Anda di halaman 1dari 43

ASMA

DAN ALERGI PADA KEHAMILAN


Sabtu, 16 Juni 2012, jam 08.45 09.15

Judi Januadi Endjun


DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD / FKUI 2012

MATERI AJAR INI HANYA UNTUK DIPERGUNAKAN PADA KEGIATAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Hanya untuk Pendidikan dan Kesehatan

JJE-2012/05/02

AGENDA
RENUNGAN PENDAHULUAN PREVALENSI PATOFISIOLOGI DIAGNOSIS TATALAKSANA PESAN DIBAWA PULANG KEPUSTAKAAN

RENUNGAN
Hipoksi janin Sering ditemukan Diagnosis cepat dan tepat Terapi juga cepat dan tepat UNTUK APA KITA HADIR DISINI ?

PENDAHULUAN
Penyakit kronik pada kehamilan yang paling berpotensi fatal Insidensi terus meningkat : 6,6% ke 14,7% (1988 ke 2002) 2010 (USA) : 8% wanita hamil menderita asma ak[f Hubungan asma dengan kehamilan dan persalinan bervariasi luas Pemakaian obat asma saat hamil cenderung dibatasi oleh pasien : takut efek samping
Paul SG et al. Respiratory Disease. In: High Risk Pregnancy Management Op[on. 4th Ed, 2011:657-682

PREVALENSI
Indonesia : 5 6% dari populasi Dalam kehamilan : 3,7 4% sering ditemukan dalam kehamilan

Najoan NW. Penyakit Saluran Pernapasan. Dalam : Ilmu Kebidanan, 2008:800-813

PATOFISIOLOGI
Penyakit inamasi kronis saluran nafas Komponen herediter mayor pada kromosom 5, 6, 11, 12, 14, 16 dan reseptor IgE dengan anitas [nggi, sitokin, reseptor T-sel an[gen Dihubungkan dengan mutasi gen ADAM-33 pada rantai pendek kromosom 20 pada individu yang terpapar rokok, inuenza (s[mulasi alergi akibat lingkungan)

hep://www.asthmapathophysiology.com/wp-content/ uploads/2012/02/Asthma112186.jpg

hep://dredatong.com/images/Omega3/asthma.jpg

PatoGisiologi
Iritan, Infeksi Virus, aspirin, udara dingin & olah raga Respon inamasi sitokin sel mast histamin, prostaglandin D dan Leukotriens kontraksi otot polos bronkhus, hipersekresi mukus, edema mukosa obstruksi saluran napas reversibel Prostaglandi F & Ergonovin eksaserbasi asma

hep://asthma.gra[s.lc/41/css/Asthma-3.jpg

hep://nursingpharmacology.info/Pulmonary/respiratory_anesthesiology/asthma_bronchial_wall1.jpg

hep://www.epgonline.org/images/altana/images/1388_01l.jpg

hep://www.ceufast.com/courses/221/Asthma_Pathophysiology_Flowchart2.gif

Pengaruh Kehamilan terhadap Asma


Tidak ada buk[ klinis pengaruh kehamilan terhadap asma atau sebaliknya Terdapat hubungan antara keadaan asma sebelum hamil dengan morbiditasnya pada kehamilan Asma ringan : 13% mengalami serangan Asma moderat : 26% Asma berat : 50% Persalinan : 20% asma ringan & moderat mengalami serangan

Pengaruh Kehamilan terhadap Asma


Bekas SC inpartu : peningkatan risiko serangan asma 18 kali

Luaran Kehamilan
Komplikasi :
Preeklampsia : 11% IUGR : 12% Prematuritas : 12%

Status asma/kus, dapat menyebabkan :


Gagal nafas Pneumothoraks Pneumomedias<num Kor pulmonale akut Aritmia kordis

Luaran Kehamilan
Asma berat : hipoksia janin mendahului hipoksia ibu Sirkulasi uteroplasenter & venous return maternal gawat janin pH (alkali) pergeseran ke KIRI kurva disosiasi oksihemoglobin Hipoksemia ibu aliran darah umbilikus, resistensi vaskular pulmonar & sistemik dan cardiac output

Luaran Kehamilan
Obat-obatan an[asma yang biasa digunakan [dak memiliki efek samping teratogenik Risiko anak terkena asma : 6 30% (tergantung
pada faktor herediter dari ibu dan ayah, atopi, atau penderita asma)

DIAGNOSIS
ANAMNESA GEJALA KLINIK PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSIS KERJA

Anamnesia : sesak pada kehamilan


? Wheezing, nocturnal worsening, dan batuk untuk membedakan dari asma (IV/C) ? Orthopnea, paroxymal dyspnea, dan periksa jantung untuk membedakan dari gagal jantung (IV/C) ? Tiba-[ba sesak, nyeri dada, riwayat trombosis, takikardia, takhipneu atau tanda DVT (IV/C) ? Asma : alergi, gene[k, riwayat asma, nafas berbunyi
Paul SG et al. Respiratory Disease. In: High Risk Pregnancy Management Op[on. 4th Ed, 2011:657-682

Gejala Klinik
Penilaian secara subyek[f [dak dapat secara akurat menentukan derajat asma. Bervariasi dari wheezing ringan hingga bronkokonstriksi berat Ringan hipoksia terkompensasi dg hiperven[lasi PO2 normal, PCO2, dan alkalosis respirasi Bertambah berat hiperven[lasi kelelahan retensi CO2 PCO2 kembali normal

Gejala Klinik
Gagal nafas asidosis, hiperkapnea, pernapasan dalam, takikardia, pulsus paradoksus, ekspirasi memanjang, penggunaan otot asesoris pernapasan, sianosis sentral sampai gangguan kesadaran bersifat reversibel dan dapat ditoleransi Kehamilan berbahaya kapasitas residu sangat

Stadium Klinik Asma


STADIUM
Alkalosis respirasi ringan Alkalosis respirasi Zona bahaya Asidosis respirasi

PO 2
Normal

PCO 2

pH

FEV (%)
65 80

Normal

Normal

50 64 35 49 < 35

Sumber : Williams Obstetrics 22nd ed, 2005

TATALAKSANA
DIAGNOSTIK LANJUT MEDIKAMENTOSA OPERATIF PALIATIF KEHAMILAN PERSALINAN POSPARTUM JANGKA PANJANG

Diagnostik Lanjut
Analisa Gas Darah : penilaian objek[f oksigenasi maternal, ven[lasi, dan keseimbangan asam basa Pemeriksaan fungsi paru : ru[n dilakukan Pengukuran FEV1 sekuensial standar baku emas menggambarkan derajat asma FEV1 < 1l (< 20%) asma berat PEFR (peak expiratory ow rate) berkorelasi erat dengan FEV1 ukur dengan spirometri

PENANGANAN ASMA KRONIS


Mencakup (Na<onal Asthma Educa<on and Preven<on Program Expert Panel 1997) :
Penilaian obyek[f fungsi paru dan kesejahteraan janin Menghindari / menghilangkan faktor presipitasi lingkungan Terapi farmakologik Edukasi pasien

Pasien harus mengukur PEFR 2 x sehari dengan target 380 550 l/menit Se[ap pasien memiliki nilai baseline sendiri-sendir penyesuaian terapii

Penanganan Asma Kronis


Kromolin Disodium atau ipratropium inhalasi menghambat degranulasi sel mast hanya efek[f sebagai pencegah pada asma kronis. Theolin (me[lsan[n): bronkhodilator an[inamasi

Penanganan Asma Kronis


DERAJAT ASMA Ringan intermiten Ringan persisten TERAPI Beta agonis inhalasi Beta agonis inhalasi + Kromolin / Kor[kosteroid inhalasi

Moderate persisten Beta agonis inhalasi + Kor[ko steroid inhalasi + Teolin per oral Severe Persisten Beta agonis inhalasi + Kor[kosteroid inhalasi + Teolin per oral + kor[kosteroid per oral

Sumber : Na[onal Asthma Educa[on and Preven[on Program Expert Panel, 1997

PENANGANAN ASMA AKUT

hep://cdn.vogue.com.au/media/ar[cles/9/0/0/9025-1_n.jpg

Penanganan Asma Akut


Sama dengan [dak hamil, tetapi hospitality trshold lebih rendah Tindakan :
Hidrasi intravena Masker oksigen : agar PO2 > 60 mmHg dan saturasi 02 95% AGD FEV1 PEFR Pulse oximetry Pemantauan kesejahteraan janin (PKJP

Penanganan Asma Akut


OBAT
1st line : adrenergic agonis (subkutan, per oral, inhalasi) loading dose 4 6 mg/kgBB dilanjutkan dengan 0,8 1 mg/kgBB/jam sampai tercapai kadar terapeu[k plasma (10 20 g/ml.

Cara kerja obat : mengikat reseptor spesik permukaan sel dan mengak<Yan adenilil siklase cAMP intra sel & relaksasi otot polos bronkhus

Penanganan Asma Akut


OBAT
Me[lprednisolon 40 60 mg I.V, [ap 6 jam Bila FEV1, PEFR > 70% boleh pulang Bila PEFR < 70%baseline setelah 3 kali pemberian agonis observasi di RS

Asma berat yang [dak berespon terhadap terapi dalam 30 60 menit status asma/kus rawat ICU intubasi dini ven[lasi mekanik klinis membaik

Tatalaksana dalam Partus


Eksaserbasi asma bukan indikasi partus berencana dan jarang terjadi saat partus steroid endogen & epinefrin Serangan akut, DD : edema paru, emboli paru dan aspirasi Prostaglandin E2 dan oksitosin boleh diberikan Prostaglandin F2, Ergonovin, dan derivat ergot : indikasi kontra pengeluaran histamin bronkho kontriksi Alterna[f : butorphanol atau fentanyl

Tatalaksana dalam partus


Anestesi regional lebih disukai : risiko infeksi paru dan atelektasis rendah Anestesi umum : gunakan bronkhodilator spt ketamin dan aneste<k halogenated

Ringkasan Tatalaksana Asma


Sebelum Konseling + pengobatan. kehamilan Penyesuaian dosis pemeliharaan Hindari faktor pencetus, alergen Rujukan dini pada ANC Selama kehamilan Penyesuaian terapi. Penentuan kadar teolin dalam darah hemodilusi dosis lebih [nggi. Terapi untuk mencegah serangan dan penanganan dini bila terjadi serangan. Pemberian obat sebaiknya inhalasi menghindari efek sistemik pada janin. Uji fungsi paru ibu. NST pada akhir trimester 2 / awal trimester 3 Konsultasi anestesi untuk persiapan partus

Ringkasan Tatalaksana Asma


Saat Persalinan Periksa FEV1, PEFR diulang bila /mbul gejala Beri oksigen adekuat. Kor/kosteroid sistemik (hidrokor/son 100 mg, I.V /ap 8 jam) diberikan 4 minggu sebelum persalinan dan terpi pemeliharaan diberikan selama proses persalinan. Anestesi epidural. Partus opera/f : anestesi regional menghindari rangsangan saat intubasi trakhea HPP : uterotonika atau PGE2 Fisioterapi membantu pengeluaran mukus paru La[han pernapasan cegal/meminimalkan atelektasis Terapi pemeliharaan (maintenance). Berikan ASI

Pasca partus

Sumber : Williams Obstetrics 22nd ed, 2005

PESAN DIBAWA PULANG


PRAHAMIL
Sesuaikan dosis obat untuk op[malisasi fungsi respirasi (IV/C) Edukas pasien dlm pemakaian spacers & peak expiratory ow meters (III/B) Edukasi pasien untuk meneruskan pemakaian obat selama kehamilan (III/B) Jelaskan kepada pasien langkah-langkah penanganan asma (III/B) Sarankan segera melakukan ANC begitu hamil (III/B)

HAMIL PARTUS POSPARTUM

PESAN DIBAWA PULANG


HAMIL
Gunakan obat yang sama seper[ sebelum hamil, terutama steroid dan beta agonist (III/B) Jika memakai theolin, pantau tekanan darah karena efek hemodilusi memerlukan dosis obat yang lebih [nggi (III/B) Pemberian secara inhalasi lebih disukai dibanding per oral (III/B) Pertahankan saturasi oksigen > 95% (III/B)

PARTUS POSPARTUM

PESAN DIBAWA PULANG


PARTUS
ANESTESI REGIONAL lebih dipilih dibanding umum (III/ B) Pertahankan saturasi oksigen > 95% (III/B) Hindari Prostaglandin F dan Ergometrin (III/B) Beri steroid dalam dosis stress-dose untuk mencegah insusiensi adrenal (III/B) Teruskan dosis pemeliharaan (III/B) Laktasi dianjurkan (III/B) Fisioterapi untuk mempertahankan fungsi respirasi (III/B)

POSPARTUM

KEPUSTAKAAN
Gibson PS et al. Respiratory Disease. In: High Risk Pregnancy Management Op[on. 4th Ed, 2011:657-682 Warouw NN. Penyakit Saluran Pernapasan. Dalam : Ilmu Kebidanan, 2008:800-813

Judi Januadi Endjun, dr. SpOG


1985: FK UNPAD, S1 1991: Postgraduate ultrasound Course University of Zagreb (Diploma Ultrasound) 1993: FKUI, S2 SpOG 1993: RSPAD, Divisi Fetomaternal 1993: Dosen FKUI, PPDS OBGIN 1993: Pengajar di PUSKI 1995: Dosen FK UPN Veteran, FK YARSI, FK UKRIDA 2009: Ketua PERISTI RSPAD 2009: Ketua Komite Medik KMC 2010: Anggota Komite Medik RSPAD 2010: Manajer Medik YMU Pav RSPAD 2010: PIC Tahap 2 PPDS OBGIN FKUI 2010: Dosen FK UPH 2011: POKJA Akreditasi Internasional & BLU RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad 2011: Pengajar Akbid Gunadarma 2011: Pengajar FIK UI 2012: Koyanmas Dep. OBGIN RSPAD/FKUI 2012: Kodik Dep. OBGIN RSPAD/FKUI 2012: Sekretaris BAKORDIK RSPAD
JJE/2012-06-08

Organisasi: IDI, POGI, ISUOG

42 Bandung, 7-1-1959

HANYA UNTUK KEGIATAN PENDIDIKAN & KESEHATAN

TERIMA KASIH