Anda di halaman 1dari 24

A.

SISTEM SARAF PUSAT Sistem saraf pusat (Central Nervous System [CNS]) terdiri dari otak dan spinal cord. CNS memproses berbagai macam informasi sensori yang berbeda. Ia juga merupakan sumber berfikir, emosi, dan memori. Sebagian impuls saraf yang menstimulasi otot untuk berkontraksi dan kelenjar untuk bersekresi berasal dari CNS. 1. OTAK 1.1. CEREBRUM Cerebrum merupakan bagian otak yang terbesar. Dimana permukaan luar cerebrum merupakan gray matter yang disebut cerebral cortex dan permukaan dalamnya disebut white matter. Juga terdapat banyak lipatan yang disebut gyrus dan sulcus yang memisahkan lipatan-lipatan gyrus tersebut. Dalam cerebrum terdapat 5 buah lobus, yaitu: Lobus frontal Berfungsi untuk pusat gerak sadar, motivasi, agresi, dan sensasi bau. Lobus pariental Berfungsi untuk pusat ingaan, kecerdasan, nalar dan sikap. Lobus temporal Berfungsi untuk pusat pendengaran dan penyimpanan memory. Lobus occipital Berfungsi sebagai pusat penglihatan. Lobus Insula

Gambar : cerebrum dilihat dari superior Pada bagian cerebral white matte juga terdapat 3 nerve track : 1. Association fiber Menghubungkan area cerebral cortex didalam hemisphere 2. Commissural fiber Menghubungkan satu cerebral hemisphere ke hemisphere lainnya 3. Projection fuber Menghubungkan antara cerebrum dan bagian lain dari otak dan spinal cord

Gambar : Potongan sagital otak dilihat dari medial

Lateralisasi otak dan dominasi serebral:


a.

Hemisfer dominan (hemisfer kiri) berkaitan dengan bahasa, Hemisfer non-dominan (hemisfer kanan) bertanggung jawab untuk

wicara, analisis, dan kalkulasi.


b.

persepsi spasial, dan pemikiran non-verbal atau ide.

1.2. DIENCEPHALON Thalamus Thalamus berukuran 3 cm dan 80% dari diencephalon merupakan thalamus. Thalamus memiliki sepasang gray matter yang disebut intermediate mass (interthalamic adhesion) dan white matter yang disebut internal medulary lamina yang membagi gray matter menjadi

bagian kanan dan kiri. Thalamus memiliki fungsi utama yaitu menyediakan hampir semua sensory input ke cerebral cortex dan berkontribusi pada fungsi motoris dengan mentransmit informasi dari cerebellum dan basal ganglia ke motor area utama pada cerebral cortex juga memeran peran penting dalam pertahanan kesadaran. Berdasarkan fungsi dan posisinya terdapat 7 group utama pada sisi nuclei : 1. Anterior nuclei 2. Medial nuclei 3. Nuclei pada lateral group 4. Ventral group : Ventral anterior nuclei Ventral lateral nuclei Ventral posterior nuclei Lateral geniculate nuclei Medial geniculate nuclei

5. Intralaminar nuclei 6. Middle nucleus 7. Reticular nucleus

Hypothalamus Hypothalamus merupakan bagia kecil dari thalamus yang merupakan

bagian inferior pada thalamus yang memiliki fungsi mengontrol ANS, memproduksi hormone, sebagai pusat rasa lapar dan haus, mengontrol temperature, dan mengatur emosi dan kebiasaan. Hypothalamus memiliki 4 bagian utama yaitu : o o o o Mammillary region Tuberal region Supraoptic region Preoptic region

Epithalamus

Epithalamus merupakan bagian terkecil dari posterior dan superior thalamus . epithalamus ini mengandung pineal gland yang dianggap bagian dari kelenjar endokrin karena mensekresi melatonin dan habernular nuclei yang berguna untuk respon emosional ke bau.

1.3.

BRAIN STEM

Mid brain Midbrain atau mesencephalon merupakan perpanjangan dari pons ke

diencephalon dan memiliki panjang 2.5 cm . mid brain memiliki fungsi menyampaikan motor output dari cerebral cortex ke pons dan sensory input sari spinal cord ke thalamus. Midbrain ini juga mengandung nuclei dan tracts. Bagian depan midbrain memiliki sepasang tracts yang disebut cerebral peduncles. Tracts ini mengandung axon-axon corticospinal, corticopontine, dan corticobulbar motor neurons, yang memimpin impuls-impuls saraf dari cerebrum ke spinal cord, pons, dan medulla . cerebral peduncle juga mengandung axon-axon saraf sensory yang memanjang dari medulla ke thalamus. Terdapat superior colliculi yang berfungsi untuk mengkoordinasi pergerakan dari bola mata pada respon visual dan stimulus lain, juga inferior colliculi yang berfungsi untuk mengkoordinasi pergerakan dari kepala dan rangsang auditory, substantia nigra dan red nucleus yang memiliki kontribusi untuk mengkontrol pergerakan otot. nuclei lainnya berhubungan dengan 2 pasang cranial nerve :

occulomotor (III) nerves dan trochlear (VI) nerves.

Pons Pons merupakan jembatan yang terletak superior dari medulla dan

anterior dari cerebellum yang panjangnya sekitar 2.5 cm. seperti medulla, pons juga terdiri dari nuclei, sensory tract, dan motory tract. Hubungan ini juga diperantarai oleh sekumpulan axon. Beberapa axon dari pons ini menghubungkan bagian kanan dan kiri dari cerebellum dan yang lainnya merupakan bagian dari sensory ascending tracs dan descending motor tract. Pons memiliki fungsi untuk menyampaikan impuls dari satu sisi di cerebellum menuju bagian lainnya dan antara medulla dengan midbrain. Terdapat pneumotaxic area dan apneustic area yang berfungsi untuk mengatur pernapasan bersama dengan medulla oblongata. Pons juga

mengandung nuclei yang berhubungan dengan 4 pasang cranial nerve : trigeminal (V) nerves, abducen (VI) nerves, facial (VII) nerves, dan vestibulocochlear (VIII) nerves.

Medulla oblongata Medulla oblongata merupakan bagian dari brainstem yang

berhubungan dengan bagian superior dari spinal cord dimana dimulai dari foramen magnum yang meluas sepanjang inferior pons 3 cm. Bagian white matternya mengandung daerah sensorik (ascending) dan daerah motorik (descending). Beberapa white matter juga membentuk tonjolan pada sisi anterior dan tonjolan tersebut dinamakan pyramid yang dibentuk oleh corticospinal track dimana corticospinal tract berfungsi untuk mengendalikan gerak dasar dari limbs dan trunk. 90% dari axon pada pada pyramid bagian kiri menyilang menuju sisi kanan begitu pun sebaliknya. Penyilangan ini disebut pyramid decussation, yang menerangkan mengapa masing-masing berlawanan. Medulla oblongata ini memiliki beberapa nuclei dimana nuclei tersebut mengendalikan fungsi fital seperti mengatur kecepatan dan kekuatan denyut jantung, denyut pembuluh darah juga mengatur beberapa reflex seperti reflex muntah, menelan, bersin, batuk, dan tersedak. Medulla juga mengandung nuclei yang merupakan komponen dari jalur sensorik untuk gestation (rasa), audition (pendengaran), dan equilibrium (keseimbangan). medulla mengandung nuclei yang berhubungan dengan 5 pasang cranial nerve : vestibulocochlear (VIII) nerves, glossopharyngeal (XI) nerves, bagus (X) nerves, accessory (XI) nerves (cranial portion) dan hypoglossal (XII) nerves. sisi otak mengendalikan pergerakan volunteer yang

1.4.

CEREBELLUM Cerebellum terletak pada posterior dari medulla dan pons dan pada

inferior dan posterior lubang kranial. Memiliki ukuran kedua terbesar setelah cerebrum. Mengandung saraf dari otak. Pada bagian superior dan inferior berbentuk seperti kupu-kupu, bagian tengah yang mengkerut disebut vermis dan bagian lateralnya disebut cerebellar hemisphere. Kemudian, pada bagian superficial layer disebut cerebellar cortex dimana mengandung gray dan gray matter yang melipat disebut folia. Didalam gray matter terdapat white matter yang berbentuk seperti cabang pohon dan berguna untuk menghubungkan cerebellar nuclei dengan peduncles sementara gray matter berfungsi sebagai tempat axon yang mengangkut impuls dari cerebellum ke otak lainnya. Terdapat 3 pasang cerebral peduncles yang melekatkan cerebellum pada brainstem : 1. Superior cerebellar peduncles

2. 3.

Inferior cerebellar peduncles Middle cerebellar peduncles

B. MENINGES Meninges adalah jaringan ikat yang berfungsi melapisi dan melindungi susunan saraf otak yaitu otak dan medula spinalis. Meninges terbagi menjadi tiga lapisan, antara lain :
1. Dura mater, yaitu jaringan ikat yang dilapisi oleh epitel pipih selapis yang

merupakan lapisan paling luar dari meninges. Pada otak, dura mater terdiri dari dua lapisan yang berfusi dan memisah di daerah sinus venosus dan langsung menempel pada periosteum tulang cranial. Sedangkan pada medula spinalis dura mater hanya terdiri dari satu lapisan, dan dura mater dipisahkan dari columna vetebrata oleh ruang epidural yang berisi vena berdinding tipis, jaringan ikat longgar dan jaringan lemak. Antara dura mater dan arachnoid terdapat ruang yang disebut ruang subdural. Tiga perpanjangan dura mater yaitu falx cerebri (menghubungkan dua hemisphere cerebrum), falx cerebelli (menghubungkan dua hemisphere cerebellum) dan tentorium cerebelli (menghubungkan cerebrum dan cerebellum).

2. Arachnoid, yaitu jaringan ikat tanpa pembuluh darah yang juga dilapisi

oleh sel epitel pipih selapis dan merupakan lapisan meninges bagian tengah. Arachnoid berbentuk seperti jaring laba-laba memiliki dua komponen, yakni yang berhubungan dengan dura mater dan sebuah sistem trabekel yang berhubungan dengan pia mater. Rongga di antara trabekel ini membentuk ruang subarachnoid, yang nantinya berisi cairan cerebrospinal (CSF). Beberapa bagian arachnoid ada yang menembus dura mater membentuk vili arachnoid.

3. Pia

mater, yaitu jaringan ikat longgar yang mengandung banyak

pembuluh darah. Pia mater tidak langsung berhubungan dengan sel ataupun serat saraf karena dipisahkan ileh lapisan tipis cabang-cabang neuroglia yang menjadi barier fisik yang memisahkan susunan saraf pusat dengan cairan cerebrospinal (CSF). Pembuluh darah menembus susunan saraf pusat melalui ruang perivaskular yang dilapisi oleh pia mater.

C. CEREBROSPINAL FLUID (CSF) Cairan cerebrospinal merupakan bantalan cairan dalam ruang subarachnoid yang berfungsi sebagai alat pelindung susunan saraf pusat. Substani penyusunnya antara lain adalah glukosa, protein, asam laktat, urea, kation

dan anion. CSF diproduksi oleh coroid plexus. Coroid plexus adalah network dari kapiler darah yang terdapat pada dinding ventricle. Pembentukan CSF dimulai dari filtrasi dan sekresi darah oleh coroid plexus. CSF berkontribusi terhadap homeostatis dengan jalan :
1. Mechanical protection, yaitu sebagai shock-absorper dari trauma fisik. 2. Chemical protection, yaitu untuk sinyal saraf akurat, dimana CSF

mengandung lingkungan kimia optimal yang melindungi susunan saraf dari substansi kimia berbahaya.
3. Circulation, yaitu sebagai tempat pertukaran nutrisi antara darah dan

jaringan saraf. Produksi CSF Csf dibentuk oleh sebagian besar (2/3) dari coroid plexus lateral,third ventricle dan fourth ventricle . beberapa berasal dari lapisan sel ependhymal yang melapisi ventricle dan dari substansi otak itu sendiri melalui perivascular spaces yang mengelilingi pembuluh darah yang bergerak melewati brain. Choroid plexus memiliki permukaan yang banyak lipatan dan setiap lipatan mengandung inti dari vascular connective tissue yang dilindungi atau dilapisi epitel kuboid ependyma.

Pada sel epitelnya juga dilihat dari mikroskop electron terlihat sel-selnya itu dilapisi oleh microvilli dan cilia. Kapiler darah dipisahkan dari lumen ventrikel oleh endothelium, basement membrane dan permukaan epitel. Pembuluh darah plexus yang berdinding tipis akan melewatkan substansi dari plasma secara difusi pasif ke extracellular space yang mengelilingi sel choroid , dan choroid plexus akan mensekresi csf secara aktifyang bergantung pada transport aktif ion Na+ melalui sel epitel.

Sirkulasi CSF CSF bersirkulasi dari darah bersih yang dipompakan jantung melalui arteri yaitu internal carotid dan vetebral arteri. Kemudian akan difiltrasi dan disekresi oleh coroid plexus yang terdapat pada ventricle-ventricle yang terdapat pada otak. Pertama CSF dihasilkan oleh coroid plexus pada kedua lateral ventricle setelah itu mengalir melalui interventrikular foramen menuju third ventricle. Pada third ventricle, CSF mengalami penambahan yang diproduksi oleh coroid plexus yang ada pada dinding third ventricle, kemudian CSF ini mengalir melalui cerebral aqueduct menuju fourth ventricle, di fourth

ventricle pun CSF mengalami penambahan yang diproduksi oleh coroid plexus yang ada pada dinding fourth ventricle. Setelah melalui fourth ventricle, CSF dialirkan melalui lateral dan median aperture yang kemudian diserap ke ruang subarachnoid yang berujung pada vili arachnoid. CSF kembali masuk dalam darah setelah adanya reabsorpsi oleh vili arachnoid. CSF kemudian masuk kembali ke dalam darah yaitu melalui pembuluh balik atau vena menuju jantung yang nantinya akan disirkulasikan kembali. Lateral ventricles CSF

Lateral Interventricular foramen

3 3rd ventricles 4th coroid ventricles coroid CSF

rd

4th ventricle cerebral aqueduct

CSF

Lateral dan median aperture Subarachnoid space


Arachnoid

Jantung dan paruVena blood paru Artery blood

Resiko Kebocoran CSF Jaringan otak dan spinal cord akan kurang nutrisi karena pertukaran nutrisi antara darah dan csf berkurang Bantalannya akan berkurang ,jika terkena trauma akan gampang terganggu Bisa juga menyebabkan infeksi bahkan sampai kematian

D. SOMATIC MOTOR PATHWAY ( DESCENDING TRACT ) Somatic motor pathway meyampaikan informasi dari primary motor area ke efektor. yaitu : 1. Direct Motor Pathway Direct motor pathway menyampaikan input ke lower motor nuron melalui axon yang memanjang secara langsung dari cerebral cortex. Direct motor pathway terdiri dari : a. Corticospinal Pathway Mengkonduksi impuls untuk mengontrol otot-otot limbs dan trunk. Axon dari upper motor neuron pada cerebral cortex Pada somatic motor pathway melibatkan 2 neuron yaitu upper motor neuron dan lower motor neuron. Ada 2 tipe somatic motor pathway

membentuk corticospinal tract yang turun ke interbal capsule of cerebrum dan ke cerebral peduncle of mid brain. Sekitar 90 % dari axon corticospinal menyilang ke contralateral ( opposite ) side di medulla oblongata yaitu di bagian pyramid.

Kemudian axon turun ke spinal cord dan bersinaps denagn lower motor neuron. 10 % sisanya tidak meyilang atau ipsilateral ( same ) side.

Ada 2 tipe corticospinal pathway : 1) Lateral corticospinal tract Dibentuk dari corticospinal axon yang menyilang di medula menuju lateral white column. Lalu axon sinaps dengan lower motor neuron. Axon dari lower motor neuron keluar dari cord pada anterior root of spinal nerve dan terminasi di skeletal muscle untuk mengontrol pergerakan distal parts of limbs. 2) Anterior corticospinal tract Dibentuk dari corticospinal axon yang tidak menyilang di medulla menuju anterior white column. Beberapa axon kemudian menyilang melalui anterior white commisure. Kemudian axon sinaps dengan lower motor neuron di anterior gray horn. Axon dari lower motor neuron keluar ke anterior roots of spinal nerve dan terminasi di skeletal muscle untuk mengontrol pergerakan trunk dan proximal parts of the limbs.

_corticospinal pathway_

b. Corticobulbar Pathway

Mengkonduksi impuls untuk mengontrol skeletal muscle di kepala. Axon upper motor neuron dari cerebral cortex membentuk corticobulbar tract, kemudian turun ke internal capsule of the cerebrum dank e cerebral peduncle of the midbrain. Beberapa axon pada corticobulbar tract ada yang menyilang dan ada yang tidak. Terminal axon motor nuclei ada 9 pasang cranial nerve yang terletak di brainstem yaitu : oculomotor ( III ), trochear ( IV ), trigeminal ( XII ). Lower motor neuron dari cranial nerve ini membawa impuls yang mengontrol ketelitian, pergerakan volunter mata, lidah dan leher, mengunyah, facial expression, dan speech. ( V ), abducens ( VI ), facial ( VII ), glosssopharyngeal ( IX ), accessory ( XI ), dan hypoglossal

_corticobulbar pathway_

2. Indirect Motor Pathway Indirect motor pathway menyampaikan input ke lower motor neuron dari motor center di brainstem.Axon dari upper motor neuron yang timbul ke indirect motor pathway turun dari various nuclei of the brainstem ke 5 tract terbesar di spinal cord. Kemudian terminasi di lower motor neuron. Indirect motor pathway terdiri dari : a. Rubrospinal tract b. Tectospinal tract c. Vestibulospinal tract d. Medial reticulospinal tract e. Lateral reticulospinal tract

Embriologi vertebrae

Selama minggu ke 4 : sclerotom mengelilingi neural tube dan notochord. Perubahan posisi sclerotom dipengaruhi oleh pertumbuhan struktur disekitarnya bukan karena sel sclerotom bermigrasi .

selama stage precartilaginous/mesenchymal : sel mesenkim dr sclerotom ditemukan di 3 area yaitu : notochord, sekeliling neural tube dan juga pada body wall.

Pada minggu ke 4 : Sclerotom terlihat seperti sepasang sel mesenkim yang berkondensasi di sekitar notochord. Dimana setiap sclerotom itu terdiri dari : loosely arranged cells (cranial), dan densely packed cells (kaudal)

Beberapa de densely packed cells berpindah ke cranial membentuk intervertebral disc. Sisanya dari densely packed cells itu berfusi dengan loosely arranged cells pada kaudal sclerotom membentuk mesenkim centrum (primordium body of vertebrae) Setiap centrum berkembang dari 2 sclerotom yang berdekatan dan menjadi intersegmental structure Lama kelamaan notochord berdegenerasi dan menghilang saat dikelilingi perkembangan vertebral bodies Diantara vertebrae, notochord memanjang untuk membentuk gelatinous center pada intervertebral disc yaitu nucleus pulposus. Nantinya itu nucleus pulposus akan dikelilingi oleh fiber yang akan membentuk annulus fibrosus

Cartilaginous stage of vertebral development Selama minggu ke 6 : terjadi kondrifikasi center pada 2 bagian yaitu pertama pada bagian centrum yang nantinya akan membentuk cartilage pada bagian centrum, dan kedua pada bagian neural ach yang nanti akan membantu perkembangan spinous dan transverse processus Minggu ke 7 terjadi ossifikasi. Dimana ossifikasi itu dimulai pada masa embrionik sama usia 25 tahun. Dan ossifikasi ini ada yang primer dan secondary. Pada minggu ke 7 ini ossifikasi primer dimana terdapat pada 3 bagian : 1 pada bagian centrum, dan 2 terdapat pada bagian sisi dari neural arch. Minggu ke 8 ossifikasi pada neural arch mulai tampak lebih jelas. Pada saat lahir terlihat 3 bony part yaitu centrum dan 2 vertebral arch yang mana ke 3nya dihubungkan oleh cartilage . dan nantinya itu vertebral arch akan berartikulasi pada bagian centrum dengan bantuan neurocentral joint, yang mana akan menghilang ketika vertebral arch berfusi pada bagian centrum pada tahun ke3-ke 6

Setelah pubertas terlihat secondary ossifikasi yaitu pada bagian 1 spinous,2 transverse,2 pada bagian annular epiphyses.

Anda mungkin juga menyukai