Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ANSIETAS GAMBARAN KASUS Nama Hari/tanggal Pertemuan SP : Nn.

P : Senin, 13 Februari 2012 :1 :1 Nn.P berusia 17 btahun tinggal di jalan Sirojudin gang Senopati 71, Tembalang, Semarang. Ia di bawa ke rumah sakit pada tanggal 13 Februari 2012, dengan alasan ibu Klien mengatakan bahwa Nn.P sudah beberapa hari tidak nafsu makan, sulit tidur, dan gelisah. Klien selalu memikirkan soal ujian nasional yang akan keluar. Dia sering bilang kalau dia takut mendapatkan nilai jelek apalagi sampai tidak lulus. Klien juga terlihat jadi kurang bersemangat dalam belajar. Saat dilakukan pengkajian klien tampak lesu, tekanan darah klien 120/90 mmHg. Nadi 91 x/menit, suhu 38o C, dan RR 24x/menit. Mata klien juga terlihat sayu. Proses Keperawatan A. Masalah Utama 1. Data Subjektif : - Klien mengatakan sering insomnia - Klien mengatakan sering merasa ketakutan - Klien mengatakan sering lupa ketika mengerjakan sesuatu - Klien mengatakan jantungnya sering berdegup kencang - Klien mengatakan dia sering gelisah 2. Data Objektif : - Saat diukur tekanan darah pasien tinggi - Klien terlihat tampak pucat - Wajah klien terlihat tegang - Ketika berbicara klien tampak gugup 3. Diagnosa Keperawatan : Ansietas berat 4. Tujuan keperawatan Tujuan Umum Klien dapat mengurangi ansietasnya sampai tingkat sedang atau ringan Tujuan khusus a. Klien mampu membina hubungan saling percaya b. Klien mampu mengenali ansietas

c. Klien mampu menjelaskan situasi yang menimbulkan cemas 5. Tindakan keperawatan a. Bina hubungan saling percaya. Dalam membina hubungan saling percaya perlu dipertimbangkan agar pasien merasa aman dan nyaman saat berinteraksi.Tindakan yang harus dilakukan dalam membina hubungan saling percaya adalah : - Mengucapkan salam terapeutik - Berjabat tangan - Memperkenalkan identitas diri (nama lengkap, nama panggilan, asal institusi) - Menanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai.Menjelaskan tujuan interaksif.Menyepakati kontrak topik, waktu dan tempat setiap kali bertemu pasien b. Bantu pasien mengenal ansietas. - Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya - Bantu pasien menjelaskan situasi yang menimbulkan ansietas - Bantu pasien mengenal penyebab ansietas - Bantu pasien menyadari perilaku akibat ansietas B. Strategi Pelaksanaan 1. Fase orientasi Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Rr.Tiyas Nurhayati, panggil saja saya suster Tiyas, saya perawat yang bertugas dari jam 08.00-14.00 di ruangan Melati ini, nama mbk siapa mbk? Mbk lebih suka dipanggil siapa? Mbk, tujuan saya di sini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan mbk saat ini. Bagaimana perasaan mbk pagi ini? O, jadi mbk semalam gelisah, tidak bisa tidur? Baiklah, mbk, bagaimana kalau sekarang kita berbincang-bincang tentang perasaan yang mbk rasakan? Bagaimana kalau kita berbincang-bincang selama 30 menit? Kita berbincang-bincang dimana mbk? Baiklah kita akan berbincang-bincang di ruang ini 2. Fase Kerja Tadi mbk katakan, mbk merasa gelisah, tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan. Coba mbk ceritakan lebih lanjut tentang perasaan mbk? apa yang mbk sedang pikirkan? Apa yang mbk lakukan terkait dengan perasaan tersebut? Apa yang terjadi sehingga mbk merasa gelisah? Bagaimana kalau saya ukur dulu ya tekanan darah, mbk. Oh,jadi mbk merasa gelisah saat mbk kepikiran ujian nasional 2 bulan lagi. Trus mbk mengatasinya dengan cara pergi keluar rumah menghirup udara segar. Bisa kita diskusiakan apa yang membuat mbk gelisah menghadapi ujian nasional?

Oh, jadi mbk gelisah karena saat mengerjakan soal-soal latihan ujian hasilnya kurang memuaskan bahkan sempat gagal. Apakah sebelumnya mbk pernah mengalami kondisi seperti sekarang ini? Jadi mbk sebelumnya sering juga mengalami perasaan gelisah seperti sekarang ? Apa masalah yang sebelumnya sering membuat mbk gelisah? Selama ini, bila mbk punya masalah yang mengganggu, apa yang mbk lakukan? Jadi kalau mbk punya masalah mbk akan memikirkan terus masalah itu sehingga mbk merasa gelisah, tidak bisa tidur, tidak nafsu makan? Kalau mbk sedang tidak gelisah, bagaimana kebiasaan tidur dan makan mbk? Selain sekolah kebiasaan apa yang dikerjakan mbk sehari-hari? Apakah mbk selama ini puas dengan kebiasaan yang mbk lakukan? Dalam keluarga mbk, apa yang biasanya dilakukan kalau ada masalah ? Oh, jadi dalam keluarga mbk, memang terbiasa cepat panik dalam menghadapi masalah? Bagaimana kebiasaan mbk dalam beribadah? Bagaimana dengan kebiasaan beribadah dalam keluarga mbk? Apakah sebelumnya mbk pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan ? Apa yang mbk lakukan? Dengan siapa biasanya mbk meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah kalau mbk merasa tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut? Apakah mbk berhasil menyelesaikan masalah tersebut? Wah, baik sekali, berarti dulu mbk pernah mampu menyelesaikan masalah yang cukup berat, saya yakin sekali mbk sekarang juga akan mampu menyelesaikan kecemasan yang mbk rasakan 3. Fase Terminasi Bagaimana perasaan mbk setelah kita ngobrol tentang masalah yang mbk rasakan? Coba mbk sebutkan lagi apa yang membuat mbk cemas?wah bagus sekali. Apa perubahan yang mbk rasakan dengan kondisi kecemasan? Besok kita akan belajar cara mengontrol kecemasan dengan relaksasi nafas dalam. Mbk bisanya kapan?jam berapa?dan dimana, mbk? Ok.besok pagi kita ketemu lagi jam 10.00 di sini. Baik mbk, kalau begitu saya permisi dulu, sampai jumpa. Assalamualaikum.

Pertemuan SP

:2 :2

A. Masalah Utama 1. Data Subjektif : - Klien mengatakan masih sering insomnia - Klien mengatakan masih sering merasa ketakutan - Klien mengatakan jantungnya sering berdegup kencang - Klien mengatakan dia sering gelisah 2. Data Objektif : - Klien masih terlihat tampak pucat - Wajah klien masih terlihat tegang - Ketika berbicara klien masih tampak gugup 3. Diagnosa Keperawatan : Ansietas berat 4. Tujuan keperawatan Tujuan Umum Klien dapat mengurangi ansietasnya sampai tingkat sedang atau ringan Tujuan khusus Klien mampu mengontrol kecemasan dengan cara relaksasi nafas dalam 5. Tindakan keperawatan Mempraktekan cara relaksasi nafas dalam yang benar B. Strategi Pelaksanaan 1. Fase orientasi Assalamualaikum, masih ingat tidak mbk dengan saya? Bagus, mbk masih ingat dengan saya suster Tiyas. Bagaimana perasaannya hari ini? Sudah ada kemajuan? Oh belum ada kemajuan. Mbak masih ingat tidak kegiatan yang akan kita lakukan hari ini? Ya, betul sekali kita akan latihan mengontrol rasa cemas dengan relaksasi nafas dalam. Mbk maunya berapa menit? Kalau 30 menit, bagaimana?trus maunya dimana? 2. Fase Kerja Mbk, kemarin waktu kita diskusi mbk mengatakan bahwa saat cemas mbk tidak nafsu makan dan susah tidur. Nah, latihan relaksasi ini bermanfaat untuk membuat badan mbk enak. Dalam latihan ini mbk harus memusatkan pikiran dan perhatian mbk pada pernapasan, gerakan mengembang dan mengempisnya otot dada mbk saat bernapas. Bisa kita mulai mbk?

Sekarang bapak silahkan duduk dekap seperti saya. Pertama-tama mbk tarik napas perlahanlahan, dalam hitungan satu, mbk pikirkan bahwa udara memasuki bagian bawah paru-paru mbk, pada hitungan dua mbk bayangkan udara mengisi bagian tengah paru-[aru mbk dan pada hitungan tiga mbk bayangkan selruh paru-paru mbk sudah terisi dengan udara, setelah itu tahan napas dalam hitungan tiga setelah itu mbk hembuskan udara melalui mulut dengan meniup udara perlahan-lahan. Nah, sekarang mbk lihat saya mempraktekannya. Sekarang coba mbk praktekan! Wah, bagus sekali mbk sudah mampu melakukannya. Mbk bisa latih kembali relaksasi nafas dalam. 3. Fase Terminasi Bagaimana perasaan mbk setelah latihan tarik nafas dalam ini? Coba mbk ulangi satu kali lagi. Bagus sekali. Setiap kali mbk merasakan cemas, mbk bisa langsung praktekan cara ini. 3 hari lagi aya akan datang lgi untuk mengajarkan latihan yang lain taitu dengan mengendurkan dan mengencangkan seluruh otot mbk. Seperti biasa mbk maunya jam berapa? Ok.jam 09.00 ya. Saya pamit dulu. Sampai jumpa. Assalamualaikum.