Anda di halaman 1dari 18

1 BAB I PENDAHULUAN Katarak Adalah Kekeruhan Lensa.

Fungsi Lensa Sendiri Adalah Untuk Memfokuskanberkas Cahaya Ke Retina, Sehingga Pasien Yang Mengalami Penyakit Katarak Akanmengalami Pengaburan Penglihatan Tanpa Disertai Nyeri. 1 Katarak Memiliki Derajat Kepadatan Yang Sangat Bervariasi Dan Dapat Disebabkanoleh Berbagai Hal, Tetapi Biasanya Berkaitan Dengan Penuaan Yang Disebut Dengan Katarak Terkait Usia Atau Katarak Senilis. Katarak Sendiri Terbagi Atas Katarak Terkait Usia,Katarak Anak-Anak, Katarak Traumatik, Katarak Sekunder Akibat Penyakit Intraokular,Katarak Akibat Penyakit Sistemik, Katarak Toksik, Dan Katarak Ikutan. 1 Katarak Senilis Secara Klinik Dikenal Dalam 6 Stadium Yaitu Insipien, Imatur,Intumesen, Matur, Hipermatur, Dan Morgagni Yang Akan Dijelaskan Kemudian. 1 Angka Kebutaan Dan Kesakitan Mata Di Indonesia Masih Tinggi. Survey Kesehatanindera Tahun 1993 1996 Menunjukkan 1,5% Penduduk Indonesia Mengalami Kebutaandisebabkan Oleh Katarak (52%). Katarak Senilis Merupakan Jenis Katarak Yang Palingsering Ditemukan. Menurut Data Riskesdas 2007, Prevalensi Nasional Kebutaan Diindonesia Adalah Sebesar 0,9% Dengan Penyebab Utama Katarak. Dilaporkan Pula Bahwatelah Terjadi Peningkatan Prevalensi Nasional Kasus Katarak (1,8%) Dibandingkan Dengandata SKRT 2001 (1,2%). 2 Usia Merupakan Faktor Resiko Terjadinya Katarak Senilis. Semakin Meningkatnyausia, Semakin Meningkatkan Resiko Terhadap Katarak. Pada Framingham Eye Study Daritahun 1973-1975, Total And Kasus Baru Dari Katarak Senilis Mencapai 23.0 Kasus Per100.000 Dan 3.5 Kasus Per 100.000, Pada Usia 45-64 Tahun Mencapai 492.2 Kasus Per100.000 Dan 40.8 Kasus Per 100.000 Pada Usia Di Atas 85 Dan Lebih. 3

2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI Lensalensa Adalah Suatu Struktur Bikonveks, Avaskular, Tak Berwarna Dan Hampirtransparan Sempurna. Tebalnya Sekitar 4 Mm Dan Diameternya 9 Mm. 1 Lensa Di Dalambola Mata Terletak Di Belakang Iris Yang Terdiri Dari Zat Tembus Cahaya Berbentuk Seperti Cakram Yang Dapat Menebal Dan Menipis Pada Saat Terjadinya Akomodasi.

Dibelakang Iris, Lensa Digantung Oleh Zonula Zinnii, Yang Menghubungkannya Dengankorpus Siliare. Zonula Zinnii Merupakan Suatu Ligamentum Yang Menahan Lensa Padatempatnya, Tersusun Dari Banyak Fibril Dari Permukaan Korpus Siliare Dan Menyisip Kedalam Ekuator Lensa. Di Sebelah Anterior Lensa Terdapat Humor Aquaeus, Di Sebelahposteriornya Terdapat Humor Vitreus. Kapsul Lensa Adalah Suatu Membran Yangsemipermeabel (Sedikit Lebih Permeabel Daripada Dinding Kapiler) Yang Akanmemperbolehkan Air Dan Elektrolit Masuk. 1,2 Di Sebelah Depan Terdapat Selapis Epitel Subkapsular. Lensa Akan Dibentuk Olehsel Epitel Lensa Yang Membentuk Serat Lensa Di Dalam Kapsul Lensa. Epitel Lensa Akanmembentuk Serat Lensa Terus-Menerus Sehingga Mengakibatkan Memadatnya Seratlensa Di Bagian Sentral Lensa Sehingga Membentuk Nukleus Lensa. Bagian Sentral Lensamerupakan Serat Lensa Yang Paling Dahulu Dibentuk Atau Serat Lensa Yang Tertua Didalam Kapsul Lensa. Di Dalam Lensa Dapat Dibedakan Nukleus Embrional, Fetal Dandewasa. Di Bagian Luar Nukleus Ini Terdapat Serat Lensa Yang Lebih Muda Dan Disebutsebagai Korteks Lensa. Korteks Yang Terletak Di Sebelah Depan Nukleus Lensa Disebutkorteks Anterior, Sedangkan Di Belakangnya Disebut Korteks Posterior. Nukleus Lensamempunyai Konsistensi Lebih Keras Di Banding Korteks Lensa Yang Lebih Muda. 4

3 Gambar 1. Lensa ( Http://Www. Www.Photobiology.Info ) Nukleus Dan Korteks Terbentuk Dari Lamellae Konsentris Yang Panjang. Sesuaidengan Bertambahnya Usia, Serat-Serat Lamelar Subepitel Terus Terus Diproduksi,Sehingga Lensa Lama-Kelamaan Menjadi Lebih Besar Dan Kurang Elastik. Garis-Garispersambungan Yang Terbentuk Dengan Persambungan Lamellae Ini Ujung Ke Ujungberbentuk Y Bila Dilihat Dengan Slitlamp. Bentuk Y Ini Tegak Di Anterior Dan Terbalik Diposterior. Masing-Masing Serat Lamelar Mengandung Sebuah Inti Gepeng. Padapemeriksaan Mikroskop, Inti Ini Jelas Di Bagian Perifer Lensa Di Dekat Ekuator Danbersambungan Dengan Lapisan Epitel Subkapsul. 1 Gambar2. Zona-Zona Lensa ( Http://Www. Www.Opt.Indiana.Edu ) Enam Puluh Lima Persen Lensa Terdiri Dari Air, Sekitar 35% Protein (Kandunganprotein Tertinggi Di Antara Jaringan-Jaringan Tubuh), Dan Sedikit Sekali Mineral Yangbiasa Ada Di Jaringan Tubuh Lainnya. Kandungan Kalium Lebih Tinggi Di Lensa Daripada

4 Di Kebanyakan Jaringan Lain. Asam Askorbat Dan Glutation Terdapat Dalam Bentuk Teroksidasi Maupun Tereduksi. Tidak Ada Serat Nyeri, Pembuluh Darah Atau Saraf Dilensa. 1 B. FISIOLOGI Lensafungsi Utama Lensa Adalah Memfokuskan Berkas Cahaya Ke Retina. Untuk Memfokuskan Cahaya Yang Datang Dari Jauh, Otot-Otot Siliaris Relaksasi, Menegangkanserat Zonula Dan Memperkecil Diameter Anteroposterior Lensa Sampai Ukurannya Yangterkecil. Dalam Posisi Ini, Daya Refraksi Lensa Diperkecil Sehingga Berkas Cahayaparalel Akan Terfokus Ke Retina. Untuk Memfokuskan Cahaya Dari Benda Dekat, Ototsiliaris Berkontraksi Sehingga Tegangan Zonula Berkurang. Kapsul Lensa Yang Elastik Kemudian Mempengaruhi Lensa Menjadi Lebih Sferis Diiringi Oleh Peningkatan Dayabiasnya. Kerjasama Fisiologik Antara Korpus Siliaris, Zonula Dan Lensa Untuk Memfokuskan Benda Dekat Ke Retina Dikenal Sebagai Akomodasi.

1 Kemampuan Menyesuaikan Kekuatan Lensa Sehingga Baik Sumber Cahayadekat Maupun Jauh Dapat Difokuskan Di Retina Dikenal Sebagai Akomodasi. Kekuatanlensa Bergantung Pada Bentuknya, Yang Diatur Oleh Otot Siliaris.

Otot Siliaris Adalahbagian Dari Korpus Siliaris, Suatu Spesialisasi Lapisan Koroid Di Sebelah Anterior. Korpussiliaris Memiliki Dua Komponen Utama, Yaitu Otot Siliaris Dan Jaringan Kapiler Yangmenghasilkan Aqueous Humor . Otot Siliaris Adalah Otot Polos Melingkar Yang Melekatke Lensa Melalui Ligamentum Suspensorium (Zonula Zinnii). Ketika Otot Siliarismelemas, Ligamentum Suspensorium Tegang Dan Menarik Lensa, Sehingga Lensaberbentuk Gepeng Dengan Kekuatan Refraksi Minimal. Ketika Berkontraksi, Garis Tengahotot Ini Berkurang Dan Tegangan Di Ligamentum Suspensorium Mengendur. Sewaktulensa Kurang Mendapat Tarikan Dari Ligamentum Suspensorium, Lensa Mengambilbentuk Yang Lebih Sferis (Bulat) Karena Elastisitas Inherennya. Semakin Besarkelengkungan Lensa (Karena Semakin Bulat), Semakin Besar Kekuatannya Sehinggaberkas-Berkas Cahaya Lebih Dibelokkan.

Pada Mata Normal, Otot Siliaris Melemas Danlensa Mendatar Untuk Penglihatan Jauh, Tetapi Otot Tersebut Berkontraksi Untuk Memungkinkan Lensa Menjadi Lebih Cembung Dan Lebih Kuat Untuk Penglihatan Dekat. 1

5 Gambar 3. Daya Akomodasi Lensa ( Http://Www. Naturaleyesightcentre.Com ) Otot Siliaris Dikontrol Oleh Sistem Saraf Otonom. Serat-Serat Saraf Simpatismenginduksi Relaksasi Otot Siliaris Untuk Penglihatan Jauh, Sementara Sistem Saraf Parasimpatis Menyebabkan Kontraksi Otot Untuk Penglihatan Dekat. Lensa Adalah Suatustruktur Elastis Yang Terdiri Dari Serat-Serat Transparan. Kadang-Kadang Serat-Serat Inimenjadi Keruh (Opak), Sehingga Berkas Cahaya Tidak Dapat Menembusnya, Suatukeadaan Yang Dikenal Sebagai Katarak. 5 Seumur Hidup, Hanya Sel-Sel Di Tepi Luar Lensa Yang Diganti. Sel-Sel Di Bagiantengah Lensa Mengalami Kesulitan Ganda. Sel-Sel Tersebut Tidak Saja Merupakan Seltertua, Tetapi Juga Terletak Paling Jauh Dari Aqueus Humor , Sumber Nutrisi Bagi Lensa.Seiring Dengan Pertambahan Usia, Sel-Sel Di Bagian Tengah Yang Tidak Dapat Diganti Inimati Dan Menjadi Kaku. Dengan Berkurangnya Kelenturan, Lensa Tidak Lagi Mampumengambil Bentuk Sferis Yang Diperlukan Untuk Akomodasi Untuk Penglihatan Dekat. 5

C. GEJALA Kliniskatarak Sering Dibandingkan Dengan Melihat Melalui Kaca Depan Mobil Yangberkabut Atau Melalui Lensa Kamera Kotor. Katarak Dapat Menyebabkan Berbagaikeluhan Dan Perubahan Visual, Termasuk Penglihatan Kabur, Kesulitan Melihat Saat

6 Terang (Sering Akibat Sinar Matahari Atau Lampu Mobil Saat Mengemudi Di Malam Hari),Penglihatan Warna Menjadi Kusam, Rabun Jauh Meningkat Disertai Dengan Perubahanyang Sering Pada Resep Kacamata, Dan Kadang-Kadang Penglihatan Ganda Dalam Satumata. Beberapa Orang Melihat Fenomena Yang Disebut "Pandangan Kedua" Di Manakemampuan Membaca Seseorang Bertambah Sebagai Hasil Dari Rabun Jauh Merekayang Meningkat. 4 Katarak Biasanya Bertahap Dan Tidak Nyeri Serta Tidak Berhubungan Matamerah Atau Gejala Lainnya Kecuali Jika Mereka Menjadi Sangat Maju. 1,4 D. ETIOLOGI DAN Patofisiologipatofisiologi Katarak Senilis Sangat Kompleks Dan Belum Sepenuhnya Dapatdipahami. Dalam Beberapa Kemungkinanya, Patogenesis Dari Katarak Melibatkaninteraksi Kompleks Antara Berbagai Proses Fisiologis. Dengan Bertambahnya Umur,Lensa Akan Mengalami Perubahan Menjadi Lebih Berat Dan Tebal Sedangkankemampuan Akomodasinya Berkurang. Lapisan Kortikal Baru Akan Terus Bertambahdalam Pola Konsentris Lensa, Sedangkan Nukelus Sentral Mengalami Kompresi Danmengeras Dalam Proses Yang Disebut Sklerosis Nuklear.

3 Beberapa Mekanisme Berkontribusi Terhadap Hilangnya Secara Progresif Transparansi Dari Lensa. Epitel Lensa Diduga Mengalami Perubahan Yang Berkaitandengan Usia, Terutama Penurunan Densitas Sel Epitel Lensa Dan Diferensiasimenyimpang Dari Sel Serat Lensa. Walaupun Epitel Dari Lensa Katarak Mengalamikematian Apoptosis Dalam Tingkat Yang Rendah Yang Tidak Menyebabkan Penurunanyang Signifikan Dalam Kepadatan Sel, Akumulasi Kehilangan Epitel Dalam Skala Kecildapat Menyebabkan Perubahan Pembentukan Serat Lensa Dan Homeostasis Yangselanjutnya Dapat Menyebabkan Hilangnya Transparansi Lensa. Selanjutnya Denganbertambahnya Usia, Penurunan Tingkat Di Mana Air Dan Metabolit Dengan Beratmolekul Rendah Yang Larut Dalam Air Dapat Masuk Ke Dalam Sel Inti Lensa Melaluiepitelium Dan Korteks Terjadi Dengan Penurunan Berikutnya Di Tingkat Transportasi Air,Nutrisi, Dan Antioksidan. 3 Akibatnya Kerusakan Oksidatif Progresif Lensa Yang Berhubungan Denganpenuaan Terjadi Yang Selanjutnya Mengarah Berkembang Menjadi Katarak Senilis

7 Berbagai Studi Menunjukkan Peningkatan Produk Oksidasi Misalnya Glutathioneteroksidasi Serta Penurunan Vitamin Antioksidan Dan Enzim Superoxida Dismutasemempunyai Peran Penting Dalam Proses Oksidatif Dalam Proses Kataraktogenesis. 3 Mekanisme Lain Yang Terlibat Adalah Konversi Larutan Dengan Berat Molekulrendah Protein Sitoplasma Lensa Menjadi Larutan Agregat Dengan Berat Molekul Tinggi,Fase Tidak Larut, Dan Matrix Membran Protein Yang Tidak Dapat Larut. Perubahan Proteinyang Tejadi Menyebabkan Fluktuasi Mendadak Dalam Indeks Bias Dari Lensa, Sinarmenghamburkan Cahaya, Dan Mengurangi Transparansi. Hal Lainnya Sedang Diselidikitermasuk Peran Gizi Dalam Perkembangan Katarak, Khususnya Keterlibatan Glukosa ,Mineral Dan Vitamin. 3 Beberapa Kemungkinan Proses Yang Menyebabkan Terjadinya Katarak Dikelompokkan Menjadi Berikut : Biofisik. Beberapa Pertimbangan Penting Dari Segi Biofisik Adalah Sebagai Berikut .Sekitar 90% Dari Sinar UV Yang Mengenai Lensa Adalah UVA (315-400 Nm), Triptofanmenyerap 95% Dari Energi Foton Diserap Oleh Asam Amino Dalam Lensa, Triptofan + Uvmenghasilkan 3-HKG (Hydroxykynurenine) Dan Produk Lainnya, Dan 3-HKGMelekat Pada Protein Dan Berubah Dari Jernih Menjadi Berwarna Coklat. Biokimia . Beberapa Pertimbangan Biokimia Terkait Dengan Katarak Lentikularberhubungan Dengan Cedera Oksidatif Potensial Seiring Dengan Penuaan: Enzimpertahanan, Glukosa-3- Fosfat Dehidrogenase, G-6-PD, Aldolase, Enolase, Danaktvitas Phospokinase Menurun Dengan Usia. Penuaan Berhubungan Denganmenurunnya Konsentrasi Antioksidan (Misalnya, Glutation, Askorbat), Yangmenyebabkan Peningkatan Kerentanan Terhadap Kerusakan Oksidatif Dan Peroksidasilipid. Penuaan Juga Berhubungan Dengan Kelarutan Protein Menurun Dan Peningkatan Jumlah Protein Yang Tidak Larut (Denaturasi Protein Oleh Radikal Bebas), Ikatandisulfida Pada Protein Meningkat, Oksidasi Protein Tiol, Dan Perubahan Dalampermeabilitas Membran ,

Yang Semuanya Dapat Menyebabkan Dehidrasi Osmotik Sellentikular. Efek Ini Ditonjolkan Dengan Paparan Radiasi. Berikut Ini Adalah Yang Seringdiamati Pada Katarak Senilis Yang Khas: 1) Pembentukan Dari Kristalin, Agregat Denganberat Molekul Tinggi Yang Menumpuk Dengan Penuaan; 2) Polipeptida Yangterdegradas Dan 3) Perubahan Asam Amino (Misalnya, Hilangnya Kelompok Slfihidrildan Deaminasi Glutamin Dan Asparagin)

8 Fisiologis . Perubahan Fisiologis Khas Diamati Di Lensa Dengan Penuaan Meliputi:Hilangnya Gap Junction Protein Dengan Usia, Hilangnya Potensial Membranselular,Peningkatan Konsentrasi Natrium Intraseluler (25 Meql1 Sampai 40 Meql -1 ),Serta Perubahan Sekunder Dalam Na + K Atpase Hilangnya -Isoform ATP-Ase Seiringdengan Usia Lanjut Seluler : Perubahan Sel-Sel Lentikular Tergantung Pada Mekanisme Dan Lokasi Dariproses Katarak. Katarak Subkapsular Anterior, Paling Sering Dikaitkan Dengan Paparansinar UV, Terlihat Metaplasia Lentikular Dan Sel Menjadi Berbentuk Spindle (Sepertimyofibroblast) Pada Pusat Epitel Lensa. Katarak Subkapsular Posterior, Yang Umumnyaterkait Dengan Radiasi Pengion Dan Juga Dengan Paparan UV, Menunjukkan Displasiaepitel Germinal Dan Migrasi Posterior Disepanjang Garis Jahitan. Katarak Nukleuspaling Sering Dikaitkan Dengan Penuaan Menunjukkan Beberapa Perubahan Sel, Karenatampaknya Cahaya Pencar Diproduksi Oleh Protein Dengan Berat Molekul Tinggi Disitoplasma. Radiasi . Pengamatan Tentang Katarak Yang Diinduksi Radiasi Tidak Seragam, Terutamakarena Perbedaan Dalam Efek Selular, Biofisik Dan Biokimia Dari Berbagai Bentuk Radiasi. Tidak Ada Respon Bioeffect Dan Seluler Yang Universal Di Seluruh Spektrumelektromagnetik Dan Energi Partikel Radiasi. Penelitian Sebelumnya Katarak Yangdiinduksi Oleh Radiasi UV Ditemukan Di Subkapsular Posterior Sebagai Lokasi Yangpaling Umum, Namun Ada Tumpang Tindih Dengan Perkembangan Katarak Akibat Radiasipengion, Dan Ini Menunjukkan Potensi Untuk Menjadi Kortikal Penuh, Dan Bahkannuklear (Campuran) Katarak Dengan Waktu.

Deposisi Energi Dari Kosmik, Sinar Gamma,Dan Neutron Menyebabkan Ionisasi Dari Unsur Lensa (Terutama Air) Memproduksiradikal Bebas (Terutama Hidroksil Radikal) Yang Dengan Mudah Dapat Bereaksi Dengandan Mengubah Fungsi Membran DNA Dan Sel. Sel Dengan Tingkat Mitosis Yang Lebihtinggi, Seperti Serat Equator Lensa Dipengaruhi Oleh Proses Ini. Biasanya Periode Laten9-12 Bulan Dari Saat Paparan Dosis Tinggi Hingga Onset Dari Opasitas Dari Lensa Telahdiamati. Katarak Akibat Radiasi Telah Ditandai Oleh Beberapa Vakuola, Penampilanberbulu, Dan Bahkan Pinggir Seperti Jaring. 6 Stress Oksidatif Telah Diterima Secara Luas Sebagai Salah Satu Faktor Yangberperan Dalam Proses Pembentukan Katarak. Konsentrasi Protein Yang Rusak Dariproses Oksidatif Akan Meningkat Seiring Dengan Bertambahnya Umur, Dan Lebih Tinggi

9 Secara Signifikan Pada Lensa Yang Mengalami Katarak. Selain Itu Hubungan Antara Intake Makanan Seseorang Dengan Proses Katarak Telah Diselidiki Lebih Lanjut.Beberapa Faktor Diperkirakan Penting Dalam Proses Kekeruhan Lensa Pada Individuyang Lebih Tua. Taylor Menyimpulkan Penyebab Dari Katarak Sebagai 5 D, Yaitu : Daylight (Sinar Matahari), Diet (Intake Makanan), Diabetes (Diabetes)

, Dehydration (Dehidrasi) , Dan Dont Know (Idiopatik). Selain Itu, Efek Buruk Dari Metabolismeglukosa Dalam Lensa Dan Perubahan Terkait Pada Potensi Reduksi Oksidasi Sel Epitellensa Tidak Boleh Diabaikan, Mengingat Efeknya Memperburuk Perubahan Inioksidatif. Lensa Dirancang Untuk Memfokuskan Cahaya Ke Retina Sepanjang Hidupindividu, Tetapi Konsekuensi Dari Ini Adalah Foto-Oksidasi Struktur Lensa. Lensamungkin Muncul Struktur Relatif Inert, Tetapi Memiliki Tingkat ATP Setinggi Sepertiyang Ditemukan Dalam Otot, Jaringan Yang Jauh Lebih Aktif. Metabolisme Oksidatif Jelas Penting Dalam Menjaga Lensa Dalam Keadaan Transparan. Namun, Ini Berartibahwa, Selain Terus Menerus Dalam Cahaya, Lensa Juga 'Bermandikan' Oksigen.Reaktivitas Tinggi

Oksigen Dijelaskan Pada Tingkat Molekuler Oleh Linus Pauling:Oksigen Adalah Unsur Yang Paling ElektroNegatif Setelah Fluor Dan Luar Biasa Dalammemiliki Dua Elektron Pada Orbital P X 2p Yang Antibonding Dalam Orientasi Spinparalel. Prinsip Eksklusi Pauli Berarti Bahwa, Dalam Reduksi Oksigen Ke Air, Reaksi Iniharus Berlangsung Melalui Perantara Dari Radikal Superoksida O -2 . Jadi Dioksigen Yangrelatif Jinak Molekul O 2 Dikonversi Menjadi Radikal Bebas Yang Sangat Reaktif. Stresoksidatif Dikaitkan Dengan Peningkatan Spesies Oksigen Reaktif Yang Dikenal Untuk Mempercepat Pembentukan Katarak. Superoksida Dikonversi Dalam Jaringan Sebagianbesar Tubuh, Termasuk Lensa, Menjadi Hidrogen Peroksida Oleh Dismutase Superoksidatapi Bahkan Hidrogen Peroksida Dapat Menjadi Sangat Beracun Karena Menghasilkanradikal Hidroksil OH. Toksisitas Ini Dicegah Oleh Katalase Dan Glutation Peroksidase.Kunci Utama Antara Foto-Oksidasi Dan Katarak Adalah Bahwa Foto-Oksidasi Kelompok Tiol Pada Lensa Kristalin Menghasilkan Jembatan Disulfida Antara Molekul-Molekul Danproses Ini Akan Menyebabkan Agregasi Protein Dan Katarak. Sebagai Catatan Harding,Perubahan-Perubahan Agregatif Tidak Terbatas Pada Lensa, Kondisi Ini Juga Terjadi Padausia Lainnya Yang Berhubungan Dengan Degenerasi Jaringan Seperti Jaringan Saraf Pusat Dalam Penyakit Alzheimer, Tetapi Mungkin Sangat Jelas Pada Jaringan Yangdilalui Cahaya Terus Menerus. Truscott Menunjukkan Bahwa, Lensa Mengandung Filterterhadap UV Yang Mengurangi Efek Dari Spektrum Elektromagnetik Pada Proteinlensa, Namun Seiring Dengan Usia Ini Akan Berkurang Dengan Sendirinya. 7

10 Konsep Yang Menyatakan Kemungkinan Keterlibatan Lipid Pada Prosesterjadinya Katarak Didasarkan Pada Deskripsi Bahan Lipoidal Pada Lensa Kristalin Yangdilaporkan Oleh Berzelius Pada Tahun 1825. Sejak Penemuan Awal Ini, Beberapapeneliti Telah Mempelajari Mengenai Lipid Lenticular Mengarah Ke Opasitas Lensa. Padatahun 1965, Feldman GL Dan Felman LS Menemukan Kadar Kolesterol, Cephalins,Lesitin, Dan Shingomyelin Yang Lebih Tinggi Pada Lensa Manusia Yang Katarak Biladibandingkan Dengan Lensa Yang Normal. Sekitar 40% Dari Total Lipid Serat Lensamanusia Adalah Kolesterol, Adanya Faktor Intrinsik Atau Ekstrinsik Memodifikasikadarnya Dan Dapat Mengubah Sifat Lensa Optik. Pembentukan Kristal Ini Terkaitdengan Komposisi Lipid Lensa, Dan Diperkirakan Berhubungan Dengan Sphingomyelinandihydrosphingomyelin. Peran Kolesterol Dalam Pembentukan Katarak Juga Didukungoleh Pengamatan Yang Dilakukan Di Berbagai Patologi Yang Berhubungan Dengandefek Metabolisme Kolesterol. Dengan Demikian, Pasien Dengan Smith-Lemli-Opitzsindrom, Aciduria Mevalonic, Atau Cerebrotendinous Xanthomatosis Yang Ditandaidengan Mutasi Pada Enzim Metabolisme Kolesterol (7-Dehydrocholesterol Reduktase,Mevanolate Kinase, Dan CYP27A1, Resp.) Sering Mengalami Katarak. Lensa Manusiasecara Terus Menerus Dalam Lingkungan Fotoksidatif Kuat, Paparan Kronis Terhadapsinar UV, Dan Ozon Dapat Menyebabkan Pembentukan Dari Beberapa Turunan Oksidakolesterol (Oxysterols) Yang Berkontribusi Untuk Mengganggu Sintesis Kolesterol Danhomeostasis Dalam Serat Lensa Manusia. Selain Itu 7-Ketokolesterol Telah Disebutkandapat Mempengaruhi Aktivitas Na / K Atpase, Dan Homeostasis Lipid Intraselular,Oxysterol Ini Diperkirakan Merupakan Suatu Faktor Risiko Penting Dalam Patofisiologiterjadinya Katarak. Telah Dijelaskan

Bahwa Aktivitas Na / K Atpase Adalahpemeliharaan Gradien Konsentrasi Ionik Dan Transparansi Lensa, Dan Komposisi Lipidyang Tidak Lazim Memodifikasi Fluiditas Membran Lensa. Oxyterol Dapat Berinteraksidengan Membran Sel Dan Untuk Menyebabkan Perubahan Kolesterol Dan Fosfolipid,Selain Itu Oxyterol Dapat Memodifikasi Distribusi Kolesterol Serat Lensa Manusia Danberkontribusi Pada Opasitas Lensa. 8 D. Stadiumdalam Prosesnya Sendiri Katarak Senil Secara Klinik Dibagi Dalam 6 Stadiumyaitu Insipien, Imatur, Intumesen, Matur, Hipermatur, Dan Morgagni.

11

Katarak Insipienpada Stadium Ini Akan Terlihat Hal-Hal Sebagai Berikut : Kekeruhan Mulai Daritepi Ekuator Berbentuk Jeriji Menuju Korteks Anterior Dan Posterior(Katarak Kortikal). Vakuol Mulai Terlihat Dalam Korteks . Katarak Subkapsular Posterior,Kekeruhan Mulai Terlihat Anterior Subkapsular Posterior, Celah Terbentuk Antaraserat Lensa Dan Korteks Berisi Jaringan Degeneratif (Benda Morgagni) Padakatarak Insipien. Kekeruhan Ini Dapat Menimbulkan Poliopia Oleh Karenaindeks Refraksi Yang Tidak Sama Pada Semua Bagian Lensa. Bentuk Ini Kadang-Kadang Menetap Untuk Waktu Yang Lama.

Katarak Intumesenkekeruhan Lensa Disertai Pembengkakan Lensa Akibat Lensa Yang Degeneratif Menyerap Air. Masuknya Air Ke Dalam Celah Lensa Mengakibatkan Lensamenjadi Bengkak Dan Besar Yang Akan Mendorong Iris Sehingga Bilik Matamenjadi Dangkal Dibanding Dengan Keadaan Normal. Pencembungan Lensa Iniakan Dapat Memberikan Penyulit Glaukoma. Katarak Intumesen Biasanyaterjapi Pada Katarak Yang Berjalan Cepat Dan Mengakibatkan Miopia Lentikular.Pada Keadaan Ini Dapat Terjadi Hidrasi Korteks Hingga Lensa Akan Mencembungdan Daya Biasnya Akan Bertambah Memberikan Miopisasi. Pada Pemeriksaanslitlamp Terlihat Vakuol Pada Lensa Disertai Peregangan Jarak Lamel Serat Lensa.

Katarak Imatursebagian Lensa Keruh Atau Katarak. Katarak Yang Belum Mengenai Seluruhlapis Lensa. Pada Katarak Imatur Akan Dapat Bertambah Volume Lensa Akibatmeningkatnya Tekanan Osmotik Bahan Lensa Yang Degeneratif. Pada Keadaanlensa Mencembung Akan Dapat Menimbulkan Hambatan Pupil Sehingga Terjadiglaukoma Sekunder.

Katarak Maturpada Katarak Matur Kekeruhan Telah Mengenai Seluruh Masa Lensa . Kekeruhanini Bisa Terjadi Akibat Deposisi Ion Ca Yang Menyeluruh. Bial Katarak Imaturatau Intumesen Tidak Dikeluarkan Maka Cairan Lensa Akan Keluar Sehinggalensa Kembali Pada Ukuran Normal. Akan Terjadi Kekruhan Seluruh Lensa Yangbila Lama Akan Mengakibatkan Klasifikasi Lensa. Bilik Mata Depan Akan

12 Berukuran Kedalaman Normal Kembali, Tidak Terdapat Bayangan Iris Pada Lensayang Keruh Sehingga Uji Bayangan Iris Negatif.

Katarak Hipermaturkatarak Hipermatur Katarak Yang Mengalami Proses Degenerasi Lanjut Dapatmenjadi Keras Atau Lembek Dan Mencair. Masa Lensa Yang Berdegenrasi Keluardari Kapsul Lensa Sehingga Lensa Menjadi Mengecil Berwarna Kuning Dankering. Pada Pemeriksaan Terlihat Bilik Mata Dalam Dan Lipatan Kapsul Lensa.Kadang-Kadang Pengerutan Berjalan Terus Sehingga Hubungan Dengan Zonulazinn Menjadi Kendor. Bila Proses Katarak Berjalan Lanjut Disertai Dengankapsul Yang Tebal Maka Korteks Yang Berdegenerasi Dan Cair Tidak Dapatkeluar, Maka Korteks Akan Memperlihatkan Bentuk Sebagai Sekantong Susudisertai Dengan Nukleus Yang Terbenam Di Dalam Korteks Lensa Karena Lebihberat, Keadaan Ini Disebut Katarak Morgagni. 4 E. PEMERIKSAAN1.

Menggunakan Lampu Celah ( Slit-Lamp)Dapat Mengetahui Secara Detail Kelainan Pada Adneksa Mata, Kornea, Bilik Matadepan, Iris, Lensa Dan Badan Kaca Bagian Depan. Dengan Menggunakan Alattambahan Three Mirror Goniolens Dapat Dilihat Lebih Detail Sudut Bilik Mata Depan,Papil Saraf Mata, Regiomakula, Retina Sampai Dengan Retina Perifer.2.

Tonografidapat Mengetahui Secara Rinci Kelainan Pada Adneksa Mata, Kornea, Bilik Matadepan, Iris, Lensa Dan Badan Kaca Bagian Depan. Dengan Menggunakan Alattambahan Three Mirror Goniolens Dapat Dilihat Lebih Detail Sudut Bilik Mata Depan,Papil Saraf Mata, Regiomakula, Retina Samapi Dengan Retina Perifer.3.

Oftalmoskopiadalah Pemeriksaan Untuk Melihat Bagian Dalam Mata Atau Fundus Okuli. Ada 2 Jenis Oftalmoskopi Yaitu :A.

Direk B.

Indirek

13

4.

Ultrasonografiuntuk Mengetahui Adanya Kekeruhan Pada Segmen Posterior Bola Mata Dan Dapatdiketahui Tingkat Kekeruhannya5.

Biometriadalah Bertujuan Untuk Mengetahui Kekuatan Lensa Intraocular Yang Dipersiapkandalam Rangka Opersi Katarak. Terdiri Dari 2 Macam Pemeriksaan Yaitu :A.

Keratometrib.

Panjang Aksial Bola Mata6.

Retinometripemeriksaan Ini Bertujuan Untuk Melihat Fungsi Retina Pada Keadaan-Keadaandimana Terdapat Kekeruhan Media. Pada Umunya Digunakan Untuk Meramalkankeberhasilan Operasi Katarak 7.

Elektro Retinopatidigunakan Untuk Menilai Kerusakan Luas Pada Retina. Pemeriksaan Ini Berdasarkanpada Timbulnya Gelombang Listrik Statis Bila Retina Terpapar Sinar Akan Terjadiperbedaan Potensial Listrik Antara Elektroda Yang Diletakan Dilensa Kontak Dankornea Dengan Elektroda Yang Diletakkan Di Dahi. 1,4 F. Penatalaksanaanbeberapa Pembedahan Katarak Yang Dikenal Adalah:-

Menekan Lensa Sehingga Jatuh Ke Dalam Badan Kaca (Couching)-

Kemudian Menggunakan Midriatika-

Jarum Penusuk Dari Emas-

Aspirasi Memakai Jarum-

Memakai Sendok Daviel-

Pinset Kapsul + Zolise-

Erisofek (Erishipake)-

Memakai Krio Teknik Karbon Dioksid, Freon, Termoelektrik -

Mengeluarkan Nukleus Lensa Dan Aspirasi Korteks Lensa-

Fako (Phacoemulsification)

14 Ekstraksi Katarak Adalah Cara Pembedahan Dengan Mengangkat Lensa Yangkatarak. Dapat Dilakukan Dengan Intrakapsular Yaitu Mengeluarkan Lensa Bersamadengan Kapsul Lensa Atau Ekstrakapsular Yaitu Mengeluarkan Isi Lensa (Korteks Dannukleus) Melalui Kapsul Anterior Yang Dirobek (Kapsulotomi Anterior) Denganmeninggalkan Kapsul Posterior. Tindakan Bedah Ini Pada Saat Ini Dianggap Lebih Baik Karena Mengurangi Beberapa Penyulit. 4 Operasi Katarak Ekstrakapsular, Atau Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsular (EKEK)Tindakan Pembedahan Pada Lensa Katarak Dimana Dilakukan Pengeluaran Isilensa Dengan Memecah Atau Merobek Kapsul Lensa Anterior Sehingga Masa Lensa Dankorteks Lensa Dapat Keluar Melalui Robekan Tersebut. Termasuk Ke Dalam Golongan Iniekstraksi Linear, Aspirasi Dan Irigasi.Pembedahan Ini Dilakukan Pada Pasien Katarak Muda, Pasien Dengan Kelainanendotel, Bersama-Sama Keratoplasti, Implantasi Sekunder Lensa Intra Okular,Kemungkinan Akan Dilakukan Bedah Glaukoma, Mata Dengan Predisposisi Untuk Terjadinya Prolaps Badan Kaca, Sebelumnya Mata Mengalami Ablasi Retina, Matadengan Sitoid Makular Edema, Pasca Bedah Ablasi, Untuk Mencegah Penyulit Pada Saatmelakukan Pembedahan Katarak Seperti Prolaps Badan Kaca. Penyulit Yang Dapattimbul Pada Pembedahan Ini Yaitu Dapat Terjadinya Katarak Sekunder. 4 Operasi Katarak Intrakapsular , Atau Ekstraksi Katarak Intrakapsular (EKIK)Pembedahan Dengan Mengeluarkan Seluruh Lensa Bersama Kapsul. Dapatdilakukan Pada Zonula Zinn Telah Rapuh Atau Berdegenerasi Dan Mudah Diputus. Padakatarak Ekstraksi Intrakapsular Tidak Akan Terjadi

Katarak Sekunder Dan Merupakantindakan Pembedahan Yang Sangat Lama Populer. Pembedahan Ini Dilakukan Denganmenggunakan Mikroskop Dan Pemakaian Alat Khusus Sehingga Penyulit Tidak Banyak Seperti Sebelumnya.Katarak Ekstraksi Intrakapsular Ini Tidak Boleh Dilakukan Atau Kontraindikasipada Pasien Berusia Kurang Dari 40 Tahun Yang Masih Mempunyai Ligamen Hialoideakapsular. Penyulit Yang Dapat Terjadi Pada Pembedahan Ini Astigmat, Glaukoma,Uveitis, Endoftalmitis, Dan Perdarahan. 4

15 Lensa Intraokular Lebih Dari 90% Dari Semua Operasi Katarak Di Amerika Serikat-Atau Lebih Dari1 Juta Per Tahun-Diikuti Dengan Implantasi Lensa Intraokuler. Membaiknya Teknik Bedah Dan Implant Lensa Yang Semakin Baik Memerankan Peranan Yang Besar Dalamkemajuan Ini. Akan Tetapi, Perangsang Utamanya Adalah Kerugian Yang Ditimbulkanoleh Kacamata Afakia, Antara Lain Pembesaran Bayangan, Aberasi Sferik, Lapanganpandang Terbatas, Dan Tidak Ada Kemungkinan Menggunakan Lensa Binokuler Bila Matalainnya Fakik. Sekitar 90% Implant Berada Di Kamera Posterior Dan 10% Di Kameraanterior. Ada Banyak Jenis Lensa, Tetapi Semuanya Terdiri Dari Dua Bagian Dasar: Optik Sferis Biasanya Dibuat Dari Polimetilmetakrilat; Dan Footplates Atau Haptik Untuk Menahan Lensa Pada Posisinya. 1 Lensa Kamera Posterior Umumnya Digunakan Pada Prosedur Ekstrakapsular.Kombinasi Ini Lebih Disukai Daripada Lensa Kamera Anterior Karena Insidensikomplikasi Yang Mengganggu Pandangan Lebih Kecil, Seperti Hyphema, Glaukomasekunder, Edema Makula, Blok Pupil. Insidensi Kerusakan Endotel Kornea Dankeratopati Bulosa Pseudofakik Pada Pasien Dengan Lensa Kamera Posterior Juga Lebihkecil. Akan Tetapi, Jenis Lensa Kamera Anterior Yang Lebih Baru Sudah Menurunkankomplikasi-Komplikasi Ini. Lensa Kamera Anterior Digunakan Untuk Pasien-Pasienyang Menjalani Bedah Intrakapsular Atau Kalau Kapsul Posterior Sudah Ruptur Tanpasengaja Pada Saat Pembedahan Ekstrakapsular. 1 Kontraindikasi Untuk Implantasi Lensa Intraokular Antara Lain Uveitis Berulang,Retinopati Diabetik Proliferatif, Rubeosis Iridis, Dan Glaukoma Neovaskular. Pasiendengan Glaukoma Sudut Terbuka Dan Hipertensi Okuler Dapat Menerima Lensaintraokuler, Tetapi Lensa Kamera Posterior Lebih Disukai. Usia Dianggap Merupakankontraindikasi Relatif, Tetapi Semakin Muda Saja, Pasien Yang Menerima Lensaintraokuler Setiap Tahunnya. 1 Sebagai Ganti Lensa Intraokuler Adalah Lensa Kontak, Tetapi Banyak Pasienlanjut Usia Tidak Dapat Menerima Atau Memasangnya Dengan Mudah. Pada Keadaantertentu, Kalau Tidak Dapat Digunakan Lensa Intraokuler Atau Lensa Kontak, Dapatdipakai Kacamata Afakia.

16

Perawatan Pasca-Operasi (Katarak Senilis) Kalau Digunakan Teknik Insisi-Kecil, Masa Penyembuhan Pasca-Operasibiasanya Lebih Pendek. Pasien Dapat Bebas Rawat Jalan Pada Hari Operasi Itu Juga,Tetapi Dianjurkan Untuk Bergerak Dengan Hati-Hati Dan Menghindari Peregangan Ataumengangkat Benda Berat Selama Sekitar Satu Bulan. Matanya Dapat Dibalut Selamabeberapa Hari, Tetapi Kalau Matanya Terasa Nyaman, Balutan Dapat Dibuang Pada Haripertama PascaOperasi Dan Matanya Dilindungi Kacamata Atau Dengan Pelindungseharian. Pelindung Pada Malam Hari Dengan Pelindung Logam Diperlukan Selamabeberapa Minggu. Kacamata Sementara Dapat Digunakan Beberapa Hari Setelahoperasi, Tetapi Pasien Biasanya Melihat Dengan Cukup Baik Melalui Lensa Intraokulersambil Menantikan Kacamata Permanen (Biasanya Disediakan Setelah 6-8 Minggusetelah Operasi). 1 G. Komplikasikomplikasi Yang Timbul Biasa Disebabkan Oleh Pembedahan, Seperti :1.

Hilangnya Vitreus. Jika Kapsul Posterior Mengalami Kerusakan Selama Operasimaka Gel Vitreus Dapat Masuk Ke Dalam Bilik Anterior Yang Merupakan Resikoterjadinya Glaukoma Atau Traksi Pada Retina. Keadaan Ini Membutuhkanpengangkatan Dengan Satu Instrumen Yang Mengaspirasi Dan Mengeksisi Gel(Vitreus). Pemasangan Lensa Intraokuler Sesegera Mungkin Tidak Dapat Dilakukanpada Kondisi Ini.2.

Prolaps Iris. Iris Dapat Mengalami Protrusi Melalui Insisi Bedah Pada Periode Pascaoperasi Dini. Terlihat Sebagai Daerah Berwarna Gelap Pada Lokasi Insisi. Pupilmengalami Distorsi. Keadaan Ini Membutuhkan Perbaikan Sesegera Denganpembedahan.3.

Endoftalmitis. Komplikasi Infektif Ekstraksi Katarak Yang Serius Namun Jarangterjadi (Kurang Dari 0,3 %). Pasien Datang Dengan :A.

Mata Merah Yang Nyeri;B.

Penurunan Tajam Penglihatan, Biasanya Dalam Beberapa Hari Setelahpembedahan;C.

Pengumpulan Sel Darah Putih Di Bilik Anterior (Hipopion)

17 4.

Astigmatisme Pasca Operasi. Mungkin Dibutuhkan Pengangkatan Jahitan Korneauntuk Mengurangi Astigmatisma Kornea Ini. Ini Dilakukan Sebelum Pengukurankacamata Baru Namun Setelah Luka Insisi Sembuh

Dan Obat Steroid Tetes Dihentikan.Kelengkungan Kornea Yang Berlebih Dapat Terjadi Pada Garis Jahitan Jika Jahitanterlalu Erat. Pengangkatan Jahitan Biasanya Menyelesaikan Masalah Ini Dan Bisadilakukan Dengan Mudah Di Klinik Dengan Anastesi Lokal, Dengan Pasien Duduk Didepan Slit Lamp. Jahitan Yang Longgar Harus Diangkat Untuk Mencegah Infeksinamun Diperlukan Penjahitan Kembali Jika Penyembuhan Lokasi Insisi Tidak Sempurna. Fekoemulsifikasi Tanpa Jahitan Melalui Insisi Yang Kecilmenghindarkan Komplikasi Ini. Selain Itu, Penempatan Luka Memungkinkankoreksi Astigmatisme Yang Ada Sebelumnya.5.

Edema Makular Sistoid. Makula Menjadi Edema Setelah Pembedahan, Terutamabila Disertai Hilangnya Vitreus. Dapat Sembuh Seiring Waktu Namun Dapatmenyebabkan Penurunan Tajam Penglihatan Yang Berat.6.

Ablasio Retina. Teknik-Teknik Modern Dalam Ekstraksi Katarak Dihubungkandengan Rendahnya Tingkat Komplikasi Ini. Tingkat Komplikasi Ini Bertambah Bilaterjadi Kehilangan Vitreus.7.

Opasifikasi Kapsul Posterior. Pada Sekitar 20 % Pasien, Kejernihan Kapsul Posteriorberkurang Beberapa Bulan Setelah Pembedahan Ketika Sel Epitel Residu Bermigrasimelalui Permukaannya. Penglihatan Menjadi Kabur Dan Mungkin Terdapat Rasasilau. Dapat Dibuat Satu Lubang Kecil Pada Kapsul Dengan Laser ( Neodymium Yttrium (Ndyag)

Laser ) Sebagai Prosedur Klinis Rawat Jalan. Terdapat Resiko Keciledema Makular Sistoid Atau Terlepasnya Retina Setelah Kapsulotomi YAG.Penelitian Yang Ditujukan Untuk Mengurangi Komplikasi Ini Menunjukkan Bahwabahan Yang Digunakan Untuk Membuat Lensa, Bentuk Tepi Lensa, Dan Tumpangtindih Lensa Intraokular Dengan Sebagian Kecil Cincin Kapsul Anterior Pentingdalam Mencegah Opasifikasi Kapsul Posterior.8.

Jika Jahitan Nilon Halus Tidak Diangkat Setelah Pembedahan, Maka Jahitan Dapatlepas Dalam Beberapa Bulan Atau Tahun Setelah Pembedahan Dan Mengakibatkaniritasi Atau Infeksi. Gejala Hilang Dengan Pengangkatan Jahitan. 9

18 H. Prognosiskatarak Terkait Usia Biasanya Berjalan Lambat Selama Bertahun-Tahun, Danpasien Kemungkinan Meninggal Sebelum Dibutuhkan Tindakan Operasi. Jika Terdapatindikasi Operasi, Ekstraksi Lensa Akan Memperbaiki Ketajaman Penglihatan Pada Lebihdari 90% Kasus; Sisanya Mungkin Telah Disertai Dengan Kerusakan Retina Ataumengalami Komplikasi Pascabedah Yang Lebih Serius Sehingga Mencegah Perbaikanvisus Yang Signifikan, Mis. Glaukoma, Ablatio Retina, Perdarahan Intraokular, Atauinfeksi. 1

19 BAB III PENUTUP Katarak Adalah Kekeruhan Pada Lensa Dengan Derajat Kepadatan Yang Sangatbervariasi. Usia Merupakan Faktor Resiko Terjadinya Katarak Senilis. Semakinmeningkatnya Usia, Semakin Meningkatkan Resiko Terhadap Katarak. Denganbertambahnya Umur, Lensa Akan Mengalami Perubahan Menjadi Lebih Berat Dan Tebalsedangkan Kemampuan Akomodasinya Berkurang. Lapisan Kortikal Baru Akan Terusbertambah Dalam Pola Konsentris Lensa, Sedangkan Nukelus Sentral Mengalami Kompresidan Mengeras Dalam Proses Yang Disebut Sklerosis Nuklear.Katarak Dapat Menyebabkan Berbagai Keluhan Dan Perubahan Visual, Termasuk Penglihatan Kabur, Kesulitan Melihat Saat Terang (Sering Akibat Sinar Matahari Atau Lampumobil Saat Mengemudi Di Malam Hari), Penglihatan Warna Menjadi Kusam, Rabun Jauhmeningkat Disertai Dengan Perubahan Yang Sering Pada Resep Kacamata, Dan Kadang-Kadang Penglihatan Ganda Dalam Satu Mata. Beberapa Orang Melihat Fenomena Yangdisebut "Pandangan Kedua" Di Mana Kemampuan Membaca Seseorang Bertambah Sebagaihasil Dari Rabun Jauh Mereka Yang Meningkat.Katarak Biasanya Bertahap Dan Tidak Nyeri Serta Tidak Berhubungan Dengan Matamerah Atau Gejala Lainnya Kecuali Jika Mereka Menjadi Sangat Maju.Ekstraksi Katarak Adalah Cara Pembedahan Dengan Mengangkat Lensa Yangkatarak. Dapat Dilakukan Dengan Intrakapsular Yaitu Mengeluarkan Lensa Bersamadengan Kapsul Lensa Atau Ekstrakapsular Yaitu Mengeluarkan Isi Lensa (Korteks Dannukleus) Melalui Kapsul Anterior Yang Dirobek (Kapsulotomi Anterior) Denganmeninggalkan Kapsul Posterior. Tindakan Bedah Ini Pada Saat Ini Dianggap Lebih Baik Karena Mengurangi Beberapa Penyulit.

20 DAFTAR PUSTAKA 1.

Vaughan DG, Asbury T, Riordan P. Oftalmologi Umum Ed. 14. Jakarta: Widyamedika. 2000. Hal 9-11;175-83.2.

Departemen Kesehatan. Gangguan Kesehatan Masih Menjadi Masalah Kesehatan.Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 20103.

Ilyas S, Mailangkay HHB, Taim H, Dkk. Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter Umum Danmahasiswa Kedokteran , Edisi Kedua. Jakarta : Sagung Seto. 2002;IX:148-524.

Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. Edisi Ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2009;8-9;200-11.5.

Sherwood L. Sistem Saraf Perifer Divisi Aferen, Indera. Fisiologi Manusia. Ed. 2.Jakarta: EGC. 2001;5:165-67.6.

Jones JA, Mccarten M, Manuel K. Cataract Formation Mechanisms And Risk Inaviation And Space Crews. In: Aviation , Space , And Environment Medicine.Houston: NASA Johnson Spce Center; 2007;78:A55-A667.

Williams DL. Oxidation, Antioxidants And Cataract Formation. In: Veterinaryopthalmology. Cambridge: Department Of Clinical Veterinary Medicine; 2006;9:292-88.

Vejux A, Sammai M, Lizard G. Contribution Of Cholesterol And Oxysterols In Thephysopathology Of Cataract: Implication For The Development Of Pharmalogicaltreatments. In: Journal Of Opthalmology. France: University Of Burgundy;2011;471947:1-6.9.

James B, Chew C, Bron A. Lecture Notes Ophtalmology. Ed 9. Jakarta : Penerbiterlangga. 2006. Hal 79 83