Anda di halaman 1dari 23

Akuntansi Internasional

Akuntansi keuangan dipengaruhi oleh lingkungan dimana akuntansi keuangan tersebut beroperasi. Setiap negara memiliki sejarah, nilai, kebudayaan, serta kondisi ekonomi dan politik yang berbeda-beda. Semua aspek-aspek tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya dan pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan dan penerapan dari akuntansi keuangan serta prosedur pembuatan laporan keuangan. Perusahaan

multinasional beroperasi di banyak negara dimana perusahaan tersebut akan menghasilkan setengah dari pendapatan mereka diluar Amerika Serikat. Karena adanya perbedaan negara, standard akuntansi keuangan yang diterapkan ke dalam pelaporan data akuntansi oleh perusahaan-perusahaan multinasional ini seringkali sangat berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya. Perusahaan menyiapkan laporan keuangan untuk pengguna utama mereka. Pada masa lampau, kebanyakan para pengguna berada di negara yang sama dengan perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan. Meskipun sekarang pegguna telah tersebar di berbagai negara, namun organisasiorganisasi internasional seperti EU, GATT, dan NAFTA telah membuat laporan keuangan transnasional menjadi bersifat lebih umum. Laporan keuangan transnasional membuat pengguna mengerti tentang praktik-praktik akuntansi yang dijalankan oleh perusahaan, bahasa yang digunakan oleh negara tersebut, dan juga mata uang yang digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan. Jika investor dan kreditor tidak dapat mengerti informasi keuangan dari perusahaan yang asing, maka mereka tidak akan berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Masalah-masalah Akuntansi Bisnis Internasional Pengungkapan pertama kali suatu perusahaan kepada akuntansi internasional seringkali terjadi sebagai hasil dari adanya suatu pembelian atau penjualan barang kepada entitas asing (luar negeri). Melakukan kesepakatan dengan perusahaan asing akan menimbulkan beberapa persoalan unik. Pertama, adanya suatu kemungkinan akan terjadinya keuntungan atau kerugian dari selisih nilai tukar pada saat penawaran diberikan atau diterima dan pada saat pembayaran. Selain itu, mengevaluasi likuiditas dan solvensi perusahaan juga menjadi lebih rumit karena digunakannya bahasa yang berbeda atau prinsip akuntansi yang berbeda. Seiring peningkatan perdagangan dengan negara asing, mungkin perlu untuk membentuk suatu divisi internasional. Dan juga mungkin menjadi perlu untuk mengembangkan ahli-ahli akuntansi. Pada akhirnya perusahaan berharap untuk meningkatkan modal mereka di pasar asing dan untuk itu perusahaan perlu untuk menyiapkan laporan keuangan mereka yang dapat diterima oleh perusahaan asing.

Perkembangan Sistem Akuntansi Kebudayaan suatu negara bukan saja mempengaruhi praktik-praktik bisnis tapi juga dengan prosedur akuntansi. Level dari perkembangan sistem akuntansi suatu negara juga dipengaruhi oleh tekanan dari lingkungan seperti misalnya tingkat pendidikan, tipe sistem politik, tipe sistem hukum, dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

1. Tingkat Pendidikan Ada hubungan langsung antara tingkat pendidikan yang dimiliki oleh warga dari suatu negara dengan perkembangan pelaporan akuntansi keuangan di negara tersebut. Dimana tingkat pendidikan ini juga dipengaruhi oleh tingkat keaksaraan di suatu negara, persentase populasi yang telah menyelesaikan SMP, SMA, dan College, orientasi dari sistem edukasional, dan kesesuaian antara sistem edukasi yang ada dengan kebutuhan sosial dan ekonomi. Negara dengan tingkat pendidikan yang lebih baik, akan berhubungan dengan sistem akuntansi keuangan yang lebih mapan. 2. Sistem Politik Tipe dari sistem politik seperti misalnya sosialis, demokratis, dan lain-lain dapat mempengaruhi perkembangan standard akuntansi dan prosedur akuntansi. Sistem akuntansi di suatu negara dengan sistem politik terpusat akan berbeda dengan sistem akuntansi dengan sistem ekonomi pasar. 3. Sistem Hukun Tingkat dimana hukum suatu negara dapat menentukan praktik-praktik akuntansi akan mempengaruhi kekuatan dari profesi akuntansi di negara tersebut. Pada saat pemerintah menentukan praktik dan prosedur akuntansi, maka kewenangan dari profesi akuntansi biasanya menjadi lemah. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang tidak berdasarkan hukum oleh para organisasi profesional adalah karakteristik dari negara dengan tingkat hukum umum. 4. Pertumbuhan Ekonomi Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi

perkembangan dan penerapan dari pelaporan keuangan. Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah tidak memerlukan suatu sistem

akuntansi yang canggih dibandingkan dengan negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Praktik Akuntansi Masa Sekarang Klasifikasi praktik akuntansi ke dalam beberapa kelompok telah ada sejak tahun 1960-an. Skema pengelompokan utama dikembangkan oleh Gerhard Mueller, yang mengklasifikasikan praktik akuntansi di suatu negara berdasarkan dampak dari perbedaan lingkungan bisnins, sebagai berikut: United States/ Canada/ The Netherlands British Commonwealth (excluding Canada) Germany/Japan Continental Europe (excluding Germany, The Netherlands, and Scandinavia) Scandinavia Israel/Mexico South America Developing nations of the Near and Far East Africa Communistic Selanjutnya, komite dari American Accounting Association mengatakan bahwa praktik akuntansi dapat dikategorikan menurut pengaruhnya. Komite ini mengindikasikan 5 zona pengaruh: British Franco-Spanish-Portuguese Germanic-Dutch United States

Communistic United States Standard akuntansi keuangan untuk kelompok ini telah dikembangkan secara utama dalam sektor swasta dan hasilnya telah secara relative membatasi standard akuntansi. Bola pengaruh Amerika Serikat termasuk kanada, meksiko, venezuela, dan amerika tengah. United Kingdom Kelompok ini secara dekat menyerupai kelompok Amerika Serikat. Kelompok ini dikarakteristikkan oleh kerelatifan sedikit membatasi standard akuntansi. Kelompok ini juga termasuk irlandia, israel, dan kolonial inggris seperti India, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Continental/Japan Perusahaan di dalam kelompok ini bergantung pada bank untuk memberikan suntikan dana yang mereka butuhkan.sebagai akibatnya, praktik akuntansi konservatif yang dikembangkan. Negara-negara di dalam kelompok ini termasuk sebagian besar Eropa Barat dan Jepang. Amerika Selatan Kecuali Brazil, negara-negara ini berbagi bahasa dan peninggalan budaya yang sama. Sebagai tambahan, laporan keuangan di dalam kelompok ini secara umum menggabungkan informasi atas dampak dari inflasi. Semua negara Amerika Selatan kecuali Venezuela yang mengikuti U.S. GAAP, termasuk ke dalam kelompok ini.

Negara Ketiga Negara-negara hilang dalam kelompok ini saling berbagi kebutuhan untuk mengembangkan standard akuntansi di dalam mengatasi kemunculan gejalagejala ekonomi. Banyak dari negara tersebut adalah negara koloni dari eropa dan sekarang mengembangkan standard akuntansi untuk menyesuaikan kebutuhan mereka terhadap sistem ekonomi. Negara di dalam kelompok ini sebagian besar adalah negara afrika. Perubahan Ekonomi Pergerakan politik di eropa timur pada tahun 1980-an menyebabkan dibutuhkannya suatu perkembangan standard akuntansi yang berbeda dalam upaya penyesuaian dengan sistem ekonomi yang ada. Negara-negara ini mengubah praktik-praktik akuntansi mereka dari rencana terpusat menjadi ekonomi pasar. Termasuk di dalamnya adalah negara eropa timur. Komunis Negara-negara komunis menggunakan sistem akuntansi yang di desain untuk membantu sistem ekonomi terpusat. Negara dalam kelompok ini adalah negara Korea Utara dan Kuba. Hingga sekarang, cina juga termasuk bagian dari kelompok ini, dan cina juga telah bergabung dengan organisasi WTO dan sedang bergerak menuju sistem ekonomi pasar. Sistem akuntansi yang baru telah diaplikasikan pada awal tahun 2002. Pada tahun 2006, cina mengumumkan program konvergensi untuk membawa standard mereka menjadi sejalan dengan IFRS. Projek konvergensi ini menyangkut integrasi prinsip IFRS terhadap standadr akuntansi cina dan adanya penambahan 22 standard khusus. IFRS akan diterapkan mulai 1 januari 2007.

Restrukturisasi IASC
Beberapa faktor telah memberi kontribusi pada perlunya pendekatan baru untuk pengaturan standar internasional, termasuk:

1. Pertumbuhan yang pesat dalam pasar modal internasional, dikombinasikan dengan peningkatan investasi lintas-perbatasan. Isu-isu ini telah menyebabkan upaya regulator sekuritas untuk mengembangkan sebuah "paspor" umum untuk lintas batas daftar sekuritas dan untuk mencapai perbandingan yang lebih besar dalam pelaporan keuangan. 2. Upaya organisasi global (seperti Organisasi Perdagangan Dunia) dan badanbadan regional (seperti Uni Eropa, NAFTA, Mercosur [negara-negara selatan pasar umum dari Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay], dan Asia-Pacific Economic Cooperation) untuk menghilangkan penghalang perdagangan internasional. 3. Sebuah kecenderungan menuju internasionalisasi regulasi bisnis. 4. Pengaruh peningkatan standar akuntansi internasional tentang persyaratan akuntansi dan praktek nasional. 5. Percepatan inovasi dalam transaksi bisnis. 6. Pengguna meningkatkan permintaan untuk jenis baru informasi kinerja keuangan dan lainnya. 7. Perkembangan baru dalam distribusi elektronik informasi kinerja keuangan dan lainnya. 8. Sebuah kebutuhan yang meningkat untuk informasi kinerja keuangan yang relevan dan handal baik di negara-negara dalam transisi dari ekonomi terencana ke ekonomi pasar dan dalam mengembangkan ekonomi industri baru. Di masa depan, penggantinya IASB berperan sebagai katalisator dan inisiator harus menjadi lebih menonjol dan penting bagi IASB untuk fokus tujuan yang lebih tepatnya, sebagai berikut: 1. Untuk mengembangkan standar akuntansi internasional yang memerlukan informasi berkualitas tinggi, transparan, dan sebanding yang akan membantu peserta dalam pasar modal dan lain-lain membuat keputusan ekonomi. 2. Untuk mempromosikan penggunaan standar akuntansi internasional dengan bekerja sama dengan pembuat standar nasional. IASB, dalam kemitraan dengan penyusun standar nasional (national standard setter), harus berupaya keras dalam mempercepat keseragaman antara standar akuntansi nasional dan standar akuntansi internasional. Tujuan dari keseragaman ini adalah agar perusahaan di semua negara dapat melaporkan informasi berkualitas tinggi, transparan, dan sebanding yang akan membantu peserta dalam pasar modal dan orang lain dalam membuat keputusan ekonomi.

Perubahan dalam lingkungan IASC berarti bahwa perubahan struktural yang diperlukan sehingga IASC dapat mengantisipasi tantangan baru yang dihadapi dan memenuhi tantangan efektif. Berikut ini adalah diidentifikasi sebagai masalah yang perlu ditangani: 1. Kemitraan dengan penyusun standar nasional. IASC harus masuk ke dalam kemitraan dengan penysun standar nasional sehingga IASC dapat bekerja sama dengan mereka untuk mempercepat konvergensi antara standar nasional dan standar akuntansi internasional di seluruh bagian yang memerlukan informasi berkualitas tinggi, transparan, dan sebanding yang akan membantu peserta dalam pasar modal dan lain-lain untuk membuat keputusan ekonomi. 2. Partisipasi yang lebih luas dalam Dewan IASC. Sebuah kelompok yang lebih luas dari negara-negara dan organisasi harus mengambil bagian dalam Dewan IASC tanpa menipiskan kualitas pekerjaan Dewan. 3. Penunjukan. Proses penunjukkan kepada Dewan IASC dan komite kunci IASC harus menjadi tanggung jawab dari berbagai konstituen, sambil memastikan bahwa mereka ditunjuk kompeten, independen, dan obyektif. Dalam rangka mengatasi isu-isu kunci, perubahan berikut telah diusulkan: 1. The steering committee harus digantikan oleh Standard Development Committee,dimana penyusun standar nasional memainkan peran yang besar dalam pengembangan standar akuntansi internasional. 2.Standard Development Committee harus dibantu oleh Standard development Advisory Committee yang berperan sebagai chanel komunikasi untuk penyusun standar nasional yang tidak berpartisipasi langsung dalam Standard Development Committee karena keterbatasan tempat. 3. Dewan IASC harus diperluas 16-25 negara dan organisasi, tanpa menipiskan kualitas pekerjaan Dewan. 4. Penasehat Dewan saat ini harus digantikan oleh 12 wali (3 ditunjuk oleh International Federation of Accountant,3 ditunjuk oleh organisasi internasional,dan 6 ditunjuk dari wali sebagai perwakilan dunia secara umum). Para wali akan menunjuk anggota Komite Standar Pembangunan, Dewan, dan Komite Interpretasi. Para wali juga akan memiliki tanggung jawab untuk memantau efektivitas IASC dan untuk pembiayaan kegiatan IASC itu.

IASC Yayasan
Yayasan IASC terdiri dari sembilan belas wali. Tugas mereka termasuk: 1. Pengangkatan anggota Dewan, termasuk mereka yang akan melayani dalam kapasitas hubungan dengan setter standar nasional, dan menetapkan kontrak mereka kriteria layanan dan kinerja. 2. Menunjuk anggota dari Standing Interpretation Committee dan Standard Advisory Council. 3. Meninjau setiap strategi IASB dan efektivitasnya. 4. Menyetujui anggaran tahunan IASB dan menentukan dari mana sumber dananya. 5.Meninjau ulang isu strategi dewan yang berefek pada standar akuntansi,mempromosikan IASB dan pekerjaannya,dan mempromosikan tujuan aplikasi yang ketat dari International Accounting Standard. 6. Menetapkan dan mengubah prosedur operasi untuk Dewan, Komite Interpretasi, dan Dewan Penasihat Standar. 7. Menyetujui amandemen konstitusi ini setelah mengikuti proses jatuh tempo, termasuk konsultasi dengan Dewan Penasehat Standar dan publikasi naskah eksposur untuk komentar publik.

Dewan Standar Akuntansi Internasional


IASB terdiri dari 14 orang (12 bekerja secar fulltime) ditunjuk oleh para wali. Kualifikasi kunci untuk keanggotaan dewan adalah keahlian teknis. Para wali juga harus memastikan bahwa Dewan tidak didominasi oleh pemilih atau kepentingan daerah; akibatnya, panduan berikut telah ditetapkan: 1. Minimal 5 memiliki latar belakang sebagai praktisi auditor. 2. Minimal 3 memiliki latar belakang dalam penyusunan laporan keuangan. 3. Minimal 3 memiliki latar belakang sebagai pengguna laporan keuangan. 4. Setidaknya 1 anggota akan memiliki latar belakang akademis. 5. 7 dari anggota yang bekerja secara fulltime akan diharapkan untuk memiliki tanggung jawab hubungan formal dengan penyusun standar nasional dalam rangka untuk mempromosikan konvergensi standar akuntansi nasional dan IAS. Tanggung jawab utama Dewan adalah untuk mengembangkan dan menerbitkan standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) dan konsep eksposur dan menyetujui interpretasi yang dikembangkan oleh Komite Interpretasi Pelaporan

Keuangan Internasional (IFRIC). Standar akuntansi internasional yang dikeluarkan oleh Dewan sekarang disebut SAK, menggantikan IASs, yang dikeluarkan oleh pendahulunya, IASC. Sebelum mengeluarkan standar akhir, Dewan harus mempublikasikan sebuah draft eksposur untuk komentar publik. Biasanya juga akan menerbitkan rancangan pernyataan prinsip atau dokumen diskusi lain untuk komentar publik pada proyek-proyek besar. Hal ini juga mempertimbangkan apakah akan ada audiensi publik atau melakukan tes lapangan.

Dewan Penasehat Standar Akuntansi Internasional


Dewan Penasehat Standar Akuntansi Internasional (IASAC) memiliki sekitar 50 anggota dan menyediakan sebuah forum untuk organisasi dan individu yang tertarik dalam pelaporan keuangan internasional untuk berpartisipasi dalam proses penetapan standar. Anggota diangkat untuk masa jabatan 3 tahun dan memiliki latar belakang geografis dan fungsional beragam. Para IASAC biasanya bertemu tiga kali setiap tahun pada pertemuan yang terbuka untuk umum untuk memberikan nasihat pada IASB dalam prioritas pekerjaan Dewan, menginformasikan Dewan implikasi dari standar yang diusulkan untuk pengguna dan menyiapkan laporan keuangan, dan memberikan saran lain kepada Dewan atau untuk para wali.

Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional.


IASC tidak menerbitkan interpretasi dari standar akuntansi yang dibuatnya,dan staff IASC dilarang memberikan saran dalam pengartiannya karena keterbatasan sumbernya. Maka karena itu didirikanlah IFRIC. IFRIC ini terdiri dari 12 anggota, yang ditunjuk oleh komisaris IASB untuk masa tiga tahun. Para wali menunjuk anggota IASB, direktur kegiatan teknis atau anggota senior staf IASB, atau individu lain dengan kualifikasi yang sesuai, ke dalam komite. Komite bertemu apabila diperlukan, dan sembilan anggota suara hadir dalam pribadi atau dengan constitues telekomunikasi kuorum. Satu atau dua IASB anggota ditunjuk oleh IASB untuk menghadiri pertemuan sebagai pengamat nonvoting; anggota lain dari IASB juga dapat menghadiri dan berbicara di pertemuan. Pada kesempatan yang luar biasa, anggota komite dapat diizinkan

untuk pengganti nonvoting dikirim, pada kebijaksanaan ketua panitia. Anggota yang ingin mencalonkan anggota alternatif untuk pertemuan mencari persetujuan dari kursi sebelumnya. Rapat komite terbuka untuk umum, tetapi diskusi-diskusi tertentu (biasanya hanya tentang pemilihan, pengangkatan, dan masalah pribadi lainnya) dapat diselenggarakan secara pribadi pada kebijaksanaan komite. Anggota harus memilih sesuai dengan pandangan mereka sendiri, bukan sebagai wakil suara sesuai dengan pandangan setiap perusahaan, organisasi, atau konstituensi yang mereka mungkin berhubungan.

Merevisi Konstitusi IASB


Pada November 2003, IASC Foundation mengumumkan bahwa mereka telah memulai penelitian atas konstitusi organisasi. Pada saat ini para wali juga menerbitkan dokumen konsultasi, "Mengidentifikasi Masalah untuk IASC Yayasan Konstitusi Review 'yang mengundang responden menyarankan masalah bagi komite untuk meninjau Periode komentar berakhir 11 Februari 2004,. Dan pada tanggal 22 Maret 2004, Komite konstitusi diuraikan sepuluh isu-isu kunci untuk ditinjau. masalah-masalah tercantum di bawah ini dalam urutan penampilan mereka dalam konstitusi (yang mungkin tidak mencerminkan kepentingan relatif mereka untuk panitia) : 1. Apakah tujuan dari Yayasan IASC harus tegas mengacu pada tantangan yang dihadapi entitas kecil dan menengah (UKM). Ketentuan dalam konstitusi tercampur dan komite akan membutuhkanya untuk menentukan antara bahasa penentuan posisi dalam UKM dengan kemunculan ekonomi . 2. Jumlah wali dan distribusi geografis mereka. Beberapa responden berkomentar untuk perwakilan yg lebih baik di asia dan oceania ,banyak responden yang masuk untuk mempresentasikan wilayahnya. Satu kemungkinan yang terambil akan memenuhi beberapa perwalian asia - oceania, eropa dan amerika utara. wali wali juga harus melaksanakan perjanjian untuk proses untuk memilih wali baru, juga termasuk ketua. 3. Peran pengawasan para wali. Harus memperkuat bahasa dalam pengawasan dan mendemostrasikan lebih jelas lagi bagaimana cara mereka mengisi fungsi2nya. Komite tidak

4.

5.

6.

7.

8.

9.

mencapai kesimpulan dalam masalahnya, tapi saran untuk membangun pemenuhan komite internal. Pendanaan dari Yayasan IASC. Komite atau kelompok lain dari para wali akan perlu untuk memeriksa struktur pendanaan dari Yayasan IASC. Perlu dicatat bahwa pendanaan jangka panjang komite para wali telah didirikan dan memeriksa pilihan. Komposisi IASB. Panitia tidak mengambil posisi pada latar belakang geografis anggota IASB, tetapi mencatat bahwa mayoritas responden meminta komite untuk memeriksa masalah ini. Panitia akan perlu untuk menganalisis lebih lanjut pertanyaan dari campuran latar belakang profesional. Kelayakan IASB dalam adanya hubungan formal. Komite perlu menilai kesesuaian hubungan penghubung formal dan apakah ada pedoman yang lebih diperlukan dalam konstitusi mengenai peran bahwa hubungan penghubung bermain. Permusyawaratan pengaturan IASB. Panitia akan perlu memeriksa pengaturan konsultatif IASB, termasuk langkah-langkah wajib dari proses karena IASB. Komite mencatat bahwa tidak mungkin diinginkan untuk mengabadikan dalam langkah-langkah konstitusi rinci tentang proses jatuh tempo. IASB pada inisiatif sendiri akan merilis sebuah dokumen di situs internet yang menetapkan perbaikan sementara yang diusulkan dalam pengaturan konsultatif, dan komite dan wali lainnya akan memantau respon terhadap dokumen itu. Prosedur Voting IASB Saat ini persetujuan standar membutuhkan mayoritas sederhana dari IASB. Banyak responden telah menyerukan IASB untuk mengadopsi pendekatan supermajority. Sumber daya dan efektivitas Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC). Panitia tidak memiliki kesempatan untuk mengatasi masalah terkait dengan IFRIC diangkat oleh responden. IFRIC sudah melakukan kajian internal prosedur, dan rekomendasi akan dibuat untuk para wali. Namun, mengingat kemungkinan kenaikan dalam permintaan untuk Interpretasi IFRIC, panitia akan perlu memutuskan apakah pengaturan konstitusional hadir untuk IFRIC cukup layak. Anggota SAC mencatat suatu ketegangan yang mungkin ada antara IFRIC yang merespon meningkatnya

permintaan untuk bimbingan tepat waktu dan keinginan untuk mempertahankan pendekatan berbasis prinsip ke pengaturan standar. 10. Komposisi, peran, dan efektivitas SAC. Tanggapan menunjukkan bahwa ada kepercayaan luas bahwa IASC Foundation dan IASB bisa membuat lebih baik menggunakan SAC. Panitia telah meminta SAC untuk membuat rekomendasi tentang peran dan operasi. Panitia telah setuju untuk memeriksa apakah ketua independen SAC diperlukan dan apakah ketua yang akan perlu melakukan sejumlah besar waktu untuk peran.

Penggunaan Standar Akuntansi Internasional


Standar akuntansi internasional digunakan dalam berbagai cara. IASB mencatat bahwa standar yang digunakan : 1. Sebagai persyaratan nasional. 2. Sebagai dasar untuk beberapa atau semua persyaratan nasional 3. Sebagai patokan internasional untuk negara-negara yang mengembangkan persyaratan mereka sendiri. 4. Oleh otoritas pengawas bagi perusahaan domestik dan asing. 5. Oleh perusahaan sendiri Sebagai tambahan, International Organization of Securities Commissions (IOSCO) melihat IASB supaya memberikan Standar Akuntansi Internasional yang dapat digunakan dalam menawarkan sekuritas multinasional. Saat ini, berbagai pertukaran saham di negara-negara yang berbeda memerlukan atau memperbolehkan emiten (pihak penerbit) untuk menyiapkan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Internasional. IASB tidak memiliki kewenangan penegakkan hukum dan harus bergantung pada usaha-usaha terbaik dari anggotanya. Namun demikian, pengaruh dari badan akuntansi profesional dalam formasi aturan akuntansi berbeda-beda dari negara ke negara. Di berbagai negara, seperti Perancis dan Jerman, kekuatan dan detail hukum perusahaan menempati ruang kecil untuk mempengaruhi badan-badan akuntansi. Di sisi lain, di Inggris, Kanada, dan Australia, standarstandar akuntansi diatur oleh badan-badan internasional. Di Amerika Serikat, ada dua badan yang secara langsung memperhatikan pengaturan standar-standar ini. FASB dan SEC bukanlah anggota dari IASB.

Piagam IASB tidak mengakomodasi perbedaan nasional. Artinya, setiap bangsa memiliki kelompok sendiri dari pengguna informasi keuangan (pemilik, pemberi pinjaman, peminjam, karyawan, pemerintah, dll), semua yang beroperasi dalam lingkungan budaya, sosial, hukum, politik, dan ekonomi. Para pengguna juga mungkin memiliki kepentingan relatif berbeda dari satu negara ke negara lain, menciptakan variasi dalam peran akuntansi keuangan dari tiap negara. IASC mengeluarkan 41 standar dan IASB telah mengeluarkan 8 IFRS meliputi isu-isu seperti pengungkapan kebijakan akuntansi; laporan arus kas, depresiasi, informasi harus diungkapkan, pernyataan perubahan posisi keuangan, item yang tidak biasa, item periode sebelumnya, dan perubahan kebijakan akuntansi, penelitian dan pengembangan, pajak penghasilan; pertukaran asing; kombinasi bisnis, dan pengungkapan pihak terkait.

Permasalahan Saat Ini


Di tahun 1980-an, IASC memasuki kerjasama dengan IOSCO untuk bekerja bersama dalam mendorong nilai saham di dunia untuk mau menerima laporan keuangan yang disiapkan dengan standar IASB. Untuk mencapai tujuan ini, IASC diminta untuk menyelesaikan seluruh program kerja yang menghasilkan IAS yang baru atau diperbaharui yang dapat diterima oleh IOSCO. IOSCO menunjukkan bahwa keberhasilan penyelesaian program kerja IASC akan menghasilkan pemberitahuan standar inti yang menyeluruh untuk daftar lintas batas. Hal ini juga memungkinkan IOSCO untuk memberikan dorongan bagi akuntansi Internasional untuk membuat daftar tujuan dalam pasar modal global. IOSCO mendukung pengumuman IASC tentang laporan aliran uang dan menunjukkan bahwa standar IASC yang lain tidak memerlukan perbaikan, membuktikan bahwa standar-standar inti lainnya telah berhasil diselesaikan. IOSCO mengidentifikasikan sejumlah peningkatan potensial dalam standar, sebagai hasilnya IASB dapat melakukan Proyek Peningkatan untuk mengurangi atau menghilangkan alternatif, redudansi, dan pertentangan yang ada dalam standar dan untuk melakukan peningkatan terhadap mereka. Proyek peningkatan ini adalah elemen inti dari strategi IASB untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi dari laporan keuangan secara umum dan badan IAS secara khusus.Proyek ini mendapatkan banyak manfaat dari masukan

yang diterima dari peserta pasar, termasuk regulator melalui OrganisasiOrganisasi Internasional. Mengikuti beberapa keputusan terakhir dari berbagai macam negara dan organisasi untuk mengadopsi IFRS, maka lebih dari 90 negara akan membutuhkan ijin untuk menggunakan IFRS selama beberapa tahun ke depan. Misalnya, seperti yang disebutkan diatas bahwa mulai januari 2005, semua perusahaan EU yang terdaftar harus menyusun laporan keuangan berdasarkan IFRS.Dan banyak negara non-EU seperti australia, cina, israel, dan selandia baru telah mengkonversi standard nasional mereka serta melengkapinya sesuai dengan IFRS. Ribuan perusahaan-perusahaan di dunia akan membuat sebuah transisi di dalam laporan keuangan dengan menyesuaikan standard mereka dengan IASB.

Projek Konvergensi IASB-FASB


IASB dan FASB telah bekerja sama di dalam menghasilkan suatu standard akuntansi internasional, diantaranya adalah 1. Projek konvergensi FASB internasional jangka pendek 2. Perjanjian norwich 3. Peta jalan konvergensi

1. Projek konvergensi FASB internasional jangka pendek Tujuan utama dari projek konvergensi FASB internasional jangka pendek ini adalah untuk mengurangi perbedaan individual diantara GAAP US dengan standard pelaporan keuangan yang tidak di dalam lingkup yang seharusnya. FASB ingin menganalisa setiap perbedaan di dalam cakupan dan baik merubah peraturan GAAP US yang berlaku untuk mengurangi perbedaan ataupun mengkomunikasikan kepada badan IASB untuk tidak menggunakan GAAP US. FASB dan IASB telah bersepakat untuk mengurangi perbedaan yang ada untuk menghasilkan suatu persamaan dan kualitas yang baik. Kedua bdan ini telah setuju untuk mengerahkan usaha terbaik mereka untuk membuat

sebuah exposure drafts mengenai perubahan menjadi IFRS yang akan memberi solusi kepada hampir seluruh pemakai. FASB telah menentukan bahwa pada tanggal 30 september 2004, adalah target untuk menghasilkan pernyataan akhir sebagai kesimpulan dan apabila tidak semuanya melainkan hanya perbedaan yang diidentifikasi saja. Adalah penting untuk diingat bahwa konvergensi jangka pendek ini hanya ditujukan pada perbedaan yang sesuai dengan kriteria untuk penyertaan di dalam lingkungan projek. Perbedaan yang berhubungan dengan isu-isu yang membutuhkan pengulangan penganggapan yang komprehensif tidaklah menjadi tujuan di dalam projek konvergensi ini dan akan dianggap sebagai projek peta jalan konvergensi.

Perjanjian Norwich FASB dan IASB menyelenggarakan pertemuan di Norwalk, Connecticut pada 18 november 2002. Dan dari pertemuan tersebut dihasilkan beberapa keputusan: Melakukan projek jangka pendek yang ditujukan pada pemghapusan berbagai macam perbedaan antara USA GAAP dengan IFRS Menghapus perbedaan-perbedaan di antara IFRS dan USA GAAP lainnya yang telah disebut ulang pada tanggal 1 januari 2005 dengan melakukan projek yang akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak secara berbarengan Melanjutkan kemajuan di dalam projek tersebut selama berlangsungnya. Mendukung badan perwakilan mereka untuk mengkoordinasi kegiatan mereka. Peta Jalan Konvergensi Pada 2005 FASB dan IASB menegaskan ulang mengenai perubahan menjadi IFRS dan peta jalan untuk menghasilkan suatu standard yang berkualitas tinggi. Dan untuk menghasilakn hasil yang baik dari projek ini diperlukan usaha dan aksi dari berbagai pihak seperti perusahaan, auditor, investor dan regulator.

Sebagai akibatnya kedua badan ini menegaskan bahwa komimen mereka untuk melewati proses sesuai dengan petunjuk sebagai berikut: Konvergensi standard akuntansi akan bisa dicapai melalui perkembangan dengan kualitas yang baik dan terus menerus Mencoba untuk menghapus perbedaan diantara 2 standard untuk mencapai hasil yang maksimal bukanlah usaha terbaik melainkan akan lebih baik jika suatu standard umum yang baru dikembangkan di dalam menhgasilakn laporan keuangan yang bermanfaat bg investor Menyediakan apa yang dibutuhkan oleh investor dengan mengganti standard-standard yang lemah. Maka dengan petunjuk diatas FASB dan IASB sepakat untuk bekerja menuju tujuan yg ingin dicapai dengan bbrp program konvergensi 2008 : Konvergensi jangka pendek, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mencapai kesepakatan umum mengenai pendapatan pajak dan subsequent event atau kejadian diluar dugaan Projek join, projek ini ditujukan untuk menghasilkan sebuah frame konseptual. Dan untuk menghasilkan kesepakatan mengenai konsolidasi, hutang, dan modal, keuntungan, leasig dan harta tidak berwujud. Dampak dari dunia internasional terhadap standar akuntansi GAAP Amerika. Pada Februari tahun 2000 perkumpulan bursa efek sepakat untuk meminta kepada perusahaan-perusahaan Amerika yang ingin terdaftar pada bursa efek Amerika harus menyusun kembali laporan keuangan mereka sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku saat itu yaitu GAAP. Hal ini mengakibatkan hanya sekitar 1000 perusahaan asing yang terdaftar di bursa efek Amerika yang dikarenakan besarnya biaya yang diperlukan untuk menyusun kembali laporan keuangan mereka sesuai dengan GAAP. Perkumpulan bursa efek Amerika berada di bawah tekanan yang meningkat untuk menerima aturan akuntansi internasional karena investor di seluruh dunia memerlukan bantuan dalam menguraikan laporan keuangan berbagai perusahaan menggunakan aturan akuntansi masing-masing negara. Bagaimanapun perkumpulan bursa efek Amerika tidak mungkin menyetujui penggunaan standar internasional dalam waktu dekat, jadi pada akhirnya aturan internasional tidak memiliki

mekanisme penegakan hukum yang serupa kepada perkumpulan bursa efek Amerika. Kerangka kerja untuk persiapan dan Penyusunan Laporan keuangan. Badan standar akuntansi internasional (IASB) menentukan bahwa tujuan-tujuan dari menetapkan kerangka kerja ini yaitu untuk menetapkan konsepkonsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pengguna eksternal dengan cara : 1. Membantu IASB dalam mengembangkan standar akuntansi di masa depan. 2. Meningkatkan harmonisasi standar akuntansi. 3. Membantu penentu standar nasional. 4. Membantu mempersiapkan dalam mengaplikasikan standar internasional. 5. Membantu auditor dalam menyusun opini seperti apakah laporan keuangan sesuai dengan standar internasional. 6. Membantu pengguna dalam menginterpretasikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standard internasional. 7. Menyediakan pihak yang berkepentingan dengan informasimengenai pendekatan IASB untuk pembentukan standar akuntansi internasional.

Kerangka kerja menentukan : 1. Tujuan laporan keuangan. 2. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat keuangan. 3. Definisi, pengakuan, dan pengukuran unsur laporan keuangan dariyang dibangun. 4. Konsep modal dan pemeliharaan modal. Tujuan Laporan Keuangan Kerangka kerja yang diindikasikan berikut ini : informasi dalam laporan

1. Pengguna memerlukan evaluasi itu dalam kepastian menghasilkan kas. 2. Posisi keuangan suatu

terhadap kemampuan perusahaan

perusahaan dipengaruhi oleh struktur keuangan,

sumber

dayaekonomi yang

dikendalikan,

likuiditas dan

solvabilitas, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungannya. 3. Informasi tentang profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahanperubahan dalam sumber daya ekonomi suatu perusahaan. 4. Informasi tentang kondisi keuangan suatu perusahaan berguna dalam menilai investasi tersebut, pendanaan, dan kegiatan operasi. 5. Informasi tentang kondisi keuangan terdapat di dalam neraca dan

informasi tentang kinerja terdapat dalam laporan laba rugi.

Karakteristik kualitatif yang ditentukan : 1. Dapat dimengerti. 2. Relevan. 3. Dapat diandalkan. 4. Komparatif. Bagian dari Laporan Keuangan : 1. Aset 2. Kewajiban 3. Modal Konsep modal dan mempertahankan modal

Konsep modal yaitu sebagai sinonim dari aktiva bersih atau ekuitas perusahaan. Cara menjaga modal dibagi menjadi 2,yaitu : 1. Pemeliharaan modal keuangan. 2. Pemeliharaan modal fisik. Perbandingan kerangka konseptual IASB dan FASB SEC dan FASB disahkan oleh IASB dan konversi antara nasional dan internasional accounting standar merupakan objek umum dari organisasi ini. Memahami perbedaan yang ada antara IFRS dan SFAC sangat penting dalam proses ini. Kerangka konseptual FASB dan IASB bertujuan untuk membantu penetapan standar sehingga dapat ditemukan persamaan kerangka konseptual pada kedua standar dan ketika terdapat persamaan kerangka konseptual maka konversi lebih mudah dilakukan. Perbedaan FASB dan IASB 1. Perbedaan antara FASB dan IASB terdeteksi pada tujuan yang berada pada kerangka konseptual. Kerangka konseptual FASB digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan Kerangka konseptual IASB digunakan untuk tujuan laporan keuangan.

2. Perbedaan juga terdapat padaa bentuk dan isi dari karakteristik kualitatif. Pada kerangka konseptual, IASB mengidentifikasi 4 kualitas yang membuat suatu informasi dikatakan berguna: understandability, relevance, reliability dan comparability. Pada kerangka konsetual, Fasb juga mengidentifikasi 4 karakteristik yang sama akan tetapi menunjukkan mereka jelas secara hierarki. 3. Perbedaan pada element laporan keuangan juga ditemukan. Pada kerangka konseptual FASB terdapat 10 elemen pada laporan keuangan pada perusahaan bisnis.

Pada kerangka konseptual IASB terdapat 5 elemen. Perbedaan yang paling signifikan adalah termasuknya comphrensive income pada kerangka konseptual FASB. Saat Pembangunan Pada 2005, IASB dan FASB memulai sebuah proyek gabungan untuk meninjau kembali kerangka konseptual mereka pada financial accounting and reporting. Hasil dari proyek baru ini adalah untuk membangun kerangka pada kedua standar yang sudah ada menjadi sebuah kerangka yang dapat digunakan untuk pengembangan baru accounting standard. Pada IAS No 1, IASB membahas pertimbangan yang digunakan untuk mempersiapkan laporan keuangan Fair presentation and compliance with IASB standards Accounting policies Going concern Accrual basis of accounting Consistency of presentation Materiality and aggregation Offsetting Comparative information IAS No1 merupakan petunjuk untuk menerapkan pertimbangan yang digunakan untuk mempersiapkan laporan keuangan sebelumnya kurang rinci daripada yang disediakan oleh US GAAP . Perubahan penting IAS no.1 oleh IASB di tahun 2005 Perubahan definisi present fairly Kondisi tidak wajar dari sebuah standar Pemindahan IAS no.1 ke IAS no.8 Kebutuhan penyertaan informasi data.

Kebutuhan penyertaan kebijakan akuntansi Laporan perubahan ekuitas.

Tugas Teori Akuntansi


Akuntansi International

Nama Kelompok : Widdy Ong 2008-012-222 Kevin Cornelius 2008-012-411 Gerontius Ishady 2008-012-441