebesar 72 % untuk cara mengajar guru, Lembar Pengamatan Guru Mengajar (LPGM) yang diamati oleh peneliti sebesar 62 % untuk keaktifan / responden siswa, dan rata-rata nilai

sehingga hasil tugas kelompok sesuai dengan tugas yang peneliti berikan sebelumnya. 4. Dalam menyampaikan materi peneliti agar lebih tenang dan jangan terlalu cepat.

Metode Internet

Pemberian

Tugas

Melalui

Metode pemberian tugas bertujuan untuk memperoleh dan memperluas

pengetahuan, meningkatkan hasil belajar, memupuk tanggung inisiatif jawab dan akan juga tugas melatih yang

Kuesioner Kepuasan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 3.16. Atas kesepakatan kolaborator, perlu

diberikan. Adapun metode yang diberikan kepada siswa dalam penelitian ini adalah siswa diberikan tugas kelompok mencari bahan ajar melalui sumber dari internet yang hasilnya nanti dipresentasikan di depan kelas menggunakan media pembelajaran berupa laptop dan LCD dengan waktu yang telah ditentukan. Tugas merupakan refleksi kehidupan.

diadakan siklus kedua, bahkan ketiga, karena selain ingin melihat meningkatnya keaktifan dan kerjasama siswa dalam diskusi secara merata, peneliti ingin juga meningkatkan nilai hasil belajar sampai 8,00. Untuk dapat mencapai hal yang diharapkan oleh peneliti dalam penelitian, maka peniliti perlu melakukan tindakan sebagai berikut : 1. Agar lebih meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, peneliti harus memberikan pujian pada siswa yang bertanya dan mampu menjawab pertanyaan. 2. Peneliti harus lebih tegas menegur siswa yang mengobrol selama proses pembelajaran di kelas. 3. Peneliti harus meningkatkan lagi

Setiap orang dalam hidupnya sehari-hari tak lepas dari tugas-tugas yang seyogyanya dikembangkan dalam kehidupan di

sekolah sebagai persiapan memasuki dunia kerja yang penuh dengan berbagai tugas. Sudah tentu tugas yang diberikan adalah yang berhubungan dengan topic yang sedang dan atau akan dipelajari. Dalam penelitian ini siswa ditugaskan mencari materi ajar yang telah ditentukan

pengarahan dalam memberikan tugas

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

untuk masing-masing kelompok malalui sumber dari internet. Hasil tugas yang didapat kelompok berupa hardcopy dan softcopy nantinya dipresentasikan di depan kelas. Penelitian dilaksanakan pembelajaran diaplikasikan Tindakan peneliti melalui dengan Kelas dengan internet yang model yang

penjelasan dari guru dan buku pelajaran. Keberanian dan kepercayaan diri siswa meningkat hal ini dapat dilihat dalam keaktifan siswa bertanya pada saat diskusi. Jadi, penggunaan metode pemberian tugas melalui sumber dari internet sangat tepat untuk dijadikan salah satu alternative metode Jakarta. pembelajaran di SMKN 39

menggunakan

metode pemberian tugas melalui sumber dari internet dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sumber internet dapat mendukung pembelajaran di kelas, siswa mempunyai kesempatan informasi luas yang untuk tidak Kesimpulan Proses pembelajaran yang cenderung

berpusat pada guru (teacher Centered) dan berupusat pada buku teks (textbook

mengeksplorasi

centered) akhirnya dapat diminimalisir, terbukti selama penelitian berlangsung dengan menerapkan metode pemberian tugas melalui sumber dari internet dan mempresentasikan hasil tugasnya secara berkelompok terlihat siswa lebih aktif dalam mengikjuti kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam memperhatikan materi yang

terbatas sebagai bahan tambahan dalam pembelajaran di kelas dan membuat siswa lebih aktif, berani, dan kritis karena tidak hanya berpegang pada satu sumber yaitu buku paket pelajaran. Penggunaan internet bagi siswa saat masih sekolah ataupun nanti setelah lulus bahkan bahkan bekerja sangatlah penting dikarenakan internet dapat dijadikan salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan informasi dan

diberikan peneliti sebagai guru, sudah tidak ada yang mengantuk dan mengontrol dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa mampu menemukan informasi teori dasar elektronika di internet yang sesuai dengan materi yang diberikan oleh peneliti walaupun masih ada kekurangannya. Peneliti Tindakan Kelas yang dilaksanakan oleh peneliti di SMKN 39 Jakarta dengan menggunakan metode pemberian tugas melalui sumber dari internet siswa menjadi

menjadikan siswa lebih mandiri dalam mencari materi atau informasi bahkan menyelesaikan suatu persoalan. Di sisi lain penerapan melalui merubah menganggap membosankan metode sumber pemberian internet siswa teori tugas dapat yang sangat dengan

dari

pandangan belajar

dibandingkan

praktikum karena selalu mendengarkan

10

Pevote, Vol.5, No.8, April 2010 : 1-11

lebih bersemangat dalam mengerjakan tugasnya, ini terlihat dari ketepatan waktu, kerapihan dan kelengkapan saat

internet untuk lebih mengaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Penggunaan metode pemberian tugas

mengumpulkan tugas walaupun masih ada materi yang belum didapat. Keberanian dan kepercayaan diri siswa meningkatkan hal ini dapat dilihat dalam keaktifan siswa bertanya pada saat diskusi. Tampak jelas bahwa metode pemberian tugas melalui sumber dari internet dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari, karena informasi yang siswa dapat melalui internet pada dasarnya dapat dijadikan tambahan pengetahuan disamping pengetahuan yang didapat dari sekolah sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran di kelas. Kesimpulannya, metode pemberian tugas melalui sumber dari internet dan

melalui sumber dari internet menjadikan guru dan buku pelajaran bukan satusatunya sumber pembelajaran di kelas karena metode pemberian tugas dengan sumber dari internet dapat membuat siswa lebih aktif, berani, percaya diri, dan kritis sehingga meningkat. hasil belajar siswa lebih

Daftar Pustaka Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif, Jakarta : Pustaka Jaya.

N, Sudirman. 1997. Ilmu Pendidikan. Bandung : Remaja Rordakarya Offset.

mempresentasikan hasil tugasnya dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif bagi siswa sehingga hasil belajar siswa meningkat. Winkel, W.S. 1991. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia. Sukmadinata, N.S. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Saran Kepada guru yang membaca penelitian ini hedaknya dapat menerapkan metode

pemberian tugas melalui sumber dari

Pembelajaran Teori Dasar Elektronika Melalui Internet (Yannes Wando)

11