Anda di halaman 1dari 8

Fraktura Os Radius Ulna

Pendahuluan Fraktura adalah patah atau ruptur kontinuitas struktur dari tulang atau cartilago dengan atau tanpa disertai dislokasio fragmen. Fraktur os radius dan fraktus os ulna adalah trauma yang terjadi pada bagian tungkai depan. Kadang kala sering terjadi fraktur yang terbuka, hal ini sering terjadi karena trauma terjadi pada lapisan jaringan yang tipis dan lembut. Fraktur tulang radius dan tulang ulna sering terjadi pada hewan kucing dan anjing, lokasi fraktur sering terjadi pada bagian tengah dari tulang radus atau pada bagian distal tulang raduis dan ulna atau pada bagian distal atau keduanya. Fraktur

Fraktura os radius ulna Penyebab fraktur secara umum dapat disebabkan menjadi 2, yaitu : penyebab ekstrinsik dan intrinsik. Penyebab ekstinsik juga dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu penyebab fraktur akibat gangguan langsung yaitu berupa trauma yang merupakan penyebab utama terjadinya fraktur, misalnya kecelakaan, tertabrak, jatuh. Penyebab yang lainnya adalah fraktur akibat gangguan tidak langsung seperti perputaran, kompresi. Penyebab fraktur secara intrinsik dapat diakibatkan kontraksi dari otot yang menyebabkan avulsion f raktur, seperti fraktur yang sering terjadi pada hewan yang belum dewasa. Fraktur patologis adalah fraktur yang diakibatkan oleh penyakit sistemik seperti neoplasia, cyste tulang, ricketsia, osteoporosis, hiperparatyroidisme, osteomalasia. Tekanan yang berulang juga dapat menyebabkan fraktura.

Fraktura dapat dibedakan

berdasarkan tipe frakturanya yaitu menurut bentuk

kerusakannya, menurut perpindahan fragmen fraktur, menurut keparahan f raktur, menurut arah patahan, menurut stabilitas fragmen fraktur, menurut lokasi fraktur. Menurut bentuk kerusakannya, fraktur dapat dibedakan menjadi 2 yaitu fraktur komplit dan fraktur inkomplit. Fraktur komplit adalah patah tulang yang menyebabkan tulang menjadi 2 fragmen dan biasaanya disertai dengan displasia dari fragmen tersebut, sedangkan pada fraktur inkomplita biasanya terjadi pada hewan muda dan ditandai denagn sebagian tulang masih menyambung dan jarang terjadi perpindahan tulang. Fraktura menurut perpindahan fragmen fraktur dapat dibagi menjadi 3 yaitu fraktur impact, fraktur distracted, dan fraktur depresi. o Fraktur impact : bagian patahan tulang dapat masuk ke bagian patahan tulang yang lain. o Fraktur distracted : patahan tulang yang memisah jauh karena adanya kontraksi otot. o Fraktur depresi : fragmen fraktur berpindah tempat dan menghasilkan rongga. Fraktur menurut keparahan fraktur dapat dibedakan menjadi 2 yaitu fraktur tertutup atau simpel dan compound atau terbuka. Pada fraktur terturup, tulang tidak akan keluar dan

tidak menusuk otot sedangkan pada fraktur terbuka, tulang akan menusuk otot dan tulang akan terjulur keluar. Fraktur berdasarkan arahan patahannya : o Tranversal : garis fraktur atau patahan tulang tegak lurus dengan sumbu tulang o Obligue : garis fraktur membentuk garis diagonal terhadap sumbu tulang. o Spiral : garis pathan membentuk seperti spiral. o Comminuted : patahan membentuk minimal tiga fragmen fraktur tetapi masih dapat disambungkan. o Multiple : patahan membentuk tiga atau dua fragmen dan terjadi perlukaan pada jaringan lunak sekitar patahan o Avulsion : bagian fragmen fraktur masuk (menusuk) ke dalam otot. Menurut stabilitas fragmen, fraktur yang terjadi dapat dibedakan menjadi : o Stabel fraktur : fragmen fraktur terf iksir setelah mengalami pengurangan kelebihan fraktur o Instable fraktur : fragmen fraktur menjadi tidak stabil setelah mengalami pengurangna fragmen. Menurut lokasi fraktur : o Diaphysial fraktur : fraktur terjadi di tengah medial diaphysis. o Metaphysial fraktur : fraktur metaphysis anatomi dari tulang panjang. o Epiphysial fraktur : fraktur epiphysial yang terjadi pada hewan dewasa. o Condylar fraktur : fraktur condylus baik medial atau lateral atau keduanya. o Articular fraktur : fraktur yang terjadi subchondral tulang dan articular kartilago. Causa Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya fraktura os radius dan ulna diantaranya adalah : Penyebab fraktur berupa trauma yang merupakan penyebab utama terjadinya fraktur, misalnya kecelakaan, tertabrak, jatuh. Penyebab yang lainnya adalah fraktur akibat perputaran, kompresi. Penyebab fraktur secara intrinsik dapat diakibatkan kontraksi dari otot yang menyebabkan avulsion fraktur, seperti fraktur yang sering terjadi pada hewan yang belum dewasa. Penyebab lainnya juga dapat diakibatkan oleh kelainan patologi yaitu Fraktur patologis adalah fraktur yang diakibatkan oleh penyakit sistemik seperti neoplasia, cyste tulang, ricketsia, osteoporosis, hiperparatyroidisme, osteomalasia. Tekanan yang berulang juga dapat menyebabkan fraktura.

Gejala Klinis Gejala klinis yang terjadi pada kasus fraktura pada bagian radius dan ulna seperti o Hewan yang mengalami fraktura pada bagian os radius atau os ulna akan mengalami kepincanagn pada kaki bagiandepan, pasien tidak mau untuk menapakan kaki nya yang fraktur karena akan merasa sakit bila di tapakan, kadang-kadang disertai dengan pincang gerak, karena ada kalanya tulang yang mengalami fraktur akan

merobek otot yang ada di sekitarnya, dengan terdapatnya perobekan pada otot dapat menyebabkan gangguan dalam pergerakan. o Pada bagian yang tulang yang fraktur akan terlihat bengkak, kemerahan, serta hingga bisa mengkibatkan kebengkokan pada daerah yang fraktur. o Bila yang terjadi merupakan fraktur terbuka akan membuat tulang yang fraktur akan tampak ke permukaan. o Bila dilakukan palpasi, tulang yang mengalami fraktur akan terasa ada patahan dan akan terasa adanya gesekan antar tulang dan akan terasa sakit. Teknik Diagnosa Banyak cara untuk mendiagnosa terjadinya fraktur pada bagian radius dan ulna yaitu melalui klinikal persentasi, physical examination findings (temuan pengamatan pisik), radiografi, laboratory findings (temuan laboratorium). Teknik mendiagnosa fraktur os radius dan ulna melalui klinikal persentasi terdiri dari dua bagian yaitu melalui signalement dan history (sejarah penyakit). Pengamatan signalement meliputi umur hewan, ras hewan, jenis kelamin, jenis hewan anjing atau kucing. Pengamatan melalui signalement yang ada adalah salah satu diagnosa yang cukup efektif, karena hewan yang masih muda lebih sering mengalami trauma dibandigkan hewan yang sudah dewasa dan struktur tulang pada hewan muda masih sangat rapuh. Sedangkan pengamatan melalui history atau sejarah penyakit pada hewan cukup efektif juga untuk mendiagnosa terjadinya fraktur pada tulang radius dan ulna, hewan yang mempunyai berat badan yang berlebih dan pernah mengalami fraktur tulang radius atau ulna cendrung akan mengalami fraktura kembali, karena tulang hewan tang sudah pernah mengalami fraktur tidak terlalu kuat untuk menopang berat badan setelah trauma, kadang kala sang pemilik tidak menyadarai hewannya mengalami trauma.

Mendiagnosa fraktur dengan menggunakan pengamatan fisik (Physical examination) pada hewan sangatlah efektif, karena bila terjadi fraktur pada tulang radius dan ulna, hewan akan mengalami abnormalitas pada sistem tubuh yang lain. Perlakuan palpasi pada tungkai yang mengalami trauma akan ditemukan rasa panas pada bagian yang dipalpasi, akan dirasakan krepitasi pada bagian yang mengalami trauma dan hewan akan kesakitan bila dilakukan palpasi pada daerah yang mengalmi trauma. Bila fraktur yang terjadi merupakan fraktur yang terbuka, hewan akan mengalami respon yang abnormal atau gerakan yang abnormal karena hewan tersebut enggan untuk menggerakan tungkai kakinya.

Pengamatan fraktur radius dan ulna dengan menggunakan radiografi adalah teknik diagnosa yag paling efektif karena fraktur yang terjadi akan terlihat dengan sangat jelas baik letak, bentuk dan jmlah patahannya. Pengambilan gambar radiografi dengan sudut pandang craniocaudal dan lateral (baik pandangan proximal dan distal dari sendi) pada pengamatan tulang radius dan ulna akan menghasilkan sudut pandang yang bagus dan jelas. Sebelum

dilakukan pengambilan radiograf i sebaiknya hewan diberikan sedasi, karena hewan yang mengalami fraktur akan glisah pada saat dilaukan penghendelan. Pengamatan fraktur juga bisa dilakukan dengan mengevaluasi hasil laboratorium. Pengamatan laboratorium yang dilakukan seperti evaluasi kimia serum darah dan pengamatan jumlah sel darah bisa digunakan untuk mengevaluasi status hewan. Gambar X-Ray

C Gambar : A. Gambaran X-Ray fraktur os radius pada bagian distal B. Gambaran X-Ray pada tulang radius yang mengalami refraktur C. Gambaran X-Ray dalam usaha perbaikan dengan 2 bone plate

Gambar : Fraktur tulang radius dan ulna bagian proksimal Terapi Teknik Operasi Perawatan medis pada hewan yang mengalami fraktur tulang radius dan tulang ulna adalah obat alalgesik dan ditambahan antibiotik bila terjadi luka terbuka atau fraktur terbuka, perawatan pada fraktur tulang radius dan tulang ulna dapat dilakukan dengan mengguanakan balutan tekan yang tak bergerak. Fiksasi dari tulang yang mengalami fraktur adalah perlakuan yang paling tepat pada kasus fraktur, karena dengan mengfiksasi bagian yang fraktura, akan membuat tulang yang fraktur akan tidak bisa digerakan dan secara normal akan sembuh dengan sendirinya karena ada proses kalsifikasi (terjadi pembentukan kalus).

Gambar :

A. Gambaran ilustrasi fraktur pada os radius dan os ulna B. Gambaran cara pembalutan tekan pada bagian yang fraktur pada os radius dan ulna

Teknik lainnya adalah dengan mengguanakan fiksasi berupa kawat (wire), lempengan platina, dan sekrup. Pada semua teknik tersebut dibutuhkan pembedahan atau operasi. Keputusan untuk melakukan teknik bedah pada fratur terbuka fraktura atau yang tertutup adalah dengan melihat keparahan fraktur yang terjadi. Perlakuan bedah dilakukan pada kasus fraktur yang simpel sampai yang sedang, dengan memiliki patahan atau serpihan yang besar-besar bisa dilakukan perbaikan untuk membuat tulang menjadi seperti semula, teknik operasinya bisa dilakukan dengan teknok internal fixation, external skeletal fixation atau kombinasi dari keduanya. Teknik dengan menggunakan plate fiksasi adalah teknik fiksasi pada tulang yang fraktur dengan menggunakan plate platian yang ditempelkan pada tulang dengan mngguankan baut yang akan berfungsi sebagai fiksator.

Gambar : Contoh gambaran dari teknik operasi dengan platina Gambar : Teknik menstabilakan tulang yang patah dengan menggunakan plate cara external
yang ditanamkan pada tulang dengan menggunakan baut. Perawatan postoperasi Perawatan postoperasi yang harus dilakukan adalah : o Letakan hewan yang sakit pada alas yang lembut dan empuk dan dilakukan pembalutan tekan selama 3-10 hari untuk menyerap pembengkakan setelah operasi o Dilakukan evaluasi rutin pada fraktur dengan mengguanakan gambaran radiografi setiap 3-4 minggu sampai fraktura mengalami persembuhan o Tahan semua aktivitas sampai fraktur sembuh

fixation

Gambar : Contoh gambaran orentasi dalam mengoperasi bagian tungkai depan untuk mencapai tulang radius dan ulna.