Anda di halaman 1dari 81

Sel darah merah Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Sel darah merah manusia Sel darah merah, eritrosit (en:red blood cell, RBC, erythrocyte)[1] adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.[2] Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung/sel) Eritrosit Vertebrata

Dari kiri ke kanan: eritrosit, trombosit, dan leukosit Eritrosit secara umum terdiri dari hemoglobin, sebuah metalloprotein kompleks yang mengandung gugus heme, dimana dalam golongan heme tersebut, atom besi akan tersambung secara temporer dengan molekul oksigen (O2) di paru-paru dan insang, dan kemudian molekul oksigen ini akan di lepas ke seluruh tubuh. Oksigen dapat secara mudah berdifusi lewat

membran sel darah merah. Hemoglobin di eritrosit juga membawa beberapa produk buangan seperti CO2 dari jaringan-jaringan di seluruh tubuh. Hampir keseluruhan molekul CO2 tersebut dibawa dalam bentuk bikarbonat dalam plasma darah. Myoglobin, sebuah senyawa yang terkait dengan hemoglobin, berperan sebagai pembawa oksigen di jaringan otot.[3] Warna dari eritrosit berasal dari gugus heme yang terdapat pada hemoglobin. Sedangkan cairan plasma darah sendiri berwarna kuning kecoklatan, tetapi eritrosit akan berubah warna tergantung pada kondisi hemoglobin. Ketika terikat pada oksigen, eritrosit akan berwarna merah terang dan ketika oksigen dilepas maka warna erirosit akan berwarna lebih gelap, dan akan menimbulkan warna kebiru-biruan pada pembuluh darah dan kulit. Metode tekanan oksimetri mendapat keuntungan dari perubahan warna ini dengan mengukur kejenuhan oksigen pada darah arterial dengan memakai teknik kolorimetri. Pengurangan jumlah oksigen yang membawa protein di beberapa sel tertentu (daripada larut dalam cairan tubuh) adalah satu tahap penting dalam evolusi makhluk hidup bertulang belakang (vertebratae). Proses ini menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang memiliki viskositas rendah, dengan kadar oksigen yang tinggi, dan difusi oksigen yang lebih baik dari sel darah ke jaringan tubuh. Ukuran eritrosit berbeda-beda pada tiap spesies vertebrata. Lebar eritrosit kurang lebih 25% lebih besar daripada diameter pembuluh kapiler dan telah disimpulkan bahwa hal ini meningkatkan pertukaran oksigen dari eritrosit dan jaringan tubuh.[4] Vertebrata yang diketahui tidak memiliki eritrosit adalah ikan dari familia Channichthyidae. Ikan dari familia Channichtyidae hidup di lingkungan air dingin yang mengandung kadar oksigen yang tinggi dan oksigen secara bebas terlarut dalam darah mereka..[5] Walaupun mereka tidak memakai hemoglobin lagi, sisa-sisa hemoglobin dapat ditemui di genom mereka.[6] Nukleus Pada mamalia, eritrosit dewasa tidak memiliki nukleus di dalamnya (disebut anukleat), kecuali pada hewan vertebrata non mamalia tertentu seperti salamander dari genus Batrachoseps.[7] Konsentransi asam askorbat di dalam sitoplasma eritrosit anukleat tidak berbeda dengan konsentrasi vitamin C yang terdapat di dalam plasma darah.[8] Hal ini berbeda dengan sel darah yang dilengkapi inti sel atau sel jaringan, sehingga memiliki konsentrasi asam askorbat yang jauh lebih tinggi di dalam sitoplasmanya. Rendahnya daya tampung eritrosit terhadap asam askorbat disebabkan karena sirnanya transporter SVCT2 ketika eritoblas mulai beranjak dewasa menjadi eritrosit. Meskipun demikian, eritrosit memiliki daya cerap yang tinggi terhadap DHA melalui transporter GLUT1 dan mereduksinya menjadi asam askorbat. Fungsi lain Ketika eritrosit berada dalam tegangan di pembuluh yang sempit, eritrosit akan melepaskan ATP yang akan menyebabkan dinding jaringan untuk berelaksasi dan melebar.[9]

Eritrosit juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen.[10] Eritrosit juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya.[11][12] Eritrosit Mamalia Pada awal pembentukannya, eritrosit mamalia memiliki nuklei, tapi nuklei tersebut akan perlahan-lahan menghilang karena tekanan saat eritrosit menjadi dewasa untuk memberikan ruangan kepada hemoglobin. Eritrosit mamalia juga kehilangan organel sel lainnya seperti mitokondria. Maka, eritrosit tidak pernah memakai oksigen yang mereka antarkan, tetapi cenderung menghasilkan pembawa energi ATP lewat proses fermentasi yang diadakan dengan proses glikolisis pada glukosa yang diikuti pembuatan asam laktat. Lebih lanjut lagi bahwa eritrosit tidak memiliki reseptor insulin dan pengambilan glukosa pada eritrosit tidak dikontrol oleh insulin. Karena tidak adanya nuklei dan organel lainnya, eritrosit dewasa tidak mengandung DNA dan tidak dapat mensintesa RNA, dan hal ini membuat eritrosit tidak bisa membelah atau memperbaiki diri mereka sendiri. Eritrosit mamalia berbentuk kepingan bikonkaf yang diratakan dan diberikan tekanan di bagian tengahnya, dengan bentuk seperti "barbel" jika dilihat secara melintang. Bentuk ini (setelah nuklei dan organelnya dihilangkan) akan mengoptimisasi sel dalam proses pertukaran oksigen dengan jaringan tubuh di sekitarnya. Bentuk sel sangat fleksibel sehingga muat ketika masuk ke dalam pembuluh kapiler yang kecil. Eritrosit biasanya berbentuk bundar, kecuali pada eritrosit di keluarga Camelidae (unta), yang berbentuk oval. Pada jaringan darah yang besar, eritrosit kadang-kadang muncul dalam tumpukan, tersusun bersampingan. Formasi ini biasa disebut roleaux formation, dan akan muncul lebih banyak ketika tingkat serum protein dinaikkan, seperti contoh ketika peradangan terjadi. Limpa berperan sebagai waduk eritrosit, tapi hal ini dibatasi dalam tubuh manusia. Di beberapa hewan mamalia, seperti anjing dan kuda, limpa mengurangi eritrosit dalam jumlah besar, yang akan dibuang pada keadaan bertekanan, dimana proses ini akan menghasilkan kapasitas transpor oksigen yang tinggi. Eritrosit pada manusia Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 m dan ketebalan 2 m, lebih kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. [13] Eritrosit normal memiliki volume sekitar 9 fL (9 femtoliter) Sekitar sepertiga dari volume diisi oleh hemoglobin, total dari 270 juta molekul hemoglobin, dimana setiap molekul membawa 4 gugus heme.

Orang dewasa memiliki 23 1013 eritrosit setiap waktu (wanita memiliki 4-5 juta eritrosit per mikroliter darah dan pria memiliki 5-6 juta. Sedangkan orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen yang rendah maka cenderung untuk memiliki sel darah merah yang lebih banyak). Eritrosit terkandung di darah dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan partikel darah yang lain, seperti misalnya sel darah putih yang hanya memiliki sekitar 4000-11000 sel darah putih dan platelet yang hanya memiliki 150000-400000 di setiap mikroliter dalam darah manusia. Pada manusia, hemoglobin dalam sel darah merah mempunyai peran untuk mengantarkan lebih dari 98% oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan sisanya terlarut dalam plasma darah. Eritrosit dalam tubuh manusia menyimpan sekitar 2.5 gram besi, mewakili sekitar 65% kandungan besi di dalam tubuh manusia.[14][15] Daur hidup Proses dimana eritrosit diproduksi dinamakan eritropoiesis. Secara terus-menerus, eritrosit diproduksi di sumsum tulang merah, dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik (Pada embrio, hati berperan sebagai pusat produksi eritrosit utama). Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritropoietin (EPO) yang disintesa oleh ginjal. Hormon ini sering digunakan dalam aktivitas olahraga sebagai doping. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel yang berkembang ini dinamai retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari seluruh darah yang beredar. Eritrosit dikembangkan dari sel punca melalui retikulosit untuk mendewasakan eritrosit dalam waktu sekitar 7 hari dan eritrosit dewasa akan hidup selama 100-120 hari. Polimorfisme dan kelainan Morfologi sel darah merah yang normal adalah bikonkaf. Cekungan (konkaf) pada eritrosit digunakan untuk memberikan ruang pada hemoglobin yang akan mengikat oksigen. Tetapi, polimorfisme yang mengakibatkan abnormalitas pada eritrosit dapat menyebabkan munculnya banyak penyakit. Umumnya, polimorfisme disebabkan oleh mutasi gen pengkode hemoglobin, gen pengkode protein transmembran, ataupun gen pengkode protein sitoskeleton. Polimorfisme yang mungkin terjadi antara lain adalah anemia sel sabit, Duffy negatif, Glucose-6-phosphatase deficiency (defisiensi G6PD), talasemia, kelainan glikoporin, dan South-East Asian Ovalocytosis (SAO).[16] Catatan kaki 1. ^ "John W. Kimball's Biology pages - Blood". Diakses pada 14 Februari 2010. 2. ^ Laura Dean. Blood Groups and Red Cell Antigens 3. ^ Maton, Anthea (19 April 1993). Human Biology and Health. Englewood Cliffs, New Jersey, USA: Prentice Hall. ISBN 0-13-981176-1.

4. ^ SNYDER, GREGORY K. (1999-04-01). "Red Blood Cells: Centerpiece in the Evolution of the Vertebrate Circulatory System". American Zoologist 39 (2): 189198. doi:10.1093/icb/39.2.189. 5. ^ Ruud, J. T. 1954. Vertebrates without erythrocytes and blood pigment. Nature 117:848850. 6. ^ Carroll, Sean (2006). The Making of the Fittest. W.W. Norton. 7. ^ W. D. Cohen. The cytomorphic system of anucleate non-mammalian erythrocytes. Protoplasma, vol 113 no 1, February 1982 8. ^ (Inggris)"Maturational Loss of the Vitamin C Transporter in Erythrocytes". Department of Medicine, Vanderbilt University School of Medicine; James M. May, Zhichao Qu, Huan Qiao, dan Mark J. Koury. Diakses pada 26 November 2010. 2. RITROSIT Sel darah merah atau eritrosit berasal dari Bahasa Yunani yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung. Eritrosit adalah jenis se) darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. Pada orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen rendah maka cenderung memiliki sel darah merah lebih banyak. Nilai normal eritrosit : Pria Wanita 3. 4,6 - 6,2 jt/mm3 4,2 - 5,4 jt/mm3

MASA PERDARAHAN Pemeriksaan masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit, dilakukan dengan adanya indikasi (tanda-tanda) riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga. Nilai normal : dengan Metode Ivy dengan Metode Duke 4. 3-7 menit 1-3 menit

Waktu perdarahan memanjang terjadi pada penderita trombositopeni (rendahnya kadar trombosit hingga 50.000 mg/dl), ketidaknormalan fungsi trombosit, ketidaknormalan pembuluh darah, penyakit hati tingkat berat, anemia aplastik, kekurangan faktor pembekuan darah, dan leukemia. Selain itu perpanjangan waktu perdarahan juga dapat disebabkan oleh obat misalnya salisilat (obat kulit untuk anti jamur), obat antikoagulan warfarin (anti penggumpalan darah), dextran, dan Iain-Iain.

Masa Pembekuan

Merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan darah. Hal ini untuk memonitor penggunaan antikoagulan oral (obat-obatan anti pembekuan darah). Jika masa pembekuan >2,5 kali nilai normal, maka potensial terjadi perdarahan.Normalnya darah membeku dalam 4 - 8 menit (Metode Lee White). Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung), emboli pulmonal (penyakit paru-paru), penggunaan pil KB, vitamin K, digitalis (obat jantung), diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air, misal jika ada pembengkakan). Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati, kekurangan faktor pembekuan darah, leukemia, gagal jantung kongestif.

LAJU ENDAP DARAH (LED) LED untuk mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan plasma. LED dapat digunakan sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi, perjalanan penyakit, terutama pada penyakit kronis seperti Arthritis Rheumatoid (rematik), dan TBC. Peningkatan LED terjadi pada infeksi akut lokal atau sistemik (menyeluruh), trauma, kehamilan trimester II dan III, infeksi kronis, kanker, operasi, luka bakar.Penurunan LED terjadi pada gagal jantung kongestif, anemia sel sabit, kekurangan faktor pembekuan, dan angina pektoris (serangan jantung).Selain itu penurunan LED juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti aspirin, kortison, quinine, etambutol.

Laporan Peranan Gen Yang Dipengaruhi Sex yang disilangkan dengan tanda beda tertentu mutlak diperhatikan, karena hal ini dapat menunjukkan hasil yang berbeda pada generasi keduanya (F2). Pelaksanaan persilangan gen terpaut sex hanya memperhatikan satu tanda beda. Tidak berbeda dengan persilangan monohibride biasa, hanya saja dalam penentuan induknya dan pengamatan keturunanketurunannya harus diperhatikan jenis kelaminnya selain diperhatikan juga fenotipenya. Pengaturan terhadap beberapa sifat oleh gen-gen yang dipengaruhi oleh sex dapat terletak pada autosom mana saja atau pada bagian homolog dari kromosom sex. Ekspresi dominan atau sifat resesif oleh alel lokus-lokus yang dipengaruhi sex adalah kebalikan dari jantan dan betina. Sebagian besar disebabkan oleh perbedaan lingkungan internal yang disebabkan oleh hormon-

hormon sex. 1.2. Tujuan Mencoba menetapkan genotype saudara sendiri berdasarkan ukuran jari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kromosom Pada Manusia Kromosom merupakan bagian dari sel yang membawa gen-gen dan gen-gen ini selama terjadinya proses meiosis, mempunyai kelakuan berdasarkan prinsip-prinsip Mendel, yaitu memisah secara bebas. Akan tetapi prinsip Mendel ini hanya berlaku apabila letaknya gen lepas satu sama lain pada kromosom. jumlah gen dalam suatu organisme jauh melebihi pasangan kromosom. Tiap-tiap kromosom banyak mengandung banyak gen, diantaranya tidak memisah dengan bebas. 2.2. Pewarisan Sifat yang dikendalikan oleh Gen Majemuk (Poligen) Variasi istilah yang digunakan dalam ilmu genetika, menunjuk pada peristiwa genetis yang menyebabkan individu atau kelompok spesies tertentu memiliki karakteristik berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, pada dasarnya semua orang di bumi membawa informasi genetis sama. namun aada yang bermata sipit, berambut merah, berhidung mancung, atau bertubuh pendek, tergantung pada potensi varisasi informasi genetisnya. Evolusionis menyebut variasi dalam satu spesies sebagai bukti kebenaran teorinya. Namun, variasi bukanlah bukti evolusi. Karena variasi hanya hasil aneka kombinasi informasi genetis yang sudah ada, dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetis. 2.3. Gen-Gen yang dipengaruhi Jenis Kelamin Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakter fenotipik kita yang lebih nyata. Meskipun perbedaan antomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom seksnya sedeikit lebih sederhana. Seseorang yang mewarisi dua kromosom X, satu dari masingmasing orang tuanya, biasanya berkembang menjadi perempuan. Seorang Pria biasanya berkembang dari sebuah zigot yang mengandung satu kromosom X dan satu kromosom Y. Ketika meiosis terjadi di dalam testis, kromosom X dan Y berperilaku sama seperti kromosom homolog, meskipun kromosom-kromosom tersbut hanya homolog sebagian dan hanya mengalami sedikit pindah silang satu dengan yang lainnya.

BAB III BAHAN DAN METODE

3.1. Waktu dan Tempat Percobaan ini dilakukan di Laboratorium I Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan, Bogor, pada tanggal 13 Juni 2011. 3.2. Bahan dan Metode Bahan : Jari-jari tangan sendiri. Metode : Meletakkan tangan diatas pada halaman yang disediakan sedemikian rupa, sehingga ujung jari manis tepat mengenai horizontal. Tetapi harus diperhatikan, bahwa jari-jari tangan harus benarbenar berada pada arah vertikal di atas kertas. Kemudian setelah itu membubuhkan tanda tangan dengan pencil pada ujung jari penunjuk.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Data Tabel Jari Penunjuk Panjang Jenis Kelamin Jari Penunjuk Pendek Jari Penunjuk Panjang Jumlah Pria 9 2 11 Wanita 7 7 14 25 4.2. Pembahasan Berdasarkan data di atas dapat diperoleh hasil bahwa jari penunjuk perempuan lebih dominan panjang dibandingkan dengan jari penunjuk laki-laki. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri pada sebuah alas, dimana terdapat sebuah garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut. Maka akan di dapatkan hasilnya, yaitu apakah jari penunjuk kita akan lebih panjang atau pendek daripada jari manis. Pada kebnyakan orang, ujung jari penunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarti dapat dikatakan bahwa jari penunjuk lebih pendek di bandingkan dengan jari manis. Jari penunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada kebanyakan laki-laki, tetapi resesif terhadap perempuan. Kegiatan gen tersebut adalah : Genotipe Laki-Laki Perempuan TT Penunjuk Pendek Penunjuk Pendek Tt Penunjuk Pendek Penunjuk Panjang tt Penunjuk Panjang Penujuk Panjang

BAB V KESIMPULAN Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dan dari data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa jari penunjuk panjang itu lebih dominan pada perempuan. Dan ini dipengaruhi oleh gen yang ekspresinya dipengaruhi oleh sex. Pajang jari penunjuk dibandingakan dengan jari manis tersebut merupakan gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Biasanya gen dominan tersebut memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi, dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotipe.

DAFTAR PUSTAKA Dosen dan Asisten Praktikum . 2002 . Penuntun Praktikum Genetika . FMIPA UNPAK : Bogor . Suryo . 2008 . Genetika Manusia . Yogyakarya : Gajah Mada University . Heri Susanto, Agus . 2011 . Genetika . Yogyakarta : Graha Ilmu . Diposkan oleh Naa Dianna di 01:41 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

2009 BAB I PENDAHULUAN 1.1 JUDUL a. Peranan Gen yang Dipengaruhi seks

b. Pengamatan Variasi Individu 1.2 TUJUAN TUJUAN A: Mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan ukuran jari Telunjuknya TUJUAN B: Mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan sidik jari. Menentukan tipe pewarisan apa tentang sidik jari mahasiswa berdasarkan data yang terkumpul 1.3 WAKTU DAN TEMPAT Hari/ tanggal : Senin/ 21 Desember 2009 Tempat : Laboratorium UP.MIPA Universitas Jambi 1.4 KAJIAN PUSTAKA Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki maupun perempuan. Baru dalam keadaan homozigot resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada laki-laki, tetapi resesif pada perempuan. Kegiatan gen ini menjadi sebagai berikut: Genotip TT Tt Tt Laki-laki Telunjuk pendek Telunjuk pendek Telunjuk panjang Perempuan Telunjuk pendek Telunjuk panjang Telunjuk panjang

Cara penurunan gen ini sama dengan cara penurunan gen kepala botak. ( Suwiryo,1998) Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga mereka mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya. Yang diwariskan adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom. (Nio,1990) Daktiloskopi berasal dari dua kata Yunani yaitu Dactylos yang berarti jari jemari atau garis jari dan scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu timbul istilah dalam bahasa inggris yang kita kenal menjadi Ilmu Sidik Jari. Kedua ilmu itu ditetapkan pada objek yang sama, garis papil, tetapi tujuan Daktiloskopi tersebut lebih dititikberatkan untuk keperluan personal identifikasi. Daktiloskopi berarti mengamati sidik jari khususnya garis yang terdapat pada ruas ujung jari, baik tangan dan kaki. Jadi, daktiloskopi berarti ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali atau untuk proses identifikasi orang. (Rizqiani,2009) Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang ada di TKP. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individualiti yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik. ( Anonim, 2009) Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil,dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh dengan kulit telapak

tangan/kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari 2 lapisan : 1. Lapisan dermal adalah kulit jangat/kulit yang sebenarnya. Kulit inilah yang menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak. 2. Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar/garis papilar. Garis inilah yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok perumusan dan perbandingan sidik jari. Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam,yaitu: - Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa menggunakan alat bantu. - Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat langsung tetapi harus dengan menggunakan beberapa cara pengembangan terlebih dahulu supaya dapat nampak lebih jelas. - Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada benda yang lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat. Sedangkan untuk sidik jari yang mengalami kerusakan atau cacat dibagi menjadi dua, yaitu : a. Cacat sementara adalah cacat pada bagian kulit luar (epidermal) dan garis yang cacat /rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti semula. b. Cacat tetap adalah cacat yang disebabkan karena ikut rusaknya garis yang sampai lapisan dermal. Sidik jari yang cacat tetap atau sementara biasnya tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari kecuali apabila sidik jari rusak sama sekali. Ada tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari), yaitu: 1) Sidik jari setiap orang tidak sama.

2) Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup. 3) Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis. Ketiga dalil yang telah dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti.(Rizqiani, 2009) Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkutan (loop), dan lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapaa sub-group yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi Ulnar loop dan Radial loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.

a) Loop (Sangkutan) Loop adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih datang dari satu sisi lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi suatu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti kearah sisi semula. Syarat-syarat (ketentuan) Loop: Mempunyai sebuah delta. Mempunyai sebuah core. Ada garis melengkung yang cukup. Mempunyai bilangan garis (Ridge Counting) >= 1 Bentuk loop terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Ulnar loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan kelingking, melengkung ditengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi semula. 2. Radial loop : garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan jempol, melengkung di tengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali ke arah sisi semula.

b) Arch (Busur) Arch merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garis-garisnya datang dari satu sisi lukisan, mengalir atau cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan bergelombang naik ditengah-tengah. Arch terdiri dari: Plain Arch adalah bentuk pokok sidik jari dimana garis-garis dating dari sisi lukisan yang satu mengalir ke arah sisi yang lain, dengan sedikit bergelombang naik ditengah. Tented arch (Tiang Busur) adalah bentuk pokok sidik jari yang memiliki garis tegak (upthrust) atau sudut (angle) atau dua atau tiga ketentuan loop. c) Whorl (Lingkaran) Whorl adalah bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikitnya satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan didepan kedua delta. Jenis whorl terdiri dari Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl. Titik Fokus ( Focus Point ) Keberadaan titik fokus didalam sidik jari akan berperan penting dalam menentukan termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus yaitu delta yang merupakan titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus

dalam (inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/klasifikasi dari sidik jarinya. a. Core (inter terminus) titik fokus dalam Core adalah titik tengah yang terdapat pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari delta. Dapat dikatakan bahwa core merupakan titik tengah atau pusat dari lukisan sidik jari. Dalam menentukan letak core berlaku beberapa ketentuan dibawah ini : Core ditempatkan pada garis sangkutan (loop) yang posisinya terletak paling dalam. Apabila garis sangkutan yang terdalam tidak berisi garis-berakhir atau garis-pendek yang naik sampai setinggi bahu sangkutan core ditempatkan pada bahu sangkutan yang posisinya terletak lebih jauh dari posisi delta. Apabila sangkutan terdalam berisi n (ganjil) buah garis-berakhir yang naik sampai bahu sangkutan core ditempatkan pada ujung garis yang paling tengah. Apabila sangkutan terdalam berisi n (genap) buah garis-berakhir yang naik sampai ke bahu loop core ditempatkan pada ujung garis yang posisinya paling tengah dan terletak paling jauh dari dari posisi delta.

Namun pada prakteknya letak core tidak selalu dapat ditentukan dengan aturan-aturan yang telah disebutkan diatas. Ada dua kasus yang pada umumnya dapat mengaburkan dalam menentukan letak core ini. Kasus yang pertama adanya garis tambahan (appendage). munculnya appendage ini dapat merusak garis sidik jari bila appendage tersebut muncul disuatu garis sidik jari yang letaknya berada pada daerah melengkung antara bahu garis sangkutan. Apabila appendage ini akan dianggap sebagai garis berhenti bagi sangkutan yang tepat berada diluarnya. Kasus yang kedua adalah adanya garis loop yang terdalam (garis sangkutan) yang saling

memotong satu sama lain (inter locking loop). Pada kasus ini kedua garis sangkutan yang saling memotong tersebut dianggap sebagai salah satu sangkutan dimana garis di dalamnya seakanakan merupakan garis yang naik sampai setinggi bahu loop. Delta (outer terminus) titik fokus luar. Delta dalam pengertian sehari-hari adalah gugusan yang terdapat pada muara sungai air yang mengalir ke laut atau danau selalu membawa Lumpur dan batu sehingga lama kelamaan terbentuk suatu gugusan pulau yang disebut delta. Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah titik/garis yang terdapat pada pusat perpisaan garis type lines. Delta merupakan titik fokus yang terletak didepan pusat berpisahnya garis pokok (type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua buah garis yang paling dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta (cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah daerah/ruangan putih yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana ruangan tersebut merupakan tempat lukisan garis sidik jari. Pada kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari yang memiliki lebih dari satu delta.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menentukan posisi delta, yaitu:

Delta tidak boleh ditempatkan pada garis membelah yang tidak terbuka kearah core. Apabila harus memilih antara garis membelah dan kemungkinan delta, maka garis membelah yang dipilih. Apabila terdapat dua atau lebih garis-garis yang memenuhi syarat delta maka pilih yang terdekat dengan core. Delta tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah garis yang berada di antara garis pokok tetapi harus ditempatkan pada ujung garis yang terdekat letaknya dengan pusat berpisahnya garis pokok. (Rizqiani,2009)

Ridge Counting Ridge counting merupakan bilangan garis yang menyentuh atau melintasi garis bayangan yang ditarik antara delta dan core (delta dan core tidak ikut masuk dalam penghitungan bilangan garis). Garis-garis yang kelihatannya sangat halus (tipis) dicelah-celah garis-garis yang tebal disebut insipientridge, dan garis ini tidak ikut dihitung karena biasanya tidak selalu ada. Sedangkan, bagaimanapun kecilnya ukuran sebuah titik(dot), garis pendek (short ridge) harus diperlakukan garis sidik jari yang ikut dihitung, apabila sama tebalnya dengan garis-garis yang lain. Rumus Sidik Jari (Classification Formula)

Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula ) merupakan pembubuhan tanda pada tiaptiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. (Soepriyo, 1989) Perumusan sidik jari merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. Core dan delta merupakan bagian dari karakteristik sidik jari manusia yang dapat digunakan dalam perumusan sidik jari. Kebanyakan sistem pengolahan sidik jari yang ada saat ini, masih menggunakan cara konvensional. Metode yang masih konvensional tersebut memiliki kelemahan, yaitu tidak akuratnya hasil identifikasi yang diperoleh, dan dampak lainnya adalah satu orang bisa memiliki lebih dari satu rumus sidik jari di tempat yang berbeda. (Anonim, 2009) Kebutuhan akan teknologi pengenalan karakteristik alami manusia semakin meningkat sangat cepat dalam beberapa dekade ini, seiring dengan bertambahnya kompleksitas dalam bidang keamanan dan kriminalitas. Untuk mengindentifikasi seseorang dapat dilihatdari ciriciri fisik karena setiap orang memiliki ciriciri yang unik dan tidak ada yang sama. Biometrik merupakan cabang matematika terapan yang bidang garapnya untuk mengindentifikasi individu berdasarkan ciri atau pola yang dimiliki oleh individu tersebut, misalnya bentuk wajah, sidik jari, warna suara, retina mata, dan struktur DNA. Sidik jari merupakan salah satu pola yang sering digunakan untuk mengindentifikasi indentitas seseorang karena polanya yang unik, terbukti cukup akurat, aman, mudah, dan nyaman bila dibandingkan dengan sistem biometrik yang lainnya. Hal ini dapat dilihat pada sifat yang dimiliki oleh sidik jari yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada kulit manusia seumur hidup, sidik jari seseorang tidak pernah berubah kecuali mendapatkan kecelakaan yang serius, dan sidik jari adalah unik dan berbeda untuk setiap orang. Pengenalan pola sidik jari dapat digunakan dalam aplikasi teknologi informasi seperti akses untuk masuk ke suatu gedung atau ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh orangorang tertentu, untuk akses data yang sifatnya rahasia dan terbatas misalnya perbankan dan juga berguna untuk melacak jejak kriminal. Sistem

pengenalan pola sidik jari lebih sering digunakan karena tidak mudah dicuri atau digunakan oleh pengguna yang tidak berwenang. Untuk membuat sistem pengenalan pola sidik jari secara umum ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu : akuisisi data, preprocessing, ekstraksi ciri, klasifikasi. Sistem ini sudah banyak digunakan di Indonesia, sehingga banyak penelitian tentang pengenalanpola sidik jari yang dikembangkan terusmenerus dengan metode yang lebih sempurna. Sistem pengenalan pola sidik jari pada menggunakan jaringan syaraf tiruan dengan gabungan dua arsitektur Jaringan Windrow Hoff dan Jaringan Propagansi Balik sebagai klasifikasi sidik jari, kemudian ekstraksi cirinya menggunakan minutiae. Dalam analisisnya dengan menggabungkan arsitektur Jaringan Windrow Hoff dan Jaringan Propagansi Balik memberikanproses pembelajaran yang lebih cepat bila dibandingkan dengan hanya menggunakaan arsitektur jaringan propagansi balik. Sistem pengenalan pola sidik jari pada menggunakan transformasi wavelet sebagai ekstraksi ciri dan Learning Vector Quantizations digunakan untuk klasifikasi sidik jari. Sistem ini masih kurang baik dalam proses belajarnya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Penggunakan algoritma Backpropagation (propagansi balik) dalam proses klasifikasi cenderung lama sehingga perlu dicoba untuk menggunakan algoritma jaringan syaraf tiruan yang lain . Dari ketiga penelitian tersebut diketahui bahwa, proses pembelajaran atau training cenderung lambat. Probabilistic Neural Network (PNN) dilihat dari cara pendekatannya merupakan metode pengklasifikasian pola yang menggunakan penggabungan secara statistik dan jaringan syaraf. Pada penelitian ini PNN digunakan untuk mengenali sidik jari dimana diharapkan dapat menghasilkan pengenalan sidik jari yang baik. (Anonim,2008) BAB II ALAT DAN BAHAN 2.1 ALAT DAN BAHAN A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS - Ballpoint

- Kertas HVS - Tiga jari (Jari manis, tengah, telunjuk) praktikan dan anggota lain untuk disilangkan B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU - Tinta biru - Bantalan Stempel - Kertas HVS - Jari Telunjuk dan Jari tengah Praktikan 2.2 PROSEDUR KERJA A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS 1. Dibuat garis horizontal (memanjang) pada kertas HVS 2. Diletakkan tepat pada garis horizpntal tersebut tiga jari pada tangan kanan tepat di tengah-tengah kertas dan garis. Jari telunjuk tepat menyentuh garis, dan buat pola tiga jari tersebut dengan pena/ pulpen 3. Dilihat pola jari yang tergambar itu dibentuk, apakah jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk, atau lebih pendek dibandingkan jari telunjuk 4. Digunakan tipe pasangan gen T dan t, jika jari manis lebih panjang adalah TT atau Tt, dan jika jari manis lebih pendek maka pasangan gennya tt 5. Dilihat bagaimana kemungkinan fenotip yang terjadi 6. Diuji pula dengan persilangan pasangan gen praktikan lain, dan diamati fenotip yang dihasilkan dari persilangan yang dilakukan. B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU 1. Dilanjutkan dengan diamati tipe sidik jari untuk semua anggota praktikan di masingmasing kelompok setelah uji persilangan peranan gen yang dipengaruhi seks

2. digunakan bantalan stempel yang telah diberi tinta, kemudian di cap di kertas 3. Dikumpulkan semua sidik jari tiap praktikan dalam kelompok tersebut 4. Dibuat hasil dan lihat termasuk tipe bagaimana sidik jarinya 5. Dibandingkan dengan tipe sidik jari anggota praktikan lain dalam satu kelompok BAB III HASIL A. Hasil persilangan pasangan gen sendiri dengan pasangan gen praktikan lain (Pengamatan gen yang dipengaruhi seks) 1. Bhima x Nurdayati P: TT x Tt G; T T T F1: TT= Jari manis lebih panjang Tt= Jari manis lebih panjang TT : tt 50% : 50% 2. Bhima x Diana dita P: TT x TT G; T x T F1: TT= Jari manis lebih panjang TT= 100%

3. Bhima x Ernawati P: TT x Tt G; T T T F1: TT= Jari manis lebih panjang Tt= Jari manis lebih panjang TT : tt 50% : 50% 5. Bhima x Kiki Rezeki P: TT x TT G; T T F1: TT= Jari manis lebih panjang TT= 100%

4. Bhima x Usmawati P: TT x tt G; T t F1: Tt= Jari manis lebih panjang Tt= 100%

6. Bhima x Nia K P: TT x TT G; T T F1: TT= Jari manis lebih panjang TT= 100%

7. Bhima x Khairunnisa P: TT x TT G; T T F1: TT= Jari manis lebih panjang TT= 100%

8. Bhima x Noviana P: TT x TT G; T T F1: TT= Jari manis lebih panjang TT= 100%

9. Bhima x Siti sundawi P: TT x Tt G; T T F1: TT= Jari manis lebih panjang Tt= 100%

B. Tabel sidik jari kelompok (Pengamatan variasi individu)

NO

PROBANDUS

SIDIK JARI

BHIMA 1 WIBAWA SANTOSO

ERNAWATI

RANA RIO ANDHIKA

NURDAYATI

DIANA DITA

BAB IV PEMBAHASAN A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS Setelah percobaan peranan gen yang dipengaruhi seks dilakukan diperoleh hasil bahwa tiga jari yang diuji pada praktikan dalam hal ini saya sendiri ternyata menunbjukkan pola jari manis yang lebih panjang dibandngkan dengan jari telunjuk, sehingga pasangan gen yang dimiliki adalah TT/ Tt. Dan pada percobaan ini saya coba dari dua kemungkinan pasangan gen tersebut dengan salah satunya, yaitu gen TT. Ternyata setelah disilangkan dengan praktikan lain yang memiliki gen yang serupa (TT), hasil persilangan menghasilkan fenotip 100% TT yang artinya jari manis lebih panjang, sementara saat disilangkan dengan gen Tt, masih menunjukkan hal yang sama, namun berbeda, karena gen yang dihasilkan adalah TT untuk yang bersifat homozigot dan Tt yang bersifat heterozigot, tetapi tetap menunjukkan fenotip yang sama jari manis lebih panjang. Sedangkan saat diuji dengan praktikan dengan gen tt, hasil persilangan juga menunjukkan sifat jari manis lebih panjang dibandingkan jari telunjuk, tapi semua sifat menunjukkan fenotip heterozigot.

Yang diwariskan adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom. (Nio,1990) Menurut Suryo (1996) Apabila kita meletakkan tangan kanan atau tangan kiri kita pada suatu alas dengan garis mendatar Maka dapat kita lihat apakah jari telunjuk akan lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan dengan jari manis. Kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari pada jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif bila pada perempuan. Pada pasangan yang menyumbangkan kromoson Y diam kepada keturunannya yang lakilaki, jadi fenotip anak laki-lakinya akan secara langsung mencerminkan konstitusi genetik salah satu dari dua kromosom X nya. Penelitian mengenai pewarisan pautan seks pada manusia telah menunjukkkan dengan melimpah bahwa pola transmisi gen pada manusia mengikuti pola-pola yang pertama kali dikenal dengan lalat.(Goodenough,1984) B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU Setelah dilakukan percobaan pengamatan variasi individu terkait dengan pengamatan sidik jari. Percobaan terhadap kelompok kami mendapatkan hasil bahwa bhima memiliki tipe sidik jari Loop, dan pada Ernawati memiliki tipe sidik jari yang sama yaitu Loop, dan pada Rana rio tipe sidik jari yang ditunjukkan adalah Loop pada jari telunjuk dan tipe whorl pada jari manis, kemudian dilanjutkan dengan tipe sidik jari Nurdayati yang menunjukkan tipe sidik jari Whorl pada jari telunjuk dan Loop pada jari manis, dan pengamatan tipe sidik jari yang terakhir pada Diana dita yaitu tipe Loop untuk kedua jari. Pada dasarnya pada diri setiap manusia memiliki sesuatu yang unik/khas yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Hal ini menimbulkan gagasan untuk menjadikan keunikan manusia itu sebagai identitas diri. Hal ini harus didukung oleh teknologi yang secara otomatis bisa mengidentifikasi/ pengenali seseorang dengan memanfaatkan teknologi semikonduktor yang semakin hari ukurannya bisa semakin kecil.

Teknologi

ini

disebut

sebagai

biometrik.

Biometrik

adalah

metode

untuk

mengindentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Bagian-bagian dari tubuh manusia yang bersifat unik/ spesifik dan juga akurat adalah : o Sidik jari o Struktur wajah o Iris dan retina mata Pada saat ini teknologi yang paling berkembang adalah pengenalan sidik jari. Dengan perkembangannya yang pesat dan jumlah pemakai yang terus meningkat, maka teknologi sidik jari bisa didapatkan dengan harga yang sangat bersaing dengan system sebelumnya ( mekanik/barcode/magnetic/proximity ). Teknologi identifikasi sidik jari berdasarkan fakta bahwa setiap sidik jari adalah unik. Verifikasi sistem menggunakan kontur dan flat image dari jari dan membandingkannya. Sidik jari manusia biasanya diklasifikasikan berdasarkan Henry System : Loop kiri Loop kanan Arch Tented arch Whorl Biasanya 2/3 dari sidik jari berbentuk Loop, 1/3 berbentuk Whorl, dan 5-10% berbentuk Arches.

(Anonim, 2000) Dan berdasarkan teori diatas lah bahwa ternyata tipe sidik jari praktikan yang diamati lebih banyak yang berbentuk Whorl, dan normal untuk bentuk Loop, sedangkan tidak terdapat sama sekali dari amatan sidik jari praktikan dalam satu kelompok tersebut. Namun ternyata dari sebagian besar praktikan yang memiliki tipe sidik jari Whorl dan Loop, ternyata ditemukan tipe Arch pada kelompok lain, yaitu Herlin dengan gambar tipe sidik jari sbb:

\ Dari hasil dan perbandingan terlihat bahwa tidak ada satupun bentuk sidik jari tiap praktikan yang sama, hal ini sesuai dengan yang disebutkan Anonim (2009), Sidik jari merupakan identitas pribadi yang tak mungkin ada yang menyamainya. Jika di dunia ini hidup 6 miliar orang, maka ada 6 miliar pola sidik jari yang ada dan belum ditemukan seseorang yang memiliki sidik jari yang sama dengan lainnya. Karena keunikannya tersebut, sidik jari dipakai oleh kepolisian dalam penyidikan sebuah kasus kejahatan (forensik). Makanya pada saat terjadi sebuah kejahatan, TKP akan diclear up dan dilarang bagi siapa saja untuk masuk karena dikhawatirkan akan merusak sidik jari penjahat yang mungkin tertinggal di barang bukti yang

ada di TKP. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratan-guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality yang berarti keunikan sidik jari merupakan originalitas pemiliknya yang tak mungkin sama dengan siapapun di muka bumi ini sekali pun pada seorang yang kembar identik. Rumus sidik jari merupakan salah satu cara identifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari digunakan sebagai cara untuk menidentifikasi seseorang. Karena sidik jari merupakan bentuk yang unik dan berbeda pada setiap orang, maka rumus sidik jari pun akan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari (classification formula ) merupakan pembubuhan tanda pada tiaptiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. (Soepriyo, 1989) Perumusan sidik jari merupakan pembubuhan tanda pada tiap-tiap kolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop, dan jalannya garis. Core dan delta merupakan bagian dari karakteristik sidik jari manusia yang dapat digunakan dalam perumusan sidik jari. Kebanyakan sistem pengolahan sidik jari yang ada saat ini, masih menggunakan cara konvensional. Metode yang masih konvensional tersebut memiliki kelemahan, yaitu tidak akuratnya hasil identifikasi yang diperoleh, dan dampak lainnya adalah satu orang bisa memiliki lebih dari satu rumus sidik jari di tempat yang berbeda. (Anonim, 2009) BAB V KESIMPULAN 1. Sidik jari setiap orang tidak sama. 2. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup. 3. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis. Ketiga dalil yang telah dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti.

4. Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkuatn (loop), dan lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapaa sub-group yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk sangkutan terbagi menjadi Ulnar loop dan Radial loop, sedangkan bentuk lingkaran terbagi menjadi Plain whorl, Central pocket loop whorl, Double loop whorl dan Accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya. 5. Sifat-sifat atau karakteristik yang dimiliki oleh sidik jari adalah parennial nature yaitu guratanguratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, immutability yang berarti bahwa sidik jari seseorang tak akan pernah berubah kecuali sebuah kondisi yaitu terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada dan individuality 6. Sifat gen seseorang itu berbeda denagn gen yang lain, namun tidak selalu berbeda, masih ada juga sifat gen yang sama terlibat. 7. Apabila kedua sifat pasangan gen yang sama disilangkan, mka hasil akan menunjukkan sifat serupa dengan kedua induk 8. Apabila sifat pasangan gen yang disilangkan itu berbeda, maka akan terdapat kemungkinan muncul sifat gen yang sama dengan induk atau bahkan mungkin berbeda dari kedua induk, karena adanya sifat intermedier. BAB VI PERTANYAAN PASCA PRAKTEK A. PERANAN GEN YANG DIPENGARUHI SEKS Misalkan saudara (Perempuan ataupun laki-laki) memiliki jari manis lebih panjang, menikah dengan seseorang yang memiliki sifat demikian pula. Maka, apabila: - semua anak laki-laki mempunyai sifat seperti saudara - anak perempuan, ada yang memiliki sifat kebalikannya, maka:

a. Bagaimana kira-kira genotip saudara b. Bagaimana kemungkinan genotip suami/istri saudara? Jawaban disertai bukti JAWAB: Jika terdapat salah satu anak perempuan memiliki sifat kebalikan dari kedua orang tua, berarti bisa dipastikan bahwa gen (tt) yang diperolehnya berasal dari kedua orang tua, sedangkan kedua orang tua punya sifta yang sama, artinya setiap orang tua masing-masing memiliki gen t, dan dapat dipastikan gen kedua orang tersebut adalah jari manis lebih panjang heterozigot (Tt), karena dari gen t masing-masing orang tua lah diperoleh gen (tt) tersebut. P: Tt x Tt F: TT : Jari manis lebih panjang G: T T Tt : Jari manis lebih panjang T t Tt : Jari manis lebih panjang Tt : Jari manis lebih pendek B. PENGAMATAN VARIASI INDIVIDU Apakah yang diperoleh dari sidik jari, dan hubungannnya dengan kriminalitas bentuk lainnya pada identifikasi forensic? JAWAB: Dari percobaan sidik jari diperoleh bahwa sidik jari setiap manusia itu tidak ada yang sama bentuknya, pola/ tipe sidik jari manusia hanya ada 3 macam, yaitu tipe Loop, whorl, dan Arch. Tipe Arch adalah yang paling kecil untuk ditemukan. Hubungannya dengan kriminalitas adalah memudahkan untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan yang tidak diketahui pada suatu Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), sedangkan pelaku hanya meninggalkan sisa sidik jari, dan dari sidik jari inilah bias ditemukan pelaku kejahatan, kemudian untuk mengidentifikasi jenazah yang belum diketahui, serta memastikan bahwa sidik jari tersebut benar-benar milik jenazah tersebut, seperti identifikasi pola sidik jari pada jenazah teroris.

DAFTAR RUJUKAN Anonim.2000. Proposal Sistem Absensi Sidik Jari : Nitgen NAC-3000 2. PdfDocument web. Diakses 24 desember 2009 Anonim. 2008. pengenalan pola sidik jari manusia dengan metode probabilistic neural network (pnn).http://one.indoskripsi.com/judulskripsi/matematika/pengenalan pola-sidik-jari-tode-probabilistic-neural-network-pnn. Diakses 24 Desember 2009 Anonim. 2009. Sidik Jari. http://s6.invisionfree.com/pojokmipa/ar/t14.htm. Diakses 24 Desember 2009 Goodenough, ursula.1988.Genetika.Penerbit.Erlangga: Jakarta Nio,Tjan kwiauw.1990.Genetika Dasar.ITB Press: Bandung Rizqiani, kurnia. 2009. Perancangan perangkat lunak penghitungan rumus sidik jari tipe loop. http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=15%3apemrosesansinyal&id=529%3adaktiloskopi-ilmu-sidik-jari&option=com_content&itemid=15. Diakses 24 Desember 2009 Soepriyo, A. 1989. Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4. Cipta Adi: PustakaJakarta Suwiryo,hadi.1998.Genetika untuk strata 1.UGM Press:Yogyakarta Setiap Manusia Adalah Pemenang Tiap manusia diciptakan sebagai pemenang di dunia ini, kenapa tidak ?

Bayangkan ? Kita diciptakan dari sebuah sperma yang menembus ovum. Beratus juta sperma yang di kopulasikan bersaing menghadapi segala rintangan untuk mencapai sebuah kesuksesan membuahi sbuah ovum & fertilisasi. Sperma yg sangat terbaikLah yg bisa meraih keberhasilan ini. Dan bayangkan !! Hanya satu saja ! Jadi kenapa kita malu ? Jangan pernah merendahkan diri kita dan jangan sama sekali merasa rendah. Karena setiap manusia yang diciptakan Allah SWT di bumi ini dijadikan untuk menjadi seorang pemenang !!! Jangan menyerah ! Be Ure Self , , and Give ure Best

peranan Gen yang Dipengaruhi Seks I.PENDAHULUAN

TUJUAN :Mencoba menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan ukuran jari telunjuknya.

LANDASAN TEORI:

Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/jantan maupun perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak akan menempatkan diri dalam fenotip.

Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis.

Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada laki-laki, tetapi resesip pada perempuan. Kegiatan gen ini menjadi sebagai berikut:

Genotip TT Tt Tt

Laki-laki Telunjuk pendek Telunjuk pendek Telunjuk panjang

Perempuan Telunjuk pendek Telunjuk panjang Telunjuk panjang

Cara penurunan gen ini sama dengan cara penurunan gen kepala botak. ( Suwiryo,1998)

Menuru Suryo (1996) Apabila kita meletakkan tangan kanan atau tangan kiri kita pada suatu alas dengan garis mendatar Maka dapat kita lihat apakah jari telunjuk akan lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan dengan jari manis. Kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarti bahwa jari telunjuk lebih pendek dari pada jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki-laki, tetapi resesif bila pada perempuan.

Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga merekapun mempunyai beberapa sifat seperti orang tuanya? Yang diwariska adalah berupa gen, gen lah yang bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom. (Nio,1990)

Pada pasangan yang menyumbangkan kromoson Y diam kepada keturunannya yang laki-laki, jadi fenotif anak laki-lakinya akan secara langsung mencerminkan konstitusi genetik salah satu dari dua kromosom X nya. Penelitian mengenai pewarisan pautan seks pada manusia telah

menunjukkkan dengan melimpah bahwa pola transmisi gen pada manusia mengikuti pola-pola yang pertama kali dikenal dengan lalat.(Goodenough,1984)

Selain gen-gen yang terangkai kromosom kelamin, juga dikenal gen-gen yang dipengaruhi seks dan gen-gen yang dibatasi seks.

ALAT DAN BAHAN:

1. Jari telunjuk dan jari tengah milik mahasiswa sendiri 2. Penggaris 3. Kertas 4. Pena/Pensil

CARA KERJA:

1. Dibuat sebuah garis horizontal yang jelas pada kertas 2. Diletakkan tangan kanan atau kiri diatas helaian kertas tersebut sedemikian rupa, sehingga ujung jari telunjuk tepat menyinggung gasir horizontal 3. Dibubuhkan tanda dimana letak ujung jari telunjuk. Dengan menggunakan pensil atau pena 4. Ditentukan kemungkinan genotopnya,jika digunakan pasangan gen T dan t

Sistem Peredaran Darah Manusia

Struktur Alat Peredaran Darah Pada Manusia Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.

1. Jantung Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :

a. lamina panistalis di sebelah luar b. lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung. Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

2. Pembuluh Darah Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.

Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal. Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Macam-macam Pembuluh Darah Pembuluh darah terbagi menjadi : A. Pembuluh darah arteri 1. Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik 2. Merupakan pembuluh yang liat dan elastis

3. Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik 4. Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung 5. Terdiri atas : 5.1 Aorta yaitu pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh 5.2 Arteriol yaitu percabangan arteri 5.3 Kapiler : a. Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena b. Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal 6. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu : 6.1 Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium 6.2 Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis 6.3 Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis B. Pembuluh Balik (Vena) 1. 2. 3. 4. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah. 5. Terdiri dari : 5.1. Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung. 5.2. Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung. 5.3. Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Macam Peredaran Darah Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari : 1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.

2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah. Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler : a. Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler. b. Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.

Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

Sistem Peredaran Darah Manusia

Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain: 1. Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak)

2. Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah 3. 4. Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur 1. Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak. 2. Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak . 3. Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas) 4. Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali. 5. Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu. 6. Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun. 7. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis

Sistem Transportasi/Peredaran Darah pada Manusia Filed under: Sistem Transportasi gurungeblog @ 7:52 am Tags: Sistem Peredaran darah transportasi manusia

Sistem transportasi manusia Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.

Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah. 1. Darah Bagian-bagian darah Sel-sel darah (bagian yg padat)

Eritrosit (sel darah merah) Leukosit (sel darah putih) Trombosit (keping darah)

sel-darah Plasma Darah (bagian yg cair)


Serum Fibrinogen

Fungsi Darah Darah mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah 2. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal 3. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah. 4. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah 5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih 6. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah 7. Menjaga kestabilan suhu tubuh. 2. Jantung

jantung-manusia Jantung manusia dan hewan mamalia terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri. Pada dasarnya sistem transportasi pada manusia dan hewan adalah sama. 3. Pembuluh Darah Ada 3 macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus) Pembuluh Nadi

Tempat Agak ke dalam Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis Aliran darah Berasal dari jantung Denyut terasa Katup Hanya disatu tempat dekat jantung Bila ada luka Darah memancar keluar

Pembuluh Vena 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan) Aliran darah Menuju jantung Denyut tidak terasa Katup Disepanjang pembuluh Bila ada luka Darah Tidak memancar

1. Sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah, ujung arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu dengan vena terkecil (venula) sehingga darah tetap

mengalir dalam pembuluh darah walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem peredaran darah tertutup. Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri peredaran darah kecil (jantung paru-paru kembali ke jantung) dan peredaran darah besar (jantung seluruh tubuh dan kembali ke jantung). Peredaran ini melewati jantung sebanyak 2 kali. 5. Getah Bening Disamping darah sebagai alat transpor, juga terdapat cairan getah bening. Terbentuknya cairan ini karena darah keluar melalui dinding kapiler dan melalui ruang antarsel kemudian masuk ke pembuluh halus yang dinamakan pembuluh getah bening (limfe) Penyakit pada Sistem Transportasi 1. Anemia Anemia sel sabit merupakan penyakit menurun tak bisa diobati Anemia perniosa, rendahnya jumlah eritrosit karena makan kurang vit B12 2. Talasemia Sel darah merah abnormal,umur lebih pendek,diasesi dengan transfusi darah 3. Hemofili Darah sulit/tidak bisa membeku 4. varises Pelebaran pembuluh vena 5. Atherosklerosis Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak 6. Arteriosklerosis Penyumpatan pembuluh darah oleh zat kapur 7. leukopeni jumlah sel darah putih kurang dari normal

Sistem kardiovaskular Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Sistem peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh balik (vena) berwarna biru. Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. 1. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). 2. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.

Jantung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Jantung

Gambar penampang melintang jantung manusia Latin Sistem organ Cor Kardiovaskular

Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.

Jantung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Jantung

Gambar penampang melintang jantung manusia Latin Sistem organ Cor Kardiovaskular

Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.

PROSES REGULASI DAN OSMOTIK PADA DAPHIA BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Bahan-bahan yang masuk dalam tubuh kita, setelah diolah dan digunakan, akan menghasilkan zat-zat sisa yang harus dibuang. Pembuangan zat-zat sisa merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mempertahankan keadaan yang terbaik bagi tubuh (keadaan seimbang) yang dikenal dengan mekanisme homeostatis. Sistem ekskresi merupakan hal pokok dalam homeostatis karena sistem tersebut membuang limbah/ sisa metabolisme dan merespon ketidakseimbangan cairan tubuh, dengan mengekskresikan ion-ion tertentu sesuai dengan kebutuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme serta zat-zat berlebih yang sudah tidak digunakan oleh tubuh. Pengeluaran zat-zat tersebut dapat melalui

urine, keringat, atau pernapasan. Kenyataan menunjukkan bahwa semua makhluk hidup dihadapkan pada masalah osmotik, meskipun medium lingkungannya bersifat isoosmotik. Bermacam-macam mekanisme pengaturan digunakan untuk mempertahankan tekanan osmotik interna yang benar dan mencegah timbulnya tekanan osmotik yang bersifat merusak sel. Pengendalian air dan ion adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, sehingga dua kegiatan tersebut disebut sebagai regulasi osmotik (osmoregulasi). Osmoregulasi merupakan kegiatan yang luas dan rumit. Kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan penggunaan air tubuh dan ion. Pada setiap kegiatan yang mengarah kepada homeostatis, input harus sama dengan output, bila diinginkan variabelnya dalam keadaan konstan. Jadi bila suatu makhluk hidup melakukan tindakan mempetahankan kekonstanan volume air dalam tubuhnya, maka jumlah air yang masuk ke dalam tubuh hewan harus sama dengan jumlah air yang keluar dari tubuh hewan. regulasi osmotik dan ekskresi merupakan dua macam proses yang terlibat dalam homeostatis yang terjadi pada makhluk hidup. Setiap proses tersebut memungkinkan makhluk hidup mampu mempertahankan kekonstanan medium dalam (lingkungan dalam) meskipun lingkungan luarnya mengalami perubahan. B. RUMUSAN MASALAH Bagaimana proses regulasi osmotik dan ekskresi pada tubuh hewan? Bagaimana kaitan antara regulasi, ekskresi, serta getah bening? C. TUJUAN Mengetahui proses regulasi osmotik dan ekskresi pada tubuh hewan. Mengetahui kaitan antara regulasi, ekskresi, serta getah bening. BAB II KAJIAN PUSTAKA Termoregulasi adalah suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu interval agar berada didalam kisaran yang dapat ditolerlir. Suhu berpengaruh kepada tingkat metabolime. Suhu yang tinggi akan menyebabkan aktivitas molekul-molekul semakin tinggi karena energi kinetiknya makin besar pula. Akan tetapi, kenaikan aktivitas dengan metabolisme hanya akan bertambah seiring dengan kanikan suhu hingga batas tertentu saja. Hal ini disebabkan metabolisme didalam tubuh diatur oleh enzim (salah satunya) yang memiliki suhu optimum dalam bekerja. Jika suhu lingkungan atau tubuh meningkat atau menurun drastis, enzim-enzim tersebut dapat terdenaturasi dan kehilangna fungsinya. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan eksresi adalah elemenelemen dari homoeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold blood animal) dan hewan berdarah panas (warm blood animal). Namun lebih dikenal dengan istilah eksoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (aves), dan mamalia. Hewan endoterm disebut juga homoiterm, karena suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Pada hewan homoiterm suhunya lebih stabi, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Suhu tubuh tergantung pada neraca keseimbangan antara panas yang

diproduksi atau diabsorpsi dengan panas yang hilang. Eksoterm adalah hewan yang panas tubuhya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan eksoterm cenderung berfluktuasi tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot dan modifikasi sistem sirkulasi dibagian kulit. Kontraksi pembuluh darah dibagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk menguarangi kehilangan panas tubuh. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada bebrapa hewan untuk menurunkan suhu tubuh dengan caramandi atau mengipaskan daun telingan ke tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi Pengaruh Suhu pada Faal Hewan Ikan dan invertebrata (hewan avertebrata) yang hidup di perairan Arctic, hidup pada kisaran suhu tubuh sekitar -2oC, sedangkan hewan yang hidup di padang pasir suhu tubuhnya sekita +50oC. Beberapa makhluk hidup lain bahkan dapat hidup pada suhu yang lebih ekstrim, sebagai contoh, telah diketahui cacing polychaeta hidup di lubang laut dalam, pada suhu lebih dari 80oC. Umumnya hewan sangat mudah untuk menyerap suhu lingkungan luarnya, tetapi burung dan mamalia mampu untuk mengatur suhu tubuhnya dan menjaganya dari tingkat yang relatif konstan dan berbeda dengan suhu lingkungan luarnya. Suhu sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Peningkatan suhu dapat pula meningkatkan laju reaksi fisik dan kimia, contohnya adalah laju metabolisme. Reaksi enzimatis sangat bergantung pada suhu karenanya aktivitas metabolisme di berbagai jaringan atau organ bergantung pada kemampuan untuk mempertahankan suhu yang sesuai pada tubuhnya. Interaksi Pertukaran Suhu antara Hewan dan Lingkungannya Hewan akan berinteraksi dengan suhu lingkungan terdekatnya, akan ada pertukaran suhu diantar keduanya. Hewan mempunyai kemampuan untuk memanipulasi pertukaran ini bagi kehidupannya, mengatur suhu tubuhnya dengan menambah dan mengurangi kehilangan atau perolehan panas. Konduksi Konduksi panas adalah pemindahan panas antara dua bagian secara kontak fisik langsung diantar keduannya. Panas akan mengalir mengikuti perbedaan suhu dari wilayah yang bersuhu tinggi ke wilayah yang bersuhu lebih rendah. Laju pergerakan panas ditentukan oleh beberapa faktor seperti wilayah terjadinya pergerakan panas, perbedaan suhu awal antar dua wilayah, konduktivitas panas pada wilayah tersebut. Konduktivitas panas adlah cara untuk mengeksresikan bagaimana mudahnya pergerakan panas pada suatu wilayah. Konveksi Konveksi adalah perpindahan panas melalui pergerakan zat cair atau gas. Hal inimerupakan salah satu cara meningkatkan kehilangan panas pada benda padat. Sebagai contoh panas dapat hilang dari benda padat dan berubah menjadi gas. Pada saat gas bergerak melewati benda padat, maka panas berpindah dari benda padat ke gas. Pada saat gas yang terpanasi bergerak terus itu akan diganti dengan gas yang lebih dingin dan akan lebih banyak gas berpindah dari benda padat ke gas. Konveksi dikatakan mempunyai kekuatan jika gerakan benda cair atau gas dibantu kekuatan dari luar seperti angin. Sebaliknya, konveksi tidak terjadi apabila tidak terdapat kekuatan dari luar.

Radiasi Radiasi adalah perpindahan panas tanpa kontak langsung antar sumber panas dengan daerah yang menerima panas. Hukum Stefan Boltzmann menyatakan bahwa intensitas dari suatu benda sebanding dengan suhu permukaannya dipangkat empat. 4. Evaporasi Ketika air menguap (evaporasi) terjadi perubahan bentuk (fase) dari bentuk cair ke bentuk gas. Perubahan bentuk atau fase ini memerlukan sejumlah besar energi dalam bentuk panas. Hal ini dikenbal sebagai panas penguapan. Oleh karena itu, evaporasi dapat menyebabkan pendinginan. Jumlah panas yang diperlukan agar terjadi evaporasi bergantung kepada suhu pada saat hal tersebut berlangsung. Bila suhu meningkat jumlah energi panas yang diperlukan untuk mengubah air dari fase cair menjadi gas. Daphnia sp. termasuk dalam golongan udang-udangan, namun dalam proses perkembangan belum lebih jauh dari jenis udang-udangan lainnya. Organisme ini dikenal oleh masyarakat pada umumnya disebut sebagai kutu air, namun sebenarnya organisme ini termasuk dalam zooplankton. Daphnia sp. sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada suhu 22 31oC dan pH 6,5 7,4 yang mana organisme ini perkembangan larva menjadi dewasa dalam waktu empat hari . Lingkungan dengan suhu tinggi akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga laju respirasi meningkat dan berdampak pada peningkatan denyut jantung Daphnia sp. Faktor yang mempengaruhi kerja denyut jantung Daphnia sp. adalah sebagai berikut : 1. Aktivitas dan faktor yang mempengaruhi denyut jantung Daphnia sp. bertambah lambat setelah dalam keadaan tenang. 2. Ukuran dan umur, dimana spesies yang lebih besar cenderung mempunyai denyut jantung yang lebih lambat. 3. Cahaya, pada keadaan gelap denyut jantung Daphnia sp. mengalami penurunan sedangkan pada keadaan terang denyut jantung Daphnia sp. mengalami peningkatan. 4. Temperatur, denyut jantung Daphnia sp. akan bertambah tinggi apabila suhu meningkat. Pada lingkungan dengan suhu tinggi akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga laju respirasi meningkat dan berdampak pada peningkatan denyut jantung Daphnia sp. 5. Obat-obat (senyawa kimia), zat kimia menyebabkan aktivitas denyut jantung Daphnia sp. menjadi tinggi atau meningkat BAB III METODE PENELITIAN A. ALAT DAN BAHAN a. alat - mikroskop - objek glass - heater - bekker glass - thermometer - stop watch b. bahan

- kultur Dhapnia - es batu B. VARIABEL PENELITIAN - variabel manipulasi : suhu kultur Dhapnia - variabel respon : jumlah detak jantung Dhapnia - variabel kontrol : suhu yang stabil pada 1 kultur Jenis Dhapnia yang digunakan Waktu penghitungan detak jantung Dhapnia C. PROSEDUR KERJA membuat kultur Daphnia pada suhu awal yaitu 10 C,15 C,20 C,25 C. Kemudian meletakan Daphnia pada gelas kimia yang berada pada suhu yang telah ditentukan. Menggunakan pipet, memindahkan secara hati-hati seekor Daphnia pada gelas objek sambil dilihat di bawah mikroskop. Menambahkan air secukupnya agar tidak kering. Jangan menambah air terlalu banyak karena Daphnia akan mudah bergerak dan sulit diatur posisinya. Mengatur posisi Daphnia hingga jantungnya nampak jelas dan mudah diikuti denyutnya. Dan tidak memakai kaca penutup. Setelah tampak denyut jantungnya, hitung jumlah denyut setiap 15 detik. Membuat 3 kali pengukuran dan hasinya dirata-rata. Pada setiap kali pengukuran suhu harus tetap pada suhu yang dikehendaki. Setiap kali selesai pengukuran, mengembalikan Daphnia ke suhu yang telah ditentukan. Karena lampu mikroskop dapat dengan mudah menaikkan suhu pada gelas objek. Selanjutnya, Daphnia dipindahkan ke tempat baru (10 C lebih tinggi daripada suhu awal). Mengukur denyut jantung Daphnia pada suhu yang baru. Pengukuran dilakukan seperti langkah pada urutan e. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL TABEL PENGARUH DENYUT JANTUNG TERHADAP SUHU GRAFIK PENGARUH JUMLAH DENYUT TERHADAP SUHU ANALISIS DATA Berdasarkan data yang diperoleh dari praktikum Daphnia yang dimanipulasi suhunya, didapat bahwa: Daphnia yang diberi suhu awal 10C mempunyai jumlah denyut rata-rata 64,33. Kemudian Daphnia diberi kejutan dengan kenaikan suhu menjadi 20C, jumlah denyut rata-rata menjadi lebih tinggi yaitu 82,67. Daphnia yang diberi suhu awal 15C mempunyai jumlah denyut rata-rata 82C. Kemudian Daphnia diberi kejutan dengan kenaikan suhu menjadi 25C, jumlah denyut rata-rata menjadi lebih rendah yaitu 81. Daphnia yang diberi suhu awal 20C mempunyai jumlah denyut rata-rata 97. Kemudian Daphnia

diberi kejutan dengan kenaikan suhu menjadi 30C, jumlah denyut rata-rata menjadi lebih rendah yaitu 80,33. Daphnia yang diberi suhu awal 25C mempunyai jumlah denyut rata-rata 98,33. Kemudian Daphnia diberi kejutan dengan kenaikan suhu menjadi 35C, jumlah denyut rata-rata menjadi lebih tinggi yaitu 86,67. PEMBAHASAN Menurut Waterman (1960) mengemukakan bahwa hewan kecil memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih cepat dari pada hewan dewasa baik itu pada suhu atau temperatur panas, sedang, dingin, maupun alkoholik. Hal ini disebabkan adanya kecepatan metabolik yang dimiliki hewan kecil tersebut. Menurut Pennak (1853) mekanisme kerja jantung Daphnia sp. berbanding langsung dengan kebutuhan oksigen per unit berat badannya pada hewan-hewan dewasa. Daphnia sp. sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada suhu 220 310 C dan pH 6,5 7,4 yang mana organisme ini perkembangan larva menjadi dewasa dalam waktu empat hari (Djarijah, 1995). Menurut Barness (1966) menyatakan bahwa denyut jantung Daphnia sp. pada keadaan normal sebanyak 120 denyut per menit. Pada kondisi tertentu kecepatan rata-rata denyut jantung Daphnia sp. ini dapat berubah-ubah disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya denyut jantung lebih cepat pada waktu sore hari, pada saat densitas populasi rendah, pada saat betina mengerami telur. Namun berdasarkan hasil dari percobaan yang kami lakukan diperoleh rata-rata denyut jantung Daphnia sp. sebanyak 85 denyut per menit pada keadaan suhu normal,yaitu suhu awal tanpa shocking ( 10 0 C,150 C,200 C,dan 250 C). Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang kami peroleh yang menyatakan denyut jantung Daphnia sp. sebanyak 120 denyut per menit, dalam keadaan ini mungkin pada saat melakukan pengamatan organisme mengalami stress atau kondisi yang kurang optimal. Menurut Waterman (1960) pada lingkungan dengan suhu tinggi akan meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga laju respirasi meningkat dan berdampak pada peningkatan denyut jantung Daphnia sp. Percobaan yang kami peroleh pada perlakuan pemberian kejutan suhu ( Shocking ) yaitu menaikkan suhu 100C dari suhu awal ternyata menghasilkan rata-rata denyut jantung yang lebih rendah, yaitu sebesar 83 denyut per menit yang berarti bahwa hasil tersebut tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena adanya pengaruh faktor lain. Berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi kerja denyut jantung Daphnia sp. adalah sebagai berikut : Aktivitas dan faktor yang mempengaruhi denyut jantung Daphnia sp. bertambah lambat setelah dalam keadaan tenang. Ukuran dan umur, dimana spesies yang lebih besar cenderung mempunyai denyut jantung yang lebih lambat. Cahaya, pada keadaan gelap denyut jantung Daphnia sp. mengalami penurunan sedangkan pada keadaan terang denyut jantung Daphnia sp. mengalami peningkatan. Temperatur, denyut jantung Daphnia sp. akan bertambah tinggi apabila suhu meningkat. Obat-obat (senyawa kimia), zat kimia menyebabkan aktivitas denyut jantung Daphnia sp. menjadi tinggi atau meningkat. Ketidaksesuaian hasil percobaan kami dengan teori Waterman mungkin disebabkan oleh kurang tepatnya perlakuan yang diberikan, yaitu shocking/kejutan suhu yang sudah berlangsung selang

beberapa lama, sehingga suhunya dimungkinkan sudah mengalami perubahan walaupun sedikit. sehingga hasil yang diperoleh pun kurang akurat. DISKUSI Berdasarkan grafik, terdapat pengaruh suhu dengan jumlah denyut Daphnia. Pada suhu awal, denyut jantung Daphnia semakin lama semakin cepat. Pada suhu pertambahan 10 C, jumlah denyut Daphnia menurun sedangkan pada suhu 35C terdapat kenaikan jumlah denyut. Turunnya denyut Daphnia dikarenakan terjadinya aklimasi yaitu adaptasinya Daphnia terhadap perubahan suhu yang terjadi. Aklimasi terjadi ketika organisme telah mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (suhu) yang telah ditentukan. Pada suhu 35C terjadi kenaikan karena belum mampunyai Daphnia beradaptasi terhadap lingkungan sekitar sehingga jumlah denyut tinggi. Dalam menghitung Q10 Q10= (A(t0+10)C)/(At0C) Q10= ((t0+10)C)/(t0C) Q10 yang pertama, Q10= 20/10=2 Q10 yang kedua, Q10= 25/15=0,6 Q10 yang ketiga Q10= 30/20=1,5 Q10 yang keempat Q10= 35/25=1,4 BAB V SIMPULAN Menurut Pennak (1853) mekanisme kerja jantung Daphnia sp. berbanding langsung dengan kebutuhan oksigen per unit berat badannya pada hewan-hewan dewasa. Daphnia sp. sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada suhu 220 310 C dan pH 6,5 7,4 yang mana organisme ini perkembangan larva menjadi dewasa dalam waktu empat hari (Djarijah, 1995). Faktor yang dapat mempengaruhi kerja denyut jantung Daphnia sp. sebagai berikut : Aktivitas dan faktor yang mempengaruhi denyut jantung Daphnia sp. bertambah lambat setelah dalam keadaan tenang. Ukuran dan umur, dimana spesies yang lebih besar cenderung mempunyai denyut jantung yang lebih lambat. Cahaya, pada keadaan gelap denyut jantung Daphnia sp. mengalami penurunan sedangkan pada keadaan terang denyut jantung Daphnia sp. mengalami peningkatan. Temperatur, denyut jantung Daphnia sp. akan bertambah tinggi apabila suhu meningkat. Obat-obat (senyawa kimia), zat kimia menyebabkan aktivitas denyut jantung Daphnia sp. menjadi tinggi atau meningkat. Daphnia sp. melakukam aklimasi ketika terjadi perubahan lingkungan dalam hal ini suhu. Kemampuan adaptasi ini juga memerlukan waktu.

DAFTAR PUSTAKA http:/windanurdiani.blogspot.com/2009/11/termoregulasi.html http:/ddigilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&opi=read&id=jbptitbpp-gdl-biofagriar-2622 http:/adenourdin.blogspot.com

LAPOARAN FISTER

BAB III KATA PENGANTAR

I.

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PERCOBAAN I Dalam keadaan normal, CDM dan CDP terdapat dalam jumlah tertentu di dalam darah manusia atau hewan. Oleh karena beberapa sebab jumlah CDM dan CDP dapat berubah. PERCOBAAN II Di darah manusia atau hewan terkandung sejumlah haemoglobin. Kadar haemoglobin VAKSINASI TETES MATA SAAT BEDAH BANGAKAI

dapat beerrubah karena beberapa penyebab. PERCOBAAN III Darah yang keluar dari luka kecil akan segera berhenti. Darah yang ditampung pada suatu tempat akan segera menjedal. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi lamanya waktu penjedalan dan waktu pendarahan. PERCOBAAN IV Jantung katak berdenyut dengan suatu irama dan kekuatan kontraksi tertentu. Beberapa faktor dari luar tubuh dapat mempengaruhunya, misal pacuan listrik, pacuan thermis, pacuan kimia dan lain lain. PERCOBAANV Jantung katak maupun mamalia mempunyai centrum automasi sendiri, artinya tetap berdenyut meskipun sudah diputuskan hubungannya dengan susunan syaraf atau dikeluarkan dari tubuhnya. Pacemaker jantung mamalia adalah Nodus Keith dan Flacke (Nodus Sinoaricularis), sedang

VAKSINASI SUNTIK

pada katak freksi jantung diatur oleh salah satu dari ketiga pasang ganglionnya. PERCOBAAN VI Tekanan darah dalam pembuluh nadi tidak konstan, tetapi sangat dipengaruhi oleh denyut jantung, yaitu berubah rubah antara suatu tekanan maksimal (systole) dan tekanan minimal (dyastole). Selain hal itu perubahan perubahan dapat di sebabkan oleh pengaruh seperti : respiratio, posisi badan, aktifitas tubuh, waktu, umur, dan emosi. PERCOBAAN VII Sistem sirkulasi mengangkut jantung, arteria, arteriola, kapiler, venula, dan vena. Kegiatan pertukaran zat, perlawanan terhadap benda benda asing dan lain lain terjadi terutama dibagian pembuluh darah yang terkecil, yaitu kapiler. Pada bagian bagian tertentu sistem respirasi, mucosanya dilapisi oleh bulu bulu getar yang berfungsi mendorong keluar partikel asing yang

terhisap masuk. PERCOBAAN VIII Reflek adalah suatu aktifitas jaringan perifer yang tidak disadari akibat adanya pacuan terhadap reseptor ataupun serabut afferent arcus reflek. Hewan yang telah dirusak otaknya masih dapat melakukan kegiatan kegiatan reflek oleh karena medulla spinalisnya masih utuh. PERCOBAAN IX Selaput atau jaringan pada keadaan istirahat mengalami polarisasi. Disebelah luar selaput tedapat ioon ion positif dan disebelah dalam terdapat ion ion negatif. Apabila terjadi kerusakan ataupun aktifitas jaringan mata akan terjadi depolarisasi. PERCOBAAN X Manusia termasuk hewan homoioterm, yaitu suhu tubuhnya konstan. Tidak terpengaruh keadaan sekitar. Akan tetapi faktor faktor local dapat mempengaruhi pengukuran suhu pada tempat tersebut.

PERCOBAAN XI Hewan poikiloterm mempunyai suhu tubuh yang sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Pusat pengaturan tubuh sudah dimiliki, akan tetapi kurang sempurna. Digunakan beberapa cara untuk mengeliminir panas agar tubuh tetap konstan, uasah ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. PERCOBAAN XII Pada hewan bunting, placentanya akan menghasilkan hormon Chorionic Gonadotropin yang akan dikeluarkan lewat urine. Dalam keadaan normal urine katak jantan tidak mengandung spermatozoa (kecuali pada masa amplexus). Oleh karena pengaruh hewan bunting maka sel sel sertoli membengkak dan melepaskan spermatozoa yang melekat padanya dan akan dikeluarkan lewat urine. B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud diadakannya praktikum Fisiologi Ternak

yaitu supaya mahasiswa menguasai langsung penerapannya, selain menguasai dasar dasar teorinya. Praktikum ini juga dimaksudkan juga supaya mahasiswa cekatan dan trampil apabila terjun langsung di lapangan. Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum Fisiologi Ternak ini yaitu : 1. Menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih. 2. Mengukur kadar haemoglobin darah. 3. Mengukur waktu pendarahan dan waktu penjedalan darah. 4. Melihat pengaruh luar terhadap jantung katak. 5. Menentukan asal mula denyut jantung katak. 6. Mengukur tekanan darah. 7. Melihat peredaran darah dan gerakan cilia katak. 8. Mengetahui reflek pada katak dan pengaruh macam macam pacu. 9. Memacu syaraf otot. 10. Melihat pengaruh luar terhadap suhu tubuh manusia. 11. Melihat pengaruh luar terhadap suhu tubuh katak dan hambatan eliminasi panas. 12. Melakukan uji kebuntingan menurut metode Galli Mainini.

A. WAKTU DAN TEMPAT Acara 1, 3, dan 6 Tanggal : 10 April 2002 Tempat : Laboratorium Fisiologi dan reproduksiternak Acara 2, 4, dan 5 Tanggal : 1 Mei 2002 Tempat : Laboratorium Fisiologi dan reproduksiternak Acara 7, 8, dan 9 Tanggal : 8 Mei 2002 Tempat : Laboratorium Fisiologi dan reproduksiternak Acara 9, 11, dan 12 Tanggal : 15 Mei 2002 Tempat : Laboratorium Fisiologi dan reproduksiternak

Sistem pernapasan Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Gambar lengkap sistem pernapasan manusia. Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan. Pernapasan dada Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. 2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Pernapasan perut Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. 1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. 2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Sistem Respirasi Manusia Sistem Respirasi Manusia Istilah bernapas, seringkali diartikan dengan respirasi, walaupun secara harfiah sebenarnya kedua istilah tersebut berbeda. Pernapasan (breathing) artinya menghirup dan menghembuskan napas. Oleh karena itu, bernapas diartikan sebagai proses memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan. Sementara, respirasi (respiration) berarti suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel sehingga diperoleh energi. Energi yang dihasilkan dari respirasi sangat menunjang sekali untuk melakukan beberapa aktifitas. Misalnya saja, mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pernapasan dan respirasi sebenarnya saling berhubungan. 1. Struktur Pernafasan Manusia a. Hidung Hidung merupakan alat pernapasan yang terletak di luar dan tersusun atas tulang rawan. Pada bagian ujung dan pangkal hidung ditunjang oleh tulang nasalis. Rongga hidung dibagi menjadi dua bagian oleh septum nasalis, yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian depan septum ditunjang oleh tulang rawan, sedangkan bagian belakang ditunjang oleh tulang vomer dan tonjolan tulang ethmoid. Bagian bawah rongga hidung dibatasi oleh tulang palatum, dan maksila. Bagian atas dibatasi oleh

ethmoid, bagian samping oleh tulang maksila, konka nasalis inferior, dan ethomoid sedangkan bagian tengah dibatasi oleh septum nasalis. Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yang disebut konka nasalis superior, konka media dan konka inferior. Melalui celah-celah pada ketiga tonjolan ini udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah di dalam kapiler dan dilembapkan oleh lendir yang disekresikan oleh sel goblet. Lendir juga dapat membersihkan udara pernapasan dari debu. Bagian atas dari rongga hidung terdapat daerah olfaktorius, yang mengandung sel-sel pembau. Sel-sel ini berhubungan dengan saraf otak pertama (nervus olfaktorius). Panjangnya sekitar 10 cm. Udara yang akan masuk ke dalam paruparu pertama kali akan masuk melalui hidung terlebih dahulu. Sekitar 15.000 liter udara setiap hari akan melewati hidung. b. Faring udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. c. Laring Dari faring, udara pernapasan akan menuju pangkal tenggorokan atau disebut juga laring. Laring tersusun atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersebut tersusun oleh tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan, dan gelang tulang rawan. Pangkal tenggorokan dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Jika udara menuju tenggorokan, anak tekak melipat ke bawah, dan ketemu dengan katup pangkal tenggorokan sehingga membuka jalan udara ke tenggorokan. Saat menelan makanan, katup tersebut menutupi pangkal tenggorokan dan saat bernapas katup tersebut akan membuka. Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara yang bergetar bila ada udara melaluinya. Misalnya saja saat kita berbicara. d. Trakea Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. e. Bronkus

Bronkus tersusun atas percabangan, yaitu bronkus kanan dan kiri. Letak bronkus kanan dan kiri agak berbeda. Bronkus kanan lebih vertikal daripada kiri. Karena strukturnya ini, sehingga bronkus kanan akan mudah kemasukan benda asing. Itulah sebabnya paru-paru kanan seseorang lebih mudah terserang penyakit bronkhitis. Pada seseorang yang menderita asma bagian otot-otot bronkus ini berkontraksi sehingga akan menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya lebih banyak benda asing yang menimbulkan reaksi alergi. Akibatnya penderita akan mengalami sesak napas. Sedangkan pada penderita bronkitis, bagian bronkus ini akan tersumbat oleh lendir. Bronkus kemudian bercabang lagi sebanyak 2025 kali percabangan membentuk bronkiolus. Pada ujung bronkiolus inilah tersusun alveolus yang berbentuk seperti buah anggur. f. Paru-paru Organ yang berperan penting dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru merupakan organ tubuh yang terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru terdiri atas dua bagian, paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir yang berukuran lebih besar daripada paru-paru sebelah kiri yang memiliki dua gelambir. Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru yang disebut pleura. Semakin ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya alveolus ini menjadikan permukaan paruparu lebih luas. Diperkirakan, luas permukaan paruparu sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paruparu memiliki luas permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada luas permukaan tubuh. Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Oksigen yang terdapat pada alveolus berdifusi menembus dinding alveolus, lalu menem bus dinding kapiler darah yang mengelilingi alveolus. Setelah itu, masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah sehingga terbentuk oksihemoglobin (HbO2). Akhirnya, oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Setelah sampai ke dalam sel-sel tubuh, oksigen dilepaskan sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Oksigen ini digunakan untuk oksidasi. Karbon dioksida yang dihasilkan dari respirasi sel diangkut oleh plasma darah melalui pembuluh darah menuju ke paru-paru. Sesampai di alveolus, CO2 menembus dinding pembuluh darah dan din ding alveolus. Dari alveolus, karbondioksida akan disalurkan menuju hidung untuk dikeluarkan. Jadi proses pertukaran gas sebenarnya berlangsung di alveolus. 2. Mekanisme Pernafasan Manusia Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat

terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara ( inspirasi) dan pengeluaran udara ( ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan. 1. Pernafasan Dada Apabila kita menghirup dan menghempaskan udara menggunakan pernapasan dada, otot yang digunakan yaitu otot antartulang rusuk. Otot ini terbagi dalam dua bentuk, yakni otot antartulang rusuk luar dan otot antartulang rusuk dalam. Saat terjadi inspirasi, otot antartulang rusuk luar berkontraksi, sehingga tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada membesar. Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga dada menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap. Dengan demikian, udara bebas akan mengalir menuju paru-paru melewati saluran pernapasan. Sementara saat terjadi ekspirasi, otot antartulang rusuk dalam berkontraksi (mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan dalam rongga dada menjadi meningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap. Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong keluar. 2. Pernafasan Perut Pada proses pernapasan ini, fase inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi terjadi apabila otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar. 3. Mekanisme Pertukaran Gas Oksigen (02)dan Karbondioksida (CO2)

Udara lingkungan dapat dihirup masuk ke dalam tubuh makhluk hidup melalui dua cara, yakni pernapasan secara langsung dan pernapasan tak langsung. Pengambilan udara secara langsung dapat dilakukan oleh permukaan tubuh lewat proses difusi. Sementara udara yang dimasukan ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dinamakan pernapasan tidak langsung. Saat kita bernapas, udara diambil dan dikeluarkan melalui paruparu. Dengan lain kata, kita melakukan pernapasan secara tidak langsung lewat paru-paru. Walaupun begitu, proses difusi pada pernapasan langsung tetap terjadi pada paru-paru. Bagian paru-paru yang meng alami proses difusi dengan udara yaitu gelembung halus kecil atau alveolus. Oleh karena itu, berdasarkan proses terjadinya pernapasan, manusia mempunyai dua tahap mekanisme pertukaran gas. Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang dimaksud yakni mekanisme pernapasan eksternal dan internal. a. Pernafasan Eksternal Ketika kita menghirup udara dari lingkungan luar, udara tersebut akan masuk ke dalam paruparu. Udara masuk yang mengandung oksigen tersebut akan diikat darah lewat difusi. Pada saat yang sama, darah yang mengandung karbondioksida akan dilepaskan. Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-paru dinamakan pernapasan eksternal. Saat sel darah merah (eritrosit) masuk ke dalam kapiler paru-paru, sebagian besar CO2 yang diangkut berbentuk ion bikarbonat (HCO- 3) . Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, karbondioksida (CO2) air (H2O) yang tinggal sedikit dalam darah akan segera berdifusi keluar. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut. Seketika itu juga, hemoglobin tereduksi (yang disimbolkan HHb) melepaskan ion-ion hidrogen (H+) sehingga hemoglobin (Hb)-nya juga ikut terlepas. Kemudian, hemoglobin akan berikatan dengan oksigen (O2) menjadi oksihemoglobin (disingkat HbO2). Proses difusi dapat terjadi pada paru-paru (alveolus), karena adaperbedaan tekanan parsial antara udara dan darah dalam alveolus. Tekanan parsial membuat konsentrasi oksigen dan karbondioksida pada darah dan udara berbeda. Tekanan parsial oksigen yang kita hirup akan lebih besar dibandingkan tekanan parsial oksigen pada alveolus paru-paru. Dengan kata lain, konsentrasi oksigen pada udara lebih tinggi daripada konsentrasi oksigen pada darah. Oleh karena itu, oksigen dari udara akan berdifusi menuju darah pada alveolus paru-paru. Sementara itu, tekanan parsial karbondioksida dalam darah lebih besar dibandingkan tekanan parsial karbondioksida pada udara. Sehingga, konsentrasi karbondioksida pada darah akan lebih kecil di bandingkan konsentrasi karbondioksida pada udara. Akibatnya, karbondioksida pada darah berdifusi menuju udara dan akan dibawa keluar tubuh lewat hidung.

b. Pernafasan Internal Berbeda dengan pernapasan eksternal, proses terjadinya pertukaran gas pada pernapasan internal berlangsung di dalam jaringan tubuh. Proses pertukaran oksigen dalam darah dan karbondioksida tersebut berlangsung dalam respirasi seluler. Setelah oksihemoglobin (HbO2) dalam paru-paru terbentuk, oksigen akan lepas, dan selanjutnya menuju cairan jaringan tubuh. Oksigen tersebut akan digunakan dalam proses metabolisme sel. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. Proses masuknya oksigen ke dalam cairan jaringan tubuh juga melalui proses difusi. Proses difusi ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan parsial oksigen dan karbondioksida antara darah dan cairan jaringan. Tekanan parsial oksigen dalam cairan jaringan, lebih rendah dibandingkan oksigen yang berada dalam darah. Artinya konsentrasi oksigen dalam cairan jaringan lebih rendah. Oleh karena itu, oksigen dalam darah mengalir menuju cairan jaringan. Sementara itu, tekanan karbondioksida pada darah lebih rendah daripada cairan jaringan. Akibatnya, karbondioksida yang terkandung dalam sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah. Karbondioksida yang diangkut oleh darah, sebagian kecilnya akan berikatan bersama hemoglobin membentuk karboksi hemoglobin (HbCO2). Reaksinya sebagai berikut. Namun, sebagian besar karbondioksida tersebut masuk ke dalam plasma darah dan bergabung dengan air menjadi asam karbonat (H2CO3). Oleh enzim anhidrase, asam karbonat akan segera terurai menjadi dua ion, yakni ion hidrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCOPersamaan reaksinya sebagai berikut. CO2 yang diangkut darah ini tidak semuanya dibebaskan ke luar tubuh oleh paru-paru, akan tetapi hanya 10%-nya saja. Sisanya yang berupa ion-ion bikarbonat yang tetap berada dalam darah. Ion-ion bikarbonat di dalam darah berfungsi sebagai bu. er atau larutan penyangga.\ Lebih tepatnya, ion tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas pH (derajat keasaman) darah.

istem Respirasi Pada Hewan Biologi Kelas 2 > Sistem Respirasi 74 < Sebelum Sesudah >

Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar. Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.

Gbr. Berbagai macam alat respirasi pada hewan 1. Alat Respirasi pada Serangga Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel men punyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.

Gbr. Trakea pada serangga Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluhpembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata. Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut : Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea. Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara. Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan.

Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea. 2. Alat Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku, sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku. Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur.

Gbr. Irisan melintanK paru-paru buku pada laba-laba Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata. 3. Alat Pernapasan pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander. 4. Alat Pernapasan pada Katak Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paruparu lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paruparunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentukbentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. Gbr. alat pernafasan katak Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut

Gbr. Mekanisme pernafasan katak

membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane.

Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar. 5. Alat Pernapasan pada Reptilia Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. 6. Alat Pernapasan pada Burung Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada

bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal). Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi- pundi hawa sebagai cadangan udara. Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paruparu. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paruparu dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut. Burung mengisap udara udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru udara menuju pundipundi hawa depan. Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh.

Sistem Pernapasan Hewan Filed under: Sistem Pernafasan gurungeblog @ 3:48 am Tags: Sistem Penafasan hewan

Burung Burung mempunyai saluran pernapasan yang terdir atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paruapru. Pada bagian bawah trakea terdapat alat suara disebut siring. Burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara yang berhubungan dengan paru-paru. Fungsi pundipundi udara antara lain untuk membantu pernapasan dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut. Jika otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paruparu. Demikian juga udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-apru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru. Reptil Reptil bernapas dengan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakangerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.

Katak

Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat. Mula-nula berudu bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Katak dewasa hidup di darat, pernapasannya dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit. Ikan

Ikan mas bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.

Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang. Serangga mempunyai sitem pernapasan yang disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk oksidasi tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel). Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut. Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis. Cacing tanah Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh. Protozoa Protozoa tidak mempunyai alat pernapasan khusus untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen masuk ke dalam sel malalui selaput plasma secara difusi. Demikian juga karbon dioksida dari dalam sel deikeluarkan melalui selaput plasma.

yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Mula -mula proses glikolisis olehenzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus Glukosa (Tahap I) kemudian tahapII, yakni siklus krebs (TCA = Tri Caboxylic Acid Cycle) kemudian tahap III, yaknit a h a p t r a n s f e r e l e k t r o n . G l i k o l i s i s t e r j a d i d i s i t o p l a s m a , s i k l u s k r e b s t e r j a d i d i mitokondria. Gangguan Pada Respirasi Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O2 kesel-sel atau jaringan tubuh; disebut asfiksi.Asfiksi ada bermacam -macam misalnyaterisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pneumonia.Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigensangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebutshock dan pernapasannya dapat terhenti. Orang seperti itu dapat ditolong denganmengeluarkan air dari saluran pernapasannya dan melakukan pernapasan buatan tanpaalat dengan cara dari mulut ke mulut dengan irama tertentu dan menggunakan metodeSilvester dan Hilger Neelsen.Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan olehkelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid.Peradangan dapat terjadi pada rongga hidung bagian atas dan disebut sinusitis, peradangan pada bronkus disebut bronkitis, serta radang pada pleura disebut pleuritis.Paru-paru juga dapat mengalami kerusakan karena terinfeksi Mycobacteriumtuber

culosis penyebab penyakit TBC.P e n g a n g k u t a n O 2 d a p a t p u l a t e r h a m b a t k a r e n a t i n g g i n y a k a d a r k a r b o n monoksida dalam alveolus sedangkan daya ikat (afinitas) hemoglobin jauh lebih besar terhadap CO daripada O2 dan CO2.K e r a c u n a n asam sianida, debu, batu bara dan racun lain dapat p u l a menyebabkan terganggunya pengikatan O2 oleh hemoglobin dalam pembuluh darah,karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun dibanding terhadapO2.G e j a l a a l e r g i t e r u t a m a a s m a d a p a t p u l a m e n g h i n g g a p i s i s t e m p e r n a p a s a n begitu juga kanker dapat menyerang paruSISTEM PERNAPASAN PADA HEWAN
Burung

Burung mempunyai saluran pernapasan yang terdir atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-apru. Pada bagian bawah trakea terdapat alat suara disebut siring. Burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara yang berhubungan dengan paru-paru. Fungsi pundi-pundi udara antara lain menyimpan udara, mempermudah burung terbang, memperkecil berat jenis keitika terbang atau berenang, mengurangi kehilangan panas tubuh yang berlebihan, dan untuk membantu pernapasan dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut. Jika otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara (kantong-kantong hawa) terletak di: 1. pangkal leher 2. ruang dada bagian depan

3. ruang dada bagian belakang 4. rongga perut 5. ketiak Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-apru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru.

Reptil

Reptil bernapas dengan paru-paru. contohnya buaya, kadal, ular, kura-kura, komodo dan cicak. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.

Katak

Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat. Mula-nula berudu bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu

bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Katak dewasa hidup di darat, pernapasannya dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit.

Ikan

Ikan hidup di air rawa, sungai, laut, kolam, danau. Ikan bernafas dengan insang. Pernafasan ikan berlangsung 2 tahap : Tahap I (Tahap Pemasukan) : pada tahap ini mulut ikan membuka dan tutup insang menutup sehingga air masuk rongga mulut, kemudian menuju lembaran insang, disinilah oksigen yang larut dalam air diambil oleh darah, selain itu darah juga melepaskan karbondioksida dan uap air. Tahap II (Tahap Pengeluaran) : mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air dari rongga mulut mengalir keluar melalui insang. Air yang dikeluarkan ini telah bercmpur dengan CO2 dan uap air yang dilepaskan darah Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele, gabus, betok, pada insangnya terdapat banyak lipatan yang disebut LABIRIN Ikan juga mempuyai gelembung renang yang berfungsi untuk : 1. menyimpan oksigen 2. membantu gerakan ikan naik turun

Ikan mas bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.

Cacing tanah

Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir. Dengan adanya lendir, kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin. Melalui kulit yang basah ini, cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh.

Protozoa (Hewan Bersel Satu)

Hewan bersel satu hanya mempunyai satu sel, oleh karena itu seluruh proses kehidupan dilakukan di dalam sel tersebut. Hewan bersel satu sangat kecil,

hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Hewan ini hidup di tempat-tempat berair, misal danau, sungai, laut, tanah basah. Hewan bersel satu bernafas melalui seluruh permukaan tubuhnya. Pada saat hewan ini bernafas, oksigen (O2) masuk dan karbondioksida (CO2) keluar melalui permukaan tubuh secara difusi, yaitu O2 masuk dan CO2 keluar dengan cara menembus dinding sel yang tipis. Contoh hewan bersel satu adalah Amuba, Euglena dan ParamaeciumProtozoa tidak mempunyai alat pernapasan khusus untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen masuk ke dalam sel malalui selaput plasma secara difusi. Demikian juga karbon dioksida dari dalam sel deikeluarkan melalui selaput plasma.

Serangga (insecta)

Sistem respirasi serangga berupa sistem pernafasan trakea. Alat pernafasan berupa pembuluh trakea. Udara keluar masuk melalui spirakel yang terdapat pada setiap sisi ruas tubuh serangga. Aliran udara pernafasan : oksigen masuk melalui spirakel menuju trakea. Selanjutnya menuju trakeolus dan terjadi pertukaran gas dengan sel tubuh. Mekanisme pernafasan : bila otot perut berkontraksi, trakea meipih sehingga udara kaya CO2 dari dalam tubuh keluar. Bila otot perut relaksasi, trakea ke posisi semula dan udara luar kaya O2 akan masuk melalui spirakel. Kalajengking atau laba-laba (Arachnida) alat pernafasan berupa paru-paru buku (darat) atau insang buku (air). Udara keluar masuk melalui spirakel yang disebabkan oleh gerakan otot yang tidak teratur. Serangga termasuk hewan berbuku-buku. Sebagian besar serangga hidup di darat. Contoh serangga adalah jangkrik, kupu-kupu, belalang, nyamuk, lalat, semut, laron, kecoak. Alat pernafasan serangga yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di air.

Mamalia

Mamalia disebut juga hewan menyusui karena hewan betina dari kelompok ini menyusui anaknya, contohnya kambing, sapi,kerbau, kuda, kucing, tikus. Hewan mamalia yang hidup di air adalah ikan paus dan lumba-lumba. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru.