Anda di halaman 1dari 9

PENCACAH ASINKRON I. Tujuan 1. Mengenal berbagai jenis pencacah asinkron. 2.

Menggambarkan dan menghitung frekuensi output pencacah asinkron tertentu. Dasar Teori Pencacah asinkron yaitu pencacah yang disebut juga ripple trough counter atau serial counter karena masing masing flip flop yang digunakan akan berguling (berubah kondisi dari 0 ke 1) atau sebaliknya. Secara berurutan atau langkah demi langkah hal ini disebabkan karena hanya flip flop yang paling ujung saja yang dikendalikan oleh sinyal clock. Sedangkan sinyal untuk flip flop yang lainya diambil dari masing masing flip flop sebelumnya.

II.

Rangkaian asinkron counter terbagi 3, yaitu: 1. Counter up asinkron 2. Counter down asinkron 3. Counter up/down asinkron Counter up asinkron Counter up asinkron adalah rangkaian digital yang mencacah pulsa listrik dari nilai terendah ke nilai tertinggi dengan clock secara asinkron. Tabel kebenaran rangkaian counter up asinkron Clock 0 1 2 3 4 5 6 A4 0 0 0 0 0 0 0 A3 0 0 0 0 1 1 1 A2 0 0 1 1 0 0 1 A1 0 1 0 1 0 1 0
1

7 8 9 10 11 12 13 14 15

0 1 1 1 1 1 1 1 1

1 0 0 0 0 1 1 1 1

1 0 0 1 1 0 0 1 1

1 0 1 0 1 0 1 0 1

Berdasarkan bentuk timing diagram di atas, output Q dari flip-flop 1 menjadi clock dari flip-flop 2, sedangkan output Q dari flip-flop 2 menjadi clock dari flipflop 3 dan seterusnya. Perubahan pada negatif edge di masing-masing clock flip-flop sebelumnya menyebabkan flip-flop sesudahnya berganti kondisi (toggle), sehingga input-input J dan K di masing-masing flip-flop diberi nilai 1 (sifat toggle dari JK flip-flop). Counter down asinkron Counter down asinkron adalah rangkaian digital yang mencacah pulsa listrik dari nilai tertinggi ke nilai terendah dengan clock secara asinkron. Tabel kebenaran rangkaian counter down asinkron : Clock 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 A4 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 A3 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 A2 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 A1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0

Berdasarkan bentuk timing diagram di atas, output Q-not dari flip-flop 1 menjadi clock dari flip-flop 2, sedangkan output Q-not dari flip-flop 2 menjadi clock dari flip-flop 3. Perubahan pada negatif edge di masing-masing clock flip-flop sebelumnya menyebabkan flip-flop sesudahnya berganti kondisi (toggle), sehingga input-input J dan K di masing-masing flip-flop diberi nilai 0 (sifat toggle dari JK flip-flop).

Counter up/down asinkron Counter up/down asinkron adalah rangkaian digital gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada rangkaian Up/Down Counter ASinkron, output dari flip-flop sebelumnya menjadi input clock dari flip-flop berikutnya. Tabel kebenaran rangkaian counter up/down asinkron Clock 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 A4 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 A3 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 A2 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 A1 Control 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0

III.

Diagram Rangkaian

Gambar : Asinkron

IV.

Peralatan dan Komponen 1. Catu Daya : 1 buah 2. Generator Pulsa : 1 buah 3. Labtop : 1 buah 4. LED : 4 buah 5. IC : - 7400 : 1 buah - 7476 : 2 buah 6. Software Proteus

V.

Langkah Kerja 1. Membuat rangkaian seperti gambar Asinkron CLK1 berada pada kaki 1. Q1 yang berada pada kaki 15 di hubungkan ke CLK2 yang berada pada kaki 6 dan ke kaki 1 pada gerbang NAND, Q1 yang berada pada kaki 14 di hubungkan pada LED1. Q2 yang berada pada kaki 11 di hubungkan ke CLK3 yang berada pada kaki 1. Q2 yang berada pada kaki 10 di hubungkan pada LED2. Q3 yang berada pada kaki 15 di hubungkan ke CLK4 . Q3 yang berada pada kaki 14 di hubungkan pada LED3. Q4 yang berada pada kaki 11 di hubungkan ke kaki 2 pada gerbang NAND. Q4 yang berada pada kaki 10 di hubungkan pada LED4. Reset gerbang ke 1 di hubungkan ke kaki 8 gerbang ke 2. Reset gerbang ke 2 di hubungkan ke kaki 3 gerbang ke 3. Reset gerbang ke 3 di hubungkan ke kaki 8 gerbang ke 4. Reset gerbang ke 4 di hubungkan ke kaki 3 gerbang NAND. Dan Untuk Vcc mengunakan kaki 5 dan Gnd menggunakan kaki 13 (Pada IC 7476). Untuk Vcc mengunakan kaki 14 dan Gnd menggunakan kaki 7 (Pada IC 7400).

2. Memeriksa kembali rangkaiaannya. 3. Apabila telah benar hidupkan catu daya. 4. Memberikan pulsa clock dan Mencatat hasil outputnya pada tabel pengamatan. 5. Setelah selesai, buka rangkaian secara perlahan agar tidak terjadi kerusakan. 6. Mengembalikan semua peralatan.

VI.

Data Hasil Percobaan CLK 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Ket D 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 B 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 A 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0

: - Untuk berlogika 0, LEDnya mati. - Untuk belogika 1, LEDnya hidup.

Diagram Waktu clk 0 A B C D 0 0 0 0 1 0 1 1 1 2 1 0 1 1 3 0 0 0 1 4 1 1 1 1 5 0 1 1 1 6 1 0 1 1 7 0 0 1 1 8 1 1 0 0 9 1 1 0 0 10 0 1 0 0 11 1 0 0 0 12 0 0 0 0 13 1 1 1 0 14 0 1 1 0 15 1 0 1 0 16 0 0 1 0

VII.

Analisa Pada percobaan ini, IC yang di gunakan adalah IC 7476 dan 7400. Untuk Vcc mengunakan kaki 5 dan Gnd menggunakan kaki 13 Jika clk nya 0, maka semua outputnya ( A, B, C, D ) 0 (LEDnya mati). Jika clk nya 1, maka output A bernilai 0 (LED nya mati) dan output B, C, D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 2, maka output A, C, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output B bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 3, maka output A, B bernilai 0 (LED nya mati) dan output C, D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 4, maka output A, B, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output C bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 5, maka output A, C bernilai 0 (LED nya mati) dan output B, D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 6, maka output A, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output B, C bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 7, maka output A, B, C bernilai 0 (LED nya mati) dan output D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 8, maka output A, B, C bernilai 1 (LED nya hidup) dan output D bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 9, maka semua outputnya (A, B, C, D) bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 10, maka output B, C, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output A bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 11, maka output B bernilai 0 (LED nya mati) dan output A, C, D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 12, maka output C, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output A, B bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 13, maka output A, B, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output C bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 14, maka output B, D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output A, C bernilai 0 (LED nya mati). Jika clk nya 15, maka output B, C bernilai 0 (LED nya mati) dan output A, D bernilai 1 (LED nya hidup). Jika clk nya 16, maka output D bernilai 1 (LED nya hidup) dan output A, B, C bernilai 0 (LED nya mati).

VIII. Kesimpulan Dari analisa di atas, dapat di simpulkan bahwa : Apabila di beri clock 0 semua outputnya 0. Apabila di beri clok 1 dan 10, output A=0 dan yang lainnya (B, C, D) bernilai 1. Apabila di beri clock 2, dan 11, output B=0 dan yang lainnya (A, C, D) bernilai 1. Apabila di beri clock 3, dan 12 output C, D =1 dan yang lainnya (A, B) bernilai 0. Apabila di beri clock 4 dan 13, output C=0 dan yang lainnya (A, B, D) bernilai 1. Apabila di beri clock 5 dan 14, output A, C=0 dan yang lainnya (B, D) bernilai 1. Apabila di beri clock 9 semua outputnya 1. Apabila di beri clock 6 dan 15, output B, C=0 dan yang lainnya (A, D) bernilai 1. Apabila di beri clock 7 dan 16, output D bernilai 1 dan output A, B, C bernilai 0. Apabila di beri clock 8, output D bernilai 0 dan output A, B, C bernilai 1.

DAFTAR PUSTAKA http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pencacah%20asinkron&source=web&c d=2&sqi=2&ved=0CFYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fhsantoso.files.wordpress.co m%2F2008%2F08%2Fmodul-edited-5.doc&ei=_Z2kT6DNI8HRrQeGltjAQ&usg=AFQjCNEjaYnPW4aSWT2XpfBLxD9O-gjTUg&cad=rja. Job Sheet.