Anda di halaman 1dari 3

KODE ETIK PERS

Pers adalah sebuah Profesi Pekerjaan Dengan kata lain Pers adalah yang memilki 4 (empat) hal berikut ini : A.Harus Terdapat Kebebasan dalam pekerjaan B.Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu C.Harus Ada Keahlian (Expertise) D.Harus ada tanggung jawab yang terikat pada kode etik Pekerjaan

Pers (indonesia) sudah memenuhi keempat kriteria Profesional tersebut. A) Pers Memiliki kebebasan yang disebut kebebasan Pers, yakni kebebasan mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan, Kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak azazi warga negara yang menjalani profesi tersebut, bahkan pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pemberedelan, atau pelarangan penyiaran (Pasal 4 ayat (1) dan (2). B) Jam Kerja Pers adalah 24 jam sehari karena peristiwa yang diliputnya sering tidak terduga dan bisa terjadi kapan saja. Sebagai Profesional, Pers harus terjun kelapangan meliputnya. Itulah panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan sebagai Pers. Bahkan Pers kadang-kadang harus bekerja dalam keadaan bahaya. Mereka ingin menjadi orang pertama dalam mendapatkan berita dan Mengenali para pemimpin atau orang-orang ternama. C) Pers memeliki keahlian tertentu, yakni keahlian mencari, meliput, dan menulis berita, termasuk keahlian dalam berbahasa tulisan dan bahasa jurnalistik D) Pers memiliki dan menaati Kode etik jurnalistik (Pasal 7 ayat (2) UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers). Kode Etik Yang dimaksud adalah Kode etik yang telah disepakati Organisasi Pers dan telah ditetapkan Dewan Pers.

Kode Etik Pers Antara Lain : 1) Berita diperoleh dengan cara jujur 2) Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum menyiarkan ( Check and Recheck ) 3) Sebisanya membedakan antara kejadian (Fact) dan pendapat (opinion) 4) Menghargai dan melindungi kedudukan nara sumber yang tidak mau disebut namanya. Dalam hal ini, Pers tidak boleh memberi tahu dimana ia mendapat beritanya jika orang yang memberikanya memintanya untuk merahasiakannya.

FUNGSI DARI PERS

Undang-Undang No.40 tahun 1999 tentang Pers Menyebutkan bahwa yang dimaksud Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik, maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Adapun Fungsi Pers antara lain sebagai berikut :

A. Fungsi Menyiarkan Informasi (to Inform)


Menyiarkan Informasi merupakan fungsi Pers yang Pertama dan Utama.

B. Fungsi Mendidik (to Educate)


Sebagai sarana pendidikan massa (mass education), surat kabar dan majalah memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga pembaca bertambah ilmu pengetahuannya. fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana. Kadang-kadang cerita bersambung atau berita bergambar juga mengandung aspek pendidikan.

C. Fungsi menghibur (to Entertain)


Hal yang bersifat hiburan sering dimuat disurat kabar atau majalah untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel berbobot. Bisa berupa cerita-cerita pendidikan, cerita bergambar, pojok karikatur, meskipun pemuatan isi mengandung hiburan, itu karena semata-mata melemaskan ketegangan pikiran setelah para pembaca dihidangi berita dan artikel yang berat.

D. Fungsi mempengaruhi (to Influence)


Fungsi mempengaruhi ini yang menyebabkan Pers memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Napoleon dalam masa jayanya pernah berkata bahwa ia lebih takut kepada empat surat kabardaripada serangan serdadu dengan senapan bersangkur terhunus. Dalam bahasa insan Pers nya Tajamnya Mata Pena Lebih Tajam dari Mata Pisau, dan Pers Bagaikan dua mata pisau di atasnya tunpul dibagian bawahnya sangat lah Tajam.

PERAN PERS
Menurut Undang-Undang No.40 tahun 1999 pers Nasional memiliki peranan sebagai berikut : A. Memenuhi Masyarakat untuk mengetahui. B. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan hal azazi manusia, serta menghormati kebhinekaan. C. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar. D. Melakukan pengawasan, Kritik, Koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. E. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Kemerdekaan berpendapat dan berekspresi adalah hak azazi manusia yang dilindungi Pancasila, undang-undang dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak azazi manusia PBB, kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.