Anda di halaman 1dari 14

1

PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di antara dua benua dan dua samudera. Kondisi tersebut yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki berbagai jenis kebudayaan yang beraneka ragam. Di Jawa, banyak sekali seni dan budaya yang menjadi warisan nenek moyang kita. Budaya yang terdapat di Jawa pun sangat beragam, salah satunya adalah budaya dalam bentuk permainan tradisional anak-anak. Dolanan anak bukanlah sekadar sebuah permainan tradisional saja, melainkan juga sebuah hasil kebudayaan yang mempunyai fungsi strategis sebagai aset wisata seni budaya yang bercirikan identitas bangsa. Tentu saja dalam pengembangannya diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Mulanya dolanan anak hanya dianggap sebagai salah satu kebutuhan hidup yang penting, yakni bermain, yang tidak memandang tua-muda, besar-kecil, pria-wanita, kaya-miskin. Permainan adalah bentuk perwujudan dari bermain, dengan bermain maka akan terpenuhi kebutuhan jasmani dan ruhani. Sesuai dengan jenisnya yaitu game untuk jasmani dan play untuk rohani (Danandjaja 1997). Perkembangan zaman yang diiringi dengan mengalirnya arus globalisasi dan iptek, berikut semua dampaknya yang membawa perubahan di segala bidang termasuk permainan telah merebakkan berbagai jenis permainan modern. Beberapa permainan modern yang terkenal adalah play station, tamiya, nitendo ditambah lagi dengan adanya acara televisi yang lebih banyak menarik perhatian daripada dolanan anak. Pada dasarnya anak-anak tidak dapat dicegah untuk menikmati masa kanakkanaknya dengan bermain, sesuai dengan permainan zaman mereka; karena anak zaman mereka bukan anak zaman masa lalu. Anak-anak tidak dapat dipaksa untuk bermain dolanan Jawa sementara mereka lebih menyukai permainan modern. Oleh

sebab itu sebaiknya orang dewasa mengenalkan dolanan Jawa pada mereka secara bertahap dengan suasana hangat. Hal ini dikarenakan dolanan Jawa adalah permainan yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan tidak teralu keras peraturannya. Dengan demikian diharapkan perlahan-lahan anak-anak akan menyukai dolanan Jawa di samping permainan modern. Salah satu cara pengembangan dolanan tradisional anak adalah melalui wisata budaya. Dalam usaha mengembangkan pembangunan kepariwisataan, pemerintah melalui sektor pariwisata telah melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan melalui program atau kegiatan utama yaitu menggerakkan usaha-usaha untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Sedangkan untuk mewujudkan program kerja atau kegiatan, dibuatlah program penunjang yang terkait dengan kepariwisataan, seperti: meningkatkan pemasaran dan promosi kepariwisataan; meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan, kebersihan, dan keindahan disekitar obyek daya tarik wisata. (diunduh dari www.suaramerdeka.com/harian/0404/19/kot14 posted by Be NewSKP at 5:59 AM) Salah satu tempat wisata budaya yang memperkenalkan budaya dolanan tradisonal anak adalah Wisata Budaya Kampung Keji. Kampung Keji merupakan suatu desa tradisional, tepatnya di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang yang memiliki daya tarik untuk dapat dikembangkan dan disajikan sebagai komoditas wisata dalam bentuk paket wisata budaya. Desa ini dihuni oleh sekolompok masyarakat yang masih memegang adat istiadat dan memiliki kemauan kuat untuk mempertahankan serta mengembangkan budaya peninggalan nenek moyang yang khas. Hal tersebut yang menjadi latar belakang penulisan karya tulis yang berjudul Kampung Keji sebagai Wisata Budaya Dolanan Anak Di Kabupaten Semarang.

Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang maka masalah dapat dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana perkembangan Kampung Keji sebagai wisata budaya dolanan anak di Kabupaten Semarang? Bagaimana analisis potensi Kampung Keji sebagai wisata budaya dolana anak di

Kabupaten Semarang? Tujuan Penulisan Karya tulis ini memiliki tujuan sebagai berikut: Mendeskripsikan Karakteristik dolanan anak. Mendeskripsikan analisis potensi Kampung Keji sebagai alternatif wisata budaya dolana anak di Kabupaten Semarang. Manfaat Penulisan Manfaat yang dapat diambil dalam penulisan karya ilmiah ini meliputi manfaat praktis dan manfaat teoretis. Secara praktis, diharapkan karya ilmiah ini bermanfaat sebagai masukan untuk dinas Pariwisata dan dinas Pendidikan Kabupaten Semarang khususnya dan dinas Pariwisata lainnya untuk mengembangkan dolanan tradisional. Selain itu, bagi masyarakat Semarang, karya ilmiah ini diharapkan dapat memunculkan objek wisata yang menonjolkan budaya daerah sekaligus upaya pelestarian budaya daerah berupa permainan atau dolanan anak oleh generasi muda. Harapan pada generasi muda untuk kembali mencintai dan membanggakan budaya lokal. Secara teoretis penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pilihan dalam memperkaya referensi mengenai dolanan anak serta memberikan alternatif data untuk kajian lanjutan. TELAAH PUSTAKA Wisata Seni dan Budaya Wisata adalah bepergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan bersenangsenang, bertamasya. Piknik alam memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tata lingkungannya sebagai objek tujuan wisata perjalanan untuk bersenang-senang. (Depdikbud 2002). Pariwisata merupakan segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan (Soekadijo, 1996: 2). Lebih luas, Soekadijo menjelaskan definisi pariwisata yang berlaku sekarang ini yaitu pariwisata berkaitan dengan kegiatan yang disengaja dan direncanakan untuk melakukan aktivitas yang sifatnya rekraeatif

dan tidak untuk menetap. Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Nuryanti, Wiendu. 1993: 2-3). Edward Inskeep mendefinisikan desa wisata sebagai wisata pedesaan yang mana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa yang terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat (diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Desa_wisata pada tanggal 14 April 2007). Dolanan Anak Dolanan anak merupakan permainan rakyat yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk kepentingan pembinaan jasmani dan mental. Permainan anakanak ini hampir murni tradisi lisan dan banyak diantaranya disebarluaskan tanpa bantuan orang dewasa seperti orang tua mereka atau guru sekolah (Danandjaja 1984). Brunvand menjelaskan bahwa permainan rakyat baik untuk orang dewasa maupun anak-anak biasanya berdasarkan gerak tubuh, seperti lari dan lompat, atau berdasarkan garakan sosial sederhana seperi kejar-kejaran, sembunyi-sembunyian dan berkelahi-kelahian atau berdasarkan matematika dasar (kecekatan tangan ) seperti menghitung, melempar, batu ke lubang tertentu, atau berdasar untunguntungan (Danandjaja 1984: 171). Macam-macam dolanan anak: a. Tradisional Benthik/ Pathok Lele Kling Brok / Sunda Manda Dakon Betengan Kethengan Jamuran Boncang-boncang

Jilumpet Jaranan Jaelangkung Jirak Macanan Mbek-mbekan Krtek ketek timun Cublak-cublak Suweng Dingklik Oglak-aglik b. Neo Tradisional (modifikasi permainan) Patungan Bino boy Cem-cem mata belek Sombyok Kasti plastik Sepak tekong 7. Catur jawa 8. Pitik-pitikan 9. Tarik ambang 10. Dam-daman 11. Jaring-jaringan PEMBAHASAN Perkembangan Kampung Keji sebagai Wisata Budaya Dolanan Anak di Kabupaten Semarang Dolanan anak merupakan sebuah permainan rakyat yang tentu saja bercirikan budaya Jawa yang termanifestasi dalam setiap unsur permainan sebagai salah satu hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manifestasi berbagai unsur kebudayaan Jawa dapat kita temukan dalam dolanan anak, seperti: Peralatan dan perlengkapan hidup manusia, misal pasaran.

Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem didstribusi, dan sebagainya), contoh boncang-boncang. Sistem kemasyarakatan Dolanan anak juga memiliki suatu sistem untuk melaksanakan permainan yang serupa dengan (kekerabatan, organisasi, politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan) yang ada di masyarakat anakan. Bahasa (lisan maupun tulisan) Dolanan anak sebagian besar menggunakan ragam bahasa lisan, misalnya: Sombyok. Kesenian (seni rupa, seni suara, dan seni gerak) Seperti permaianan rakyat pada umumnya, sebagian besar dolanan anak berupa seni suara (lagu) dan seni gerak (tari) misalnya jamuran, dhingklik oglak-aglik. Seni rupa pada pembuatan layangan (layang-layang), persenjataan dari pelepah pisang. Sistem Pengetahuan Sistem pengetahuan menjadi bagian dari tiap dolanan anak, diharapkan melalui dolanan anak generasi muda dapat mengetahui kebudayan Jawa serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Religi (sistem kepercayaan) Terdapat dalam budaya Jawa yang relijius, mengacu pada kepercayaan. Sistem kepercayan pada dolanan anak tercermin dalam thong-thong bolong, nini thowok, jaelangkung. Pemilihan dolanan anak sebagai aset pengembangan wisata seni budaya dikarenakan beberapa karakteristik yang dimiliknya, antara lain: jenisnya yang beragam Dolanan anak sebagai bentuk permainan rakyat (folk games) memiliki beragam jenis berdasarkan: Sifat permainan Play (bermain) Misal setinan, jamuran Game (bertanding) contoh kethengan, betengan, anak-

Misal betengan, kethengan, dakon Sifat bertanding Game of physical skill Misal - melatih keseimbangan permainan malatih keseimbangan biasanya dengan mengandalkan kekuatan satu kaki. Contoh sunda manda, dhingklik oglak-aglik, pek-epek mbelek, dll. - melatih kekuatan kaki Dolanan anak banyak yang menggunakan gerakan kaki biasanya berhubungan dengan lari dan lompat. Misal: up-upan, gobak sodor, kucingkucingan, dan lain-lain. - Melatih kekuatan tangan Permainan atau dolanan anak yang melatih kekuatan tangan misal permainan mbat-mbatan. Menyimpan nilai-nilai luhur budaya Jawa Kejujuran Dolanan anak adalah permainan yang banyak memerlukan sifat jujur misalnya Betengan, misal bila kita tersentuh maka kita harus mengakui dan berganti posisi karena jika tidak akan tejadi perselidihan atau percekcokan Kesabaran Dalam permainan tidak beregu yaitu yang jadi hanya satu anak. yang jadi harus bersikap sabar karena adakalanya dalam beberapa suweng, bila salah menebak maka ia akan yang jadi terus. Toleransi Permainan Semprengan adalah salah satu contoh permainan yang membutuhkan toleransi. Bila itu dilakukan secara beregu, biasanya jika salah seorang regu tak dapat melompat, maka ada yang menolong dengan merendahkan tali melalui cara tertentu. Dengan catatan peraturan tersebut dengan persetujuan bersama. Misal dalam Semprengan sumbangan, caranya anak/anggota regu yang merendahkan tali dengan meloncatinya terlebih dahulu, lalu direndahkan. Anakpermainan tetap menjadi yang jadi sebab kurang siasat. Contohnya dalam cublak-cublak

anak yang tak bisa kemudian meloncatinya. Keberanian (berani) Jilumpet adalah permainan yang membuthkan keberanian. Apalagi kalau dilakukan pada malam hari. Anak-anak harus berani bersembunyi sendiri di tempat yang tadinya dianggap menakutkan. Bersiasat (kepemimpinan) Agar seseorang mendapatkan kemenangan dalam permainan tertentu, kadangkadang memerlukan siaasat. Dengan kesadaran dipilihlah seorang pemimpin untuk mengtaur siasat ini, contoh dalam permainan Kethengan. Kreativitas Dolanan anak yang biasanya membutuhkan kreativitas ialah dolanan yang memerlukan perubahan perangan dan lain-lain. Sopan santun Dolanan anak juga mengajarkan kesopanan bagi yang berperan dalam permainan tersebut, sopan santun memang tidak termasuk dalam kegiatan langsung permainan akan tetapi digunakan sebagai konvensi. Misalnya dalam permaianan Cem-cemek mata belek saat anak terpaksa harus berada dalam tempat yang lebih tinggi dari yang jadi ia harus mengatakan Amit, aku ora utang getih sacangkir (maaf, aku tidak berhutang darah secangkir). Analisis Potensi Kampung Keji sebagai Wisata Budaya Dolana Anak di Kabupaten Semarang Kampung Keji adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Ungaran Barat. Desa yang berjarak sekitar 26 kilometer dari kota Semarang ini ternyata memiliki potensi wisata budaya yang luar biasa. Berawal dari sebuah gagasan untuk melestarikan budaya tradisional jawa, sanggar tari dan studio pelestari seni budaya dan permainan tradisional Yoss Tradisional Center (YTC) membuat sebuah paket wisata berupa wisata budaya dolanan anak. Desa wisata yang dirintis tersebut menitik beratkan pada ranah dolanan anak. Di desa tersebut dibuat sebuah arena yang berada di sebuah lapangan kecil di tengah dalam aturannya. Diantaranya Bedhekan, Perang-

desa. Setiap hari minggu, para penduduk mengadakan sebuah pementasan dolanan anak di area tersebut. Di area yang tidak terlalu luas itu, terdapat stand dolanan anak. Ketika para pengunjung datang, mereka dapat menikmati pentas permainan tradisional sekaligus mempraktikkan dolanan anak di stand yang sudah mereka sediakan. Selain stand dolanan anak tradisional, di lokasi tersebut juga terdapat stand makanan tradisional. Para pengunjung yang hadir akan disuguhi sebuah pentas sekaligus tampilan yang berisikan gambaran mengenai permainan tradisional yang dulu sering dimainkan oleh anak-anak namun sekarang sudah jarang lagi ditemui. Pementasan yang sering dilakukan adalah pementasan dolanan anak berupa jaranan, dakon, egrang, lompat tali, dan berbagai jenis permainan anak yang lain. Selain wisata budaya, di Kampung Keji juga terdapat paket wisata lain berupa wisata kuliner makanan tradisional dan wisata alam. Salah satu makanan dalam wisata kuliner yang terdapat di Kampung Keji adalah getuk tetek melek. Getuk tetek melek adalah sejenis makanan yang terbuat dari ketela. Getuk yang biasa ada adalah getuk yang hanya dibungkus dengan daun pisang, namun untuk getuk tetek melek dibungkus dengan plastik. Dengan pengemasan yang berbeda dan rasa yang juga beda, para penduduk berusahan untuk menampilkan sebuah pilihan makanan yang tidak biasa. Selain itu di Kampung Keji juga terdapat homestay dirumah penduduk. Harganya sangat terrjangkau dan pengunjung tidak perlu khawatir lagi soal makanan. Selebihnya jika ingin membeli paket-paket tertentu seperti kelas membatik atau permainan edukatif lainnya. di Kabupaten Semarang. Dengan menggunakan metode analisis tersebut dapat diketahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman yang berdasar pada analisis potensi Kampung Keji. Dengan metode tersebut dapat digunakan sebagai acuan strategi pengembangan Kampung Keji sebagai salah alternatif wisata seni budaya. Identifikasi analisis yang menjadi faktor kekuatan yaitu (1) dukungan sumber daya manusia yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Masyarakat di Kampung Keji sangat memegang teguh aturan yang telah mereka Bahkan, YTC juga menyediakan paket one-day Tour

anut sejak zaman dahulu kala. Mereka menganggap bahwa tradisi adalah sesuatu yang dititipksn oleh nenek moyang dan harus mereka jaga. (2) fasilitas yang cukup memadai, (3) potensi dari berbagai aspek objek wisata, (4) pernah digunakan sebagai salah satu tempat untuk Visit Indonesian Year, dan (5) pioneer dalam pengembangan wisata seni budaya. Berdasarkan analisis yang menjadi faktor kelemahan adalah (1) kurangnya sumber daya manusia pengelola wisata, (2) sistem manajemen wisata yang masih konvensional, (3) kurangnya dana operasional, (4) pemasaran yang belum optimal, dan (5) promosi yang belum merata. Di lain pihak, faktor-faktor yang menjadi peluang pengembangan paket wisata budaya Kampung Keji adalah (1) investor mitra yang dapat berperan sebagai pemasok, (2) perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, (3) kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan pariwisata, (4) konsep pariwisata back to nature yang sedang diminati masyarakat, dan (5) tingginya permintaan akan wisata budaya. Faktor-faktor yang menjadi ancaman antara lain (1) Arus globalisasi yang semakin menggerus nilai-nilai kebudayaan lokal, (2) industri-industri permainan anak yang tidak sesuai dengan budaya bangsa, (3) infrastruktur menuju lokasi. Berdasarkan identifikasi faktor-faktor yang menjadi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, kemudian dilakukan perumusan strategi pengadaan dan pengembangan. Strategi pengembangan penting untuk dirumuskan dan dijalankan dalam rangka pengembangan Kampung Keji sebagai desa wisata. Berdasarkan analisis, dapat diketahui faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Selanjutnya, setelah keempat faktor tersebut diketahui, dapat dianalisis dan dirumuskan alternatif strategi pengembangan Kampung Keji sebagai desa wisata. Berdasarkan identifikasi faktor-faktor yang menjadi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, kemudian dilakukan perumusan strategi pengembangan. Keenam alternatif strategi pemasaran yang diperoleh, yaitu membuat variasi paket wisata, meningkatkan pemeliharaan terhadap fasilitas dan membangun fasilitas tambahan, strategi pelayanan, meningkatkan kualitas dan kuantitas pengelola wisata Kampung Keji, konsep pemeliharaan untuk menjaga kelestarian tempat wisata dan

11

menyediakan angkutan khusus dengan jalur alternatif, serta membuat promosi yang baik dan merata. Apabila dikaitkan dengan konsep bauran pemasaran jasa maka akan terlihat pada tabel bauran pemasaran pada lampiran. Strategi Paket Wisata Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi yang termasuk strategi paket wisata yaitu dengan membuat variasi paket wisata. Paket ini dapat berdasarkan jenis kegiatan (contohnya paket kunjungan alam, outbond, atau praktik langsung), waktu (contohnya paket jam, setengah hari, satu hari, atau menginap), jenis ruang (indoor atau outdoor). Di samping itu, variasi paket wisata lain yang dapat ditawarkan yaitu: (1) membuat paket wisata gabungan yaitu dengan memasukkan objek wisata Kampung Keji ke dalam paket kunjungan wisata lain yang telah dikenal kuat di mata wisatawan. (2) Membuat paket wisata dolanan dengan paket wisata alam yang ada seperti air terjun dan menanam padi. Strategi Fasilitas Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi ini yaitu meningkatkan pemeliharaan terhadap fasilitas dan membangun fasilitas tambahan. Strategi yang dapat digunakan antara lain: (1) Tata letak semua tempat atraksi harus disesuaikan, sehingga pengunjung dapat menikmati dengan nyaman dan tenang. Jalan-jalan yang ada sebaiknya didesain sesuai dengan kondisi fisik untuk pertunjukan, serta untuk memudahkan akses ke semua objek wisata. Misalnya penataan taman sepanjang jalan yang merupakan pintu masuk ke Kampung Keji. (2) Disediakan lahan parkir untuk para pengunjung. (3) Fasilitas warung makan (Wisata Kuliner) sebaiknya dijadikan unit usaha masyarakat Kampung Keji. (4) Fasilitas tinggal bersama penduduk (Homestay) dilakukan dengan mengelola rumah tradisional kuno sebagai daya tarik wisata sebaiknya dikemas dengan hiasan bernuansa tradisional. (5) Sarana toilet sesegera mungkin dilakukan perbaikan sarana toilet dan penambahan fasilitas toilet di masing-masing objek wisata guna menambah kenyamanan pelayanan wisata Kampung Keji. Strategi Pelayanan Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi berikutnya yaitu memudahkan proses kepada pengunjung yang terwujud dalam beberapa rekomendasi yaitu: (1) mempercepat transaksi dan pembayaran, pengelola perlu mendirikan dan

menyediakan banyak loket di sekitar pintu masuk Kampung Keji untuk mempercepat transaksi; (2) pelayanan konsumen harus diadakan agar pengunjung dapat dengan leluasa menyampaikan keluhannya dan sebaiknya pengelola selalu terbuka untuk menerima kritik dan saran yang datang; (3) metode tasting, memberi kesempatan kepada calon konsumen atau wisatawan untuk datang dan menentukan pilihan sajian wisata dan menikmati produk tanpa pengawasan berlebihan, sehingga wisatawan merasa betah. Pengunjung akan didampingi pemandu (guide) yang akan melayani dalam memberikan informasi mengenai objek wisata tertentu. Strategi Peningkatan Kualitas Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi yang termasuk strategi tersebut yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas pengelola Kampung Keji. Alternatif yang dapat diterapkan antara lain: (1) Perekrutan pegawai, dapat melakukan perekrutan pegawai baru, baik yang berasal dari lingkungan dalam Kampung Keji maupun dari luar Kampung Keji. (2) Peningkatan kualitas sumber daya pegawai, alternatif metode yang dapat dilaksanakan adalah dengan pelaksanaan pendidikan dan pelatihannya. (3) Penggalakan kostum adat, para pemimpin adat seharusnya mulai berpartisipasi aktif dalam menggalakkan kostum adat dengan mengenakan pakaian adat saat menyambut wisatawan yang datang, karena hal ini juga merupakan sebuah atraksi wisata. Strategi Tempat Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi yang termasuk strategi tempat yaitu: (1) Perluasan serta perbaikan jalan menuju lokasi. (2) Menyediakan angkutan khusus dengan jalur alternatif sampai dengan pengadaan trayek angkutan umum yang memiliki rute khusus ke lokasi Kampung Keji. Strategi Promosi Berdasarkan hasil analisis, alternatif strategi yang termasuk strategi promosi yaitu membuat promosi yang baik dan merata. Promosi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Promosi langsung ditujukan kepada konsumen wisata, dengan menonjolkan potensi dan aset-aset wisata yang dimiliki Kampung Keji.

13

Promosi secara tidak langsung artinya promosi yang ditujukan pada biro perjalanan, agen perjalanan, organisasi perjalanan, perhotelan, dan jasa angkutan. Promosi tersebut dapat memanfaatkan media leaflet, pamflet, booklet, spanduk, pameran, cendera mata, kalender, dan lain-lain. Di samping itu, rekomendasi strategi promosi yang dapat dilakukan antara lain melalui: (1) sponsor, mensponsori kegiatankegiatan lain; (2) iklan, melalui iklan pengelola pengembangan Kampung Keji dapat memperkenalkan produk, keunggulannya, serta benar-benar mencerminkan Kampung Keji sebagai icon masyarakat Jawa. Media iklan yang dapat digunakan berupa media cetak (surat kabar, majalah) maupun elektronik (radio dan televisi). Selain itu, cara yang juga efektif untuk menggaet pengunjung potensial adalah membuat iklan di internet. Publikasi dilakukan dengan mencantumkan kalender wisata yang telah dirancang sebelumnya. (3) Diskon, promosi Kampung Keji dapat pula dilakukan dengan strategi pemotongan harga (diskon). Diskon memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mempengaruhi keputusan pengunjung.

PENUTUP Simpulan Simpulan dari karya ilmiah ini adalah Dolanan anak merupakan permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai dalam tiap permainannya. Jumlah permainan anak yang beraneka ragam ternyata juga memiliki manfaat bagi anak-anak yang memainkannya. Kampung Keji merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kampung Keji memiliki potensi yang besar sebagai desa wisata budaya. Konsep budaya dolanan anak ditampilkan dalam bentuk pentas dan stand dolanan anak, sehingga para pengunjung dapat melihat sekaligus memainkan permainan tradisional tersebut. Selain wisata budaya, di Kampung Keji juga terdapat wisata kuliner berupa makanan tradisional dan wisata alam berupa air terjun dan menanam padi. DAFTAR PUSTAKA

Danandja, James. 1984. Folkfor Indonesia- Ilmu Gosip Dongenng, dll. Jakarta : Pt Grafiti Press Depdikbud. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka James, Spillone. 2002. Perencanaan Pemasaran Pariwisata. Yogyakarta: takultas Kehutanan UGM. Sujali. 1989. Goegrafi Pariwisata Dan Kepariwisataan. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM. Supanto, dkk. 1981. Folkfore Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah. Yogyakarta: Dep. P&K. Yoeti, Oka A. Ilmu Pariwisata: Sejarah, Perkembangan Dan Prospeknya. Jakarta: Pt. Pertja. www.suaramerdeka.com/harian/0404/19/kot14 posted by Be NewSKP at 5:59 AM http://id.wikipedia.org/wiki/Desa_wisata pada tanggal 14 April 2007 http://desakeji.com/?do=profile http://www.semarangkab.go.id/index.php? option=com_content&task=view&id=28&Itemid=91

Anda mungkin juga menyukai