Anda di halaman 1dari 21

TUGAS PJBL BLOK SISTEM IMUNOLOGI

ALERGI

Disusun oleh:
Auliasari siskaningrum (105070204111005)
PSIK REG 2010

Jurusan keperawatan
Fakultas kedokteran universitas brawijaya
Malang
2011

ALERGI

Sasaran belajar :
A. Definisi alergi
B. Epidemiologi alergi
C. Patofisiologi alergi
D. Factor resiko terjadinya alergi
E. Manifestasi klinis alergi
F. Pemeriksaan diaknostik alergi
G. Penatalaksanaan alergi
H. Asuhan keperawatan alergi

A. Definisi alergi
Alergi adalah perubahan reaksi tubuh/ pertahanan tubuh dari system imun
terhadap suatu benda asing yang terdapat di dalam lingkungan hidup sehari-hari.
Orang-orang yang memiliki alergi memiliki sistem kekebalan tubuh yang bereaksi
terhadap suatu zat biasanya tidak berbahaya di lingkungan. Ini substansi (serbuk
sari, jamur, bulu binatang, dll) disebut alergen. Jika seseorang terkena alergen
dengan menghirup itu, menelan, atau mendapatkan itu pada atau di bawah kulit
mereka. Menurut beberapa ahli, alergi memiliki pengertian:

Alergi merupakan suatu perubahan reaksi menyimpang dari tubuh seseorang


terhadap lingkungan berkaitan dengan peningkatan kadar IgE suatu
mekanisme system imun. (retno W subaryo,2002).

Alergi merupakan respon system imun yang tidak tepat dan seringkali
membahayakan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya. Reaksi
alergi merupakan manifestasi cedera jaringan yang terjadi akibat interaksi
antara antigen dan antibody. (Brunner , 2002)

Alergi adalah suatu perubahan reaksi atau respon prtahanan tubuh yang
menolak dan tidak tahan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya.
(Robert davies, 2003)

kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi


secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau
dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia
berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh
dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang
tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut
disebut alergen. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE.
Tubuh mulai menghasilkan antibody tertentu, yang disebut IgE, untuk mengikat
allergen. Antibodi melampirkan ke bentuk sel darah yang disebut sel mast. Sel mast
dapat ditemukan di saluran udara, usu dan ditempat lain. Kehadiran sel amst dalam
saluran udara dan saluran pencernaan membuat daerah ini lebih rentan terhadap
paparan allergen. Mengikat allergen ke IgE, yang melekat pada sel mast. Hal ini
menyebabkan sel mast melepaska berbagai bahan kimia ke dalam darah. Histamine
menyebabkan sebagain besar gejala reaksi alergi.
B. Epidemiologi alergi
Di amerika penderita alergi makanan pada orang dewasa berjumlah 2-2,5 %,
pada anak sekitar 6-8%, setiap tahunnya iperkirakan 100-150 meninggal akibat
alergi makanan. Penyebab tersebut karena anafilaktik syok. Kasus terbanyak
terjadi pada anak berusia 8-12 tahun. Di indonesai alergi berjumlah 25-40% anak
pernah mengalami alergi makanan. Di Negara berkembang, angka kejadian
alergi masih rendah dan tidak beraga seperti Negara maju.

C. Patofisiologis alergi
Alergen

Makrofag/ monosit

melepas sitokinin IL-1

Fragmen pendek peptide

mengaktifkan Th 1 dan th 2

Komplek peptide MHC kls II

diikat oleh limfosit B

Sel T helper

menghasilkan IgE

Masuk k jaringan diikat oleh reseptor IgE

Sel mast/ basophil aktif

spasme otot polos

Histamine dan prostaglandin

penyempitan jalan

vasodilatasi

o2 turun

nyeri

nafas

sesak nafas

bersihan jalan nafas

ruam kulit

gangguan integritas kulit.

tidak afektif

D. Factor resiko dan etiologi alergi

Factor genetis
Walaupun alergi dapat terjaid pada semua orang dan semua golongan
umur, resiko terbesar pada anak yang membawa bakat alergi yang diturunkan

oleh orang tuanya. Pada anak ini gejala alergi sering muncul. Jika salah satu
orang tua memiliki alergi, maka anak memiliki 19,8 % menderita alergi. Dan
jika kedua orang tua maka 48% menderita alergi.

Factor psikis
Psikis seperti cemass, marah dan takut dapat memicu terjadinya alergi
berupa ruam kemerahan pada kulit. Pada orang yang memiliki bakat alergi,
sifat pemarah, pencuriga dan emosional dapat menyebabkan alergi akut pada
kulit. Pada anak- anak memang jarang terjadi alergi akibat factor psikis.

Daya tahan tubuh seseorang

Factor lingkungan
Baru-baru ini dikatakan bahwa kejadian gangguan alergi tidak dapat
dijelaskan oleh faktor genetik saja. Empat faktor lingkungan utama perubahan
dalam paparan penyakit menular pada anak usia dini, polusi lingkungan,
tingkat alergen, dan perubahan pola makan juga mempengaruhi terjadinya
alergi.

Pajanan alergi
Pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik dapat terjadi
sejak bayi dalam kandungan. Diketahuai adanya Ige spesifik pada janin
terhadap penisilin, gandum, telur dan susu. Pemberian ASi eksklusif dapat
mengurangi

jumlah

bayi

yang

hipersensitif

terhadap

(Widodo Judarwanto,2007).

Factor pencetus
Factor pencetus yang sering mengakibatkan alergi yaitu:

makanan.

Jenis makanan tertentu, vaksin dan obat-obatan, bahan dengan bahan


dasar karet, debu, dan bulu binatang
Sengatan lebah, gigitan semut api, kacang-kacangan.
Suhu panas dan dingin, hujan

Imaturitas usus.
secara mekanik integritas mukosa usus dan perist
a l t i k m e r u p a k a n pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara
kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi
alergen. Secara imunologis, IgA pada permukaan mukosa dan limfosit
pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam
tubuh. Pada usus yang imatur, sistem pertahanan tubuh masih
lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam
tubuh

Orang yang pernah mengalami alergi tertentu pada masa sebelumnya.

Penderita asma

Orang yang memiliki gangguan pernafasan

Penderita polip

Pederita infeksi sinus, telingan dan tenggorokan

Orang yang memiliki kulit sensitive

E. Manifestasi klinis
Gejala yang terjadi yaitu :
ORGAN/SISTEM TUBUH
1 Sistem Pernapasan

GEJALA DAN TANDA


Batuk, pilek, bersin, sesak(astma), napas
pendek, tightness in chest, not enough air to
lungs,

2 Sistem
jantung

Pembuluh Darah

wheezing,

mucus

bronchial

rattling and vibration dada.


danPalpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke
merahan),
tekanan

nyeri
darah

meningkat;

dada, colaps,
rendah,

tangan

denyut

hangat,

tingling, redness or blueness


faintness;pseudo-heart

pingsan,

attack

jantung

kedinginan,
of hands;
pain ;

nyeri

dada depan, tangan kiri, bahu, leher, rahang


hingga menjalar di pergelangan tangan
3 Sistem Pencernaan

Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah,


sulit berak, sering buang angin (flatus), mulut
berbau, kelaparan, haus, saliva meningkat,
Sariawan, lidah kotor, berbetuk seperti pulau,
nyeri gigi, ulcer symptoms, nyeri ulu hati,
kesulitan

menelan,

perut

keroncongan,

konstipasi (sulit buang air besar), nyeri perut,


kram perut, diarrhea, buang angin, timbul
lendir atau darah dari rektum, anus gatal atau
panas.
4 Kulit

Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di


bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur)
bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit kaki
dan tangan kering tapi wajahberminyak.Sering
berkeringat.

5 Telinga Hidung Tenggorokan

Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal,


pilek,

post

nasal

drip,

epitaksis,

tidur

mendengkur, mendengus
Tenggorok : tenggorokan
nyeri/kering/gatal, palatum
parau/serak,

gatal,

batuk

suara
pendek

(berdehem),
Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh /
berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri
telinga dengan gendang telinga kemerahan
atau normal, gangguan pendengaran hilang
timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi
cairan di telinga tengah, pusing, gangguan
keseimbangan. Pembesaran
sekitar
bawah

leher

dan

kelenjar

kepala

di

belakang

6 Sistem Saluran Kemih dan kelamin Sering kencing, nyeri kencing; tidak bisa
mengontrol

kandung

vaginal

kemih,

discharge;

genitalia

gatal/bengkak/kemerahan/nyeri;
7 Sistem Susunan Saraf Pusat

bedwetting;

berhubungan kelamin
Sering sakit kepala,
memory (lupa

nyeri

bila

migrain, short

lost

nama

orang,

sesaat), floating (melayang),

barang

kepala

terasa

penuh atau membesar.


Perilaku : impulsif, sering marah, mood
swings, kompulsif, sering mengantuk, malas
bergerak,
marah,

gangguan

sering

konsentrasi,

cemas,

panic,

muah

overactive,

kepala terasa penuh atau besar; halusinasi,


delusions,

paranoid,

bicara

gagap;

claustrophobia (takut ketinggian), paralysis,


catatonic state, disfungsi persepsi, impulsif
(bila tertawa atau bicara berlebihan), overaktif,
deperesi, terasa kesepian merasa seperti
terpisah dari orang lain, kadang lupa nomor,
huruf dan nama sesaat, lemas (flu like
8 Sistem Hormonal

symtomp)
Kulit berminyak (atas leher), kulit kering
(bawah leher), endometriosis, Premenstrual
Syndrome,

kemampuan

sex

menurun,

Chronic Fatique Symptom (sering lemas),


Gampang marah, Mood swing, sering terasa
kesepian, rambut rontok
9 Jaringan otot dan tulang

Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi: Fatigue


(kelelahan), kelemahan otot, nyeri, bengkak,
kemerahan local pada sendi; stiffness, joint
deformity; arthritis soreness, nyeri dada, otot
bahu tegang, otot leher tegang, spastic umum,
, limping gait, gerak terbatas

1 Gigi dan mulut

Nyeri gigi atau gusi tanpa adanya infeksi pada

gigi (biasanya berlangsung dalam 3 atau 7


hari). Gusi sering berdarah. Sering sariawan.
Diujung mulut, mulut dan bibir sering kering,

1 Mata

sindrom oral dermatitis.


nyeri di dalam atau samping mata, mata

berair,sekresi air mata berlebihan, warna


tampak lebih terang, kemerahan dan edema
palpebra,
Kadang

mata

kehilangan

kabur,

kemampuan

diplopia,
visus

kadang

sementara,

hordeolum..

F. Pemeriksaan diagnostic alergi


1. Tes tusuk (skin prick tes)
Prinsip tes ini adalah adanya reaksi kemerahan dan peradangan
terhadap alergen menunjukkan adanya antibody gabungan-sel-mast,
yangutamanya antibodi IgE. Antibodi IgE diproduksi di sel plasma dan
didistribusikanmelaalui sirkulasi ke seluruh tubuh sehingga terjadi
sensitisasi generalisata, oleh karena itu dapat di demonstrasikan melalui
tes kulit. Dengan adanya antibody IgE spesifik, selmast pada kulit
melepaskan

histamin

yang

menyebabkan

penampakan

reaksi

kemerahandan peradangan pada kulit.Tes ini di lakukan dengan


meletakkan satu tetes solusio alergen yang kemudian ditusuk dengan
jarum hipodermik. Dua jenis solusio kontrol juga digunakan ; diluen
untuk mendeteksi reaksi positif palsu, dan positif kontrol misalnya solusio
histamin. Tes tusuk akan berespon dengan puncak 8-9 menit pada histamin dan
12-15 menit untuk allergen
2. Tes intradermal
Intradermal testing terdiri dari injeksi intradermal 0,01-0,05 ml ekstrak
allergen. Dapat menyebabkan reaksi alergi generalisata yang fatal dan
hanya dilakukan jika tes tusuk negatif. Intradermal tes lebih sensitif dari

tes tusuk. Karena interpretasinya sulit, nyeri pada saat penyuntikan, dan
mempunyai

resiko

anafilaksis

sehingga

tidak

dilakukan

sebagai

pemeriksaan rutin untuk alergi makanan. Tergantung garis tengah


indurasi

masing-masing,

maka

gradasi

atau

tingkat

kepekaan terhadap alergen tersebut disebutkan


dengan: negative/tidak

pasti/lemah/positif/

positif kuat

atau dengan - / (+) / + / ++ / +++ / ++++ Uji intradermal ini seringkali


digunakan untuk titrasi alergen pada kulit.

3. Food challenges

Satu keadaan dimana aplikasi langsung makanan pada kulit mungkin


bermanfaat, dan sebelum dilakukannya food challenge pada anak yang
dikhawatirkan mengalami reaks ianafilaktik. Sebagai contoh, anak dengan
riwayat alergi telur yang parah. Caranya dengan menggosokkan sedikit
putih telur mentah pada kulit dan obsevasi selama beberapa menit. Jika
terjadi urtikaria, dan respon ini kemudian berangsur-angsur berkurang
dan menghilang selama beberapa bulan atau tahun, ini mengindikasikan
intoleransi makanan

4. Tes untuk antibody IgE sirkulasi : tes radioallergosorbent (RAST)


Tes

Radio

allergosorbent(RAST)

tes

yang

paling

baik

untuk

mendeteksi antibodi IgE sirkulasi. Kerugiannnya adalah interpretasi klinis


hasil tes RAST subjektif pada kebanyakan orang yang sama pada skin
prick test mahal, dan pada IgE sirkulasi total yang sangat tinggi misal pada
anak dengan atopi eczema yang berat, mungkin menyebabkan hasil
positif palsu.
G. Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan medis penderita alergi, dibagi menjadi 2 yaitu, non
farmakologis dan farmakologis.

Terapi Non farmakologis

1. Terapi desentisasi
Berupa penyuntikan berulang alergen (yang dapat mensentisasi
pasien)d a l a m j u m l a h y a n g s a n g a t k e c i l d a p a t m e n d o r o n g
p a s i e n m e m b e n t u k antibodi IgG terhadap alergen. Antibodi
ini dapat

bekerja

sebagai

antibody

sewaktu pasien tersebut kembali

penghambatS .

terpajan

ke

alergen

maka antibodi penghambat dapat berikatan dengan allergen


mendahului

antibody

IgE.

Karena

pengikatan

IgE

tidak

menyebabkan degranulasi sel mast yang berlebihan, maka


gejala alergi dapat dikurangi.
2. Terapi probiotik
preparat sel mikroba atau komponen mikroba yang dapat
mempertahankan kesehatan melalui kegiatan yang dilakukan
dalamflora usus).Salah satu pendekatan terbaru yang digunakan
dalam

penatalaksanaan

alergi

makanan.

Penelitian yang dilakukan oleh Trapp


menunjukkan

bahwa

responden

yang

e t a l . (1993)
diberikan

yoghurt

memiliki penurunan konsentrasi IgE dalam darah dan frekuensi alergi


yang rendah menunjukkan bahwa pemberian bakteri probiotik
Lactobacilluscasei

(L. casei)

secara

oral

terhadap

tikus,

dapat

menghambat pembentukan IgE oleh ovalbumin. Namun, informasi


terhadap

efektivitas

probiotik

dalam penatalaksanaan alergi

makanan sangat terbatas.


3. ASi eksklusif
Risiko alergi makanan pada bayi dapat dikurangi dengan
peranaktif i b u m e m b e r i A S I e k s k l u s i f s e l a m a 6 b u l a n
p e n u h . J a n g a n k e n a l k a n makanan tambahan apapun pada
periode ini, terlebih susu formula berbahan dasar sapi serta produkproduk turunan susu. Mengenalkan makanan padat pada usia terlalu
dini,

yaitu

bulan

pertama

kehidupan

anak,

dihubungkan

dengan peningkatan risiko alergi hingga usia 10 ta

h u n . B a y a n g k a n dampaknya pada anak. Anjuran studi


D r F i o c c h i y a n g d i m u a t d i j u r n a l Annals Allergy, Asthma &
Immunology disarankan mengenalkan makanan

satu

persatu.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa makanan padat harus


dikenalkan
langsung

dalam

jumlah

memberi bayi

kecil

campuran

terlebih

dahulu.

beberapa

Jangan

jenis

bahan

makanan. Sebab, dengan begini akansulit diketahui apakah bayi


Anda alergi terhadap bahan makanan tertentu.

4. Diet
Diet dilakukan selama 3 minggu, setelah itu dilaku
kan provokasidengan 1 bahan makanan setiap minggu.
M a k a n a n y a n g m e n i m b u l k a n gejala alergi pada provokasi ini
dicatat.

Disebut

alergen

kalau

pada

kali provokasi

menimbulkan gejala alergi. Waktunya tidak perlu berturut-turut.


Ada beberapa regimen diet yang bisa digunakan, yaitu

ELIMINATION DIET
beberapa

makanan

Buah,Susu,

harus

Telur,

dihindari

yaitu

Ikan

dan

Kacang,. M e r u p a k a n m a k a n a n - m a k a n a n y a n g banyak
ditemukan sebagai penyebab gejala alergi, jadi makananmakanan dengan indeks alergenisitas yang tinggi.

MINIMAL DIET 1 (Modified Rowes diet 1):


Terdiri
indeks

dari

beberapa

alergenisitas

yang

makanan

rendah.

dengan

Regimen

ini

terdiri sari beberapa makanan yang diperolehkan


yaitu

air,

beras,

daging

sapi,

kelapa,

kedelai,

bayam, gula dan garam

MINIMAL DIET 2 (Modified Rowes Diet 2)


Terdiri dari makanan dengan alergisitas rendah
yang lain yang diperbolehkan

adalah

air, kentang,

daging kambing, kacang buncis, kobis, bawang.

EGG and FISH FREE DIET:


diet ini menyingkirkan telur termasuk m a k a n a n makanan yang dibuat dari telur dan semua ikan. Bi
a s a n y a diberikan pada penderita-penderita dengan keluhan
dengan keluhan utamaurtikaria, angionerotik udem dan eksema.

HIS

OWNS

DIET

M e n y i n g k i r k a n m a k a n a n y a n g dikemukakan
sendiri oleh penderitanya sebagai poenyebab gejala alergi.

Farmakologi
1. Antihistimin
Secara umum gunakan antihistimin tunggal untuk rhinitis
musiman dan dalam kombinasi dengan dekongestan. Antihistimin
(azelastin,naphazoline)efektif dengan lebih sedikit efek samping dan
data menurunkan gejala asma penyerta.
2. Antiinflamasi
Steroid nasal memberikan pengurangan gejala sampai 90%dan
lebih baik dari antihistimin dalam mengurangi gejala.
3. Imunoterapi
Menurunkan histimin dan IgE, menginduksi energy sel T,
menghasilkan

antibody

yang

menghambat

aktifitas

IgE

dna

meneybabkan perpindahan dari produksi antibody. Jadwal pemberian


dosis memerlukan beberapa injeks per minggu selama beberapa
minggu, kemudian perminggu atau per dua minggu selama durasi
musim dilanjutkan paling tidak 2 tahun. Memberikan control alergi yang
efektif pada kebanyakan penderita alergi
4. Terapi antibody monoclonal terhadap IgE
5. Antibody monoclonal terhadap IL-4 dan IL-5
6. Vaksin DNa yang spesifik terhadap allergen
H. Asuhan keperawatan

PENGKAJIAN DASAR KEPERAWATAN


A. Identitas Klien
Nama

:....................................... No. RM

:......................................

Usia

:............ tahun

:......................................

Jenis kelamin

:....................................... Tgl. Pengkajian :......................................

Alamat

:....................................... Sumber

Tgl. Masuk

informasi

:.......................................
No. telepon

:....................................... Nama

klg.

dekat

yg

bisa

dihubungi:
Status pernikahan

:.......................................

.......................................

Agama

:....................................... Status

:......................................

Suku

:....................................... Alamat

:......................................

Pendidikan

:....................................... No. telepon

:......................................

Pekerjaan

:....................................... Pendidikan

:......................................

Lama berkerja

:....................................... Pekerjaan

:......................................

B. Status kesehatan Saat Ini


1. Keluhan utama

: .........................................................................................

2. Lama keluhan

: .........................................................................................

3. Kualitas keluhan

: .........................................................................................

4. Faktor pencetus

: .........................................................................................

5. Faktor pemberat

: .........................................................................................

6. Upaya yg. telah dilakukan : ............................................................................

C. Riwayat Kesehatan Saat Ini


....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

D. Riwayat Kesehatan Terdahulu


1. Penyakit yg pernah dialami:

a. Kecelakaan (jenis & waktu)

:....................................................................

b. Operasi (jenis & waktu)

:....................................................................

c. Penyakit:

Kronis

:.......................................................................................
........................................................................................
........................................................................................

Akut

:........................................................................................

d. Terakhir masuki RS

:....................................................................

E. Riwayat Keluarga
....................................................................................................................................
F. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum:....................................................................................................

...........................................................................................................................
Kesadaran:.........................................................................................................

Tanda-tanda vital:

- Tekanan darah : mmHg

- Suhu

oC
- Nadi

:... x/meni

- RR

x/menit
Tinggi badan: ................................cm

Berat Badan:.....................kg

2. Kepala & Leher

a. Kepala:
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
b. Mata:
..............................................................................................................

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

c. Hidung:
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

d. Mulut & tenggorokan:


..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

3. Thorak & Dada:


Jantung

- Inspeksi:.........................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Palpasi:..........................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Perkusi:..........................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Auskultasi:.....................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Paru

- Inspeksi:.........................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Palpasi:..........................................................................................................

.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Perkusi:..........................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
- Auskultasi:.....................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
4. Abdomen
Inspeksi:.............................................................................................................

................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
................................................................................................................................
Palpasi:
Perkusi:..............................................................................................................

...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Auskultasi:..........................................................................................................

...........................................................................................................................
5. Genetalia & Anus
Inspeksi:.............................................................................................................

...................................................................................................................
...................................................................................................................
Palpasi:..............................................................................................................
6. Ekstermitas

Atas:...................................................................................................................
.................................................................................................................

Bawah:................................................................................................................
....................................................................................................................
10. Kulit & Kuku
Kulit dan kuku:

ANALISA DATA
No

Data

Etiologi

Masalah
keperawatan

Do : Ds : -

Do : Ds : -

Do : Ds :-

Do :Ds :-

Spasme otot polos


nafas

sesak nafas

penyempitan jalan Bersihan

jalan

bersihan jalan nafas tidak efektif

nafas tidak efektif


respon

histamine

vasodilatasi Gangguan

kemerahan pada kulit

gangguan integritas kulit

integritas kulit
Inflamasi

merangsang hipotalamus hipertermia

suhu naik

hipertemia

Pelepasan histamin
Darah otak

pelebaran pemb. Nyeri akut.

suplai o2 menurun

nyeri

kepala akut

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif, berhubungan dengan spasme jalan

nafas
2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan vasodilatasi pembuluh

darah
3. Hipertermia, berhubungan dengan inflamasi
4. Nyari akut berhubungan dengan suplai o2 menurun

INTERVENSI KEPERAWATAN
No

Diagnose

Tujuan

dan

kriteria Intervensi

Rasional

hasil
1

Hipertermia

-tujuan : menurunkan - Pantau


suhu tubuh pasien
-KH:

suhu

suhu -mengertahui

tubuh pasien

pasien

tubuh - Kopres

normal

-menurunkan

- Beri
parasetamol

Bersihan
jalan

-KH : klien tidak sesak

Nyeri akut

-tujuan

nyaman

dan

berkurang

nyreri

membantu

- kaji lokasi nyeri

-KH : klien merasa

pasien

sesak nafas

nyeri - beri analgesic

berkurang

tubunh

memulihkan

- O2

nafas

suhu

-tujuan : jalan nafas - Pantau keadaan O2

nafas normal

tidak efektif

perkembnagan

Beri waktu istrahat


yang cukup

penurun nyeri
-untuk
menurunkan
nyeri

Gangguan

-tujuan : kulit dalam -perawatan

integritas kulit

kondisi bagus

dengan benar

-KH : kulit intake

-Edukasi
alergi

-analgesik untuk

luka Perawatan

tentang

luka

yang benar akan


membantu
penyembuhan
alerrgi

DAFTAR PUSTAKA

Gofir abdul. 2003. Diagnosa dan terapi kedokteran. Salemba medika : Jakarta

T. heathern herdman . 2009-2011. Nanda internasional diagnose keperawatan.


Jakarta : EGC

Handayani, wiwik. 2008. Asuhan keperawatan klien dengan gangguan


imunologi. Jakarta : salamba medika