Anda di halaman 1dari 9

Rancangan Acak Kelompok

Rancangan Acak Kelompok adalah suatu rancangan yang dilakukan dengan mengelompokan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan menentukan perlakuan secara acak didalam masing-masing kelompok. Rancangan paling sederhana yang sesuai untuk

percobaan di lapangan (field experiment). Kondisi di lapangan tidak homogen, selalu mengalami perubahan kondisi (temperatur, air dll.) Kontrol lokal merupakan pengelompokan perlakuan secara lengkap sebagai kelompok atau blok tertentu seperti areal tanah, laut, yang kondisinya berbeda untuk tujuan percobaan. Kondisi yang dapat dianggap sebagai kelompok antara lain: - Areal lahan (daratan, perairan, laut) - waktu pengamatan (siang, malam) - alat percobaan (mesin berbeda merek dll) - tenaga kerja (wanita , anak, tenaga terlatih, kurang pengalaman dll.) - dsb. Tujuan Pengelompokan adalah untuk membuat keragaman satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin. Tingkat ketepatannya biasanya menurun dengan bertambahnya satuan percobaan (ukuran satuan percobaan) per kelompok, sehingga sebisa mungkin buatlah ukuran kelompok sekecil mungkin. Ciri-ciri Rancangan Acak Lengkap : a. Terdapat dua sumver keragaman yaitu perlakuan dan kelompok (termasuk galat). b. c. Keragaman respon disebabkan oleh perlakuan, kelompok dan galat. Syarat pengelompokan adalah keragaman (variasi) dalam kelompok lebih kecil daripada variasi kelompok. Apabila pengelompokan tidak baik maka sama saja melakukan percobaan dengan RAL.

Penempatan Perlakuan : Tentukan kelompok-kelompok dengan dasar pengelompokan seperti diatas.

Bagilah setiap kelompok menjadi unit-unit sebanyak jumlah perlakuan yang dicobakan. Beri nomor urut atau indikator lain misalnya huruf dari setiap perlakuan Tempatkan secara acak semua perlakuan dalam satu kelompok. Penempatan perlakuan dilakukan secara acak dalam setiap kelompok. Penempatan perlakuan melalui bilangan acak

Keuntungan RAK a. Lebih efisien dan akurat dibanding RAL Pengelompokan yang efektif akan menurunkan jumlah kuadrat galat sehingga akan meningkatkan tingkat ketepatan atau mengurangi jumlah ulangan. b. c. Lebih fleksibel Penarikan kesimpulan lebih luas karena kita bias juga melihat perbedaan diantara kelompok. Kerugian RAK a. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis b. Interaksi antara kelompok*perlakuan sangat sulit c. Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok d. Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen) e. Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan percobaan untuk suksesnya pengelompokan f. Jika ada yang hilang memerlukan perhotungan yang lebih rumit

Model Linier RAK Yij = + i + j + ij

Yij = nilai pengamatan perlakuan ke-i dan ulangan/blok ke-j = rata-rata umum / mean populasi i = pengaruh kelompok/blok ke -i j = pengaruh perlakuan ke-j ij = komponen acak

Randomisasi dan bagan percobaan: Perambangan dilakukan lengkap per kelompok; perambangan dilakukan sebanyak t perlakuan pada k kelompok. Contoh bagan percobaan RAK dengan t = 5 dan k = 4.
k
1

t1 t5 t3 t2 t4

t5 t1 t3 t4 t2

t3 t5 t4 t2 t1

t2 t5 t1 t3 t4

Penataan dan analisis data Perlakuan Kelompok

Jumlah k Yk1 Yk2 Ykj Ykt TK k (TP) TP 1 TP 2 TP j

Rerata (yP)

1 1 2 j T Jumlah (TK) Y1t TK 1 Y11 Y12 Y1j

2 Y21 Y22 Y2j Y2t TK 2

i Yi1 Yi2 Yij Yit TK i

TP t T ij (y ij)

Dihitung:

(1) Faktor koreksi (FK) = nilai untuk mengoreksi () dari ragam data () sehingga dalam sidik ragam nilai = 0.
2

FK = (T ) / (kx t)
ij

(2) JK (3) JK (4) JK (5) JK

total

= T ( Y ) FK = { ( Y ) + ( Y ) . + ( Y ) + ( Y ) } FK
ij

kelompok

= (TK ) / t - FK = { (TK ) + . + (TK ) } / t FK


1 k

10

11

ij 2

rt

perlakuan Galat

= { (TP ) / k } FK = {(TP ) + (TP ) + . + (TP ) } / k FK


j 2 2 t total

= JK

- JK

kelompok

- JK

perlakuan

Analisis Keragaman (Sidik Ragam) = analysis of variance Uji menurut distribusi F untuk menguji pengaruh faktor perlakuan terhadap keragaman hasil percobaan. Secara umum uji F ini adalah: H : = dan K = H : dan K ; dengan kaidah keputusan :
1 0

hitung

= (Sk) / (S) = KT kelompok / KT galat dan (S) / (S) = KT perlakuan / KT galat


2 2 2 2

Di mana; (Sk) = ragam data akibat kelompok; (S) = akibat perlakuan dan (S) = akibat nonperlakuan atau kuadrat tengah galat. Jika F-hitung F(db. kelompok, db. galat) maka terima Ho (Tidak
2

ada perbedaan antar kelompok) Jika F-hitung > F(db. kelompok, db. galat) maka tolak Ho atau terima H1. Sumber Derajat Jumlah Kuadrat JKK JKP JKG Kuadrat Tengah
(JKK) / v (JKP) / v
1

F Hitung

F Tabel*) 5% 1%

Keragaman Bebas Kelompok Perlakuan Galat


v =k1
1 2 3 1

KTK/KTG KTP/KTG

(v v )
1, 3 2, 3

v = (t-1) v = (v
t

2 3

(v v )

(JKG) / v

v v )
2

Total

kt 1 = v

JKT

KT kelompok = (JK kelompok) / v

1 2

KT perlakuan = (JK perlakuan) / v KT galat = (JK galat) / v


1 3

Di mana: v = k 1 = derajat bebas kelompok; v = (t 1) = derajat bebas perlakuan.


2

Efesiensi Pengelompokan Relatif efisiensi dari RAK terhadap RAL (r-1)Eb + r (t-1) Ee R.E = --------------------------(rt-1) Ee sedangkan r= banyaknya ulangan t= banyaknya perlakuan Eb=kuadrat tengah kelompok/ulangan Ee=kuadrat tengah galat

Missing Data / Data Hilang r Bo + t To Go X = ---------------------(r-1)(t-1) X = data yang hilang Bo = jumlah nilai pengamatan dari ulangan dimana terdapat data yang hilang To= jumlah nilai pengamatan dari perlakuan dimana terdapat perlakuan yang hilang Go= jumlah seluruh nilai pengamatan r = jumlah ulangan/kelompok t = jumlah perlakuan

Perlakuan/kelompok A 1 2 3 4

JML

Bo

To

Go

TELADAN PENERAPAN Misalkan ada suatu percobaan agronomi yang mengamati pengaruh pemupukan terhadap hasil tanaman yang dilakukann pada kelas tanah yang berbeda. Dalam kasus ini, katakanlah ada empat perlakuan pemupukan (dosis yang berbeda) yang dicobakan pada tiga kelas (kelompok) tanah yang berbeda. Untuk keperluan penelitian, maka dari setiap petak tanah tersebut diamati tiga contoh kuadrat (quadrats). Hasil tanaman diukur dalam satuan tertentu.
Tabel 5.13 Data Pengamatan Hasil (satuan tertentu) Kelas tanah (kelompok) 1 39 A 43 40 Sub total 122 26 B 38 22 Sub-total 86 50 C 37 29 Sub-total Total perlakuan 116 324 Perlakuan 2 57 61 63 181 44 68 40 152 68 65 61 194 527 pemupukan 3 91 82 85 254 92 89 98 279 85 74 80 239 776 4 102 93 97 292 96 90 103 289 117 93 107 317 898 866 2525 806 853 Total kelompok

Dari hasil percobaan diatas dapat dibuat langkah langkah pengujian sebagai berikut : 1. Model Asumsikan bahwa kita hanya berurusan dengan keempat macam dosis pemupukan tersebut, sehingga model yang dihadapi adalah model tetap (model 1) dengan demikian model linier untuk percobaan diatas adalah :

2. Asumsi Asumsi yang dibutuhkan untuk analisais hasil percobaan ini adalah : (untuk modsel tetap). a. Komponen komponen b. Nilai nilai c. Nilai nilai (i=1, 2, 3, 4) (i=1, 2, 3) NI(0, ) bersifat aditif

d. Galat percobaan

e. Galat penarikan contoh 3. Hipotesis Hipotesis yang akan diuji adalah melalui percobaan pemupukan ini adalah; Ho : terhadap hasil tanam ) H1 : minimal ada satu untuk i = 1,2,3,...,4 (artinya minimal , (yang berarti tidak ada pengaruh pemupukan

ada satu perlakuan pemupukan yang mempengaruhi hasil tanam ) 4. Perhitungan Proses perhitungan dapat mengikuti tahap tahap berikut : a. Tentukan derajat bebas (db) untuk setiap sumber keragaman. b. Tentukan jumlah kuadrat (JK). Dengan menggunakan notasi sebagai hasil tanam yang diamati, t sebagai jumlah perlakuan, r sebagai jumlah kelompok kelas tanah, dan s adalah jumlah pengamatan setiap perlakuan pemupukan pada setiap kelas tanah. c. Tentukan kuadrat tengah (KT) melalui pembagian setiap JK dengan db. d. Tentukan nilai Fhitung untuk menguji perlakuan galat percobaan. e. Menyusun tabel analisis ragam 5. Keputusan Karena Fhitung > Ftabel pada taraf nyata 1% maka keputusannya Ho ditolak. 6. Kesimpulan

Minimal ada satu perlakuan dosis pemupukan yang mempengaruhi respon hasil tanam sehingga nilai tengahnya berbeda dengan nilai lain. METODE NONPARAMETRIK UNTUK RAK Dari berbagai uraian diatas terlihat betapa ketatnya asumsi dalam analisis ragam untuk RAK. Asumsi bahwa galat harus berdistribusi normal dan bebas dengan nilai tengah nol dan ragam kadang kadang sulit

dipenuhi. Menghadapi sebaran data yang diragukan kenormalannya, maka perlu dicari teknik teknik analisis yang mampu mengatasi hal ini. Disamping alternatif transformasi data agar mendekati sebaran normal, tetapi metode lain yang tidak tergantung pada asumsi asumsi kenormalan tersebut. Salah satu uji dalam metode nonparametrik yang relevan digunakan untuk menganalisis data hasil percobaan berdasarkan RAK yang tidak membutuhkan asumsi kenormalan data adalah uji Friedman. Uji Friedman didasarkan atas data yang sebelumnya perlu diberikan pangkat (Rank) untuk merespon perlakuan dalam setiap kelompok. Uji Friedman menentukan apakah jumlah rank dari setiap perlakuan berbeda secara nyata. Telah ditunjukkan oleh Friedman (1937) bahwa statistik Friedman (dinotasikan dengan T) kira kira menyebar mengikuti sebaran chi kuadrat dengan derajat bebas t 1, dengan t merupakan banyak perlakuan. Kaidah keputusannya adalah : tolak Ho apabila T > sedangkan T maka Ho diterima.