Anda di halaman 1dari 7

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian deskriptif.

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian akan dimulai pada bulan Juni 2012 sampai bulan Juli 2012 dan akan dilakukan di RSMH Palembang.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1.


Populasi Populasi penelitian yang akan diambil adalah rekam medik penderita diabetes mellitus di RSMH palembang.

3.3.2.

Sampel, Cara Pengambilan Sampel, dan Besar Sampel

Sampel penelitan yang akan diambil adalah rekam medik penderita Diabetes Melitus yang memenuhi kriteria inklusi di RSMH Palembang. Sampel diambil dengan menggunakan Random Sampling. Besarnya sampel adalah 100 sampel yang dipilih dengan random.

3.3.3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi


Kriteria inklusi yaitu rekam medik penderita Diabetes melitus di RSMH Palembang yang lengkap dimana terdapat beberapa keterangan yaitu: 1. Jenis pelamin penderita 2. Usia penderita
3. Pekerjaan penderita

4. Tipe Diabetes Melitus yang diderita 5. Jenis terapi yang digunakan penderita Kriteria eksklusi yaitu rekam medik seluruh penderita DM di RSMH Palembang yang tidak lengkap.

27

28

3.4. Variabel Penelitian


a. Jenis Kelamin b. Usia c. Jenis pekerjaan d. Tipe Diabetes Melitus e. Terapi

3.5. Cara Pengumpulan Data


Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui rekam medik poliklinik dan rawat inap penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang tahun 2012.

3.6. Definisi Operasional Penelitian


1. Diabetes Millitus (DM) adalah sekumpulan dari gangguan metabolik yang

ditandai oleh hiperglikemi dan abnormalitas metabolisme dari karbohidrat, lemak dan protein. Kriteria diagnostik Diabetes Mellitus (DM): a. Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) 200 mg/dl dengan gejala klinis yang klasik
b. Kadar glukosa darah puasa (plasma vena) 126 mg/dl lebih dari pada

sekali.
c. Kadar TTGO yang abnormal dimana glukosa 200 mg/dl setelah 2 jam

mengkonsumsi glukosa.12
2. Umur adalah usia penderita Diabetes Melitus sesuai yang tercatat dalam

kartu status Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, dikelompokkan atas:


a. 20 40 tahun

b. 40 60 tahun
c. > 60 tahun 3. Jenis kelamin adalah ciri khas tertentu yang dimiliki penderita Diabetes

Melitus sesuai yang tercatat dalam kartu status Rumah Sakit Mohammad

Hoesin Palembang, yaitu:

29

a. Laki laki b. Perempuan


4. Pekerjaan adalah kegiatan rutin yang dilakukan penderita Diabetes Melitus

sesuai yang tercatat dalam kartu status Rumah Sakit Mohammad Hoesin

Palembang, yaitu:
a. PNS/ Pensiunan beserta jenis pekerjaannya seperti guru, pegawai kantoran, atau pegawai lapangan. b. Pegawai Swasta beserta jenis pekerjaannya seperti pegawai kantoran, pegawai lapangan, atau wirausaha. c. Ibu Rumah Tangga d. Petani/ Buruh e. Tidak Bekerja
5. Tipe Diabetes Melitus adalah Klasifikasi diabetes menurut ADA

(American Diabetes Association) dan intoleransi glukosa abnormal. a. Diabetes melitus Tipe 1 (Idiopatik, autoimun) b. Diabetes melitus Tipe 2 (bervariasi mulai yang dominan resisten insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang dominan defek sekresi insuin disertai resistensi insulin) c. Diabetes melitus gestasional (GDM) d. Tipe spesifik lain 1) Cacat genetik fungsi sel beta = MODY 2) Cacat genetik kerja insulin =sindrom resistensi insulin berat 3) Endokrinopati = sindrom cushing, akromegali 4) Penyakit endokrin pankreas 5) Obat/ diinduksi secara kimia
6) Infeksi9 6. Terapi adalah jenis pengobatan yang diberikan kepada penderita Diabetes

Melitus sesuai yang tercatat dalam kartu status Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, yaitu a. Antidiabetika Oral 1) Sulfonilurea

30

Sulfonilurea terdiri dari 2 generasi. Generasi pertama terdiri dari tolbutamid, tolazamid, asetoheksimid, dan klorpropamid. Generasi kedua meliputi gliburid (glibenklamid), glipizid, gliklazid dan glimepirid.6 2) Biguanida (Metformin) Sebenarnya dikenal 3 jenis ADO dari golongan biguanid: fenformin, buformin, dan metformin.6 3) Thiazolidinedion Tiazolidinedion (Glitazone/TZDs) merupakan suatu golongan obat antidiabetes oral yang baru-baru ini dikenalkan yang meningkatkan sensitivitas insulin terhadap jaringan sasaran. Dua anggota dari golongan tersebut tersedia secara komersial; rosiglitazone dan pioglitazone. Rosiglitazone dan pioglitazone disetujui pada tahun 1999.7 4) Alfa Glukosidase Inhibitor Alfa Glukosidase Inhibitor adalah suatu enzim yang menghidrolisa karbohidrat menjadi monosakarida agar mudah diserap.6 Jenis obat ini yang dikenal adalah acarbose dan miglitol.7 5) Secretagogue Insulin: Meglitinide Meglitinide merupakan suatu golongan sekretagog insulin yang baru.7 Repaglinid dan neteglidid merupakan golongan meglitinid.6
b. Terapi Insulin

Tersedia 3 jenis utama insulin yaitu masa kerja singkat, masa kerja sedang dan masa kerja lama (Tabel 15 ): Tabel 15. Beberapa preparat Insulin yang tersedia7,16 Preparat Sumber spesies Insulin masa kerja singkat onset 15-30 menit (durasi 5-7 jam) Standar Regular (Novo Nordisk) Babi Regular Iletin I (Lilly) Sapi dan babi Dimurnikan Regular (Novo Nordisk) Babi atau manusia

31

Regular Humulin (Lilly) Manusia Regular Iletin II(Lilly) Babi atau sapi Velosulin (Novo Nordisk) Manusia Humulin BR Manusia Insulin masa kerja sedang onset 1-2 jam (durasi 18-24 jam) Standar Isofan NPH (Novo Nordisk) Sapi Lente (Novo Nordisk) Sapi Lente Iletin (Lilly) Sapi dan babi NPH Iletin I (Lilly) Sapi dan babi Dimurnikan Lente Humulin (Lilly) Manusia Lente letin II (Lilly) Babi atau sapi Lente (Novo Nordisk) Babi atau manusia NPH Humulin (Lilly) Manusia NPH Iletin II (Lilly) Babi atau sapi NPH (Novo Nordisk) Babi atau manusia Insulin masa kerja lama onset 2-6 jam (durasi 18-36 jam) Standar Ultralente (Novo Nordisk) Sapi Ultralente Iletin I (Lilly) Sapi dan babi Dimurnikan Ultralente (Novo Nordisk) Sapi Ultralente Humulin (Lilly) Manusia

3.7. Kerangka Operasional

32

3.8. Metode Pengumpulan Data


Data sekunder didapat dari catatan rekam medik penderita Diabetes Melitus yang tercatat di rekam medik Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang tahun 2012.

3.9. Rencana Cara Pengolahan dan Analisis Data


Data sekunder akan diolah menggunakan komputer dengan program software SPSS versi 16, dan hasil data penelitian akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, diagram dan teks.

3.10. Jadwal Penelitian

33

Jadwal penelitian yang direncanakan dalam penelitian ini adalah:


Kegiatan
III Mei IV Mei

Minggu/Bulan Tahun 2012


I Juni II Juni III Juni IV Juni I Juli II Juli

Pembuatan proposal Pengumpulan dan pengolahan data Penyusunan laporan akhir

3.11.

Anggaran Penelitian

Biaya yang akan direncanakan dalam penelitian ini adalah : Pengeluaran Kertas A4 70g 500 lembar Fotokopi Penjilitan laporan akhir 3 buah Pengambilan Data Total Rp 35.000,Rp 10.000,@ Rp 3.000,- = Rp 9.000,Rp 90.000,Rp 144.000,Biaya

Gambar 8. Alur penelitian