Anda di halaman 1dari 13

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

I. -

Tujuan Dapat memahami konsep pengukuran besaran listrik Mengetahui pengukuran dan perhitungan hambatan,tegangan, serta daya dalam rangkaian listrik Mengetahui nilai rata-rata, error serta deviasi pada pengukuran

II. -

Alat dan bahan 3 Multimeter 5 resistor yang memiliki nilai hambatan yang berbeda Baterai 9 volt 2 kabel konektor

III. Dasar Teori AMPERMETER DAN VOLTMETER Pada dasarnya kedua instrumen ini sama, bedanya terletak pada pengaruh masingmasing instrumen terhadap rangkaian dimana dilakukan pengukuran. Hal ini terjadi karena berbeda dalam pemasangan. Jika ampermeter dipasang pada rangkaian, maka seolah-olah kita menambahkan tahanan pada rangkaian tersebut. Maka ada kemungkinan arus yang mengalir pada saat di pasang ampermeter lebih kecil dibanding dengan arus yang mengalir pada saat rangkaian tanpa ampermeter. Oleh karena itu tahanan ampermeter harus sekecil mungkin. Alasan lain bahwa ampermeter tahanannya harus kecil agar daya yang hilang pada ampermeter itu kecil. Pada voltmeter berbeda hal nya. Karena pada pengukuran voltmeter di pasang paralel dengan beda potensial yang di ukur, maka tahanan voltmeter harus besar. Dengan memasang voltmeter paralel dengan rangkaian, ada kemungkinan tahanan total dapat menjadi kecil di bandingkan dengan keadaan sebelum voltmeter di pasang. Alasan tahanan voltmeter harus besar agar daya yang hilang pada voltmeter kecil. Amperemeter Untuk keperluan praktek dengan dasar yang sama dengan galvanometer, dibuat ampermeter yaitu suatu alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik dengan skala yang disebut

mili

ampermeter.

Alat ukur ini ditunjukkan

seperti gambar 3. Hal-hal yang perlu

diperhatikan dalam penggunaan ampermeter adalah alat ukurnya dirangkai secara seri. Oleh karena itu tahanan ampermeter tersebut perlu diupayakan sekecil-kecilnya dan kutub positif dan negatifnya serta batas ukur maksimumnya.

Volmeter Alat ini digunakan untuk mengukur beda potensial dalam suatu rangkaian listrik. Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada suatu komponen, kedua terminal voltmeter harus dihubungkan dengan dengan kedua titik yang tegangannya akan diukur sehingga terhubung secara paralel dengan komponen tersebut. Seberapa akurat pengukuran tegangan ini tergantung pada hambatan voltmeter. Jika hambatan dalam voltmeter besar, maka arus yang melewati voltmeter akan sangat kecil sehingga pengaruh voltmeter pada rangkaian sangat kecil. Oleh karena itu idealnya hambatan dalam voltmeter harus besar tak terhingga. Pada gambar 4 ditunjukkan gambar voltmeter dan simbolnya.

TAHANAN, OHMMETER DAN HUKUM OHM

Tahanan adalah suatu alat listrik yang digunakan untuk menghambat/menahan arus listrik. Tahanan berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi tahanan tetap, tahanan variabel dan tahanan geser. Simbol dari masing-masing tahanan adalah sebagai berikut:

Tahanan tetap adalah tahanan yang besarnya tetap, hanya biasanya untuk besar yang sama masih dibedakan dengan daya maksimum yang sanggup dihasilkan oleh

tahanan tersebut. Hal ini bergantung pada bahan yang digunakan masing- masing tahanan tersebut. Misalnya pada tahanan tersebut tertulis 1K? /5W, berarti tahanan tersebut mempunyai nilai sebesar 1 K? dengan daya maksimum 5 watt. Untuk tahanan-tahanan tertentu biasanya tidak dituliskan namun dinyatakan dengan kode warna. Tahanan variabel adalah tahanan yang besarnya dapat diubah-ubah misalnya 10? , 100? , 1000? dan

seterusnya. Tahanan jenis ini digunakan dalam suatu kegiatan laboratorium yang memerlukan beberapa tahanan yang perlu diketahui nilainya. Agar praktis dan dapat melakukannya dengan cepat digunakan tahanan variabel ini. Tahanan geser adalah tahanan yang nilainya dapat diubah secara linier untuk rentang tertentu, misalnya: 0 -22 ? , 0-100 ? , 0-1 K? dan seterusnya. Dalam suatu kegiatan laboratorium, tahanan geser ini difungsikan sebagai pengatur arus. Namun demikian dalam menggunakan tahanan geser tersebut perlu memperhatikan batas arus maksimum yang boleh melewati alat tersebut, karena kalau dipaksakan maka dapat membakar atau merusak alat tersebut. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya tahanan dinamakan ohmmeter. Prinsip kerja alat ini berdasarkan hukum Ohm. Ketika suatu ampermeter dihubungkan langsung dengan sumber tegangan maka rangkaian peralatannya adalah seperti pada gambar 6.

Pada

rangkaian

tersebut

dihubungkan

dengan

tahanan

variabel

untuk

mengatur kuat arus agar jarum penunjuk dapat tepat berada pada titik sebelah kanan (dalam hal ini dipakai sebagai titik nol). Setelah diperoleh keadaan ini selanjutnya digunakan untuk mengukur tahanan dengan menambahkan tahanan yang akan diukur nilainya tersebut dalam rangkaian seperti pada gambar 7.

Pada rangkaian seperti pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa kuat arus yang mengalir menjadi kecil (I < I). Dari pengurangan penunjukan skala kuat arus tersebut dikonversikan sebagai penambahan tahanan yang diukur. Oleh karena itu cara penunjukkan skala dalam Ohmmeter adalah dari kanan ke kiri. Hukum Ohm merupakan salah satu hukum dasar dalam teori rangkaian listrik. Hukum Ohm pada prakteknya dapat digunakan untuk mengetahui dan menentukan besarnya nilai resistansi. Menurut hukum Ohm nilai Resistansi adalah : R = V / I (1)

Dengan :

R = Resistansi (Ohm) V = Tegangan (Volt) I = Arus (Ampere)

STATISTIKA DASAR

Jika pengamatan/pengukuran dilakukan berkali-kali pada besaran yang diukur secara langsung, hasilnya akan berbeda-beda. Misalnya hasil pengamatan/pengukuran yang dilakukan sebanyak k kali dengan hasil tiap kali X1 = X1,X2,X3 .Xk maka Xi (I=1,..k) dinamak nilai terukur yang merupakan nilai atau harga yang mungkin. Nilai terbaik dari nilai-nilai terukur adalah nilai rata-ratanya yang juga merupakan nilai yang paling mungkin. Jadi nilai terbaiknya adalah (X) yaitu:

= Selisih suatu penyimpangan antara nilai terukur dengan nilai rata-rata disebut deviasi

dengan lambang xi=Xi-X Deviasi seperti yang dituliskan pada persamaan (1.3) adalah merupakan penyimpangan terhadap nilai terbaik dari nilai terukur yang bersangkutan (Xi). Untuk menentukan nilai penyimpangan yang muangkin, ditentukan dengan nilai terbaik (X) terhadap penyimpangannya disebut deviasi standar. Deviasi standar ini didefinisikan sebagai akar rata-rata juadrat deviasinya dan untuk pengamatan-pengamatan di laboratorium. Persamaan Deviasi standar dapat ditulis,

S=

Sedangkan deviasi standar relatifnya dapat ditulis, Sx = ;atau Sxi=

Dengan demikian, maka harga atau nilai suatu pengukuran/pengamatan besaran nilai tersebut dapat ditulis sebagai = X

Dimana Sx biasa dilambangkan pula dengan Dalam menyatakan nilai suatu pengukuran, seringkali dinyatakan dengan kesaksamaan atau kecermatan, yaitu (1-Sxr) atau (100%-Sxr), dimana Sxr adalah ralat relatif dari pengukuran. Kesaksamaan atau kecermatan dapat dianggap sebagai jaminan akan kebenaran hasil pengamatan.

IV.

Analisis Data Pada percobaan pertama digunakan 5 resistor berturt-turut R1,R2,R3,R4,R5 dengan

nilai baca pada cincin resistor berbeda[-beda yaitu : R1 = 300 5% R2= 10.000 5% R3= 4.700 5% R4= 200 5% R5= 180 5% Kelima Resistor tersebut akan diukur dengan 3 multimeter berbeda yaitu MM1,MM2,MM3 pada posisi ohm meter, dalam mengukur hambatan ketiga alat tersebut memiliki akurasi: Besaran DC Voltage DC Current Resistance MM1 Akurasi 1,2% rdg + 4 dgt 1% rdg + 3dgt 1,0% rdg + 2 dgt MM2 Akurasi 0,8% rdg + 5 dgt 2,5% rdg + 5 dgt 1% rdg + 5 dgt MM3 Akurasi 1,1% rdg + 3 dgt 2,2% rdg + 5 dgt 1,2% rdg + 3 dgt

Dari hasil pengukuran diperoleh data yang ditunjukan pada tabel berikut:

R R1 R2 R3 R4 R5

Kode Warna Or, hi, co, em Co, hi, or, em Ku, u, me, em Me, hi, co, em Co, ab, co, em

MM1 297 9,7K 4,7K 200 179

MM2 295 9,71K 4,68K 198 178

MM3 294,9 9,7K 4,7K 199,1 178,2

Karene menggunaka 3 buah multimeter yang berbeda maka untuk mengetahui nilai terhitung akan dilakukan perhitungan statistik : R1

X xMM1=297-295,63= -1,37 xMM2=295-295,63= -0,63 xMM3=294,9-295,63= -0,73

(xMM1)2= (xMM2)2= (xMM3)2=

1,8769 0,3969 0,5329 + 2,8067

S=

= 0,6839

; R1=(295,63 0,6839)

Dengan kesaksamaan: 1- ( ) x 100% = 99,768 %

R2

X xMM1=9,7K - 9,71K= -0,01 xMM2=9,71K 9,71K= 0 xMM3=9,72K 9,71K= 0,01 (xMM1)2= (xMM2)2= (xMM3)2=

0,0001 0 0,0001+ 0,0002

S=

= 0,0057

; R1=(9,71K 0,0057)

Dengan kesaksamaan: 1- ( ) x 100% = 99,999 %

R3 X xMM1=4,7K - 4,693K= 0,007 xMM2=4,68K 4,693K= -0,013 xMM3=4,7K-4,693k= -0,007 (xMM1)2= (xMM2)2= (xMM3)2= 4,9x10-5 1,68x10-4 4,9x10-5 2,67x10-4 +

S=

= 6,67 x 10-3

; R1=(4,693K 0,00667)

Dengan kesaksamaan: 1-( ) x 100% = 99,999 %

R4 X xMM1=200 - 199,03= 0,96 xMM2=198 199,3 = -1,03 xMM3=199,1 199,03= 0,07 (xMM1)2= (xMM2)2= (xMM3) =
2

0,9409 1,0609 4,9x10-3 2,0067 +

S=

= 0,578

; R1=(199,03 0,578)

Dengan kesaksamaan: 1-( ) x 100% = 98,99 %

R5 X xMM1=179 178,4= 0,6 xMM2=178 178,4 = -0,4 xMM3=178,2 178,4= - 0,2 (xMM1)2= (xMM2)2= (xMM3)2=

0,36 0,16 0,04 0,56 +

S=

= 0,305

; R1=(178,4 0,305)

Dengan kesaksamaan: 1-( ) x 100% = 99,8 %

Dari perhitungan tersebut pada percobaan pertama dapat diketahui bahwa kelima resistor tersebut memiliki nilai kesaksamaan dengan pengukuran menggunakan 3 mulimeter tersebut bernilai baik yaitu berkisar 99% Pada percobaan kedua, lima buah resistor tersebut dirangkai seperti pada gambar berikut.

Untuk mengetahui nilai-nilai hambatan terhitung antara node A,B, C,D maka dilakukan perhitungan RAB= 300 RBC= RCD= = 3,19K = 94,73

RAD= RAB+RBC+RCD=(300 +3,19K+94,73) = 3,58K

Dan berdasarkan pengukuran pada percobaan diperoleh data seperti pada tabel berikut

RAB MM1 MM2 MM3 297 295 294,9

RBC 3,16K 3,15K 3,13K

RCD 94 93 94,3

RAD 3,55K 3,53K 3,542K

Pada percobaan kedua berdasarkan perhitungan dengan pengukuran didapatkan nilai yang relatif sama (tidak jauh berbeda). Pada percobaan ketiga digunakan rangkaian yang sama, namun kali ini diberi sumber tegangan.

V tanpa beban: MM1=9,8 MM2=9,71 MM3=9,79 I tanpa beban: MM1= 0,00276 MM2= 0,00275 MM3= 0,00276

Daya Yang Terdisispasi Pada Rangkaian : MM1

Nilai tegangan Sebenarnya: Diketahui tegangan 8,47 V ; akurasi alat 1,2% rdg + 4 dgt Error= (1,2% x 8,47) + (4dgt x 0,01) = 0,10164 + 0,04 = 0,14164 Harga Sebenarnya terletak diantara (8,47 0,14164) V atau (8,47 1,67%) V Nilai arus Sebenarnya: Diketahui arus 0,00241 A ; akurasi alat 1% rdg + 3dgt Error = (1% x 0,00241) + (3dgt x 0,00001) = 2,41x10-5 + 3x10-5 = 5,41x10-5 Harga sebenarnya terletak diantara (0,00241 5,41x10-5) A atau (0,00241 2,24%) A Daya yang terdisipasi P=V.I = (8,47 1,67%) (0,00241 2,24%) Nilai sebenarnya (8,47x 0,00241 (1,67%+2,24%) ) = (0,0204 )

MM2

Nilai tegangan Sebenarnya: Diketahui tegangan 8,36 V ; akurasi alat 0,8% rdg + 5 dgt Error= (0,8% x 8,36) + (5dgt x 0,01) = 0.06688 + 0,05 = 0,11688 Harga Sebenarnya terletak diantara

(8,36 0,11688) V atau (8,36 1,4%) V Nilai arus Sebenarnya: Diketahui arus 0,00236 A ; akurasi alat 2,5% rdg + 5 dgt Error = (2,5% x 0,00236) + (5dgt x 0,00001) = 5,9x10-5 + 5x10-5 = 1,09x10-4 Harga sebenarnya terletak diantara (0,00236 1,09x10-4) A atau (0,00236 4%) A Daya yang terdisipasi P=V.I = (8,36 1,4%) (0,00236 4%) Nilai sebenarnya (8,36 x 0,00236 (1,4%+4%) ) = (0,0197 )

MM3

Nilai tegangan Sebenarnya: Diketahui tegangan 8,49 V ; akurasi alat 1,1% rdg + 3 dgt Error= (1,1% x 8,49) + (3dgt x 0,01) = 0,09339 + 0,03 = 0,12339 Harga Sebenarnya terletak diantara (8,49 0,12339) V atau (8,49 1,45%) V Nilai arus Sebenarnya: Diketahui arus 0,00239 A ; akurasi alat 2,2% rdg + 5 dgt Error = (2,2% x 0,00239) + (5dgt x 0,00001) = 5,2x10-5 + 5x10-5 = 1,02x10-4 Harga sebenarnya terletak diantara (0,00239 1,02x10-4) A atau (0,00239 4,2%) A Daya yang terdisipasi P=V.I = (8,49 1,45%) (0,00239 4,2%) Nilai sebenarnya (8,49x 0,00239 (1,45%+4,2%) ) = (0,02 ) V 8,47 8,36 8,49

Dengan Beban Terpasang MM1 MM2 MM3

I 0,00241 0.00236 0,00239

V.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan serta analisis data dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa nilai suatu besaran yang diperoleh dari perhitungan berdasarkan persamaan-persamaan baik tegangan, hambatan, arus maupun daya memiliki nilai yang relatif sama dengan hasil pengukurannya, serta memiliki error dan deviasi yang kecil. Keadaan ini berlaku apabila instrumen dan alat yang digunakan mempunyai kualitas yang baik dan tidak terdapat random error. Dan pada sumber tegangan apabila diberi beban maka sumber tersebut akan mengalami drop tegangan.