Anda di halaman 1dari 13

KEDOKTERAN KELUARGA PENDAHULUAN o Untuk mewujudkan keadaan sehat maka perlu tersedianya pelayanan kesehatan yg tercapai, terjangkau, berkesinambungan,

menyeluruh, terpadu, dan bermutu. o Pelayanan kesehatan yg tu ditujukan untuk meningkatkan kesehatan (promotive) dan mencegah penyakit (preventive) disebut pelayanan kesehatan masyarakat. o Pelayanan kedokteran keluarga adalah pelayanan kedokteran yg menyeluruh yg memusatkan pelayanannya kpd keluarga sbg suatu unit, dimana tanggung jawab dokter terhadap pelayanan kes tidak dibatasi oleh gol umur atau jenis kelamin pasien, juga tidak oleh organ tubuh atau jenis penyakit tertentu saja (The American Academy of Family Physician, 1969). o Pelaksana pelayanan dokter keluarga adalah dokter keluarga. Definisi dokter keluarga adalah dokter yg dapat memberikan pelayanan kes yg berorientasi komunitas dengan titik berat kpd keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sbg individu yg sakit, tetapi sbg bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif, tapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (IDI, 1982). o Karakteristik pelayanan kedokteran keluarga menurut IDI adalah pelayanan yg dapat melayani penderita sbg anggota keluarga dan masyarakat dgn memberikan pelayanan secara mennyeluruh, lengkap, dan sempurna, serta mengutamakan pelayanan guna meningkatkan kes seoptimal mungkin sesuai kebutuhan sbg pelayanan kes tingkat I dan bertanggung jawab pada tingkat lanjutan. o Seorang Dokter Keluarga Harus Memiliki 5 Kompetensi Utama (Five Stars Doctor) : 1. Care Provider Dokter keluarga sbg pelaksana dari pelayanan kedokteran komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan pada pelayanan kedokteran tingkat pertama, sbg penapis menuju pada pelayanan kedokteran tingkat kedua, juga sbg bagian dari keluarga. 2. Decision Maker Dokter keluarga sbg pengambil keputusan atau penentu pada setiap tindakan kedokteran, dengan memperhatikan semua kondisi yg ikut mempengaruhinya. 3. Community Leader Dokter keluarga dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah yg berkaitan dengan kemasyarakatan, utamanya masalah kesehatan dan kedokteran keluarga. Selain itu jg sbg pemantau, penelaah masalah kes dan kedokteran keluarga. 4. Communicator Dokter keluarga sbg pendidik masyarakat, penyuluh kes, teman, mediator ataupun sbg penasihat keluarga dalama banyak hal dan masalah yg berkaitan dengan gizi, NAPZA, KB, Seks, HIV/ AIDS, stress, kebersihan, PHBS, Olahraga, Olah jiwa, kesehatan lingkungan. 5. Manager Dokter keluarga berkemampuan untuk berkolaborasi dalam kemitraan, dalam masalah penanganan kesehatan dan kedokteran keluarga. o Pengertian Ilmu Kedokteran Keluarga adalah Ilmu yg mencakup seluruh spectrum ilmu kedokteran yg orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yg berkesinambungan dan menyeluruh kpd satu kesatuan individu, keluarga, dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya (PB IDI, 1983).

HUBUNGAN DOKTER-PASIEN Hub dokter-pasien tidak sama dgn hub antar pelbagai warga masyarakat lainnya. Hub dokter-pasien terjadi krn adanya tanggung jawab dan kewajiban profesi dokter terhadap pasien yg bersifat terus-menerus dan berkesinambungan. Hub dokter-pasien mempunyai beberapa karakteristik khusus, antara lain : Dasar Utama terbentuknya adalah tanggung jawab dan kewajiban profesi. 1. Tidak terbatas hanya bidang kesehatan, mencakup hampir semua aspek hidup dan kehidupan pasien. 2. Peran dokter tidak hanya tunggal, melainkan majemuk, sbg ahli kesehatan, guru, konselor, dan teman. 3. Hubungan bisa berlangsung dalam jangka waktu lama dan mencakup banyak anggota keluarga, oleh karena itu dokter memiliki pengetahuan yg cukup lengkap ttg keadaan keluarga serta dinamika hub antar anggota keluarga yg menjadi pasiennya. Apabila hub dokter-pasien yg baik dapat diwujudkan, serta dibina secara berkesinambungan, maka akan diperoleh banyak manfaat. Manfaat yg dapat diperoleh adalah : 1. Dapat mengenal pasien selengkapnya, shg penatalaksanaan dapat dilakukan sebaik-baiknya. 2. Dapat menjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran secara terus-menerus & berkesinambungan. 3. Dapat mempermudah penatalaksanaan masalah kesehatan yg dihadapi pasien. 4. Dapat diatur penggunaan berbagai sumber kesehatan yg dimiliki dan atau yg dibutuhkan keluarga secara lebih defektif dan efisien. 5. Dapat memperkecil kesalahpahaman atau konflik antara dokter-pasien. Sesungguhnya dengan hub dokter-pasien yg baik mempunyai peranan yg amat besar dalam menjamin keberhasilan pelayanan kesehatan. Beberapa faktor yg mempengaruhi hub dokter-pasien, diantaranya adalah : 1. Perkembangan spesialis dan sub-spesialis 2. Penggunaan berbagai alat kedokteran canggih 3. Campur tangan pihak ketiga 4. Sikap dan perilaku dokter 5. Sikap dan perilaku pasien 6. Keterampilan dan reputasi dokter Suatu hub dokter-pasien akan berlangsung dengan baik apabila dilandaskan rasa saling percaya, keinginan pasien untk sembuh, juga perlu diperhatikan hak dan kewajiban pasien dan dokter, melalui komunikasi efektif. Pasien mengharapkan seorang dokter yg mampu : 1. Mengobati pasien dengan cara mutakhir, teliti dan terampil. 2. Mendengarkan, menghormati pendapat pasien, berlaku santun dan penuh pertimbangan, berkomunikasi dengan baik, memberikan nasihat tanpa menggurui. 3. Menyimpan rahasia, bersifat jujur dan punya integrasi, tetap memberikan asuhan walaupun ilmu kedokteran tidak berhasil lagi. 4. Mempertahankan hubungan luwes shg pasien mendapat penjelasan lengkap dan dilibatkan dalam keputusan ttg asuhan. Pasien dan dokter memiliki hak & kewajiban yg harus dilaksanakan.

Hak2 pasien adalah : Hak mendapatkan informasi Hak Akses Hak untuk mendapatkan pelayanan Hak memilih

Hak keamanan atau keselamatan Hak kerahasiaan Hak Privasi Hak martabat

Hak untuk diperlakukan secara manusiawi (dihargai dan diperhatikan) Hak kenyamanan Hak kesinambungan Hak berpendapat

Kewajiban Pasien : 1. Memberikan keterangan yg benar 2. mentaati kesehatan 3. memberi imbalan jasa 4. berterus terang 5. menyimpan rahasia pribadi dokter yg diketahui Hak-hak Dokter adalah : 1. Menolak bekerja diluar standar pelayanan medik 2. Menolak tindakan yg bertentangan dengan kode etik 3. mengakhiri hubungan professional dengan pasien 4. Mendapatkan kehidupan pribadi 5. memperoleh imbalan jasa 6. menolak memberikan keterangan mengenai pasien Kewajiban Dokter adalah : 1. Bekerja sesuai standar profesi 2. Memberikan informed consent 3. Menolong pasien dalam keadaan gawat darurat Pemahaman dokter yg lengkap ttg keadaan pasien, dipandang mempunyai peranan yg cukup penting. Pemahaman yg dimaksud disini mencakup bidang yg amat luas sekali, paling tidak mencakup 4 hal, antara lain adalah : 1. Kepribadian Pasien Pemahaman pertama ttg pasien yg perlu dilakukan adalah yg menyangkut kepribadian pasien, terutama dalam menghadapi masalah kesehatan yg dialaminya. Koh (1998) membedakan tipe kepribadian pasien dalam bbrp kelompok, yaitu : a) Suka menuntut Ingin dilayani pertama, serta perhatian yg prima, apabila menurut pasien tidak terpenuhi akan muncul dalam bentuk marah. b) Tertutup Enggan mengemukakan perasaan dan krnya dpt sgt tergantung dari keputusan dokter. c) Emosional Suka mendramatisir penyakit yg dideritanya, apabila diabaikan dpt emosional. d) Sakit Berat Kedatangannya ke tmpt praktek mirip pasien sakit berat, sebagian memang sesuai, tetapi sebagian lainnya hanya imajinasi saja. e) Sinis

Rasa khawatir dan curiga terhadap setiap tindakan kedokteran yg akan dilakukan terhadapnya. f) Merasa Orang Penting Kedatangannya ke tempat praktek seperti org penting dan karenanya sering mengabaikan tatakrama dan ataupun administrasi pelayanan. g) Royal Kedatangannya ke tempat praktek dgn sikap semuanya dapat diatur dengan uang. h) Menggerutu Suka menggerutu serta selalu merasa tidak puas terhadap setiap pelayanan yg diberikan kepadanya. i) Merasa Pintar Merasa serba tahu ttg penyakit dan ataupun pengobatan. Sebagian diantaranya, karena pengalaman ttg penyakit, mungkin memang demikian, tetapi sebagian lagi tidaklah demikian. j) Menjauhi Diri Sukar membina kontak pribadi. k) Labil Tidak pernah mantap dengan satu pendirian. l) Bingung Dapat karena keadaan sesungguhnya, misalnya karena usia lanjut atau krn alasan lain diluar kesehatan. 2. Maksud Kedatangan Pasien ke Tempat Praktek Pemahaman ini menyangkut maksud kedatangan pasien ke tempat praktek, menurut Mc Whinney (1981) dibedakan menjadi 5 macam, yaitu : a) Limit of tolerance krn menderita penyakit dan rasa sakit yg telah melampaui batas toleransi. b) Limit of anxiety krn mengalami rasa khawatir yg telah tidak dapat ditahan lagi. c) Signal behavior krn mengalami suatu masalah dalam kehidupan yg diinterpretasikan sbg gangguan kesehatan. d) Administrative Misalnya membutuhkan surat keterangan sehat e) Preventive misalnya pelayanan imunisasi 3. Kebutuhan Kesehatan Pasien Koh (1988) membedakan kebutuhan kesehatan pasien atas : a) Untuk dimengerti hanya sekedar untuk dimengerti atas segala sikap dan pelaku yg diperbuatnya. b) Menyalurkan perasaan hanya untuk mencurahkan perasaan hatinya saja. c) Mengubah situasi hanya sekedar ingin mengubah situasi yg dialami sehari-hari. d) Kembali bekerja

pasien memang menderita penyakit, maksud kedatangannya bukan untuk menyembuhkan penyakit, tetapi agar segera dapar kembali bekerja. e) Menghilangkan gejala hanya sejedar menghilangkan gejala yg diderita. f) Memperoleh Pengobatan Khusus benar2 sakit dan membutuhkan pertolongan. 4. Sikap & Perilaku Pasien di ruang praktek : a) Ekspektasi berlebihan b) Manipulatif : untuk kepentingan lain diluar kesehatan c) Tidak memerlukan pertolongan kesehatan d) Ketergantungan berlebihan e) Beringas dan temperamental Meskipun terwujudnya hubungan dokter-pasien yg baik, sangat dianjurkan bukan berarti dalam hubungan dokter-pasien yg baik tersebut tidak ditemukan masalah. Ada 2 masalah yg mungkin terjadi dalam hubungan dokter-pasien yg sangat baik, adalah : 1. Ketergantungan yg berlebihan 2. Kunjungan yg berlebihan PELAYANAN KEDOKTERAN KELUARGA Pengertian Pelayanan Kedokteran Keluarga adalah pelayanan kesehatan atau asuhan medis yg didukung oleh pengetahuan kedokteran terkini secara menyeluruh, paripurna, terpadu, dan berkesinambungan untuk semua keluhan dan Pengguna Jasa Pelayanan Kesehatan (PJPK) / pasien sbg komponen dari keluarganya dengan tidak memandang umur, jenis kelamin, dan sesuai dengan kemampuan sosialnya, merujuk bila tidak mampu (FK UI, 1996). Dimana ruang lingkup pelayanan kedokteran keluarga adalah meliputi semua keluhan dari semua sistem tubuh, semua umur, semua jenis kelamin, semua aspek (fisik, mental psikologikal, sosial), dan semua bentuk pelayanan (promotif, preventif, deteksi dini, kuratif, rehabilitatif) yg bersifat manusiawi (memperhatikan kemampuan sosial) serta pelayanan strata pertama dan merujuk bila tidak mampu. Karakteristik dari pelayanan kedokteran keluarga (IDI, 1982) adalah : 1. Penderita dilayani sbg anggota keluarga dan masyarakat 2. Memberikan pelayanan secara menyeluruh, lengkap, dan sempurna 3. Mengutamakan pelayanan guna meningkatkan kesehatan seoptimal mungkin 4. Sesuai kebutuhan 5. Menyediakan diri sbg pelayanan kesehatan tingkat I dan bertanggung jawab pada tingkat lanjutan. Semua pelayanan yg dilakukan dokter keluarga, mempunyai tujuan umum terwujudnya keadaan sehat bagi seluruh anggota keluarga, sedangkan tujuan khusus adalah terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yg lebih efektif dan efisien. Manfaat pelayanan dokter keluarga (Cambridge Research Institute, 1976) adalah : 1. Penanganan kasus penyakit sbg manusia seutuhnya. 2. Diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin kesinambungan pelayanan. 3. Pengaturan kebutuhan spesialis lebih terarah 4. Diselenggarakan pelayanan kesehatan terpadu 5. Keteranga keluarga, kesehatan dan sosial dpt dimanfaatkan. 6. Dihitung berbagai faktor yg dapat menimbulkan penyakit.

7. Meringankan biaya kesehatan 8. Dicegah pemakaian berbagai alat kedokteran canggih. Fungsi Dokter Keluarga adalah sbg : 1. Pelaksana pelayanan kesehatan komprehensif, berkesinambungan pada tingkat primer. 2. Penapisan pelayanan spesialistis 3. Pendidik, penyuluh, teman, mediator, penasehat bagi anggota keluarga yg bermasalah. 4. Pemilihan alternative pemecahan masalah individu dan keluarga yg aman, efisien, efektif. 5. Menyelesaikan masalah keluarga dengan memanfaatkan sumber yg dipunyai keluarga. 6. Peneliti dalam bidang kedokteran keluarga dalam upaya peningkatan mutu dan akses akseptibilitas pelayanan. Berdasarkan semua hal tsb diatas, maka wewenang dokter keluarga adalah : 1. Melakukan pelayanan rawat jalan medis. 2. melakukan pelayanan rawat jalan kesehatan reproduksi 3. Pelayanan melakukan tindakan prabedah, bedah minor, perawatan pasca bedah di unit pelayanan kesehatan tingkat primer. 4. Mengatasi keadaan gawat darurat tingkat awal. 5. Melakukan perawatan sementara 6. Memberikan surat keterangan medis 7. Mengambil keputusan yg tepat untuk rujukan / konsultasi. 8. Memberikan masukan untuk pelayanan tingkat lanjut 9. Memberikan masukan untuk rawat inap 10. Melakukan perawatan di rumah sesuai dengan kehendak pengguna jasa pelayanan. PENGERTIAN KELUARGA Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yg terdiri dari suami, isteri, atau suami-istri dan anaknya atau ayah dengan anaknya atau ibu dengan anaknya (UU No.10/ 1992). Sedangkan menurut Friedman (1981) keluarga adalah kumpulan 2 atau lebih manusia yg satu sama lain saling terlibat secara emosional, serta bertempat tinggal dalam suatu daerah yg berdekatan. Fungsi keluarga banyak macamnya, menurut Peraturan Pemerintah N0.21 tahun 1994 dibedakan menjadi 8 fungsi, yaitu : 1) Fungsi Keagamaan o Fx keluarga sbg wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi insan yg taqwa kpd Tuhan YME. 2) Fungsi Budaya o Fx keluarga dalam memberikan kesempatan kpd keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yg beraneka ragam dalam satu kesatuan. 3) Fungsi Kecintaan o Fx keluarga dalam memberikan landasan yg kokoh terhadap hubungan anak dgn anak, suami dgn isteri, ortu dgn anak-anaknya, serta hub kekerabatan antar generasi, shg keluarga menjadi wahana utama bersemainya kehidupan yg penuh cinta lahir & batin. 4) Fungsi Melindungi o Fx keluarga untuk menumbuhkan rasa aman dan kehangatan bagi segenap anggota keluarga. 5) Fungsi Reproduksi

o Fx keluarga yg merupakan mekanisme untuk melanjutkan keturunan. 6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan o Fx keluarga yg memberi peran kpd keluarga untuk mendidik keturunan agar bisa melakukan penyesuaian dgn kehidupannya di masa depan. 7) Fungsi Ekonomi o Fx keluarga sbg unsur pendukung kemandirian dan ketahanan keluarga. 8) Fungsi Pelestarian Lingkungan o Fx keluarga yg memberikan kemampuan kpd setiap keluarga dapat menempatkan diri secara serasi, selaras, dan seimbang sesuai dgn daya dukung alam dan lingkungan yg berubah secara dinamis. Tergantung dari tingkat kesejahteraan yg berhasil dicapai oleh suatu keluarga, tahapan keluarga sejahtera di Indonesia dibedakan atas 5 tingkat (BKKBN, 1995), yaitu : 1) Keluarga Prasejahtera o Belum dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal (sandang, pangan, papan, kesehatan, agama, KB) 2) Keluarga Sejahtera Tahap I o Belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologis (pendidikan, transportasi, interaksi dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal) 3) Keluarga Sejahtera Tahap II o Belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan pengembangannya (menabung dan informasi) 4) Keluarga Sejahtera Tahap III o Belum dapat memberikan sumbangan secara teratur kepada masyarakat sekitar 5) Keluarga Sejahtera Tahap III Plus o Dapat memenuhi seluruh kebutuhannya serta memiliki kepedulian dan kesertaan yg tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekitar. Menurut Goldenberg (1980), keluarga dibedakan menjadi 9 macam bentuk, yaitu : 1) Keluarga Inti o Keluarga yg terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung. 2) Keluarga Besar/ extended family o Keluarga yg disamping terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung, juga terdiri dari sanak saudara lainnya yg dapat berasal dari pihak suami atau istri. 3) Keluarga Campuran o Keluarga yg terdiri dr suami, istri, dan anak-anak kandung, serta anak-anak tiri. 4) Keluarga menurut hukum umum o Keluarga yg terdiri dari pria & wanita yg tidak terikat dalam perkawinan sah, serta anakanak mereka yg tinggal bersama. 5) Keluarga orang tua tunggal o Keluarga yg terdiri dari pria atau wanita, mungkin krn telah bercerai, berpisah, ditinggal mati atau mungkin pernah menikah, serta anak-anak mereka yg tinggal bersama. 6) Keluarga Hidup bersama o Keluarga yg terdiri dr pria dan wanita dan anak-anak mereka yg tinggal bersama, berbagi hak dan tanggung jawab, serta memiliki kekayaan bersama. 7) Keluarga Serial

o Keluarga yg terdiri dari pria atau wanita yg telah menikah dan mungkin telah memiliki anak, tetapi kemudian bercerai dan masing2 menikah lagi serta memiliki anak-anak dengan pasangan masing-masing, tetapi semuanya menganggap sbg satu keluarga. 8) Keluarga Gabungan o Keluarga yg terdiri dari suami dgn beberapa istri dan anak-anaknya (poliandri) atau istri dengan beberapa suami dan anak-anaknya (poligini) yg hidup bersama. ??? 9) Keluarga Tinggal Bersama o Keluarga yg terdiri dari pria atau wanita yg hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yg sah. Sedangkan Sussman (1970) membedakan atas 2 bentuk, yaitu : 1) Keluarga Tradisional o Keluarga inti o Keluarga ortu tunggal o Keluarga org dewasa bujangan o Keluarga tiga generasi o Keluarga karier kedua o Keluarga pasangan umur pertengahan 2) Keluarga Non-tradisional o Keluarga Hidup Bersama o Keluarga Ortu tidak kawin dengan anak o Keluarga Pasangan tidak kawin dengan anak o Keluarga pasangan tinggal bersama o Keluarga Homoseksual Siklus Kehidupan keluarga dipandang penting dalam rangka mempertajam permasalahan yg dihadapi dan ataupun cara penyelesaian masalah kesehatan yg ditemukan pada para anggota keluarga. Siklus kehidupan terdiri dari beberapa tahap (Duvall, 1967), yaitu : 1) Tahap awal perkawinan 2) Tahap keluarga dengan bayi 3) Tahap keluarga dengan anak pra-sekolah 4) Tahap keluarga dengan anak usia sekolah 5) Tahap keluarga dengan anak usia remaja 6) Tahap keluarga dengan anak-anak yg meninggalkan keluarga 7) Tahap orang tua usia menengah 8) tahap orang tua jompo Pemahaman ttg fungsi, bentuk, siklus keluarga mempunyai peranan yg amat penting dalam turut mensukseskan pelayanan kedokteran keluarga. Sesungguhnyalah peranan keluarga dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan setiap anggota keluarga dan atau kesehatan masyarakat secara keseluruhan, serta dalam menjamin keberhasilan pelayanan kesehatan keluarga dan atau pelayanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan amat penting sekali. Secara keseluruhan keadaan keluarga mempunyai pengaruh amat besar terhadap kesehatan setiap anggota keluarga. Pengaruh tsb dapat dilihat paling tidak pada 5 hal berikut (Mc Whinney, 1981) : 1) Penyakit keturunan 2) Perkembangan bayi dan anak 3) Penyebaran penyakit 4) Pola penyakit dan kematian

5) Proses penyembuhan penyakit Disamping ditemukan pengaruh keluarga dalam kesehatan, ditemukan pula pengaruh kesehatan terhadap keluarga, sbg contoh, apabila kesehatan reproduksi terganggu, maka bentuk, fungsi, dan siklus kehidupan keluarga akan terganggu juga.

KONSULTASI DAN RUJUKAN Konsultasi tidaklah sama dengan rujukan. Konsultasi menunjuk pada upaya meminta bantuan professional penanganan suatu kasus penyakit yg sedang ditangani oleh seorang dokter kpd dokter lainnya yg lebih ahli. Sedangkan Rujukan menunjukkan pada upaya melimpahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan suatu kasus penyakit yg sedang ditangani oleh seorang dokter kpd dokter lain yg sesuai. Rujukan adalah sistem yg dikelola secara strategis, proaktif, pragmatis dan koordinatif untuk mejamin pemerataan YANKES yg paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yg membutuhkan, agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan YANKES di wilayah mereka berada. Jenis rujukan di Indonesia dibedakan atas : 1. Rujukan Medis Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yg dilakukan pada rujukan medis adalah untuk masalah kedokteran, dengan tujuan utama adalah untuk menyembuhkan penyakit dan atau memulihkan status kesehatan pasien. yang termasuk dalam rujukan medis adalah : a. Rujukan pasien b. Rujukan ilmu pengetahuan c. Rujukan Bahan Pemeriksaan lab/ spesimen 2. Rujukan Kesehatan Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yg dilakukan pada rujukan kesehatan adalah untuk masalah kesehatan masy, dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ataupun mencegah penyakit yg ada di masy. yg termasuk dalam rujukan kesehatan adalah ; a. Rujukan tenaga b. Rujukan sarana c. Rujukan operasional Konsultasi & Rujukan diperlukan karena : 1. Adanya perkembangan iptek dan kedokteran 2. Adanya perkembangan kebutuhan dan tuntutan kesehatan 3. Keterbatasan dokter keluarga 4. Bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan & keterampilan dokter 5. Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan pasien PEMBINAAN KELUARGA Pembinaan keluarga adalah salah satu kegiatan dalam praktek dokter keluarga yg merupakan bagian dari pelayanan kedokteran keluarga. Tujuan dari pembinaan keluarga adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien dan keluarganya dan meningkatkan partisipasi pasien dan keluarga dalam penatalaksanaan dengan cara mempelajari sistem keluarga dan lingkungannya.

Sasaran pembinaan keluarga adalah : 1. Pasien yg datang, mempunyai masalah klinis, mental dan sosial yg kompleks yg tidak dapat diselesaikan secara perorangan namun membutuhkan pastisipasi keluarga. 2. Pasien yg datang untuk medical check up dan ditemukan masalah kesehatan, namun keterbatasan untuk mengatasinya. 3. Pasien dan keluarga yg telah mampu, namun masih diperlukan usaha pengayoman untuk menciptakan pastisipasi penuh keluarga dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Langkah langkah yg dilakukan dalam pembinaan keluarga adalah : 1. Mempelajari masalah kesehatan pasien yg telah terekam pada ruang praktek. 2. Mempelajari kembali kepustakaan yg berhubungan dengan masalah kesehatan yg ada. Mendapatkan persetujuan pasien/ keluarga untuk diselenggarakannya pelayanan pembinaan keluarga. 3. Mengunjungi rumah untuk : Mengumpulkan data demografis dan karakteristik keluarga, mengidentifikasi fungsi2 keluarga. Memahami masalah penyakit, kesehatan dan gizi keluarga, riwayat penyakit keluarga dan genogram. Mengamati gaya hidup keluarga dalam bidang kesehatan dan pola mendapatkan pelayanan kesehatan. Menyimpulkan tingkat pemahaman keluarga pada saat itu. Melakukan intervensi berdasarkan fakta yg ditemukan Merencanakan kunjungan rumah berikutnya Menganalisa kembali hasil pengamatan dan intervensi yg diberikan dalam kunjungan. Mendiskusikannya atau berkonsultasi dengan rekan sejawat bila dianggap perlu. Menyelenggarakan intervensi kembali sesuai dengan hasil analisa dan diskusi, sekaligus menindaklanjuti hasil intervensi terdahulu. Menilai tingkat pemahaman pasien dan keluarganya dalam rangkaian penatalaksanaan yg telah disepakati bersama. Merencanakan pembinaan selanjutnya, apakah dilanjutkan dengan kunjungan rumah atau dapat dilanjutkan di ruang praktek.

PELAYANAN KONSELING o Salah satu masalah pokok yg sering dihadapi dokter keluarga pada waktu menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga adalah ketergantungan pasien atau keluarga yg berlebihan kpd dokter keluarga. o Untuk dapat memandirikan pasien serta keluarganya dalam mengambil keputusan tsb perlulah tingkat pemahaman pasien thdp dirinya serta thdp masalah kesehatan yg sedang dihadapi. o Untuk kemudian dgn pemahaman tsb pasien diharapkan dapat memutuskan sendiri hal terbaik ttg masalah yg sedang dihadapinya. o Upaya yg bermaksud memandirikan px dalam mengambil keputusan yg terbaik bagi dirinya sendiri dikenal dengan pelayanan konseling. o Pelayanan konseling adalah suatu komunikasi tatap muka untuk membantu penderita menetapkan pilihan atas dasar pemahaman yg lengkap ttg dirinya serta masalah kesehatan yg sedang dihadapi secara mandiri (AVCS, 1995).

o Konseling membutuhkan hubungan dokter pasien yg baik, komunikasi efektif dan berkualitas, dan hubungan yg setara dalam berbagai fakta dan perasaan. o Manfaat dari konseling adalah untuk : 1. Memberikan dukungan sosial dan psikologis bagi pasien 2. Membantu pasien menghadapi masalah yg berkaitan dengan kesehatannya 3. Mencegah hal yg tidak diharapkan, dgn membantu pasien mengubah perilaku dan menerima tanggung jawab atas dirinya sendiri. o Konseling dapat diberikan saat orang yg datang untuk pemeriksaan dan pengobatan dan atau yg dirawat di RS, saat memerlukan dukungan dan bantuan (suami/istri, keluarga, teman), atau saat mencari informasi (pasangan yg akan menikah, dll). PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK (INFORMED CONSENT) Dlm pelayanan kedokteran, pelaksanaan suatu tindakan medis harus disetujui dahulu oleh pasien disebut dengan persetujuan tindakan medik (informed consent). Pentingnya pemahaman ttg persetujuan tindakan medik ini makin bertambah jelas, jika diketahui bahwa pada saat ini sebagai akibat dari makin baiknya kesadaran hukum masyarakat. Untuk dapat terhindar dari gugatan hukum ini, tidak ada hal lain yg dapat dilakukan, kecuali melakukan setiap tindakan medik yg sesuai dengan persyaratan persetujuan tindakan medik. Menurut PERMENKES No. 585/1989, informed consent adalah persetujuan yg diperoleh dari pasien setelah pasien yg bersangkutan mendapatkan penjelasan yg lengkap ttg tindakan medik yg akan dilakukan. Dengan adanya informed consent tsb dapatlah dihindari perbuatan yg memaksakan kehendak sendiri kpd pasien. Tujuan utama dari informed consent adalah untuk menimbulkan pengertian dan pemahaman pada diri pasien ttg tindakan medik yg akan dialaminya sehubungan dengan masalah kesehatan yg dideritanya. Dengan tercapainya tujuan ini, pasien akan dapat menetapkan keputusan yg menurut pertimbangannya adalah yg terbaik bagi dirinya. Unsur-unsur Informed Concent adalah : 1. Sumber : sumber informasi informed concent pada pelayanan dokter keluarga adalah dokter keluarga. 2. Informasi : informasi informed concent hrs disampaikan oleh dokter keluarga kpd pasien dan ataupun anggota keluarga yg menjadi tanggung jawabnya. 3. Media : media informasi yaitu alat yg dipakai oleh dokter keluarga untuk menjelaskan tindakan medik yg akan dilakukan. 4. Sasaran : pasien dewasa yg sadar serta sehat mental. 5. Hasil : meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pasien terhadap tindakan medik yg akan dilakukan, shg diharapkan dapat menetapkan persetujuannya terhadap tindakan mendik tsb. REKAM MEDIK Rekam medis adalah berkas yg berisikan catatan dan dokumen ttg identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Permenkes No. 749a/1989). Manfaat Rekam Medis adalah untuk : 1. Kelengkapan administrasi 2. Memudahkan perencanaan dan penilaian pelayanan medis

3. Melindungi kepentingan hukum berbagai pihak 4. Membantu administrasi keuangan 5. Sumber data penelitian 6. Bahan rujukan diklat 7. Kelengkapan dokumentasi 8. Komunikasi antar petugas Syarat Rekam medis kedokteran keluarga adalah : 1. Gambaran, Susunan, dan bentuk keluarga 2. Sarana promotif dan preventif 3. Riwayat kesehatan dan faktor risiko pasien dan keluarga 4. Masalah kesehatan pasien dan keluarga 5. Sarana pelayanan terpadu dan berkesinambungan Manfaat Rekam Medis Kedokteran Keluarga adalah sbg : 1. Profil atau data dasar pasien 2. Penyakit pasien secara berkesinambungan, akurat, mudah dimengerti 3. Kehadiran pasien (kontrol) 4. Keberhasilan program keilmuan dokter 5. Sumber data 6. Manajemen praktek dan kualitas pelayanan kedokteran keluarga Rekam Medis keluarga terdiri dari : 1. Data Dasar Keluarga a. Data demografi (Umur, Sex, status nikah, suku, dll) b. Hubungan antar keluarga (genogram) c. Data biologi (BB, TB) d. Data pencegahan (Imunisasi, screening) e. Past family history (penyakit keturunan) f. Past history (riwayat penyakit, operasi) g. Riwayat kebiasaan (rokok, alkohol, narkoba) h. Riwayat alergi (makanan, obat) i. Riwayat KB 2. Data Klinik a. Anamnesis b. Pemr Fisik c. Diagnosis d. Terapi atau tindakan e. Hasil terapi atau hasil tindakan PRAKTEK DOKTER KELUARGA Kunci pokok praktek dokter praktek dokter keluarga terletak pada tanggung jawab dokter dalam mengkoordinasikan pelayanan kesehatan yg menyeluruh dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan pasien. Bentuk praktek dokter keluarga secara umum dibedakan atas 3 macam, yaitu : 1. Pelayanan dokter keluarga sbg bagian dari pelayanan RS (hospital based) 2. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan oleh klinik dokter keluarga (family clinic) 3. Pelayanan dokter keluarga dilaksanakan melalui praktek dokter keluarga (family practice)

PEMBIAYAAN PELAYANAN DOKTER KELUARGA o Mekanisme pembiayaan yg ditemukan pada pelayanan kesehatan banyak macamnya. Jika disederhanakan secara umum dapat dibedakan atas dua macam, yaitu : 1. Pembiayaan tunai (fee for service) 2. Pembiayaan melalui asuransi kesehatan (health insurance) dengan bentuk : Sistem tagihan provider Sistem pembayaran praupaya sistem kapitasi sistem paket sistem anggaran o Dengan diterapkannya sistem pembayaran pra-upaya, maka telah merupakan kewajiban bagi penyelenggara pelayanan untuk berupaya mengendalikan biaya kesehatan yg sebaik-baiknya sedemikian rupa, shg risiko pembiayaan dapat diperkecil. o Prinsip pokok yg perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan adalah : 1. Mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit 2. Mencegah pelayanan yg berlebihan 3. Membatasi konsultasi dan rujukan