Anda di halaman 1dari 13

Dadaku Terasa Sakit

Tn. A (54th) TB = 175 cm BB = 100 kg, sejak muda seorang pecandu rokok dan mempunyai riwayat kolesterol serta hipertensi. Mengeluh nyeri di dada bagian tengah yang menjalar sampai ke lengan kiri dan leher, bahkan sampai ke punggung. Nyeri ini timbul hanya ketika melakukan aktifitas fisik dan akan berkurang saat beristirahat. Keringat dingin dan mual juga dirasakan oleh Tn. A. Telah dilakukan foto thorak dan ekokardiografi dan didapatkan hasil aterosklerosis dan kardiomiopati hipertrofik. Tn. A mendapatkan obat ACE inhibitor, diuretik ,aspirin, beta blocker, nitrat,dan statin. Oleh dokterpun Tn. A dianjurkan untuk melakukan penurunan BB, perubahan life style (seperti berhenti merokok), olahraga teratur, penyesuaian diet. 1. Mencari kata-kata sulit 2. Mengartikan kata-kata yang di dapatkan dan buatlah pertanyaan untuk diri sendiri dengan menggunakan 5W+1H 3. Menjawab pertanyaan dengan semampunya 4. Memindahkan kata-kata yang di pahami maupun yang belum di pahami 5. Membuat sasaran pembelajaran 1). Kata-kata Sulit : Kolesterol Hipertensi Aterosklerosis Kardiomiopati hipertrofik Ekokardiografi ACE inhibitor Aspirin Diuretik Statin Beta blocker

2). Mengartikan kata-kata yang di dapatkan dan buatlah pertanyaan untuk diri sendiri dengan menggunakan 5W+1H a. b. c. d. e. f. Kolesterol, merupakan penumpukkan lemak. Hipertensi, peningkatan tekanan darah sistol melebihi batas normal. Aterosklerosis, pengerasan pembuluh darah arteri. Kardiomiopati hipertrofik, pembesaran otot jantung. Ekokardiografi, alat untuk mengetahui kerja jantung. Aspirin, obat untuk penyakit jantung.

1.Kolesterol o Penyebab : pola makan yang tidak teratur, dan memakan makanan yang mengandung lemak. o Jenis makanan yang yang dapat meningkatkan kolesterol: makanan yang mengtandung lemak. o Cara mengatasi kolesterol: dengan cara diet, pola makan teratur, dan olahraga. 2. Hipertensi o Penyebab: stress,syok, dan penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah. o Tanda dan gejala: pusing, tekanan darah diatas normal, dan sesak. o Penatalaksanaanya: istirahat cukup, memberikan kondisi nyaman,jangan terlalu banyak pikiran, dan mengatur pola makan. o Yang beresiko terkena hipertensi : perokok dan kegemukan. 3. Aterosklerosis o Penyebabnya: kolesterol dan hipertensi. o Tanda dan gejala: nyeri,hipertensi, dan sesak. o Penatalaksanaanya: pola hidup sehat. 4. Kardiomiopati hipertrofik o Pengertian : pembesaran otot jantung. o Penyebabnya: perokok o Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui adanya kardiomiopati: foto thorak dan ekokardiografi. o Penatalaksanaanya : pola hidup sehat, kolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian obat.

5. Ekokardiografi o Pengertian : alat untuk mengetahui kerja jantung. o Fungsinya : untuk memeriksa jantung. 3). Memindahkan kata-kata yang di pahami maupun yang belum di pahami Kata-kata yang sudah di pahami : Kolesterol Hipertensi Aterosklerosis Kardiomiopati hipertrofik Ekokardiografi

Kata-kata yang belum di pahami :

ACE inhibitor Aspirin Diuretik Nitrat Statin Beta blocker

4). Sasaran pembelajaran a) b) c) d) e) Untuk mengetahui pengertian Untuk mengetahui penyebab Untuk mengetahui tanda dan gejala Untuk mengetahui patofisiologi Bagaimana asuhan keperawatan.

Pengertian menurut literatur dari kata-kata sulit yang di dapat : 1. Kolesterol adalah termasuk keluarga lemak, zat ini merupakan salah satu dari komponen lemak itu sendiri. Kehadiran lemak sendiri dalam tubuh kita sesungguhnya memiliki fungsi sebagai zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh disamping zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. 2. Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. 3. Aterosklerosis adalah suatu kondisi berupa pengumpulan lemak (lipid) di sepanjang dinding arteri. Lemak ini kemudian mengental, mengeras (membentuk deposit kalsium), dan akhirnya mempersempit saluran arteri sehingga mengurangi suplai oksigen maupun darah ke organ-organ tubuh. 4. Hipertrofi kardiomiopati (Hypertrophic Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan penyakit jantung yang ditandai dengan adanya penebalan pada dinding ventrikel. 5. Ekokardiografi merupakan prodedur diagnostik yang menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur jantung dan pembuluh darah serta menilai fungsi jantung. 6. ACE inhibitor atau angiotensin-converting enzyme inhibitor, adalah kelompok obatobatan yang digunakan terutama dalam pengobatan hipertensi dan gagal jantung kongestif meskipun mereka juga kadang-kadang digunakan pada pasien dengan gagal jantung, penyakit ginjal atau sclerosis sistemik.

7. Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. 8. Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air. 9. Statin tergolong obat penurun kolesterol yang bekerja dengan cara menghambat enzim HMG-CoA, yang mensintesis kolesterol dalam tubuh.

Penyakit Jantung Koroner

a. Pengertian Penyakit jantung koroner diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner. Penyempitan atau penyumbutan ini dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri (Yenrina, Krisnatuti, 1999).

b. Penyebab jantung koroner. Salah satu penyakit jantung koroner adalah kebiasaan makanmakanan berlemak tinggi terutama lemak jenuh. Agar lemak mudah masuk dalam peredarah darah dan diserap tubuh maka lemak harus diubah oleh enzim lipase menjadi gliserol. Sebagian sisa lemak akan disimpan di hati dan metabolisme menjadi kolesterol pembentuk asam empedu yang berfungsi sebagai pencerna lemak, berarti semakin meningkat pula kadar kolesterol dalam darah. Penumpukan tersebut dapat menyebabkan (artherosklerosis) atau penebalan pada pembuluh nadi koroner (arteri koronoria). (Yenrina, Krisnatuti, 1999). Aterosklerosis adalah suatu keadaan arteri besar dan kecil yang ditandai oleh endapan lemak, trombosit, makrofag dan leukosit di seluruh lapisan tunika intima dan akhirnya ke tunika media. ( Elizabeth J.Corwin, 2009, 477)
c. Patofisiologi Penyakit jantung koroner dan micardiail infark merupakan respons iskemik dari miokardium yang di sebabkan oleh penyempitan arteri koronaria secara permanen atau tidak permanen. Oksigen di perlukan oleh sel-sel miokardial, untuk metabolisme aerob di mana Adenosine Triphospate di bebaskan untuk energi jantung pada saat istirahat membutuhakn 70 % oksigen. Banyaknya oksigen yang di perlukan untuk kerja jantung di sebut sebagai Myocardial Oxygen Cunsumption (MVO2), yang dinyatakan oleh percepatan jantung, kontraksi miocardial dan tekanan pada dinding jantung.Jantung yang normal dapat dengan mudah menyesuaikan terhadap peningkatan tuntutan

tekanan oksigen dangan menambah percepatan dan kontraksi untuk menekan volume darah ke sekatsekat jantung. Pada jantung yang mengalami obstruksi aliran darah miocardial, suplai darah tidak dapat mencukupi terhadap tuntutan yang terjadi. Keadaan adanya obstruksi letal maupun sebagian dapat menyebabkan anoksia dan suatu kondisi menyerupai glikolisis aerobic berupaya memenuhi kebutuhan oksigen.Penimbunan asam laktat merupakan akibat dari glikolisis aerobik yang dapat sebagai predisposisi terjadinya disritmia dan kegagalan jantung. Hipokromia dan asidosis laktat mengganggu fungsi ventrikel. Kekuatan kontraksi menurun, gerakan dinding segmen iskemik menjadi hipokinetik.Kegagalan ventrikel kiri menyebabkan penurunan stroke volume, pengurangan cardiac out put, peningkatan ventrikel kiri pada saat tekanan akhir diastole dan tekanan desakan pada arteri pulmonalis serta tanda-tanda kegagalan jantung.Kelanjutan dan iskemia tergantung pada obstruksi pada arteri koronaria (permanen atau semntara), lokasi serta ukurannya. Tiga menifestasi dari iskemi miocardial adalah angina pectoris, penyempitan arteri koronarius sementara, preinfarksi angina, dan miocardial infark atau obstruksi permanen pada arteri koronari (Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Dep.kes, 1993).

a. Tanda dan gejala


Nyeri pada dada kiri Sesak napas Irama jantung tak beraturan Keringat dingin Mual dan munta

b. Resiko dan insidensi Penyakit arteri koronaria merupakan masalah kesehatan yang paling lazim dan merupakan penyebab utama kematian di USA. Walaupun data epidemiologi menunjukan perubahan resiko dan angka kematian penyakit ini tetap merupakan tantangan bagi tenaga kesehatan untuk mengadakan upaya pencegahan dan penanganan. Penyakit jantung iskemik banyak di alami oleh individu berusia yang berusia 40-70 tahun dengan angka kematian 20 %. (Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Dep.kes, 1993). Faktor resiko yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner dapat di golongkan secara logis sebagai berikut: 1. Sifat pribadi Aterogenik. Sifat aterogenik mencakup lipid darah, tekanan darah dan diabetes melitus. Faktor ini bersama-sama berperan besar dalam menentuak kecepatan artero- genensis (Kaplan & Stamler, 1991). 2. Kebiasaan hidup atau faktor lingkungan yang tak di tentukan semaunya. Gaya hidup yang mempredisposisi individu ke penyakit jantung koroner adalah diet yang terlalu kaya dengan kalori, lemak jenuh, kolesterol, garam serta oleh kelambanan fisik, penambahan berat badan yang tak terkendalikan, merokok sigaret dan penyalah gunaan alkohol (Kaplan & Stamler, 1991).

3. Faktor resiko kecil dan lainnya. Karena faktor resiko yang di tetapkan akhir-akhir ini tidak tampak menjelaskan keseluruhan perbedaan dalam kematian karena penyakit jantung koroner, maka ada kecurigaan ada faktor resiko utama yang tak diketahui bernar-benar ada. Berbagai faktor resiko yang ada antara lain kontrasepsi oral, kerentanan hospes, umur dan jenis kelamin (Kaplan & Stamler, 1991). ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN JANTUNG KORONER 1. Pengkajian a. Aktivitas dan istirahat Kelemahan, kelelahan, ketidakmampuan untuk tidur (mungkin di dapatkan Tachycardia dan dispnea pada saat beristirahat atau pada saat beraktivitas). b. Sirkulasi Mempunyai riwayat IMA, Penyakit jantung koroner, CHF, Tekanan darah tinggi, diabetes melitus. Tekanan darah mungkin normal atau meningkat, nadi mungkin normal atau terlambatnya capilary refill time, disritmia. Suara jantung, suara jantung tambahan S3 atau S4 mungkin mencerminkan terjadinya kegagalan jantung/ ventrikel kehilangan kontraktilitasnya. Murmur jika ada merupakan akibat dari insufisensi katub atau muskulus papilaris yang tidak berfungsi. Heart rate mungkin meningkat atau menglami penurunan (tachy atau bradi cardia). Irama jnatung mungkin ireguler atau juga normal. Edema: Jugular vena distension, odema anasarka, crackles mungkin juga timbul dengan gagal jantung. Warna kulit mungkin pucat baik di bibir dan di kuku. c. Eliminasi

Bising usus mungkin meningkat atau juga normal. d. Nutrisi Mual, kehilangan nafsu makan, penurunan turgor kulit, berkeringat banyak, muntah dan perubahan berat badan. e. Hygiene perseorangan Dispnea atau nyeri dada atau dada berdebar-debar pada saat melakukan aktivitas. f. Neoru sensori Nyeri kepala yang hebat, Changes mentation. g. Kenyamanan Timbulnya nyeri dada yang tiba-tiba yang tidak hilang dengan beristirahat atau dengan nitrogliserin. Lokasi nyeri dada bagian depan substerbnal yang mungkin menyebar sampai ke lengan, rahang dan wajah. Karakteristik nyeri dapat di katakan sebagai rasa nyeri yang sangat yang pernah di alami. Sebagai akibat nyeri tersebut mungkin di dapatkan wajah yang menyeringai, perubahan pustur tubuh, menangis, penurunan kontak mata, perubahan irama jantung, ECG, tekanan darah, respirasi dan warna kulit serta tingkat kesadaran. h. Respirasi Dispnea dengan atau tanpa aktivitas, batuk produktif, riwayat perokok dengan penyakit pernafasan kronis. Pada pemeriksaan mungkin di dapatkan peningkatan respirasi, pucat atau cyanosis, suara nafas crakcles atau wheezes atau juga vesikuler. Sputum jernih atau juga merah muda/ pink tinged. i. Interaksi sosial Stress, kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor, emosi yang tak terkontrol.

j. Pengetahuan Riwayat di dalam keluarga ada yang menderita penyakit jantung, diabetes, stroke, hipertensi, perokok. k. Studi diagnostik ECG menunjukan: adanya S-T elevasi yang merupakan tanda dri iskemi, gelombang T inversi atau hilang yang merupakan tanda dari injuri, dan gelombang Q yang mencerminkan adanya nekrosis. Enzym dan isoenzym pada jantung: CPK-MB meningkat dalam 4-12 jam, dan mencapai puncak pada 24 jam. Peningkatan SGOT dalam 6-12 jam dan mencapai puncak pada 36 jam. Elektrolit: ketidakseimbangan yang memungkinkan terjadinya penurunan konduksi jantung dan kontraktilitas jantung seperti hipo atau hiperkalemia Whole blood cell: leukositosis mungkin timbul pada keesokan hari setelah serangan. Analisa gas darah: Menunjukan terjadinya hipoksia atau proses penyakit paru yang kronis ata akut. Kolesterol atau trigliseid: mungkin mengalami peningkatan yang mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis. Chest X ray: mungkin normal atau adanya cardiomegali, CHF, atau aneurisma ventrikiler. Echocardiogram: Mungkin harus di lakukan guna menggambarkan fungsi atau kapasitas masing-masing ruang pada jantung. Exercise stress test: Menunjukan kemampuan jantung beradaptasi terhadap suatu stress/ aktivitas.

NO DIAGNOSA

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL

INTERVENSI

RASIONAL

Perubahan kenyamanan

Tujuan : nyeri Pasien

1. Monitor karakteristik nyeri melalui respon verbal dan hemodinamik ( menangis,

1. Masingmasing pasien mempunyai respon berbeda terhadap nyeri, perubahan respon verbal bisa dan hemodinamik dapat mendeteksi adanya dan perubahan kenyamanan 2. Nyeri merupakan perasaan subyektif yang dialami dan digambarkaan sendiri pasien harus dibandingkan dengan gejala penyakit lain oleh dan yang

berhubungan dengan merasa sumbatan koronaria. arteri nyaman Pasien tidak mengeluh nyeri Kriteria standaart : Pasien melaporkan nyeri berkurang dan tidak menjalar Pasien tenang

kesakitan, meringis, tidak

istirahaat, irama pernafasan, tekanan darah

perubahan heat rate ) 2. Kaji aadanya gambaran nyeri dialami pasien meliputi tempatnya, intensitas, durasi, kualitas dan penyebarann ya yang

3. .

Ciptakan

sehingga didapatkan data akurat 3. Membantu mengurangi rangsangan dari luar yang dapat menambah ketenangan sehingga pasien dapat yang

lingkungan yang nyaman, kurangi aktivitas, batasi pengunjung 4. Ajarkan teknik relaksasi dengan menarik nafas panjang 5. Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian obat narkotik

beristirahat dengan tenang dan daya kerja jantung tidak terlalu keras 4. Membantu mengurangi rasa nyeri

yang dialami pasien secara psikologis dimana dapat mengalihkan perhatian pasien sehingga tidak terfokus pada nyeri dialami 5. Obat jenis narkotik dapat yang

menyebabkan depresi pernafasan dan hipotensi 2 Intoleran aktivitas Setelah 1. pasien Kaji respon 1. Menyebutkan

berhubungan dengan diberikan fatigue asuhan keperawatan diharapkan Terjadi peningkatan

terhadap parameter membantu mengkaji fisiologi stres

aktifitas, perhatikan dalam frekuensi nadi lebih respon dari 20 kali permenit terhadap diatas istirahat

frekuensi aktivitas dan, bila ada ; merupakan indikator TD dari kelebihan kerja berkaitan tingkat

toleransi pada peningkatan klien

setelah yang nyata selama/ yang sesudah (tekanan aktifitas dengan sistolik aktifitas.

dilaksanakan tindakan keperawatan selama di RS Kriteria : frekuensi jantung

meningkat 40 mmHg 2. atau tekanan menghemat

Teknik energi

hasil diastolik meningkat mengurangi 20 mmHg) ; dispnea penggunaan atau 60- dada;keletihan kelemahan nyeri juga energi,

membantu

dan keseimbangan antara yang suplai dan kebutuhan oksigen pusing

100 x/ menit TD mmHg

120-80 berlebihan; diaforesis; atau pingsan. 2.

Instruksikan 3.Kemajuan aktivitas mencegah kerja tiba-tiba. bantuan sebatas akan

pasien tentang tehnik bertahap

penghematan energi, peningkatan mis; kursi menggunakan jantung saat mandi, Meberikan

duduk saat menyisir hanya rambut menyikat atau kebutuhan gigi, mendorong

melakukan aktifitas kemandirian

dalam

dengan perlahan. 3. dorongan Berikan untuk

melakukan aktivitas.

melakukan aktivitas/ perawatan diri

bertahap jika dapat ditoleransi, bantuan kebutuhan berikan sesuai

DAFTAR PUSTAKA

Barbara C long. (1996). Perawatan Medical Bedah. Pajajaran Bandung.

Carpenito J.L. (1997). Nursing Diagnosis. J.B Lippincott. Philadelpia.

Carpenito J.L. (1998.). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 8 EGC. Jakarta.

Doengoes, Marylin E. (2000). Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 3 EGC. Jakarta.