Anda di halaman 1dari 6

-PULPOTOMINama : Titian Putri Nim : 061610101024

PULPOTOMI

Pulpotomi adalah pengambilan jaringan pulpa pada bagian koronal gigi yang telah mengalami infeksi, sedangkan jaringan pulpa yang terdapat dalam saluran akar ditinggalkan.(Tarigan, 1994:117) atau dapat diartikan pembuangan pulpa vital dari ruang pulpa, dengan meninggalkan jaringan pulpa pada saluran akar dalam keadaan sehat dan vital. Kemudian diikuti penempatan medikamen di atas orifice yang akan menstimulasikan perbaikan atau memfiksasi sisa jaringan pulpa pada saluran akar. Konsekuensi umum pulpotomi adalah permulaan terjadinya perubahan-perubahan degenerative yang kemudian akan mengakibatkan klasifikasi saluran akar. Saluran akar gigi-gigi tersebut akan tidak memungkinkan untuk perawatan endodontic jika nantinya diperlukan karena adanya kelainan periapeks. (Bence. 1990: 12)
Tujuan perawatan pulpotomi

Tujuan perawatan pulpotomi adalah menghilangkan semua jaringan pulpa yang terinfeksi.
Indikasi perawatan pulpotomi Penderita

- Kooperatif - Keadaan umum baik - Penderita dengan kontra indikasi pencabutan


Gigi :

- Perforasi <> - Perdarahan sedikit - Gigi permanen muda - Gigi yang perforasi karena karies namun lebih menguntungkan bila dirawat daripada dilakukan pencabutan - Peradangan pulpa hanya terbatas pada ruang pulpa. (Soekidjo, 2008)
Pada perawatan pulpotomi penggunaan formokresol ditujukan sebagai pengganti kalsium hidroksida. Bahan aktif dari formokresol yaitu 19% formaldehid, 35% trikresol ditambah 15% gliserin dan air. Trikresol merupakan bahan aktif yang kuat dengan waktu kerja pendek dan sebagai bahan antiseptic untuk membunuh mikroorganisme pada pulpa gigi yang mengalami infeksi atau inflamasi sedangkan formaldehid berpotensi untuk memfiksasi jaringan. Sweetmempelopori penggunaan formokresol untuk perawatan pulpotomi. Awalnya perawatan pulpotomi dengan formokresol ini dilakukan sebanyak empat kali kunjungan namun saat ini perawatan pulpotomi dengan formokresol dapat dilakukan untuk satu kalikunjungan. Beberapa studi telah dilakukan untuk membandingkan formokresol dengan kalsium hidroksida dan hasilnya memperlihatkan bahwa perawatan pulpotomi dengan formokresol pada gigi sulung menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada penggunaan kalsium hidroksida.

Formokresol tidak membentuk jembatan dentin tetapi akan membentuk suatu zona fiksasi dengan kedalaman yang bervariasi yang berkontak dengan jaringan vital. Zona ini bebas dari bakteri dan dapat berfungsi sebagai pencegah terhadap infiltrasi mikroba25. Keuntungan formokresol pada perawatan pulpa gigi sulung yang terkena karies yaitu formokresol akan merembes melalui pulpa dan bergabung dengan protein seluler untuk menguatkan jaringan. Penelitian-penelitian secara histologis dan histokimia menunjukkan bahwa pulpa yang terdekat dengan kamar pulpa menjadi terfiksasi lebih ke arah apikal sehingga jaringan yang lebih apikal dapat tetap vital. Jaringan pulpa yang terfiksasi kemudian dapat diganti oleh jaringan granulasi vital.Perawatan pulpotomi formokresol hanya dianjurkan untuk gigi sulung saja, diindikasikan untuk gigi sulung yang pulpanya masih vital, gigi sulung yang pulpanya

terbuka karena karies atau trauma pada waktu prosedur perawatan.(Riyanti,2008:9-10) Tindakan pulpotomi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pulpotomi vital dan pulpotomi non vital.
PULPOTOMI VITAL

Pulpa vital adalah membuang seluruh jaringan pulpa bagian koronal namun tetap meninggalkan jaringan pulpa pada saluran akar tetap vital.
Indikasi Pulpa vital, bebas dari supurasi ataupun tanda-tanda lain dari nekrosis. Pulpa terbuka oleh karena faktor mekanis (trauma preparasi) selama preparasi kavitas yang kurang hati-hati atau tidak sengaja. Pulpa terbuka oleh karena trauma dimana pulpa sudah lebih dari 2 jam tetapi tidak lebih dari 24 jam dan belum terjadi infeksi periapikal Gigi masih dapat diperbaiki dan minimal didukung lebih dari 2/3 panjang kar Tidak ada kehilangan tulang bagian interdental Pada gigi posterior dimana exterpasi pulpa sulit dilakukan Apeks akar belum tertutup sempurna

Kontra indikasi Sakit bila diperkusi atau dipalpasi Adanya radiolusen pada daerah periapikal atau interradikuler Mobility patologik Ada pus pada pulpa terbuka Kesehatan umum penderita kurang

Keuntungan Dapat diselesaikan dengan waktu singkat, hanya 1-2 kali kunjungan Pengambilan pulpa hanya di bagian koronal, hal ini menguntungkan karena pengambilan jaringan pulpa bagian saluran akar sukar, karena adanya ramifikasi. Iritasi instrument atau obat-obatan terhadap jaringan periapikal dapat dihindarkan Bila perawatan ini gagal dapat dilakukan pulpotomi devital/ pulpektomi.

(Tarigan, 1994: 117-119)


Cara perawatan Pulpotomi vital:

Siapkan instrumen dan bahan. Pemberian anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit

saat perawatan Isolasi gigi dengan memasang rubber dam, jika rubber damtidak bisa digunakan isolasi dengan kapas dan saliva ejectordan jaga keberadaannya selama perawatan. Preparasi kavitas perluas bagian oklusal dari kavitas sepanjang seluruh permukaan oklusal untuk memberikan jalan masuk yang mudah ke kamar pulpa. Ekskavasi karies yang dalam. Buang atap pulpa dengan menggunakan bor fisur steril denganhandpiece berkecepatan rendah. Masukkan ke dalam bagian yang terbuka dan gerakan ke mesial dan distal seperlunya untuk membuang atap kamar pulpa. Buang pulpa bagian korona, hilangkan pulpa bagian korona dengan ekskavator besar atau dengan bor bundar kecepatan rendah. Cuci dan keringkan kamar pulpa, semprot kamar pulpa dengan air atau saline steril, syringe disposible dan jarum steril. Penyemprotan akan mencuci debris dan sisa-sisa pulpa dari kamar pulpa. Keringkan dan kontrol perdarahan dengan kapas steril. Aplikasikan formokresol, celupkan kapas kecil dalam larutan formokresol, buang kelebihannya dengan menyerapkan pada kapas dan tempatkan dalam kamar pulpa, menutupi pulpa bagian akar selama 4 sampai dengan 5 menit. Berikan bahan antiseptic, siapkan pasta antiseptik dengan mencampur eugenol dan formokresol dalam bagian yang sama dengan zinc oxide. Keluarkan kapas yang mengandung formokresol dan berikan pasta secukupnya untuk menutupi pulpa di bagian akar. Serap pasta dengan kapas basah secara perlahan dalam tempatnya. Dressing antiseptik digunakan bila ada sisa-sisa infeksi. Restorasi gigi, tempatkan semen dasar yang cepat mengeras sebelum menambal dengan amalgam atau penuhi dengan semen sebelum preparasi gigi untuk mahkota stainless steel.(Riyanti, 2008:10-12)

Ekskavasi karies

Buang atap kamar pulpa

Buang pulpa dikamar

Pemotongan pulpa di orifis

pulpa dengan ekskavator dengan bor bundar kec.rendah,

Pemberian

formokresol

Pengisian kamar pulpa dengan oxide, formokresol , & eugenol. campuran zinc

Gigi yang telah di restorasi. Gambar (Langkah Perawatan Pulpotomi Vital Formokresol Satu Kali Kunjungan)

(sebelum dilakukan pulpotomi vital) (6 bulan setelah dilakukan pulpotomi vital)


DEVITAL PULPOTOMI

Pulpotomi devital adalah pengambilan jaringan pulpa yang terdapat dalam kamar pulpa yang sebelumnya telah di devitalisasi, kemudian dengan pemberian obat-obatan jaringan pulpa dalam saluran akar ditinggalkan dalam keadaan aseptic dan diawetkan.(Tarigan, 1994: 119). Prinsip dasar perawatan endodontik gigi sulung dengan pulpa non vital adalah untuk mencegah sepsis dengan cara membuang jaringan pulpa non vital, menghilangkan proses infeksi dari pulpa dan jaringan periapikal, memfiksasi bakteri yang tersisa di saluran akar.()
Indikasi : Gigi sulung dengan pulpa vital yang terbuka oleh karena karies dan trauma Penderita dengan perdarahan yang berat Gigi dengan saluran akar yang bengkok, atau lokasi gigi sukar untuk dilakukan suatu pulpektomi Bila perawatan vital sukar dilakukan misalnya kesukaran untuk melakukan penyuntikan atau anastesi lokal.(Tarigan. 1994: 120)

Cara perawatan devital pulpotomi :

Kunjungan pertama: Siapkan instrumen dan bahan.


Isolasi gigi dengan rubber dam. Preparasi kavitas. Ekskavasi karies yang dalam. Buang atap kamar pulpa dengan bor fisur steril denganhandpiece kecepatan rendah Buang pulpa di bagian korona dengan ekskavator besar atau dengan bor bundar. Cuci dan keringkan pulpa dengan air /saline steril, syringe disposible dan jarum steril. Letakkan paraformaldehid pada bagian terdalam dari kavitas. Tutup kavitas dengan tambalan sementara. Dengan memakai paraformaldehid instruksikan pasien untuk kembali 7 sampai dengan 10 hari

Kunjungan kedua : Isolasi gigi dengan rubber dam.

Buang tambalan sementara, lihat apakah pulpa masih vital atau sudah non vital. Bila masih vital lakukan lagi, perawatan seperti pada kunjungan pertama, bila pulpa sudah non vital lakukan perawatan selanjutnya. Jaringan pulpa dikamar pulpa dibuang dan dibersihkan Aplikasi sub basse semen zinc oxide eugenol + formokresol Basis ZnPO4 Restorasi gigi dengan tambalan permanen.(Riyanti,2008:12-14)

Keberhasilan Pulpotomi

Perawatan pulpotomi dinyatakan berhasil apabila kontrol setelah 6 bulan tidak ada keluhan, tidak ada gejala klinis, tes vitalitas untuk pulpotomi vital (+), dan pada gambaran radiografik lebih baik dibandingkan dengan foto awal.