Anda di halaman 1dari 4
“Dengan diadakan berbagai perlombaan akan melatih warga khususnya para ibu-ibu dan anak anak lebih kreatif
“Dengan diadakan berbagai
perlombaan akan melatih warga
khususnya para ibu-ibu dan
anak anak lebih kreatif lagi,”
Basuki, Lurah Wonolelo
NOMOR 18,TAHUN II EDISI APRIL 2012
IBU-IBU SEPAKBOLA,
311 ANAK MENGGAMBAR
Memperingati Hari Kartini,
21 April, tak harus dengan
ramai-ramai berkebaya. Karena
memang bukan itu intinya.
Menggelar kegiatan untuk
anak-anak, seperti lomba
menggambar, bisa jauh lebih
bermanfaat dalam memeriah-
kan Hari Hartini, seperti di Desa
Wonolelo, Pleret, Bantul.
Kami juga berbagi cerita
tentang keterkenalan RA Kartini
di Belanda.
Semoga bermanfaat.
Salam
ALBUM WARGA
FOTO NUR AROFAH
LAHIR
Geisha Tsani Ristiani
(Geisha), putri Bp Aris
Yuwana/Ibu Suwarni, Joho,
Jambidan, Banguntapan
Anak-anak Desa Wonolelo, Pleret, Bantul, mengikuti lomba menggambar Memperingati Hari Kartini di Balai Desa
Wonolelo, Minggu (22/4).
LAPORAN NURAROFAH
Purworejo, Wonolelo, Pleret
12/3/2012
Diky Dwi Saputra, putra
Bp
Sumarna/Ibu Lipur Sari, Joho,
Jambidan, Banguntapan,
9/4/2012
ULANG TAHUN
A n d h i k a
Y o g y a n t a
Perlombaan ini tidak hanya diikuti
oleh warga Wonolelo.Ada bebe-
rapa peserta yang berasal dari
kelurahan lain. Bahkan ada dua
peserta yang berasal dari Sedayu.
Dalam pembukaannya, Lurah
Desa Wonolelo, Bapak Basuki, ber-
harap agar lomba ini untuk tahun
mendatang bisa diadakan lagi dan
lebih meriah.
Kurniatama, putra Bp Priya
Dwi
Kurnianta/Ibu
Wiratmi,
J o h o ,
B a n g u n t a p a n
(5/4/2001-5/4/2012).
Memperingati Hari Kartini 21
April 2012, Radio Komunitas
(Rakom) Sadewa FM Wonolelo,
Pleret, Bantul, bekerja sama
dengan generasi Muda Mudi
Gemilang, Karang Taruna Fajar
Mulia dan Vidkom Wonolelo me-
ngadakan berbagai rangkaian
perlombaan di halaman Balai Desa
Wonolelo, Minggu (22/4).
Lomba yang diadakan yaitu lomba
mewarnai untuk anak PAUD dan
TK, melukis untuk anak anak SD,
lomba karaoke dan sepak bola de-
ngan memakai busana daster untuk
para ibu-ibu.
Untuk Perlombaan mewarnai
dan menggambar diikuti oleh 311
anak, lomba karaoke 12 Peserta
yang berasal dari perwakilan dusun,
Sepak bola dikuti 6 tim sepak bola.
Bagi pemenang lomba mendapat-
kan piala dan berbagai hadiah lain.
BERSAMBUNG KE HAL 2
NOMOR 18,TAHUN II EDISI APRIL 2012 IBU-IBU SEPAK BOLA, SAMBUNGAN DARI HAL 1 “Dengan diadakan
NOMOR 18,TAHUN II EDISI APRIL 2012
IBU-IBU SEPAK BOLA,
SAMBUNGAN DARI HAL 1
“Dengan diadakan berbagai perlombaan
akan melatih warga khususnya para ibu-ibu
dan anak anak lebih kreatif lagi,” katanya.
Terpisah, kepada Krida Ketua panitia,
Marjudin,S.Pd. menyampaikan bahwa ber-
bagai kegiatan
yang digelar tersebut bertuju-
an untuk memupuk jiwa Kartini pada ibu-ibu
dan anak-anak bahwa wanita dan anak dapat
melakukan sesuatu layaknya para laki-laki.
Juga menghilangkan image bahwa wanita dan
anak adalah mahluk lemah namun justru
kehadiran mereka adalah warna indah dalam
kehidupan ini.
Acara ini dimulai pukul 08.30 sampai pukul
16.30. Namun untuk sepak bola diadakan hari
berikutnya, Jum’at (27/4) pukul 14.30 hingga
selesai di lapangan Desa Wonolelo. (*)
FOTO NUR AROFAH
Ibu-ibu warga Desa Wonolelo, Pleret, Bantul, bertanding sepakbola Memperingati Hari Kartini, di lapangan Desa
Wonolelo, Jumat (27/4).
NIKAH, NANGGAP RABINE PANCAWALA
LAPORAN TIN RATMANTA
Joho, Jambidan, Banguntapan
Wayang adalah seni budaya Jawa yang
harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu
cara melestarikannya adalah memper-
gelarkan pentas wayang.
Itulah yang dilakukan keluarga Bapak
Mulyana dan Ibu Panisrah Anis Mulyana
warga Joho, Jambidan, Banguntapan, Bantul,
saat mantu, menikahkan putrinya: Arum
Yunita Murwaningsih, Minggu 22 April 2012.
Anis menikah dengan H Muhammad Sukisna,
dari Blora, Jawa Tengah.
Adapun pentas wayang semalam suntuk
pada Minggu malam yang digelar keluarga
Mulyana mengambil cerita Rabine
Pancawala. Cerita ini dimainkan oleh dua
dalang, Ki Sugeng S.Sn. dan Ki Joko.
Pesan utama yang dibawa lakon ini
adalah seseorang yang mendapatkan celaka
karena kelakuannya yang jelek dan menerima
atau termakan sumpah yang diucapkannya.
Ringkasan cerita Rabine Pancawala
sebagai berikut:
FOTO TIN RATMANTA
Mempelai Arum Yunita– Muhammad Sukisna, diapit Bp Mulyana –Ibu Panisrah Anis
Raden Pancawala adalah anak dari
Puntadewa dan Dewi Drupadi. Putradewa
adalah sulungnya Pandawa.
Adapun putri idaman Panawala adalah
Dewi Pergiwati, putri dari Raden Harjuna, pa-
nengah Pandawa. Putri Pergiwati sejak kecil
tinggal bersama eyangnya, yaitu Begawan di
PertapaanAndong Cinawi.
Waktu Pergiwati ingin menemui ayahnya
(Raden Harjuna), yang mengantarnya Cantrik
Janaloka. Ia abdi Begawan diAndong Cinawi.
Karena Sang Begawan mengetahui gela-
gat yang kurang baik dari Cantrik Janaloka,
sang Begawan berpesan kepada Cantrik
Janaloka agar jangan sekali-sekali meng-
ganggu cucunya selama di perjalanan.
Cantrik Janaloka menyanggupi dan akan
menjaga keselamatan Dewi pergiwati sampai
tujuan. Bahkan, ia bersumpah kepada Sang
Begawan bahwa jika nanti ia mengganggu
semoga di jalan mendapat kecelakaan.
Di perjalanan, ternyata semua pesan sang
Begawan diabaikan, sumpahnya pun dilupa-
kan Janaloka. Niat buruk Cantrik Janaloka
timbul. Ia kemudian membujuk dan merayu
Dewi Pergiwati agar mau diperistri.
Maka, kutukanlah yang diterima Janaloka.
Ia termakan sumpahnya. Janaloka tertimpa
dahan dari sebuah pohon besar. (*)
NOMOR 18,TAHUN II EDISI APRIL 2012 RA KARTINI DI JALAN-JALAN DI BELANDA 21 April, setiap
NOMOR 18,TAHUN II EDISI APRIL 2012
RA KARTINI DI JALAN-JALAN DI BELANDA
21 April, setiap tahunnya masyarakat
Indonesia memperingatinya sebagai Hari
Kartini. Khususnya kaum wanita, tentu
hari ini memberi makna lebih sebagai
ungkapan rasa terima kasih atas per-
juangan paham emansipasi oleh RA.
Kartini.
Ia dikenal dengan gagasan- gagasannya
untuk kemajuan kaum perempuan di
Indonesia yang kala itu hanya hanya
sedikit atau bahkan sama sekali tidak
mendapatkan ruang gerak, terutama
dalam hal memperoleh pendidikan yang
lebih.
Dahulu, sosok Kartini sangat dikenal di
kalangan elit politik Belanda. Wanita
berdarah Jawa ini juga pernah diminta
oleh parlemen Belanda untuk menulis
artikel mengenai perempuan. Salah satu
kumpulan surat Kartini yang sangat
terkenal adalah Door Duisternis tot Licht,
yang kemudian diterjemahkan menjadi
Habis Gelap Terbitlah Terang.
RA Kartini dijadikan nama
sejumlah jalan di Belanda.
SUMBER FOTO: Google.com
Hingga sekarang nama Kartini masih
akrab di negeri Belanda, bahkan
pemerintah Belanda juga mengabadikan-
nya sebagai nama jalan di beberapa
tempat. Misalnya:
Amsterdam - Di ibukota Belanda ini,
nama Kartini dijadikan nama sebuah jalan
di wilayah Amsterdam Zuidoost, kawasan
ini lebih dikenal dengan nama Bijlmer.
Pada papan nama penunjuk jalan nama
Kartini ditulis secara lengkap "Raden
Adjeng Kartinistraat". Selain Kartini,
beberapa tokoh wanita dunia juga
dijadikan sebagai nama jalan, seperti
Nilda Pinto dan Rosa Luxemburg.
Utrecht - Di bagian kota yang merupakan
komplek perumahan masyarakat
menengah ini juga berdiri papan nama
jalan yang bertuliskan R.A. Kartinistraat.
Sepertinya kawasan tenang ini nama ini
sangat pas dikenal sebagai jalan Kartini,
sesuai dengan sosok Kartini yang tenang,
mengayomi dan lembut.
Haarlem - Kawasan lain yang juga menggu-
nakan nama tokoh pejuang hak asasi wanita
ini adalah Haarlem. Entah apa yang menjadi-
kan daerah ini seolah sangat dekat dengan
Indonesia. Selain jalan RA Kartini, di sini juga
terdapat nama jalan Mohammed Hatta, Jalan
Sutan Sjahrir, dan tokoh Indonesia lainnya.
Venlo - Venlo terletak di Belanda bagian
Selatan. Di sana nama besar wanita kelahiran
Jepara, 21 April 1879 ini menjadi nama jalan di
daerah Hagerhof. Ruas RA Kartinistraat
sendiri berbentuk O. (*)
SUMBER: VIVANEWS.COM,
Sabtu 21April 2012, 10.40.
PKK JOHO BERKERETAMINI KE KUWARU LAPORAN TIN RATMANTA Joho, Jambidan, Banguntapan Banyak tempat wisata di
PKK JOHO BERKERETAMINI KE KUWARU
LAPORAN TIN RATMANTA
Joho, Jambidan, Banguntapan
Banyak tempat wisata di Yogya yang menarik dan ramai
dikunjungi wisatawan. Juga banyak kendaraan, seperti bus, yang
dapat dinaiki untuk berwisata. Namun ibu-ibu PKK/Apsari dari Dusun
Joho, Jambidan, Banguntapan, Bantul memilih berrekreasi ke Pantai
Kuwaru dan Pantai Goa Cemara di pesisir selatan Bantul dengan
menaiki kereta mini.
Rekreasi yang dilakukan Minggu 8 April 2012 ini untuk
menyongsong Hari Kartini 21April.
Kereta mini Sri Mulih yang dikemudikan Tuban Riyanta yang
penuh sesak ini berjalan lancar. Berangkat dari Joho pukul 08.30
sampai di Kuwaru pukul 10.05.
Rupanya, kereta mini seperti yang dinaiki ibu-ibu PKK Joho saat
ini menjadi favorit bagi ibu-ibu di desa untuk pergi berwisata.
Buktinya, di Pantai Kuwaru dan Goa Cemara lebih banyak kereta
mini yang diparkir daripada bus.
melewati jalan berpasir. Dan ternyata benar, sesampai di pantai seperti di
dalam gua yang terbentuk oleh naungan pohon cemara.
Dari kedua tempat tadi, banyak ibu-ibu yang membeli ubi ungu. Ubi
ungu banyak ditanam petani di lahan pertanian yang membentang antara
Kuwaru dan Goa Cemara.
Usai berwisata di Pantai Goa Cemara, rombongan pun kembali ke Joho.
Sampai di Joho menjelangAshar. (*)
Di Kuwaru, ibu-ibu PKK Joho memuaskan diri melihat pantai
yang (kini) curam dengan ombak sangat besar.
Puas melihat pantai, rombongan melanjutkan perjalanan ke
Pantai Goa Cerme. Mencapai lokasi ini cukup berjalan menyusuri
pantai ke arah timur.
Di tempat ini pengunjung tak menemukan goa. Disebut Pantai
Goa Cerme karena di sepanjang tepi pantai terdapat deretan pohon
cemara udang yang melengkung menaungi pantai sehingga kalau
kita di bawah pohon cemara tersebut bagai di dalam gua.
Sesampai di tempat parkir Goa Cemara rombongan kemudian
menuju pendapa peristirahatan untuk makan siang. Usai makan
siang rombongan berjalan ke pantai yang berjarak sekitar 300 meter,
FOTO TIN RATMANTA
ibu-ibu PKK/Apsari Joho, Jambidan, Banguntapan, berkeretamini saat
berwisata ke Pantai Kuwaru dan Pantai Goa Cemara, Srandakan, Bantul,
Minggu 8 April 2012.
KELOMPOK YASINAN MELIKAN BERDOA
UNTUK TEMAN HADAPI UAN
LAPORAN NURAROFAH
Purworejo, Wonolelo, Pleret
Berdoa dan berusaha. Dua kata itulah yang harus dilakukan jika seseorang ingin
sukses.
Itulah yang berlangsung Kamis 6 April 2012, di masjid Nurul Islam Melikan, Wonolelo,
Pleret. Hari itu,
adik-adik kelompok yasinan mengadakan doa bersama jelang UAN 2012.
Acara ini sebagai wujud kepedulian terhadap teman-teman mereka
yang akan
menghadapi ujian.
“Karena kita tidak bisa membantu dalam belajar, maka kita membantu dengan doa.
Semoga dengan doa adik-adik ini, temen-temen yang akan UAN diberi kemudahan dalam
mengerjakan dan lulus dengan nilai yang bagus khususnya temen-temen yang bergabung
di yasinan tersebut,” kata salah satu pengurus yasinan, Nur Arofah.
Acara ini diadakan tiap tahun menjelang Ujian Nasional. Untuk kali ini yang ada 3 anak
SD, 3 Anak SMP/ MTsN,3 SMA. Acara ini diikuti sekitar 65 anak laki laki dan perempuan.
Dimulai sehabis mahrib hingga pukul 21.00 dipimpin Ustad Fuad Fauzi dilanjutkan
dengan nonton bareng sebuah film yang bisa memberikan motivasi kepada anak-anak
untuk terus berusaha sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai. (*)