Anda di halaman 1dari 41

LAMPIRAN A.

PERENCANAAN DAN PERHITUNGAN


A.1 Data
A.1.1 Mencari masa jenis
a. Menentukan volume jerami
Volume jerami ditentukan dengan memasukan sebatang jerami kedalam
suatu gelas ukur yang berisi air, sebelum jerami dimasukan kedalam gelas ukur,
volume air ditandai, dan setelah jerami dimasukkan maka volume air akan ada
kenaikan, sehingga besarnya kenaikan volume air tersebut identik dengan volume
jerami. Volume jerami = 75 cc = 75.10-6 m3.
b. Menentukan masa jenis jerami
Dalam menentukan berat jerami dilakukan dengan cara menimbang secara
bersama-sama 200 batang jerami yang diambil secara acak. Berat 200 jerami
0,57 kg, maka masa jenis jerami ( ) adalah: 38 kg/m3.

berat jerami
= (kg/m 3 )
volume jerami

0,57
= 200
= 38 kg/m 3
-6
75.10
A.1.2 Menghitung luas penampang (A) pada batang jerami
-

Diasumsikan bentuk penampang jerami menyerupai lingkaran dengan

diameter 4 mm = 0,004 m
A = .r 2
= 3,14 . 0,004 2
= 0,00251 m2 Jadi luas permukaannya adalah: 0,00251 m2

A.1.3 Kecepatan (v)


Diameter drum yang direncanakan 60 cm = 600 mm, dengan menggunakan
putaran yang diinginkan sebesar 550 rpm, maka diketahui kecepatan (v) sebesar:
17,37 m/dt.
v=

3,14 . 600 . 550


60 .1000

v = 17,27 m/dt
A.2

Perancangan Elemen Mesin

A.2.1 Perencanaan daya


Daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin adalah:
a. Putaran poros roller (Sularso, 2002):
n2 =

d1
n1
d2

n2 =

100
2200
400

n2 = 550 rpm
Keterangan:
n1 = Putaran poros penggerak (rpm)
n2 = Putaran poros roller (rpm)
d1 = Diameter pulley penggerak (mm)
d2 = Diameter pulley roller (mm)
b. Mencari koefisian gesek jerami (Sularso, 2002):
Diketahui:
W = 0,57 kg
T = 0,093 kg

= 45o maka
N = W . sin 45o

= 0,57 . 0,7071
= 0,4 kg

Neraca pegas

T
N

f
Bidang miring

Jerami
450

Gambar A.1 Mencari Gaya Gesek Jerami Pada Pelat


T + f = W . sin
f= .N

. N = W sin 45o T
. 0,4 = 0,57 . 0,7071 0,093
=

0,31
0,4

= 0,775
Keterangan:
T = Tegangan tali (kg)
f

= Gaya gesek (kg)

N = Gaya Normal (kg)


W = Beban (kg)
= Koefisian gesek

Fp

Y
Fp cos

Tutup Ruang
Pemotong
Jerami

Fs
T
Gambar A.2. Analisa Gaya Pada Pemotong Jerami
Fs cos
Keterangan:

Fgesek

Fp = Gaya potong (kg)


Jerami
Fs = Gaya gesek (kg)
= .N
Pisau
= 0,775 . 0,4

Fs sin

Fp sin

= 0,31 kg
= 3,1 N
Tgesek

= Fgesek . rtutup
= 3,1 N . 0,3 m
= 0,93 Nm

Fpotong

= njerami . N . npisau
= 200 . 0,4 . 12
= 960 kg = 9600 N

Tpotong

= Fpotong . rutup
= 9600 N . 0,3 m

= 2880 Nm
T1

= Tpotong + Tgesek
= 2880 + 0,93
= 1880,93 Nm

T2

= Tgesek
= 0,93 Nm

Maka torsi yang dipakai adalah torsi terbesar yaitu T1 = 1880,93 Nm


P=
P=

( T / 1000 ) ( 2 .n2 / 60 )
102

(1880,93 / 1000 ) ( 2.3,14.550

/ 60 )

102

P = 1,8 kW
Pd

= fc . P
= 1,5 . 1,8 kW
= 2,7 kW
= 3,67 HP

Maka motor penggerak yang digunakan adalah motor diesel 3,67 HP dengan
putaran 2200 rpm.

A.2.2 Perencanaan Poros dan Pasak


A.2.2.1 Perencanaan Poros

Gaya yang terjadi


qmerata =
=

Berat roller
L1
612,5 Nm
1,3 m

= 471,15 N
= 0,47 kN

qterpusat =

q merata
L2

0,47
1,36

= 0,345 kN
Fv

= Berat Pulley
= 0,06 kN

Gaya Pada Arah Vertikal


Fv = 0,06 kN
q = 0,345 kN

RA

0,68 m

0,14 m

0,68 m

RB

MA = 0
-0,06 . (0,14) + 0,345 . (0,68) RB . (0,68 + 0,68) = 0
RB . 1,36 = 0,2346 - 0,0084
RB =

0,2262
1,36

= 0,1664 kN
MB = 0
- 0,06 . (0,14 + 0,68 + 0,68) + RA . (0,68 + 0,68) 0,345 . (0,68) = 0
RA . 1,36 = 0,2346 + 0,09
RA =

0,3246
1,36

= 0,2386 kN

Perhitungan Bidang Datar


Potongan I
0 x 0,68
Fy (x1) = 0
-Fx1 + RB = 0

x1

-Fx1 + 0,1664 kN = 0

RB = 0,1664

-Fx1 = 0,1664 kN
Potongan II
F = 0,345 kN

0 x 0,68
Fy(x2) = 0
- Fx2 0,345 kN + RB = 0
- Fx2 = - 0,345 kN + 0,1664

x2

0,68

RB = 0,1664

- Fx2 = - 0,1786 kN
Potongan III
0 x 0,14
Fy(x3) = 0
- Fx3 + RA - 0,345 + RB = 0
- Fx3 + 0,2386 kN 0,345 kN + 0,1664 kN = 0
- Fx3 = 0,06 kN
Fv = 0,06
kN

x3

q = 0,345 kN

RA = 0,2386 kN
0,68 m

Perhitungan Bidang Momen


Potongan I

0,68 m

RB = 0,1664 kN

0 x 0,68
Fy(x1) = 0

x1

RB = 0,1664

Fx1 = RB . x1
x1 = 0,1664 . x1
x1 = 0

M0

= 0 kN

x1 = 0,17

M0

= 0,0282 kN

x1 = 0,34

M0

= 0,0574 kN

x1 = 0,51

M0

= 0,0848 kN

x1 = 0,68

M0

= 0,1131 kN

Potongan II
0 x 0,68
F = 0,345 kN

x2

Fy(x2) = 0
Fx2 = 0,1664(0,68 + x2) - 0,345 . x2
= 0,113152 + (0,1664 x2) - 0,345 . x2
= 0,113152 - 0,1786 . x2
x2 = 0

M0

= 0,113152 kN

x2 = 0,17

M0,17

= 0,082790kN

x2 = 0,34

M0,34

= 0,052428 kN

x2 = 0,51

M0,51

= 0,022066kN

x2 = 0,68

M0,68

= -0,008322 kN

Potongan III
0 x 0,14

0,68

RB = 0,1664

Fv = 0,06
kN

x3

q = 0,345 kN

RA = 0,2386 kN
0,68 m

0,68 m

RB = 0,1664 kN

Fy(x3) = 0
Fx3 = 0,1664(1,36 + x3) - 0,345(0,68 + x3) + 0,2386 . x3
= 0,2264 + 0,1664 x3 0,2346 - 0,345 x3 + 0,2386 x3
= -0,008322 + 0,06 x3
x3 = 0

M0

= -0,008322 kN

x3 = 0,07

M0,07

= -0,004122kN

x3 = 0,14

M0,14

= 0 kN

Fv = 0,06
kN

x3

q = 0,345 kN

RA = 0,2386 kN
0,68 m

0,68 m

RB = 0,1664 kN

0,1664
0,06

+
_
-0,1787

0.1131

- -0,008322

Gambar,A.3 Gaya Pada Arah Vertikal

Momen terbesar
M

= 0,1131 kN

= 1131 kg

Momen puntir rencana

T2

Pd
= 9,74 . 105 n 2
2,7 kW
= 9,74 . 105 550
= 47814,5 kg.mm

Bahan Poros
Bahan poros yang dipilih adalah S40C dengan spesifikasi:
-Kekuatan tarik ( B )

= 55 kg/mm2

-Faktor keamanan (Sf1)

=6

-Faktor keamanan (Sf2)

= 1,5

-Faktor lenturan (Km)

=2

-Faktor puntiran (Kt)

= 1,5

Tegangan lentur yang diijinkan

B
S f1 . S f 2

55
= 6,1 kg/mm2
6 .1,5

Diameter Poros
ds

5,1

a

( K m .M ) 2 + ( K t .T2 ) 2

1
3

ds
ds

3
5,1
2
2
(
)
(
)
2
.
1131
+
1
,
5
.
47814
,
5

6,1

[ ( 0,836 ).73983,75] 3

ds 39,54 mm
Jadi diameter mimimal poros adalah 39,54 mm dan diameter poros yang
dipergunakan adalah 50 mm.
Defleksi puntiran

=
=

T .l
G.d s

0,25o

47814,5 .1360
0,25o
8300 .50 4
0,001o 0,25o, maka poros tersebut aman untuk digunakan.

A.2.2.2 Perencanaan Pasak


Gaya tangensial
T
F = ds

2
47814,5
F = 50 = 1912,58 kg

2
Ukuran pasak yang dipergunakan
Dari diameter poros, maka dapat dilihat pada tabel pemilihan pasak
(Sularso, 1997)adalah sebagai berikut:
- Lebar (b) = 14 dan tinggi (h) = 9
- Kedalaman alur pasak poros, t1 = 5,5 mm
- Kedalaman alur pasak naf, t2 = 3,8 mm
- Bahan pasak yang digunakan ST 37 dengan ( b ) = 37 kg.mm2
- Sfk1

=6

- Sfk2

= 1,5 (terjadi tumbukan ringan)

Tegangan geser yang diijinkan ( ka )

ka =

b
S fk1. S fk 2

ka =

37
= 4,1 kg/mm2
6 .1,5

Panjang pasak dari tekanan permukaan yang diijinkan


pa

F
l . (t1 , t 2 )

F
p a . (t1 , t 2 )

1912,58
8 . 5,5.3,8

l 11,43 mm
Panjang pasak yang direncanakan menurut tabel (Sularso, 1997) 25 mm
Jadi ukuran pasak yang dipakai 14 x 9 dengan panjang 25 mm.
A.2.3

Perencanaan Pulley dan V-belt

A.2.3.1 Perencanaan pulley


Pulley yang dipergunakan adalah pulley 40-B dengan satu jalur sabuk-V
yang memiliki spesifikasi:
-

= 38o

-W

= 16,29

-e

= 19 mm

- Lo

= 12,5 mm

-f

= 12,5 mm

-K

= 5,5 mm

- Ko

= 9,5

a. Perbandingan reduksi
i=

n1 2200
=
=4
n2
550

b. Diameter pulley yang digerakkan


Dp = dp . I = 100 . 4 = 400 mm
c. Diameter luar pulley penggerak
dk = dp + 2K = 100 + (2 . 5,5) = 210 mm
d. Diameter luar pulley yang digerakkan

Dk = Dp + 2K = 400 + (2 . 5,5) = 510 mm


e. Lebar sisi luar pulley
B = (n 1)e + 2f = (1-1)19 + 2 . 12,5 = 25 mm
f. Berat pulley
-

Berat pulley 1 : 0,50 kg

Berat pulley 2 : 6 kg

A.2.3.2 Perhitungan Sabuk-V


V-Belt tipe B, dengan diameter pulley penggerak (dp) 100mm dan diameter
pulley loller (Dp) 400mm.
a. Kecepatan sabuk
V=

.d1 .n1
60 .1000

V=

3,14.100.550
60 .1000

= 11,51 m/s < 20 m/s (baik)

b. Panjang sabuk ( L )
L = 2c +

1
(Dp + dp) +
(Dp dp)2
2
4c

= 2 . 360 +

3,14
1
(400 + 100) +
(400 100)2
2
4.360

= 1567,5 mm 1575 mm 62 inch


c. Sudut kontak antara sabuk-V dan pulley

= 180o 57

( Dp dp)
c

= 180o 57

(400 100)
360

= 132,5o

Menurut tabel (Sularso, 1997) maka besarnya Faktor koreksi (K0) = 0,87

Harga tambahan untuk 2200 (rpm)


1600 1400 0,2 0,18
2200 1400 = x 0,18
200 0,2 0,18
800 = x 0,18
200x 36 = 16
200x = 52
x = 0,26
P0

= 2,7 + 0,26
= 2,96 kW

d. Jumlah sabuk
Pd
N = P0 .K
2,7

N = 2,96 . 0,87 = 1,048 1 buah sabuk-V

A.2.4 Perencanaan Bantalan


Beban yang terjadi pada bantalan
a.

Beban radial

RA = 0,2386 kN = 2386 kg
RB = 0,1664 kN = 1664 kg
jadi beban radial (Fr) diambil yang terbesar = 2386 kg
b. Beban aksial
Dikarenakan tidak terjadi beban aksial maka besarnya Fa = 0
Maka besarnya faktor-faktor X,V dan Y (Sularso, 1997):
X = 1 untuk Fa / V Fr e
V = 1 (beban putar pada cincin dalam)
Y = 0,78 untuk Fa / V Fr e

c. Karena bantalan yang digunakan adalah bantalan radial maka beban


ekivalen bantalan:
P = X . V . Fr + Y . Fa
P = 1 . 1 . 2386 + 0,78 . 0
= 2386 kg
Faktor kecepatan ( Fn )
1

fn

3
= 33,3
n
2
1

fn

3
= 33,3
550

= 0,3927
Umur Bantalan
a. Faktor umur (fh)
fh = f n

C
P

fh = 0,3927

9400
2386

= 1,55
b. Umur nominal bantalan (Lh)
Lh = 500 . fh3
Lh = 500 . (1,55)3
= 1862
c. Faktor keandalan umur bantalan (Ln)
a1 = 1 (Faktor keandalan 90%)
a2 = 3 (Bahan baja)

a3 = 1 (diambil 1 karena tidak adanya kondisi tertentu yang tidak


menguntungkan umur bantalan)
Ln = a1 . a2 . a3 . Lh
= 1 . 3 . 1 . 1862
= 5586 jam = 232 hari
Maka bantalan yang digunakan adalah bantalan bola sudut dalam keadaan
terpasang dengan tipe 7310 A DB, dengan spesifikasi :

A.3

-d

= 50 mm

-C

= 9400 kg

-D

= 110 mm

- Co

= 9700 kg

-B

= 54 mm

-r

= 3 mm

Proses Perakitan Elemen Mesin


Setelah selesai proses perencanaan elemen mesin dan diketahui dimensi dan

jenis dari elemen mesin yang diperlukan untuk pembuatan mesin pemotong jerami
sebagai bahan baku pupuk kompos, kemudian mempersiapkan elemen mesin
tersebut dengan cara membeli atau dengan cara membuat sendiri menggunakan
proses permesinan. Setelah elemen mesin yang diperlukan sudah siap maka
dilakukan proses perakitan elemen mesin sebagai berikut:
a. Pasang roller pada poros transmisi dengan menggunakan las SMAW.
Perhatikan ukuran dan posisi roller pada poros, agar posisi roller sesuai dengan
perencanaan;
b. Pasang pisau potong pada roller dengan menggunakan las, perhatikan arah mata
pisau pastikan tidak terbalik;
c. Pasang pisau diam pada dinding drum sesuai dengan jarak dan posisi yang telah
dirancanakan dengan menggunakan las;
d. Pasang alur pembawa pada dinding drum, pastikan kemiringan dan jarak dan
dimensi sesuai perencanaan;

e. Masukkan poros transmisi pada lubang bantalan, hingga bantalan berada pada
posisi yang direncanakan. Buat lubang baut dengan menggunakan bor pada
dudukan bantalan setelah itu agar bantalan tidak bergerak kencangkan bantalan
ke rangka dengan menggunakan mur dan baut;
f. Setelah itu masukkan pulley pada poros, kemudian sesuaikan posisi pulley
sejajar terhadap pulley pada motor penggerak, setelah itu kencangkan pulley
dengan menggunakan baut pengunci agar posisi pulley tidak bergeser;
g. Pasang sabuk-V pada kedua pulley, pastikan sabuk-V berada pada posisi yang
benar dan sesuai dengan yang direncanakan;
h. Pasang tutup drum dan kencangkan dengan menggunakan baut.
A.4

Hasil Uji Coba dan Kerja Mesin Pemotong Jerami Sebagai Bahan
Dasar Pembuatan Pupuk Kompos
Setelah selesai dibuat maka dilakukan pengujian untuk mengetahui

keberhasilan dari perancangan dan pembuatan mesin pemotong jerami sebagai


bahan dasar pembuatan pupuk kompos.
A.4.1 Perlengkapan
Perlengkapan alat transmisi terdiri dari beberapa elemen pendukung
operasional, yaitu:
a. Motor diesel 6 Hp.
b. Jerami.
c. Penggaris.
d. Plastik sampel.
e. Karung penampung hasil potongan.
Tujuan dilakukannya pengujian mesin pemotong jerami sebagai bahan dasar
pembuatan pupuk kompos adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui keberhasilan perencanaan elemen mesin (bagian dinamis);
b. Mengtahui panjang hasil dari potongan jerami;
c. Mengetahui tingkat persentase keberhasilan hasil potongan jerami.

A.4.2 Prosedur Pengujian


Sebelum melakukan proses pemotongan jerami, ada beberapa persiapan
yang perlu dilakukan sebelum melakukan pengujian, persiapan itu meliputi:
a. Mempersiapkan jerami yang akan dipotong;
b. Memeriksa perlengkapan mesin pemotong jerami;
c. Memasang mesin penggerak (mesin diesel 6 Hp) pada dudukan mesin dan
pastikan mesin terikat kuat oleh baut pengikat;
d. Memasang sabuk-V pada pulley roller dan mesin, pastikan kelurusan posisi
sabuk-V;
e. Menyiapkan tempat hasil potongan;
f. Menghidupkan motor penggerak;
g. Memasukkan jerami kedalam lubang pemasukkan;
h. Setelah proses pemotongan selesai, bersihkan bersihkan drum dan pisau dari
sisa jerami.
A.5

Hasil Pengujian Mesin Pemotong Jerami Sebagai Bahan Dasar


Pembuatan Pupuk Kompos
Dalam pengujian mesin pemotong jerami sebagai bahan dasar pembuatan

pupuk kompos dapat disajikan data pengujian panjang ukuran potongan jerami dan
persentase kwalitas kerja mesin sebagai berikut:
A.5.1 Hasil Pengujian Pertama
Pada pengujian pertama data yang diambil adalah hasil panjang potongan
jerami. Pada pengujiian pertama diambil dua sampel, disetiap sampel diambil 400
hasil panjang potongan jerami yang dibagi dalam 20 kelompok (n).

Tabel A.1: Pengujian hasil panjang potongan jerami.

(n) Sampel

HASIL PENGUKURAN PANJANG POTONGAN JERAMI


SAMPEL 1 (UJI ALAT 1)
Panjang Potongan Jerami l (mm)
1

10 11

12 13 14 15 16 17 18 19

20

1 13

14 23 36 37 23

12

16 28 24

38 53 23 72 51 12 13 23

2 31 16 64 32 38 27 24

13

14 12 35

83 12 52 63 11

3 42 2

14 11 18 14 36 13

12

16 22

42 23 27 2

32 35 28 58

4 21 24 21 38 3 32 41

33

24 15 32

57 22 24

13

12 34 25 12 13 44

128 42 55

54 65 24 44 23 28 2 43

73

6 53 54 11 22 45 46 47

12 22 33

44

13 22 23

7 25 104 54 43 32 22 11

23

55 12 28

107 77 79 4

54 28 32 12

39

8 35 24 44 15 23 23 14

02

103 6

43 33 4 13 14 17 1 53

9 13

14 56 43 44 13

56

24 33 109

44 65 23 4

92 32 4 32

39

10 3

53 12 32 33 14 5

56

23 43

32

3 32 35 12 29 43 12

39

11 12 103 45 2 83 5 46 23
3
12 46 1 12 1 3 22 3 44

84 23

34 33 29 12 12 43 32 57

13

25 12 13 44

13 2

22 45 46

107 77 79 4

57 22 24

13

14 5

23 55 23 2

15 3

35 6

16 15

17 13

12 3

8 12 28 107

38

24 22 24

55 33 42

55 33 42 32 35 28 58
5

6 38

43

43 32 22

43 33 4 13 23 28 2 43

73

4 15 1

15

15 23 23

44 65 23 4

13 22 23

1 25 25 3

25

56 43 44

32

3 32 35 54 28 32 12

39

14 23 38 27 24

13

16 28 24

38 12 52 63 11 35 28 58

18 31 16 64 32 14 36 13

12

14 12 35

83 23 27 2

32 57 22 24

13

19 4

14 11 18 3 32 41

33

16 22

42 24 22 24

28 2 43

73

20 21 24 21 38 12 13 44

24 15 32

65 24 44 23 13 22 23

Tabel A.2: Kwalitas persentase hasil potongan jerami berdasarkan panjang hasil
potongan jerami pada tabel A.1 dengan panjang maksimal potongan
jerami (l 50 mm).
Persentase hasil potongan jerami (l ) sampel 1 Uji Alat 1

n
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Total ( )
(%)

l 50 mm
17
17
19
19
15
17
13
19
15
18
16
18
14
17
18
18
17
18
19
19

l > 50 mm
3
3
1
1
5
3
7
1
5
2
4
2
6
3
2
2
3
2
1
1

(%) l 50 mm
85
85
95
95
75
85
65
95
75
90
80
90
70
85
90
90
85
90
95
95

(%) l > 50 mm
15
15
5
5
25
15
35
5
25
10
20
10
30
15
10
10
15
10
5
5

343

57

1715
85,75 %

285
14,25 %

Dari data di atas dapat diketahui bahwa dari 400 hasil potongan jerami, 343
hasil potongan atau 85,75 % hasil potongan memenuhi syarat sebagai bahan dasar
pupuk kompos (l 50 mm) dan hanya 57 potongan atau 14,25 % potongan yang
tidak memenuhi syarat (l > 50 mm).

Tabel A.3: Pengujian hasil panjang potongan jerami.

HASIL PENGUKURAN PANJANG POTONGAN JERAMI SAMPEL 2


(UJI ALAT 1)

(n) Sampel

Panjang Potongan Jerami l (mm)


1

10 11

12 13 14 15 16 17 18 19

20

1 12 93 45 2 83 5 46

23

84 12

10 45 2 83

46 23 5

84

2 46

12 1

3 22 33

44

25 12 46

12 1

22 33 44 25

12

12 3

8 12 28

98

22 45

12 3

12 28 97 22

45

23 55 23 2

6 38

43

43 32

23 55 23 2

38 43 43

32

35 6

4 15 1

15

15 23

35 6

15

1 15 15

23

6 15

1 25 25 3

25

56 43 15

1 25 25

3 25 56

43

7 13

14 23 38 27 24

13

16 28 13

14 23 38 27 24 13 16

28

8 31 16 64 32 14 36 13

12

14 12 31

16 64 32 14 36 13 12 14

12

14 11 18 3 32 41

33

16 52

14 11 18 3

32 41 33 16

22

10 21 24 21 68 12 13 44

51

24 15 21

24 21 38 12 13 44 1 24

15

11 24 38 53 23 72 51 12

13

23

13

14 23 36 37 23 12 16

28

12 35 83 12 52 63 11 3

42

31

16 64 32 38 27 24 13 14

12

13 2

42 23 27 2 32 35

28

58

14 11 18 14 36 13 12 16

22

14 32

24 22 24 5 57

22

24 13 21

24 21 38 3

32 41 33 24

15

15 55 54 65 24 44 23 28

43 73

12 34 25 12 13 44 1 12

42

16 33 44 55 33 42 3 13

22

23

53

54 11 22 45 46 47 3 12

22

17 28 97 77 79 4 54 28

32

12 39 25

98 54 43 32 22 11 23 55

12

18 38 43 33 4 13 14 17

53

24 44 15 23 23 14 02 93

19 99 44 65 23 4 92 32

32 39 13

33

20 43 32

43

12 39

53 12 32 33 14

3 32 35 12 29

35

14 56 43 44 13 56 24
5 56 2

23

Tabel A.4: Kwalitas persentase hasil potongan jerami berdasarkan panjang hasil
potongan jerami pada tabel A.3 dengan panjang maksimal potongan
jerami (l 50 mm).
Persentase hasil potongan jerami (l ) sampel 2 Uji Alat 1

l 50 mm l > 50 mm
14
6
18
2
16
4
18
2
18
2
18
2
20
0
18
2
19
1
18
2
17
3
16
4
19
1
19
1
16
4
17
3
13
7
18
2
15
5
18
2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Total ( )
(%)

345

55

(%) l 50 mm
70
90
80
90
90
90
100
90
95
90
85
80
95
95
80
85
65
90
75
90

(%) l > 50 mm
30
10
20
10
10
10
0
10
5
10
15
20
5
5
20
15
35
10
25
10

1725
86,25 %

275
13,75 %

Dari data di atas dapat diketahui bahwa dari 400 hasil potongan jerami, 345
hasil potongan atau 86,25 % hasil potongan memenuhi syarat sebagai bahan dasar
pupuk kompos (l 50 mm) dan hanya 55 potongan atau 13,75 % potongan yang
tidak memenuhi syarat (l > 50 mm).

A.5.2 Hasil Pengujian Kedua


Tabel A.5: Pengujian hasil panjang potongan jerami.

HASIL PENGUKURAN PANJANG POTONGAN JERAMI


SAMPEL 1 (UJI ALAT 2)

(n) Sampel

Panjang Potongan Jerami l (mm)


1

10 11

12 13 14 15 16 17 18 19

20

1 13

14 23 36 37 23

12

16 28 24

38 53 23 72 51 12 13 23

2 31 16 64 32 38 27 2.4 1.3

1.4 1.2 35

83 12 52 63 11

3 42 2

42 23 27 2

32 35 28 58

14 11 18 14 36 13

12

16 22

4 21 24 21 38 3 32 41

33

24 15 32

57 22 24

13

12 34 25 12 13 44

128 42 55

54 65 24 44 23 28 2 43

73

6 53 54 11 22 45 46 47

12 22 33

44 55 33 42

13 22 23

7 25 104 54 43 32 22 11

23

55 12 28

107 77 79 4

54 28 32 12

39

8 35 24 44 15 23 23 14

02

103 6

43 33 4 13 14 17 1 53

9 13

14 56 43 44 13

56

24 33 109

44 65 23 4

92 32 4 32

39

10 3

53 12 32 33 14 5

56

23 43

32

3 32 35 12 29 43 12

39

11 12 103 45 2 83 5 46

23

84 23

34 33 29 12 12 43 32 57

13

12 46

12 1

3 22 33

44

25 12 13

44 55 33 42 32 35 28 58

13 2

12 3

8 12 28 107

22 45 46

107 77 79 4

57 22 24

13

14 5

23 55 23 2

15 3

35 6

16 15

17 13

38

24 22 24

6 38

43

43 32 22

43 33 4 13 23 28 2 43

73

4 15 1

15

15 23 23

44 65 23 4

13 22 23

1 25 25 3

25

56 43 44

32

3 32 35 54 28 32 12

39

14 23 38 27 2.4 1.3

16 28 24

38 12 52 63 11 35 28 58

18 31 16 64 32 14 36 13

12

1.4 1.2 35

83 23 27 2

32 57 22 24

13

19 4

14 11 18 3 32 41

33

16 22

42 24 22 24

28 2 43

73

20 21 24 21 38 12 13 44

24 15 32

65 24 44 23 13 22 23

Tabel A.6: Kwalitas persentase hasil potongan jerami berdasarkan panjang hasil
potongan jerami pada tabel A.5 dengan panjang maksimal potongan
jerami (l 50 mm).
Persentase hasil potongan l Uji Alat 2

l 50 mm l > 50 mm

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

17
16
17
18
15
17
16
19
19
16
17
13
17
15
18
16
17
15
18
18

3
4
3
2
5
3
4
1
1
4
3
7
3
5
2
4
3
5
2
2

(%) l 50 mm
85
80
85
90
75
85
80
95
95
80
85
65
85
75
90
80
85
75
90
90

Total ( )
(%)

334

66

1670

83,5 %

(%) l > 50 mm
15
20
15
10
25
15
20
5
5
20
15
35
15
25
10
20
15
25
10
10
330
16,5 %

Dari data di atas dapat diketahui bahwa dari 400 hasil potongan jerami, 334
hasil potongan atau 83,5 % hasil potongan memenuhi syarat sebagai bahan dasar
pupuk kompos (l 50 mm) dan hanya 66 potongan atau 16,5 % potongan yang
tidak memenuhi syarat (l > 50 mm).
A.6

Analisis Hasil Pengujian

Berdasarkan data yang telah diperolah, maka dapat disimpulkan sebagai


berikut:
a. Motor penggerak bekerja dengan baik dan mampu menggerakkan poros
dengan putaran yang diinginkan, hal ini menandakan daya motor memenuhi
dengan daya minimal mesin;
b. Pulley penggerak dan digerakkan dapat dapat berputar dengan baik dan
tidak terjadi slip antara pulley dan sabuk-V, hal ini menandakan posisi
pulley dan jarak pulley serta tegangan sabuk-V baik;
c. Poros digerakkan dapat berputar dengan baik dan tidak terjadi pergeseran
selama melakukan kerja, hal ini menandakan bahwa dimensi poros yang
digunakan mampu menahan gaya-gaya yang bekerja;
d. Bantalan gelinding yang digunakan untuk menumpu poros berfungsi dengan
sempurna dan halus, hal ini menandakan ukuran dan jenis bantalan tersebut
sesuai dengan keperluan;
e. Rangka mengalami sedikit getaran akibat adanya getaran dari mesin
penggerak;
f. Hasil potongan dapat keluar dari lubang keluaran dengan baik dan tidak
terjadi stock (tersangkut), hal ini menandakan bahwa dimensi alur yang
digunakan dan kipas pelempar berfungsi dengan baik;
g. Tutup drum tidak bergetar dan bergerak pada saat proses pemotongan, hal
ini menandakan bahwa baut pengikat dapat mengikat tutup drum dengan
baik;
h. Dari persentase hasil panjang potongan jerami yang diperoleh dari
pengukuran sampel 1,2&3 diperoleh tingkat persentase 85,75 %, 86,25 %,
83,5 %.

LAMPIRAN B. TABEL
Tabel B.1 Faktor-Faktor Koreksi Daya Yang Akan Ditransmisikan, fc

Daya yang akan ditransmisikan


Daya rata-rata yang diperlukan

fc
1,2 2,0

Daya maksimum yang diperlukan

0,8 1,2

Daya normal

1,0 1,5

Sumber : Sularso,2002,Perancangan Elemen Mesin ,Pradnya Paramita,


Jakarta

Tabel B.2 Ukuran Puli-V


Penampang
Sabuk V

Diameter
Lingkaran Jarak
Bagi (dp)

(o)

W*

71 100

34

11,95

101 125

36

12,12

126 atau lebih

38

12,30

125 160

34

15,86

161 200

36

16,07

201 atau lebih

38

16,29

200 250

34

21,18

251 315

36

21,45

316 atau lebih

38

21,72

355 450

36

30,77

451 atau lebih

38

31,14

500 630

36

36,95

631 atau lebih

38

37,45

Lo

Ko

9,2

4,5

8,0

15,0

10,0

12,5

5,5

9,5

19,0

12,5

16,9

7,0

12,0

25,5

17,0

24,6

9,5

15,5

37,0

24,0

28,7

12,7

19,3

44,5

29,0

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

* Harga dalam kolom W menyatakan ukuran standar

Tabel B.3 Panjang Sabuk-V Standart


Nomor nominal
(inch)
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

(mm)
254
279
305
330
356
381
406
432
457
483
508
533
559
584
610
635
660
686
711
737
762
787
813
838
864
889
914
940
965
991
1016
1041
1067
1092
1118

Nomor
nominal
(inch) (mm)
45
1143
46
1168
47
1194
48
1219
49
1245
50
1270
51
1295
52
1321
53
1346
54
1372
55
1397
56
1422
57
1448
58
1473
59
1499
60
1524
61
1549
62
1575
63
1600
64
1626
65
1651
66
1676
67
1702
68
1727
69
1753
70
1778
71
1803
72
1829
73
1854
74
1880
75
1905
76
1930
77
1956
78
1981
79
2007

Nomor
nominal
(inch) (mm)
80
2032
81
2057
82
2083
83
2108
84
2134
85
2159
86
2184
87
2210
88
2235
89
2261
90
2286
91
2311
92
2337
93
2362
94
2388
95
2413
96
2438
97
2464
98
2489
99
2515
100
2540
101
2565
102
2591
103
2616
104
2642
105
2667
106
2692
107
2718
108
2743
109
2769
110
2794
111
2819
112
2845
113
2870
114
2896

Nomor
nominal
(inch)
(mm)
115
2921
116
2946
117
2972
118
2997
119
3023
120
3048
121
3073
122
3099
123
3124
124
3150
125
3175
126
3200
127
3226
128
3251
129
3277
130
3302
131
3327
132
3353
133
3378
134
3404
135
3429
136
3454
137
3480
138
3505
139
3531
140
3556
141
3581
142
3607
143
3632
144
3658
145
3683
146
3708
147
3734
148
3759
149
3785

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

Tabel B.4 Faktor Koreksi Ko


Dp d p
C

Sudut Kontak Pulley Kecil


(o)

0,00

180

1,00

0,10

174

0,99

0,20

169

0,97

0,30

163

0,96

0,40

157

0,94

0,50

151

0,93

0,60

145

0,91

0,70

139

0,89

0,80

133

0,87

0,90

127

0,85

1,00

120

0,82

1,10

113

0,80

1,20

106

0,77

1,30

99

0,73

1,40

91

0,70

1,50

83

0,65

Faktor Koreksi

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

Tabel B.5 Kapasitas Daya yang Ditransmisikan untuk Sabuk Tunggal Po (kW)
Penampang A
Putar
an
Pulle
y
Kecil
(rpm)

200
400
600
800
1000
1200
1400
1600

Penampang B

Merk
Merah

Standar

Harga Tambahan
Karena
Perbandingan
Putaran

Standar

Harga Tambahan
Karena
Perbandingan
Putaran

67
(m
m)

100
(m
m)

67
(m
m)

100
(m
m)

1,2
5
1,3
4

1,3
5
1,5
1

1,5
2
1,9
9

2,0
0

118
(m
m)

150
(m
m)

118
(m
m)

150
(m
m)

1,2
5
1,3
4

1,3
5
1,5
1

1,5
2
1,9
9

2,0
0

0,
15

0,
31

0,
12

0,
26

0,
01

0,
02

0,
02

0,
02

0,
51

0,
77

0,
43

0,
67

0,
04

0,
05

0,
06

0,0
7

0,
26

0,
55

0,
21

0,
48

0,
04

0,
04

0,
04

0,
05

0,
90

1,
38

0,
74

1,
18

0,
09

0,
10

0,
12

0,1
3

0,
35

0,
77

0,
27

0,
67

0,
05

0,
06

0,
07

0,
07

1,
24

1,
93

1,
00

1,
64

0,
13

0,
15

0,
18

0,2
0

0,
44

0,
98

0,
33

0,
84

0,
07

0,
08

0,
09

0,
10

1,
56

2,
43

1,
25

2,
07

0,
18

0,
20

0,
23

0,2
6

0,
52

1,
18

0,
39

1,
00

0,
08

0,
10

0,
11

0,
12

1,
85

2,
91

1,
46

2,
46

0,
22

0,
26

0,
30

0,3
3

0,
59

1,
37

0,
43

1,
16

0,
10

0,
12

0,
13

0,
15

2,
11

3,
35

1,
65

2,
82

0,
26

0,
31

0,
35

0,4
0

0,
66

1,
54

0,
48

1,
31

0,
12

0,
13

0,
15

0,
18

2,
35

3,
75

1,
83

3,
14

0,
31

0,
36

0,
41

0,4
6

0,
72

1,
71

0,
51

1,
43

0,
13

0,
15

0,
18

2,
00

2,
67

4,
12

1,
98

3,
42

0,
35

0,
41

0,
47

0,5
3

Merk
Merah

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

Tabel B.6 Daerah Penyetelan Jarak antar Sumbu Poros


(Satuan : mm)
Nomor
Nominal
Sabuk

Panjang Keliling
Sabuk

11 38

Ke Sebelah Dalam Dari Letak


Standar (Ci)
C

Ke Sebekah Luar
Dari Letak Standar
(Ct)

280 970

20

25

38 60

970 1500

20

25

40

40

60 90

1500 2200

20

35

40

50

90 120

2200 3000

25

35

40

65

120 158

3000 4000

25

35

40

25

50

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

75

Tabel B.7 Baja Karbon untuk Konstruksi Mesin dan Baja Batang yang difinis
Dingin untuk Poros.
Standar dan Macam

Lambang

Kekuatan Tarik

S30C
Baja karbon konstruksi
mesin
(JIS G 4501)

Baja batang
difinis dingin

yang

S35C
S40C
S45C
S50C
S55C
S35C-D
S45C-D
S55C-D

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

(kg/mm2)
48
52
55
58
62
66
53
60
72

Tabel B.8 Ukuran Pasak dan Alur Pasak


(Satuan : mm)
Ukuran
Nominal
Pasak
(b h)

Radius Sisi
Pasak
(C)

Radius Sisi
Alur Pasak
(r)

Panjang
Pasak
(l)*

Ukuran
Standar

Referensi Diameter
Poros
(ds)

(t1)

(t2)

6 20

1,2

1,0

Lebih dari 6 8

6 36

1,8

1,4

Lebih dari 8 10

8 45

2,5

1,8

Lebih dari 10 12

10 56

3,0

2,3

Lebih dari 12 17

14 70

3,5

2,8

Lebih dari 17 22

16 80

4,0

3,0

Lebih dari 20 25

0,16 0,25

0,25 0,40

0,08 0,16

0,16 0,25

18 90

4,0

3,3

Lebih dari 22 30

10

22 110

5,0

3,3

Lebih dari 30 38

12

28 140

5,0

3,3

Lebih dari 38 44

14

36 160

5,5

3,8

Lebih dari 44 50

40 180

5,0

5,0

Lebih dari 50 55

0,40 0,60

0,25 0,40

15

10

16

10

45 180

6,0

4,3

Lebih dari 50 58

18

11

50 200

7,0

4,4

Lebih dari 58 65

20

12

56 220

7,5

4,9

Lebih dari 65 75

22

14

63 250

9,0

5,4

Lebih dari 75 85

24

16

70 280

8,0

8,0

Lebih dari 80 90

70 280

9,0

5,4

Lebih dari 85 95

0,60 0,80

0,40 0,60

25

14

28

16

80 320

10,0

6,4

Lebih dari 95 110

32

18

90 360

11,0

7,4

Lebih dari 110 130

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

B.9 Faktor-faktor V, X, Y, dan Xo, Yo.

Jenis Bantalan

Beban
Putar
Pada
Cincin
Dalam

Ft
Co
Bantalan
Bola Alur
Dalam

0,014
0,028
0,056
0,084
0,110
0,170
0,280
0,420
0,560

1,0

Bantalan
Bola
Sudut

20o
25o
30o
35o
40o

Beban
Putar
Pada
Cincin
Luar

1,2

1,0

1,2

Baris Tunggal

Baris Ganda

Ft
>e
V Fr

Ft
e
V Fr

0,56

2,30
1,99
1,71
1,55
1,45
1,31
1,15
1,04
1,00

1,0

0,43
0,41
0,39
0,37
0,35

1,00
0,87
0,76
0,66
0,57

0,0

0,56

2,30
1,90
1,71
1,55
1,45
1,31
1,15
1,04
1,00

1,0

1,09
0,92
0,78
0,66
0,55

0,70
0,67
0,63
0,60
0,57

Sumber : Sularso, Dasar-dasar Perencanaan dan Pemilihan Mesin

Ft
>e
e
V Fr

Baris Tunggal

Baris Ganda

Xo

Yo

Xo

Yo

0,19
0,22
0,26
0,28
0,30
0,34
0,38
0,42
0,44

0,6

0,5

0,6

0,5

Xo

Yo

Xo

Yo

1,63
1,41
1,24
1,07
0,93

0,57
0,68
0,80
0,95
1,14

0,5

0,42
0,38
0,33
0,29
0,26

1,0

0,84
0,76
0,66
0,58
0,52

Tabel B.10 Dimensi Bantalan Bola

Jenis
terbuka
6000
6001
6002
6003
6004
6005
6006
6007
6008
6009
6010
6200
6201
6202
6203
6204
6205
6206
6207
6208
6209
6210
6300
6301
6302
6303
6304
6305
6306
6307
6308
6309
6310

Nomor Bantalan
Dua sekat
Dua sekat
tanpa kontak
6001ZZ
02ZZ
6003ZZ
04ZZ
05ZZ
6006ZZ
07ZZ
08ZZ
6009ZZ
10ZZ
6200ZZ
01ZZ
02ZZ
6203ZZ
04ZZ
05ZZ
6206ZZ
07ZZ
08ZZ
6209ZZ
10ZZ
6300ZZ
01ZZ
02ZZ
6303ZZ
04ZZ
05ZZ
6306ZZ
07ZZ
08ZZ
6309ZZ
10ZZ

6001VV
02VV
6003VV
04VV
05VV
6006VV
07VV
08VV
6009VV
10VV
6200VV
01VV
02VV
6203VV
04VV
05VV
6206VV
07VV
08VV
6209VV
10VV
6300VV
01VV
02VV
6303VV
04VV
05VV
6306VV
07VV
08VV
6309VV
10VV

Ukuran luar (mm)


d

10
12
15
17
20
25
30
35
40
45
50
10
12
15
17
20
25
30
35
40
45
50
10
12
15
17
20
25
30
35
40
45
50

26
28
32
35
42
47
55
62
68
75
80
30
32
35
40
47
52
62
72
80
85
90
35
37
42
47
50
62
72
80
90
100
110

8
8
9
10
12
12
13
14
15
16
16
9
10
11
12
14
15
16
17
18
19
20
11
12
13
14
15
17
19
20
23
25
27

0,5
0,5
0,5
0,5
1
1
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1
1
1
1
1,5
1,5
1,5
2
2
2
2
1
1,5
1,5
1,5
2
2
2
2,5
2,5
2,5
3

Kapasitas nominal
Dinamis
Statis
spesifik C spesifik Co
(kg)
(kg)
360
196
400
229
440
263
470
296
735
465
790
530
1030
740
1250
915
1310
1010
1640
1320
1710
1430
400
236
535
305
600
360
750
460
1000
635
1100
730
1530
1050
2010
1430
2380
1650
2570
1880
2750
2100
635
365
760
450
895
545
1070
660
125
785
1610
1080
2090
1440
2620
1840
3200
2300
4150
3100
4850
3650

LAMPIRAN C.
C.1 DOKUMENTASI

Foto C.1 Mesin Pemotong Jerami Sebagai Bahan Dasar

Pembuatan

Pupuk Kompos

Foto C.2 Panjang Rata-rata Jerami

Foto C.3 Panjang Hasil Potongan


Jerami

No

RolPorolesr
PulleyV
SabukBant
a la n
Baut
PiPissauaudanDiPotaommurng
NAMA
BAGIAN
DUniI vIerTEKNI
K MESIN
sitas Jember

8
7
6
5
4
3
2
1

SkalUkura :a1:n 1: 0Cm


Tanggal :17-01-2007

BAHAN

JUMLAH
Digambar :Hapy Y
NIM : 011903101023
Diperiksa :
MESIN PEMOTONG JERAMI

11
11
2
33444

KETERANGAN

Skala 1 : 2

Skala 1 : 2

3
2

No1

DUniI vIerTEKNIK
sitas JemberMESIN

Baut
danamurm
PiPiNAMA
saausauPotdiBAGI
ong AN

Skala 1 : 2

BajBajaa
Baja BAHAN
Skala :
Ukur
Tanggalan : mm:17-01-2007

MESIN PEMOTONG JERAMI

Diperiksa :

Digambar :HJUMLAH
apy Y
NIM : 011903101023

33444

KETERANGAN

Skala 1 : 3

Skala 1 : 5
Pulley
Sabuk-V
Bant
NAMAalanBAGIAN

D I I TEKNIK
Univer
sitas JemberMESIN

6
5

No

Besi tuang
Karet
7310 A DBBAHAN
Skala :
Ukur
Tanggalan : mm:17-01-2007

Skala 1 : 1

MESIN PEMOTONGJERAMI

11
JUMLAH 2
Diperiksa :
Digambar
:Hapy Y
NIM : 011903101023

Tipe B 40 mm
Tipe B 67 inch
KETERANGAN

Skala 1 : 5

No

Poros
NAMA BAGIAN

TEKNIK
UniD IIIversit
as JemberMESIN

S40C BAHAN
Skala :
Ukuran
Tanggal: mm:17-01-2007

MESIN PEMOTONGJERAMI

JUMLAH 1
Diperiksa :
Digambar
:Hapy Y
NIM : 011903101023

KETERANGAN

Skala 1 : 5

No

Roller BAGIAN
NAMA
K MESIN
UniD IIvIersiTEKNI
tas Jember

Beton eser BAHAN


Skala :
Ukuran
Tanggal: :mm17-01-2007

MESIN PEMOTONG JERAMI

Diperiksa :

Digambar
:HapyJUMLAH
Y
NIM : 011903101023

KETERANGAN