Anda di halaman 1dari 5

PERTEMUAN 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Kuliah : Statistika Dasar Semester : V (Ganjil) Pertemuan : VII Alokasi Waktu : 6 x 45 Stadart Kompetensi : Memahami Menaksir, menaksir rataan, menaksir rataan, menaksir selisih rataan sampel acak, berpasangan, menaksir proporsi, menaksir selisih proporsi, menaksir simpangan baku, menaksir rubah (perbandingan) dua varians dan batas toleransi Kompetensi Dasar : - Memahami pengertian tentang menaksir dan dapat mengaplikasikannya - Mampu memahami menaksir rataan, selisih rataan, selisih rataan sampel acak berpasangan dan mampu mengaplikasikannya - Mampu memahami menaksir simpangan baku, nisbah (perbandingan) dua varians dan batas toleransi serta dapat menaksirnya Indikator : - Menaksir rataan, selisih rataan, selisih rataan sampel acak berpasangan - Menaksir proporsi, selisih proporsi - Menaksir simpangan baku, nisbah (perbandingan) dua varians dan batas toleransinya I. Tujuan Pembelajaran - Mahasiswa mampu menaksir rataan, selisih rataan dan selisih rataan sampel acak berpasangan - Mahasiswa mampu menaksir proporsi dan selisih proporsi - Mahasiswa mampu menaksir simpangan baku, nisbah (perbandingan) dua varians dan batas toleransinya II. Materi Pokok Menaksir III. Metode Pembelajaran - Diskusi - Quis IV. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Kegiatan Awal - Berdoa 2. Kegiatan Inti - Menjelaskan menaksir rataan, selisih rataan dan selisih rataan sampel acak berpasangan dan memeberi contoh - Mahasiswa mampu menaksir proporsi dan selisih proporsi - Menjelaskan menaksir simpangan baku, nisbah (perbandingan) dua varians dan batas toleransinya 3. Kegiatan Akhir/Penutup - Kesimpulan V. Uraian Materi 6.1 Beberapa Pengertian a. Penaksir ialah suatu nilai yang dapat diyakini mewakili atau mencirikan parameter b. Penaksir tak biasa ialah penaksir yang rata-ratanya sama dengan paerameter c. Penaksir bervariasi minimum ialah penaksir dengan varians terkecil. Penaksir ini disebut juga penaksir lebih efisien d. Penaksir konsisten ialah penaksir yang sifatnya makin mendekati parameter. Apabila ukuran sampel yang digunakan menaksir makin diperbesar e. Penaksir terbaik ialah penaksir yang tak biasa dan bervarians minimum. Bila suatu parameter disimbolkan dengan maka penaksirnya diberi simbol (dibaca topi), parameter rata-rata penaksirnya parameter penaksirnya . penaksir tak bias bila E ( ) = penaksir bervariasi minimum bila untuk semua indeks j berlaku sebaran sampel dari empat penaksir , , , dengan varians berbeda :

Keyakinan yang diberikan menerima suatu selang disebut dengan derajat kepercayaan. Derajat kepercayaan disajikan dengan suatu angka dinamakan dengan koefisien kepercayaan. Bila dikatakan kedudukan suatu parameter diantar dua nilai penaksir P dan Q selang kepercayaan dengan batas kedua nilai tersebut, ditulis P(P< Umumnya bentuk penaksiran adalah P( - M < < + M) = , adalah statistik dan adalah koefisien kepercayaan. Apabila dari suatu sampel berukuran n diperoleh E yang dipergunakan dalam penaksiran yang dinamakan sebagai taksiran titik maka P( - M < < + M) = , bila dihubungkan dengan pertidaksamaan chebysher. . Jadi selang sering dinyatakan berjarak K simpangan baku sebaran sampel dibawah dan K simpangan baku sebaran sampel diatas . berfungsi sebagai titik tengah, sedangkan K tergantung . Makin lebar selang kepercayaan makin yakin parameter berada dalam selang tersebut. 6.2 Menaksir Rataan Menaksir rataan, untuk selang kepercayaan a. diketahui, n/N > 0,05 Jika rataan suatu sampel acak berukuran n dari suatu populasi normal sehingga n/N > 0,05 dengan varians 2 diketahui. Koefisien kepercayaan maka selang kepercayaan untuk b. diketahui, n/N 0,05 c. tidak diketahui, n/N > 0,05 Jika x rataan S2 varians sampel acak berukuran n dari suatu populasi normal atau hampir normal sehingga n/N > 0,05 dengan varians 2 tidak diketahui. Koefisien kepercayaan maka selang kepercayaan untuk d. tidak diketahui, n/N 0,05 Jika x rataan S2 varians sampel acak berukuran n dari suatu populasi normal atau hampir normal sehingga n/N 0,05 dengan varians 2 tidak diketahui. Koefisien kepercayaan maka selang kepercayaan untuk

galat d < Luas daerah kurava normal menunjuk penfasiran untuk - x dengan diketahui. T.6.1 Jika x dipakai untuk menaksir , maka dapat dipercaya bahwa galat (d = x) a. Kurang dari z1/2 b. Lebih dari suatu bilangan g yang ditetapkan sebelumnya asal saja ukuran sampel Jika batas galat telah ditentukan duluan kurang dari suatu bilangan tertentu g, yang berarti galat mencapai semaksimalnya g = z1/2 sehingga seminimalnya n = (z1/2.)2 Contoh : Sebuah sampel acak terdiri dari 100 mahasiswa telah diambil dari sebuah universitas lalu nilai-nilai IQnya didapat =112 san s = 10 a. Dalam hal ini titik penafsirannya telah digunakan b. Jika dikeendaki interval penafsiran IQ rata-rata dengan koeisien kepercayaan 0,95 maka dipakai rumus Untuk P = (1+) = 0,975 dan dk = (n-1) = 99 dengan interpolasi dari daftar G dalam apendiks, didapat tp = 1,987 dari rumus didapat : 112 (1,987) < < 112 + (1,987) Atau 110,0 < < 114,0 Jadi didapat 95% interval kepercayaan untuk IQ rata-rata mahasiswa ialah 110,0 < < 114,0 secar lain dapat dikatakan kita meras 95% yakin bahwa IQ rata-rata mahasiswa akan ada dalam interval dengan batas 110,0 dan 114,0

6.3 Menaksir Selisih Rataan M.6.1 Menaksir selisih rataan untuk selang kepercayaan 1, 1 :12 dan 12 diketahui Jika dan adalah rataan dua peubah acak bebas ukuran n1 dan n2 dari populasi yang diketahui variansnya 12 dan 12 diketahui berturut-turut. Maka 100% selang kepecayaan untuk 1 - 12 diberikan oleh : Akibat M.2 Jika M.2 12 = 12 = maka 100 % selang kepercayaan untuk 1 - 1 adalah : M.3 Menaksir selisih rataan untuk selang kepercayaan 1, 1 :12 dan 12 tidak diketahui, sampel ukuran kecil Jika dan adalah rataan dua peubah acak bebas ukuran n1 dan n2 dari populasi yang tidak diketahui variansnya 12 dan 12 diketahui berturut-turut. Maka 100% selang kepecayaan untuk 1 - 12 diberikan oleh : 9varians gabungan) Derajat bebas v = n1 + n2 -2 M.4 Menaksir selisih rataan untuk selang kepercayaan 1 - 1 :12 12 tidak diketahui, sampel ukuran kecil Jika dan adalah rataan dan varians dua sampel acak bebas ukuran n1 dan n2 dari populasi hampir normal yang variansnya tidak diketahui Maka 100% selang kepecayaan untuk 1 - 12 diberikan oleh : Derajat bebas v jarang bilangan bulat, lakukan pendekatan bilangan bulat terdekat. M.5 Menaksir selisih rataan untuk selang kepercayaan 1 - 1 :12 12 tidak diketahui, ukuran sampel cukup besar Jika dan adalah rataan dan varians dua sampel acak bebas ukuran n1 dan n2 berturut-turut dari populasi hampir normal yang variansnya tidak sama dan tidak diketahui Maka 100% selang kepecayaan untuk 1 12 diberikan oleh : Contoh : Ada dua cara pengukuran untuk mengukur kelembapan sesuatu zat. Cara I dilakukan 60 kali yang menghasilkan dan S12 = 37,2. Supaya ditentukan 95% interval kepercayaan mengenai perbedaan ratarata pengukuran dari kedua cara itu. Jawab : Jika dimisalkan hasil kedua cara pengukuran berdistribusi normal, maka dari rumus :

Selanjutnya dihitung : Dengan P = 0,975 dan dk = 108 dari daftar disribusi t didapa t = 1,984 (75,4 70,2) (1,984)(1,15) < 1 - 1 < (75,4 70,2) + (1,984)(1,15) atau 2,9184 < 1 - 1 < 7,4816 95% percaya bahwa selisih rata=rata pengukuran kedua cara itu akan ada didalam nterval yang dibatasi oleh 2,9814 dan 7,4816 6.4 Menaksir Selisih Rataan Sampel Acak Berpasangan M.6 Selang kepercayaan untuk 0 = 1 - 1 pengamatan berpasangan. Jika dan Sd adalah rataan dan simpangan baku pengamatan sampel berpasangan yang memiliki sebaran. Maka 100% selang kepecayaan untuk 1 - 2 diberikan oleh :

6.5 Menaksir Proporsi M.7 Selang kepercayaan untuk , sampel besar jika adalah proporsi sukses dalam suatu sampel acak berukuran n dan suatun ghampiran 199 % selang kepercayaan untuk parameter binomial diberikan oleh :

T.6.2 Teorema Jika dipakai sebagai tafsiran dengan koefisien kepercayaan maka galat akan kurang dari T.6.3 Teorema Jika dipakai sebagai tafsiran dengan koefisien kepercayaan maka galat akan kurang dari g, maka ukuran sampel adalah T.6.4 Teorema Jika dipakai sebagai tafsiran dengan koefisien kepercayaan maka galat paling sedikit T, sehingga galat kurang dari d Maka ukuran sampel adalah : 6.6 Manaksir Proporsi M.8 Selang kepercayaan untuk 1 2, sampel besar jika dan adalah proporsi sukses dalam suatu sampel acak berukuran n1 dan n2 berturut-turut 1 = 1 - 1 dan 2 = 1 2 suatu hampiran selang kepercayaan untuk selisih parameter binomial 1 2 diberikan oleh : 6.7 Menaksir Simpangan Baku M.9 Selang kepercayaan untuk 2, p[opulasi normal jika s2 adalah varians dari suatu sampel acak berukuran n yang diambil dari populasi normal maka selang kepercayaan untuk parameter binomial 2 diberikan oleh : Untuk menaksir adalah dengan mengakar sbb :

6.8 Menaksir nisbah (perbandingan) dua varians M.10 Selang kepercayaan untuk populasi normal Misalkan S12 dan S22 adalah varians dua sampel acak bebas berukuran n1 dan n2 yang berasal dari dua populasi normal yang varians berturut-turut 12 dan 22 maka dengan keyakinan 100% selang kepercayaan untuk adalah Derajat bebas adalah v1 = n1 -1 dan v2 = n2 -1 6.9 Batas Toleransi M.11 Batas toleransi yang dimiliki sebaran normal dan tidk diketahui untuk pengukuran yang dimiliki sebaran normal dengan rata-rata dan simpangan baku tidak diketahui. Batas toleransi diberikan oleh x = KS, K ditentukan sedemikian rupa sehingga dapt ditegaskan dengan 100 5 kepercayaan bahwabatas tersebut menagndung paling sedikit y proporsi pengukuran.

EVALUASI 1. Ada dua cara pengukuran untuk mengukur kelebapan sesuatu zat. Cara I dilakukan 50 kali yang menghasilkan = 60,2 dan S12 = 24,7. Cara II dilakukan 60 kali dengan = 70,4 dan S22 = 37,2. Supaya ditentukan 95% interval kepercayaan mengenai perbedaan rata-rata pengukuran dari kedua cara itu. Jawab : Jika dimisalkan hasil kedua cara pengukuran berdistribusi normal, maka dari rumus didapat : Selanjutnya : Dengan P = 0,975 dan dk = 108 dari daftar distribusi 1 didapat t = 1,984 Maka diperoleh (70,4 60,2) (1,984)(1,08) < 1 - 1 < (70,4 60,2) + (1,984)(1,08) atau 8,06 < 1 - 1 < 12,34 2. Dua sampel acak yang satu terdiri dari 500 pemudi dan satu lagi 700 pemuda yang mengunjungi sebuah pameran telah diambil. Ternyata bahwa 325 pemudi dan 400 pemuda menyenangi pameran itu. Tentukan 95% iinterval untuk perbedaan persentase pemuda dan pemudi yang mengunjungi pameran dan menyenanginya Jawab : Persentase pemudi yang menyenangi pameran dan untuk pemudi Jadi q1 35% dan q2 = 43% dengan n1 = 500 dan n2 = 700 didapat : dan didapat z = 1,96 Maka diperoleh :

(0,65 0,57) (1,96)(0,0284) < 1 - 1 < (0,65 0,57) + (1,96)(0,0284) atau 0,024 < 1 - 1 < 0,136 Jadi 95% yakin perbedaan persentase pemudi dan pemuda yang mengunjungi pameran dan menyenangi akan ada dalam interval yang dibatasi oleh 2,4% dan 13,6%