Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lantai gambar adalah suatu media dimana seorang perancang kapal menggambar Rencana Garis dengan ukuran kapal yang sebenarnya ( skala 1:1 ). Lantai gambar ini sangat diperlukan di lapangan nantinya, karena di lantai gambar itu kita dapat megetahui gambaran kapal sesuai dengan ukuran sebenarnya. Maka dari itu mahasiswa dan mahasiswi PSD III Teknik Perkapalan diwajibkan untuk mengikuti prAktik ini dengan baik.

B. Maksud dan Tujuan


Mahasiswa dan mahasiswi diharapkan dapat mengetahui dan trampil : 1. Cara penggambaran Rencana Garis dengan ukuran sebenarnya ( skala 1:1 ) 2. Membuat garis bentuk gading pada body plan. 3. Membuat garis lengkung geladak melintang pada body plan. 4. Membuat garis lengkung geladak memanjang pada gambar pandangan samping (sheer plan).

C. Waktu Pelaksanaan
a. Waktu Praktik lantai gambar dilaksanakan pada tanggal 4 - 7 Juni 2012. b. Tempat Ruang Praktik Lantai Gambar.

BAB II ISI

A. Dasar Teori
Gambar rencana garis merupakan gambar yang menunjukan bentuk body atau badan kapal di bawah garis air (sarat), sehingga gambar rencana garis memegang peranan penting, baik untuk tahapan selanjutnya maupun tahapan pelaksanaan pembangunan kapal baru. Karena dari gambar rencana garis inilah tahapan awal pelaksanaan pembangunan kapal dilakukan.

B. Pencegahan Kecelakaan
1. Alat Gunakan alat sesuai dengan fungsinya Setelah selesai praktek, kembalikan alat pada tempatnya 2. Praktikan mematuhi tata tertib praktikum.

C. Alat-alat praktikum
1. Rool Meter 2. Penggaris kayu 3. Penggaris siku 4. Mistar panjang 5. Pemberat/tindih 6. Mal kayu

D. Bahan-bahan Praktikum
1. Triplek Melamin putih ukuran 2,4m x 1,2m x 3mm 2. Kapur warna 3. Spidol tiga warna 4. Aceton
2

5. Benang 6. Majun putih

E. Pelaksanaan Praktik
Langkah/urutan kerja:

A. Penggambaran / pembuatan garis-gais ordinat


1. Menentukan garis dasar (base line) dan garis tengah (center line). Dengan memperhitungkan tinggi maksimum pada ujung haluan, setengah lebar kapal dan dengan lebar lantai gambar, maka garis dasar dan garis tengah dapat ditentukan dan digambar. 2. Menentukan jarak ordinat (station) dari AP-FP sesuai dengan panjang (Lpp) kapal. Dengan memperhitungkan panjang antara garis tegak buritan haluan dan panjang lantai gambar, maka garis station AP dapat ditentukan dan jarak station sampai FP dapat diukur dan dibuat garis station. 3. Menentukan / membuat garis-garis ordinat WL (Water Line). Dengan melihat ukuran sart maksimum (T), maka ordinat Water Line (WL) dapat diukur dan garis-garis ordinatnya (WL 1, WL 2, .WL max) dapat digambar. 4. Menentukan / membuat garis-garis ordinat BL (Buttock Line). Dengan melihat ukuran lebar kapal (B), maka setengah lebar dapat diukur dan garis-garis ordinat BL (BL I, BL II, BL III,.) dapat digambar.

B. Penggambaran pada pandangan samping (Seer Plan)


1. Membuat garis bentuk haluan dan buritan kapal (Stern). Dengan melihat ukuran-ukuran pada gambar Lines Plan, maka bentuk linggi haluan dan buritan kapal dapat digambar. 2. Membuat garis lengkung geladak memanjang (Sheer). Untuk membuat garis lengkung geladak dapat dilakukan dengan cara memindahkan ukuran-ukuran pada table offset.
3

3. Membuat garis-garis lengkung BL sesuai dengan ukuran pada table offset. Dengan melihat ukuran-ukuran pada table offset (tinggi dari garis dasar), maka garis-garis lengkung BL dapat digambar.

Gambar sheer plan dan half breadh plan

C. Penggambaran pada pandangan atas setengah lebar (Half Breadh Plan)


1. Membuat garis-garis lengkung WL sesuai dengan ukuran pada table offset. Dengan memindahkan ukuran-ukuran pada table offset (setengah lebar) ke lantai gambar, maka garis-garis lengkung WL dapat digambar. 2. Control/checking proyeksi antara garis lengkung BL dengan garis lengkung WL. Chek/control proyeksi antara garis lengkung BL dengan garis ordinat WL dan antara garis lengkung WL dengan garis ordinat BL.

D. Penggambaran pada Body Plan

1. Menentukan/membuat garis-garis ordinat body plan. Untuk membuat garis-garis ordinat body plan, dapat dilakukan dengan mengukur lebar kapal (B) tepat pada station 5 sebagai garis tengah (Center Line), kemudian diukur masing-masing jarak BL dan tarik garis dari base line keatas. 2. Menentukan/membuat garis-garis gading sesuai dengan jarak gading yang telah ditentukan. Garis-garis ordinat gading dapat digambar, terlebih dahulu mengukur jarak gading (frame space) yang telah ditentukan. 3. Membuat garis bentuk gading. Garis-garis bentuk gading dapat digambar pada body plan dengan cara mengukur semua garis-garis ordinatgading yang berpotongan dengan garis lengkung BL dan garis lengkung WL. 4. Membuat garis lengkung geladak melintang. Garis-garis lengkung geladak melintang pada body plan dapat digambar dengan cara membuat garis horizontal pada tiap-tiap ujung atas gading ke center line. Kemudian pada tiap-tiap garis horizontal yang berpotongan

dengan center line diukur 1/50 B dan dibuat lengkungan sampai keujung gading. Foto-foto hasil dari praktik lantai gambar kelompok kami:

PENUTUP A. Kesimpulan
Gambar rencana garis merupakan gambar yang menunjukan bentuk body atau badan kapal di bawah garis air (sarat), sehingga gambar rencana garis memegang peranan penting, baik untuk tahapan selanjutnya maupun tahapan pelaksanaan pembangunan kapal baru. Karena dari gambar rencana garis inilah tahapan awal pelaksanaan pembangunan kapal dilakukan. Dan dari gambar rencana garis tersebut akan di terapkan di lantai gambar dengan skala 1:1, sehingga para teknisi dapt membaca gambaran dari kapal yang akan direncanakan/akan dibangun. Sehingga praktik lantai gambar ini sangat penting bagi mahasiswa dan mahasiswi Teknik Perkapalan sebagai bekal nanti di dunia kerja.