Anda di halaman 1dari 7

[signal processing]

June 15, 2012

SHORT COURSE OF FOURIER SERIES

Ketika sebuah isyarat periodis ingin dicari nilai frekuensinya, tentu akan dengan mudah bisa didapatkan asal kita tau nilai periode (T) dari isyarat tersebut. Dengan menggunakan persamaan = 1

maka permasalahan selesai karena nilai f (Hz) telah didapat. Tapi, perlu diingat bahwa kasus tersebut hanya untuk isyarat monochrome (ini istilah saya saja) yang artinya hanya memiliki 1 frekuensi tunggal. Lalu bagaimana dengan isyarat periodis yang mengandung beberapa frekuensi? metode yang bisa kita gunakan adalah Deret Fourier. Sebuah isyarat dengan periode T dikatakan periodis bila memenuhi syarat f(t+T) = f(t) untuk isyarat kontiniu

Kita misalkan bahwa sebuah isyarat tersebut merupakan isyarat kontiniu maka deret Fouriernya dapat ditulis dengan = + cos 2 + sin 2 + cos 4 + sin 4 +

Yang dapat disederhanakan menjadi = Untuk k=0 maka nilai berubah menjadi = + cos 2 + sin 2 cos 2 + sin 2

diasumsikan 0, tetapi tidak untuk

. Sehingga persamaan di atas bisa

Persamaan di atas bergerak dari k=1 hingga infinitif (tak terhingga). Agar deret tersebut konvergen maka | berarti ada nilai k tertentu yang menjadi batas dimana | | dan | | keduanya harus mendekati nol ketika k menuju infinitif. Ini | dan | | dan | | terjadi untuk k>K. | tersebut bisa diabaikan,

nilai tersebut dimisalkan dengan K sehingga pengabaian nilai |

[janshendry@gmail.com]

Page 1

[signal processing]

June 15, 2012

Maka persamaan di atas dapat diubah menjadi = + cos 2 + sin 2

Artinya bahwa penjumlahan bagian-perbagian dari fungsi tersebut sebanyak jumlah terhingga K, hanya akan menghasilkan aproksimasi (mengira-ngira) dari fungsi f(t) sehingga keakuratan aproksimasi akan meningkat seiring meningkatnya besar nilai K. Perhatikan gambar di bawah ini sebagai ilustrasi dari penjelasan tersebut K=1

K=3

K=5

[janshendry@gmail.com]

Page 2

[signal processing]

June 15, 2012

K=7

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Fourier_series

Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa semakin besar nilai K, aproksimasi kita semakin mendekati bentuk isyarat sebenarnya. Dengan kenyataan tersebut, rumus di atas dapat ditulis sebagai + cos 2 + sin 2

Tapi tidak apa-apa jika menggunakan simbol = saja, karena kita memang tidak akan bisa menghitung f(t) untuk nilai tak terhingga (infinitif). Di awal artikel ini kita telah menyinggung mengenai hubungan antara f (frekuensi) dan T (periode) yakni = Untuk selanjutnya 1

ini disebut sebagai frekuensi fundamental. Bila kita substitusi

persamaan di atas ke bentuk terakhir dari rumus deret Fourier, dihasilkan bentuk baru = + cos 2 + sin 2

Berdasarkan rumus di atas, tampak bahwa isyarat f(t) merupakan hasil penjumlahan dari isyarat-isyarat sinusoidal dengan frekuensi fundamental ( ) dan beberapa isyarat dengan frekuensi harmonis yang mana nilai frekuensi harmonis merupakan hasil kali frekuensi fundamental dengan bilangan integer. Frekuensi harmonis ini disebut juga dengan harmonis dari fundamental. Persamaan di atas dapat juga dibuat dalam bentuk frekuensi angular fundamental ( = + cos + sin ):

[janshendry@gmail.com]

Page 3

[signal processing]

June 15, 2012

dimana

= 2

Pada rumus deret fourier yang dipampangkan terakhir di atas, kita melihat ada variabel , , yang disebut sebagai Koefisien Fourier. Apakah mereka merupakan sebuah isyarat

dalam kawasan waktu? Bukan! Mereka merupakan representasi dari kawasan frekuensi dari isyarat f(t) yang mana f(t) itulah yang merupakan representasi dalam kawasan waktu. Untuk menghitung koefisien-koefisien tersebut, dapat digunakan persamaan: = 2 1

cos

>0

sin

>0

Dengan T merupakan periode isyarat f(t). Nilai sementara dan

disebut juga sebagai bagian DC dari isyarat

merupakan koefisien Fourier untuk harmonis ke k. Beberapa hal yang

bisa disimpulkan: merupakan rerata dari isyarat f(t) untuk satu periode (0,T) dari DC. dan merupakan rerata dari isyarat f(t) untuk satu periode setelah dikalikan
2 2

merupakan pengertian

dengan baik dengan sin

dan cos

Kita juga mengenal isyarat ganjil dan isyarat genap. Sebuah pernyataan bahwa sebuah isyarat juga merupakan penjumlahan dari isyarat genap dan isyarat ganjil. Hal ini dikuatkan dengan fakta bahwa ternyata cosinus merupakan isyarat genap sedangkan sinus merupakan isyarat ganjil. Dengan demikian, fakta ini mengikuti prinsip dari Fourier. Maka ketika kita melakukan analisa Fourier, kita perlu juga menggunakan konsep isyarat genap dan ganjil ini untuk memudahkan dan menyederhanakan analisa. Contoh Misalkan kita memiliki isyarat sawtooth seperti pada gambar di bawah

[janshendry@gmail.com]

Page 4

[signal processing]

June 15, 2012

Berhubung isyarat ini sifatnya periodis, maka kita ambil untuk periode tertentu saja. Dalam hal syarat ini potongan isyarat berada pada range ( ) maka periode, T = 2. (-, Beberapa simpulan yang diambil berdasar gambar di atas: f(x) = x untuk (-, ). Tampak jelas bahwa y = x dalam gambar di atas. wa uji periodesitas, yakni f(x+2 f(x+2k) = f(x) untuk (-,). Dalam hal ini isyarat adalah periodis. Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa isyaratnya merupakan isyarat ganjil sehingga komponen genapnya (cossinus) bernilai 0. Lalu dihitung koefisien-koefisien fouriernya koefisien = Koefisien an = Lalu substitusi nilai T, maka menjadi

Karena isyarat ini merupakan isyarat ganjil, maka bagian genapnya adalah 0.

Koefisien bn = Lalu substitusi nilai T, maka menjadi

[janshendry@gmail.com]

Page 5

[signal processing]

June 15, 2012

Bila integral diselesaikan maka didapat 2 cos 2 1 , 2 + 2 sin 1 2

Maka deret Fourier dari fungsi f(x) adalah 2 + cos + sin

Dengan substitusi koefisien Fourier didapat 2 Bila menggunakan Matlab, programnya adalah
%% How to generate triangular wave through fourier series clear all; close all; clc; %% %% Fourier series % variables needed f=1; fs=10; y=0; x=-pi:1/fs:pi; K=55; a=1; inc=1; % original sawtooth y2=sawtooth(pi*f*x-pi); for m=a:inc:K cla; y1=(((-1)^(m+1))/m)*sin(m*f*pi*x); y=y+y1; y=y*2; y=y./max(abs(y)); numy=length(y); ddt=linspace(-3*pi,3*pi,numy); plot(ddt,y2,'r'); hold on, plot(ddt,y,'k'); set(gca,'XTick',-3*pi:pi:3*pi); set(gca,'XTickLabel',{'-3pi','-2pi','-pi',... '0','pi','2pi','3pi'}); title(strcat('Triangular Wave with',sprintf(' K=%d',m))); grid on; pause(.01); end legend('Original Signal','Fourier Series Approximation'); hold off; %% by Jans Hendry

sin

[janshendry@gmail.com]

Page 6

[signal processing]

June 15, 2012

Hasil eksekusi dari program di atas

Beberapa hal yang bisa disimpulkan adalah Kesimpulannya, deret Fourier menunjukkan bahwa isyarat periodis apapun dapat dipecah (decomposed) sebagai penjumlahan tak berhingga (infinitif) dari isyarat periodis sinusoid (sinus dan kosinus, atau sinus dengan sudut). Perlu diingat bahwa penjumlahan dan pengurangan dari beberapa isyarat periodis akan menghasilkan isyarat periodis yang baru. Deret Fourier memudahkan kita untuk analisa frekuensi yang terkandung di dalam isyarat periodis. Komponen-komponen frekuensi tersebut adalah frekuensi fundamental dan frekuensi-frekuensi harmonis lainnya yang nilainya adalah perkalian bilangan integer dengan frekuensi fundamental.

@ thanks...

[janshendry@gmail.com]

Page 7