Anda di halaman 1dari 2

Metode kopresipitasi.

Metode kopresipitasi merupakan proses kimia yang membawa suatu zat terlarut ke bawah sehingga terbentuk endapan yang dikehendaki. Suatu partikel bulat haruslah berdiameter lebih besar 10-6 m agar mengendap dalam larutan sebagai endapan. Metode kopresipitasi merupakan salah satu metode sintesis senyawa anorganik yangdidasarkan pada pengendapan lebih dari satu substansi secara bersamasama ketika melewatititik jenuh. Kopresipitasi merupakan metode yang menjanjikan karena prosesnyamenggunakan suhu rendah dan mudah untuk mengontrol ukuran partikel sehingga waktuyang dibutuhkan relatif lebih singkat. Beberapa zat yang paling umum digunakan sebagaizat pengendap dalam kopresipitasi adalah hidroksida, karbonat, sulfat dan oksalat. Produk dari metode ini diharapkan memiliki ukuran partikel yang lebih kecil dan lebih homogen daripada metode solid state dan ukuran partikel yang lebih besar dari pada metode sol-gel . Contoh metode kopresipitasi ini digunakan pada sintesis nanopartikel Ni 1-x Zn x Fe 2 O 4 sebagaimana yang dilansir oleh Kandasamy Velmurugan, dkk. (2010). Nanopartikel inimerupakan salah satu material yang bersifat magnetik yang akhir-akhir ini kegunaannyadapat dimanfaatkan dalam beberapa bidang, seperti sistem penyimpanan data, diagnosakesehatan dan sebagainya. Selama ini, nanopartikel Ni 1-x Zn x Fe 2 O 4 telah disintesis melaluimetode metode yang lain, seperti pirolisis sol-gel, hidrotermal dan mechanical alloying. Akan tetapi metode kopresipitasi dianggap metode yang ekonomis untuk menghasilkannanopartikel yang baik. Substitusi seng mempengaruhi ukuran kristal dan sifat magnetik tergantung pada kondisi persiapan awal, oleh karena itu nilai x divariasi dari 0 sampai 1.Dalam jurnal ini, nanopartikel Ni 1-x Zn x Fe 2 O 4 disintesis dari starting material NiCl 2 ,ZnCl 2

dan FeCl 3 dalam media alkali. Dasar pemilihan bahan ini karena ion klorida dapatmelarutkan Ni 2+ , Zn 2+ dan Fe 3+ dalam air sehingga tidak mengotori produk, sedangkan mediaalkali (NaOH) berfungsi sebagai zat pengendap. Penggunaan NaOH sebagai zat pengendapdapat mengendapkan nanopartikel secara efektif karena NaOH terionisasi sempurna dalamlarutan sehingga ion OH terlepas dan mengikat ion logam yang menyebabkan terbentuknyaendapan menjadi prekursor.Campuran larutan NiCl 2 , ZnCl 2 dan FeCl 3 dengan rasio molar menurut stoikhiometri(seperti pada tabel) disiapkan dan dijaga pada suhu 60C dan kemudian ditambahkan larutanNaOH mendidih (0,63 M yang dilarutkan dalam 1200 mL aquades yang diaduk secarakonstan selama 10 detik). Penambahan NaOH tidak dilakukan tetes demi tetes agarpengendapan dapat berlangsung secara bersama-sama. Sedangkan pengadukan secarakonstan ini dilakukan agar suhu larutan terbagi merata sehingga tidak ada strata suhu dalamwadah.Proses pembentukan nano ferit berlangsung melalui dua tahap yaitu tahap kopresipitasi dan tahap feritisasi . Tahap kopresipitasi adalah tahap terbentuknya garamklorida dari logam tersebut menjadi bentuk hidroksidanya berupa presipitat, yang selanjutnyamengalami tahap feritisasi, yaitu tahap transformasi presipitat menjadi kompleks ferittersubsitusi akibat pemanasan dalam media alkali. Larutan dipertahankan pada suhu 85Cselama satu jam